Anda di halaman 1dari 9

Diskusi Kasus

TINEA KORPORIS

Oleh:
Muhammad Fadill Akbar, S.Ked
04054822022199

Pembimbing:
dr. Mutia Devi, Sp.KK, FINSDV

BAGIAN / KSM DERMATOLOGI DAN VENEREOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
RSUP DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG
2020
HALAMAN PENGESAHAN

Diskusi Kasus

TINEA KORPORIS

Oleh:

Muhammad Fadill Akbar S.Ked


04054822022199

Telah diterima dan disetujui sebagai salah satu syarat dalam


mengikuti ujian kepaniteraan klinik senior di Bagian/KSM Dermatologi
dan Venereologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Rumah Sakit
Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode 24 Februari – 30 Maret 2019.

Palembang, Maret 2019

dr. Mutia Devi, Sp.KK, FINSDV


STATUS PASIEN

IDENTIFIKASI
Nama ꞉ Febri Yanti
Usia : 18 tahun
Jenis kelamin ꞉ Perempuan
Status ꞉ Belum Menikah
Agama ꞉ Islam
Pekerjaan ꞉ Siswa
Pendidikan : SMK
Suku ꞉ Sumatera
Alamat ꞉ Jl. Komplek Sosial
MRS ꞉ 3 Maret 2020
Nomor Rekmed ꞉ 0001164864
Kunjungan pertama ke poliklinik Dermatologi dan Venereologi RSMH
Palembang hari Selasa 3 Maret 2020 pukul 14.00 WIB.

ANAMNESIS (Autoanamnesis tanggal 3 Maret 2020 pukul 14.00 WIB)


Keluhan Utama ꞉ Timbul bercak merah di lengan atas dan tungkai bawah
sebelah kanan sejak 4 bulan lalu.

Keluhan Tambahan : Gatal dan perih jika digaruk terlalu kuat.

Riwayat Perjalanan Penyakit :


Kisaran 3 bulan yang lalu, timbul bercak kemerahan disertai gatal pada
bagian lengan atas sebelah kanan. Rasa gatal semakin parah terutama saat
berkeringat atau terkena air. Pasien hanya menggaruk untuk mengurangi rasa
gatal. Pasien tidak berobat.
Kisaran 1 bulan yang lalu, bercak merah semakin meninggi dan timbul lesi
baru pada tungkai bawah sebelah kanan. Pasien sering menggaruk lesi hingga
timbul lecet. Pasien membeli obat kalpanax ® dan dioles 2 x sehari pada bercak
merah selama 3 hari. Keluhan bercak merah tidak berkurang.
3 hari yang lalu, bercak merah semakin meluas dan bertambah gatal. Pasien
mengeluh rasa gatal makin memberat terutama saat terkena keringat. Kemudian
pasien berobat ke Poliklinik Dermatologi dan Venereologi RSMH.
Riwayat Penyakit Dahulu
 Riwayat keluhan kulit serupa sebelumnya (+) pada bagian sela paha.
Namun keluhan sudah menghilang dan menyisakan bercak cokelat.

Riwayat Penyakit Keluarga


 Riwayat keluhan kulit yang sama juga dialami oleh adik dan keponakan
yang tinggal dalam satu rumah yang sama.

Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien tinggal bersama nenek, paman, bibi, keponakan dan 2 adik. Pasien masih
sekolah tahap SMK.
Kesan: Sosial ekonomi menengah

I. Pemeriksaan Fisik (tanggal 3 Maret 2020, pukul 14.15 WIB)


Status Generalikus
Keadaan Umum : Tampak sakit ringan
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 75 x/menit
Pernapasan : 22 x/menit
Suhu Badan : 36,5º C
Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 54 kg
IMT : 21,09
Kesan : normoweight

Keadaan spesifik
Kepala : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Leher : JVP (5-2) cmH2O

Thorax
Pulmo : Vesikuler (+/+) normal, wheezing (-/-), rhonki (-/-)
Cor : BJ I & II (+) normal, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : datar, lemas, bising usus (+), nyeri tekan (-)
Ekstremitas : edema (-/-), akral hangat
Kelenjar getah bening: tidak didapatkan pembesaan pada inspeksi dan palpasi
KGB regio submandibula, colli, retroauricular,
preauricular, axilla.
Genitalia : Tidak dilakukan

Status Dermatologikus
Regio antebrachii dextra et cruris dextra
- Plak eritem, multipel, numular-plakat, polisiklik ditutupi skuama putih halus
- Erosi-ekskoriasi, multipel, ireguler, dasar eritema, kulit sekitar normal,
sebagian ditutupi krusta coklat, sulit dilepaskan

II. Pemeriksaan Penunjang


a. Pemeriksaan KOH 10%
Dilakukan pengerokan kulit pada lesi di regio antebrachii dan kruris dekstra
kemudian dilakukan penambahan larutan KOH 10% dan diperiksa menggunakan
mikroskop pembesaran okuler 10x dan objektif 40x. Hasil: pada regio antebrachii
dan kruris dekstra ditemukan hifa panjang bersekat.

Hifa panjang
bersekat

Gambar 1. Hasil pemeriksaan KOH 10% dibawah mikroskop

III. Resume
Nn.F, 18 tahun, datang ke Poliklinik DV RSMH dengan keluhan timbul
bercak merah di lengan atas dan tungkai bawah sebelah kanan sejak 4 bulan lalu.
Kisaran 4 bulan yang lalu, timbul bercak kemerahan disertai gatal pada
bagian lengan atas sebelah kanan. Pasien hanya menggaruk untuk mengurangi
rasa gatal. 2 bulan berselang, timbul bercak gatal yang sama pada tungkai bawah
sebelah kanan juga disertai rasa gatal. Lalu, pasien membeli obat kalpanax ® dan
dioleskan pada kulit untuk mengurangi rasa gatal. Sejak saat itu pasien merasa
keluhan berkurang. Kisaran 1 minggu yang lalu, rasa gatal makin bertambah dan
pasien sering menggaruk hingga kulit lecet dan terkelupas. Pasien mengeluh rasa
gatal makin memberat terutama saat terkena keringat.
Pada pemeriksaan dermatologikus regio antebrachii dextra et cruris dextra
terdapat plak eritem, multipel, numular-plakat, polisiklik ditutupi skuama putih
halus dan erosi-ekskoriasi, multipel, ireguler, dasar eritema, kulit sekitar normal,
sebagian ditutupi krusta coklat, sulit dilepaskan.
Pemeriksaan pemeriksaan KOH 10% dari kerokan pinggir lesi regio
antebrachii dan kruris dextra ditemukan hifa panjang bersekat.

IV. Diagnosis Banding


1. Tinea Korporis
2. Dermatitis Numularis

V. Diagnosis Kerja
Tinea Korporis

VI. Pemeriksaan Anjuran


Biakan media agar Sabouraud

VII. Tatalaksana
a. Umum:
- Menjelaskan kepada pasien penyakit disebabkan oleh jamur dan dapat
menular apabila bersentuhan langsung dengan kulit yang sakit maupun
barang-barang yang pernah dipakai.
- Menjelaskan kepada pasien untuk mandi 2 kali sehari, mengganti pakaian
dan tidak memakai pakaian yang terlalu ketat.
- Menjelaskan kepada pasien untuk sering mengganti pakaian dalam
terutama saat berkeringat.
- Menjelaskan kepada pasien untuk tidak menggunakan pakaian atau
handuk bersama dengan orang lain.
- Menjelaskan kepada pasien untuk patuh dalam menjalankan pengobatan.

b. Khusus
Topikal:
- Krim ketokonazol 2%, dioleskan pada bercak merah 2 x sehari selama 2
pekan.
Sistemik :
- Tablet cetirizine 1 x 10 mg/hari/oral

VIII. Prognosis
Quo ad vitam : bonam
Quo ad fungtionam : bonam
Quo ad sanationam : dubia ad bonam

LAMPIRAN
Gambar 2. Ekstrimitas Superior Posterior Gambar 3. Ekstrimitas Superior Anterior

Gambar 4. Ekstrimitas Inferior Anterior Gambar 5. Ekstrimitas Inferior Posterior


Gambar 6. Lesi di regio antebrachii dekstra Gambar 7. Lesi di regio cruris dekstra