Anda di halaman 1dari 12

TEORI KEPERAWATAN MENURUT SISTER CALISTA ROY

Untuk memenuhi tugas mata kuliah falsafah dan teori keperawatan

Dosen Pengampu :
Raharjo Apriyatmoko, SKM., M.Kes

Disusun oleh:

1. Aji Purnomo (010118A007)


2. Ayu Dea Kharisma W. (010118A022)
3. Danika Septiana (010118A029)
4. Jefry Firmana (010118A071)
5. Muhammad Arfiq A (010118A085)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis mengucapkan kehadiran Allah SWT, yang telah memberikan rahmat
dan karunianya serta kesempatan sehingga penulis dapat menyelesakan makalah Falsafah ini
tepat pada waktunya. Adapun judul yang dibahas penulis pada makalah ini adalah mengenai
“Model Adaptasi”.

Makalah ini merupakan tugas kelompok. Penulis mengucapkan terima kasih kepada
Dosen serta semua pihak yang ikut membantu dalam pembuatan makalah ini, sehingga akhirnya
makalah ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari tidak ada “gading yang tak retak” penulis
mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam pembutan makalah ini. Semoga makalh ini dapat
bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita semua. Penulis juga mohon kritik dan saran
dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................ i

DAFTAR ISI............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ......................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah..................................................................................1

1.3 Tujuan ....................................................................................................1

1.4 Manfaat ..................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Biografi Sister Calista Roy.....................................................................3

2.3 Pengertian Model Adaptasi....................................................................3

2.3 Prinsip-prinsip Model adaptasi...............................................................9

2.4 Paradigma menurut Calista Roy.............................................................9

2.5 Aplikasi ........................................................................10

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ..........................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................12


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Keperawatan sebagai salah satu profesi yang sampai saat ini masih dianggap
profesi yang kurang eksis, kurang profesional, bahkan kurang menjanjkan dalam hal
finansial. Oleh karena itukeperawatan harus bekerja keras untuk menunjukkan pada dunia
luar, di luar dunia keperawatan bahwa keperawatan juga bisa sejajar dengn profesi-
profesi lain.
Keperawatan sebagai profesi memenuhi syarat sebagai profesi keilmuan karena
mempunyai body of knowledge yang jelas. Paradigma keperawatan dijadikan dasar
pembentukkan model konseptual akhirnya memunculkan teori-teori keperawatan. Teori
keperawatan berkembang dan diterapkan dalam praktek klinik keperawatan, penelitian,
dan pendidikan. Salah satu konseptual model keperawatan yang dimaksud adalah
konseptual model dari Sister Callista Roy tentang Adaptation model.
Teori adaptasi menurut Roy merupakan salah satu teori tentang bagaimana menerapkan
asuhan keperawatan yang berfokus pada kemampuan adaptasi klien. Teori ini termasuk
salah satu teori yang mudah diaplikasikan sehingga banyak digunakan dalam penerapan
asuhan keperawatan. Teori Roy dalam pelaksanaannya menyentuh hampir semua aspek
kehidupan baik secara fisik, konsep diri, fungsi peran, dan interdependensi. (Roy, 1991).
Roy menganggap klien mempunyai daya adaptasi dalam mengatasi masalahnya. Perawat
dalam teori Roy dituntut untuk mengkaji kemampuan adaptasi klien dan perawat
membantu klien untuk beradaptasi terhadap perubahan termasuk perubahan yang terjadi
dalam tubuh klien.
Oleh karena itu, kelompok memandang perlu untuk mengetahui dan mengkaji lebih jauh
tentang penerapan model keperawatan yang sesuai dengan teori Sister Roy diilapangan
atau rumah sakit, sehingga dapat diketahui apakah teori Roy dapat diaplikasikan dengan
baik dalam pelayanan keperawatan/ asuhan keperawatan.
1.2 RUMUSAN MASALAH
a. Biografi Sister Calista Roy
b. Apa pengertian dari Model Adaptasi?
c. Prinsip-prinsip Model adaptasi?
d. Paradigma menurut Calista Roy?
1.3 TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Menjelaskan Biografi Sister Calista Roy.
2. Menjelaskan pengertian dari model adaptasi.
3. Prinsip-prinsip Model adaptasi?
4. Paradigma menurut Calista Roy?
1.4 MANFAAT
Karya tulis ini diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis.
1. Bagi remaja, penelitian ini dapat untuk mengingatkan remaja agar tau mengenai
model adaptasi.
2. Bagi khalayak umum, penelitian ini dapat dijadikan acuan bagaimana mengetahui
model dan konsep teori.
3. Bagi tenaga penulis, penelitian ini dapat dijadikan bahan dalam memberikan
pengetahuan tentang model adaptasi.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 BIOGRAFI SISTER CALISTA ROY


Sister Calista Roy adalah seorang anggota Sister Saint Joseph dari Carondelet, lahir 14
Oktober 1939 di Los Angeles California. Dia menerima gelar Bachelor of Arts in Nursing
pada tahun 1963 dari Mount Sain Mery’s College di Los Angels dan gelar m9aster of science
dalam studi dari Universitas of California, pada tahun 1966. Roy telah berkerja sebagai
perawat staf dan telah memperhatikan ketahanan anak-anak yang besar dan kemampuan
mereka untuk mengadaptasi dalam menanggapi perubahan fisik dan psikologis yang benar.
Konsep dasar dari model tersebut dikembangkan ketika mahasiswa pascasarjana Roy di
Universitas California, Los Angels, dari tahun 1964 hinggga 1966. Roy mulai operasinalisasi
modelnya pada tahun 1968 ketika Mount Saint Mary’s College mengadopsi landasan sebagai
landasan filosofis dari kurikulum keperawatan. Model Adaptasi Roy pertama kali disajikan
dalam literatur dalam sebuah artikel yng diterbitkan di Nursing Outlook pada tahun 1970
berjudul’’Adaptasi: kerangka konseptual untuk keperawatan.” Roy menerbitkan banyak
buku, bab, artikel modern dan loka karya yang berfokus pada teori adaptasi keperawatannya.
Penyempurnaan dan penyajian yang terbaru dari Roy Adaptation Model (RAM) diterbitkan
dalam bukunya tahun 1991, The Roy Adaptation Model: The Definitive Statement. Roy
adalah anggota Sigma Theta Tau, dan dia menerima penghargaan pendiri Nasional untuk
keunggulan dalam membina standar Keperawatan Profisional pada tahun 1981. Prestasinnya
termasuk doctor kehormatan 1984 dari Humane Letters oleh Alverno Colleg, doctor
kehormatan 1985 dari Michigan Timur Universitas, dan A.J.N Book of the Year Award
untuk esensi model Roy adaptation model. Roy telah diakui di World Who’s Who of
Women, Personalities of America dan sebagai Fellow dari America Akademi Of Nursing.
2.2 MODEL ADAPTASI
Sister Callista Roy memandang individu sebagai makhluk bio-psiko-sosial yang harus dilihat
sebagai suatu kesatuan utuh yang secara terus menerus berinteraksi dengan lingkungan,
berespon terhadap lingkungandan beradaptasi dengan lingkungan. Keperawatan dilihat
sebagai kegiatan atau tindakan yang ditujukan pada upaya menghilangkan stimuli dan
memacu adaptasi dari individu. Model keperawatan yang dikembangkannya dikenal sebagai
"adaptation model”.
Menurut Roy manusia merupakan sistem adaptif yang mempunyai kemampuan beradaptasi
terhadap masalah sepanjang kehidupannya. Manusia sebagai sistem adaptif selalu mendapat
input berupa stimulus internal dan eksternal. Setiap manusia mempunyai kemampuan
adaptasi dalam berbagai tingkatan. Tingkat adaptasi ini sangat mempengaruhi kemampuan
manusia berespon positif terhadap suatu situasi.
Ketiga stimulus tersebut menyebabkan manusia melakukan proses kontrol berupa mekanisme
koping. Mekanisme koping sendiri merupakan cara manusia berespon terhadap stimulus.
Mekanisme koping terdiri dari 2 subsistem regulator dan kognator. Subsistem regulator
adalag proses koping yang melibatkan sistem persarafan, kimia dan endokri. Sedangkan
subsistem kognator adalah proses koping yang melibatkan fungsi otak yang lebih tinggi.
Respon perilaku adaptasi adalah respon meningkatkan integritas dalam rangka mencapai
tujuan sistem manusia. Adaptasi merupakan perilaku manusia yang tampak sebagai respon
terhadap perubahan atau stimulus dari lingkungan.
Respon adaptasi terbagi menjadi 4 mode yaitu:
1. Mode fisiologis
Respon adaptasi fisiologi berfokus pada kebutuhan untuk mempertahankan integritas
anatomi dan fisiologi individu. Adaptasi fisiologis dapat dilihat dari pemenuhan kebutuhan
oksigenasi, nutrisi, aktivitas dan istirahat.
2. Mode konsep diri
Konsep diri merupakan pandangan individu tentang dirinya yang terbentuk dari presepsi
internal dan presepsi orang lain terhadap dirinya.

3. Mode fungsi peran


Fungsi peran menurut Roy adalah respon perilaku berupa peran individu dalam tatanan
sosial.
4. Mode interdependen
Respon adaptasi berupa hubungan individu dengan keluarga dan teman. Hubungan saling
membutuhkan antara individu dengan orang lain mencangkup keiklasan serta kemampuan
untuk saling
memberi dan
menerima seperti
memberi

pengetahuan, keterampilan dan waktu.

2.3 PRINSIP PRINSIP


2.4 PARADIGMA MENURUT SISTER CALLISTA ROY

1. Manusia
Roy mengemukakan bahwa manusia sebagai sebuah sistem adaptif. Sebagai sistem adaptif,
manusia dapat digambarkan secara holistik sebagai satu kesatuan yang mempunyai input,
control, output dan proses umpan balik.

2. Lingkungan
Roy membedakan 3 jenis lingkungan yaitu
-Fokal: mencangkup lingkungan internal dam eksternal yang dihadapi manusia
-Kontekstual: stimulus pada setiap situasi yang berkontribusi memberi pengaruh terhadap
lingkungan fokal.
-Residual: faktor yang efeknya tidak jelas dalam suatu kondisi
3. Kesehatan
Menurut Roy kesehatan didefinisikan sebagai keadaan dan proses menjadi manusia secara
utuh dan terintegrasi secara keseluruhan.
4. Keperawatan
Roy (1983) menggambarkan keperawatan sebagai disiplin ilmu dan praktik. Keperawatam
sebagai disiplin ilmu mengobservasi, mengklasifikasi dan menghubungkan proses yang
secara positif berpengaruh terhadap status kesehatan.

2.5 APLIKASI

KASUS
Ibu L, 48 tahun mengalami nyeri yang luar biasa di daerah punggung bawah yang menjalar
sampai ke tungkai sebelah kanannya. Nyeri ini sangat hebat pada saat melakukan kegiatan
sehari-hari, termasuk untuk berdiri dan duduk. Setelah dilakukan konsultasi dengan dokter
A,  Ibu L dinyatakan mengalami herniasi diskus intervertebra (HNP), dan dijadwalkan untuk
dilakukan discectomi (operasi pemotongan bagian diskus yang mengalami herniasi).
Selanjutnya Ibu L diantar oleh suaminya dengan membawa surat pengantar dari dokter A
masuk rumah sakit untuk dilakukan persiapan-persiapan termasuk pemeriksaan penunjang
sebelum waktu operasi ditetapkan. Hasil pengkajian didapatkan data TD 120/90 mmHg, nadi
92x/menit, respirasi 24x/menit dan suhu 37,5˚C, pasien tampak gelisah. Ibu L adalah wanita
yang memiliki usaha menjual baju dan perlengkapan wanita disebuah toko miliknya. Ia
mengaku memiliki banyak pelanggan yang terbiasa melihatnya menjadi orang yang
berbusana serasi dengan koleksi jualannya. Sebelum masuk RS kebiasaan Ibu L melakukan
aktifitas 12 jam perhari. Pola tidur 8 jam di waktu malam dan 1-1,5 jam di waktu siang. Olah
raga yang biasa dlakukan adalah jalan pagi setiap hari Ahad. Setelah persiapannya dianggap
cukup,  maka disepakati akan dilakukan operasi pada tanggal 21 Maret 2011 jam 10.00 pagi.
Hasil kesepakan tersebut diperkuat surat persetujuan operasi yang di tanda tangani oleh bpk
A selaku suami Ibu L.

KESIMPULAN
Sister Callista Roy memandang individu sebagai makhluk bio-psiko-sosial yang harus dilihat
sebagai suatu kesatuan utuh yang secara terus menerus berinteraksi dengan lingkungan,
berespon terhadap lingkungandan beradaptasi dengan lingkungan. Model keperawatan yang
dikembangkannya dikenal sebagai "adaptation model”. Respon adaptasi terbagi menjadi 4
mode yaitu mode fisiologis, mode konsep diri, mode fungsi peran dan mode interdependen.

DAFTAR PUSTAKA
Marriner-Tomey &Alligood (2006). Nursing Theorist and Their Work. Seventh edition. St.Louis: Mosby-
Year Book, Inc.

Kusuma Dharma,K. Januari 2018. Pemberdayaan keluarga mengoptimalkan kualitas hidup


pasien paska stroke. Yogyakarta: CV BUDI UTAMA: https://books.google.co.id