Anda di halaman 1dari 5

Tayangan televisi yang tidak mendidik

Rcti

Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPI Pusat) melayangkan surat teguran untuk Program Siaran
“Baper” yang tayang di RCTI. Program yang ditayangkan pada 19 Maret 2017 lalu kedapatan melanggar
aturan P3 dan SPS. Demikian dijelaskan dalam surat teguran KPI Pusat yang ditandatangani Ketua KPI
Pusat, Yuliandre Darwis, Selasa (11/4/17).

Berdasarkan pantauan KPI Pusat, program tersebut memuat kata-kata candaan yang melecehkan orang
dengan kondisi fisik tertentu (bertubuh pendek dan bergigi tonggos

Gtv

“Tahukah Kamu ?”

Program siaran tersebut menampilkan liputan tentang suku mursi yang terdapat visualisasi payudara
seorang wanita.

Mnctv

film The Owl mengajarkan kekerasan kepada penonton. Ya, saya berkesimpulan bahwa film itu
kurang,bahkan tidak, mendidik penonton, khususnya anak-anak. Mengapa demikian? Baiklah, saya akan
menjelaskan tiga jenis keburukan atau sisi negatif film itu.

Pertama, film The Owl sering menampilkan adegan sadis alias kejam. Cobalah Anda saksikan acara itu
dan perhatikan dengan saksama. Seekor burung hantu (The Owl) selalu dijadikan objek untuk dibunuh
dengan sadis atau kejam. Banyak cara kejam digunakan, seperti dibom dengan buah apel, ditembak
hingga pecah berantakan, atau dijepit pohon hingga gepeng. Menurutku, tindakan-tindakan di atas
termasuk sangat tidak mendidik dan cenderung mengajarkan kekerasan kepada penonton, khususnya
anak-anak.

Kedua, film The Owl tidak memberikan pengetahuan yang lebih bermanfaat kepada penonton. Nyaris
film itu hanya menayangkan sekilas adegan kekerasan dan diikuti adegan kekerasan yang lain. Penonton
tidak diajak untuk menyaksikan sesuatu yang baru sehingga menambah pengetahuannya. Jika film itu
termasuk film anak-anak, mestinya MNCTV berusaha memberikan pengetahuan baru kepada anak-anak.

Ketiga, film The Owl tidak mengandung unsur pendidikan karakter (yang baik).

Sctv
Anak Langit yang ceritanya mirip bahkan para artis/aktrisnya pun sama dengan pendahulunya di stasiun
RCTI yaitu Anak Jalanan yang sering menampilkan adegan-adegan tentang kekerasan geng motor.

Indosiar

Antv

Trans7

Rumah Uya” yang tayang pada 19 Oktober 2017 dinilai KPI Pusat melanggar aturan siaran perihal
penghormatan terhadap hak privasi dalam kehidupan pribadi objek siaran. Hal itu ditegaskan KPI Pusat
dalam surat teguran yang disampaikan ke Trans 7, Jumat (27/10/2017).

Berdasarkan keterangan dalam surat itu, program siaran “Rumah Uya” menayangkan muatan dua orang
wanita yang bertengkar karena saling mengaku sebagai pasangan seorang pria. Pria tersebut kemudian
mengungkap bahwa wanita yang berkacamata memiliki pria lain selain dirinya.

Menurut Koordinator bidang Isi Siaran sekaligus Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano, muatan privasi
demikian tidak layak ditampilkan, terutama bila menjadi materi yang disajikan dalam seluruh isi mata
acara.

Saya ingin melaporkan tayangan televisi yang sangat tidak mendidik dan tidak layak untuk menjadi
tontonan. Adapun tayangan yang saya laporkan berdasarkan pendapat warganet, misalnya sinetron
Azab di Indosiar yang melecehkan nalar, sinetron alay (tidak mendidik) di RCTI/SCTV, Katakan
Putus Trans TV yang dianggap rekayasa, Menembus Mata Bathin di ANTV yang memberikan
dampak mistis, dan beberapa tayangan yang tidak mendidik lainnya. Seharusnya, acara yang tidak
mendidik tersebut dihentikan total (bukan sementara) karena melanggar kode etik penyiaran.
Karena saat ini begitu banyak kasus kriminal, apa yang ditonton bisa jadi salah satu dampak dan
penyebabnya. Saya merasa prihatin bagaimana nasib moral generasi muda jika ada tayangan
seperti itu. Saya mohon untuk KPI ataupun pihak yang bersangkutan harus bisa menyaring
tayangan mana yang layak ditayangkan dan tidak. Selain itu, cabut izin stasiun TV yang
memberikan tayangan yang tidak mendidik (seperti kasus RCTI, TVONE, Metro TV) dan jangan
hanya sebagai wacana soal pencabutan izin.

https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_stasiun_televisi_di_Indonesia

1. Sinetron Ayah Mengapa Aku Berbeda – RCTI


2. Sinetron Pashmina Aisha – RCTI
3. Sinetron ABG Jadi Manten – SCTV
4. Sinetron Ganteng-Ganteng Serigala – SCTV
5. Sinetron Diam-Diam Suka – SCTV
6. Sinema Indonesia – ANTV
7. Sinema Akhir Pekan – ANTV
8. Sinema Pagi – Indosiar
9. Sinema Utama Keluarga – MNC TV
10. Bioskop Indonesia Premier– Trans TV
Pelanggaran tersebut meliputi:
1. Tindakan bullying (intimidasi) yang dilakukan anak sekolah.
2. Kekerasan fisik seperti memukul jari dengan kampak, memukul kepala dengan balok kayu, memukul
dengan botol beling, menusuk dengan pisau, membanting, mencekik, menyemprot wajah dengan obat
serangga, menendang, menampar dan menonjok.
3. Kekerasan verbal seperti melecehkan kaum miskin, menghina anak yang memiliki kebutuhan khusus
(cacat fisik), menghina orang tua dan Guru, penggunaan kata-kata yang tidak pantas “anak pembawa
celaka, muka tembok, rambut besi, badan batako”.
4. Menampilkan percobaan pembunuhan.
5. Adegan percobaan bunuh diri.
6. Menampilkan remaja yang menggunakan testpack karena hamil di luar nikah.
7. Adanya dialog yang menganjurkan untuk menggugurkan kandungan.
8. Adegan seolah memakan kelinci hidup.
9. Menampilkan seragam sekolah yang tidak sesuai dengan etika pendidikan.
10. Adegan menampilkan kehidupan bebas yang dilakukan anak remaja, seperti merokok, minum-
minuman keras dan kehidupan dunia malam.
11. Adegan percobaan pemerkosaan.
12. Konflik rumah tangga dan perselingkuhan.

http://www.kpi.go.id/index.php/id/siaran-pers/32063-kpi-10-sinetron-ftv-bermasalah-dan-tidak-layak-
ditonton

Dangdut Academy 2, di mana KPI menegur karena dalam satu episode


ditayangkan adegan seorang wanita berkata kasar "setan lo" kepada seorang
pria. Karena sensasi inilah, Dangdut Academy 2 pun mendapat sanksi
dihentikan sementara penayangannya.

Nah, nampaknya teguran KPI bakal datang lagi ke acara yang menelurkan
bintang dangdut masa kini itu. Soalnya, beberapa waktu lalu kembali kata
kasar bernada amarah terlontar

OVJ Kerap menunjukkan kekerasan berupa saling menjorokkan pemain dan


kata-kata kurang pantas, akhirnya KPI pun menegur dan sempat
menyarankan stasiun televisi yang menayangkan acara ini untuk
menghentikan acara beberapa saat.

Dahyat Acara musik masa kini ini juga sempat ditegur oleh KPI. Alasannya, di
salah satu episode sang bintang tamu kala itu yakni Zaskia Gotik diketahui
menghina lambang negara Indonesia, Pancasila.

Indox Kerap menampilkan sensasi, acara musik Inbox pun sempat mendapat
teguran dari KPI. Salah satu sensasinya adalah saat tiga orang penari pria
yang membuka pakaiannya nampak menggunakan pakaian dalam wanita
sejenis kemben yang dikenakan dan dapat dilihat masyarakat

Yuk keep smile Acara yang sempat booming pada 2014-an ini juga sempat
ditegur KPI. Pasalnya, pada satu episode seorang pengisi acara dihipnotis
untuk menyebut nama almarhum Benyamin Sueb ketika melihat seekor
anjing. Sontak, setiap lihat anjing maka pengisis acara yang sudah dihipnotis
itu menyebut kata Benyamin Sueb seakan melecehkan sang komedian
legendaris.

Pesbuker juga sempat mendapat teguran KPI, karena acara tersebut kerap
menayangkan makian atau kata kasar. Sayang, bukannya mendapat perintah
untuk dihentikan KPI hanya memberikan peringatan tertulis kepada tim dibalik
Pesbukers.

Rumah mama ammy Permasalahannya karena dalam acara tersebut sempat


ditayangkan adegan ciuman antar bintang tamu, mengambil gambar pakaian
dalam salah satu bintang dan tayangan ramalan yang berujung dengan
makian kasar.

Bukan empat mata Acara yang dipandu oleh komedian Tukul Arwana ini juga
sempat ditegur oleh KPI. Masalahnya karena muatan penayangan gak sesuai
dengan pedoman KPI serta jam penayangannya menyalahi aturan KPI.

1. Program Bioskop Trans TV kembali mendapat teguran. Kali ini untuk judul Film “300” yang
tayang 14 Agustus 2009 karena menampilkan kekerasaan fisik yang sadis dan di luar
perikemanusiaan, antara lain anak yang dianiaya, kepala dipenggal dengan kapak, dada ditusuk
hingga tembus oleh tombak dan mata ditusuk tombak serta peperangan yang berakhir dengan
kematian.
2. Gala Sinema SCTV pada episode “Cinta Bukan Mainan” dan “Ketika Cinta Harus Jujur”
mendapat Teguran Pertama karena menampilkan adegan berciuman bibir dan melanggar norma
kesopanan kesusilaan.
3. Dag Dig Dug Nunggu Bedug yang ditayangkan TPI pada 26 Agustus 2009 mendapat Teguran
karena menampilkan adegan tidak etis dan teka teki yang menjurus jorok/mesum.

1. Program Siaran Jurnalistik “Borgol” GTV, 2. "Big Movie Family: The Spongebob
Squarepants Movie" GTV, 3. "Ruqyah" Trans 7, 4. "Rahasia Hidup" ANTV, 5. "Rumah
Uya" Trans 7, 6. Program "Obsesi" GTV, 7. Promo Film "Gundala" TV One, 8. "Ragam
Perkara" TV One, 9. "DJ Sore" Gen FM, 10. "Heits Abis" Trans 7, 11. "Headline News"
Metro TV, 12. "Centhini" Trans TV, 13. "Rumpi No Secret" Trans TV, 14. "Fitri" ANTV.

https://tirto.id/14-program-siaran-yang-ditegur-kpi-gundala-rumah-uya-spongebob-eh9N
Program variety show Pagi Pagi Pasti Happy Trans TV pertama kali mendapatkan surat teguran
dari KPI pada edisi 8 Mei 2019 pukul 09.03 WIB. Ketika itu Uya Kuya membahas perseteruan
antara Yunita Lestari dengan mantan suaminya, Daus Mini. Teguran kedua diberikan pada Pagi
Pagi Pasti Happy episode 9 Mei 2019 menyiarkan konflik rumah tangga artis peran Yama Carlos
dengan istrinya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPI dan Teguran-tegurannya kepada
Acara TV", https://entertainment.kompas.com/read/2019/07/29/091705010/kpi-dan-teguran-
tegurannya-kepada-acara-tv?page=all.
Penulis : Dian Reinis Kumampung
Editor : Kistyarini

Azab Karena
kurang logis terus kemudian kurang etis, jauh dari
norma dan etika