Anda di halaman 1dari 36

IDENTIFIKASI RISIKO DAN

MITIGASI
PUSAT PEMBINAAN PENYELENGGARAAN KONSTRUKSI

Dalam pekerjaan konstruksi

1
PERKENALAN

NAMA : IR. PRIJONO WIRYODININGRAT, MM, CSP


TEMPAT/ TGL LAHIR: YOGYAKARTA, 6 SEPTEMBER 1948
STATUS : KAWIN
ALAMAT : Jl. JENGGALA NO.12, RT.05, RW.06B, JAKASAMPURNA, BEKASI
SAAT INI BEKERJA :
1. AUDITOR SMK3 PP 50 TH 2012,
2. KONSULTAN SMK3 KONSTRUKSI
3. INSTRUKTUR SMK3 KONSTRUKSI A2K4 INDONESIA & PJK3
SERTIFIKASI PROFESIONAL :
1. AHLI UTAMA K3 KONSTRUKSI
2. AUDITOR SMK3 PP 50
3. AHLI MADYA MANAJEMEN KONSTRUKSI, LPJK
4. AHLI UTAMA SISTEM MANAJEMEN, LPJKN
5. AHLI UTAMA TEKNIK BENDUNGAN BESAR, LPJKN
PENGALAMAN KERJA TERKAIT SMK3 :
1. MENYUSUN MANUAL K3 PROYEK MRT, PAKET DUKUH ATAS
BUNDERAN HI, PT HK – SHIMISU JO
2. MENYUSUN PANDUAN INVESTIGASI KECELAKAAN KONSTRUKSI,
3. NARA SUMBER DAN AUDITOR SMK3

1
SM KEELAMATAN KONSTRUKSI
( PerMen PU No : 02/PRT/M/2019 )

Perbaikan
berkelanjutan

5. Evaluasi Kinerja KK 1. Kepemimpinan


5.1 Pemantauan Eval. dan Partisipasi
5.2 Tinjuan Manajemen Pekerja

4. Operasi KK
4.1 Perencanaan KK 2. Perencanaan KK al :
4.2 Menghilangkan 2.1 Ident Bahaya,Penilaian Resiko
4.3 Pengendalian Pengendalian dan Peluang
4.4 Kesiapan dan 2.2 Penilaian Risiko & Peluang KK
2.3 Perencanaan Pengendalian
Tanggap daurat 2.4 Sasaran & Program
2.5 Standar Per. UU- an
3. Dukungan KK
3.1 Sumber daya
3.2 Kompetensi
3.3 Kepedulian
3.4 komunikasi
3.5 Informasi
3
DEFINISI
• Risiko Keselamatan Konstruksi adalah risiko konstruksi yang
memenuhi satu atau lebih kriteria berupa besaran risiko pekerjaan, nilai
kontrak, jumlah tenaga kerja, jenis alat berat yang dipergunakan dan
tingkatan penerapan teknologi. Ada berapa sumber bahaya ?

• Manajemen Risiko adalah proses manajemen terhadap risiko yang


dimulai dari kegiatan mengidentifikasi bahaya, menilai tingkat
risiko dan mengendalikan risiko. HIRADC/ IBPR

• Penilaian Risiko Keselamatan Konstruksi adalah perhitungan


besaran potensi berdasarkan kemungkinan adanya kejadian yg
berdampak thd kerugian atas konstruksi, jiwa manusia, keselamatan
publik, dan lingkungan yg dapat timbul dari sumber bahaya tertentu,
terjadi pd pek konstruksi dng memperhitungkan nilai kekerapan dan nilai
keparahan yang ditimbulkan.

4
THE RISK MANAGEMENT PROCESS
Risk Register

Establish the context

Risk Identification Mo
Com
ni
muni
tor
cation
Risk Analysis and
and

Con Risk Evaluation Re


sult
view
Risk Treatment

Ref. : AS/NZS Standard 4360 : 2004


DEFINISI

Bahaya: Segala kondisi yang dapat merugikan


baik cidera atau kerugian lainnya, atau Bahaya
adalah sumber, situasi atau tindakan
yang berpotensi menciderai manusia atau sakit
penyakit atau kombinasi dari semuanya

6
Piramida Kecelakaan
Pemicu unt menerapkan Manajemen Risiko K3

Kematian/ Kecelakaan fatal


Data dilaporkan
Kecelakaan Berat
dan tercatat
Kerusakan Properti/
Kecelakaan Ringan
Nyaris Celaka

• Unsafe action &


Terabaikan unsafe condition

IMMEDIATE CAUSES

LACK OF MANAGEMENT
HSE, BASIC CAUSES 7
JENIS BAHAYA
Mekanikal / Benda Bergerak
lurus Putar Acak Angkut/angkat

Benda diam
Gravitasi/elevasi Rusak Ambruk Kunci lemah

phisik
Cahaya Bising Suhu Radiasi Getaran Tekanan

Aliran Listrik
Lebih beban Tersentuh Loncatan api Isolasi buruk Gagal fuse

Bahan Kimia
Ledakan Kebakaran Keracunan Korosi

Biologis
Bisa Kuman Virus.jamur Serangga

Ergonomis
Berdiri Duduk Ukuran Jangkauan

Phsycologis
JKS-Bintek k3 2014 8
Stress Tidak harmonis Habis dimarahi
PENGERTIAN
Analisa Risiko/Risk Analysis
Kegiatan yang menguraikan suatu risiko dengan cara menentukan
besarnya kemungkinan/probability dan tingkat keparahan dari
akibat/consequences suatu risiko bahaya

Penilaian Risiko/Risk Assessment


Menilai suatu risiko dengan cara membandingkannya
terhadap tingkat standar risiko yang telah dapat
ditoleransi/ditetapkan
Pengendalian
Segala Upaya untuk meniadakan risiko
9
PERMEN PU No 05/PRT/M/2014 Pasal 19
huruf J tentang Tugas tanggung jawab
penyedia jasa:

“Melakukan pengendalian risiko K3 konstruksi, termasuk inspeksi


yang meliputi” 4 aspek yi PEME :
1. Tempat kerja 1. Risk identification
2. Peralatan kerja 2. Risk analysis
3. Risk evaluation
3. Cara Kerja 4. Risk treatment
4. Alat Pelindung Kerja
5. Alat Pelindung Diri
6. Rambu-rambu dan
7. Lingkungan kerja konstruksi sesuai RK3K

10
Manajemen risiko adalah bagian yang tidak
terpisahkan dari Manajemen Proses. Manajemen
risiko adalah bagian dari proses kegiatan didalam
organisasi dan pelaksananya terdiri dari multi disiplin
keilmuan dan latar belakang, manajemen risiko
adalah proses yang berjalan terus menerus.

11
Manajemen Risiko Terintegrasi : Proses yang
berkesinambungan, proaktif dan sistematis untuk
memahami, mengelola dan mengkomunikasikan risiko
dari perspektif organisasi yang luas (personel,
equipment, environment dan property). Ini adalah
tentang kontribusi untuk pengambilan keputusan
strategis dalam pencapaian tujuan organisasi secara
keseluruhan, khususnya Sasaran dan Program K3

JKS-Bintek k3 2014
ELEMEN UTAMA DARI MANAJEMEN RISIKO

• Penetapan tujuan; Menetapkan strategi, kebijakan


organisasi dan ruang lingkup manajemen risiko yang akan
dilakukan.

•Identifkasi bahaya; Mengidentifikasi apa, mengapa dan


bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya risiko
untuk analisis lebih lanjut.

13
Analisa risiko:
 Dilakukan dengan menentukan tingkatan probabilitas dan
konsekuensi yang akan terjadi.
 Menentukan tingkatan risiko yang ada dengan mengalikan kedua
variabel tersebut (Probabilitas x Konsekuensi) atau ( Peluang x
Akibat )
Evaluasi risiko:
 Membandingkan tingkat risiko yang ada dengan kriteria standar.
 Menetapkan tingkatan risiko yang ada untuk beberapa hazards
dibuat tingkatan prioritas manajemennya.
 Jika tingkat risiko ditetapkan rendah, maka risiko tersebut masuk ke
dalam kategori yang dapat diterima dan mungkin hanya memerlukan
pemantauan saja tanpa harus melakukan pengendalian.

14
Pengendalian risiko;
Melakukan penurunan derajat probabilitas dan konsekuensi
yang ada dengan menggunakan berbagai alternatif metode,
bisa dengan transfer risiko, dan lain-lain.

Monitor dan Review;


Monitor dan review terhadap hasil sistem manajemen risiko yang
dilakukan serta mengidentifikasi perubahan-perubahan yang perlu
dilakukan.
Komunikasi dan konsultasi;
Komunikasi dan konsultasi dengan pengambil keputusan internal dan
eksternal untuk tindak lanjut dari hasil manajemen risiko yang
dilakukan.

15
MITIGASI DAN
PENANGANAN TANGGAP DARURAT

JKS-Bintek k3 2014
MITIGASI adalah :
Di definisikan debagai upaya yang ditujukan untuk
mengurangi dampak dari bencana
Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk
mengurangi risiko bencana, baik memalui
pembangunan phisik maupun penyadaran dan
peningkatan kemampuan menghadapi ancaman.
( UU no. 24/2007, tentang Penanggulangan
Bencana, Bab I, Ketentuan Umum, Ps. 1 angka 9 )

JKS-Bintek k3 2014
Manajemen
KESIAPAN DAN TanggapAN

TERHADAP KONDISI DARURAT

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 18


KESIAPAN DAN TANGGAPAN
THD KEADAAN DARURAT

MELIPUTI KEGIATAN :
1.Kesiapan Terhadap Kondisi Darurat
2.Tanggapan Terhadap Keadaan Darurat
3.Penyelidikan Kejadian Kondisi Darurat

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 19


1. Kesiapan Terhadap Kondisi Darurat

Kegiatan pertama ini :


Menetapkan rencana sekurang-kurangnya mencakup :

a. Penyediaan tim tanggap darurat


b. Penyediaan sarana dan prasarana keadaan darurat
c. Penyediaan ruang pengendali darurat
d. Penyediaan akses bantuan dari luar
e. Penyelidikan kejadian termasuk kerugian dan pelaporan
f. Pemulihan pasca penanganan keadaan darurat
g. Penyedian dan penyiapan P3K

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 20


2. Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat

Kegiatan kedua ini berupa tanggapan


terhadap kondisi darurat :
1. Mengambil tindakan untuk mengendalikan dan
memperbaiki kondisi darurat
2. Memperhitungkan konsekuensi dari kondisi darurat
3. Mengevaluasi dengan melibatkan pekerja
4. Tindakan korektif menghilangkan penyebab kondisi
darurat
5. Menentukan dan mengemplementasikan tindakan
korektif
6. Menilai risiko Keselamatan Konstruksi yang terkait
dengan bahaya baru
7. Meninjau keefektifan tindakan korektif yang pernah di
ambil
Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 21
3. Penyelidikan Kejadian Kondisi Darurat
Kegiatan ketiga ini adalah melakukan
Penyelidikan dan Pelaporan :
1. Penyelidikan kejadian kondisi darurat, meliputi :
a. Pelaporan awal
b. Pengamanan lokasi dan barang bukti
c. Pembentukan tim penyidik
d. Melakukan penyelidikan
e. Tindak lanjut hasil penyelidikan
f. Pelaporan dan dokumentasi
g. Komunikasi hasil penyelidikan
2. Penyedia Jasa harus melaporkan kecelakaan berat, kasus
kematian dan kejadian berbahaya, kepada Disnaker
setempat dan Komite Keselamatan Konstruksi
Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 22
Manajemen KESIAPAN DAN
TANGGAPAN, terhadap keadaan darurat

Prinsip dasar (basic principle) :

• Flexibel dan tetap berfungsi dalam kondisi yang berubah

• Sistematis dan “Comprehensive” (Tidak sekedar menyediakan


kotak P3K, tandu, emergency shower, eye-wash fountain atau
fire blanket dan peralatan emergency lainya.).

• Dibentuk sebelum keadaan daruat

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 23


OrganiSASI Dan koordinasi

• Organisasi tanggap darurat meliputi :


• Medical personnel, tenaga medis
• Fire-fighting personnel, group pemadam kebakaran
• Security personnel, grup keamanan
• Safety personnel, grup keselamatan kerja
• Specialists from different fields, specialis jika diperlukan mis. B3
• Kunci keberhasilan dalan menangani keadaan darurat :
• One person is in charge, satu orang yang tanggungjawab
• Everyone involved knows who is in charge, masing2 tahu siapa PJ
• Everyone who has a role in responding to an emergency is given ample
opportunities to practice in simulated conditions that come as close as
possible to real conditions, simulasi dng kondisi riel

CEE 698 – Construction Health and Safety

24
OrganiSASI Dan koordinasi

• Organisasi tanggap darurat meliputi :


• Medical personnel, tenaga medis
• Fire-fighting personnel, group pemadam kebakaran
• Security personnel, grup keamanan
• Safety personnel, grup keselamatan kerja
• Specialists from different fields, specialis jika diperlukan mis. B3
• Kunci keberhasilan dalan menangani keadaan darurat :
• One person is in charge, satu orang yang tanggungjawab
• Everyone involved knows who is in charge, masing2 tahu siapa PJ
• Everyone who has a role in responding to an emergency is given ample
opportunities to practice in simulated conditions that come as close as
possible to real conditions, simulasi dng kondisi riel

CEE 698 – Construction Health and Safety

25
STANDARD PERENCANAAN
• Minimum ada 6 elemen yang masuk dalam
perencanaan :
1. Emergency escape procedures and emergency escape route
assignments, prosedur evakuasi dan jalur evakuasi
2. Procedures for employees who stay behind to run critical plant
operations before evacuating, prosedur mengoperasikan peralatan
kritis sebelum evakuasi
3. Procedures to account for all employees after the emergency
evacuation has been completed, prosedur mengabsen karyawan
setelah tiba di titik kumpul
4. Rescue and medical duties for those employees who are to perform
them, tugas penyelamatan dan tindakan medis bagi yg ditugasi
5. Preferred procedures for reporting fires and other emergencies,
prosedur pelaporan kebakaran dan keadaan darurat .
6. Contact personnel and information for anyone who needs more
information or clarification about any aspect of the plan, pusat
informasi dan klarifikasi rencana tanggap darurat
Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 26
Struktur Manajemen
Kesiapan dan Tanggapan thd kondisi darurat

1. Identification (Indentifikasi) : Kajian untuk mengetahui potensial


keadaan darurat yang mungkin akan terjadi (sumber bahaya)
2. Evaluation (Evaluasi) : Kajian awal yang dilakukan untuk menentukan
Tingkat Resiko jangka panjang terhadap Manusia atau Harta Benda yang
diakibatkan oleh derajat keadaan darurat ( MITIGASI )
3. Preparedness (Persiapan) : Kegiatan yang dilakukan lebih lanjut, yang
mencakup Pengembangan Kemampuan Personil, Penyiapan Prasarana,
Fasilitas dan Sistem bila terjadi keadaan Emergency.
4. Response (Tanggap) : Kemampuan penanggulangan saat terjadi keadaan
krisis/bencana yang terencana, cepat, tepat dan selamat (termasuk tanda
bahaya, evakuasi, SAR, pemadaman kebakaran. dll).
5. Recovery (Pemulihan) : Kegiatan jangka pendek untuk memulihkan
kebutuhan pokok minimum kehidupan masrarakat yang terkena bencana,
dan jangka panjang mengembalikan kehidupan secara normal.

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 27


2. Evaluasi TINGKAT risiko
jika terjadi keadaan darurat

RISK ASSESSMENT (Penilaian risiko)

• Sejauh mana Kekerapan (probability)…….?


• Sejauh mana Keparahan (Severity)….…….?

Kekerapan X Keparahan = Tingkat Resiko

Derajat Keadaan Darurat :


• Tingkat 1 : Setiap keadaan darurat yang dapat ditangani, diatasi dan
dikomunikasikan oleh setiap karyawan yang telah mengikuti pelatihan
yang tepat
• Tingkat 2 : Keadaan darurat yang memerlukan Tim/ Pasukan untuk
mengendalikan dan mengatasinya termasuk mengevakuasi personil ke
Tempat Berkumpul Aman (Assembly Point).
• Tingkat 3 : Keadaan darurat luar biasa yang memerlukan evakuasi dan
mobilisasi seluruh personil keluar dari tempat kerja

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 28


3. PERSIAPAN

• Mengembangkan Standar / Prosedur


• Menentukaan Alat Tanggap Darurat yang dibutuhkan
• Membentuk Team Tanggap Darurat
• Mengembangkan program & sistem pelatihan Tanggap
Darurat
• Lihat :
a. Organisasi dan Koordinasi
b. Standard and employee emergency action plan

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 29


3. PERSIAPAN

• Standar Prosedur :
• Sistem Penyampaian & komunikasi
• Sistem Evakuasi
• Kontrol visitor dan 3rd party
• Kontrol pekerja, vital property & equipment & hazardous material
• Shutdown prosedur
• Bentuk komando keadaan darurat.
• Pembentukan hubungan dengan pihak lain :
• Rumah Sakit
• Kepolisian
• Dinas Pemadam Kebakaran
• Ambullance

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 30


3. PERSIAPAN

• Peralatan Tanggap Darurat


• Fire extinguisher system
• Sistem proteksi kebakaran
• Diteksi hazard dan sistem alarm
• Emergency lighting and Power
• Perlengkapan P3K
• Rescue Equipment
• Alat Pelindung Diri (APD)

• Team Tanggap Darurat


• Internal fire brigade
• Rescue team
• Security Team
• Fire Warden / Damkar
• Paramedic

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 31


4. Response/ Tanggap

• Mengoptimumkan seluruh sistem dan sarana


untuk mengontrol keadaan darurat sesuai
tingkatannya.
• Memastikan keterlibatan seluruh pihak yang
terkait. Apa – siapa? (who doing what?)
• Siapkan seluruh data yang diperlukan untuk
proses penanganan tanggap darurat. (Drawing,
jenis material, akses, jumlah karyawan, dll.)
• Tanggap cepat & tepat.

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 32


5. PElatihan

• Pelatihan/ Emergency Drill


• Verifikasi kesuksesan
• Menimbulkan kesadaraan dan kepekaan karyawan sehingga
segap dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat
• Terjadual dalam rentang waktu tertentu dan juga tidak
terjadual/ dadakan.

Jenis – jenisnya :
* Emergency Exit
* Fire Fighting
* Medical Evakuasi dll.

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 33


6. Pemulihan

• Bentuk team evaluasi


• Identifikasi Jumlah korban dan kerusakan
• Bentuk sistem pengumpulan dan penyimpanan material tersisa
• Data nama, nomor telephon, alamat orang orang yang
bertanggung jawab untuk kelangsungan kegiatan perusahaan.
• Kumpulkan data supplies & service untuk keperluan seperti
utility (gas, air dan listrik), vendor equipment, kontraktor dll.
• Bentuk mutual aid plan/strategy dengan organisasi lain.
• Lakukan evaluasi efektifitas dan peningkatan terhadap
pelaksanaan sistem tanggap darurat dan persiapkan
pembaharuan sistem.
• Persiapkan kembali sarana dan prasaran tanggap darurat.

Thursday, February 6, 2020 Laurensius Lamech 34


TERIMA KASIH

Direktorat Bina Penyelenggaraan Jasa Konstruksi,


Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru-Jakarta Selatan 12110
Telp. 021-72786108 Fax. 021.7266637
http://bpksdm.pu.go.id/pppk
balai.pusbinpk@gmail.com
Piramida Kecelakaan
Pemicu unt menerapkan Manajemen Risiko K3

Kematian/ Kecelakaan fatal


Data dilaporkan
Kecelakaan Ringan
dan tercatat
Kerusakan Properti

Nyaris Celaka
• Incident
Terabaikan • Unsafe action &
unsafe condition

IMMEDIATE CAUSES

LACK OF MANAGEMENT
HSE, BASIC CAUSES 36