Anda di halaman 1dari 15

TEWASNYA RADEN TUMENGGUNG ARIO SUMODILOGO SEBAGAI

AKIBAT KONFLIK DENGAN PENGIKUT PANGERAN DIPONEGORO

TAHUN 1825-1830

A. Latar Belakang Masalah

Terbunuhnya Raden Tumenggung Ario Sumodilogo, bupati Menoreh-

Parakan, terjadi pada tanggal 16 Agustus 1825 di Desa Krasak pada masa

Perang Diponegoro (1825-1830). Ini menimbulkan masalah, baik di pihak

keluarga atau keturunan Raden Tumenggung Ario Sumodilogo maupun di

antara beberapa sejarawan Indonesia dan sejarwan Belanda. Memihak kepada

siapakah sebenarnya beliau ini, dan bagaimana peristiwa terbunuhnya itu?

Hal tersebut telah menarik perhatian penulis untuk menelitinya.

Menurut salah satu sumber, sebelum diangkat menjadi bupati Menoreh-

Parakan, Raden Tumenggung Ario Sumodilogo pernah menjabat sebagai katen

dalam pasukan Jayengsekar Banyubiru-Ambarawa, yaitu pasukan yang

dibentuk oleh para bupati untuk mempertahankan daerahnya, pasukan ini

dibina oleh Kolonial Belanda. Tapi pada masa pecah perang Diponegoro, yaitu

pada tanggal 20 Juli 1825 beliau tetap memihak kepada Pangeran Diponegoro

dan mendapat nama samaran dari Pangeran Diponegoro yaitu Raden Basah.

Pada waktu berkobar pertempuran di Desa Salam Magelang, Raden

Tumenggung Ario Sumodilogo beserta prajuritnya sedang dalam perjalanan

dari Menoreh menuju Magelang. Beliau mendapat perintah dari Residen Kedu

untuk membantu mempertahankan kota Magelang dari serangan pasukan

1
2

Diponegoro. Tetapi ditengah perjalanan datang utusan dari Menoreh yang

mengabarkan bahwa seluruh keluarga Raden Tumenggung Ario Sumodilogo

dan pengikutnya diusir oleh Patih Menoreh. Mendengar berita itu, Raden

Tumenggung Ario Sumodilogo menyuruh pasukannya untuk meneruskan

perjalanannya menuju Magelan, sedangkan beliau sendiri kembali ke Menoreh

dengan tidak dikawal oleh seorangpun dari prajuritnya.

Ketika Raden Tumenggung Ario Sumodilogo sedang mandi dikali kecil

sebelah Timur Desa Krasak, tiba-tiba beliau diserang dari belakang oleh

pengikut barisan Diponegoro. Beliau menerangkan bahwa “tidak ada seorang

utusan pun dari Pangeran Diponegoro yang datang menemui beliau di

Manoreh. Tetapi pimpinan dari pengikut barisan Pangeran Diponegoro tidak

mau mendengar penjelasan dari Raden Tumenggung Ario Sumodilogo.

Mereka hanya memegang teguh perintah Senopati Kyai Maja, yaitu bahwa

Raden Tumenggung Ario Sumodilogo harus dibawa ke Selarong-Yogyakarta,

hidup atau mati. Maka terjadilah perang tanding yang tidak seimbang antara

Raden Tumenggung Ario Sumodilogo sendiri melawan kelompok prajurit

Pangeran Diponegoro yang tidak terhingga banyaknya.

Berdasar atas wacana diatas, penulis dapat membuat suatu rumusan

topik masalah yaitu : “Tewasnya Raden Tumenggung Ario Sumodilogo

Sebagai Akibat Konflik Dengan Pengikut Pangeran Diponegoro Tahun

1825-1830”.
3

B. Rumusan Masalah

Supaya penelitian ini lebih mengarah pada fokus perhatian sesuai

dengan dengan apa yang ingin dicapai, maka perlu dibuat suatu rumusan

masalah. Rumusan masalah itu diantaranya :

1. Apa penyebab tewasnya Raden Tumenggung Ario Sumodilogo?

2. Bagaimana jalannya konflik Raden Tumenggung Ario Sumodilogo dengan

pengikut Pangeran Diponegoro?

C. Definisi Operasional

Agar permasalahan menjadi jelas dan tidak menimbulkan salah tafsir,

maka perlu dibuat suatu penjelasan istilah dari beberapa kalimat yang

terkandung pada topik masalah yang penulis buat. Penjelasan itu diantaranya :

Tewasnya Raden Tumenggung Ario Sumodilogo sebagai pemicu

terjadinya konflik internal merupakan suatu yang diawali dari adanya konflik

konflik kepentingan dari Raden Tumenggung Ario Sumodilogo, yang disatu

sisi beliau berada dibawah kendali Kolonial Belanda disisi lain beliau berpihak

pula pada pada kesetiaan terhadap Pangeran Diponegoro.

Namun konflik kepentingan ini telah mengakibatkan tuduhan yang

diahiri oleh usaha pembunuhan dan berhasil oleh pihak yang setia kepada

Pangeran Diponegoro. Masa perang Diponegoro merupakan masa kejadian itu

terjadi pada ruang dan waktu terjadinya perang Diponegoro.


4

D. Tujuan Penelitian

Tujuan merupakan suatu yang diartikan dalam usaha mendapatkan

sasaran yang ditetapkan dan diinginkan. Pada penelitian ini tujuan yang ingin

dicapai adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui penyebab tewasnya Raden Tumenggung Ario

Sumodilogo.

2. Untuk mengetahui jalannya konflik Raden Tumenggung Ario Sumodilogo

dengan pengikut Pangeran Diponegoro.

E. Kegunaan Penelitian

Tulisan ini dibuat dengan harapan dapat bermanfaat sekedar

mengetahui dan mengilhami tentang peristiwa terbunuhnya Kanjeng Raden

Tumenggung Ario Sumodilogo bupati Menoreh-Parakan, yang memuat hemat

penulis kurang mendapat perhatian dari kalangan umum bahkan dari kalangan

sejarawan. Selain itu, usaha ini diharapkan dapat dijadikan sumbangan bagi

sejarah Indonesia, sebagai berikut :

1. Teoretis

Untuk mengungkapkan tewasnya Raden Tumenggung Ario Sumodilogo

sebagai akibat konflik dengan pengikut Pangeran Diponegoro.

2. Praktis

Mudah-mudahan skripsi ini dapat penulis sumbangkan untuk menambah

inventarisasi sejarah Indonesia terutama sejarah tentang bupati Menoreh-

Parakan..
5

F. Anggapan Dasar

Anggapan dasar merupakan sesuatu yang diyakini kebenarannya oleh

peneliti yang akan berfungsi sebagai hal-hal bagi peneliti dalam berpijak

melaksanakan penelitian selanjutnya. (Arikunto, 1998 : 19). Berkenaan dengan

hal itu, maka anggapan dasar pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Penulis beranggapan bahwa pertempuran di desa Krasak yang terjadi antara

pasukan Diponegoro yang diperintah oleh Senopati Kyai Maja itu adalah

karena kesalahpahaman yang disebabkan oleh kurang jelasnya suatu

koordinasi.

2. Pertempuran di desa Krasak yang merupakan salah satu pertempuran pada

masa perang Diponegoro itu telah mengakibatkan meninggalnya seorang

bupati pada tanggal 16 Agustus 1825. Melihat jabatannya memang beliau

bertujuan dan bersikap membela rakyatnya yang berarti beliau memihak

kepada perjuangan bangsanya.


6

G. Prosedur Penelitian

1. Metode dan Tehnik Pengumpulan Data

Metode yang lazim dipergunakan dalam upaya merekonstruksi

peristiwa masa silam adalah metode historis. Menurut Winarno Surakhmadi

(1978 : 123), yang dimaksud dengan "Metode Historis atau metode sejarah

adalah proses pengujian dan menganalisis secara kritis dari rekaman dan

peninggalan masa lalu".

Metode sejarah yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas

empat tahapan, yaitu:

a. Heuristik adalah kegiatan mengumpulkan sumber yang berhubungan

dengan tema pokok kajian penelitian skripsi, baik sumber primer

maupun dari sumber sekunder. Sumber primer yaitu cerita atau

penuturan atau catatan para saksi mata. Sumber kutipan data tersebut

dilaporkan oleh pengamat atau partisipan yang benar-benar

menyaksikan suatu peristiwa. Sumber sekunder adalah cerita atau

penuturan atau catatan mengenai suatu peristiwa yang tidak disaksikan

sendiri oleh pelapor. Sumber sekunder dapat digunakan, meskipun

terdapat distorsi dalam penyampaian informasinya. Sejarawan boleh

menggunakan sumber sekunder hanya jika data primer tidak berhasil

diperoleh. Sumber sekunder yang digunakan dalam penelitian ini

berupa buku-buku referensi. Penulis juga menggunaan sumber-sumber

lain yang relevan dengan penelitian ini, yaitu situs internet.


7

b. Kritik merupakan kegiatan menganalisa dan menilai sumber yang telah

dikumpulkan untuk menentukan diperlukan tidaknya suatu sumber

dalam kegiatan metode selanjutnya. Kritik sejarah merupakan proses

menarik bukti sejarah dari data sejarah. Ada dua bentuk kritik sejarah

yaitu kritik eksternal dan kritik internal yaitu proses penetapan keaslian

atau otensitas suatu dokumen atau peninggalan sejarah, kritik internal

yaitu proses pengungkapan akurasi atau nilai dokumen atau

peninggalan itu.

c. Interpretasi merupakan kegiatan menafsirkan sumber yang diperlukan

untuk menerangkan terhadap tema pokok penelitian. Proses penafsiran

dilaksanakan dengan mengelompokkan sumber-sumber sejarah yang

didapatkan berdasarkan subtema-subtema penelitian.

d. Historiografi merupakan kegiatan penulisan sejarah sebagai laporan

akhir dari seluruh rangkaian hasil penelitian dalam bentuk penyajian

deskriptif analitis kritis. Penulisan penelitian sejarah ini hendaknya

ditulis secara jujur dan objektif.

Sedangkan untuk pennyusunan skripsi ini penulis menempuh

beberapa cara sebagai berikut :


8

1. Studi Literatur

Cara ini dilakukan dengan mempelajari dan meneliti buku-buku

yang ada hubungannya dengan permasalahan yang akan dikemukakan.

2. Studi Dokumentasi

Cara ini dipergunakan sebagai usaha untuk mencocokan terhadap

kegiatan penelitian yang sifatnya mengkaji data yang diperoleh melalui

gambar dan photo beberapa peristiwa yang telah terjadi pada masa

lampau. Oleh karena itu penulis mempergunakan dokumentasi sebagai

media pelengkap.

3. Prosedur Penelitian

Penulisan skripsi ini memerlukan tahapan serta persiapan yang

harus dilakukan oleh penulis yaitu sebagai berikut :

a. Mengajukan judul yang akan diteliti kepada Ketua Program Studi dan

Dewan Bimbingan Skripsi (DBS).

b. Membuat rencana kerja mengenai masalah yang akan diteliti dan

dibahas.

c. Menetapkan metode dan teknik pengumpulan data.

d. Mempersiapkan surat izin penelitian.

Untuk terlaksananya prosedur penelitian di atas, penulis terlebih

dahulu meminta rekomendasi kepada dosen pembimbing, kemudian penulis

meminta ijin untuk melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan

penyusunan skripsi tersebut kepada Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu

Pendidikan Universitas Siliwangi Tasikmalaya.


9

Teknik pengumpulan data digunakan untuk memperoleh data-data

yang penulis perlukan dalam penelitian ini. Adapun teknik pengumpulan

data yang penulis lakukan yaitu melalui studi kepustakaan (studi literatur)

di perpustakaan dan mengumpulkan buku-buku sumber yang relevan

dengan masalah yang diteliti serta menunjang terhadap penulisan ini.

Dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Persiapan Pengumpulan Data

Langkah-langkah yang ditempuh dalam persiapan pengumpulan data

adalah sebagai berikut :

a. Mempersiapkan perlengkapan data.

b. Membuat konsep dan memilih data yang akan diteliti.

c. Mengurus administrasi perijinan penelitian.

d. Mengumpulkan data dengan cara mempelajari buku-buku, majalah,

surat kabar/sumber lain yang berkaitan dengan masalah yang akan

dibahas dalam penelitian.

2. Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data, penulis menempuh beberapa cara untuk

memperoleh data sebagai berikut :

a. Menentukan Judul

Setelah melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing,

maka ditetapkan judul skripsi ini.


10

b. Menentukan Sumber

Sebelum membahas permasalahan, penulis terlebih dahulu

mencari dan menentukan sumber yang akan dijadikan bahan

penelitian yang berkaitan dengan permasalah yang akan dibahas.

Sumber tersebut diperoleh melalui buku-buku, majalah dan sumber

lain yang relevan dengan penelitian.

c. Pengolahan Data

Pengolahan data merupakan proses memeriksa dan penataan

data karena data yang dikumpulkan merupakan data kasar. Tujuan

pengolahan adalah agar data kasar dapat diorganisir dan ditampilkan

yang pada akhirnya dapat ditarik kesimpulan. Proses pengolahan data

terdiri dari :

1) Pemeriksaan Data (Editing)

Editing adalah proses memeriksa data yang telah terkumpul

untuk dicocokan dengan keadaan sebenarnya dan terjadi. Langkah

ini dilakukan karena merupakan suatu kegiatan pemeriksaan

(pengecekan) yaitu menentukan apakah data yang diperoleh dalam

penelitian tersebut sesuai dengan penelitian yang dilakukan atau

tidak serta memenuhi kriteria penelitian atau tidak.

2) Seleksi Data

Setelah data terkumpul, maka dilakukan penyeleksian data

dengan tujuan untuk menentukan apakah data diperoleh dalam

penelitian tersebut sesuai atau tidak sesuai dengan penelitian,


11

kemudian penulis mengklarifikasi sesuai dengan pokok masalah

yang akan dibahas dalam penelitian.

3) Analisis Data

Untuk menunjang tercapainya suatu gagasan yang

dituangkan dalam tujuan penelitian, maka dipandang perlu adanya

data-data yang relevan dan mampu menjawab permasalahan-

permasalahan pada pertanyaan-pertanyaan penelitian.

2. Variabel Penelitian

Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik

perhatian suatu penelitian. (Suharsimi Arikunto, 1998 : 96). Variabel

dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu :

1. Variabel Bebas (X) : Tewasnya Raden Tumenggung Ario

Sumodilogo

2. Variabel Terikat (Y) : Sebagai Akibat Konflik dengan Pengikut

Pangeran Diponegoro

3. Instrumen Penelitian

Karena objek yang diteliti oleh penulis berupa peristiwa yang

terjadi di masa lampau, maka proses pengumpulan data dilakukan melalui

studi kepustakaan, serta penulis merasa perlu menggunakan instrument

penelitian untuk memudahkan apabila terjadi pengecekan kembali

terhadap fakta-fakta yang ada. Dalam hal ini, instrument penelitian yang

digunakan oleh penulis adalah system kartu. Kartu yang biasa dipakai
12

untuk mencatat atau kutipan biasanya berukuran 7,5 cm x 15 cm. Pada

setiap kartu hanya memuat satu catatan saja. (Iyus Jayusman, 2008 : 68).

Sistem kartu dianggap penulis lebih efektif digunakan dalam

penelitian ini, karena setiap data yang diperoleh, dicatat dalam lembaran-

lembaran kartu dengan mencantumkan identitas buku atau sumber.

Adapun format sistem kartu sebagai berikut :

1. Kode Buku 7. Pokok Catatan 6. Lokasi


Sumber

2. Identitas buku
(Pengarang, tahun
terbit, judul, tempat
terbit, penerbit)

4. Halaman yang dikutif 3. Kode Buku


5. Sifat kutifan
KL/KTL

Keterangan :

1. Yaitu kode buku, bermanfaat untuk menyusun daftar pustaka yang

harus disusun menurut abjad.

2. Yaitu kode identitas buku (pengarang, tahun penerbit, judul, tempat

terbit, penerbit), nama penulis ditulis sesuai dengan kulit buku.

3. Yaitu tempat untuk menulis halaman yang dikutip.

4. Yaitu tempat mencatat yang perlu dikutip. Dalam hal ini dapat

dilakukan mengutif secara langsung atau tidak langsung.


13

5. Yaitu tempat mencatat sifat kutipan KL (Kutipan Langsung) dan KTL

(Kutipan Tidak Langsung).

6. Yaitu tempat mencatat dimana buku itu diperoleh atau lokasi sumber.

7. Yaitu tempat mencatat pokok catatan.


14

4. Langkah-langkah Penelitian

LANGKAH 1
Memilih Masalah

LANGKAH 2
Studi Pendahuluan

LANGKAH 3
Merumuskan Masalah

LANGKAH 4 a
Merumuskan Anggapan Dasar LANGKAH 4 b
Membuat
LANGKAH 5 Hipotesis
Memilih Masalah

LANGKAH 6 a LANGKAH 6 b
Menentukan Variabel Menentukan Sumber Data

LANGKAH 7
Menentukan dan Menyusun Instrumen

LANGKAH 8
Mengumpulkan Data

LANGKAH 9
Analisis Data

LANGKAH 10
Menarik Kesimpulan

LANGKAH 11
Menyusun Laporan

Sumber : Suharsimi Arikunto (2002 : 43).


15

5. Waktu dan Tempat Penelitian

a. Lingkup Waktu

Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Agustus 2014 dengan pra

penelitian sejak bulan Juli 2014. Adapun program kegiatan selama

penelitian dapat penulis kemukakan seperti dalam tabel berikut ini :

Tabel
Waktu Penelitian

Bulan/Tahun
No Kegiatan Jul Agu Sep Okt Nov Des
2014 2014 2014 2014 2014 2014
1 Pra penelitian
a. Persiapan-persiapan
b. Seminar Proposal
2 Bimbingan judul dan
BAB I
3 Bimbingan judul BAB
II dan BAB III
4 Bimbingan BAB IV
5 Bimbingan BAB V
6 Bimbingan Daftar
Pustaka

b. Lingkup Tempat

Penelitian ini dilaksanakan di Perpustakaan Universitas Siliwangi,

perpustakaan pribadi, perpustakaan umum dan lain-lain.