Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN RESUME

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI

PENDENGARAN Tn. F DI RUANG POLI

RSJD Dr.Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah

DISUSUN OLEH :
BAYU TRI SUSETYO
P1337420117057

PRODI D III KEPERAWATAN SEMARANG


JURUSAN KEPERAWATAN SEMARANG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG
2019/2020
1 JUDUL : LAPORAN KASUS RESUME PADA KLIEN TN B DENGAN MASALAH
UTAMA HALUSINASI PENDENGARAN DI RSJD Dr.AMINO GONDOHUTOMO
PROVINSI JAWA TENGAH

2 Tinjauan teori dan kerangka berfikir

A Pengertian

Halusinasi adalah penyerapan tanpa adanya rangsang apapun pada panca indra
sesorang pasien yang terjadi dalam keadaan sadar atau bangun, dasarnya mungkin organik,
psikotik ataupun histerik (Maramis, 1998).
Halusinasi adalah persepsi atau tanggapan dari pancaindera tanpa adanya rangsangan
(stimulus) eksternal (Stuart & Laraia, 2001). Halusinasi merupakan gangguan persepsi
dimana pasien mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi.

B Faktor Predisposisi&presipitasi

a Faktor predisposisi
1). Biologis
Abnormalitas perkembangan sistem saraf yang berhubungan dengan respon
neurobiologis yang maladaptif baru mulai dipahami.
2). Psikologis
Keluarga, pengasuh dan lingkungan klien sangat mempengaruhi respon dan kondisi
psikologis klien. Salah satu sikap atau keadaan yang dapat mempengaruhi gangguan
orientasi realitas adalah penolakan atau tindakan kekerasan dalam rentang hidup klien.
3). Sosial Budaya
Kondisi sosial budaya mempengaruhi gangguan orientasi realita seperti: kemiskinan,
konflik sosial budaya (perang, kerusuhan, bencana alam) dan kehidupan yang terisolasi
disertai stress.
b Faktor Presipitasi
Secara umum klien dengan gangguan halusinasi timbul gangguan setelah adanya
hubungan yang bermusuhan, tekanan, isolasi, perasaan tidak berguna, putus asa dan tidak
berdaya. Penilaian individu terhadap stressor dan masalah koping dapat mengindikasikan
kemungkinan kekambuhan (Keliat, 2006).
3 Ringkasan
Beberapa tanda dan gejala perilaku halusinasi adalah tersenyum atau tertawa yang tidak
sesuai, menggerakkan bibir tanpa suara, bicara sendiri,pergerakan mata cepat, diam, asyik
dengan pengalaman sensori,kehilangan kemampuan membedakan halusinasi dan realitas
rentang perhatian yang menyempit hanya beberapa detik atau menit, kesukaran berhubungan
dengan orang lain, tidak mampu merawat diri,perubahan
Berikut tanda dan gejala menurut jenis halusinasi (Stuart & Sudden, 1998)
Jenis halusinasi Karakteriostik tanda dan gejala
Pendengaran Mendengar suara-suara / kebisingan,
paling sering suara kata yang jelas,
berbicara dengan klien bahkan sampai
percakapan lengkap antara dua orang
yang mengalami halusinasi. Pikiran yang
terdengar jelas dimana klien mendengar
perkataan bahwa pasien disuruh untuk
melakukan sesuatu kadang-kadang dapat
membahayakan.

Penglihatan Stimulus penglihatan dalam kilatan


cahaya, gambar giometris, gambar
karton dan atau panorama yang luas dan
komplek. Penglihatan dapat berupa
sesuatu yang menyenangkan /sesuatu
yang menakutkan seperti monster.

Penciuman Membau bau-bau seperti bau darah,


urine, fases umumnya baubau yang tidak
menyenangkan. Halusinasi penciuman
biasanya sering akibat stroke, tumor,
kejang / dernentia.

Pengecapan Merasa mengecap rasa seperti rasa


darah, urine, fases.
Perabaan Mengalami nyeri atau ketidaknyamanan
tanpa stimulus yang jelas rasa tersetrum
listrik yang datang dari tanah, benda mati
atau orang lain.

kanestetik Merasakan fungsi tubuh seperti aliran


darah divera (arteri), pencernaan
makanan.

Kinestetik Merasakan pergerakan sementara berdiri


tanpa bergerak

3 Identitas Klien
Nama : Tn.F
Umur : 41
Alamat : Grobogan,Jawa Tengah
No.RM : 00034602
Identitas Penanggung Jawab :
Nama : Tn.D

Umur : 42 tahun

Alamat : Semarang

Hubungan : Saudara

4 Alasan Masuk RS
Sejak 2 minggu klien mengeluh sulit tidur, klien sering bicara sendiri dan tertawa
sendiri,mendengar suara-suara misterius saat mau tidur kemudian Klien di periksakan ke
ruang poli di RSJD Dr.Amino Gondohutomo.
5 Prediposisi dan presipitasi
a Faktor Predisposisi
Klien baru pertama kali dirawat di RSJD Dr.Amino Gondohutomo, namun klien mengikuti
rawat jalan di poliklinik jiwa RSJD Dr.Amino Gondohutomo. Didalam keluarga tidak ada
anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa. Klien mengatakan tidak pernah
mengalami aniya fisik apapun.

b Faktor Presipitasi

. Klien mengatakan dirumah dikatakan tidak waras oleh tetangganya. Klien


mengatakan anak dari kakaknya mengalami gangguan seperti klien yaitu suka
mendengar suara – suara.
6 Data Fokus
Data Subjektif :

1. Keluarga mengatakan jika dirumah klien sering menyendiri, melamun dan tidak
berinteraksi dengan orang lain.
2. Klien mengatakan sering mendengar suara-suara keluarganya yang sudah meninggal
3. Keluarga mengatakan pasien susah membantu kegiatan keluarga
4. Klien mengatakan dirinya lebih suka menyendiri
5. Keluarga klien mengatakan klien adalah seorang pemalu
Data Objektif :
1. Kontak mata kurang
2. Mulut komat kamit
3. Menunduk saat menjawab pertanyaan
4. Bicara sendiri
5. Klien terlihat melamun
6. Bingung

7 ANALISA DATA
NO. DATA MASALAH
1 DS : Perubahan Persepsi Sensori
- Klien mengatakan” ketika malam hari Halusinasi Pendengaran
sebelum tidur mendengar suara-suara
seperti saudaranya yang sudah
meninggal 2 tahun yang lalu,tiap malam
kesulitan untuk tidur.
DO
-Klien tampak bingung.
- - Mulut komat-kamit.
- - Klien kadang bicara sendiri.
2 DS : Isolasi sosial : Menarik diri
- Klien mengatakan tidak suka berkumpul
dengan tentangganya maupun keluarga.
- DO :
- - Klien terlihat acuh dengan lingkungan
sekitar
- - Klien terlihat lebih suka menyendiri di
kamarnya dan melamun.
-- Kontak mata kurang.

8 Diagnosa Keperawatan

1 Perubahan Persepsi Sensori Halusinasi (Pendengaran)


9 Rencana Tindakan

Tg Dx Perencanaan Pa
l Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi raf
18/ Gangguan Pasien mampu : Setelah 1x kali SP 1
 Mengenali pertemuan, pasien dapat  Bantu pasien
6/1 Persepsi
halusinasi menyebutkan: mengenal
9 Sensori: yang  Isi, waktu, halusinasi (isi,
dialaminya frekuensi, situasi, frekuensi, waktu
Halusinaasi
 Mengontrol pencetus, perasaan terjadinya, situasi
Dengar halusinasinya - Mampu pencetus,
memperagakan cara
perasaan saat
terjadi halusinasi)
dalam mengontrol  Latih mengontrol
halusinasi halusinasi dengan
cara menghardik
Tahap tindakannya
meliputi :
 Jelaskan cara
menghardik
halusinasi
 Peragakan cara
menghardik
 Minta pasien
memperagakan
ulang
 Pantau penerapan
cara ini, beri
penguatan
perilaku pasien
 Masukkan dalam
jadwal kegiatan
pasien.

. Setelah 1x kali SP 2
interaksi pasien mampu  Evaluasi kegiatan
: yang lalu ( SP 1 )
 Menyebutkan  Latih berbicara /
kegiatan yang sudah bercakap-cakap
dilakukan dengan orang lain
- Memperagakan cara saat halusianasi
bercakap-cakap dengan muncul
orang lain disekitar

Keluarga mampu Setelah 1x kali SP 1


 Identifikasi
merawat pasien pertemuan keluarga
masalah
di rumah dan mampu menjelaskan keluarga dalam
merawat pasien
menjadi sistem tentang halusinasi
 Jelaskan tentang
pendukung halusinasi :
yang efektif a. Pengertian
halusinasi.
untuk pasien b. Jenis
halusinasi
yang pasien
alami.
c. Tanda dan
gejala
halusinasi.
d. Cara merawat
pasien
halusinasi
(cara
berkomunika
si, pemberian
obat dan
pemberian
aktivitas pada
pasien)

Setelah 1x kali SP 2
pertemuan keluarga  Evaluasi
mampu : kemampuan
 Menyelesaikan keluarga ( SP 1)
kegiatan yang  Latih keluarga
sudah dilakukan merawat pasien
 Memperagakan  Rencana tindak
cara merawat lanjut
pasien keluarga/jadwal
keluarga untuk
merawat pasien

10 Catatan Keperawatan

Tanggal/ Diagnosa Implementasi Evaluasi


Jam
Selasa, Gangguan . SP 1 S:
 Bantu pasien mengenal Pasien mengatakan mendengar
18 Juni Persepsi
halusinasi (isi, frekuensi, suara atau bisikan yang isinya
2019 Sensori: waktu terjadinya, situasi pasien disuruh untuk sholat.
pencetus, perasaan saat Pasien mendengar suara tersebut
Halusinaasi
terjadi halusinasi Latih saat ingin sholat dan tidur, suara
Dengar mengontrol halusinasi tersebut bisa muncul sehari bisa
dengan cara menghardik 3 x dan lamanya -/+ 5 detik.
Respon pasien untuk
mengontrol halusinasinya
dengan berkluyuran dan
berbicara sendiri.
Pasien mengatakan mau
diajarkan mengontrol
halusinasinya dengan cara
menghardik, dan prasaan pasien
setelah di ajarkan sedikit lebih
nyaman
O:
pasien tampak mempraktikan
cara mengontrol halusinasinya
secara mandiri dengan baik
A:
Halusinasi Pendengaran
P:
-Mengahardik setiap mendengar
suara palsu.
- Bercakap dengan orang
disekitar ketika mendengar
bisikan-bisikan yang tidak jelas.