Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PENGANTAR ILMU EKONOMI

Tentang Sistem Perekonomian

Dosen Pembimbing: Dessyta Gumanti,S.Pd,M.PdE

Disusun oleh:

Mita Febriyanti (19020028)

Devi Nur Prawesti (19020022)

Marisna Fitria (19020030)

Anisa Ahmana (19020041)

PRODI : PENDIDIKAN SEJARAH

STKIP PGRI SUMATERA BARAT

2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt, atas berkah, rahmat, karuniaNya kami
menyelesaikan makalah Manusia Purba. Kami sangat berharap makalah ini dapat
berguna dalam menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Sistem
Perekonomian.

Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca Pada umumnya dan
penulis pada khusunya kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini
masih jauh dari sempurna untuk itu kami mengharapkan saran dan kritik yang
bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata kami
sampaikanTerimaKasih.

Padang,26Oktober 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................I

DAFTAR ISI.........................................................................................................................II

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang............................................................................................................4
2. Rumusan Masaalah.....................................................................................................4
3. Tujuan………………………………………………………….………………….………4

BAB 2 PEMBAHASAN.............................................................................................................

A. SISTEM PEREKONOMIAN
1. Sistem Ekonomi Kapitalis……………………………………………………..………
2. Sistem Ekonomi Sosialis……………………………………………………………….
3. Sistem Ekonomi Campuran…………………………………………………………….

BAB 3 PENUTUP...............................................................................................................

A.Kesimpulan........................................................................................................................

B.Saran..................................................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................
BAB 1

PENDAHULUAN

1.LATAR BELAKANG.

Manusia dalam kehidupannya di dunia ini pasti tidak akan pernah lepas dari kehidupan
berekonomi. Manusia membutuhkan makanan yang harus mereka konsumsi untuk bisa bertahan
hidup, makanan yang manusia makan juga harus didistribusikan dari para produsen sehingga
sampai pada konsumen yang membutuhkan. Produksi, distribusi dan konsumsi menjadi kegiatan
inti dari ekonomi yang pasti dilakukan manusia demi memenuhi kebutuhannya.

Dalam mendukung lancarnya itu semua diperlukan sistem yang mengatur kegiatan ekonomi
sehingga mampu menghasilkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Tentu saja setiap
masyarakat, negara dan bangsa mempunyai kultur atau latar belakang yang berbeda-beda
sehingga dalam mengatur kegiatan ekonominya juga memiliki sistem yang berbeda-beda
meskipun ada juga yang menggunakan sistem yang sama sesuai dengan keadaan lingkungan di
mana sistem ini akan digunakan. Dalam ekonomi, terdapat berbagai macam sistem yang
merupakan hasil dari kemampuan untuk menginterpretasikan yang berbeda-beda sesuai dengan
kultur dan lingkungan yang mempengaruhi cara berpikir untuk menemukan sebuah sistem.

 Kehidupan berekonomi juga tak lepas dari berbagai masalah yang terus mengahantui seperti
pengentasan kemiskinan, menyediakan kesempatan bagi setiap orang untuk mendapatkan
penghasilan. Nah oleh sebab itu sangat diperlukan sebuah system ekonomi tersebut.

Di dalam makalah ini kami akan membahas tentang beberapa system ekonomi yang terjadi saat
ini , terutamanya tentang system ekonomi liberalis, sosialis, dan juga system ekonomi campuran.
B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang maslah diatas dapat diambil rumusan masalahnya yaitu sebagai
berikut :

1.     Apa yang dimaksud dengan system ekonomi ?

2.    Apa yang dimaksud dengan system ekonomi liberalisme atau system ekonomi kapitalisme?

3.    Apa yang dimaksud dengan system ekonomi Sosialis ?

4.    Apa yang dimaksud dengan system ekonomi campuran ?

5.    Bagaimana perbedaaan antara system ekonomi liberalism, sosialis dan campuran?

C.      Tujuan Penulisan

1.      Menjelaskan kepada pembaca tentang system ekonomi yang ada saat ini.

2.      Makalah ini menjelaskan tentang system ekonomi liberalis, sosialis, dan juga campuran
beserta Negara-negara yang memakai system ekonomi tersebut, sehingga pembaca menjadi tahu
dan bertambah wawasannya.
BAB II

PEMBAHASAN

A.       Pengertian Sistem Ekonomi

Menurut Dumairy (1966), Sistem Ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta
menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu
tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus
berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya
berpijak.

Berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara di dunia, hanya dapat
diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh masing–masing negara. Perbedaan
penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan sumber daya maupun
perbedaan sistem pemerintahan suatu negara. Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari
aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan
dalam perekonomian. Suatu sistem dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil yang
saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Lingkaran-lingkaran kecil tersebut merupakan
suatu subsistem. Subsistem tersebut saling berinteraksi dan akhirnya membentuk suatu kesatuan
sistem dalam lingkaran besar yang bergerak sesuai aturan yang ada.

B.      Fungsi Sistem Ekonomi

Sistem ekonomi dapat berfungsi sebagai :

1.      Sarana pendorong untuk melakukan produksi

2.      Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu

3.      Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.
C.      Jenis-Jenis Sistem Ekonomi

1.      Sistem Ekonomi Liberal-Kapetalis

Sistem liberal kapitalis awal/klasik Sistem ekonomi liberal kapitalis klasik berlangsung
sekitar abad ke-XVII sampai menjelang abad ke-XX, dimana individu/swasta mempunyai
kebebasan penguasaan sumber daya maupun pengusaan ekonomi dengan tanpa adanya campur
tangan pemerintah untuk mencapai kepentingan individu tersebut, sehingga mengakibatkan
munculnya berbagai ekses negatif diantaranya eksploitasi buruh dan penguasaan kekuatan
ekonomi. Untuk masa sekarang, sitem liberal kapitalis awal/klasik telah ditinggalkan.

Sistem liberal kapitalis modern Sistem ekonomi liberal kapitalis modern adalah sistem
ekonomi liberal kapitalis yang telah disempurnakan. Beberapa unsur penyempurnaan yang
paling mencolok adalah diterimanya peran pemerintah dalam pengelolaan perekonomian.
Pentingnya peranan pemerintah dalam hal ini adalah sebagai pengawas jalannya perekonomian

Sistem ekonomi liberal / pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan
ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada
mekanisme pasar. Sistem ekonomi ini menghendaki adanya kebebasan individu dalam
melakukan kegiatan ekonomi. Artinya, setiap individu diakui keberadaanya dan mereka bebas
bersaing.

a.      Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal

1.      Menerapkan sistem persaingan bebas

2.      Adanya pengakuan terhadap hak individu

3.       Setiap individu bebas memiliki barang dan alat-alat produksi

4.      Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi

5.      Motif mencari laba terpusat pada kepentingan sendiri

6.      Peranan modal sangat penting

7.      Peranan pemerintah dibatasi.


b.      Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal

Kelebihan :

1.      Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi, karena
masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah/komando dari pemerintah.

2.      Setiap individu bebas memiliki untuk sumber-sumber daya produksi, yang nantinya akan
mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian.

3.      Timbul persaingan semangat untuk maju dari masyarakat.

4.      Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena adanya persaingan semangat antar


masyarakat.

5.      Efisiensi dan efektivitas tinggi, karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari
keuntungan.

Kekurangan :

1.      Terjadinya persaingan bebas yang tidak sehat bilamana birokratnya korup.

2.      Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.

3.      Banyak terjadinya monopoli masyarakat.

4.      Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh
individu.

5.      Pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena persaingan bebas tersebut.

c.       Negara-Negara Penganut Ekonomi Liberal


1.      Amerika

Negara-negara yang menganut paham liberal di benua Amerika adalah Amerika Serikat,
Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Kuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Kanada, Meksiko,
Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay, dan Venezuela. Sekarang ini, kurang lebih
liberalisme juga dianut oleh negara Aruba, Bahamas, Republik Dominika, Greenland, Grenada,
Kosta Rika, Puerto Riko, dan Suriname.

Amerika Serikat Sebagai penekanan atas kebebasan individu yang selanjutnya dilanjutkan oleh
Presiden John F Kennedy dengan pembangunan Patung Liberty (1964) sebagai simbol
kebebasan individu untuk hidup.

2.      Eropa

Negara-negara penganut paham liberal yakni diantaranya adalah Albania, Armenia, Austria,
Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia,
Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia,
Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, Rusia, Serbia Montenegro,
Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Switzerland, Ukraina dan United Kingdom.

3.      Asia

Negara-negara yang menganut paham liberal di Asia antara lain adalah Indonesia, India, Iran,
Israel, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, Thailand dan Turki. Saat ini banyak negara-
negara di Asia yang mulai berpaham liberal, antara lain adalah Myanmar, Kamboja, Hong Kong,
Malaysia dan Singapura.

4.      Kepulauan Oceania

Negara yang menganut paham liberal dikepulauan Oceania adalah Australia dan Selandia Baru
5.      Afrika

Sistem ekonomi liberal terbilang masih baru diAfrika. Pada dasarnya, liberalisme hanya dianut
oleh mereka yang tinggal di Mesir, Senegal dan AfrikaSelatan. Sekarang ini, kurang lebih
liberalisme sudah dipahami oleh negara Aljazair, Angola, Benin, Burkina Faso, Mantol Verde,
Côte DIvoire, Equatorial Guinea, Gambia, Ghana, Kenya, Malawi, Maroko, Mozambik,
Seychelles, Tanzania, Tunisia, Zambia dan Zimbabwe.

2.      Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistik

Sistem Ekonomi Sosialis Sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan
kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi
dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur
tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup
orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas, dan lain sebagainya.

Sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang
bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas
demokratisasi terpusat dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada
yang kini berlaku sebagaimana yang diharapkan.

Sistem Sosialis (Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin
tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai Konsekuensinya, penguasaan
individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan
kepemilikan sosial.

Dalam sistem ekonomi sosialis-komunistis adalah kebalikannya, dimana sumber daya ekonomi
atau faktor produksi dikuasai sebagai milik negara. Suatu negara yang menganut sistem ekonomi
sosialis-komunis, menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan
memajukan perekonomian. Dalam sistem ini yang menonjol adalah kebersamaan, dimana semua
alat produksi adalah milik bersama (negara) dan didistribusikan untuk kepentingan bersama
sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

a.     Prinsip Dasar Ekonomi Sosialis

Dalam sistem ekonomi sosialisme mempunyai beberapa prinsip dasar sebagai berikut:

1.      Pemilikan Harta oleh Negara

Seluruh bentuk produksi dan sumber pendapatan menjadi milik masyarakat secara keseluruhan.
Hak individu untuk memiliki harta atau memanfaatkan produksi tidak diperbolehkan.

2.      Kesamaan Ekonomi

Sistem ekonomi sosialis menyatakan, (walaupun sulit ditemui disemua Negara komunis) bahwa
hak-hak individu dalam suatu bidang ekonomi ditentukan oelh prinsip kesamaan. Setiap individu
disediakan kebutuhan hidup menurut keperluan masing-masing.

3.      Disiplin Politik

Untuk mencapai tujuan diatas, keseluruhan Negara diletakkan dibawah peraturan kaum buruh,
yang mengambil alih semua aturan produksi dan distribusi. Kebebasan ekonomi serta hak
kepemilikan harta dihapus. Aturan yang diperlakukan sangat ketat untuk lebih menggefektifkan
praktek sosialisme. Hal ini yang menunjukkan tanpa adanya upaya yang lebih ketat mengatur
kehidupan rakyat, maka keberlangsungan system sosialis ini tidak akan berlaku ideal
sebagaimana dicita-citakan oleh Marx, Lenin dan Stalin.

b.      Ciri-ciri Sistem Ekonomi Sosisalis

1.       Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme)

 Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedangkan individu-individu fiksi


belaka. Dan tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
2.       Peran pemerintah sangat kuat

Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-
alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara

3.      Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi

Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat


sosialis) . Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme
(masyarakat kapitalis)

c.       Kelebihan Dan Kekurangan System Ekonomi Sosialis

Kelebihan :

1.      Pemerintah lebih mudah mengatasi inflasi, pengganguran dan masalah ekonomi lainnya.

2.      Pasar barang dalam negeri berjalan lancar.

3.      Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembuatan harga.

4.      Relative mudah melakukan distribusi pendapatan.

5.      Jarang terjadi krisis ekonomi.

6.      Relatif tidak ada jurang pemisah antara orang kaya dan miskin.

7.      Hasil produksi dapat dinikmati secara rata.Mudah melakukan pengendalian harga.

Kelemahan :

1.      Sistem ekonomi ini mematikan kreatifitas individu.

2.      Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.

3.      Kurangnya inisiatif masyarakat untuk meningkatkan kualitas kerja.


4.      Kepemilikan individu atas factor-faktor produksi tidak diketahui.

5.      Sulit melaksanakan transaksi.

6.      Membatasi kebebasan

7.      Mengabaikan pendidikan moral

d.      Negara-Negara Yang Memakai Sistem Perekonomian Sosialisme

1.      Korea Utara

2.       Kuba

3.      Vietnam

4.      RRC (sudah mulai mengendur)

5.      Polandia

6.      Rumania

7.      Rusia

3.   Sistem Ekonomi Campuran

Pengertian dari sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi dimana pemerintah dan
swasta (masyarakat) saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.  Sistem ekonomi
campuran merupakan kombinasi atau perpaduan dari kedua sistem ekonomi di atas (liberalisme
dan etatisme). Sistem ini mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang
berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis
tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan
lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.
Sistem ekonomi campuran mencoba mengkombinasikan kebaikan dari kedua sistem tersebut.
Diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan
pihak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan keinginan seperti ini, banyak
Negara yang memilih sistem ekonomi campuran ini.

a.      Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran

1.      Pemerintah sebagai pengendali dalam persaingan kegiatan ekonomi.

2.      Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

3.      Pemerintah menentukan berbagai macam kebijakan yang dianggap penting.

4.      Pemerintah memotivasi serta membimbing kepada sektor usaha dalam kegiatan ekonomi.

5.      Hak milik perorangan dan swasta diakui oleh pemerintah tapi penggunaannya tidak
bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

b.      Karakteristik Sistem Ekonomi Indonesia

1.      Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.

2.      Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan-


kebijaksanaan di bidang ekonomi.

3.      Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi


yang ditetapkan pemerintah.

4.      Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan
kepentingan umum.

5.      Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.

6.      Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.


c.       Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Kelebihan :

1.      Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah lebih diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

2.      Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah, dengan swasta cenderung


menguntungkan semua pihak.

3.      Kegiatan usaha pihak swasta terikat pada peraturan yang dibuat pemerintah.

4.      Pemakaian tenaga kerja pada umumnya disesuaikan dengan syarat-syarat perburuhan.

5.      Penetapan harga lebih terkendali.

6.      Hak perorangan secara nyata diakui.

Kekurangan :

1.      Beban pemerintah lebih berat daripada swasta dalam melakukan kegiatan ekonomi.

2.      Sektor produksi yang lebih menguntungkan dikelola oleh pemerintah sehingga swasta
kurang dapat memaksimalkan keuntungan dalam kegiatan usahanya.

3.      Adanya anggapan bahwa karyawan yang bekerja pada pemerintah statusnya lebih tinggi
daripada pegawai di swasta.
BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwasanya semua system
ekonomi itu bagus. Semua system ekonomi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-
masing. Akan tetapi jika kita lihat ke belakang lagi sebuah system itu sangat diperlukan, karena
hanya dengan sebuah system dan perencanaan sesuatu yang kita rencanakan akan berjalan
dengan baik.

B.     Kritik dan Saran

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam
makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah
ini. Penulis banyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun
kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan –
kesempatan berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA
http://kinanzahirah.wordpress.com/2012/05/23/perbedaan-sistem-ekonomisosialis-kapitalis-dan-
islam/

http://rifdoisme.wordpress.com/2013/03/04/perbandingan-sistem-ekonomi-bagian-i/ 13

 
Rayi Kinasih. (2011).
Pengertian sistem ekonomi menurut para ahli besertamacam-macam sistem ekonomi

.http://rarayiyikinasihsblog.blogspot.com/2011/03/pengertian-sistem-ekonomi-menurut-
para.html. diakses pada 14 September 2011