Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH SENAM TAI CHI TERHADAP

PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN


HIPERTENSI DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI
PERTIWI BANDUNG
1)
Willy Herdiani, 2) Afrieani Deasy, 3) Karwati
1)
Mahasiswa STIKes Budi Luhur Cimahi
2)
Dosen Program Pendidikan Ners STIKes Budi Luhur Cimahi
3)
Dosen Program DIII Kebidanan STIKes Budi Luhur Cimahi

ABSTRAK

Seiring dengan bertambahnya usia akan terjadi perubahan anatomis dan


fisiologis pada organ tubuh, termasuk sistem kardiovaskuler. Di Indonesia angka
kejadian terjadinya hipertensi pada lansia sekitar (21,5%). Penyakit yang umum
diderita lansia salah satunya adalah hipertensi). Hipertensi yang terjadi pada
lansia karena arteri besar sehinga kehilangan kelenturan dan menjadi kaku.
Senam Tai Chi teknik olahraga pernafasan dalam dan gerakan yang lambat
dapat meningkatkan konsentrasi oksigen di dalam darah yang dapat
memperlancar aliran darah, dan menurunkan denyut jantung. Tujuan penelitian
adalah untuk mengetahui adanya pengaruh senam Tai Chi terhadap penurunan
tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Adapun metode penelitian ini
menggunakan metode pre eksperimen dengan rancangan one group pre-test
dan post-test design. Jumlah sample adalah 20 orang. Hasil penelitian
berdasarkan analisis dapat disimpulkan tekanan darah sebelum dilakukan senam
Tai Chi tekanan darah sebagian besar mengalami tekanan darah ringan
sebanyak 50% dan setelah dilakukan senam Tai Chi tekanan darah hampir
seluruhnya menurun sebanyak 85%. Penelitian ini menggunakan uji Dependent
simple t test. Tekanan darah setelah diberikan senam Tai Chi yaitu nilai
p=0,000<0,05 Terdapat pengaruh senam Tai Chi terhadap penurunan tekanan
darah pada lansia dengan Hipertensi di Panti Sosial Tresna Werdha Budi
Pertiwi Bandung. Terapi senam Tai Chi diharapkan dapat diterapkan dilapangan
sebagai solusi untuk mengatasi Hipertensi.

Kata kunci : Lansia, Hipertensi, Senam Tai Chi

Willy Herdiani
Pendidikan Ners STIKes Budi Luhur Cimahi
Jln. Kerkof No.243-Telp/Fax/(022) 6674696 Leuwigajah.Cimahi
Mobile: +62 838-4064-9371
Email: Willy herdiani5@gmail.com
JKBL, Volume Nomor Bulan Tahun

1
ABSTRACT

As we get older there will be anatomic and physiological changes in the body's
organs, including the cardiovascular system. In Indonesia the incidence of
hypertension in the elderly is around (21.5%). One of the common diseases
suffered by the elderly is hypertension. Hypertension that occurs in the elderly
due to large arteries thus losing flexibility and stiffness. Tai Chi Gymnastics deep
breathing exercises and slow motion can increase the concentration of oxygen in
the blood which can accelerate blood flow, and reduce heart rate. The purpose of
this study was to determine the effect of Tai Chi exercise on reducing blood
pressure in the elderly with hypertension. The research method uses a pre-
experimental method with one group pre-test and post-test design. The number
of samples is 20 people. The results of the analysis based on the analysis can be
concluded that blood pressure before doing Tai Chi exercises blood pressure
mostly experienced mild blood pressure by 50% and after doing Tai Chi
exercises blood pressure almost entirely decreased by 85%. This study uses the
Dependent simple t test. Blood pressure after being given a Tai Chi exercise that
is a value of p = 0,000 <0.05 There is an eof Tai Chffecti exercise on decreasing
blood pressure in the elderly with hypertension at Tresna Werdha Budi Pertiwi
Social Institution Bandung. Tai Chi gymnastic therapy is expected to be applied in
the field as a solution to overcome hypertension.

Keywords: Elderly, Hypertension, Gymnastics Tai Chi

PENDAHULUAN

Lansia (ageing/elderly) adalah kelompok penduduk berumur tua. Golongan


penduduk yang mendapat perhatian atau pengelompokkan tersendiri ini adalah
populasi berumur 60 tahun atau lebih. Umur kronologis (kalender) manusia dapat
digolongkan dalam berbagai periode atau masa, yakni masa anak, remaja, dan
dewasa. WHO mengelompokkan usia lanjut atas tiga kelompok yaitu : kelompok
middle age (45-59), kelompok elderly age (60-74), kelompok old age (75-90)
(Bustan, 2015).

Ketika seseorang berusia lanjut maka akan terjadi kemunduran fisik, mental, dan
sosial. Salah satu contoh kemunduran fisik lansia adalah rentannya terhadap
penyakit, khususnya penyakit degeneratif. Penyakit degeneratif yang umum
diderita lansia salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi terjadi karena pada
lansia mengalami arteri besar sehingga kehilangan kelenturannya dan menjadi
kaku karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui
pembuluh darah yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya
tekanan darah (Bustan, 2015).

Hipertensi adalah peningkatan abnormal pada tekanan sistolik 140 mmHg atau
lebih dan tekanan diastolik 90 mmHg. Hipertensi merupakan keadaan ketika
seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal atau kronis
(dalam waktu yang lama). Satu-satunya cara untuk mengetahui hipertensi ialah
dengan mengukur tekanan darah secara teratur (Sorensen, dalam buku Tilong,
2012).

2
Hipertensi merupakan penyakit yang timbul akibat adanya interaksi berbagai
faktor resiko yang dimiliki seseorang. Faktor pemicu hipertensi yang tidak dapat
dikontrol seperti riwayat keluarga, jenis kelamin dan umur. Faktor yang dapat
dikontrol seperti kurangnya aktifitas fisik, perilaku merokok, pola konsumsi
makanan yang mengandung natrium dan lemak jenuh (Aditya, 2016).

Pada kasus penderita hipertensi dari 33 provinsi di Indonesia terdapat 8 provinsi


melebihi rata-rata nasional yaitu di Sulawesi Selatan 27%, Sumatra Barat 27%,
Jawa Barat 26%, Jawa Timur 25%, Sumatera Utara 24%, Sumatera Selatan
24%, Riau 23%, Kalimantan Timur 22% (Zamhir, 20016). Berdasarkan data di
atas Jawa Barat menduduki peringkat ke 3 sebagai penduduk yang paling
banyak menderita hipertensi dibandingkan Provinsi lainnya.

Berdasarkan studi pendahuluan data Panti Sosial Tresna Wherda Budi Pertiwi
Bandung pada tanggal 17 Februari didapatkan yang menderita hipertensi
sebanyak 20 orang. Hasil wawancara dengan lansia ditemukan bahwa beberapa
lansia mengalami hipertensi di sebabkan oleh faktor usia karena kemungkinan
semakin tua seseorang maka semakin besar resiko terserang Hipertensi,
Responden juga mengatakan kurang melakukan aktivitas fisik seperti
berolahraga dan juga beberapa responden merasa perasannya sedih tidak bisa
berkumpul dengan anak dan cucunya. Hal ini sejalan dengan teori yang
dikemukakan oleh Hidayat (2009) kondisi psikologis dapat terjadi pada
seseorang akibat ketegangan jiwa dan stres. Hal tersebut terlihat ketika
seseorang yang memiliki masalah psikologis mengalami kegelisahan dan banyak
pikiran sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi.

Berdasarkan data di atas dibutuhkan suatu treatment yang akan diberikan yaitu
senam Tai Chi. Senam Tai Chi dapat membantu mengendalikan stress yang
merupakan salah satu faktor resiko hipertensi dengan cara latihan pernafasan
yang tepat dikombinasikan dengan latihan otot ringan sehingga membuat
seseorang menjadi rileks. Teknik pernafasan dalam dan gerakan yang lambat
dapat meningkatkan konsentrasi oksigen di dalam darah, memperlancar aliran
darah, dan menurunkan denyut jantung (Dongoran, 2015)

METODE

Peneliti menggunakan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian


ini adalah metode ekperimen semu atau “Pra Eksperiment,” dengan “One Group
Pretest Posttest” yaitu tidak memakai kelompok pembanding (kontrol), tetapi
paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan
menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen
(program) (Notoatmodjo, 2018).
Penelitian ini dilakukan pada lansia yang berada di Panti Sosial Tresna
Werdha Budi Pertiwi Bandung yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi
sebanyak 20 orang yang dilakukan selama 2 minggu sebanyak 6 kali dalam
waktu sehari senam dan sehari tidak. Instrumen Pengumpulan Data
menggunakan alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini baik pretest maupun
posttest adalah Sphygmomanometer..
Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji
Dependent T-Test untuk mengetahui apakah ada pengaruh atau tidak ada

3
pengaruh setelah diberikan senam otak. Berikut gambar alur pelaksanaan
penelitian:

Persiapan

Informed Consent

a. Pretest
b. Diberikan senam
otak
c. Postest

HASIL

1. Analisa univariat
Tabel 1 Tekanan Darah sebelum di berikan Senam Tai Chi di Panti Sosial
Tresna Werdha Budi Pertiwi Bandung

Tekanan Distribusi Presentas


Darah Frekuens i (%)
i (F)
Grade 1 10 50%
(Ringan)
Grade 2 8 40%
(Sedang
)
Grade 3 2 10%
(Berat)
Total 20 100%

Sumber : Data Primer 2019

Berdasarkan data tabel 1 sebelum diberikan intervensi senam Tai Chi didapatkan
hasil bahwa sebagian besar memiliki tekanan darah ringan (50%).

Tabel 2 Tekanan Darah sebelum di berikan Senam Tai Chi di Panti Sosial Tresna
Werdha Budi Pertiwi Bandung

Tekanan Distribusi Presentasi


Darah Frekuensi (%) Sumber : Data Primer 2019
(F)
Grade 1 17 85%
(Ringan)
Grade 2 3 15%
(Sedang)
Total 20 100%
4
Berdasarkan data tabel 1 sebelum diberikan intervensi senam Tai Chi didapatkan
hasil bahwa sebagian besar memiliki tekanan darah ringan (50%).

2. Analisa bivariat

5
Tabel 3 Hasil Uji Statistik T-Test Berpasangan Mengenai pengaruh Senam Tai
Chi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di
Panti Sosial Tresna Werdha Busi Pertiwi Bandung

Tekanan Mean Std. Std. N P


Darah Deviation Error Value
Mean
Pre 156,50 11,821 2,643 2
0 0,000
Post 145,50 7,592 1,698

Uji Dependent T test

PEMBAHASAN

Hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada tanggal 12 juni – 26 juni 2019
di PSTW Budi Pertiwi Bandung dengan melibatkan 20 responden. Proses
penelitian dilakukan mulai dari pemberian Informed consent dan terlebih dahulu
responden diarahkan untuk pengecekan tekanan darah yang bertujuan untuk
melihat penurunan tekanan darah responden sebelum dilakukan senam Tai Chi.
Setelah penurunan tekanan darah diketahui maka dilakukan tahap senam Tai
Chi selama 15 menit selama 6 kali dalam 2 minggu, setelah itu dilakukan kembali
posttest yaitu responden dilakukan pengecekkan kembali tekanan darah yang
sama ketika sebelum diberikan senam Tai Chi untuk melihat kembali apakah ada
penurunan tekanna darah sebelum dan setelah diberikannya senam Tai Chi.
Penelitian ini disajikan dalam bentuk analisa univariat dan bivariat secara
deskriptif dan analitik. Analisa univariat digunakan untuk melihat gambaran pada
masing-masing variabel diantaranya penurunan tekanan darah sebelum dan
setelah dilakukan senam Tai Chi, sedangkan analisa bivariat adalah jenis analisa
untuk mengidentifikasi adanya pengaruh antara kedua variabel yang diduga
saling mempengaruhi diantara senam Tai Chi terhadap penurunan tekanan
darah pada lansi dengan hipertensi di PSTW Budi Pertiwi Bandung.
1. Tekanan darah sebelum diberikan senam Tai Chi terhadap penurunan
tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Di PSTW Budi Pertiwi
Bandung
Hasil penelitian penurunan tekanan darah sebelum dilakukan senam Tai Chi
sebagian besar tekanan darah ringan sebanyak 10 orang (50%). Pada
penelitian ini terjadinya penurunan tekanan darah yang rendah pada lansia
diakibatkan karena faktor usia. Berdasarkan hasil wawancara dengan lansia
Di Panti Sosial Tresna Wredha Budi Pertiwi Bandung, ditemukan bahwa
beberapa lansia mengalami hipertensi di sebabkan oleh faktor usia karena
kemungkinan semakin tua seseorang maka semakin besar resiko terserang
Hipertensi, Responden juga mengatakan kurang melakukan aktivitas fisik
seperti berolahraga dan juga beberapa responden merasa perasannya sedih
tidak bisa berkumpul dengan anak dan cucunya. Hal ini sejalan dengan teori
yang dikemukakan oleh Hidayat (2009) kondisi psikologis dapat terjadi pada
seseorang akibat ketegangan jiwa dan stres. Hal tersebut terlihat ketika
seseorang yang memiliki masalah psikologis mengalami kegelisahan dan
banyak pikiran sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi.
Tingginya tekanan darah lansia membuktikan bahwa dengan bertambahnya
usia akan mengalami perubahan struktural dan fungsional pada sistem

6
pembuluh perifer bertanggung jawab pada perubahan tekanan darah yang
terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya
elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh
darah yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya
regang pembuluh darah. Konsekuensinya aorta dan arteri besar berkurang
kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh
jantung (volume sekuncup), mengakibatkan penurunan curah jantung, dan
peningkatan tahanan perifer sehingga insidensi hipertensi meningkat seiring
pertambahan usia (Smeltzer dan Bare 2009).
2. Tekanan darah setelah diberikan senam Tai Chi terhadap penurunan
tekanan darah pada lansia dengan hipertensi Di PSTW Budi Pertiwi
Bandung
Berdasarkan hasil pengcekan tekanan darah kepada responden yang
memiliki tekanan darah ringan setelah melakukan senam Tai Chi menunjukan
bahwa yang memiliki tekanan darah ringan sebanyak berjumlah 17 orang
(85%), tekanan darah sedang sebanyak berjumlah 3 orang (15%). Jika hasil
tersebut dibandingkan dengan penurunan tekanan darah sebelum dilakukan
senam Tai Chi jelas terlihat ada penurunan tekanan darah. Pemberian
intervensi senam Tai Chi pada lansia ini berpengaruh terhadap penurunan
tekanan darah. Penurunan tekanan darah dapat terjadi karena pemberian
senam Tai Chi dapat meningkatkan konsentrasi oksigen di dalam darah,
memperlancar aliran darah, dan menurunkan denyut jantung dengan demikian
tekanan darah menjadi stabil.
Keberhasilan dalam penelitian ini dipengaruhi oleh partisipasi responden
di PSTW Budi Pertiwi Bandung yang bersungguh-sungguh dalam melakukan
keseluruhan gerakan senam Tai Chi yang terdiri dari 6 gerakan Responden
lansia di PSTW Budi Pertiwi Bandung saat melakukan senam Tai Chi sangat
menikmati sehingga membuat responden menjadi lebih rileks. Ketika
responden merasakan rileks maka akan memberikan respon yang positif bagi
tubuhnya. Senam Tai Chi dilakukan pada pagi hari sebelum lansia beraktivitas
karena di pagi hari otak akan menerima suplai oksigen dengan baik.
Senam Tai Chi merupakan salah satu bentuk cara untuk menurunkan
tekanan darah pada lansia yang menderita hipertensi, karena dengan senam
Tai Chi secara rutin dapat menjadikan otot rileks dan mengurangi stress
sehingga menurunkan produksi hormone katekolamin dan kortisol serta dapat
menurunkan produksi renin dan angiostensin yang merupakan faktor utama
pemicu terjadinya hipertensi. Gerakan yang lembut dari Tai Chi dapat menjadi
pilihan olahraga yang baik terutama pada lansia. Senam Tai Chi juga
merupakan bentuk terapi pengobatan hipertensi yang aman, efektif, dan tanpa
efek samping (Muharrika dan Tyas, 2017). Hasil ini menunjukan bahwa
responden atau lansia yang sesudah diberikan intervensi berupa senam Tai
Chi (post-test) mengalami penurunan tekanan darah yang cukup signifikan.
Intervensi senam Tai Chi diberikan dengan tujuan melatih kemampuan
seseorang untuk merawat dirinya sendiri secara mandiri sehingga tercapai
kemampuan untuk mempertahankan kesehatan dan kesejahteraannya sesuai
dengan teori model keperawatan Dorothea Orem. Pada penelitian ini
responden sudah mandiri dalam melakukan senam Tai Chi, hal ini di dapatkan
dari pengamatan oleh peneliti pada saat kunjungan hari ke 3 responden sudah
terlihat bisa melakukan senam Tai Chi sesuai dengan SOP senam Tai Chi

7
yang di berikan oleh peneliti kepada responden. Senam Tai Chi yang
dilakukan pada pagi hari .
Berdasarkan hasil penelitian dan pendapat para ahli dapat disimpulkan
bahwa adanya penurunan tekanan darah setelah diberikan senam Tai Chi
dapat meningkatkan konsentrasi oksigen di dalam darah, memperlancar aliran
darah, dan menurunkan denyut jantung.
3. Pengaruh senam Tai Chi terhadap penurunan tekanan darah pada lansia
dengan hipertensi di PSTW Budi Pertiwi Bandung
Berdasarkan hasil terlihat selisih dari rata-rata penurunan tekanan darah
sebesar (11mmHg) dengan standar deviasi pre (156,50) dan post (145,5).
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh senam Tai Chi
terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di PSTW
Budi Pertiwi Bandung.
Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anik Supriani, 2017
tentang “Pengaruh Senam Tai Chi Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada
Lansia Dengan Hipertensi Di Panti Sosial Tresna Werdha Mojokerto”.
Penelitian ini dilakukan dengan 6 kali senam Tai Chi, karena efek dari senam
Tai Chi itu mengemukakan bahwa terjadi penurunan tekanan darah baik
sistolik 12 mmHg dan diastolick11,3 mmHg. Hasil penelitian menunjukkan
dikarenakan pada kelompok perlakuan di berikan senam Tai Chi selama 15
menit kepada pasien yang menderita hipertensi, dengan senam Tai Chi dapat
membantu mengendalikan stress yang merupakan salah satu faktor resiko
hipertensi dengan cara latihan pernafasan yang tepat dikombinasikan dengan
latihan otot ringan sehingga membuat seseorang menjadi rileks. Teknik
pernafasan dalam dan gerakan yang lambat dapat meningkatkan konsentrasi
oksigen di dalam darah, memperlancar aliran darah, dan menurunkan denyut
jantung.

KESIMPULAN DAN SARAN


Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah :
1) Penurunan tekanan darah sebelum diberikan senam Tai Chi pada
responden yaitu yang memiliki tekanan darah ringan sebanyak 10 orang
(50%).
2) Penurunan tekanan darah sebelum diberikan senam Tai Chi pada
responden yaitu yang memiliki tekanan darah ringan sebanyak 17 orang
(85%).
3) Terdapat pengaruh senam Tai Chi terhadap penurunan tekanan darah
pada lansia dengan hipertensi Di PSTW Budi Pertiwi Bandung dengan p
value sebesar 0,000 (<0,05).

Hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan senam Tai Chi yang


berkaitan dengan pengembangan dimasyarakat.

Diharapkan pihak panti untuk dapat mengaplikasikan senam Tai Chi


sebelum dimulainya pembelajaran dalam meningkatkan konsentrasi belajar
pada anaagar dapat menurunkan tekanan darah dan menghilangkan stres.

Dalam melanjutkan penelitian ini, diharapkan pada peneliti selanjutnya


lebih meneliti tentang membandingkan senam Tai Chi dan senam yoga dalam
menurunkan tekanan darah pada lansia.

8
DAFTAR PUSTAKA

9
10