Anda di halaman 1dari 11

INDERA PENCIUM

Indera penciuman adalah indera yang kita gunakan untuk mengenali lingkungan melalui aroma
yang dihasilkan. Organ tubuh yang berhubungan dengan indera penciuman adalah hidung, selain sebagai
alat pernafasan hidung juga berfungsi sebagai alat penciuman. Hidung juga berperan dalam resonasi suara
dan menyaring udara yang masuk ke dalamnya.
Berbagai jenis bau wangi maupun busuk dapat dicium oleh kita melalui hidung. Organ pembau
hanya memiliki tujuh reseptor namun dapat membedakan lebih dari 600 aroma yang berbeda. Penciuman
(olfaction) terjadi karena adanya molekul-molekul yang menguap dan masuk ke saluran hidung dan
mengenai olfactory membrane.
       Manusia memiliki kira-kira 10.000 sel reseptor berbentuk rambut. Bila molekul udara masuk, maka
sl-sel ini akan mengirimkan impuls saraf. Hidung manusia di bagi menjadi dua bagian rongga yang sama
besar yang di sebut dengan nostril. Dinding pemisah di sebut dengan septum, septum terbuat dari tulang
yang sangat tipis.
Anatomi Hidung
Hidung merupakan organ penting yang seharusnya mendapat perhatian lebih dari biasanya dan
hidung merupakan salah satu organ pelindung tubuh terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan.
Hidung terdiri atas hidung luar dan hidung dalam. Hidung luar menonjol pada garis tengah diantara pipi
dengan bibir atas, struktur hidung luar dapat dibedakan atas tiga bagian yaitu: paling atas kubah tulang
yang tak dapat digerakkan, dibawahnya terdapat kubah kartilago yang sedikit dapat digerakkan dan yang
paling bawah adalah lobolus hidung yang mudah digerakkan
Bagian puncak hidung biasanya disebut apeks. Agak keatas dan belakang dari apeks disebut batang
hidung (dorsum nasi), yang berlanjut sampai kepangkal hidung dan menyatu dengan dahi. Yang disebut
kolumela membranosa mulai dari apeks, yaitu diposterior bagian tengah pinggir dan terletak sebelah
distal dari kartilago septum. Titik pertemuan kolumela dengan bibir atas dikenal sebagai dasar hidung.
Disini bagian bibir atas membentuk cekungan dangkal memanjang dari atas kebawah yang disebut
filtrum. Sebelah menyebelah kolumela adalah nares anterior atau nostril (Lubang hidung)kanan dan kiri,
sebelah latero-superior dibatasi oleh ala nasi dan sebelah inferior oleh dasar hidung
Hidung luar dibentuk oleh kerangka tulang dan tulang rawan yang dilapisi oleh kulit, jaringan ikat
dan beberapa otot kecil yang berfungsi untuk melebarkan atau menyempitkan lubang hidung. Bahagian
hidung dalam terdiri atas struktur yang membentang dari os internum disebelah anterior hingga koana di
posterior, yang memisahkan rongga hidung dari nasofaring. Rongga hidung atau kavum nasi berbentuk
terowongan dari depan kebelakang, dipisahkan oleh septum nasi dibagian tengahnya menjadi kavum nasi
kanan dan kiri. Pintu atau lubang masuk kavum nasi bagian depan disebut nares anterior dan lubang
belakang disebut nares posterior (koana)yang menghubungkan kavum nasi dengan nasofaring
Bagian dari kavum nasi yang letaknya sesuai ala nasi, tepat dibelakang nares anterior, disebut
dengan vestibulum.Vestibulum ini dilapisi oleh kulit yang banyak kelenjar sebasea dan rambut-rambut
panjang yang disebut dengan vibrise
Tiap kavum nasi mempunyai 4 buah dinding yaitu dinding medial, lateral, inferior dan superior.
Dinding medial hidung ialah septum nasi. Septum nasi ini dibentuk oleh tulang dan tulang rawan, dinding
lateral terdapat konkha superior, konkha media dan konkha inferior. Yang terbesar dan letaknya paling
bawah ialah konkha inferior, kemudian yang lebih kecil adalah konka media, yang lebih kecil lagi konka
superior, sedangkan yang terkecil ialah konka suprema dan konka suprema biasanya rudimenter. Konka
inferior merupakan tulang tersendiri yang melekat pada os maksila dan labirin etmoid, sedangkan konka
media, superior dan suprema merupakan bagian dari labirin etmoid. Celah antara konka inferior dengan
dasar hidung dinamakan meatus inferior, berikutnya celah antara konkha media dan inferior disebut
meatus media dan sebelah atas konkha media disebut meatus superior.
Meatus medius merupakan salah satu celah yang penting dan merupakan celah yang lebih luas
dibandingkan dengan meatus superior. Disini terdapat muara dari sinus maksilla, sinus frontal dan
bahagian anterior sinus etmoid. Dibalik bagian anterior konka media yang letaknya menggantung, pada
dinding lateral terdapat celah yang berbentuk bulat sabit yang dikenal sebagai infundibulum. Ada suatu
muara atau fisura yang berbentuk bulan sabit menghubungkan meatus medius dengan infundibulum yang
dinamakan hiatus semilunaris. Dinding inferior dan medial infundibulum membentuk tonjolan yang
berbentuk seperti laci dan dikenal sebagai prosesus unsinatus
Di bagian atap dan lateral dari rongga hidung terdapat sinus yang terdiri atas sinus maksilla,
etmoid, frontalis dan sphenoid. Dan sinus maksilla merupakan sinus paranasal terbesar diantara lainnya,
yang berbentuk pyramid iregular dengan dasarnya menghadap ke fossa nasalis dan puncaknya kearah
apek prosesus zigomatikus os maksilla.
Rongga hidung di lapisi dengan rambut dan membran yang mensekresi lendir lengket. Rongga hidung
(nasal cavity) berfungsi untuk mengalirkan udara dari luar ke tenggorokan menuju paru paru. Rongga
hidung ini di hubungkan dengan bagian belakang tenggorokan. Rongga hidung di pisahkan oleh langit-
langit mulut kita yang di sebut dengan palate. Mucous membrane berfungsi menghangatkan udara dan
melembabkannya. Bagian ini membuat mucus (lendir atau ingus) yang berguna untuk menangkap debu,
bakteri, dan partikel-partikel kecil lainnya yang dapat merusak paru-paru.
        Indera penciuman mendeteksi zat yang melepaskan molekul-molekul di udara. Di atap rongga
hidung terdapat olfactory epithelium yang sangat sensitif terhadap molekul-molekul bau, karena pada
bagian ini ada bagian pendeteksi bau (smell receptors). Receptor ini jumlahnya sangat banyak ada sekitar
10 juta. Ketika partikel bau tertangkap oleh receptor, sinyal akan di kirim ke  olfactory bulb melalui saraf
olfactory. Bagian inilah yang mengirim sinyal ke otak dan kemudian di proses oleh otak bau apakah yang
telah tercium oleh hidung kita.
        Reseptor-reseptor olfaktari berlokasi dibagian atas hidung, melekat pada lapisan jaringan tertutup-
lendir disebut olfactoriy mucosa (mukosa olfaktori). Dendrit-dendrit mereka berlokasi disaluran-saluran
nasal, dan akson-aksonnya melalui sebuah bagian porus di tulang tengkorak (cribriform plate) dan
memasuki olfactary bulbs (bulbus olfaktari), yang bersinapsis pada neuron-neuron yang berproyeksi
melalui taktrus alfactory ke otak.  Ketidak mampuan untuk mencium disebut anosmia, penyebab
neurologis paling lazim anosmia adalah pukulan dikepala yang menyebabkan displacement otak dalam
tengkorak dan memotong saraf-saraf olfaktori yang berjalan memalui cribiform plate.

         Hidung manusia memiliki dua fungsi utama, diantaranya adalah fungsi Hidung sebagai alat
pernapasan dan juga berfungsi sebagai alat indera penciuman.

Hidung juga berperan dalam resonansi suara dan menyaring udara yang masuk ke dalamnya.
Berbagai jenis bau wangi maupun busuk dapat dicium oleh kita melalui Hidung. Seperti bau perfum, bau
makanan, bau minuman (kopi dan teh), bau amis, bau badan dan lain sebagainya.
        Hidung dapat mencium berbagai macam bau karena di dalam rongga hidung terdapat serabut saraf
pembau yang terdiri dari jutaan sel-sel pembau. Setiap sel-sel pembau tersebut mempunyai rambut-
rambut di  ujungnya serta diliputi oleh selaput lendir yang berfungsi untuk melembabkan rongga hidung.
Saat kita bernapas, yaitu menghirup udara dari luar, molekul-molekul bau yang melayang di udara akan
ikut masuk ke dalam rongga hidung dan bertemu dengan sel-sel pembau.
Sel-sel pembau tersebut akan terangsang dan merubah rangsangan tersebut menjadi sinyal yang kemudian
mengirimkannya ke otak melalui saraf pembau. Dengan demikian kita dapat mencium berbagai macam
bau dari udara luar.
        Bagi Manusia, kemampuan dalam penciuman bau atau membedakan jenis bau sangatlah penting.
Apalagi bagi mereka yang dilatih khusus untuk melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan penciuman
bau seperti ahli parfum yang harus memiliki kemampuan penciuman yang tajam sehingga dapat
membedakan berbagai jenis bau dan wangi-wangian.
Fungsi dari bagian-bagian indera pembau yaitu sebagai berikut:
-    Lubang hidung berfungsi untuk keluar masuknya udara
-    Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ketika bernapas
-    Selaput lendir berfungsi tempat menempelnya kotoran dan sebagai alat dalam indera pembau
-    Serabut saraf berfungsi mendeteksi zat kimia yang ada dalam udara pernapasan
-    Saraf pembau berfungsi mengirimkan bau-bauan menuju ke otak
         Adapun fungsi dari cairan lendir yang terdapat dalam organ hidup sebagai alat indera pembauan
atau penciuman adalah sebagai media yang membantu penyaringan udara yang masuk agar tidak
mengganggu mekanisme pembauan sekaligus tidak mengakibatkan gangguan kesehatan karena partikel
udara yang beragam sekaligus memanaskan udara dalam rongga hidung untuk mengkondisikan suasana
tubuh yang stabil.
         Reseptor pembau adalah komoreseptor yang dirangsang oleh molekul-molekul larutan dalam cairan
hidung. Reseptor pembau merupakan reseptor jauh (tele reseptor) karena lintasan pembauan tidak
memiliki hubungan dalam thalamus dan tidak terdapat di daerah proyeksi pada neocortex penciuman.
Membrana offactoria terletak pada bagian superior rongga hidung. Pada setiap rongga hidung membrana
olfactoria mempunyai luas permukaan 2,4 cm. Organon olfacus terdapat di dataran medical concha
nasalis superior dan pada dataran septumasi yang berhadapan dengan concha masalis superior. Saat
seseorang menarik nafas maka sesibilirasa pembanya akan lebih kuat karena letak organon olfacus
disebelah atasnya. Sensai pembauan tergantung pada konsentrasi penguapan, misalnya skatol (bau busuk
pada facces) karena konsentrasinya pekat maka baunya busuk
        Impuls-impuls bau dihantarkan oleh filum olfactetorium yang bersinopsis dengan cabang-cabang
dendrit sel mitral dan disebut sinopsis glomerulus. Neurit sel mitral meninggalkan bulbus olfactorius
untuk berjalan di dalam area medialis dan berakhir di dalam area. Pusat pembauan ada di uneus. Neurit-
neurit sel mitral mempunyai cabang-cabang yang menuju ke sel glanuta akan mengadakan sinopso di
sinopsi axomatis. Sebagian dari neurit-neurit sel mitral berjalan dalam strialate ralis dan berakhir dalam
incus, sebagian dari neurit tersebut berjalan di dalam stria medialis dan berakg\hir di dalam area septialis
         Jalannya impuls pembauan adalah sebagai berikut impuls-impuls bau dihantarkan oleh filum
olfactorium yang bersinopsi dengan cabang-cabang dari dendrit sel mitral dan disebut siniopsis
glomerulus. Neurit sel mitral meninggalkan bulbus olfactorius untuk berjalan di dalam area medialis dan
berakhir di dalam area. Pusat pembauan ada di incus. Neurit – neurit sel mitral berjalan dalam strialate
ralis dan berakhir dalam incus. Rangsang yang diterima indra penciuman tersebut berupa bau. Bau
merupakan molekul bahan kimia yang menguap dan melayang di udara.
Mekanisme kerja indra penciuman adalah berikut ini,
rangsang (bau) → lubang hidung → epitelium olfaktori → mukosa olfaktori → saraf olfaktori → talamus
→ hipotalamus → otak daerah olfaktori hipotalamus talamus (korteks serebrum).

         Bau dan aroma dapat menjadi faktor penentuan kualitas fisik produk pangan seperti tingkat
kesegaran produk, menentukan produk yang masih dalam kondisi baik ataupun mulai mengalami
kerusakan yang menghasilkan penyimpangan-penyimpangan dari segi aroma. Tujuan pengenalan bau
adalah untuk mengetahui sejauh mana kepekaan indera pembau praktikan dan untuk mengetahui beda
antara aroma buah asli dengan essence.
Klasifikasi bau berdasarkan kode antara lain, yaitu:
-    Seri I  : seri bau wangi-wangian
-    Seri II : seri bau asam
-    Seri III: seri bau bakar
-    Seri IV: kaprilat

 Perbedaan aroma essens dengan aroma buah alami yaitu:


a.    Aroma essens memiliki aroma yang lebih kuat dibandingkan dengan aroma buah alami.
b.    Essens memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan dengan buah alami.
c.    Jika dicampur kedalam makanan maka essens tidak akan terasa ketika dimakan, tetapi buah alami
akan terasa rasanya ketika dimakan.
d.    Buah alami aromanya akan menguat didekat hidung ketika hendak memakannya.
e.    Jika essens diberikan terlalu banyak pada makanan akan menyebabkan makanan menjadi terasa pahit.

        Aroma produk pangan berasal dari kandungan senyawa kimia dalam produk pangan yang bersifat
volatil dan mengeluarkan bau aroma yang khas untuk masing-masing produk pangan. Menurut Soekarto
(1981) produk-produk yang mutunya dapat ditentukan dengan penciuman dapat diklasifikasikan menurut
klasifikasi Zwaardemaker, klasifikasi Henning, dan klasifikasi Crocker & Henderson.
Adapun klasifikasi bau berdasarkan Zwaardemaker, yaitu:
a.    Bau etheris atau bau buah seperti eter, aldehid, dan keton.
b.    Bau aromatik seperti bau kamfer, bau jamu, lavender, lemon-rose, dan amygladin.
c.    Bau balsomik atau wangi-wangian seperti floral, lili, dan vanilla.
d.    Bau ambrosial seperti campuran bau pisang, jeruk, dan gula.
e.    Bau bawang-bawangan seperti bau busuk, H2S, mercaptan, dan bau amis.
f.    Bau bakar seperti bau roti gosong, tembakau, dan fenol.
g.    Bau kambing seperti bau keringat dan bau keju.
h.    Bau repulsif seperti bau menjijikan atau bau memuakkan.
i.    Bau busuk seperti protein busuk.

Adapun klasifikasi bau berdasarkan Henning, yaitu:


a.    Bau jamu-jamuan seperti bau cengkeh, kayu manis, dan pala.
b.    Bau bunga-bungaan seperti bau bunga jasmin.
c.    Bau buah-buahan seperti bau jeruk.
d.    Bau resin seperti terpentin.
e.    Bau busuk seperti H2S dan protein busuk.
f.    Bau bakar seperti makanan-makanan gosong.

Adapun klasifikasi bau berdasarkan Crocker & Henderson menurut Soekarto (1981) yaitu:
1.   Bau awangi-wangian.
2.    Bauasam.
3.    Bau bakar.
4.    Bau kambing.

Fungsi hidung terbagi atas beberapa fungsi utama yaitu :


1. Sebagai jalan nafas.
Udara masuk melalui nares anterior, lalu naik ke atas setinggi konka media dan kemudian turun ke
bawah ke arah nasofaring, dan seterusnya. Pada ekspirasi terjadi hal sebaliknya.
2. Alat pengatur kondisi udara.
Mukus pada hidung berfungsi untuk mengatur kondisi udara
3. Penyaring udara.
Mukus pada hidung berfungsi sebagai penyaring dan pelindung udara inspirasi dari debu dan bakteri
bersama rambut hidung, dan silia.
4. Sebagai indra penghidu.
Fungsi utama hidung adalah sebagai organ penghidu, dilakukan oleh saraf olfaktorius.
5. Untuk resonansi suara.
Fungsi sinus paranasal antara lain sebagai pengatur kondisi udara, sebgai penahan suhu, membantu
keseimbangan kepala, membantu resonansi suara, sebagai peredam perubahan tekanan udara, membantu
produksi mukus dan sebagainya.
6. Turut membantu proses bicara.
7. Reflek Nasal.
Apabila ada gangguan pada indera pembau, maka kita tidak dapat mengecap dengan baik. Ketika
seseorang menderita sakit pilek, maka makanan terasa hambar rasanya dan kita tidak dapat mencermati
bau dengan baik. Inilah bukti bahwa antara organ pembau dengan pencium saling bekerja dengan baik.
Aroma makanan yang berada di rongga dalam hidung tidak dapat tercium karena serabut saraf di situ
tertutup oleh lendir pilek. Kita merasakan bau buah apel berbeda dengan jeruk dan pepaya karena adanya
organ pembau.
Mekanisme Kerja Penciuman / Pembau
Reseptor Pembau adalah komoreseptor yang dirangsang oleh molekul – molekul larutan dalam
cairan hidung. Reseptor pembau merupakan reseptor jauh (tele reseptor) karena lintasan pembauan tidak
memiliki hubungan dalam thalamus dan tidak terdapat di daerah proyeksi pada neocortex penciuman
Membrana offactoria terletak pada bagian superior rongga hidung. Di bagian medical ia melipat
keatas concana superior dan bahkan ada yang berada di concha media. Pada setiap rongga hidung
membrana olfactoria mempunyai luas permukaan 2,4 cm. Organon olfacus terdapat di dataran medical
concha nasalis superior dan pada dataran septumasi yang berhadapan dengan concha masalis superior.
Saat seseorang menarik nafas maka sesibilirasa pembanya akan lebih kuat karena letak organon olfacus
disebelah atasnya. Sensai pembauan tergantung pada konsentrasi penguapan, misalnya skatol (bau busuk
pada facces) karena konsentrasinya pekat maka baunya busuk.
Impuls – impuls bau dihantarkan oleh filum olfactetorium yang bersinopsis dengan cabang –
cabang dendrit sel mitral dan disebut sinopsis glomerulus. Neurit sel mitral meninggalkan bulbus
olfactorius untuk berjalan di dalam area medialis dan berakhir di dalam area. Pusat pembauan ada di
uneus. Neurit – beurit sel mitral mempunyai cabang – cabang yang menuju ke sel glanuta akan
mengadakan sinopso di sinopsi axomatis. Sebagian dari neurit – neurit sel mitral berjalan dalam strialate
ralis dan berakhir dalam incus, sebagian dari neurit tersebut berjalan di dalam stria medialis dan
berakg\hir di dalam area septialis
Jalannya impuls pembauan adalah sebagai berikut : Impuls – impuls bau dihantarkan oleh filum
olfactorium yang bersinopsi dengan cabang – cabang dari dendrit sel mitral dan disebut siniopsis
glomerulus. Neurit sel mitral meninggalkan bulbus olfactorius untuk berjalan di dalam area medialis dan
berakhir di dalam area. Pusat pembauan ada di incus. Neurit – neurit sel mitral berjalan dalam strialate
ralis dan berakhir dalam incus.

Gangguan Pada Penciuman / Pembau


1. Salesma (Cold) dan Influenza (Flu)
Influenza adalah kondisi alat pernafasan yang terinfeksi virus. Umumnya menyebabkan batuk,
pilekm sakit leher, dan terkadang panas atau sakit persendian yang disertai dengan pusing. Pada anak
kecil, biasanya disertai dengan gejala mencret ringan. Sebaiknya hindarilah penggunaan penicillin,
tetracyline, atau antibiotik lainnya, karena obat jenis ini tidak dapat menyembuhkan penyakit influenza,
san justru akan menimbulkan bahaya. Penyakit Influenza ini hampir selalu sembuh dengan sendirinya
tanpa obat, Anda hanya perlu melakukan beberapa hal sederhana berikut ini ketika sedang mengalami
penyakit influenza:
· Hindari minuman dingin dan selalu konsumsi air hangat
· Istirahatlah yang cukup
· Jika mengalami panas dan skit kepala, cukup konsumsi aspirin atau acetaminophen
· Untuk penyaki influenza ini tdiak ada pantangan khusus, dan bagi penderitanya sangat dianjurkan untuk
mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C.
·Jika mengalami sakit tenggorokan atau sakit leher, berkumurlah dengan air hangat.

Jika penyakit influenza ini berlangsung lebih dari 1 minggu atau menimbulkan panas, batuk, lendir,
sampai sakit dada, maka kemungkinan penderita tersebut mengalami radang cabang tenggorokan
(bronchitis) atau radang paru-paru (penumonia).

2. Hidung tersumbat dan pilek


Alergi atau salesma bisa menjadi penyebab hidung tersumbat atau pilek. Pada anak-anak,
banyaknya lendir dalam hidung bisa menyebabkan infeksi telinga. Sedangkan pada orang dewasa, lendir
berlebihan dapat mengakibatkan gangguan sinus atau peradangan dan berlangsung lama di dalam rongga
tulang yang berhubungan dengan hidung.
Cara mengatasi:
· Menaruh uap air panas di dekat badan dan menghirupnya, dengan cara demikian maka akan dapat
melegakan hidung yang tersumbat

·Jangan menghembuskan ingus kuat-kuat karena bisa menimbulkan sakit telinga bahkan sampai infeksi
sinus.

·Jika sering mengalami sakit telinga atau gangguan sinus kita dpat mencegahnya dengan memakai tetes
hidung decongestan seperti phenylprine.

3. Gangguan Sinus ( Penyakit sinusitis)


Sinusitis atau peradangan sinus terjadi pada rongga-rongga dalam tulang yang berhubungan dengan
rongga hidung. Adapun tanda-tanda atau gejala penyakit sinusitis adalah sebagai berikut:
·Terasa sakit di wajah, khususnya sekitar mata, terlebih lagi ketika anda mengetuk tulang atau
menundukkan kepala.

· Hidung sering tersumbat karena adanya nanah atau ingus yang kental.

·Terkadang gejala yang timbul tersebut disertai dengan panas.


Penyakit sinusitis dapat kita obati dengan menggunakan metode penyembuhan secara alami
dengan mengunakan bahan dan alat sederhana. Adapun cara mengatasi penyakti sinusitis secara alami  
adalah sebagai berikut:
· Menghirup sedikit air garam ke dalam hidung.

· Gunakan tetes hidung decongestan seperti phenyleprine.

· Letakkan kompres hangat di wajah.

· Tetracyline, ampicillin atau penicillin merupakan jenis antibiotik yang bisa digunakan untuk meresakan
sinusitis.

4. Deviated Septum
Lubang hidung dipisahkan oleh sebuah sekat yang disebut septum. Normalnya, sekat ini
akanmembagi secara rata besar lubang hidung seseorang. Tapi pada kasus abnormal, sekat ini membagi
secara tidak rata dan menyebabkan salah satu lubang hidung lebih besar. Pada kasus yang ringan gejala
tidak akan muncul, tapi pada tingkat yang lebih serius, ini dapat mengganggu pernafasan dan
diperlukannya tindakan operasi.

5. Rhinitis

Pembengkakan dan peradangan pada jaringan lendir inilah yang disebut rhinitis. Rhinitis yang
akut biasa disebabkan oleh virus sedangkan pada yang ringan, ini bisa terjadi karena alergi. Gejalanya
bisa berupa hidung tersumbat, bersin, demam ringan, mata berair dan batuk. Penggunaan humidifier bisa
meringankan gejala rhinitis ini. Sedangkan pengobatan lainnya adalah untuk mengatasi peradangan dan
pemyumbatan.

6. Polip

Polip adalah jaringan berlebih yang tumbuh di dalam hidung. Biasanya ada di hidung bagian atas
dan dapat tumbuh membesar. Semakin membesarnya polip dapat menyebabkan gangguan pernafasan dan
ditandai dengan semakin sering bernafas dengan mulut, berkurangnya kemampuan membau, dan ingusan.
Operasi diperlukan apabila polip sampai menghalangi jalan udara saat Anda bernafas.

7. Anosmia
Penyakit ini menyebabkan penderitanya kehilangan rasa bau. Penyakit ini disebabkan karena
penyumbatan rongga hidung, misalnya tumor, polyp, reseptor-reseptor pembauan rusak karena infeksi
virus atau atrophi, gangguan pada syaraf ke I, bulbus, tractus olfactoris ataupun cortex otak karena
benturan kepala ataupun tumor.

TUGAS BIOLOGI
INDERA PENCIUM

Oleh : Kelompok 2

Nama:

Anggi Elpina
Alif Rafsanjani
Kintana Nelsabila
M.Prima
Nurfadhilah
Triahafni Nasution

Kelas : XI. IPA 4

SMA NEGERI 1 RAMBAH


2019