Anda di halaman 1dari 16

Paradigma Perumahan

HOUSING PARADIGM
4 PARADIGMA PERUMAHAN
1. Paradigma Ekonomi
2. Paradigma Kesejahteraan
3. Paradigma Sumber Daya
4. Paradigma Penolakan
Paradigma Ekonomi
Paradigma Kesejahteraan
Paradigma Sumber Daya
Paradigma Penolakan
Permukiman &
Struktur Tata Ruang Kota
Interaksi berbagai elemen
lingkungan menciptakan kekhasan
POLA

1. Pendekatan Ekologikal
2. Pendekatan Ekonomi
3. Pendekatan Morfologikal
4. Pendekatan Sistem Kegiatan
5. Pendekatan Ekologi Faktorial
Pendekatan Ekologikal
Proses interelasi antara berbagai spesies dalam
lingkungannya sehingga menimbulkan perimbangan
kualitas dan kuantitas spesies dalam jangka waktu
tertentu, akan membetuk pula penyebaran spesies
yang khas.

Hubungan seperti inilah yang akan menghasilkan pola


keteraturan penggunaan.

Manusia terorganisir dalam 2 tingkatan


A. Natural/Biotik Level

B. Novel/Cultural Level
TEORI penggunaan lahan dengan pendekatan ekologikal
A. Teori Konsentris.
E.W. Bergess [1925]
Herbert [1973]
Apabila ‘landscape’-nya datar,sehingga aksesibilitas
menunjukkan nilai yang sama ke segala penjuru dan
Zona 4 persaingan bebas untuk mendapatkan ruang, maka
penggunaan lahan suatu kota cenderung berbentuk
Zona 2 konsentris dan berlapis-lapis mengelilingi titik pusat.

Zona 1 Zona 1: CBD [pusat kehidupan sosial, ekonomi,


budaya dan politik dan merupakan zona yang
memiliki aksesibilitas yang tinggi.
Zona 3
Zona 2: transition zone. Zona transisi
Zona 3: zona perumahan para pekerja (working
Zona 5 men’s homes area)
Zona 4: perumahan, real estate (better residences)
Zona 5: zona penglaju, zone of commuters
TEORI penggunaan lahan dengan pendekatan ekologikal

B. Teori Ketinggian Bangunan

BERGEL [1955]
Mengusulkan untuk memperhatikan variabel ketinggian bnagunan, karena menyangkut hak
semua individu memperoleh dan menikmati alam. Seperti untuk menikmati sinar matahari, udara
segar dan ruang aktivitas yang cukup.
ELEVATION LEVEL

RESIDENTIAL
OFFICE RESIDENTIAL
OFFICE RETAILING RESIDENTIAL
RETAILING RETAILING RESIDENTIAL RESIDENTIAL

URBAN SUB URBAN


Pendekatan Ekonomi
RENT/SEWA

TRANSPORT
COST LOCATION

ROBERT M. HAIG [1926]


Sewa merupakan pembayaran untuk aksesibilitas atau penghematan biaya transportasi.
Hal ini akan berkaitan dengan proses penawaran (bidding process) untuk menentukan siapa yang
berhak untuk menempati sebuah lokasi.
Harga sewa dan biaya transport akan sangat bervariasi dengan site, karena secara teoritis ‘prefect
site’ untuk suatu kegiatan sangat berbeda dengan kegiatan yang lain.
Pilihan lokasi yang sempurna adalah, biaya tranport yang rendah untuk lahan sewa yang paling
sedikit memberikan faktor penghalang
Pendekatan Morfologikal
Rute transpotasi
OVER BOUNDED CITY

Batas fisik kota

Batas administasi
kota

UNDER BOUNDED CITY


TRUE BOUNDED
CITY
Percepatan pertumbuhan fisik perkotaan tidak
sama, maka variasi bentuk kota juga sangat
beragam. Areal yang berbatasan dengan areal
yang bukan kota disebut ‘Build Up Area’.
Dari waktu ke waktu bentuk fisik kota selalu
mengalami perubahan, sementara batas
administrasi kota relatif sama untuk jangka waktu
Pendekatan Sistem Kegiatan
CHAPIN [1965]

Perorangan maupun kelompok, masyarakat selalu mempunyai nilai tertentu terhadap


penggunaan setiap jengkal tanahnya, seperti siklus;
• Fase merumuskan kebutuhan dan keinginan
• Fase merumuskan tujuan yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan
• Fase membuat alternatif perencanaan
• Fase memutuskan memilih perencanaan yang dianggap sesuai dan melaksanakan tindakan
LIVE, WORK, PLAY

CARTER [1975]
Pola kegiatan dapat digolongkan menjadi 3 sistem kegiatan:
• Kegiatan Rutin
Rutinitas, seperti; berbelanja, bekerja, dsb
• Kegiatan Kelembagaan
Kegiatan lembaga swasta maupun pemerintah yang difokuskan pada ‘particular point’.
• Kegiatan Organisasi
Kegiatan organisasi akan lebih kompleks, berkait erat dengan sistem kegiatan yag lain, baik
perorangan, kelompok dan lembaga.
Pendekatan EKOLOGI
FAKTORIAL

Pengamatan ruang kota dengan menjabarkan variabel-variabel yang spesifik dari kota tersebut.
HERBERT [1973]
Dalam pengamatan residential area di kota Winnipeg (Manitoba-Kanada)
a. Struktur penduduk
b. Penguasaan tempat tinggal
c. Karakteristik sosio-kultural
d. Karakteristik rumah tangga
e. Angkatan kerja