Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN HARIAN OPERASI

OPERASI PRO HISTEREKTOMI DENGAN MIOMA UTERI DI RUANG INSTALASI


BEDAH SENTRAL (IBS) RSUD SOEWONDO KENDAL

NAMA PASIEN / KODE : NY. P


ASAL RUANG : MAWAR
UMUR : 41 TAHUN
NO.REG : xxxxxx
DIAGNOSA MEDIS : MIOMA UTERI
TINDAKAN : LAPARAKTOMI
KAMAR OPRASI :2
OPERATOR : dr. L
PEMBIMBING : PERAWAT
KOMANDAN KAMAR : PERAWAT
PERAN : OBSERVER
LAPORAN OPERASI:
NO LANGKAH OPERASI ALAT/OBAT/BHP
1 PERSIAPAN PASIEN: 1. Menanyakan nama pasien dan tempat tanggal lahir dan
mencocokkannya dengan nama dan tanggal lahir yang
tertera di gelang pasien.
2. Latihan kaki
3. Batuk efektif
4. Nafas dalam
5. Persiapan darah
6. Puasa selama 8 jam
7. Melepas aksesoris
8. Mengecek apakah terpasang kateter atau tidak
9. Melakukan premedikasi
10. Mengkaji riwayat penyakit kronik
2 CUCI TANGAN/SCRUB: 1. Menyalakan air dengan menggunakan siku. Membasahi
tangan dan lengan bawah secara bebas,
mempertahankankan tangan atas berada setinggi siku
selama seluruh prosedur.
2. Menuangkan sejumlah sabun (2 sampai 5 ml) ke tangan
dan menggosok tangan serta lengan sampai dengan 5
cm di atas siku.
3. Membersihkan kuku di bawah air mengalir dengan
pengikir. Membuang pengikir setelah selesai
digunakan. Membasahi sikat dan menggunakan sabun
antimikrobial.
4. Menyikat ujung jari, tangan, dan lengan. Menyikat
kuku tangan sebanyak 15 kali gerakan. Dengan gerakan
sirkular, menyikat telapak tangan dan permukaan
anterior jari 10 kali gerakan. Menyikat sisi ibu jari 10
kali gerakan dan bagian posterior ibu jari 10 gerakan.
Menyikat samping dan belakang tiap jari 10 kali
gerakan tiap area, kemudian sikat punggung tangan
sebanyak 10 kali gerakan. Seluruh penyikatan harus
selesai sedikitnya 2 sampai 3 menit.
5. Kemudian bilas sikat secara seksama. Dengan tepat
mengingat, bagi lengan dalam tiga bagian. Kemudian
mulai menyikat setiap permukaan lengan bawah lebih
bawah dengan gerakan sirkular selama 10 kali gerakan;
menyikat bagian tengah dan atas lengan bawah dengan
cara yang sama setelah selesai menyikat buang sikat
yang telah dipakai. Dengan tangan fleksi, mencuci
keseluruhan dari ujung jari sampai siku satu kali
gerakan, biarkan air mengalir pada siku. Mengulangi
tahap 4-5 sampai 10 untuk lengan yang lain.
6. Mempertahankan lengan tetap fleksi, buang sikat kedua
dan mematikan air dengan siku. Kemudian
mengeringkan dengan handuk steril untuk satu tangan
secara seksama, menggerakan dari jari ke siku dan
mengeringkan dengan gerakan melingkar. Mengulangi
metode pengeringan untuk tangan yang lain dengan
menggunakan area handuk yang lain atau handuk steril
baru.
7. Mempertahankan tangan lebih tinggi dari siku dan jauh
dari tubuh anda. Perawat memasuki ruang operasi dan
melindungi tangan dari kontak dengan objek apa pun.
3 TIMBANG TERIMA 1. Saat pasien check in/masuk ruang operasi, perawat
PASIEN: ruangan melakukan timbang terima dengan perawat
IBS. Serah terima pasien pra operasi dilakukan di ruang
transfer.
2. Petugas ruangan menyerahkan pasien disertai berita
acara serah terima yang ditanda tangani oleh perawat
ruangan dan perawat IBS dan ditulis dalam buku
register kamar operasi.
3. Perawat IBS memeriksa kelengkapan preoperasi yang
meliputi :
a. Mengecek gelang identitas, IC bedah, IC anestesi,
gigi palsu, soft lens, lipstik, kutek, rose, eyes
shadow, assesoris, oral hygiene, mandi keramas,
persiapan kulit, lavement, mulai puasa pukul, infus,
DC, NGT, WSD, drainage, bidai, colar fiksasi
b. Mengecek penyakit kronis seperti DM, TB Paru,
hipertensi, hepatitis B-C-A, HIV/AIDS, BB, catatan
alergi, antibiotik profilaksis, catatan khusus bila ada
c. Tanda-tanda vital pasien baik sebelum ditransfer
maupun setelah ditransfer ke ruang IBS
d. Berita acara, kelengkapan identitas, catatan medik
pasien, surat izin tindakan dan kelengkapan
penunjang lainnya seperti obat-obatan dan
persediaan darah.
4. Perawat ruagan dan perawat ruang IBS tanda tangan
setelah mengecek kolom persiapan preoperasi, dimana
kotak pertama diisi oleh perawat ruangan dan kotak
kedua diisi oleh perawat IBS.
5. Kejadian khusus dan pengobatan selama operasi
berlangsung dicatat dalam berita acara oleh asisten
operasi/omloop.
4 SIGN IN: JAM : 07:30 WIB
1. Pasien telah dikonfirmasi meliputi:
a. Identitas dan gelang pasien
b. Lokasi operasi
c. Prosedur
d. Persetujuan operasi
2. Lokasi operasi sudah diberi tanda
3. Mesin dan obat anestesi di cek lengkap
4. Pulse oximete terpasang dan berfungsi
5. Pasien tidak mempunyai riwayat alergi obat
6. Sudah tersedia peralatan/bantuan apabila ada kesulitan
bernafas/resiko aspirasi
7. Resiko kehilangan banyak darah tidak ada
8. HbsAg : Non reaktif
5 PROSES INDUKSI: Pasien dilakukan anesteri spinal dengan menggunakan obat
Regivell spinal 0,5 % Heavy Bupicaine Hydrochloride
(Bupivacaine HCl 5 mg, dextrose monohydrate 80 mg.).
Obat tersebut diberikan atau disuntikkan di vertebra L2-
L3.
6 POSISI PASIEN: Supinasi
7 PASANG ACESORIES 1. Baju operasi
OPERASI: 2. Topi operasi
3. Gelang identitas pasien
4. Linen operasi
5. Infus RL
8 PREPARASI/DESINFEKSI Desinfeksi area abdomen dengan cara membalurkan kasa
: yang telah di celupkan pada betadine

9 DRAPPING: Dengan menggunakan 5 duk operasi sedang, untuk


1. Menutupi bagian dada sampai perut, secara horizontal
2. Menutupi bagian perut sampai lutut, secara horizontal
3. Menutupi bagian sebelah kiri, secara vertikal
4. Menutupi perut sebelah kanan, secara horizontal
5. Menutupi bagiian perut bawah sampai kaki, secara
horizontal
10 TIME OUT: JAM : 08:45 WIB
1. Menyebutkan nama dan peran masing – masing
seluruh anggota tim dr Kartika SPOG sebagai operator,
dr Maulitia sebagai dokter anestesi, Adit sebagai
perawat anestasi, Yoga sebagai perawat asisten, Wiwid
sebagai perawat instrumen dan Ari sebagai perawat
sirkuler.
2. Melakukan konfirmasi meliputi nama pasien, prosedur,
dan lokasi incise yaitu Ny. N dengan pro histerektomi
di abdomen
3. Memberikan profilaksis 30-60 menit sebelum
dilakukan operasi oleh perawat ruangan
4. Antisipasi kejadian kritis
BIDANG BEDAH
1. Hal kritis yang mungkin terjadi yaitu perdarahan
2. Istimasi lama operasi : ± 1,5 jam
3. Antisipasi kehilangan darah : transfusi
BIDANG ANESTESI
Tidak ada masalah spesifik pada pasien/kasus ini
ASA II
BIDANG KEPERAWATAN
1. Mengecek alat steril
2. Tidak ada alat khusus
3. Tidak ada foto rotgen
11 PROSES INSISI 1. Desinfektan bagian yang akan dibedah
2. Insisi bagian abdomen pasien dengan scapel
3. Arah insisi horizontal dengan panjang insisi adalah 10
cm
4. Insisi lapis demi lapis sampai lapisan peritoneum
5. Eksplorasi uterus, tuba falopi dan ovarium
6. Uterus dikeluarkan dari rongga abdomen, kemudian
pangkal tuba dan ovari dipotong kemudian di ikat,
sama juga dilakukan pada sisi lain
7. Lemabaran belakang ligamen dibuka dengan gunting
menyisiri uterus
8. Arteri uterin diklem, digunting dan dijahit
9. Serviks bagian atas dijepit, dipotong kemudian dijahit
10. Uterus diangkat
11. Jahit luka operasi lapis demi lapis
12 SIGN OUT Jam : 10.20 WIB
1. Perawat melakukan konfirmasi secara verbal dengan
tim, nama prosedur tindakan
2. Perhitungan jumlah instrument, kassa, dan jarum
sesuai antara pre, intra dan post
3. Terdapat spesimen PA
4. Tidak ada masalah selama operasi
13 TUTUP LUKA LAPIS 1. Lapisan peritoneum
DEMI LAPIS 2. Lapisan otot
3. Lapisan fascia
4. Lapisan kulit
14 CEK LIST INSTRUMENT Instrument Jarum
Pre : 46 Pre :5
Intra : 46 Intra :5
Post : 46 Post :5

Kassa Darm kassa


Pre : 30 Pre :3
Intra : 30 Intra :3
Post : 30 Post :3

TANDA TANGAN TANDA TANGAN CI / TANDA TANGAN


KOMANDAN KAMAR PEMBIMBING KLINIK PEMBIMBING AKADEMIK