Anda di halaman 1dari 5

PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU

Pada hari ini, , yang bertandatangan dibawah ini:

1. Lulytha Adhani yang berkedudukan sebagai Direktur Amoibe Coffee and Friends yang
beralamat di Jalan Kemang Timur Raya 90 C
2. Nama :
Tanggal Lahir :
No. KTP :
Jenis Kelamin :
Alamat :

Para pihak telah sepakat dan setuju untuk membuat dan menandatangani Perjanjian Kerja Waktu
Tertentu (untuk selanjutnya disebut ‘PKWT’) dengan syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. JABATAN & UPAH


Tanggal mulai bekerja :
Jabatan :
Upah per bulan
- Gaji Pokok :
- Uang Makan :
- TOTAL :

Service Charge :

2. JANGKA WAKTU PKWT DAN SANKSI


2.1 Perjanjian PKWT ini berlaku untuk jangka waktu (tiga) bulan efektif terhitung sejak
tanggal ……………………….sampai dengan tanggal ………………………….
2.2 Jangka waktu diatas tidak mengurangi hak pihak Pertama untuk memutuskan PKWT
ini sewaktu-waktu apabila Pihak kedua melalaikan kewajibannya menurut ketentuan
- ketentuan dalam PKWT ini, sehingga menyebabkan kerugian bagi Pihak Pertama.
2.3 Terhadap Pihak Kedua yang telah mengajukan pengunduran diri (resign) sebelum
melewati masa kerja minimal 3 bulan dalam PKWT ini, maka Pihak Kedua wajib
membayar sisa kontrak (bulan yang tersisa) yang belum dijalaninya.
3. SIFAT PEKERJAAN
3.1 Pihak Kedua bertanggung jawab untuk melakukan pekerjaannya sebagai:
………………………………., Sesuai dengan peraturan dan prosedur dari Pihak Pertama.
3.2 Pihak Kedua memahami bahwa sebagai………………………, pekerjaan di Café meliputi:
Proses persiapan harian operasional Café (untuk shift 1), proses tutup harian
operasional café (untuk shift 2), bertanggung jawab atas penjadwalan pekerjaan
Cook Helper dan Waiter, mengontrol stok untuk proses order kembali ke Vendor,
pembuatan minuman, menyiapkan makanan yang terpajang (dijual pada area Bar:
cake, kue kecil, roti, dsb) tidak terbatas pada menjaga kebersihan area Café.

4. JAM KERJA
4.1 Pihak Kedua harus bekerja secara shift dengan sebanyak 5 hari kerja (sesuai dengan
shift bekerja), hari Sabtu masuk (sesuai dengan shift bekerja), dengan 2 hari off.
4.1.1 Shift 1: 07.00 – 16.00
4.1.2 Shift 2: 14.00 – 22.00
4.2 Pihak Kedua mungkin dibutuhkan untuk bekerja lebih lama dari jadwal kerja yang
telah ditentukan diatas, untuk itu Pihak Kedua memahami , setuju dan tunduk pada
perintah Pihak Pertama atau kebijakan Pihak Pertama untuk melakukan pekerjaan
diluar jadwal kerja yang telah ditentukan.

5. PEMBAYARAN GAJI / UPAH


5.1 Gaji akan dibayarkan atas hari-hari kerja yang telah dijalani oleh Pihak Kedua melalui
Bank, setiap tanggal 28 (dua puluh delapan) pada setiap bulannya.
5.2 Service Charge akan dibayarkan secara Tunai setiap tanggal 15 (lima belas) pada
setiap bulannya.
5.3 Pihak Kedua mengajukan pengunduran diri secara tertulis selambat – lambatnya 30
(tiga puluh) hari sebelum tanggal pengunduran diri tersebut.
5.4 Dengan ini Pihak Kedua sepakat bahwa dalam hal poin 5.3 tersebut dilanggar, maka
gaji Pihak Kedua akan dibayarkan secara proporsional (sesuai dengan jumlah hari
kerja yang sudah dijalani), setelah dinyatakan selesai dengan tanggung jawab dan
proses administrasi.

6. CUTI TAHUNAN DENGAN UPAH


6.1 Cuti Tahunan dimaksudkan untuk memberi peluang bagi Pihak Kedua untuk berlibur
diluar tempat kerja, Pihak Kedua berhak atas Cuti Tahunan dua belas (12) hari
kalender dengan upah.
6.2 Dengan persetujuan tertulis dimuka dari Pihak Pertama, Pihak Kedua dapat
mengambil Cuti Tahunan tersebut, setelah Pihak Kedua bekerja selama dua belas
(12) bulan berturut-turut.
7. TUNJANGAN HARI RAYA / KEAGAMAAN
7.1 Tiap tahun pada tanggal yang ditentukan oleh Pihak Pertama, Pihak Kedua yang
masa kerja dua belas (12) bulan atau lebih akan diberikan Tunjangan Hari Raya
Keagamaan sebesar 1x Gaji Pokok.
7.2 Mereka yang masa kerjanya lebih dari tiga (3) bulan tetapi kurang dari dua belas (12)
bulan akan dibayarkan secara prorate.

8. KEWAJIBAN PEKERJA DAN TINDAK DISIPLIN


8.1 Pihak Kedua wajib untuk menyerahkan Fotokopi KTP, Fotokopi Kartu Keluarga, dan
Ijazah pendidikan terakhirnya (asli) kepada Pihak Pertama.
8.2 Pihak Pertama berhak menerapkan sanksi disiplin kepada Pihak Kedua yang
mengarah kepada pemutusan hubungan kerja. Pihak Pertama berhak menentukan
penilaian atas tingkat keseriusan pelanggaran dan bobot sanksi yang dikenakan.
8.3 Tindakan disiplin dapat disusun untuk mencapai tujuan berikut:
a) Mengamankan investasi dan asset Pihak Pertama, serta memastikan agar
kegiatan bisnis Pihak Pertama berlangsung efektik dan efisien.
b) Menciptakan suasana lingkungan kerja yang kondusif.

9. LARANGAN – LARANGAN BAGI PIHAK KEDUA


9.1 Ternyata terbukti memberikan kesaksian atau keterangan palsu dalam wawancara,
pengisian formulir lamaran dan lain-lain pada waktu penerimaan menjadi pekerja.
9.2 Mangkir 5 (lima) hari berturut-turut dana tau 6 (enam) hari tidak berurutan dalam
waktu 1 bulan.
9.3 Dengan sengaja atau karena lalai mengakibatkan dirinya tidak menjalankan
pekerjaan yang diberikan kepadanya sesuai dengan target kerja.
9.4 Mencuri atau mengambil barang milik pelanggan / customer saat menjalankan tugas
dan pekerjaan.
9.5 Dengan sengaja merusak asset milik Pihak Pertama, pelanggan atau pekerjaan
lainnya.
9.6 Menggunakan / menggelapkan uang atau barang milik Pihak Pertama.
9.7 Menghubungi rekanan Pihak Pertama (supplier,vendor,dll) untuk meminta uang
komisi, barang atau hal lainnya secara gratis tanpa ijin tertulis dari Pihak Pertama.
9.8 Melakukan pelanggaran ketentuan mengenai bekerja rangkap yang mana, tidak
diperbolehkan melakukan pekerjaan lain baik dengan imbalan atau tidak atau
menjadi konsultan/penasihat dari Pihak Lain tanpa persetujuan tertulis dari Pihak
Pertama.
9.9 Melakukan pelanggaran ketentuan mengenai keselamatan kerja.
9.10 Menyalahgunakan tanggung jawab dan kedudukannya, antara lain menerima suap
dari pihak manapun untuk keuntungan pribadi.
9.11 Memberikan keterangan palsu untuk keuntungan diri sendiri atau untuk
kepentingan orang lain, sehingga menyebabkan kerugian bagi Pihak Pertama.
9.12 Pemakaian atau penyalahgunaan asset Pihak Pertama tanpa seijin Pihak Pertama
9.13 Pemalsuan atau merubah catatan tugas, laporan, dokumen termasuk tetapi tidak
terbatas pada surat keterangan dokter, tanda tangan dan surat-surat lainnya.
9.14 Berkelahi secara fisik baik terhadap rekan kerja, pelanggan maupun pihak lainnya
dalam lingkungan kerja yang ada kaitannya dengan pekerjaan ataupun tidak ada
kaitannya dengan pekerjaan.
9.15 Melakukan pekerjaan yang menyimpang dari standar kualitas yang diterapkan oleh
Pihak Pertama sehingga menyebabkan kerugian Pihak Pertama.

10. KERAHASIAAN
10.1 Pihak kedua tidak boleh memberitahukan, menyimpan atau membuat duplikat
kepada siapapun, baik perorang maupun Perusahaan, segala sesuatu yang bersifat
rahasia menyangkut : rahasia resep, rahasia dagang, transaksi keuangan ( termasuk
data pelayanan / customers dan data – data lain ) atau kegiatan pihak pertama.

11. PEMUTUSAN PKWT


11.1 Pihak pertama dan pihak kedua dapat memperpanjang jangka waktu berlakunya
PKWT ini (1) satu kali untuk jangka waktu yang akan disepakati bersama oleh kedua
belah pihak di kemudian hari
11.2 Perpanjangan jangka waktu PKWT ini oleh Pihak pertama hanya dimungkinkan
apabila Pihak kedua telah menunjukan disiplin kerja yang memuaskan.

12. PEMUTUSAN PKWT


12.1 Pihak pertama dapat memutuskan PKWT ini secara sepihak, tanpa pemberitahuan
apabila Pihak kedua melanggar ketentuan – ketentuan yang disebutkan dalam pasal
9 mengenai larangan – larangan bagi pihak kedua, pasal 10 mengenal kerahasiaan
dalam PKWT ini serta tidk mampu menunjukan disiplin kerja yang memuaskan Pihak
pertama berdasarkan penilaian objektif dari atasan langsung.
12.2 Pemutusan PKWT sebagaimana dimaksud atas tidak mewajibkan Pihak pertama
untuk mengajukan permohonan ijin pemutusan PKWT.
12.3 Pihak kedua tidak dapat menuntut Pihak pertama berupa uang pesangon atau ganti
kerugian apapun nama dan jenisnya, sebagaimana akibat dari pemutusan PKWT,
kecuali hal atas gaji pada bulan yang berjalan.

13. PENYELESAIAN PERSELISIHAN


13.1 Semua perselisihan yang timbul sehubung dengan berlakunya PKWT ini akan di
selesaikan secara musyawarah oleh para pihak.
13.2 Apabila musyawarah yang di maksud tidak mencapai kata sepakat, maka
perselisihan akan diselesaikan melalui jalur hukum.
14. PERNYATAAN TUNDUK
14.1 Pihak kedua dengan ini menyatakan telat memahami serta menyetujui sepenuhnya
ketentuan – ketentuan dalam PKWT ini dan menyatakan bersedia untuk
melaksanakan bersedia untuk melaksanakan dengan sungguh – sungguh dan penuh
tanggung jawab.
14.2 Pengangkatan dan pemberhentian Pihak kedua merupakan hal prerogative Pihak
pertama dan Pihak kedua tidak dapat dan tidak berhal untuk mempengaruhi Pihak
pertama dengan cara apapun.

Demikian PKWT ini dibuat dan ditandatangani atas kehendak bebas para PIhak dalam
rangkap dua di kertas materai cukup

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

( Lulytha Adhani ) ( )