Anda di halaman 1dari 5

SPESIFIKASI TEKNIS DAN GAMBAR

Program : Pembangunan Infrastruktur Perdesaan


Kegiatan : Pengembangan Infrastruktur Perumahan dan Pemukiman Perdesaan
Pekerjaan : Peningkatan Jalan Desa Lingkungan Gang Hidayah dan Sekitarnya Kelurahan
Madurejo Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah

Keterangan :
Spesifikasi teknis disusun oleh panitia pengadaan berdasar jenis Kegiatan yang akan dilelangkan,
dengan ketentuan :
1. Tidak mengarah kepada merk/produk tertentu, tidak menutup kemungkinan digunakannya produksi
dalam negeri;
2. Semaksimal mungkin diupayakan menggunakan standar nasional;
3. Metoda pelaksanaan harus logis, realistik dan dapat dilaksanakan;
4. Jadwal waktu pelaksanaan harus sesuai dengan metoda pelaksanaan;
5. Harus mencantumkan macam, jenis, kapasitas dan jumlah peralatan utama minimal yang
diperlukan dalam pelaksanaan Kegiatan;
6. Harus mencantumkan syarat-syarat bahan yang dipergunakan dalam pelaksanaan Kegiatan;
7. Harus mencantumkan syarat-syarat pengujian bahan dan hasil produk;
8. Harus mencantumkan kriteria kinerja produk (output performance) yang diinginkan;
9. Harus mencantumkan tata cara pengukuran dan tata cara pembayaran.
SPESIFIKASI TEKNIS

Pasal 1
UMUM
1.1. Lingkup Pekerjaan :
Mobilisasi tenaga kerja, bahan-bahan dan peralatan untuk persiapan pelaksanaan pekerjaan
agar pekerjaan konstruksi menjadi berhasil yang baik dan sempurna dan dilakukan
selambat-lambatnya 15 hari setelah SPMK diterbitkan.
1.2. Pekerjaan pendahuluan melingkupi :
 Pembersihan Lokasi Awal dan Akhir
 Pengukuran dan Pemasangan Patok
 Papan Nama Kegiatan dan Rambu-Rambu Kegiatan
1.3. Demobilisasi peralatan.

Pasal 2
PEKERJAAN TIMBUNAN
2.1. Toleransi Dimensi
a) Elevasi dan kelandaian akhir setelah pemadatan harus tidak lebih tinggi dari 2 cm atau
lebih rendah 3 cm dari yang ditentukan atau disetujui.
b) Seluruh permukaan akhir timbunan yang terekspos harus cukup rata dan harus
memiliki kelandaian yang cukup untuk menjamin aliran air permukaan yang bebas.
c) Permukaan akhir lereng timbunan tidak boleh bervariasi lebih dari 10 cm dari garis
profil yang ditentukan.
d) Timbunan selain dari Lapisan Penopang di atas tanah lunak tidak boleh dihampar
dalam lapisan dengan tebal padat lebih dari 20 cm atau dalam lapisan dengan tebal
padat kurang dari 10 cm.
2.2. Standar Rujukan
Standar Nasional Indonesia (SNI) :
SNI 03-1744-1989 : Metode Pengujian CBR Laboratorium
SNI 03-2828-1992 : Metode Pengujian Kepadatan Lapangan Dengan Alat
Konus Pasir
SNI 03-6371-2000 : Tata Cara Pengklasifikasian Tanah dengan Cara Unifikasi
Tanah
SNI 03-6795-2002 : Metode Pengujian untuk Menentukan Tanah Ekspansif
SNI 03-6797-2002 : Tata Cara Klasifikasi Tanah dan Campuran Tanah
Agregat untuk Konstruksi Jalan
SNI 1966:2008 : Cara Uji Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas
Tanah
SNI 1967:2008 : Cara Uji Penentuan Batas Cair untuk Tanah
SNI 1742:2008 : Cara Uji Kepadatan Ringan untuk Tanah
SNI 1743:2008 : Cara Uji Kepadatan Berat untuk Tanah
SNI 3422:2008 : Cara Uji Analisis Ukuran Butir Tanah
2.3. Pengajuan Kesiapan Kerja
a. Untuk setiap timbunan yang akan dibayarkan menurut ketentuan dari spesifikasi ini.
Penyedia Jasa harus menyerahkan pengajuan kesiapan di bawah ini :
i) Gambar detil penampang melintang yang menunjukkan permukaan yang telah
dipersiapkan untuk penghamparan timbunan;
ii) Hasil pengujian kepadatan yang membuktikan bahwa pemadatan pada permukaan
yang telah disiapkan untuk timbunan yang akan dihampar cukup memadai.
b. Penyedia Jasa harus menyerahkan hal berikut ini paling lambat 14 hari sebelum tanggal
yang diusulkan untuk penggunaan pertama kalinya sebagai bahan timbunan :
i) Dua contoh masing-masing 50 kg untuk setiap jenis bahan;
ii) Pernyataan tentang asal dan komposisi setiap bahan yang diusulkan untuk bahan
timbunan, bersama-sama dengan hasil pengujian laboratorium yang menunjukkan
bahwa sifat-sifat bahan tersebut memenuhi ketentuan.
c. Penyedia Jasa harus menyerahkan hal berikut ini dalam bentuk tertulis kepada Direksi
Pekerjaan segera setelah selesainya setiap ruas pekerjaan :
i) Hasil pengujian kepadatan;
ii) Hasil pengukuran permukaan dan data survei yang menunjukkan bahwa toleransi
permukaan yang diisyaratkan dipenuhi.
2.4. Kondisi Tempat Kerja
a) Penyedia Jasa harus menjamin bahwa pekerjaan harus dijaga tetap kering segera
sebelum dan selama pekerjaan penghamparan dan pemadatan, dan selama
pelaksanaan timbunan harus memiliki lereng melintang yang cukup untuk membantu
drainase badan jalan dari setiap curahan air hujan dan juga harus menjamin bahwa
pekerjaan akhir mempunyai drainase yang baik.
b) Penyedia Jasa harus selalu menyediakan pasokan air yang cukup untuk pengendalian
kadar air timbunan selama operasi penghamparan dan pemadatan.
2.5. Pengembalian Bentuk Pekerjaan Setelah Pengujian
Semua lubang pada pekerjaan akhir yang timbul akibat pengujian kepadatan atau lainnya
harus secepatnya ditutup kembali oleh Penyedia Jasa dan dipadatkan sampai mencapai
kepadatan dan toleransi permukaan yang diisyaratkan oleh Spesifikasi ini.
2.6. Cuaca yang Diijinkan untuk Bekerja
Timbunan tidak boleh ditempatkan, dihampar atau dipadatkan sewaktu hujan, dan
pemadatan tidak boleh dilaksanakan setelah hujan atau bilaman kadar air bahan berada di
luar rentang yang disyaratkan. Semua permukaan timbunan yang belum terpadatkan harus
digaru dan dipadatkan dengan cukup untuk memperkecil penyerapan air atau harus ditutup
dengan lembaran plastik pada akhir kerja setiap hari dan juga ketika akan turun hujan lebat.

Pasal 3
PEKERJAAN LABURAN ASPAL SATU LAPIS/BURTU
3.1. Pekerjaan ini mencakup pelaksanaan pekerjaan pelaburan aspal (surface dressing) yang
terdiri dari laburan aspal satu lapis, setiap lapis diberi pengikat aspal dan kemudian ditutup
dengan butiran agregat (chipping). Pelaburan aspal (surface dressingi) ini dihampar di atas
permukaan aspal lama.
3.2. Standar Rujukan
Standar Nasional Indonesia (SNI) :
SNI 03-1968-1990 : Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus
Dan Kasar
SNI 03-2439-1991 : Metode Pengujian Kelekatan Agregat terhadap Aspal
SNI 2417:2008 : Cara Uji Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los
Angeles
AASHTO :
AASHTO M20 – 70 : Penetration Graded Asphalt Cement
3.3. Kondisi Cuaca Yang Diijinkan untuk Bekerja
Pelaburan aspal harus disemprot hanya pada permukaan yang kering dan bersih, serta tidak
boleh dilaksanakan waktu angin kencang, hujan atau akan trurun hujan. Pelaburan aspal
harus dilaksanakan hanya selama musim kemarau dan bilamana cuaca diperkirakan baik
paling sedikit 24 jam setelah pengerjaan.
3.4. BURTU tidak boleh lebih tebal dari satu batu dan bebas dari bahan-bahan yang lepas
setelah penggilasan yang diikiti oleh penyapuan.
3.5. Pekerjaan BURTU yang telah selesai, permukaannya harus terlihat seragam, dan bentuknya
menerus, terkunci rapat, harus kedap air tanpa ada lubang-lubang atau tanpa
memperlihatkan adanya bagian yang kelebihan aspal. Permukaan pekerjaan pelaburan
aspal yang telah selesai harus dipelihara oleh Penyedia Jasa paling sedikit selama 3 hari
agar tidak terdapat agregat yang lepas.

Pasal 4
PEKERJAAN LAPIS PERMUKAAN LATASIR
4.1. Pekerjaan ini mencakup pengadaan lapisan padat yang awet berupa lapis perata, lapis
pondasi atau lapis aus campuran beraspal panas yang terdiri dari agregat dan bahan aspal
yang dicampur secara panas di pusat instalasi pencampuran, serta menghampar dan
memadatkan campuran tersebut di atas pondasi atau permukaan jalan yang telah disiapkan
dan memenuhi garis, ketinggian dan potongan memanjang yang ditunjukkan dalam Gambar
Rencana.
4.2. Tebal Lapisan dan Toleransi
a) Tebal setiap lapisan campuran beraspal harus diperiksa dengan benda uji “inti” (core)
perkerasan yang diambil oleh Penyedia Jasa sesuai dengan petunjuk.
b) Tebal aktual hamparan lapis beraspal di setiap segmen, didefinisikan sebagai tebal
rata-rata dari semua benda uji inti yang diambil dari segmen tersebut.
c) Segmen adalah panjang hamparan yang dilapis dalam satu hari produksi.
d) Tebal aktual hamparan lapis beraspal individual yang dihampar, harus sama dengan
tebal rancangan yang dibuat.
e) Toleransi tebal untuk lapisan campuran beraspal tidak kurang dari 2,0 mm.
4.3. Kondisi Cuaca Yang Diijinkan Untuk Bekerja
Campuran hanya bisa dihampar bila permukaan yang telah disiapkan dalam keadaan kering
dan diperkirakan tidak akan turun hujan.
PASAL 5
PENUTUP
5.1. Pekerjaan yang menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini tetapi tidak diuraikan atau
dimuat dalam bestek, tetapi diselenggarakan atau diselesaikan oleh Kontraktor, hal itu harus
dianggap seakan-akan pekerjaan ini diuraikan dan dimuat dalam bestek ini, untuk menuju
penyerahan selesai yang lengkap dan sesuai spesifikasi.
5.2. Demikian Rencana dan Syarat-syarat ini dibuat untuk dijadikan pedoman dan harus ditaati
oleh Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan.