Anda di halaman 1dari 26

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena atas berkat dan kasih karuniaNya penulis dapat menyelesaikan makalah
ini dengan tepat waktu.
Dalam pembuatan makalah ini, penulis tidak terlepas dari hambatan
dan kesulitan namun semuanya itu dapat terselesaikan dengan baik berkat
bimbingan, bantuan dan saran dari berbagai pihak. Dalam pembuatan makalah
ini tentunya penulis tidak terlepas dari berbagai kekurangan semua itu
didasarkan dari keterbartasan yang dimiliki penulis.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kata sempurna,
sehingga penulis membutuhkan kritik dan saran dari berbagai pihak guna untuk
kemajuan dan penyempurnaan makalah ini. Selanjutnya, dalam pembuatan
makalah ini penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak.
Dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih
kepada:
1. Orang tua, yang telah menyediakan segala keperluan demi terselasaikan
makalah ini.
2. Dosen mata kuliah Promosi Kesehatan
3. Teman-teman sesama mahasiswa
4. Berbagai pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan, baik
secara langsung maupun tidak langsung pada proses pembuatan
makalah ini.
Akhir kata, semoga makalah dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis dan
umumnya bagi kita semua dalam rangka menambah wawasan dan pemikiran
kita.
Kupang, Oktober 2019
Penulis

i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................ i
Daftar isi ........................................................................................... ii
BAB I Pendahuluan
1.1 Latar belakang ................................................................... 1
1.2 Tujuan ................................................................................ 2
1.3 Metode penulisan ............................................................... 2
1.4 Sistematika penulisan ......................................................... 2
BAB II Tinjuan Teori
2.1 Definisi emfisema ........................................................... .3
2.2 Penyebab emfisema ......................................................... 4
2.3 Tanda dan gejala emfisema.............................................. 4
2.4 Macam-macam emfisema ................................................. 4
2.5 Pencegahan emfisema....................................................... 5
2.6 Komplikasi emfisema....................................................... 5
2.7 Pengobatan emfisema....................................................... 5
2.8 Definisi penyuluhan ........................................................ 5
2.9 Tujuan penyuluhan.......................................................... 6
2.10 Faktor-faktor yang mempengaruhi penyuluhan......... 7
2.11 Media penyuluhan ................................................... 8
2.12 Metode penyuluhan...................................................... 10
BAB III Penutup
4.1 Kesimpulan ...................................................................... 11
4.2 Saran ............................................................................... 11

ii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 SAP Emfisema ........................................................... 13
Lampiran 2 Leaflet Emfisema ....................................................... 19
Lampiran 3 banner Emfisema........................................................ 20
Lampiran 4 lembar balik Emfisema................................................ 21

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Emfisema tregabung dalam penyakit Paru Obstruktif Konik yang
merupakan salah satu kelompok penyakit yang menjadi masalah kesehatan
bagi masyarakat. Emfisema menduduki peringkat ke-5 sebagai penyebab
kesakitan terbayak dari 10 penyebab kesakitan utama. Angka kematian
karena emfisema menduduki peringkat ke-6 dari 10 penyebab kematian.
Penyakit emfisema di Indonesia meningkat seiring dengan meningkatnya
jumlah orang yang mengisap rokok serta pesatnya kemajuan industry.
Di negara negara barat, ilmu pengetahuan dan industri telah maju
dengan mencolok tetapi menimbulkan pula pencemaran lingkungan dan
polusi. Ditambah lagi dengan masalah merokok yang dapat menyababka
penyakit bronchitis kronik dan emfisema. Emfisema menduduki peringkat
ke-9 diantara penyakit kronis yang dapat menimbulkan gangguan aktifitas.
Emfisema merupakan suatu perubahan anatomis paru yang ditandai
dengan melebarnya secara abnormal saluran udara bagian distal brokus
terminal yang disertai kerusakan dinding alveolus. Rokok adalah penyebab
utama timbulnya emfisema paru. Biasanya pada pasien merokok 25 -35
tahun mulai timbul perubahan pada saluran napas kecil dan fungsi paru.
Pada umur 45-55 tahun terjadi sesak napas, hipoksemia, dan perubahan
spirometri. Pada umur 55-60 tahun sudah ada korpulmonal yang dapat
menyebabkan kegagalan napas dan meninggal dunia.
Saat ini Indonesia menjadi salah satu produsen dan konsumen rook
tembakau serta menduduki urutan ke-5 setelah negara dengan konsumsi
rokok terbanyak yaitu Cina. Kondisi ini memerlukan perhatian semua
pihak khususnya yang peduli terhadap kesehatan dan kesejateraan
masyarakat. Atas dasar itulah, kami membahas mengenai penyakit tentang
emfisema.

1
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Mahasiswa mampu menjelaskan tentang pengertian, tanda dan
gejala, etiologi, komplikasi tentang penyakit ‘’EMFISEMA’’ itu sendiri
1.2.2 Tujuan Khusus
Menjelaskan tentang :
1. Mahasiswa/I mampu menjelaskan tentang pengertian penyakit
emfisema
2. Mahasiwa /I mampu menjelaskan tentang tanda dan gejala serta
etiologi emfisema
3. Mahasiswa/I mampu menjelaskan komplikasi dari emfisema
1.3 Metode penulisan
Metode penulisan bersifat studi pustaka, yaitu penulis mempelajari dan
mengumpulkan data dari pustaka yang berhubungan dengan materi terhadap
buku-buku dan internet.
1.4 Sistematika penulisan
Bab I pendahuluan, berisi tentang latar belakang, tujuan penulisan, metode
penulisan dan sistematika penulisan. Bab II tinjauan teori, berisi tentang
konsep penyakit emfisema dan konsep penyuluhan. Bab III penutup, berisi
tentang kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan teori-teori, definisi
yang berada pada bab sebelumnya. Daftar Pustaka

2
BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1 Konsep Penyakit
2.1.1 Defenisi Emfisema
Emfisema merupakan gangguan pengembangan paru-paru yang
ditandai oleh pelebaran ruang udara dalam paru paru di sertai distruksi
jaringan. Emfisema adalah suatu penyakit paru obstruktif kronik yang
ditandai dengan pernapasan yang pendek yang disebabkan oleh
kesulitan untuk menghembusakan udara keluar dari paru paru karena
tekanan udara yang berlebihan dari kantung udara di dalam pau paru
(alveoli). Normalnya ketika bernapas, alveoli mengembang ketika udara
masuk untuk pertukaran gas antara alveoli dan darah. Sewaktu
menghembuskan napas jaringan elastis di alveoli menyababkan alveoli
kambali menguncut memaksa udara untuk keluar dari paru paru melalui
saluran pernapasan.
Pada emfisema hilangnya elastisitas yang demikaian karena
kerusakan akibat bahan kimia dari asap tembakau atau polutan yang
menyebaban alveoli berekspansi terus menerus dan udara tidak dapat
keluar sama sekali. Ketika jaringan kehilangan elastisitanya pada
saluaran pernapasan kecil di atas alveoli, hal ini menyebabkan
terjadinya pengempisan saluran pernapsan yang lebih lanujut lagi dapat
membatasi udaa mengalir keluar. Pada kasus berat hal ini dapat
menyebabkan pelebaran rongga dada yang dikenal dengan nama berel
chest . orang yang menderita emfisema biasanya bernapas dengan
mengerutkan bibir, karena bibir hanya sedikit terbuka ketika mereka
menghembuskan napas, meningkatkan tekanan pada saluran pernapasan
yang mengepis dan membukanya, membiakan udara yang terperangkap
agar dapat dikosongkan. Pengobatan seperti bronkoldilator
kortikosteroid, tersedia untuk membantu mengurangi gejala.

3
2.1.2 Penyebab Emfisema
Penyebab utama terjadinya emfisema adalah terkena paparan zat
di uadara yang mengiritasi paru paru dalam jangka waktu panjang. Zat
yang mengakibatkan iritasi tersebut dapat berupa :
1) Asap rokok. Emfisema banyak dialami perokok baik aktif
maupun pasif yang terpapar asap rokok dalam waktu lama
2) Polusi udara
3) Asap atau debu bahan kimia
Selain paparan zat yang mengakibatkan iritasi emfisema juga
dapat terjadi kaena kalainan genetick. Contohnya adalah defesiensi
alpha -1-antitrypsin dimana terjadi kekurangan suatu protein yang
berfungsi melindungi struktur elastisitas pada pau paru dalam tubuh.
Namun demikian kondisi ini jarang terjadi.
2.1.3 Gejala Emfisema
1) Kesulitan bernapas (dyspnea)
2) Penurunan berat badan
3) Napas menjadi pendek
4) Batuk
5) Cepat lelah
6) Jantung berdebar
7) Bibir dan kuku menjadi biru
8) Depresi
2.1.4 Macam –Macam Emfisema
1) Emfisema sentriolobular merupakan tipe yang sering muncul dan
memperlihatkan kerusakan bronkiolus, biasanya pada daeah paru
paru atas. Imflamasi merambas sampai bronkiolus tetapi biasanya
kantung alveolus tetap bersisa.
2) Emfisema panlobular (panacinar) merusak ruang uadara pada
seluruh asinus dan umunya juga merusak paru paru bagian bawah.

4
Tipe ini sering disebut centriacinar emfisema, sering kali timbul
pada perokok,
3) Emfisema paraseptal merusak alveoli lobus bagian bawah yang
mengakibatkan isolasi blebs (udara dalam alveoli) sepanjang perifer
paru paru. Paraseptal emfisema dipercaya sebagai sebab dari
pneumotorax spontan.
2.1.5 Pencegahan Emfisema
Kerusakan paru atau emfisema tidak dapat disembuhkan. Namun
perawatan yang tepat dapat membantu untuk meringankan gejala dan
memperlambat perkembangan penyakit. Perawatan emfisema berupa
obat obatan, terapi, dan pembedahan. Obat obat yang biasanya diberikan
antara lain bronkodilator, steroid yang dihirup dan antibiotic.
Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan paru
atau emfisema adalah
1) Berhenti merokok
2) Jaga kelembapan di rumah
3) Berolahraga secara rutin.
4) Banyak minum air putih setiap hari
5) Hindari minuman beralkohol
6) Hindari undara yang dingin.
2.1.6 Komplikasi Emfisema
Kelanjutan dari kerusakan paru atau emfisema yang dapat terjadi
adalah:
1) Ganguan paru sehingga paru tidak berfungsi sama sekali
2) Gangguan jantung akibat kerusakn paru.
3) Terbentuknya balon besar di paru
2.2 Konsep Penyuluhan
2.2.1 Definisi Penyuluhan
Penyuluhan adalah proses perubahan perilaku dikalangan masyarakat
agar mereka tahu, mau dan mampu melakukan perubahan demi

5
tercapainya peningkatan produksi, pendapatan atau keuntungan dan
perbaikan kesejahteraannya.
Pengertian penyuluhan kesehatan sama dengan pendidikan
kesehatan masyarakat (Public Health Education), yaitu suatu kegiatan
atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat,
kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan
tersebut atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan
yang lebih baik. Akhirnya pengetahuan tersebut diharapkan dapat
berpengaruh terhadap perilakunya. Dengan kata lain, dengan adanya
pendidikan tersebut dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku
sasaran.
Penyuluhan kesehatan juga suatu proses, dimana proses tersebut
mempunyai masukan (input) dan keluaran (output). Di dalam suatu
proses pendidikan kesehatan yang menuju tercapainya tujuan
pendidikan yakni perubahan perilaku dipengaruhi oleh banyak faktor.
Faktor-faktor yang mempengaruhi suatu proses pendidikan disamping
masukannya sendiri juga metode materi atau pesannya, pendidik atau
petugas yang melakukannya, dan alat-alat bantu atau alat peraga
pendidikan. Agar dicapai suatu hasil optimal, maka faktor-faktor
tersebut harus bekerjasama secara harmonis. Hal ini berarti, bahwa
untuk masukan (sasaran pendidikan) tertentu, harus menggunakan cara
tertentu pula, materi juga harus disesuaikan dengan sasaran, demikian
juga alat bantu pendidikan disesuaikan. Untuk sasaran kelompok,
metodenya harus berbeda dengan sasaran massa dan sasaran individual.
Untuk sasaran massa pun harus berbeda dengan sasaran individual dan
sebagainya.
2.2.2 Tujuan Penyuluhan Kesehatan
Menurut Effendy (1998 cit Anonima, 2008) tujuan penyuluhan
kesehatan adalah tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan
masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku hidup sehat dan

6
lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat
kesehatan yang optimal, terbentuknya perilaku sehat pada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup
sehat baik fisik, mental dan sosial sehingga dapat menurunkan angka
kesakitan dan kematian, menurut WHO tujuan penyuluhan kesehatan
adalah untuk merubah perilaku perseorangan dan masyarakat dalam
bidang kesehatan.
2.2.3 Faktor-faktor Keberhasilan Dalam Penyuluhan
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan terhadap sasaran dalam
keberhasilan penyuluhan kesehatan :
1) Tingkat Pendidikan
Pendidikan dapat mempengaruhi cara pandang seseorang terhadap
informasi baru yang diterimanya. Maka dapat dikatakan bahwa
semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin mudah seseorang
menerima informasi didapatnya.
2) Tingkat Sosial Ekonomi
Semakin tinggi tingkat sosial ekonomi seseorang, semakin mudah
pula dalam manerima informasi baru.
3) Adat Istiadat
Pengaruh dari adat istiadat dalam menerima informasi baru
merupakan hal yang tidak dapat diabaikan, karena masyarakat kita
masih sangat menghargai dan menganggap sesuatu yang tidak boleh
diabaikan.
4) Kepercayaan Masyarakat
Masyarakat lebih memperhatikan informasi yang disampaikan oleh
orang-orang yang sudah mereka kenal, karena sudah timbul
kepercayaan masyarakat dengan penyampai informasi.
5) Ketersediaan Waktu di Masyarakat

7
Waktu penyampaian informasi harus memperhatikan tingkat
aktifitas masyarakat untuk menjamin tingkat kehadiran masyarakat
dalam penyuluhan.
2.2.4 Media Penyuluhan Kesehetan
Media penyuluhan kesehatan adalah media yang digunakan
untuk menyampaikan pesan kesehatan karena alat tersebut digunakan
untuk mempermudah penerimaan pesan kesehatan bagi masyarakat
yang dituju.
Menurut Notoatmodjo (2005), media penyuluhan didasarkan
cara produksinya dikelompokkan menjadi :
1) Media cetak yaitu suatu media statis dan mengutamakan pesan-pesan
visual. Media cetak terdiri dari :
a) Booklet atau brosur adalah suatu media untuk menyampaikan pesan
kesehatan dan bentuk buku, baik tulisan ataupun gambar.
merupakan barang cetakan yang berisikan gambar dan tulisan (lebih
dominan) yang berupa buku kecil setebal 10-25 halaman, dan
paling banyak 50 halaman. Booklet ini dimaksudkan untuk
memepengaruhi pengetahuan dan keterampilan sasaran tetapi pada
tahapan menilai, mencoba dan menerapkan.
b) Leaflet atau folder adalah suatu bentuk penyampaian informasi
melalui lembar yang dilipat. Isi informasi dapat berupa kalimat
maupun gambar. sama hal nya dengan pamflet keduanya
merupakan barang cetakan yang juga dibagi-bagikan kepada
sasaran penyuluhan. Bedanya adalah umumnya dibagikan langsung
oleh penyuluh, leaflet selembar kertas yang dilipat menjadi dua (4
halaman) sedangkan folder dilipat menjadi 3 (6 halaman ) atau
lebih, leaflet dan folder lebih banyak berisikan tulisan daripada
gambarnya dan keduanya ditujukan kepada sasaran untuk
emepengaruhi pengrtahuan dan keterampilannya pada tahapan
minat, menilai dan mencoba.

8
c) Selebaran adalah suatu bentuk informasi yang berupa kalimat
maupun kombinasi. Selebaran yaitu barang cetakan yang berupa
selebar kertas bergambar atau bertulisan yang dibagi-bagikan oleh
penyuluh secara langsung kepada sasarannya, disebarkan ke jalan
raya atau disebarkan dari udara melalui pesawat terbang atau
helikopter. Alat peraga seperti ini dimaksudkan untuk
menumbuhkan kesadaran dan minat sasarannya meskipun
demikian, jika berisi informasi yang lebih lengkap dapat
dimanfaatkan oleh sasaran pada tahapan menilai dan mencoba.
d) Flip chart adalah media penyampaian pesan atau informasi
kesehatan dalam bentuk lembar balik berisi gambar dan dibaliknya
berisi pesan yang berkaitan dengan gambar tersebut. adalah
sekumpulan poster selebar kertas karton yang digabungkan menjadi
satu. Masing-masing berisikan pesan terpisah yang jika
digabungkan akan merupakan satu kesataun yang tidak terpisahkan
yang ingin disampaikan secara utuh. Flipcard dimaksudkan untuk
mempengaruhi sikap, penegtahuan atau keterampilan. Akan tetapi,
karena biasa digunakan dalam pertemuan kelompok, alat peraga ini
lebih efektif dan efisien untuk disediakan bagi sasaran pada tahapan
minat, menilai, mencoba.
e) Rubrik atau tulisan pada surat kabar mengenai bahasan suatu
masalah kesehatan.
f) Poster adalah bentuk media cetak berisi pesan kesehatan yang
biasanya ditempel di tempat umum. merupakan barang cetakan
yang ukurannya relatif besar untuk ditempel atau direntangkan di
pinggir jalan. Berbeda dengan placard yang banyak berisiskan
tulisan, poster justru lebih banyak berisi gambar. Keduanya
dimaksudkan untuk mempengaruhi perasaan/sikap dan pengalaman
pada tahapan sadar dan minat.

9
g) Foto yang mengungkap informasi kesehatan yang berfungsi untuk
member informasi dan menghibur. merupakan alat peraga yang
dimaksudkan untuk mengenalkan inovasi atau menunjukkan bukti-
bukti keberhasilan/keunggulan satu inovasi yang ditawarkan. Photo
ini dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap dan pengetahuan
sasaran pada tahapan sadar, minat, menilai.
2) Media Elektronik yaitu suatu media bergerak dan dinamis, dapat dilihat
dan didengar dalam menyampaikan pesannya melalui alat bantu
elektronika.adapun macam media elektronik :
a) Televisi
b) Radio
c) Video
d) Slide
e) Film
3) Luar ruangan yaitu media yang menyampaikan pesannya di luar
ruangan secara umum melalui media cetak dan elektronika secara statis,
misalnya :
a) Pameran
b) Banner
c) TV Layar Lebar
d) Spanduk
e) Papan Reklame
2.2.5 Metode-metode Penyuluhan Kesehatan
Metode yang dapat dipergunakan dalam memberikan penyuluhan
kesehatan adalah :
1) Metode Ceramah, adalah suatu cara dalam menerangkan dan
menjelaskan suatu ide, pengertian atau pesan secara lisan kepada
sekelompok sasaran sehingga memperoleh informasi tentang
kesehatan.

10
2) Metode Diskusi Kelompok, adalah pembicaraan yang direncanakan
dan telah dipersiapkan tentang suatu topik pembicaraan diantara 5 –
20 peserta (sasaran) dengan seorang pemimpin diskusi yang telah
ditunjuk.
3) Metode Curah Pendapat, adalah suatu bentuk pemecahan masalah di
mana setiap anggota mengusulkan semua kemungkinan pemecahan
masalah yang terpikirkan oleh masing-masing peserta, dan evaluasi
atas pendapat-pendapat tadi dilakukan kemudian.
4) Metode Panel, adalah pembicaraan yang telah direncanakan di
depan pengunjung atau peserta tentang sebuah topik, diperlukan 3
orang atau lebih panelis dengan seorang pemimpin.
5) Metode Bermain peran, adalah memerankan sebuah situasi dalam
kehidupan manusia dengan tanpa diadakan latihan, dilakukan oleh
dua orang atu lebih untuk dipakai sebagai bahan pemikiran oleh
kelompok.
6) Metode Demonstrasi, adalah suatu cara untuk menunjukkan
pengertian, ide dan prosedur tentang sesuatu hal yang telah
dipersiapkan dengan teliti untuk memperlihatkan bagaimana cara
melaksanakan suatu tindakan, adegan dengan menggunakan alat
peraga. Metode ini digunakan terhadap kelompok yang tidak terlalu
besar jumlahnya.
7) Metode Simposium
Adalah serangkaian ceramah yang diberikan oleh 2 sampai 5 orang
dengan topik yang berlebihan tetapi saling berhubungan erat.
8) Metode Seminar
Adalah suatu cara di mana sekelompok orang berkumpul untuk
membahas suatu masalah dibawah bimbingan seorang ahli yang
menguasai bidangnya.

11
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1) Emfisema merupakan gangguan pengembangan paru-paru yang
ditandai oleh pelebaran ruang udara dalam paru paru di sertai distruksi
jaringan.
2) Penyuluhan kesehatan di berikan agar dapat merubah perilaku
masyarakat. Penyuluhan kesehatan memiliki metode serta media yang
berberda untuk setiap sasaran
3.2 Saran
1) Sebagai mahasiswa keperawatan kita harus terus mempelajari
mengenai konsep penyakit emfisema agar dalam melakukan tindakan
kita dapat melakukan tindakan yang tepat.

12
Lampiran 1 SAP Emfisema
SATUAN ACARA PENYULUHAN
Topik : Penyakit Emfisema
Waktu : 60 menit
Penyuluh : Paulino A. Being
Sasaran : Individu
Tempat : Jurusan Keperawatan Poltekes Kemenkes Kupang
Hari/ tanggal : Rabu 13 November 2019
Metode : Ceramah, diskusi
Media : LEAFLET, BANNER,dan LEMBAR BALIK
A. TUJUAN
1. Tujuan umum :
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 60 menit, sasaran
mampu mengerti dan memahami tentang Penyakit Emfisema
2. Tujuan khusus
Setelah dilakukan penyuluhan sasaran dapat menjelaskan kembali
materi yang telah di sajikan seperti :
1) Pengertian Emfisema
2) Tanda dan gejala dari emfisema
3) Jenis jenis dari emfisema
4) Bahaya dari emfisema itu sendiri
5) cara pencegahan dan perawatan emfisema serta,
6) Penatalaksaan
MATERI :
(Terlampir)
B. METODE dan MEDIA
1. Metode : Ceramah, Tanya jawab, demonstrasi dan redemonstrasi
2. Media : Leaflet, Banner dan Lembar balik
C. PENGORGANISASIAN
Moderator : Aba Irfail Lamen

13
Pemateri : Paulino A. Being
Notulen : Susana Emo
Observer : Betrice A. Benu

I. Setting Tempat

Dosen Pembimbing Pemateri Moderator

Observer

II. Kegiatan penyuluhan


TAHAP KEGIATAN PETUGAS KEGIATAN AUDIENS
KEGIATAN
- Persiapan - Panitia mempersiapkan
(5 menit)
- Pembukaan - Mc ( Mr. Aba Lamen) - Mendengarkan
(5 menit)
- Doa - Petugas ( Mr Riski)
(2 menit)
- Laporan - Ketua panitia -Mendengarkan
ketua Panitia ( Mr Paulino A. Being)
(3 menit)
Sambutan
- Kepala - Sambutan dari kepala - Mendengarkan

14
puskesmas puskesmas ( Mr. X
(5 menit) - Mendengaran
- Kepala desa - Sambutan sekaligus
(7 menit) membuka acara - Audiens mendengar dan
mencatat materi
- Pemateri
(15 menit)
- Petugas menjelaskan
tentang penyakit
emfisema yaitu:
a) Apa itu penyakit
emfisema ?
b) Apa penyebab
penyakit emfisema
?
c) Tanda dan gejala
penyakit emfisema
d) Faktor resiko
penyakit emfisema
e) Cara pencegahan
penyakit emfisema
f) Cara pengobatan
penyakit emfisema

15
- Diskusi 1. Petugas memberikan - Audiens
(15 menit) pertanyaan kepada bertanya/konsultasi
sasaran tentang materi
yang sudah
disampaikan penyuluh
2. Menyimpulkan materi
penyuluhan yang telah
disampaikan kepada
sasaran

- Evaluasi - Audiens hadir di - Mendengarkan


struktur tempat penyuluhan
- Penyelenggaraan
penyuluhan
dilaksanakan di ruang
penyuluhan
- Tempat dan peralatan
penyuluhan sudah
sesuai dengan Satuan
Acara Penyuluhan
- Evaluasi (SAP) - Mendengarkan
proses - Penyuluhan
berlangsung dengan
lancar
- Audiens kooperatif
selama dilakukan
penyuluhan
- Audiens antusias
terhadap materi

16
penyuluhan
- Evaluasi - Tidak ada peserta yang - Mendengarkan
hasil meninggalkan tempat
penyuluhan sebelum
kegiatan penyuluhan
selesai
- Audiens dapat
mengetahui tentang
pengertian,penyebab,
Tanda dan
gejala,komplikasi,pengobat
an,dan cara pencegahan
penyakit sinusitis
Penutup - Menutup acara dengan - Mendengar dan menjawab
(3 menit) mengucap-kan salam salam
serta terima-kasih
kepada individu

KRITERIA EVALUASI :
1. Evaluasi struktur
 Peserta hadir di tempat penyuluhan
 Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang penyuluhan
 Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan
sebelumnya

17
2. Evaluasi proses
 Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
 Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan sebelum
kegiatan penyuluhan selesai
3. Evaluasi hasil
 Peserta penyuluhan dapat mengetahui tentang pengertian Herpes
Genital, penyebab, Tanda dan Gejala, Komplikasi, Pencegahan, dan
cara pengobatan.
 Jumlah peserta yang hadir minimal 1 orang
Pertanyaan untuk sasaran
a) Jelaskan pengertian penyakit Emfisema
b) Sebutkan penyebab penyakit Emfisema
c) Sebutkan Salah satu dari tanda dan gejala dari emfisema
d) Sebutkan cara pengobatan penyakit Emfisema
e) Sebutkan cara pencegahan penyakit Emfisema

Lampiran 2 Leaflet Emfisema

18
19
Lampiran 2 Banner Emfisema

20
Lampiran 3 Lembar Balik Emfisema

21
22
23