Anda di halaman 1dari 4

Tugas 3

Jelaskan apa yang dimaksud dengan penalaran oposisi dan bentuk penalaran oposisi sebagai
penyimpulan langsung? Lalu, berikan dua contoh setiap bentuk peralaran oposisi?
Penalaran oposisi adalah pertentangan dua pernyataan dengan term yang sama, yang didefinisikan
pertentangan antara dua pernyataan atas dasar pengolahan term yang sama. Penyimpulan langsung
adalah suatu bentuk penarikan kesimpulan berupa hubungan dua pernyataan atas dasar pengolahan
term-term yang sama. Dalam penyimpulan langsung, yang dimaksudkan dengan pengolahan adalah
analisis dari pernyataan semula dengan cara mengubah antara kuantor universal dan eksistensial
yang berhubungan dengan kuantitas atau mengubah antara afirmasi dan negasi yang berhubungan
dengan kualitas atau menukar kedudukan antara dua hal sebagai subjek dan prediket.
Penalaran oposisi sebagai penyimpulan langsung merupakan bentuk penyimpulan yang tidak
membutuhkan perantara. Bentuk-bentuk penalaran oposisi terbagi menjadi 4 macam, yaitu :
1. Oposisi Kontrarik
Dirumuskan :
Semua S adalah P : Semua S bukan P
Contoh :
a. Semua hewan mamalia berkaki empat
Semua hewan mamalia tidak berkaki empat
b. Semua guru bersarjana FKIP
Semua guru tidak bersarjana FKIP
2. Oposisi Subkontrarik
Dirumuskan :
Sebagian S adalah P : Sebagian S bukan P
Contoh :
a. Ada sebagian PNS yang disiplin
Ada sebagian PNS yang tidak disiplin

b. Ada sebagian anak yang nakal


Ada sebagian anak yang tidak nakal
3. Oposisi Kontradiktorik
Dirumuskan :
Semua S adalah P >< Ada S yang bukan P
Semua S bukan P >< Ada S yang P
Contoh :
a. Semua bahasa asing sulit dipelajari
Ada bahasa asing yang tidak sulit dipelajari
b. Semua makanan tradisional tidak enak
Ada makanan tradisional yang enak
4. Oposisi Subalternasi
a. Subimplikasi
Dirumuskan :
Ada S yang P : Semua S adalah P
Ada S yang bukan P : Semua S Bukan P
Contoh :
 Sebagian rakyat Indonesia hafal lagu kebangsaan
Semua rakyat Indonesia hafal lagu kebangsaan
 Sebagian Dewan Perwakilan Rakyat tidak korupsi
Semua Dewan Perwakilan Rakyat tidak korupsi
b. Superimplikasi
Dirumuskan :
Semua S adalah P : Ada S yang P
Semua S bukan P : Ada S yang bukan P
Contoh :
 Semua orang kaya sombong
Sebagian orang kaya sombong
 Semua wanita tidak ingin dipoligami
Sebagian wanita tidak ingin dipoligami

Jelaskan apa yang dimaksud dengan silogisme beraturan dan bentuk silogisme beraturan sebagai
penyimpulan tidak langsung? Lalu, berikan dua contoh setiap bentuk silogisme beraturan?
Silogisme beraturan adalah silogisme kategori yang harus terdiri atas tiga term dan hal ini
merupakan suatu prinsip. Berdasarkan kedudukan term pembanding dan system konversi atau
ditukar kedudukannya sebagai subjek atau predikat, silogisme kategori ini ada empat bentuk atau
empat pola yang sebenarnya semua sama hingga cukup satu untuk mewakilinya sebagai ikhtisar.
Dalam perbandingan dua proposisi sebagai premis silogisme, kedudukan term pembanding atau
term tengah dapat bertukar tempat, yaitu dapat sebagai subjek dan dapat juga sebagai predikat,
baik dalam premis pertama atau premis mayor maupun dalam premis kedua atau premis minor.
a. Silogisme Sub-Pre
Suatu pola silogisme yang term pembandingnya dalam premis pertama sebagai subjek dan
dalam premis kedua sebagai predikat
Polanya: M = P, S = M, Jadi, S = P
Contoh:
1. Semua yang berbudaya adalah manusia
Semua yang berakal budi berbudaya
Jadi, semua manusia berakal budi
((B = A) ^ (C = B) ñ(A = C)
2. Semua makhluk hidup bernafas dengan paru-paru
Sebagian Hewan adalah makhluk hidup
Jadi, sebagian yang bernafas dengan paru-paru adalah hewan
((B = A) ^ (C n B) ñ(A n C)
b. Silogisme Bis-Pre
Suatu pola silogisme yang term pembandingnya menjadi predikat dalam kedua premis.
Polanya: P = M S = M Jadi, S = P
Contoh:
1. Semua orang yang berjasa terhadap negara adalah “pahlawan”
Soekarno adalah “pahlawan”
Jadi, Semua orang yang berjasa terhadap Negara adalah Soekarno
((A = B) ^ (C = B) ñ(A = C)
2. Semua rakyat Indonesia adalah warga Negara Indonesia
Sebagian keturunan asing adalah warga Negara Indonesia
Jadi, sebagian rakyat Indonesia adalah keturunan asing
((A = B) ^ (C n B) ñ(A n C)
c. Silogisme Bis-Sub
Suatu pola silogisme yang term pembandingnya menjadi subjek dalam kedua premis.
Polanya: M = P M = S Jadi, S = P
Contoh:
1. Semua yang berbudaya adalah Manusia
Semua yang berbudaya berakal budi
Jadi, semua manusia berakal budi
((B = A) ^ (B = C) ñ(A = C)
2. Semua pahlawan adalah orang yang berjasa terhadap negara
Sebagian pahlawan adalah rakyat Indonesia
Jadi, Sebagian orang yang berjasa terhadap negara adalah rakyat Indonesia
((B = A) ^ (B n C) ñ(A n C)
d. Silogisme Pre-Sub
Suatu pola silogisme yang term pembandingnya dalam premis pertama sebagai predika dan
dalam premis kedua sebagai subjek.
Polanya: P = M M=S Jadi, S = P
Contoh:
1. Semua influenza adalah “penyakit”
Semua “penyakit” adalah mengganggu kesehatan
Jadi, semua influenza mengganggu kesehatan
((A = B) ^ (B = C) ñ(A = C)
2. Semua pengacara adalah sarjana hukum
Sebagian sarjana hukum adalah orang politik
Jadi, sebagian pengacara adalah orang politik
((A = B) ^ (B n C) ñ(A n C)