Anda di halaman 1dari 20

MATERI ESENSIAL UJIAN SEKOLAH 2020

SEJARAH INDONESIA

1. Konsep Diakronis-Sinkronis
Diakronis Sinkronis

Waktu meluas, ruang menyempit Ruang meluas, waktu menyempit

Peristiwa berdimensi waktu Peristiwa berdimensi ruang

Menjelaskan keterkaitan antarwaktu Menjelaskan peristiwa antarruang

Peristiwa terjadi karena peristiwa Peristiwa terjadi karena peristiwa di


sebelumnya tempat lain
Memiliki sifat perbandingan Tidak memiliki sifat perbandingan

2. Proses Penelitian Sejarah


a. Heuristik: Pengumpulan bahan penelitian
b. Verifikasi: Pengecekan keabsahan/keaslian bahan
c. Interpretasi: Penelitian bahan
d. Historiografi: Penulisan hasil penelitian

3. Periodisasi, Kronologi, dan Kronik Sejarah


a. Periodisasi : Tingkat perkembangan dalam sejarah berdasarkan waktu
(pembabakan masa)
Contoh: Era Revolusi Kemerdekaan, Era Orde Lama, Era Orde Baru, Era
Reformasi
b. Kronologi: Mengklasifikasi/menyusun secara urut berdasarkan waktu kejadian
dari peristiwa sejarah
c. Kronik: Kumpulan tulisan/catatan-catatan seseorang secara kronologis

4. Perubahan dan Keberlanjutan (soal aplikatif)


Perubahan: Apa yang berganti di selang perbedaan ruang dan waktu
Keberlanjutan: Apa yag tetap di selang perbedaan uang dan waktu

Objeknya bisa konkret (benda, tulisan) / abstrak (system, ideologi)

5. Asal-Usul Bangsa Indonesia


Menurut Prof. Dr. H. Kern

• Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari satu rumpun yang sama yaitu
bahwa Austronesia (Asia). Yang terbagi dalam 2 suku :
1. Proto Melayu (tua) -> Jalur Barat dan Timur
yang mewarisi kebudayaan Paleolithikum (Bacson-Hoabinh). Suku bangsa
Indonesia yang termasuk anak ketrunan ini adalah suku Dayak dan Toraja.
2. Deutro Melayu (muda) -> Jalur Barat
Yang mewarisi kebudayaan Perunggu (Dongson). Suku bangsa Indonesia
yang termasuk keturunan ini adalah suku Jawa, Melayu dan Bugis.

6. Teori Asal-Usul Bangsa Indonesia


a. Teori Out of Africa
Bahwa Bangsa Indonesia berasal dari Africa

b. Teori Out of Yunan


 Dikemukakan oleh Drs. Moh. Ali
 Bahwa Bangsa Indonesia berasal dari Yunan, China Selatan karena
persamaan linguistic/bahasa dan teknologi
 Bukti: Adanya persamaan kapak tua di Yunan dan di Indonesia

c. Teori Out of Taiwan


Bukti: Keseluruhan Bahasa yang digunakan suku-suku di Indonesia memiliki
rumpun yang sama yaitu Austronesia (Persamaan Linguistik dengan Taiwan)

d. Teori Nusantara
 Dikemukakan oleh Moh. Yamin
 Bahwa Bangsa Indonesia tidak berasal dari luar, tetapi dari bangsa
Indonesia sendiri
 Nenek moyang bangsa Indonesia adalah Homo wajakensis dan Homo
soloensis
 Bangsa Melayu merupakan Bangsa yang berkebudayaan tinggi yang
berasal dari kebudayaan sebelumnya

7. Pembabakan Masa Praaksara


Masa Palaeothikum: Hasil budaya berupa artefak batu yang masih kasar belum
diasah. Contoh: kapak genggam, kapak perimbas
Masa Mesolithikum: Hasil budayanya adalah Kjokken moddinger (sampah-sampah
dapur dan Abris Souce Rouche (Ceruk/ gua sebagai tempat tinggal manusia
praaksara)
Masa Megalithikum: Peninggalan budayanya adalah
a. Pandhusa / Kubur Batu
Benda ini berbentuk meja batu dengan bagian kaki tertutup rapat yang dipergunakan
sebagai kuburan.
b. Sarkofagus
Benda ini berbentuk batu utuh yang ada tutupnya yang dipergunakan untuk keranda mayat.
c. Punden Berundak
Benda ini berbentuk batu bertumpuk yang dipergunakan untuk alat dan tempat pemujaan.
d. Arca
Benda ini berbentuk patung, baik itu patung hewan dan patung manusia.
e. Menhir
Benda ini berbentuk tugu atau tiang-tiang batu yang dipergunakan sebagai tempat
pemujaan.
f. Dolmen.
Benda ini terbuat dari batu yang berbentuk meja yang dipergunakan untuk tempat sesajen.
Masa Neolithikum: Hasil budayanya berupa alat dari batu yang sudah diasah halus.
Contoh: Beliung persegi, kapak penetak, kapak persegi, kapak lonjong

8. Teori Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia


Teori Brahmana: Bahwa agama Hindu-Budha dibawa ke Indonesia dibawa oleh para
pendeta. Bukti: Bahasa yg berkembang di Indoneisa adalah Bahasa Sansekerta,
bahasanya para Brahmana.
Teori Kesatria: Bahwa Hindu-Budha masuk ke Indonesia dibawa oleh para
bangsawan/kesatria.
Teori Waisya : Bahwa Hindu-Budha masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang
Teori arus Balik: Bahwa agama dan budaya Hindu-Budha masuk ke Indonesiaa
memang dibawa oleh orang para pemuda Indonesia yang sengaja dikirim ke India
untuk menimba ilmu disana. Bukti: adanya prasasti Nalanda di India.

9. Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia


Kerajaan Kutai berdiri abad 4-5M, raja terkenal Mulawarman
Kerajaan Tarumanegara abad 5 M, raja: Purnawarman
Kerajaan Kalingga abad 5 M, raja: ratu Shinta
Kerajaan Mataram tahun 734 M: raja Sanjaya, Rakai Pikatan
Kerajaan Sriwijaya tahun 992 M: Raja Balaputradewa
Kerajaan Majapahit tanggal 10 Nonember 1293, raja terkenal Hayam Wuruk, patih
terkenal Gadjah Mada
AKULTURASI:
Pengaruh Hindu budha di Indonesia tampak di berbagai bidang:
Bidang seni dan budaya :Adanya Bangunan Candi, pertunjukan wayang, batu nisan,
dll
Dalam bidang pemerintahan/kepemimpinan: sebelum Hindu Budha masuk,
kepemimpinan suatu kaum/kelompok berdasarkan primus inter pares.Setelah
Budaya Hindu-Budha masuk, muncullah system kerajaan dimana pimpinan
berdasarkan keturunan. Maka munculnya istilah kultus dewa raja.

10. Teori Masuknya Agama dan Kebudayaan Islam


 Teori Gujarat (Snouck Hurgronje), bahwa Islam di Indonesia berasal dari
Gujarat pada abad 13.
Bukti:adanya kesamaan batu nisan Sultan Malik As-Shaleh dengan batu nisan
di Gujarat yang berangka tahun 1297.
 Teori Persia (Hoesein Djojodiningrat), bahwa Islam yg masuk ke Nusantara
abad 13 berasal dari Persia.
Bukti: Adanya peringatan 10 Syuro di Tabuik/Sumatera Selatan sama degan
tradisi syiah di Iran.
 Teori Mekkah (Hamka), bahwa Islam masuk ke Nusantara langsung dari
sumbernya (mekkah)pada abad ke-7 M.
Bukti: Pada tahun 674 sudah terdapat perkampungan Islam (Borus) di
Sumatera Selatan.

11. Kerajaan Islam di Indonesia


Kenyataan bahwa kesultanan-kesultanan Islam Nusantara selalu berawal dari
wilayah-wilayah pesisir menjelaskan kuatnya penyebaran Islam melalui saluran
perdagangan. Perkembangan agama dan budaya Islam yang begitu pesat pada awal
masuknya, tidak lepas dari peran para Walisongo. Adapun Kesultanan Islam yang
pernah berdiri di Indonesia antara lain:
a. Samudera Pasai (Sultan Malik As Shaleh)
b. Goa-Tallo/Makasar (Sultan Hasanuddin)
c. Ternate-Tidore (Sultan Baabullah, Sultan Harun)
d. Aceh (Sultan Iskandar Muda)
e. Demak( Sultan Trenggono)
f. Mataram Islam (Sultan Agung Hanyokrokusumo)

AKULTURASI:
Masuknya Islam di Indonesia meninggalkan pengaruh dan akulturasi di beberapa
bidang kehidupan.
Bidang Pemerintahan: raja yang tadinya dianggap keturunan dewa (kultus dewa raja)
di ganti degan pemahaman bahwa Raja adalah khalifatulloh.
Bidang arsitek : Munculnya bangunan masjid beratap tumpang (akulturasi budaya asli
Nusantara, Hindu-Budha, dan Islam)
Bidang budaya: Munculnya tarian bercorak Islam, munculnya kalender Jawa (cipataan
Sultan Agung) yang merupakan akulturasi antara Islam, Hindu-Budha dan Jawa.

12. Masuk dan berkembangnya bangsa Eropa di Nusantara


Faktor yang mendorong Bangsa Barat melaksanakan penjelajahan Samudera:
Faktor pemicu : Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Turki 1453 yang menyebabkan
mahalnya harga rempah di Eropa.
Faktor Pendorong:
-Ditemukannya kompas
-Semangat Reconquesta
-kemajuan teknologi
Faktor utama:
Mencari gold, gospel, dan glory

Untuk mencegah terjadinya perebutan wilayah kekuasaan, maka diawal penjelajahan


Samudera, dibawah Vatikan, negara Portugis dan Spanyol mengadakan sebuah
perjanjian arah pejelajahan samudera yang dikenal dengan nama Perjanjian
Thordesillas.

Di akhir penjelajahan samudera, di daerah Nusantara, tepatnya di daerah Maluku,


kedua negara tersebut akhirnya tetap berebut wilayah penguasaan. Maka di
selesaikan oleh Vatikan melalui perjanjian Saragosa.

Penguasaan Belanda atas Indonesia diawali dengan pendirian VOC pada tahun 1602.
Usaha keras Belanda untuk menyatukan Nusantara dibawah kekuasaan kerajaan
Belanda merupakan tujuan dari Pax Netherlandica.

13. Perlawanan terhadap Bangsa Eropa


Penindasan yang dilakukan bangsa Belanda di tanah jajahan Hindia Belanda telah
mendorong munculnya berbagai perlawanan daerah. Diantaranya adalah Perlawanan
rakyat Aceh, Perang Padri, Perang Diponegoro(perang Jawa), Perang Bali, dll.

Sebab umum dari perlawanan tersebut sama, karena adanya penindasan terhadap
rakyat. Pemicu dari perlawanan tergantung pada sebab khusus dari masing-masing
daerah. Perang Diponegoro misalnya, kasus khusus/kasus beli perang disebabkan
karena pemasangan patok-patok milik Belanda yang melewati makam leluhur
Diponegoro. Ini dianggap penghinaan, maka meletuslah perang Jawa.

Perang Bali disebabkan oleh adanya hak tawan karang yang dilanggar oleh Belanda.
Perang Padri disebabkan ikut campurnya Belanda dalam urusan agama dan adat
disana.

14. Dampak Poleksosbud Penjajahan Bangsa Eropa


Dampak kolonialisme dan imperialisme Barat di Indonesia tampak di berbagai
bidang. Dalam seni bangunan munculnya bangunan-bangunan besar milik
pemerintahan model barat. Dalam bidang ekonomi: mulai dikenalnya dunia
perbankan. Bidang pendidikan, mulai dikenalnya system pendidikan formal. Bidang
budaya memunculkan budaya pakaian model barat. Dalam bidang social
memunculkan istilah mentalitas inlander. Mental inilah yang harus dikikis dari para
generasi muda saat ini.

15. Masuknya Jepang ke Indonesia


Langkah awal yang dilakukan Jepang pada Perang Dunia ke-2 untuk menguasai
wilayah Asia-Pasifik adalah dengan menyerang pangkalan militer milik AS di Pearl
Harbour. Hal ini dilakukan karena AS dianggap sebagai negara pertama yang akan
meghalangi jalan mulus Jepang dalam menguasai Asia.

Ketika Jepang berhasil menguasai Indonesia, langkah awal yang dilakukannya adalah
dengan mengenalkan propaganda 3 Auntuk menarik simpati rakyat Indonesia. Karena
dirasa propaganda ini tidak berhasil maka kemudian digantikan dengan organisasi
PUTERA dengan pimpinan para tokoh Indonesia.

Organisasi semi militer bentukan Jepang diantaranya:


Putera, Seinendan, Keibondan, dan Hizbullah
Organisasi militer yang dibetuk adalah: PETA dan HEIHO.
Organisasi PETA yang dibentuk Jepang dengan tujuan awal untuk membentuk
pertahanan di garis belakang ternyata kedepannya sangat bermanfaat bagi para
pemuda Indonesia karena mendapatkan pengetahuan militer.

Penjajahan Jepang di Indonesia selama 3,5 tahun meyisakan penderitaan besar bagi
rakyat Indonesia. Penguasaan ini diakhiri setelah dua kota Jepang yaitu Hiroshima
dan Nagasaki dijatuhi bom oleh sekutu.

16. Peristiwa sekitar proklamasi


Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 :
a. Jepang menyerah kepada Sekutu
Pengeboman Kota Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika mengakibatkan Jepang
kehilangan kekuatan, sehingga Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal
14 Agustus 1945.

b. Peristiwa Rengasdengklok
Peristiwa Rengasdengklok terjadi karena terdapat perbedaan pendapat antara golongan
tua dengan golongan muda tentang pelaksanaan proklamasi. kemudian, Pada tanggal 16
Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno dibawa pemuda ke
Rengasdengklok, kota kawedanan di pantai utara Kabupaten Karawang, tempat
kedudukan cudan (kompi) tentara Peta.

Tujuan peristiwa ini dilatarbelakangi oleh keinginan pemuda yang mendesak golongan
tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.
Pemuda membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok agar tidak
terpengaruh oleh Jepang. Setelah melalui perdebatan dan di tengah-tengahi Ahmad
Soebardjo, menjelang malam hari, kedua tokoh itu akhirnya kembali ke Jakarta.

c. Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Pelaksanaan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan pada hari Jum’at
tanggal 17 Agustus 1945. di halaman rumah Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56
Jakarta pada pagi hari pukul 10.00 WIB.

d. Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945


berita proklamasi disebarluaskan secara cepat oleh segala lapisan masyarakat. pemuda
juga menyebar pamflet, mengadakan pertemuan, menulis pada tembok-tembok.Berita
proklamasi kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui beberapa surat kabar.

Sambutan Rakyat di Berbagai Daerah terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.


e. Rapat Raksasa di Lapangan lkada
yang bertujuan : untuk membulatkan tekad menyambut kemerdekaan. Dilaksanakan di
Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945.

17. Perjuangan Mempertahankan NKRI Pasca Kemerdekaan


Kekalahan Jepang atas Sekutu, mejadikan Indonesia sebagai wilayah dengan status
Quo meurut sekutu. Maka masuklah pasukan sekutu (AFNEI) yang ternyata
diboncengi oleh NICA setelah dengan diam-diam melakukan perjanjian Civil Affairs
Agreement “ di London, tanggal, 24 Agustus 1945.
Tidak terima degan kondisi ini, maka rakyat Indonesia melakukan perlawanan untuk
mempertahankan kemerdekaan yang sudah diproklamasikan pada tanggal 17 agustus
1945.
Terjadilah perang Palagan Ambarawa, Pertempuran Surabaya, Bandung Lautan Api,
Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta, dll.

18. Strategi Diplomasi Mempertahankan Kemerdekaan


Perjanjian linggarjati (10 Nov 46) hasil : belanda mengakui scr de facto Jawa,
Sumatra, dan Madura ; RI dan belanda membentuk RIS ; RI dan Belanda
membentuk Uni Indo-Belanda
Perundingan Renville (8 Des 47 – 17 Jan 48) hasil : pemberhentian tembak
menembak ; daerah2 di belakang garis van mook harus dikosongkan dr tentara
Indonesia ; belanda membentuk negara federal ; dibentuk uni indo-belanda.
KMB (den hag, 23 Agt 49 – 2 Nov 49) hasil : Belanda mengakui RIS, masalah Irian
barat diselesaikan tahun depan, RIS harus membayar utang belanda ; RIS
mengembalikan perusahaan2 Indo.

19. Pemberontakan Disintegrasi Bangsa


A.PKI MADIUN 1948
* Terjadi pada tanggal : 18 September 1948
* Tokoh : Muso dan Amir Syarifuddin
* Sebab- sebab : 1. Pada awal pemerintahannya Amir Syarifuddin
berniat mendirikan negara komunis.Hal ini dibuktikan dengan adanya
pendidikan politik bagi TNI.
2. Ketidakpuasan terhadap hasil Renville, dimana
pada saat itu kabinetnya adalah kabinet Hatta. Amir Syarifuddin kemudian
melakukan oposisi,dan membentuk FDR ( Front Demokrasi Rakyat ).
3. Muso bergabung dengan FDR membuat
beberapa kebijakan yang pada intinya mendukung ide- ide komunis
diterapkan di Indonesia.Puncaknya dengan diumumkannya Republik Soviet
Indonesia.
*Tujuan : Meruntuhkan RI yang merupakan hasil
Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berdasarkan Pancasila dan diganti dengan
komunis.
*Cara mengatasi : 1. Soekarnno- Hatta melalui pidatonya
memberikan pilihan kepada rakyat untuk memilih antara Soekarno-Hatta atau
PKI-Muso.
2. Panglima Besar Jendral Soedirman
memerintahkan kolonel Gatot Soebroto dan Sungkono mengerahkan pasukan
TNI.Madiun berhasil direbut pada tanggal 30 September 1948.

B.DARUL ISLAM/TENTARA ISLAM INDONESIA ( DI/TII )


1.Di Jawa Barat
*Terjadi pada tanggal : 7 Agustus 1949
*Tokoh : S.M. Kartosuwiryo
* Sebab : Penolakan Kartosuwiryo terhadap perjanjian
Renville yang mengharuskan TNI di daerah kantong hijrah ke
Yogyakarta.Pada waktu itu Kartosuwiryo berada di Jawa Barat,dan
memproklamasikan berdirinya negara Islam Indonesia (NII).
* Cara mengatasi : Operasi militer tanggal 27 Agustus 1949
Operasi Bharatayudha
2. Di Jawa Tengah
* Terjadi pada tanggal : 23 Agustus 1949
* Tokoh : Amir Fatah dan Kiai Sumolangu
* Sebab :
2. Amir Fatah dan para pendukungnya
menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang bertugas di
daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh "orang-orang Kiri", dan
mengganggu perjuangan umat Islam.
* Cara mengatasi : Tahun 1957 ditumpas melalui operasi gerakan
Banteng Nasional dari divisi Diponegoro.
3. Di Aceh
* Terjadi pada tanggal : Pemberontakan DI/TII di Aceh dimulai dengan
"Proklamasi" Daud Beureueh bahwa Aceh merupakan bagian "Negara
Islam Indonesia" di bawah pimpinan Imam Kartosuwirjo pada tanggal 20
September 1953.
* Tokoh : Daud Beureuh
* Sebab :1.Persoalan otonomi daerah
2. Pertentangan antar golongan
3. Tidak lancarnya rehabilitasi dan modernisasi
daerah
* Cara mengatasi : Pemberontakan Daud Beureuh ini dilakukan
dengan suatu " Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh" pada bulan Desember
1962 atas prakarsa Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kolonel Jendral
Makarawong.

4.Di Sulawesi Selatan


*Terjadi pada tanggal : 17 Agustus 1951
* Tokoh : KaharMuzakar
* Sebab : Pada tanggal 30 April 1950 Kahar Muzakar
menuntut kepada pemerintah agar pasukannya yang tergabung dalam
Komando Gerilya Sulawesi Selatan dimasukkan ke dalam Angkatan Perang
Republik Indonesia Serikat ( APRIS ). Tuntutan ini ditolak karena harus
melalui penyaringan.
* Cara mengatasi :1. Operasi Militer
2. Pada bulan Februari 1965 Kahar Muzakar
berhasil ditangkap dan ditembak mati sehingga pemberontakan DI/TII di
Sulawesi dapat dipadamkan.

5. Di Kalimantan Selatan
* Terjadi pada Bulan oktober 1950
* Tokoh : Ibnu Hajar
* Sebab : Ketidakpuasan terhadap kebijakan mengenai
TNI
* Cara mengatasi : Dalam menghadapi gerombolan DI/TII tersebut
pemerintah pada mulanya melakukan pendekatan kepada Ibnu Hadjar
dengan diberi kesempatan untuk menyerah, dan akan diterima menjadi
anggota ABRI. Ibnu Hadjar sempat menyerah, akan tetapi setelah menyerah
dia kembali melarikan diri dan melakukan pemberontakan lagi sehingga
pemerintah akhirnya menugaskan pasukan ABRI (TNI-POLRI) untuk
menangkap Ibnu Hadjar. Pada akhir tahun 1959 Ibnu Hadjar beserta seluruh
anggota gerombolannya tertangkap dan dihukum mati.

C. Pemberontakan Andi Azis


* Terjadi pada : 5 April 1950
* Tokoh : Andi Azis
* Sebab : 1.Menuntut agar pasukan bekas KNIL saja
yang bertanggung jawab atas keamanan di Negara Indonesia Timur.
2.Menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI
3.Mempertahankan tetap berdirinya Negara
Indonesia Timur.
* Cara mengatasi : 1.Pada tanggal 8 April 1950 dikeluarkan ultimatum
bahwa dalam waktu 4 x 24 jam Andi Azis harus melaporkan diri ke Jakarta
untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasukannya harus
dikonsinyasi, senjata-senjata dikembalikan, dan semua tawanan harus
dilepaskan.
2.Kedatangan pasukan pimpinan Worang kemudian disusul oleh pasukan
ekspedisi yang dipimpin oleh Kolonel A.E Kawilarang pada tanggal 26 April
1950 dengan kekuatan dua brigade dan satu batalion di antaranya adalah
Brigade Mataram yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Suharto. Kapten Andi
Azis dihadapkan ke Pengadilan Militer di Yogyakarta untuk
mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijatuhi hukuman.

D. REPUBLIK MALUKU SELATAN(RMS)


* Terjadi pada : tanggal 25 April 1950
* Tokoh : Soumokil, J.H. Manuhutu, Frans Tutuhatunewa
* Sebab : Mendirikan negara sendiri
* Cara mengatasi : Menggunakan pasukan ekspedisi yang dipimpin
oleh Kolonel A.E Kawilarang

E. PRRI/PERMESTA :
* Awal peristiwa : Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia
(biasa disingkat dengan PRRI) merupakan salah satu gerakan pertentangan
antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat (Jakarta) yang
dideklarasikan pada tanggal 15 Februari 1958.
*Tokoh : Dengan keluarnya ultimatum dari Dewan
Perjuangan yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein di Padang,
Sumatera Barat, Indonesia.
* Sebab : Konflik yang terjadi ini sangat dipengaruhi oleh
tuntutan keinginan akan adanya otonomi daerah yang lebih luas. Selain itu
ultimatum yang dideklarasikan itu bukan tuntutan pembentukan negara baru
maupun pemberontakan, tetapi lebih kepada konstitusi dijalankan. Pada
masa bersamaan kondisi pemerintahan di Indonesia masih belum stabil
pasca agresi Belanda. Hal ini juga mempengaruhi hubungan pemerintah
pusat dengan daerah serta menimbulkan berbagai ketimpangan dalam
pembangunan, terutama pada daerah-daerah di luar pulau Jawa.
Dan sebelumnya bibit-bibit konflik tersebut dapat dilihat dengan
dikeluarkannya Perda No. 50 tahun 1950 tentang pembentukan wilayah
otonom oleh provinsi Sumatera Tengah waktu itu yang mencakup wilayah
provinsi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi.

20. Kehidupan Politik Masa Demokrasi Terpimpin


1. Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Latar belakangnya, yakni:
Pemberlakuan Sistem Demokrasi Terpimpin yang bertujuan untuk memperbaharui struktur
politik Indonesia.
Pembentukan Kabinet bernama gotong Royong.

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yakni:


- Dibubarkannya Konstituante.
- Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya UUD 1945 kembali.
- Pembentukan MPR yang terdiri atas DPR dan DPAS.
2. Sistem pemerintahan dan konsep politik
a. Sistem pemerintahan yang diterapkan adalah Presidensial.
b. Presiden berposisi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan serta tidak bertanggung
jawab kepada parlemen/DPR.
c. Dalam melakukan pemerintahan, Presiden mendapat dukungan dari 3 kekuatan besar, yakni
Nasionalis, Agama, Komunis/ NASAKOM. Hal ini menciptakan peluang bagi
berkembangnya ideologi komunis.
d. Presiden Soekarno mengemukakan bahwa :
1.) Ajaran NASAKOM yakini, nasionalis, agama dan komunis.
2.) Ajaran RESOPIM yakni, resolusi, sosialisme Indonesia, dan pimpinan nasional.
Tujuannya adalah memperkuat kedudukan Soekarno.

Politik Luar Negeri


Jejak proklamasi kemerdekaan politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif. Namun, dalam
demokrasi terpimpin, politik luar negeri Indonesia terjadi penyimpangan. Pada Manipol
USDEK (Manifesto Politik Republik Indonesia: Undang-undang Dasar 1945, Sosialisme
Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia)
ditegaskan bahwa, politik luar negeri, Indonesia mempunyai tujuan untuk menghilangkan
imperialisme dan mencapai dasar-dasar bagi perdamaian dunia yang utuh dan abadi.

Politik konfrontasi Nefo & Oldefo


Presiden Soekarno memperkenalkan doktrin politik baru yang memberi bagian dunia menjadi
2 blok, yakni New Emerging Forces/NEFO dan Old Established Forces/Oldefo. Nefo
merupakan kumpulan negara sosialis yang dianggap progresif dan negara yang sedang
berkembang, termasuk juga negara yang baru merdeka atau sedang memperjuangkan
kemerdekaannya.
Politik mercusuar
Merupakan politik untuk mendapatkan kemegahan, keindahan dalam pergaulan antarbangsa
di dunia. Politik mercusuar dilaksanakan oleh Presiden Soekarno karena berasumsi Indonesia
sebagai mercusuar yang mampu menerangi jalan negara-negara Nefo. Hal ini ditegaskan
dengan:

- Membangun beberapa bangunan fenomenal yang perlu biaya miliaran rupiah.


- Mengadakan Games of the New Emerging Forces.

Konfrontasi dengan Malaysia


Pemerintah Indonesia berpendapat pembentukan Federasi Malaysia sebagai proyek
neokolonialisme Inggris yang dianggap membahayakan Indonesia dan negara-negara Nefo.
Kebijakan Presiden Soekarno, yaitu:
1.) Mempublikasikan Dwi Komando Rakyat/Dwikora pada 3 Mei 1964, yang berisi:
A. Perhebat lagi ketahanan Revolusi Indonesia
B. Menolong perjuangan rakyat Malaysia untuk terbebas dari Nekolim Inggris.
2.) Membangun Komando Operasi Tertinggi/Koti dan Komando Mandala

Indonesia Keluar dari PBB


Karena, telah menerima Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB dan
PBB tidak mengganti struktur organisasi PBB.
Pembebasan Wilayah Irian Barat
Perjuangan pembebasan Irian Barat melalui, perjuangan diploma, Konfrontasi politik,
Konfrontasi ekonomi dan militer.

21. Kehidupan Politik Masa Orde Baru


Orde baru yang dipimpin oleh Soeharto selama 32 tahun. Dalam masa 32 tahun dalam
kepemimpinannya, banyak kebijakan yang berpengaruh cukup besar pada proses berjalannya
Negara Indonesia. Mulai dari kebijakan politik ataupun kebijakan ekonomi. Kebijakan politik
yang digunakan terbagi menjadi dua, yakni kebijakan politik dalam negeri dan luar negeri.
Masing-masing dari kebijakan dikeluarkan berdasar kebutuhan Negara. Jadi, kebijakan yang
dikeluarkan ialah yang memberi manfaat serta memajukan kepentingan rakyat banyak.
Kebijakan politik dalam negeri

Kebijakan dalam Negeri, dapat kita lihat sebagai berikut :


Pelaksanaan pemilu 1971
Pemilu yang telah diatur dengan SI MPR 1967 yang menetapkan pemilu akan
diselenggarakan pada tahun 1971 ini, berbeda halnya dengan pemilu tahun 1955 pada orde
revolusi atau orde lama. Dalam pemilu ini, para pejabat pemerintah hanya berpihak pada
salah satu peserta Pemilu yakni Golkar. Jadi, Golkar lah yang selalu memenangkan pemilu di
tahun berikutnya yaitu tahun 1977, 1982, 1987, 1992, sampai 1997.

Penyederhanaan Partai Politik


Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
- Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan
Parmusi.
- Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai
Katolik, IPKI dan Parkindo.
- Golongan Karya atau Golkar.
-
Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan
kekuatan sosial politik. Peran sebagai kekuatan sosial politik ABRI ditugaskan untuk mampu
berperan aktif dalam pembangunan nasional. ABRI juga mempunyai wakil dalam MPR yang
diketahui sebagai Fraksi ABRI, sehingga posisinya pada masa Orde Baru sangat dominan.

Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)


Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa,
mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang
Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan
dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.

Kebijakan politik luar negeri Indonesia


Indonesia menjadi anggota PBB kembali
Jadi, pada tanggal 28 September 1966, Indonesia resmi aktif kembali menjadi bagian anggota
PBB.

Pemulihan hubungan diplomatik antara Malaysia dengan Singapura serta pemutusan


hubungan dengan Tiongkok
Ketika tahun 1965, terjadi pertikaian antara Indonesia dengan Malaysia dan Singapura. Untuk
memulihkan dan memperbaiki hubungan diplomatik, diadakan penandatanganan perjanjian
antara Indonesia yang diwakili oleh Adam Malik dan Malaysia yang diwakili oleh Tun Abdul
Razak pada tanggal 11 Agustus 1966 di Jakarta. Pemulihan hubungan diplomatik dengan
Singapura lewat pengakuan kemerdekaan Singapura pada tanggal 2 Juni 1966.

Memperkuat kerja sama regional serta Internasional


Indonesia mulai menguatkan kerjasama regional dan internasional dengan menggunakan
beberapa upaya, yaitu:
- Turut andil dalam pembentukan ASEAN. Indonesia sebagai salah satu pendiri ASEAN.
- Mengirim kontingen Garuda dalam rangka misi perdamaian.
- Ikut berperan dalam Organisasi Konferensi Islam/OKI.

22. Kebijakan Ekonomi Masa Orde Baru


Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita)
Pada April 1969, pemerintah menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita)
yang bertujuan untuk meningkatkan sarana ekonomi, kegiatan ekonomi serta kebutuhan
sandang dan pangan. Repelita ini akan dievaluasi selama lima tahun sekali.

a. Repelita I (1 April 1969-31 Maret 1974) Sasaran utama yang hendak dicapai adalah
pangan, sandang, papan, perluasan lapangan kerja, dan kesejahteraan rohani.
Pertumbuhan ekonomi berhasil naik 3 sampai 5,7% sedangkan tingkat inflasi menurun
menjadi 47,8%. Namun, kebijakan pada masa Repelita I dianggap menguntungkan
investor Jepang dan golongan orang-orang kaya saja. Hal ini memicu timbulnya peristiwa
Malapetaka Lima Belas Januari (Malari).
b. Repelita II (1 April 1974 - 31 Maret 1979) menitikberatkan pada sektor pertanian dan
industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.
c. Repelita III (1 April 1979-31 Maret 1984) Pelita III menekankan pada Trilogi
Pembangunan dengan menekankan pada azas pemerataan, yaitu:
o pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat
o Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan
o Pemerataan pembagian pendapat
o Pemerataan kesempatan kerja
o Pemerataan kesempatan berusaha
o Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan
o Pemerataan penyebaran pembangunan
o Pemeretaan memperoleh keadilan
d. Repelita IV (1 April 1984 - 31 Maret 1989) menitikberatkan pada sektor pertanian
menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan
mesin-mesin sendiri.
e. Repelita V (1 April 1989-31 Maret 1994) menitikberatkan pada sektor pertanian untuk
memantapkan swasembada pangan, meningkatkan produksi pertanian, menyerap tenaga
kerja, dan mampu menghasilkan mesin-mesin sendiri.
f. Repelita VI dimulai pada tahun 1994, pembangunan berfokus pada pada sektor ekonomi,
industri, pertanian dan peningkatan sumber daya manusia.

Indonesia menjadi negara swasembada beras pada tahun 1987. (Repelita IV)

23. Masa Reformasi


Masa pemerintahan B.J. Habibie
berikut inilah upaya-upaya bidang politik yang dilakukan oleh pemerintahan Habibie:
• Mengganti 5 paket undang-undang dan 3 di antaranya diubah agar lebih demokratis
• Kebebasan rakyat dalam menyalurkan aspirasi
• Melakukan pencabutan terhadap pembredelan pers
• Jejak pendapat wilayah Timor-timur
• Memberikan abolisi (Hak kepala Negara untuk menghapuskan hak tuntutan pidana) kepada
18 tahanan dan narapidana politik (orang-orang yang pernah mengkritik presiden).
• Pengurangan jumlah anggota ABRI di MPR, dari 75 orang menjadi 38 orang.
• Polri memisahkan diri dari ABRI menjadi Kepolisian RI. Istilah ABRI berubah menjadi
TNI.

Selain upaya dalam bidang politik, ada juga upaya yang dilakukan dalam bidang ekonomi, di
antarnya:
• merekapitulasi perbankan dan menurunkan inflasi,merekonstruksi perekonomian nasional,
• melikuidasi bank-bank bermasalah,
• membentuk Badan Penyehatan Perbankan Nasional
• menaikkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga dibawah Rp 10.000,-
• mengesahkan UU No. 5 tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli atau persaingan tidak
sehat
• UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen

2. Masa pemerintahan KH abdurrahman wahid (gus dur)


Skandal Bruneigate dan Buloggate:
$4 juta menghilang dari persediaan kas Bulog.

Beberapa kebijakan politik dari Presiden Gus Dur diantaranya :


¹. Membekukan MPR dan DPR
2. Mencabut peraturan mengenai larangan terhadap PKI dan penyebaran aliran
Leninisme dan Marxisme.
3. Mengumumkan nama-nama menteri Kabinet Persatuan Nasional yang terlibat
dalam KKN.
4. Masyarakat etnis Tionghoa diperbolehkan beribadah dan merayakan tahun baru
imlek.
5. Menyetujui pergantian nama Irian Jaya menjadi Papua pada akhir 1999.
6. Departemen sosial dibubarkan karena dianggap menjadi lahan korupsi.
7. Departemen penerangan dibubarkan karena membatasi kebebasan pers.

3. Masa pemerintahan megawati soekarno putri


a. Bidang Ekonomi
Untuk mengatasi masalah ekonomi yang tidak stabil, ada beberapa kebijakan yang
dikeluarkan Megawati yaitu;
1. dikeluarkan kebijakan yang berupa penundaan pembayaran utang sebesar US$
5,8 miliyar, sehingga hutang luar negeri dapat berkurang US$ 34,66 milyar.
2. Untuk mengatasi krisis moneter, Megawati berhasil menaikkan pendapatan per
kapita sebesar US$ 930. Kurs mata uang rupiah dapat diturunkan menjadi Rp 8.500.
3. Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menekan nilai inflasi,
dikeluarkan kebijakan yang berupa privatisasi terhadap BUMN dengan melakukan penjualan
saham Indosat sehingga hutang luar negeri dapat berkurang.
4. Memperbaiki kinerja ekspor, sehingga ekspor diindonesia dapat ditingkatkan.
5. Untuk mengatasi korupsi, dibentuk Komisi Pemberantas Korupsi ( KPK).

b. Bidang Politik
Mengadakan pemilu yang bersifat demokratisyang dilaksanakan tahun 2004 dan
melalui dua periode yaitu :
1. Periode pertama untuk memilih anggota legislative secara langsung
2. Periode kedua untuk memilih presiden dan wakil presiden secara langsung.
Pemilu tahun 2004 merupakan pemilu pertama yang dilaksanakan secara langsung artinya
rakyat langsung memilih pilihannya.

Masa Pemerintahan SBY


*Membentuk kabinet Indonesia Bersatu
*Konversi minyak tanah ke gas
*Dana pendidikan 20% dari APBN
*perjanjian damai antara RI dan GAM (gerakan aceh merdeka)
*pelunasan utang IMF
*pemberian BLT dan BLSM sbg pengganti subsidi BBM
*Bailout Bank Century

24. Latar Belakang Berdirinya ASEAN


Latar belakang berdirinya ASEAN adalah

a. Persamaan letak geografis, berada di Asia Tenggara.


b. Persamaan budaya, daerah penyebaran kebudayaan Melayu
Austronesia.
c. Persamaan nasib, merupakan daerah bekas jajahan, kecuali Thailand.
d. Persamaan ekonomi, merupakan daerah agraris.
e. Persamaan kepentingan, mengarah terwujudnya kemajuan kemakmuran
dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
25. 3 Maklumat Penting
a. Maklumat Wakil Presiden Nomor X (baca eks) tanggal 16 Oktober 1945 yang
menghentikan kekuasaan luar bisa dari Presiden sebelum masa waktunya berakhir
(seharusnya berlaku selam enam bulan). Kemudian, maklumat tersebut
memberikan kekuasaan MPR dan DPR yang semula dipegang oleh Presiden
kepada Komite Nasional Indonesia Pusat. Pada dasarnya, maklumat ini adalah
penyimpangan terhadap ketentuan UUD 1945.
b. Maklumat Pemerintah tanggal 3 November 1945, tentang pembentukan partai
politik yang sebanyak-banyaknya oleh rakyat. Hal ini sebagai akibat dari
anggapan pada saat itu bahwa salah satu ciri demokrasi adalah multipartai.
Maklumat tersebut juga sebagai upaya agar Dunia Barat menilai bahwa Indonesia
adalah negara yang menganut asas demokrasi.
c. Maklumat pemerintah tanggal 14 November 1945, yang intinya mengubah sistem
pemerintahan presidensial menjadi sistem pemerintahan parlementer. Maklumat
tersebut kembali menyalahi ketentuan UUD RI 1945 yang menetapkan sistem
pemerintahan presidensial sebagai sistem pemerintah Indonesia.

26. Agenda Reformasi


1) Suksesi kepemimpinan nasional
2) Amendemen UUD 1945
3) Pemberantasan KKN
4) Penghapusan dwifungsi ABRI
5) Penegakan supremasi hukum
6) Pelaksanaan otonomi daerah

27. Mahasiswa Tertembak


Pada tanggal 12 Mei 1998 empat mahasiswa Universitas Trisakti, Jakarta tewas
tertembak peluru apparat keamanan saat demonstrasi menuntut Soeharto mundur.
Mereka adalah Elang Mulya, Hery Hertanto, Hendriawan Lesmana, dan Hafidhin
Royan.

28. BJ Habibie diambil sumpah oleh Ketua Mahkamah Agung


29. Peristiwa Tanjung Morawa
Peristiwa Tanjung Morawa menjadi penyebab jatuhnya Kabinet Wilopo.
Peristiwa ini diawali ketika pemerintah, berdasarkan hasil persetujuan KMB,
mengembalikan tanah perkebunan di Deli, Sumatera Timur, kepada para
pemiliknya yaitu para pengusaha asing yang meninggalkan Indonesia ketika
Jepang datang. Tanah yang telah kosong sejak masa penjajahan Jepang itu
ternyata telah digarap oleh para petani setempat dan dianggap sebagai hak
milik mereka. Para petani yang telah dihasul oleh BTI (Barisan Tani
Indonesia), organisasi underbouw PKI, menolak ketika diminta menyerahkan
tanah yang mereka garap kepada pengusaha asing tersebut dan timbullah
bentrokan dengan aparat keamanan yang menyebabkan lima orang petani
terbunuh pada tanggal 16 Maret 1953. Peristiwa ini diberitakan besar-besaran
oleh pers dan mendapat sorotan tajam dari parlemen. Sidik Kertapati dari
Serikat Tani Indonesian akhirnya mengajukan mosi tidak percaya kepada
Kabinet Wilopo, sehingga pada tanggal 2 Juni 1953 Wilopo mengembalikan
mandat kepada Presiden Sukarno.

30. Rangkuman Singkat Kabinet Demokrasi Liberal


Nama Kabinet Partai Masa Jabatan Keterangan
Kabinet Natsir Masyumi 6 September 1950 – Berlangsungnya
21 Maret 1951 perundingan dengan Belanda
mengenai Irian Barat
(meskipun mengalami
kegagalan).

Kabinet jatuh karena adanya


mosi dari PNI mengenai
peraturah pemerintah No.39
Thn 1950 yang terlalu
menguntungkan Masyumi.
Kabinet Masyumi 27 April 1951 – 3 Kabinet jatuh karena
Soekiman April 1952 gugatan DPR mengenai
Wirjosandjojo pertukaran nota keuangan
dengan Kedutaan Amerika
berupa ikatan Mutual

Security Act. Ikatan ini


menyebabkan Indonesia
sudah keluar dari prinsip
politik bebas-aktif
Kabinet PNI 3 April 1952 – 3 Juni Peristiwa 17 Okt 1952 yang
Wilopo 1953 dipicu karena adanya upaya
(Zaken menjadikan TNI sebagai alat
Kabinet) sipil. Dipertentangkan oleh
Kasad TNI.

Peristiwa Tanjung Morawa


mengenai persoalan antara
perusahaan asing dengan
rakyat Deli.
Kabinet Ali Koalisi PNI 31 Juli 1953 – 12 Hasil utamanya adalah
Sastroamidjojo dan NU Agustus 1955 dilaksanakannya Konferensi
I Asia Afrika dan rancangan
Pemilu pertama (29 Sept
1955).

Terjadi keretakan dalam


kabinet karena NU menarik
diri dari koalisi. Selain itu,
masalah integrasi Indonesia
yang goyah.
Kabinet Masyumi 20 Maret 1956 – 4 Terlaksananya pemilu dan
Burhanuddin Maret 1957 kembalinya kerjasama
Harahap dengan TNI AD

Tidak mendapat cukup


dukungan dalam pemilu.

Kabinet Ali Koalisi PNI, 9 April 1957 – 5 Juli Program Rencana


Sastroamidjojo Masyumi, 1959 Pembangunan Lima Tahun
II dan NU dan pembatalan hasil KMB

Terjadi kekacauan dalam


segi ekonomi dan menteri-
menterinya mengundurkan
diri.
Kabinet - 9 April 1957 – 5 Juli Program Panca Karya dan
Djuanda 1959 munculnya peraturan laut
(Zaken melalui Deklarasi Djuanda
kabinet)
Bubar setelah
dikeluarkannya Dekrit
Presiden 5 Juli 1959
31. Kebijakan Ekonomi Masa Demokrasi Liberal
Berikut adalah kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dalam
masa demokrasi liberal:
GUNTING SYAFRUDDIN
- Kebijakan berupa pemotongan nilai mata uang (sanering) menjadi
setengah dari aslinya.
- Dilakukan pada masa pemerintahan RIS oleh MenKeu Syafruddin
Prawiranegara.
- Bertujuan untuk mengurangi peredaran uang dan mengurangi defisit
anggaran sebesar 5,1 milliar.
SISTEM EKONOMI GERAKAN BENTENG
- Direncanakan oleh pakar ekonom Sumitro Joyohadikusumo.
- Tujuannya adalah mengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem
ekonomi nasional.
- Dilakukan dengan pemberian pinjaman kredit dan kemudahan lisensi
import kepada pengusaha-pengusaha pribumi untuk mengembangkan
usahanya.
- Dilakukan selama tiga periode kabinet (Natsir, Sukiman, dan Wilopo).
- Dinilai gagal karena mentalitas dan kinerja pengusaha-pengusaha lokal
kalah dengan pengusaha-pengusaha asing.

NASIONALISASI DE JAVASCHE BANK


- Adanya peraturan bahwa segala hal perkreditan harus disetujui Belanda
terlebih dahulu sehingga menghambat kebijakan moneter.
- Terjadinya nasionalisasi de javasche bank menjadi Bank Indonesia
sebagai bank pusat.
- Bertujuan untuk menghemat anggaran, menaikkan pemasukan, dan
mengurangi biaya ekspor.
-
SISTEM EKONOMI ALI-BABA
- Diprakarsai oleh Ishaq Tjokrohadisurjo dan dilaksanakan
dalam masa pemerintahan kabinet Ali Sastroamidjojo I
- Disebut juga sebagai Program Benteng II karena tidak jauh berbeda
dalam hal pelaksanaannya, hanya saja pengusaha lokal diberi kemudahan
dalam bekerja.
- Istilah Ali untuk bumiputera dan Baba untuk non-bumiputera.
- Dinilai kurang berhasil karena pengusaha lokal masih gagal bersaing
dengan asing dalam pasar terbuka.
PERSAINGAN FINANSIAL EKONOMI
- Dilakukan pada masa kabinet Burhanuddin Harahap. Dikirimnya utusan ke
Jenewa untuk membahas finek Indo-Belanda.
- Pembatalan secara sepihak hasil dari KMB dan pembubaran Uni
Indonesia Belanda (13 Feb 1966). Selain itu, desakan agar hubungan
ekonomi Indonesia- Belanda didasarkan atas hubungan bilateral dan UU
Indonesia, dan bukan karena paksaan dari perjanjian buatan Belanda.
- Dampaknya adalah terjadi banyaknya penjualan aset oleh pengusaha
Belanda, sedangkan rakyat Indonesia belum siap untuk mengolahnya.
RENCANA PEMBANGUNAN LIMA TAHUN
- Dilaksanakan pada masa kabinet Ali Sastroamidjojo II
- Dibentuknya Biro yang bertugas dalam merancang pembangunan negara.
Menterinya adalah Ir. Djuanda.
- Isi dari RPLT adalah perjuangan pengembalian Irian Barat, pembentukan
daerah- daerah otonomi dan mempercepat terbentuknya anggota-anggota
DPRD, mengusahakan perbaikan nasib kaum buruh dan pegawai,
menyehatkan perimbangan keuangan negara, serta mewujudkan
perubahan ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional berdasarkan
kepentingan rakyat.
- Selain itu, RPLT sukses juga dalam mencabut seluruh keputusan KMB.
Namun, hal ini memperparah masalah yang timbul karena program
sebelumnya (Finek).
- Namun RPLT tidak dapat terlaksana dengan baik karena adanya depresi
ekonomi di Amerika dan Eropa Barat, gejolak ekonomi akibat nasionalisasi
perusahaan Belanda, perjuangan pembebasan Irian Barat yang
mengalami kebuntuan, serta adanya ketegangan antara pusat dengan
daerah.
MUSYAWARAH NASIONAL PEMBANGUNAN
- Dilakukan pada masa kabinet Djuanda
- Tujuannya adalah untuk meredam ketegangan antara pusat dan daerah
agar RPLT dapat dilaksanakan. Tetap mengalami kebuntuan akibat
memuncaknya ketegangan di Irian Barat dan munculnya pemberontakan
PRRI/Permesta yang sangat memukul ekonomi Indonesia.

32. Tujuh Pahlawan Revolusi


33. Tokoh Integrasi Nasional
Frans Kaisiepo

- Menolak penggabungan Papua dengan NIT, memilih bergabung dengan


NKRI dalam Konferensi Malino
- Menolak untuk jadi wakil Belanda di KMB Den Haag
- Menggalang kekuatan anti-Belanda di Biak

Marthen Indey

- Bergabung dengan PIM (Partai Indonesia Merdeka)


- Ditangkap Belanda dan diasingkan di hulu Digul karena menolak Belanda
yang akan memisahkan Papua dari NKRI
- Ditunjuk pemerintah RI untuk perundingan di New York

Silas Papare

- Berkenalan denan dr. Sam Ratulangi yang membuatnya mendirikan PKII


- Melarikan diri ke Yogyakarta dan mendirikan Badan Perjuangan Irian
- Ditunjuk untuk perundingan di New York

Anda mungkin juga menyukai