Anda di halaman 1dari 2

Bioteknologi: Mempertanyakan Peranan Etika

DIPOSKAN PADA 03 AGUSTUS, 2007 OLEH M NURFATONI

MENCERMATI film Jurassic Park, terasa melambung kembali harapan kita akan kemampuan manusia dalam
pengembangan teknologi sebagai upaya mempertinggi mutu kehidupan. Namun demikian, terekam pula
kengerian, sekaligus bahaya, yang mengancam peradaban manusia.
Pertama, sekalipun fiksi, alur cerita yang dibangun dalam film ini bertolak dari kerangka ilmiah. Karena itulah,
film ini bisa menjadi cermin tentang keajaiban yang mampu dihasilkan oleh manusia, dengan kemampuan
rekayasa genetikanya, beberapa tahun mendatang. Dalam film ini, keajaiban itu berwujud lahirnya kembali
binatang purba, dinosaurus, hasil pencangkokan DNA (dioxyribose nucleid acid) darah dinosaurus dari serangga
penghisap darah yang terjebak getah pohon, menjadi fosil. Keberhasilan penciptaan kembali dinosaurus ini
menjadi bukti akan keunggulan manusia dengan teknologinya.
Kedua, teknologi rekayasa genetika yang berhasil dikembangkan ternyata menyeret manusia pada keruntuhan
nilai-nilai peradaban. Dinosaurus yang berhasil dibidupkan kembali justru menjadi momok. Di luar perhitungan,
dinosaurus yang mulanya direncanakan untuk tidak berkembang biak, sehingga dalam rekayasa ini dibuat
berkelamin betina semua, ternyata meleset. Ditemukan telur dinosaurus yang menetas di alam terbuka.
Akhirnya, terjadilah kekacau-balauan. Dinosaurus yang sudah tak terkontrol ini mengamuk, memorak-
porandakan semua yang ada. Dan kengerian pun mengancam manusia.

Rekayasa Genetika, Primadona Bioteknologi


Film Jurassic Park menjadi menarik untuk didiskusikan karena di sinilah orang kembali teringat akan
bioteknologi serta gambaran keuntungan dan kerugian yang menyertainya. Agar gambaran kita tentang
bioteknologi menjadi proporsional, baiklah kita tinjau sedikit pengertian bioteknologi.
Banyak dijumpai definisi tentang bioteknologi. Namun begitu ada satu keseragaman yang dapat ditarik bahwa
bioteknologi selalu berkaitan dengan kegiatan mikroorganisme, sistem dan proses biologi untuk menghasilkan
barang dan jasa.
Bioteknologi ini menjadi perbincangan menarik terutama ketika dikembangkannya teknologi rekombinan DNA
(deoxyribose nucleid acid). Dengan teknologi ini, manusia mampu menghasilkan sesuatu yang sebelumnya
sulit dapat dibayangkan. Ini bisa dimungkinkan karena DNA, sebagai bahan materi genetik, mampu
dimanipulasi dan direkayasa sesuai dengan keinginan manusia.
Seperti diketahui, DNA berupa pita ganda yang saling terpilin membentuk spiral (double helix). Dengan
demikian, salah satu pita molekul DNA itu dapat diibaratkan sebagai pita kaset; jika pita kaset dapat dihapus
rekamannya, mengapa pita molekul DNA yang berisi informasi genetik itu tidak dapat dihapus dan diganti
dengan informasi keturunan yang lain? Di sinilah awal munculnya teknologi rekayasa genetika. Ternyata, DNA
suatu organisme dapat dipergunakan untuk merekayasa DNA organisme lain sehingga terbentuk hasil yang
sama sekali baru.
Dengan rekayasa genetika, manusia dapat memperoleh banyak kemudahan, misalnya dalam bidang
kedokteran berhasil diproduksi insulin dari bakteri. Padahal, sebelumnya produksi insulin banyak bergantung
pada pankreas hewan. Banyak lagi hasil yang menggembirakan manusia dari teknologi rekayasa genetika.

PERANAN ETIKA
Jika kita lihat satu sisi keuntungan dari rekayasa genetika, maka serentak semua akan mendukung
pengembangan teknologi ini secara besar-besaran. Namun, sebagai gambaran, film Jurassic Park seakan
mengisyaratkan bahwa rekayasa genetika dan bioteknobgi bagai mata berpisau dua. Satu sisi menguntungkan,
namun sisi lain menjadi ancaman. Dalam film ini, dinosaurus bukan hanya dapat dihidupkan kembali sehingga
memperkaya kembali penghuni bumi ini, bahkan manusia sendiri terancam oleh kemunculannya. Rekayasa
genetika sebagai teknologi bukan saja merendahkan harkat manusia, bahkan mengobrak-abrik ciptaan Tahan.
Lantas bagaimanakah makna etika dalam pengembangan teknologi? Mengutip A.W. Pratikaya, teknologi adalah
kemampuan manusia untuk memanipulasi lingkungan (alam) sehingga diperoleh nilai tambah (added value)
bagi manusia. Pengertian ini memberikan harapan bahwa sebenarnya teknologi merupakan keharusan bagi
manusia. Persoalannya adalah ketika pandangan kita tertuju pada dampak pisau bermata dua itu, Karena
itulah, sebenarnya teknologi memerlukan etika sebagai penuntun dan “pengendali”. Dalam hal ini, setidak-
tidaknya ada dua pandangan. Pertama, pandangan yang menganggap bahwa etika tidak boleh terpengaruh
pada perkembangan teknologi. Kedua, pandangan yang menganggap bahwa etika harus berkembang dan
perubahannya disesuaikan dengan laju perkembangan teknologi.
Jelas, kedua pandangan ini sama-sama belum merupakan fungsi etika itu sendiri. Pandangan pertama, jelas
etika menjadi sesuatu yang kaku dan teknologi tidak akan pernah berkembang. Sebaliknya, pandangan kedua
justru mengesampingkan makna etika. Dalam hal ini, etika tidak pernah punya fungsi sebagai kendali. Karena
itulah, perlu pandangan alternatif. Sebuah pandangan yang menggabungkan kedua pandangan di atas, dengan
dua prinsip. Pertama, etika ini mampu mengantisipasi perkembangan teknologi, dan kedua tetap berlandasan
pada nilai idealnya. Etika alternatif inilah yang seharusnya menjadi pijakan dalam pengembangan teknologi,
khususnya bioteknologi.
Perkembangan teknologi tidak akan dapat dihentikan. Sebab, di samping perkembangan sains juga begitu
pesat, teknologi itu sendiri menjadi kebutuhan manusia karena hasil-hasil yang dicapai sangat bermanfaat
bagi peningkatan mutu hidup manusia. Sebaliknya, agar teknologi tidak menjadi liar, yang berimplikasi pada
pelecehan martabat kemanusiaan dan nilia-nilai Ilahiyah, maka perlu penjagaan dengan etika. Etika di sini bisa
berarti kesadaran moral manusia untuk senantiasa mendasari setiap tindakan teknologinya dengan nilai-nilai
atau kesadaran filter dalam setiap gagasan yang dicoba akan dikembangkan.
Dengan model hubungan etika dengan teknologi semacam di atas, kiranya dapat diminimalkan terjadinya
dampak teknologi. Apa yang menjadi pilihan teknologi, bagaimana pengembangannya, dan apa
kepentingannya. Rekayasa genetika jelas sangat memerlukan etika dalam pengembangannya karena teknologi
ini mampu membikin sesuatu yang baru, termasuk organisme. Misalnya dalam pengembangan dinosaurus
seperti yang terdapat dalam cerita fiksi-ilmiah Jurassic Park. Apa kepentingan menghidupkannya kembali?
Bagaimana dampak yang ditimbulkannya nanti? Dan yang penting, apakah ini tidak menyalahi hak cipta yang
hanya milik Allah? Dan pertanyaan-pertanyaan kritis lainnya yang berfungsi sebagai kesadaran filter. Apalagi
jika teknologi ini mencoba membuat manusia, seperti yang diangankan terwujudnya manusia clon. Sungguh
sebuah kegalauan yang maha-dahsyat.

SUBYEKTIVASI BIOTEKNOLOGI
Persoalan mendasar berkaitan dengan pentingnya etika sebagai penuntun dan pengendali bioteknologi adalah
karakter bioteknologi itu sendiri. Pertama, bioteknologi bisa dimanfaatkan untuk membuat apa saja dan,
karena itulah, karater kedua-nya, bioteknologi ini sulit untuk dikendalikan. Dua karakter ini jelas mampu
melahirkan kejadian-kejadian di luar dugaan, apalagi kecenderungan terjadinya pergeseran peran bioteknologi
menjadi begitu besar. Bioteknologi seakan menjadi variabel yang menentukan, sementara nilai kemanusiaan
menjadi terabaikan. Di sini terjadi subjektivasi bioteknologi dan objektivasi manusia. Jika ini yang terjadi, maka
martabaat manusia menjadi terancam: mereka akan terpasung oleh ciptaannya sendiri.
Memang itu menjadi tantangan manusia modern di era modern, era perkembangan bioteknologi yang
menakjubkan dan mungkin belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia.
Kini semuanya berpulang pada manusia sendiri. Terus memacu penguasaan teknologinya tanpa kontrol etika
atau sejak dini sadar untuk tidak memisahkan etika dengan iptek yang dikuasainya.

Mohammad Nurfatoni
Alumnus Pendidikan Biologi FPMIPA IKIP Surabaya (UNESA), kini Aktivis Pusat Studi Islam Surabaya
(Dimuat Jawa Pos)

Tugas Kelas XII IPA :

1. Duduklah berdasarkan kelompok yang telah disepakati (Infografis Biotek)


2. Bacalah Artikel tentang Bioteknologi yang diberikan oleh guru piket
3. Diskusikan dengan kelompokmu tentang permasalahan berikut :
a. Apakah dengan membaca artikel ini pengetahuan anda bertambah? Jika “ya” akankah kelompok
anda menyisipkan pengetahuan yang baru saja anda baca ke dalam Infografis Biotek yang telah
dibuat?
b. Seberapa besar pengaruh ditemukannya ilmu genetika modern terhadap perkembangan
bioteknologi?
c. Apa hubungan kemajuan Bioteknologi dengan etika? (referensi tidak dibatasi hanya pada artikel
yang anda yang dibagikan)
d. Film-film box office yang masuk dalam nominasi oscar saat ini adalah film-film yang mengajak
kita berimajinasi secara teknologi baik mesin maupun makhluk hidup. Menurut anda apakah
mungkin itu tokoh-tokoh imajiner dalam film tersebut dapat dapat diwujudkan melalui ilmu
pengetahuan yang ada saat ini?
e. Berikan sebuah hipotesis tentang Bioteknologi masa depan yang ingin anda kuasai dan memiliki
manfaat luas bagi makhluk hidup, berikan penjelasan juga tentang kekurangannya (jika mungkin
ada) !

Selamat Belajar Bekerjasama untuk menyelesaikan masalah.


Mohon untuk tidak menambahkan coretan apapun pada 2 lembar
kertas yang anda terima, terimakasih!