Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI

POLITEKNIK KATOLOIK MANGUNWIJAYA TEKNIK


KIMIA
6 Januari – 4 April 2020

Disusun guna memenuhi Tugas Akhir Praktek Kerja Industri Tahun Pelajaran
2019/2020

Oleh:

Nama :Della Vionika


NIS : 037.18.042
Kelas : XI KI 2

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3 KENDAL
Jalan Boja-Limbangan Kilometer 1 Boja , Kabupaten Kendal ,Kode Pos 51381 Telepon
0294-572623 Faksimile 0294-572623 Surat Elektronik :
smktelukendal@yahoo.com,smk@smkn3kendal.sch.id

HALAMAN PERSETUJUAN

Judul :

Penulis :

NIS :

Kelas :

Kompetensi Keahlian:

Telah disetujui dan diterima oleh pembimbing untuk dinilai

Boja,

Ketua Kompetensi Keahlian Pembimbing Praktik Kerja Lapangan

NIP. NIP.

Mengetahui,

Kepala SMK Negeri 3 Kendal


Drs. AGUS BASUKI,M.T.
Pembina
NIP.19640419 198903 1 008

HALAMAN PENGESAHAN

Judul :

Penulis :

NIS :

Kelas :

Kompetensi Keahlian:

Laporan Praktek Kerja Industri telah Sahkan dan Disetujui :

Pada tanggal:

Pimpinan DU/DI Pembimbing DU/DI

NIP. NIP.
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR

Laporan Praktek Kerja Lapangan di Politeknik Katolik (polteka) Mangunwijaya


Kampus 1 Teknik Kimia ini disusun sebagai salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir
SMK N 3 Kendal dan juga sebagai hasil dari prakerin yang telah dilaksanakan terhitung
sejak tanggal 6 januari – 4 april 2020.

Puji syukur kepada Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya saya dapat
menyelesaikan laporan prakerin ini. Dengan dorongan dan bantuan dari berbagai pihak
maka saya dapat menjalani praktik kerja lapangan dengan baik,oleh karena itu saya
ucapan terima kasih kepada:

1. Bapak Drs. Agus Basuki M.T. selaku kepala SMK N 3 Kendal beserta seluruh staf
2. Bapak Dr. Materius Kristiyanto selaku direktur Politeknik Katolik Mangunwijaya
3.
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL............................................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN................................................................................
HALAMAN PERSEMBAHAN...........................................................................iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN........................................................................iv
KATA PENGANTAR.........................................................................................v
DAFTAR ISI....................................................................................................vi
DAFTAR GAMBAR........................................................................................vii
DAFTAR TABEL............................................................................................viii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................
1.1 Latar Belakang Masalah....................................................................
1.2 Rumusan Masalah.............................................................................
1.3 Batasan Masalah...............................................................................
1.4 Tujuan dan Manfaat Penulisan.........................................................
BAB II LANDASAN TEORI...............................................................................
BAB III GAMBARAN UMUM TEMPAT PRAKERIN............................................
3.1 Sejarah Singkat dan Perkembangan Polteka Mangunwijaya............
3.2 Visi dan Misi Polteka Mangunwijaya.................................................
3.3 Tujuan Polteka mangunwijaya..........................................................
3.4 Struktur Organisasi Polteka Mangunwijaya......................................
BAB IV PEMBAHASAN....................................................................................
3.1 Laboratorium Kimia Organik (KO).................................................
3.1.1 Chlorofom.......................................................................................
3.1.2 Balsem............................................................................................
3.1.2 Bryl Cream (O/W)..............................................................................
3.1.3 Akrilik..................................................................................................
3.1.4 Semir Sepatu Cair...............................................................................
3.1.5 Tes Identifikasi....................................................................................
3.2 Laboratorium Kimia Terapan (KT).....................................................
3.2.1 Detergen Powder...............................................................................
3.2.2 Pembuatan Bahan Bakar Nabati (BIODIESEL)....................................
3.2.3 Sabun Transparan..............................................................................
3.2.4 Sabun Cuci Piring................................................................................
3.2.5 Detergen Cair......................................................................................
3.2.6 Detergen Pasta...................................................................................
3.3 Laboratorium Kimia Analisa (KA)......................................................
3.3.1 Menentukan kadar H3PO4 (asam fosfat).............................................
3.3.2 Menentukan kadar C6H8O7 (asam sitrat)............................................
3.3.3 Menentukan kadar NaOH..................................................................
3.4 Laboratorium Mikrobiologi.............................................................
3.5 Laboratirium Kimia Fisika(KF)..........................................................
3.6. Laboratorium Satuan Proses (OTK)......................................................
3.6.1 Pembuatan akrilik..............................................................................
3.6.2 Pembuatan waterproof coating.........................................................
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah

Sekolah menengah kejuruan merupakan sekolah yang tenaga kerja sehingga siswa
dituntut untuk memiliki keahlian terdidik dan profesional dalam praktek kerja.Oleh
karena itu sekolah mengadakan program prakerin yang bertujuan agar siswa dapat
menghadapi lingkungan kerja yang sesungguhnya,setelah mendapatkan berbagai teori
dari sekolah.
Dalam dunia industri, ilmu kimia memiliki peranan penting sebagai ilmu terapan
di dunia industri, sehingga diharapkan dengan penerapan ilmu kimia dalam dunia
industri,akan berdampak langsung pada produk barang maupun jasa yang dapat
meningkatkan kualitas maupun kuantitasnya.
Sekolah menengah kejuruan jurusan kimia industri merupakan sekolah yang
diharapkan dapat menghasilkan lulusan kimia industri yang konpeten dan terampil dalam
memenuhi tuntutan dunia kerja dan industri.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diadakannya prakerin ini kami merumuskan beberapa


masalah yang akan dibahas antara lain:

1. Apa yang dimaksud praktek kerja lapangan?

Praktik Kerja Lapangan atau yang biasa di sebut dengan PKL adalah salah satu program
pendidikan di sekolah dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui
kegiatan kerja secara langsung didunia kerja untuk mencapai tingkat keahlian tertentu.
Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) Dapat memberikan keuntungan pada pelaksanaan itu
sendiri yaitu sekolah, karena keahlian yang tidak diajarkan di sekolahan bias didapat
didunia usaha , sehingga dapat meningkatkan mutu dan relevensi Pendidikan untuk
mengembangkan suatu system yang mantap antara dunia pendidikan dan dunia usaha.

2. Mengapa saya memilih PKL di Polteka Mangunwijaya?

Karena di kampus tersebut bergerak dijurusan teknik kimia yang sesuai dengan jurusan
saya dan disana saya jadi bisa belajar lebih tanggung jawab,disiplin,berani,dapat
menambah wawasan karena fasilitas yang lebih lengkap dan bisa mengembangkan ilmu
pengetahuan dengan mengikuti praktikum yang belum pernah dilakukan disekolah.

1.3 Batasan Masalah

1. Pelaksanaan prakerin dibatasi pada siswa saat persiapan, persiapan dan sampai
pada penilaian pelaksanaan prakerin oleh siswa SMK N 3 KENDAL
2. Pelaksanaan prakerin dimulai ketika siswa sudah mulai praktek didunia industri
atau dunia usaha

1.4 Tujuan Dan manfaat penulisan

Tujuan :

1. Meningkatkan kemampuan dan memantapkan keterampilan siswa sebagai


bekal kerja yang sesuai dengan program studi kimia industri
2. Mengembangkan dan memantapkan sikap profesional, wawasan siswa dalam
rangka memasuki lapangan kerja
3. Meningkatkan pengetahuan siswa dalam hal teknologi baru yang lebih
modern,dibandingkan dengan fasilitas yang tersedia disekolah serta
membiasakan diri dengan suasana kerja
4. Memperkenalkan fungsi dan tugas kimia industri kepada lembaga lembaga
pendidikan dan perusahaan industri serta memberikan peluang penempatan dan
meningkatkan kerjasama antara sekolah dan institusi perusahaan
5. Memantapkan siswa dalam memahami dan mengembangkan ilmu yang didapat
dari tempat siswa melaksanakan PKL
6. Siswa mampu mencari alternatif lain dalam pemecahan masalah kimia industri
lebih luas dan mendalam serta mengoperasikan wawasannya dalam bentuk
karya tulis
7. Menambah koleksi perpustakaan sekolah,sehingga dapat meningkatkan
pengetahuan bagi diri penulis,adik kelas,maupun bagi peminat lainnya

Manfaat Prakerin :

1. Manfaat bagi siswa

Dapat menambah pengetahuan,wawasan,dan pengalaman yang berharga dan


bermanfaat selama melaksanakan prakerin didunia industri atau usaha mengenai
keadaan yang sebenarnya sehingga dapat menjadi bekal berguna bila terjun
langsung ke masyarakat

2. Manfaat bagi sekolah

Dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan pengetahuan dalam program


praktek kerja lapangan, juga meningkatkan produk sumber daya manusia yang
berkualitas dan memenuhi jaman

3. Manfaat bagi instansi


Diharapkan dapat memberikan penilaian prakerin di dunia industri atau instansi
seperti aspek sikap atau perilaku dan aspek keterampilan (skill attitude)
BAB II

LANDASAN TEORI

Praktek Kerja dan Industri adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan


keahlian kejuruan, yang memadukan kegiatan belajar di sekolah dan kegiatan bekerja
langsung di industri/dunia usaha, untuk mencapai standar kompetensi pada profesi
kejuruan tertentu.

Manajemen sumberdaya manusia merupakan bagian dari manajemen, di mana


manajemen sumberdaya manusia ini menitik beratkan perhatiannya pada masalah-
masalah manusia dalam hubungan kerja dengan tugas-tugasnya tanpa mengabaikan
faktor-faktor produksi yang lain,Jadi manajemen sumberdaya manusia mengandung arti
pengakuan terhadap pentingnya peran manusia pada organisasi sebagai sumberdaya
yang vital dalam pencapaian tujuan-tujuan organisasi.

Penyelenggaraan prakerin pada SMK didasarkan atas ketentuan ketentuan yang


tertuang dalam:

1. Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem


pendidikan Nasional Bab. II Pasal 3 ayat 2
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 Tahun 1990 tentang
Pendidikan Menengah Bab. XI Pasal 29 ayat 1
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 tahun 1992 Tentang Peran
Serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional Bab. III pasal 4 ayat 8
4. Keputusan Mendikbud No.080/U/1993, tentang kurikulum SMK
5. Kurikulum 2013
BAB III
GAMBARAN UMUM TEMPAT PRAKERIN
3.1 Sejarah Singkat Dan Perkembangan Polteka Mangunwujaya
AKIN St. Paulus Semarang didirikan pada tahun 1983 oleh Ir. Sediatmo
Selopranoto.Legalitas tertuang dalam Surat Koordinat Kopertis Wilayah VI Nomor :
553/K/18/kop.VI/IV/1983.
Sediatmo-Sarjana Teknik Kimia ITB 1957-sekitar tahun 1960-an sebagai dosen
ITB pernah mengadakan penelitian tentang keadaan industri di Indonesia.Hasilnya
mengejutkan, keprihatinannya yang berbaur dengan rasa nasionalisme dan kecintaannya
yang mendalam pada profesi keilmuan, mendorongnya meninggalkan ITB dan terjun ke
bidang pendidikan.
Sekolah yang di dirikannya dibawah naungan Yayasan Bernadus di Semarang
tahun 1972. Masa pengendapan ide 10 tahun (sejak 1972)dirasa cukup untuk mendirikan
AKIN. Pada tanggal 25 mei 1983 berhasil dibentuk Yayasan Santo Paulus yang akan
menaungi AKIN.Pada tanggal 25 agustus 1999 atas prakarsa Keuskupan Agung
Gustawan,SJ sebagai ketua, kegiatan perkuliahan dilakukan di kampus Jl. Sriwijaya
no.104 Semarang, tahun 2003 diselenggarakan program studi Diploma III Teknik Kimia
dengan akreditasi oleh BAN PT dengan peringkat B. Dengan diterbitkannya surat
keputusan kementrian RISTEK dan DIKTI tentang penggabungan no. 162/KPT/1/2018
maka akademi kimia Santo Paulus bergabung dari program studi DIII Teknik Kimia
Polteka Mangunwijaya Semarang.
3.2 Visi Dan Misi Polteka Mangunwijaya
Visi
Menjadi perguruan tinggi vokasi yang eksploratif dan kreatif dalam menyiapkan tenaga
profesional dan memberikan kontribusi penerapan ilmu dan teknologi secara integral
untuk masyarakat Indonesia pada tahun 2028

Misi
1. Menyelenggarakn pendidikan untuk mencetak tenaga profesional yang eksploratif,
kreatif dan kompeten
2. Menciptakan atmosfer akademis yang bernuansa pendidikan karakter guna
membentuk pribadi yang bermartabat, berkarakter dan berintegritas
3. Melakukan penelitian terapa yang berkualitas berlandaskan etika dan
profesionalisme guna mengembangkan ilmu dan teknologi
4. Menyelenggarakan pengadilan kepada masyarakat sebagai penerapan ilmu dan
keahlian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat
5. Menjalin kerjasama yang efektif berkesinambungan dengan stakeholders yang
berbasis kemampuan profesional dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi
6. Meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan melalui perbaikan yang
berkelanjutan
3.3 Tujuan Polteka Mangunwijaya
1. Menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang teknik dan proses kimia terapan,
kreatif dan mampu bersaing di tingkat nasional, regional, maupun global
2. Menghasilkan lulusan yang memiliki dasar dasar kemampuan untuk melakukan
riset guna mencari alternatif pemecahan masalah praktis di lapangan
3. Menghasilkan lulusan yang mampu menggunakan ilmu dan keahliannya untuk
kepentingan masyarakat luas

3.4 Struktur Organisasi Polteka Mangunwijaya


YAYASAN

DEWAN PENYANTUN DIREKTUR SENAT POLITEKNIK

LPM

WAKIL DIREKTUR I WAKIL WAKIL DIREKTUR III WAKIL DIREKTUR IV


DIREKTUR II

Ka Ka Ka Ka Ka BAK Campus BEM BA IT Promosi dan


BAA LAB PERPUS LPPM BAU Ministry Rekerutmen

PROGRAM STUDI

KA PRODI D3 KA PRODI D3 FARMASI KA PRODI D3


TEKNIK KIMIA ANALIS KESEHATAN

DOSEN

MAHASISWA

BAB IV
PEMBAHASAN
A. Lab Kimia Organik (KO)
4.1 Chloroform
a. Dasar Teori
Chloroform adalah senyawa haloform dengan rumus molekul CHCl3.
Sifat Fisis :
BM P To
CHCl3 119,37 1,489 61,15
Kaporit 142,98 2,35 -
Aseton 38,08 0,79 56,53

b. Bahan Dan Alat


BAHAN
1. Kaporit
2. Aceton
3. Aquades
ALAT
1. Labu Destilasi 7. Pengaduk
2. Gelas Ukur 8. Bunsen
3. Corong Pisah 9. Beaker glass
4. Pendingin Leibig 10. Statif Dan Klem
5. Alonga 11. Klem Ring
6. Erlenmeyer 12. Kaki Tiga Dan Kassa Asbes

c. Cara Kerja
1. Buat larutan kaporit kemudian tempatkan dalam labu destilasi (1 liter)
2. Buat larutan aseton kemudian tempatkan dalam corong pisah
3. Pasang rangkaian distilasi (corong pisah dipasang pada mulur lalu
destilasi, alonga tercelup air yang diisikan pada erlenmeyer)pastikan semua
sambungan rapat
4. Panaskan kaporit hingga sedikit mendidih, kemudian teteskan larutan
aceton (selama proses destilasi api dimatikan)
5. Jika larutan aseton habis, tembahkan air pada corong pisah kemudian
lanjutkan destilasi (destilasi dihentikan jika api pada corong pisah habis)
6. Pisahkan chloroform yang terbentuk dari air
7. Keringkan chloroform yang terbentuk dengan Na2SO4 anhidrat
8. Hitung rendemen dan kemurnian
P = massa/volume n = massa/BM
Rendemen : massa praktikum/massa teori x100 %
Kemurnian : p praktik/p teori x100%
Keterangan :
P : massa jenis
n : Mol
BM :berat molekul
4.2 Balsem
1. Alat Dan Bahan
ALAT
1. Bunsen 6. Timbangan
2. Tripot 7. Gelas Ukur
3. Beaker Glass 8. Gelas Arloji
4. Pengaduk 9. Kemasan
5. Kassa Asbes
BAHAN
1. Mentol 10 gram 5. Vaselin putih 100 gram
2. Camper 10 gram 6. Minyak Gandapura 10 ml
3. Asam Stearat 10 gram 7. Minyak Cengkeh 10 ml
4. Minyak papermint 5 ml
2. Cara Kerja
1. Panaskan vaselin putih sampai dengan mencair
2. Tambahkan minyak gandapura
3. Tambahkan camper
4. Tambahkan asam stearat
5. Tambahkan mentol
6. Kemudian tambah minyak papermint
7. Lalu masukkan ke dalam kemasan, diamkan hingga padat atau beku
4.3 Bryl Cream (o/w)
1. Dasar Teori
a. Parafin Liquid : larut dalam eter, benzene, CS2, sedikit berbau,dll
b. Bess Wax : sedikit larut dalam alkohol, larut dalam chloroform, eter,
dan benzene, tidak berasa
c. Borax (Na2B4O7) : bentuk kristal, larut dalam air, serbuk sukar larut
dalam air
d. TEA (Tri Etanol Amine) : kental, sangat higroskopik, larut dalam
benzene, eter, sedikit amoniak, tidak berwarna
e. Asam Stearat : padat, asam lemak jenuh
2. Alat Dan Bahan
ALAT
1. Bunsen 5. Pengaduk
2. Kassa Asbes 6. Gelas Ukur
3. Selang Gas 7. Tripot
4. Cawan 8. Thermometer
BAHAN
1. Paraffin Liquid 20 ml
2. Asam Stearat 5 gram
3. TEA 5 ml
4. Aquades 40 ml
3. Cara Kerja
a. Panaskan paraffin liquid dan asam stearat sampai larut (larutan 1)
b. Membuat larutan TEA dalam aquades dengan pemanasan sebentar (larutan
2)
c. Masukan larutan 2 dalam larutan 1, sambil diaduk hingga membentuk
emulsi
d. Tambahkan parfum dan pewarna secukupnya
4.4 Akrili
4.5 Semir Sepatu Cair
1. Alat Dan Bahan
ALAT
1. Beaker Glass 5. Pengaduk
2. Bunsen 6. Gelas Ukur
3. Tripot 7. Gelas Arloji
4. Kassa Asbes 8. Timbangan
BAHAN
1. Bess Wax 1,5 gram
2. Carnaubawax 1 gram
3. Borax 1,5 gram
4. Terpentin 10 ml
5. Aquades 5 ml
6. Pigmen Hitam secukupnya
2. Cara Kerja
a. Larutkan borax dalam aquades (larutan 1)
b. Panaskan beeswax ditambah carnaubawax pada tempat lain (larutan
2)
c. Larutan 1 dipanaskan dan dimasukkan dalam larutan 2 sedikit demi
sedikit, lalu tambahkan terpentin
d. Tambahkan pigmen hitam
4.6 Tes Identifikasi
a. Tes Ferrox: menggunakan MO dan BTB.Bahan uji senyawa yang
mengandung oksigen (misal : alkohol, keton, amida, lakton, dsb).
Prosedur : ambil sedikit sampel masukan ke dalam 2 tabung reaksi
yang satu diberi MO dan yang satu lagi diberi BTB
b. Tes Penggantian H (Hidrogen): Bahan uji : gugus
fungsional yang mengandung atom H yang menempel pada oksigen,
sulfur, dan nitrogen.
Prosedur : ambil 1 logam Na dalam gelas arloji, ditetesi dengan
sampel cukup 1 tetes. Tes positif juka timbul gelembung gelembung
gas
c. Tes DNP (2,4 Dinitrophenil Hydrazine): Bahan uji :
aldehid, keton, karbohidrat.
Prosedur : ambil sedikit sampel tambah reagen DNP sambil digojog,
tambah 1 tetes HCl. Tes positif jika terbentuk endapan, jika tidak
terbentuk endapan lakukan pemanasan menggunakan water bath
d. Tes Fehling : untuk uji karbohidrat atau aldehid menggunakan
reagen fehling, dasar tes ini rx redoks.
Prosedur : ambil sedikit sampel ditambah reagen fehling (tidak boleh
terlalu banyak). Tes positif jika terbentuk warna hijau, merah bata
(endapan),jika tidak terbentuk water bath
e. Tes K2Cr2O7: untuk uji alkohol dan aldehid menggunakan
asam iodat. Bahan uji : alkohol sederhana (C2-C7), aldehid dan
metil keton, phenol.
Prosedur : ambil sedikit sampel ditambah beberapa tetes larutan
K2Cr2O7 . Tes positif jika warna berubah menjadi hijau
f. Tes Molish: untuk test spesifik karbohodrat menggunakan
alfanaftol yang dilarutkan dalam etanol atau cholroform
Prosedur : ambil sedikit sampel ditambah beberapa tetes alfanaftol,
lewat dinding lewat asam sulfat pekat. Tes positif jika terbentuk
warna ungu di perbatasan lapisan
g. Tes Fuchsin: untuk golongan aldehid, reagen : schiff
Prosedur : ambil sampel, ditetesi dengan reagen schiff dalam tabung
reaksi, tunggu beberapa saat. Tes positif jika muncul warna merah
hingga ungu
h. Tes Ferri Hidroxamat: Bahan uji ester, reagen larutan FeCl3
1 % (c), larutan jenuh KOH dalam metanol (b), larutan jenuh
hydroxylamine hydrochloride dalam metanol (a).
Prosedur : campur sampel dengan reagen a, panaskan lalu
dinginkan,tambah reagen b dan panaskan lagi sampai hampir kering,
teteskan larutan 1 N asam asetat dan 2 tetes reagen c. Tes positif jika
muncul warna merah muda, merah atau violet
i. Tes Beilstein: untuk identufikasi senyawa senyawa yang
mengandung halogen.
Prosedur : menggunakan kawat Cu dibakar dalam bunsen kemudian
diamkan dan celupkan dalam sampel lalu bakar dalam nyala api. Tes
positif jika timbul nyala api warna hijau
j. Tes Carbilamin: untuk amina primer (amina adalah turunan
amonia), reagen chloroform dan KOH alkalis
Prosedur : ambil sedikit sampel, tambah beberapa tetes chloroform
dan KOH alkalis, lalu hangatkan tabung reaksi. Tes positif jika
muncul bau khas isocyanida (bau khas seperti rambut atau kulit
terbakar)
k. Tes Diazotisasi : untuk aryl amina (amina aromatik). Bahan uji
aryl amina, reagen : asam nitrit
Prosedur : ambil sedikit sampel tambah 1 tetes asam nitrit dan asam
sulfat 6 N dan 2 tetes air.Dalam tabung lain ambil beberapa tetes B
naphtol ditambah beberapa larutah NaOH 10 %. Tes positif jika
terbentuk warna merah atau jingga
l. Tes FeCl3: untuk phenol dan derivate tingkat rendah dengan
reagen 2 % dalam campuran air-metanol 1:1.
Prosedur : sampel 1 ditambah sedikit air dan FeCl3 2 % dalam
campuran air-metanol 1:1. Tes positif jika terbentuk warna
merah,biru,ungu,jingga yang mungkin lenyap atau berubah cepat
m. Tes Marquis: untuk phenol yang bebas para, untuk karbohidrat,
reagen formalin dan H2SO4 pekat.
Prosedur : sedikit sampel ditetesi dengan formalin, tambah asam
sulfat pekat lewat dinding tabung (jangan digojog). Tes positif jika
muncul warna merah di perbatasan lapisan, warna merah hilang jika
tabung ditambah air
n. Tes Ferro Hidroksida (Fe(OH)2) : untuk senyawa senyawa
nitro, nitroso (juga quinone, hidroxilamin, nitrit, dan nitrat)
Prosedur : sampel dicampur dengan larutan 5 % ferro amonium
sulfat, H2SO4 6 N dan larutan 2 N larutan KOH dalam metanol
(tabung cepat ditutup dan digojog). Tes positif jika endapan berubah
warna menjadi coklat dalam 1-2 menit.
B. Lab Kimia Terapan (KT)
4.7 Detergen Powder
1. Dasar Teori
Detetgen : tokeda + agent (zat untuk membersihkan). Detergen
bubuk adalah sabun pembersih utama untuk membersihkan baju kotor, ketika surfaktan
(agen aktif permukaan) diperkenalkan membuat detergen agar baju dicuci bersih dan
harum. Pembersih AC : NaOH + air + sedikit rinso
2. Bahan Baku
a. Bahan aktif : bahan yang harus ada (Emal, SLS, ABS)
b. Bahan pengisi : untuk memperbanyak volume (Natrium
Silikat)
c. Bahan Penunjang (STPP atau Sodium Try Poly Phosphate,
CMC atau Carboxy Methyl Cellulose)
d. Bahan Tambahan : aditif (zat warna dan parfum)
e. Bahan Wangi : bahan yang sangat penting
2. Alat Dan Bahan
ALAT
a. Beaker Glass e. timbangan
b. Erlenmeyer f. Gelas Arloji
c. Pengaduk g. Gelas Ukur
d. Cawan Porselin h. mortal
BAHAN
a. Na2CO3 6 gram
b. Emal 2 gram
c. STTP 3 gram
d. Na2SO4 70 gram
e. Parfum dan pewarna secukupnya
3. Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Campurkan Emal dan STTP, aduk hingga rata (campuran 1)
3. Pada tempat lain, campurkan Na2CO3 dan parfum sedikit demi
sedikit sambil diaduk (campuran 2)
4. Kemudian masukan campuran 2 ke dalam campuran 1
5. Tambahkan sedikit sedikit Na2SO4 aduk rata
6. Kemudian haluskan dengan mortal
4.8 Pembuatan Bahan Bakar Nabati (Biodiesel)
1. Dasar Teori
Biodiesel merupakan bahan bakar yang terdiri dari campuran mono
alkil ester dari lantai panjang asam lemak yang dipakai sebagai alternatif bagi bahan
bakar dari mesil diesel dan terbuat dari sumber terbaharui seperti minyak nabati atau
lemak hewan. Biasanya dinuat dengan proses transesterifikasi (mengeluarkan gliserin
dari minyak dan mereaksikan asam lemak dengan alkohol atau menjadi alkohol)
2. Alat Dan Bahan
ALAT
a. Erlenmeyer g. Klem
b. Pengaduk h. Aluminium Foil
c. Bunsen i. Corong pisah
d. Kaca asbes j. Krop
e. Tripod k. Thermometer
f. Penangas
BAHAN
a. NaOH
b. Aquades
c. Minyak Goreng
d. Alkohol
e. Indikator PP
3. Cara Kerja
1. Menyiapkan bahan sesuai kebutuhan
2. Mencampurkan Etanol dan NaOH dalam Beaker glass
3. Memanaskan Etanol dan NaOH yang sudah ditutup aluminium foil
4. Jika menggunakan minyak jelantah disaring dahulu jika terdapat
kotoran
5. Mencampurkanetanol dan minyak dalam labu alas bulat
6. Refluks dengan pendingin bola
7. Menyaring yang sudah direfluks
8. Hitung rendemen
4.9 Sabun Transparan
1. Dasar Teori
Sabun transparan adalah campuran garam Natrium atau Kalium dari
asam lemak menggunakan VCO dan takaran gula pasir lebih banyak dibandingkan
sabun keruh. Reaksi antara asam lemak dan basa
2. Alat Dan Bahan
ALAT
a. Beaker Glass g. Gelas arloji

b. Erlenmeyer h. Gelas ukur


c. Pengaduk i. Tripot
d. Cawan porselin j. Selang
e. Timbangan k. Bunsen
f. Thermometer l. Cetakan
BAHAN
a. VCO 25 gr
b. Asam Stearat 12 gr
c. NaOH (6 gr NaOH, 14 ml air)
d. Gliserin 25 gr
e. Gula (30 gr, 30 ml air)
f. Etanol 35 ml
3. Cara Kerja
1. Masukan VCO, Asam Stearat ke dalam beaker glass, panaskan pada
suhu 60 derajat Celcius hingga asam stearat meleleh
2. Masukan larutan NaOH tetes demi tetes sambil diaduk dan suhu
dijaga
3. Tambahkan gliserin, aduk dingga homogen sambil di panaskan
4. Tambahkan larutan gula, adul hingga homogen sambil dipanaskan
5. Tambahkan etanol aduk hingga homogen (suhu dijaga 60 derajat
celcius)
6. Tambahkan perfum dan pewarna secukupnya
7. Cetak pada cetakan
4.10 Sabun Cuci Piring
1. Alat Dan Bahan
ALAT
a. Beaker glass e. Anak timbang
b. Erlenmeyer f. Gelas arloji
c. Pengaduk g. Gelas ukur
d. Cawan porselin
BAHAN
a. Emal 20 gr
b. Na2SO4 10 gr
c. STPP 6 gr
d. Foam booster 10 ml
e. Gliserin 6 ml
f. Aquades 180 ml
g. Pewarna dan parfum secukupnya
2. Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Campurkan Emal dan foam booster, kemudian aduk hingga
homogen
3. Tambahkan Na2SO4 hingga memutih
4. Tambahkan 100 ml aquades sedikit demi sedikit dan aduk
hingga homogen (campuran 1)
5. Pada tempat lain larutkan STPP dan Asam sitrat dengan 20
ml aquades. Aduk pelan pelan karena akan berbusa
(campuran 2)
6. Masukan campuran 2 ke dalam campuran 1, aduk hingga
homogen kemudian tambahkan sisa aquades tersebut
7. Tambahkan parfum dan pewarna
4.11 Detergen Cair
1. Dasar Teori
Detergen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk
membantu pembersihan dan terbuat dari bahan bahan turunan minyak bumi.
2. Alat Dan Bahan
ALAT
a. Beaker glass e. Timbangan
b. Erlenmeyer f. Gelas arloji
c. Pengaduk g. Gelas ukur
d. Cawan porselin
BAHAN
a. Texapon 25 gr d. STPP 6 gr
b. Foam booster 6 ml e. Aquades 180 ml
c. Na2SO4 12 gr f. Parfum dan pewarna
3. Cara Kerja
1. Larutkan texapon dengan aquades 100 ml aduk hingga homogen,
kemudian tambahkan foam booster (larutan 1)
2. Pada tempat lain larutkan STPP dengan aquades sisa, aduk hingga
homogen (larutan 2)
3. Campurkan larutan 2 ke dalam larutan 1, aduk hingga homogen
4. Kemudian tambahkan Na2SO4 aduk hingga homogen
5. Tambahkan parfum dan pewarna
4.12 Detergen Pasta
1. Alat Dan Bahan
ALAT
a. Beaker glass e. Timbangan
b. Erlenmeyer f. Gelas arloji
c. Pengaduk g. Gelas ukur
d. Cawan porselin
BAHAN
a. ABS 6 gr f. CaCO3 5 gr
b. Texapon 6 gr g. Aquades 50 ml
c. Na2CO3 2 gr h. CMC 1,5 gr
d. STPP 3 gr i. OBA secukupnya
e. NaOH 2 gr j. Parfum dan pewarna
2. Cara Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
2. Masukan NaOH dan texapon dalam aquades, aduk sampai larut
3. Masukan STPP sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga homogen
(campuran 1)
4. Pada tempat lain masukan CMC sambil diberi aquades aduk hingga
homogen (campuran 2)
5. Masukan ABS sedikit demi sedikit, masukan CaCO3 sambil diaduk
6. Masukan campuran 2 ke dalam campuran 1 dan beri pewarna dan
parfum
C. Laboratorium Kimia Analisa (KA)
4.13 Penentuan kadar H3PO4 (asam fosfat)
1. Dasar teori
1.1 Alkalimetri

Titrasi adalah proses mengukur volume larutan yang terdapat dalam


buret yang ditambahkan kedalam larutan lain yang diketahui volumenya sampai terjadi
reaksi sempurna. Titrasi ini diterapkan untuk memperoleh pereaksi atau larutan yang
konsentrasinya tidak dapat dipastikan dari proses pembuatannya secara langsung dari zat
padatnya. Asidimetri adalah pengukuran konsentrasi asam dengan menggunakan larutan
baku basa, sedangkan alkalimetri adalah pengukuran konsentrasi basa dengan
menggunakan larutan baku asam, oleh sebab itu disebut titrasi asam-basa. Titik dalam
titrasi dimana titran yang telah ditambahkan cukup bereaksi secara tepat dengan senyawa
yang ditentukan disebut titik ekivalen. Titik ini sering ditandai dengan perubahan warna
senyawa yang disebut indikator (wikipedia).

1.2 Asam Fosfat

Merupakan asam mineral(anorganik) dikenal sebagai asam


ortofosfat yang memiliki rumus kimia H3PO4-. Asam ortofosfat merupakan nama IUPAC
untuk senyawa ini. Basa kunjungat dari asam fosfat adalah ion dihidrogen fosfat,H 2PO42-
yang pada gilirannya memiliki basa kunjungat hidrogen fosfat,HPO 42-, yang memiliki
basa konjungat fosfat,PO43-. Fosfat bergizi untuk semua bentuk kehidupan.(wikipedia).
Sifatnya Densitas : 1.885 g/mL, Titik lebur : 42,35 oC, Titik didih : 158 oC, Kelarutan :
larut dalam alkohol, Bahaya : corrosive

2. Alat dan Bahan

2.1 Alat

a. Beaker glass g. Gelas ukur


b. Erlenmeyer h. Corong
c. Buret i. Pipet volume
d. Statif j. Bola hisap
e. Klem k. Pipet tetes
f. Labu takar
2.2 Bahan
a.H3PO4
b. Asam oksalat
c. NaOH
d. Aquades
3.Cara Kerja
3.1 Membuat 500 cc larutan standart NaOH 0,1 N

 Menentukan kebutuhan NaOH dengan rumus :

gr x kadar 1000
N= x valensi x
BM ml
 Menimbang dan melarutkan NaOH dalam labu takar 500 cc dengan
aquades sampai batas

3.2 Membuat 500 cc larutan standart primer Asam Oksalat 0,1 N

 Menentukan kebutuhan Asam Oksalat dengan rumus :


gr x kadar 1000
 N= x valensi x
Bm L
 Menimbang Asam Oksalat sesuai kebutuhan
 Melarutkan Asam Oksalat dalam labu takar 500 cc dengan aquades hingga
batas
 Menghitung ulang normalitas larutan standar primer asam oksalat

3.3 Standarisasi larutan standart NaOH

 10 cc larutan standar primer oksalat ditambah 3 tetes indikator PP dan


dititrasi dengan standar NaOH sampat TAT (berwarna merah muda)
 Catat volume titrasi
 Ulangi minimal 3X
 normalitas larutan standar H3PO4

3.4 Penentuan kadar H3PO4

 Ditimbang 1 cc larutan H3PO4 dan diencerkan dalam labu takar 100 cc


dengan aquades sampai tanda batas
 10 cc larutan ditambah 3 tetes indicator PP atau MO, dititrasi dengan
larutan standar NaOH sampai TAT (PP:tak berwarna merah
muda,MO:merah-kuningTentukan)
 Catat volume titrasi
 Ulangi minimal 3x
 Tentukan kadar H3PO4

4. Data

4.1 Data bahan

 Sampel H3PO4 : 1,70 gr


 Asam oksalat : 6,201 gr
 NaOH : 2,26 gr

4.2 Data standarisasi NaOH

No. Volume larutan standar primer Volume larutan standar


1 10 ml 19,5 ml
2 10 ml 19,4 ml
3 10 ml 19,8 ml
∑ volume 58,7 ml
Volume rata rata 19,566 ml

4.3 Data penentuan kadar asam oksalat

No Volume sampel Volume larutan standar


.
1 10 ml 29,2 ml
2 10 ml 29,2 ml
3 10 ml 29,1 ml
∑ volume 87,5 ml
Volume rata rata 29,166 ml

5. Perhitungan

5.1 Normalitas larutan standar primer asam oksalat


gr x kadar 1000
N= x valensi x
 Bm ml ¿
¿
6,201 x 0,995 1000
N= x 2x
 126,07 500 ¿
¿
N = 0,1958 N

5.2 Normalitas larutan standar NaOH

m grek zat uji = m grek zat titran

V.N = 19,5 .N

10 ml . 0,1958 = 19,5 . H NaOH

H NaOH = 1,958/19,5

= 0,1004 N

5.3 Penentuan kadar asam fosfat

m grek uji = m grek titran


mgr
x valensi = V . N fp
BM

mgr 3 100
x 3= . 29,166 . 0,1004 .
98 2 10

98 .1,5 . 29,1666 . 0,1004 .10


mgr =
3

4.304,5516
=
3

mgr= 1.434,850

= 1,4348 gram

Kadar H3PO4
1,4348
= x 100 %
1,70

= 84,4 %
4.14 Penentuan kadar C6H8O7 (asam sitrat)

4.15 Penentuan kadar NaOH

1. Dasar Teori

Asidimetri adalah penentuan atau pengukuran konsentrasi larutan asam


suatu sampuran. Biasanya dilakukan dengan titrasi bersama larutan basa yang telah
diketahui konsentrasinya, yaitu larutan baku dan suari indikator yang menunjukan titik
akhir titrasi.

NaOH (Natrium Hidroksida), dikenal juga sebagai soda kaustik, soda api,
atau sodium hidroksida. Terbentuk dari oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air.
Sifatnya titik nyala : tidak mudah terbakar, titik didih : 1390oC (1663 K), densitas : 2,1
gr/cm3, padat, penampilan : zat padat putih.

2. Alat dan bahan

ALAT

a. Beaker glass g. Gelas ukur


b. Erlenmeyer h. Corong
c. Buret i. Pipet volume
d. Statif j. Bola hisap
e. Klem k. Pipet tetes
f. Labu takar
BAHAN
a. NaOH
b. Borax
c. HCl
d. Aquades
3. Cara Kerja

3.1 Membuat 500 cc larutan standart HCl 0,1 N

 Menentukan kebutuhan NaOH dengan rumus :

p x v x kadar 1000
N= x valensi x
BM ml
 Menimbang volume 37 % yang dibutuhkan dan mengencerkan dalam
labu takar 500 cc dengan aquades sampai batas

3.2 Membuat 500 cc larutan standart primer boraks 0,1 N


 Menentukan Na2B4O7.10H2O 99,5 % dengan rumus :
gr x kadar 1000
 N= x valensi x
Bm L
 Menimbang dengan tepat kebutuhan Na2B4O7.10H2O 99,5 % dan
melarutkan dalam labu takar 500 cc dengan aquades hingga batas.
3.3 Standarisasi larutan standart HCl
 10 cc larutan standar primer boraks ditambah 3 tetes indikator MO dan
dititrasi dengan larutan standar HCl sampat TAT (berwarna kuning -
jingga)
 Catat volume titrasi
 Ulangi minimal 3X
 normalitas larutan standar HCl

3.4 Penentuan kadar NaOH

 Ditimbang 500 – 1000 mgr NaOH dan dilarutkan dalam labu takar 100 cc
dengan aquades sampai tanda batas
 10 cc larutan ditambah 3 tetes indicator PP dan dititrasi dengan larutan
standar HCl sampai TAT (merah – tak berwarna)
 Catat volume titrasi
 Ulangi minimal 3x
 Tentukan kadar NaOH

4. Data

4.1 Data bahan

 Sampel NaOH : 0,780 gr


 Borax : 6,201 gr

4.2 Data standarisasi

No. Volume larutan standar primer Volume larutan standar


1 10 ml 10,0 ml
2 10 ml 10,0 ml
3 10 ml 10,4 ml
∑ volume 30,4 ml
Volume rata rata 10,1333 ml
4.3 Data penentuan kadar

No. Volume sampel Volume larutan standar


1 10 ml 16,3 ml
2 10 ml 16,4 ml
3 10 ml 16,6 ml
∑ volume 49,3 ml
Volume rata rata 16,4333 ml

5. Perhitungan

5.1 Normalitas larutan standar primer


9,538 x 1 1000
N= x2 x
 381,32 500 ¿
¿
N = 0,1005 N

5.2 Normalitas larutan standar

m grek zat uji = m grek zat titran

V . N = 19,5 .N

10 ml . 0,1005 = 10,1333 . N

N = 0,09917

5.3 Penentuan kadar

m grek uji = m grek titran

mgr
xvalensi = V . N fp
BM

mgr 100
x 1=0,09917 . 16,4333 .
40 10

mgr = 651,876

= 0,6518 gram

Kadar NaOH

0,6518
= x 100 %
0,1780
= 83,57 %