Anda di halaman 1dari 4

NRM : 19.89.

58
Nama : Ny. A.K
Jenis Kelamin : Perempuan
Tanggal Lahir : 05-05-1942

Ruang Rawat/Unit Kerja : Interna Kelas III D Perempuan Tanggal : 10 Januari 2020

RENCANA PERAWATAN PASIEN TERINTEGRASI


(Care Plan)

Waktu
Tgl / Tujuan dan Keluaran Waktu
Daftar Masalah/Diagnosis Intervensi Evaluasi Intervensi Lanjutan
Jam (Outcome) Evaluasi
(Taggal)
10-01- Dx. 1 : Bersihan jalan Setelah dilakukan Manajemen jalan napas
2020 napas tidak efektif tindakan keperawtan Observasi
berhubungan dengan selama 3 x 24 jam maka 1. Monitor pola napas (frekuensi,
21.30 proses infeksi di harapkan bersihan kedalaman, usaha napas)
jalan napas meningkat 2. Monitor bunyi napas tambahan (mis.
dengan kriteria hasil : gurgling, mengi, wheezing, ronchi
1. Batuk efektif : kering)
Meningkat 3. Monitor sputum (jumlah, warna,
2. Produksi sputum : aroma)
Menurun
Terapeutik
4. Posisikan semi-fowler atau fowler
5. Berikan minuman hangat
6. Lakukan fisioterapi dada, Jika perlu
7. Lakukan penghisapan lendir kurang
dari 15 detik
8. Berikan oksigen, Jika perlu

Edukasi
9. Anjurkan asupan cairan
2000ml/hari, Jika tidak
kontraindikasi
10. Ajarkan teknik batuk efektif
Kolaborasi
11. Kolaborasi pemberian
bronkodilator,Ekspektoran,
Mukolitik, Jika perlu

Latihan batuk efektif


Observasi
1. Identifikasi kemampuan batuk
2. Monitor adanya retensi sputum
3. Monitor tanda dan gejala infeksi
saluran napas
4. Monitor input dan output cairan
(mis. jumlah dan karakteristik)
Terapeutik
5. Atur posisi semi-fowler atau fowler
6. Pasang perlak dan bengkok di
pangkuan pasien
7. Buang sekret pada tempat sputum
Edukasi
8. Jelaskan tujuan dan prosedur batuk
efektif
9. Anjurkan tarik napas dalam melalui
hidung selama 4 detik, ditahan
selama 2 detik, kemudian
dikeluarkan dari mulut dengan bibir
mencucu ( dibulatkan) selama 8
detik
10. Anjurkan mengulangi tarik napas
dalam hingga 3 kali
11. Anjurkan batuk dengan kuat
langsung setelah tarik napas dalam
yang ke-3
Kolaborasi
12. Kolaborasi pemberian mukolitik
atau ekspektoran, jika perlu
10-01- Dx. 2 : Hipertermia Setelah dilakukan Manajemen hipertermia
2020 berhubungan dengan intervensi selama 3x24 Observasi
proses inflamasi jam diharapkan 1. Identifikasi penyebab hipertermia
21.30 termoregulasi ( mis. Dehidrasi, terpapar lingkungan
membaik dengan panas)
kriteria hasil : 2. Monitor suhu tubuh
1) Menggigil menurun 3. Monitor kadar elektrolit
2) Kulit merah menurun 4. Monitor haluaran urine
3) Takikardi menurun 5. Monitor komlikasi akibat
4) Takipnea menurun hipertermia
5) Suhu tubuh membaik
6) Suhu kulit membaik Terapeutik
7) Tekanan darah 6. Sediakan lingkungan yang dingin
membaik 7. Longgarkan atau lepaskan pakaian
8. Basahi dan kipasi permukaan tubuh
9. Berikan cairan oral
10. Ganti linen setiap hari atau lebih
sering jika mengalami hiperhidrosis
(keringat berlebihan)
11. Lakukan pendinginan eksternal (mis.
Selimut hipotermia, atau kompres
dingin pada dahi, leher, dada,
abdomen, aksila)
12. Hindari pemberian antipiretik atau
aspirin
13. Berikan oksigen, jika perlu

Edukasi :
14. Anjurkan tirah baring

Kolaborasi
15. Kolaborasi pemberian cairan dan
elektrolit intravena, jika perlu
10-01- Dx 3 : Intoleransi Setelah dilakukan Manajemen Energi
2020 aktivitas berhubungan tindakan keperawatan Observasi
dengan kelemahan selama 3x24 jam 1. Identifikasi gangguan fungsi tubuh
21.30 diharapkan toleransi yang mengakibatkan kelelahan
aktivitas meningkat 2. Monitor kelelahan fisik &
dengan kriteria hasil : emosional
1. Kemudahan 3. Monitor pola dan jam tidur
melakukan aktivitas 4. Monitor lokasi dan
sehari-hari ketidaknyamanan selama
meningkat melakukan aktivitas
2. Keluhan lelah Terapeutik
menurun 5. Sediakan lingkungan yang nyaman
3. Dispnea saat dan rendah stimulus (mis. cahaya,
beraktivitas suara, suara, kunjungan)
menurun 6. Lakukan latihan rentang gerak
4. Dispnea setelah pasif dan /aktif
beraktivitas 7. Berikan aktivitas distraksi yang
menurun menenangkan
5. Perasaan lemah 8. Fasilitasi duduk di di sisi tempat
menurun tidur , jika tidak dapat berpindah
6. Frekuensi nadi atau berjalan
membaik Edukasi
7. Tekanan darah 9. Anjurkan tirah baring
membaik 10. Anjurkan melakukan aktivitas
8. Nafas membaik secara bertahap
11. Anjurkan menghubungi perawat
jika tanda dan gejala kelelahan
tidak berkurang
12. Ajarkan strategi koping untuk
mengurangi kelelahan
Kolaborasi
13. Kolaborasi dengan ahli gizi tentang
cara meningkatkan asupan makanan