Anda di halaman 1dari 14

PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK USIA DINI

DI SEKOLAH PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) AL-IHSAN

LAPORAN MINI RISET

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur Mata Kuliah Ilmu Akhlak

Dosen Pengampu :
Dr. Hj. Qiqi Yuliati Zakiyah, M. Ag.,

Disusun Oleh :
KELOMPOK 1 :

Neng Nurul Fadhilah NIM. 1152080057


Rd. Ismail Hakim NIM. 1152080065
Annisa Aisyifa Kusmawati NIM. 1182080005
Erlinda Amalia NIM. 1182080017
Fitri Yati Sa’diah NIM. 1182080019
Hilda Insani Komara NIM. 1182080020
Laelatul Fitri NIM. 1182080026
Laras Nuraeni NIM. 1182080027
Moch. Yogi Santika Nugraha NIM. 1182080033
Muhammad Hikam NIM. 1182080036

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2019 M / 1440 H
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah, Tuhan semesta alam, yang telah melimpahkan nikmat dan
menurunkan al-Quran sebagai petunjuk. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan
kepada Nabi Muhammad SAW, sang panutan umat dan teladan terbaik dalam menapaki
kehidupan, kepada keluarganya, para sahabatnya dan umat yang senantiasa mengikuti sunah-
sunahnya hingga akhir kelak.

Dalam penulisan laporan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dr. Hj.
Qiqi Yuliati Zakiyah , M. Ag., Selaku dosen pengampu mata kuliah ilmu akhlak,
…………………… selaku kepala sekola PAUD Al-Ihsan yang telah bersedia bekerjasama
dengan kami dalam pelaksanaan mini riset ini dan juga kepada rekan-rekan semua yang telah
bekerjasama dalam pelaksanaan mini riset ini.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam laporan ini masih banyak
kekurangan. Untuk itu, penyusun menantikan saran dan kritik yang membangun sehingga bisa
menjadi bahan koreksi dalam penulisan karya tulis selanjutnya

Bandung, April 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................................................ i
Daftar Isi ....................................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 1
A. Latar belakang ............................................................................................................................. 1
B. Rumusan masalah ....................................................................................................................... 2
1. Apa saja program pendidikan akhlak di PAUD al-ihsan? ...................................................... 2
2. Bagaimana keterlaksanaan program pendidikan akhlak di PAUD al-ihsan? .......................... 2
C. Tujuan riset ................................................................................................................................. 3
1. Mengetahui program pendidikan akhlak pada anak usia dini di PAUD al-ihsan. .................. 3
2. Mengetahui keterlaksanaan program pendidikan akhlak pada anak usia dini di PAUD al-
ihsan serta aspek-aspek yang mempengaruhinya. ........................................................................... 3
D. Pendidikan Akhlak Dan Karakteristik Anak ............................................................................... 3
1. Pengertian pendidikan akhlak. ................................................................................................ 3
2. Tujuan pendidikan akhlak ....................................................................................................... 4
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak anak. .............................................. 5
4. Karakteristik anak usia dini..................................................................................................... 6
E. Metode Riset ............................................................................................................................... 6
BAB II PEMBAHASAN HASIL LAPANGAN .................................................................................. 8
A. Kondisi objektif PAUD Al – Ihsan ............................................................................................. 8
B. Program Pendidikan Akhlak di PAUD Al-Ihsan ........................................................................ 9
C. Kendala dalam pelaksanaan program Pendidikan akhlak ........................................................... 9
D. Hasil program Pendidikan akhlak ............................................................................................... 9
BAB III PENUTUP ............................................................................................................................. 10
A. Kesimpulan ............................................................................................................................... 10
B. Analisis ..................................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................................... 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan salah satu tantangan yang harus
kita hadapi kedepan dimana berbagai persoalan akan muncul terutama mengenai
pengaruh yang berdampak negatif. Dengan demikian, masalah degradasi moral
dalam keluarga dan lingkungan perlu penanganan khusus. Salah satu cara yang
dapat ditempuh adalah melalui pendidikan akhlak pada anak yang diberikan sejak
usia dini. Pendidikan harus membantu anak untuk memahami sejak dini nilai budi
pekerti yang luhur, ini merupakan tugas utama keluarga dengan menanamkan
nilakerukunan, ketakwaan, dan keimanan, toleransi dan kepribadian sehat. Seorang
anak yang memiliki dasar akhlak yang baik akan mampu mengatasi pengaruh buruk
di lingkungan sekitarnya (Muslich, 2011 : 92).
Dewasa ini pengaruh mordenisasi sangat kuat terhadap perilaku manusia, seperti
budaya POP yang secara tidak sadar masyarakat melakukannya. Budaya pop adalah
budaya dimana ia hadir dalam wujud yang serba menyenangkan, glamour, instant,
dan pragmatis. Atau disebut juga budaya hiburan yang mana keindahan dan
kecantikan menjadi gambaran dari citra seseorang (Muhyidin, 2004 : 4). Orang
yang mengikuti budaya ini lebih menyukai perbuatan-perbuatan yang berdampak
negatif, karena mereka menganggap kehidupan semata-mata untuk kesenangan diri
pribadi.Jadi tak heran sekarang kita temukan orang yang begitu bangga melakukan
hal-hal yang tidak bermoral.Bahkan ketika melakukan kesalahan itu dianggap hal
yang biasa, seperti penggunaan narkoba, pencurian dan lain sebagainya.Popularitas
dan kekayaan menjadi tujuan utama, sehingga maraknya dunia-dunia hiburan,
seperti fenomena yang kita lihat sekarang banyak ibu-ibu sibuk dengan sinetron
yang menjadi sanatapan setiap hari dan pemuda-pemuda yang berharap penuh pada
kuis-kuis yang ada pada televisi sehingga terbentuk masyarakat yang pemalas.
Berdasarkan uraian di atas, begitu beratnya tugas pendidik terutama orang tua
dalam mewujudkan generasi yang berakhlak mulia. Dengan begitu beratnya tugas

1
dalam mengurus anak maka orang tua akan memperoleh imbalan yang sesuai jika
mendidik anak dengan baik. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :
‫سلَ َمةَ بْن َح َّماد أَ ْخبَ َرنَا يَ ِزيد َحدَّثَنَا‬ ِ ‫صا ِلح أَبِي َع ْن النَّجو ِد أَبِي ب ِْن َع‬
َ ‫اص ِم َع ْن‬ َ ‫قَا َل ه َري َْرة َ أَبِي َع ْن‬
َّ ‫صلَّى‬
‫ّللاِ َرسول قَا َل‬ َ ‫سلَّ َم‬
َّ ‫علَ ْي ِه‬
َ ‫ّللا‬ َّ ‫صا ِلحِ ِل ْل َع ْب ِد الد ََّر َجةَ لَيَ ْرفَع َو َج َّل َع َّز‬
َ ‫ّللاَ ِإ َّن َو‬ َّ ‫ب يَا فَيَقول ْال َجنَّ ِة فِي ال‬ ِ ‫َر‬
‫ار فَ َيقول َه ِذ ِه ِلي أَنَّى‬ ِ َ‫لَكَ َولَدِكَ ِبا ْستِ ْغف‬.
(AHMAD - 10202) : Telah menceritakan kepada kami Yazid, dia berkata; telah
mengabarkan kepada kami Hammad bin Salamah dari 'Ashim bin Abu An Nujud
dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah 'azza wajalla akan mengangkat derajat
seorang hamba yang shalih di surga, hamba itu kemudian berkata; 'Wahai Rabb,
dari mana semua ini? ' maka Allah berfirman; 'Dari istighfar anakmu.'"
Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memberikan
pendidikan akhlak pada anak dengan baik. Pendidikan akhlak yang diberikan butuh
kerja sama antara orang tua dan guru di sekolah.
Adapun hal-hal yang dapat kita lakukan dalam mendidik anak agar anak dapat
menghadapi kemajuan zaman dan mampu menghancurkan kemaksiatan maka dapat
kita lakukan dengan cara: kita harus mampu mendidik anak kita higga mereka
menjadi cerdas; anak-anak harus kita didik dengan kebenaran filsafat dalam makna
yang selas-luasnya; kita harus mendidik anak-anak kita dengan kebenaran Al-
Qur’an (Muhyidin,2008 : 23-25). Dengan kata lain pendidikan akahlak terutama
pendidikan akhlak islami wajib diberikan kepada anak sejak usia dini sebagai
bentuk tanggung jawab moral orang tua terhadap anak, disamping pengharapan
menciptakan generasi yang berprilaku baik (berakhlak mulia) demi kenyamanan,
kedamaian dan kebahagian baik dunia maupun akhirat.
B. Rumusan masalah
1. Apa saja program pendidikan akhlak di PAUD al-ihsan?
2. Bagaimana keterlaksanaan program pendidikan akhlak di PAUD al-ihsan?

2
C. Tujuan riset
1. Mengetahui program pendidikan akhlak pada anak usia dini di PAUD al-ihsan.
2. Mengetahui keterlaksanaan program pendidikan akhlak pada anak usia dini di
PAUD al-ihsan serta aspek-aspek yang mempengaruhinya.

D. Pendidikan Akhlak Dan Karakteristik Anak


1. Pengertian pendidikan akhlak.
Pendidikan akhlak adalah salah pendidikan yang wajib diberikan kepada anak
dari sejak usia dini. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut anak masih suci dan
bersih dan belum terkontaminasi dengan berbagai peragai buruk. Oleh karena itu,
sebagai pendidik dan orang tua perlu mengajarkan dan mencontohkan perbuatan-
perbuatan yang mulia yang sesuai dengan ajaran al-quran dan hadist nabi
Muhammad SAW.
Ada beberapa perkara yang menguatkan pendidikan akhlak dan meninggikannya
(Ahmad amin, 1975 : 63-66) , yaitu:
a. Meluaskan lingkungan fikiran, karena fikiran yang sempit merupakan sumber
beberapa keburukan dan akal yang kacau balau tidak dapat membuahkan akhlak
yang tinggi.
b. Berkawan dengan orang yang terpilih, hal ini dikarenakan manusia itu suka
mencontoh.
c. Membaca dan menyelidiki perjalanan para pahlawandan yang berfikiran luar
biasa.
d. Yang lebih penting memberi dorongan kepada pendidikan akhlah ialah supaya
orang mewajibkan dirinya melakukan perbuatan baik bagi umum (lebih
mengutamakan kepentingan umum).
e. Berusaha melakukan kebiasaan dengan perbuatan yang baik.

Menurut Mohd. Athiyah al-Abrasyi pendidikan budi pekerti adalah jiwa dari
pendidikan islam, dan islam telah menyimpulkan bahwa pendidikan budi pekerti
dan akhlak adalah jiwa pendidikan islam. Mencapai suatu akhlak yang sempurna
adalah tujuan yang sebenarnya dari pendidikan. Pendidikan islam meupakan sarana

3
yang mengantarkan anaka didik agar menjadi orang yang berakhlak. Dengan
demikian pelaksanaan pendidikan akhlak memerlukan dukungan orang tua di
rumah, guru di sekolah, dan pimpinan serta tokoh masyarakat di lingkungan
(Abuddin Nata, 1996 : 37-38).
Anak yang memperoleh pendidikan akhlak yang baik tidak hanya merasakan
kebaikan di dunia saja tetapi juga sebagai penyelamat dirinya di akhirat
nanti.Dengan demikian pendidikan akhlak merupakan kegiatan yang tidak boleh
ditunda karena berhubungan dengan seluruh dimensi kehidupan manusia. Kegiatan
ini memerlukan keseriusan dan kerja sama seluruh elemen dan pakar pendidikan
akhlak. Dilain sisi, para pendidik juga hrus komitmen dalam mengawasi anak
asuhnya denga penuh rasa tanggung jawab dan tidak melalaikan tanggung jawab
tersebut.Adapun hal yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan metode-
metode hasil temuan apara pakar pendidikan akhlak (Ibrahim Amini, 2006 : 230).
2. Tujuan pendidikan akhlak
Pendidikan akhlak bertujuan untuk membentuk prilaku dan kepribadian anak
didik menjadi labih baik dan sesuai dengan ajaran agama. Hal ini sejalan dengan
misi Rasulullah SAW. dalam hadistnya yang diriwayatkan oleh Ahmad yang
artinya:”Bahwasanya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan keluhuran budi
pekerti. (HR. Ahmad). Karena dengan memiliki generasi yang berakhlak mulia
kehidupan akan selamat dunia dan akhirat.
Amirul mukminin as mengatakan “seandainyapun kita tidak mengharapkan
surga, tidak takut kepada panasnya api neraka, tidak mengharapkan pahala dan
tidak merasa terancam dengan siksaannya, maka kita tetap harus memiliki akhlak
yang mulia karena itu sangat membahagiakan”(Ibrahim Amini, 2006 : 228).
Pendidikan akhlak yang baik juga dapat menyempurnakan iman seseorang
seperti yang tertuang dalam hadist Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh
Turmudzi yang berbunyi: “orang mukmin yang paling sempurna keimanannya
adalah orang sempurna budi pekertinya”. (HR. Turmudzi).
Tujuan pendidikan akhlak diberikan kepada anak supaya dapat membersihkan
diri dari perbuatan dosa dan maksiat.Karena sebagai manusia yang memiliki
jasmani dan rohani, maka jasmani dibersihkansecara lahiriah melalui fikih

4
sedangkan rohani dibersihkan secara bathiniah melalui akhlak (Ibrahim Amini,
2006 : 14). Orang yang memiliki batin yang bersih akan melahirkan perbuatan yang
terpuji sehingga dengan perbuatan terpuji maka akan melahirkan masyarakat yang
saling menghargai dan hidup rukun serta bahagia dunia dan akhirat.
Akhlak diajarkan kepada anak juga betujuan agar anak mengetahui hal-hal yang
baik yang dianjurkan untuk dilakukan dalam menajalakan hidup dan mengetahui
perbuatan yang tercela serta bahayanya yang akan merugikan bagi kehidupan anak.
Dengan demikian anak akan mampu memilah hal yang mana yang boleh dilakukan
dan yang man yang harus ditinggalkan atau dijauhi untuk kehidupan yang lebih
baik.Secara singkat tujuan pendidikan akhlah adalah mendidik budi pekerti dan
pembentukan jiwa anak melalui pelajaran akhlak baik yang dilakukan di sekolah
maupun di lingkungan keluarga.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak anak.
Ada tiga aliran yang menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi
pembentukan akhlak (Abuddin Nata, 1996:167) yaitu:
a. Aliran nativisme, menurut aliran ini factor yang paling berpengaruh terhadap
pembentukan diri seseorang adalah pembawaan dari dalam (kecendrungan,
bakat, akal dan lain-lain).
b. Aliran empirisme, menurut aliran ini faktor dari luar sagat berpengaruh terhadap
pembentukan diri seseorang seperti lingkungan sosial, termask pembinaan dan
pendidikan yang diberikan.
c. Aliran konvergensi, berpendapat bahwa pembentukan akhlak dipengaruhi oleh
factor internal yaitupembawaan si anak dan factor dari luar yaitu pendidikan dan
pembinaan yang dibuat secara khusus atau melalui interaksi dalam lingkungan
sosial.
Aliran yang ketiga sesuai dengan ajaran islam seperti yang tertuang dalam QS.
Al-Nahl ayat 78 bahwa manusia memiliki potensi untuk dididik baik penglihatan,
pendengaran dan hati yang harus disyukuri dengan diberi pendidikan.Dengan
demikian ada dua factor yang mempengaruhi pembinaan akhlak anak yaitu factor
internal dan eksternal.Factor internal yaitu factor bawaan sejak lahir seperti potensi

5
fisik, intelektual dan rohaniah.Sedangkan factor eksternal adalah faktor diluar diri
si anak seperti orang tua, guru, serta tokoh-tokoh masyarakat.
4. Karakteristik anak usia dini.
Masa usia dini disebut juga masa usia awal kanak-kanak atau masa prasekolah.
Masa ini merupakan masa usia yang sulit karena anak berada dalm proses
pengembangan kepribadian. Menurut para ahli psikologi pada masa ini disebut juga
usia meniru, dimana anak-anak meniru pembicaraan dan tingkah laku orang lain.
Dengan demikian orang tua pada masa ini harus berhati-hati dalam bertindak dan
berbicara, karena segala sesuatu yang dicontohkan pada masa anak usia dini akan
melekat hingga anak dewasa. Menurut Riana Mashar jika ditinjau dari sudut
pandang neurologi, ciri-ciri anak usia dini dilihat dari pertumbuhan otaknya. Yang
mana pertumbuhan otak pada anak bukan berarti penambahan sel saraf, namun pada
setiap sel saraf memiliki juluran-juluran yang semakin panjang sehingga
mengakibatkan berat yang dipengaruhi oleh rangsangan yang diterima oleh anak
(Riana Mashar, 2011: 9).
Pada usia lima tahun pertama anak juga dikatakan berada pada masa peka, yaitu
masa yang tepat dimana anak dapat diberikan pembelajaran sehingga mereka cepat
meresponnya (dapat mengikuti dengan baik) (Sutirna, 2013:103).
Anak pada usia awal biasanya senang memikirkan keinginannya sendiri dan
tidak mempedulikan omongan orang tua atau disebut masa nakal-nakalnya. Sifat
seperti ini menunjukkan perkembangan daya pikir anak sehingga orang tua perlu
memberikan alasan yang jelas atas setiap larangan atau perintah yang membuat
anak mengerti.Menurut Ahmad Susanto ada beberapa hal yang dapat dilakukan
orang tua dalam meghadapi perilaku anak yang keliru. Diantaranya: berikan
perintah yang jelas, buat batasan dan peringatkan lebih awal (Ahmad Susanto, 2012 :
8).

E. Metode Riset
Riset yang dilakukan merupakan riset atau penelitian lapangan (field research)
dimana riset ini dilaksanakan dengan mengumpulkan data dan informasi yang
diperoleh langsung dari responden. Adapun pengumpulan datany menggunakan
metode observasi, menurut Kriyantono (2008 : 106) mengatakan bahwa “Metode

6
observasi merupakan kegiatan mengamati secara langsung tanpa mediator suatu
objek untuk melihat kegiatan yang dilakukan objek tertentu”.

7
BAB II
PEMBAHASAN HASIL LAPANGAN

A. Kondisi objektif PAUD Al – Ihsan


1. Latar belakang berdirinya RA Al- Ihsan

TK Al-Quran berdiri pada tahun 1998 oleh Ibu Yuyun Humairah M,Ag dan Ibu
Rida. Pada awalnya beliau tidak sengaja untuk mendirikan TK Al-Quran ini,
dikarenakan ada bangunan pesantren yang hanya di pakai pada sore hari saja,
kemudian terpikirkan dalam benak Ibu Yuyun untuk mendirikan sebuah sekolah
yang di beri nama TK Al-Quran di bawah koordinasi BKPRMI (Badan
Koordinasi Pelaksana Remaja Mesjid Indonesia). Berawal dari jumlah peserta
didik yang hanya berjumlah sepuluh orang, karena respon positif dari
masyarakat dalam proses pengajaran yang dilakukan mulai dari pukul 08.00-
10.00 WIB.

Kemudian pada tahun 2009 TK Al-Quran mengajukan ke Kementerian Agama


untuk merubah TK Al-Quran ini menjadi RA Al-Ihsan. Dalam proses
pengajuannya disetujui dalam waktu yang cukup singkat yaitu satu tahun. Sudah
mendapatkan izin operasi, kemudian berubah menjadi RA Al-Ihsan sehingga
secara tidak langsung pembelajaran Al-Qurannya lebih banyak serta muatan
kurikulumnya juga bertambah.

2. Visi, Misi dan Tujuan RA Al-Ihsan


a. Visi
Dengan guru professional berdedikasi RA Al-Ihsan menjadi lembaga unggulan
yang membantu menyiapkan sisiwa berkarakter positif.

b. Misi
 Meningkatkan profesionalisme dan integritas kepribadian guru.
 Melengkapi sarana belajar yang kondusif bagi tumbuh kembangnya anak
didik.
 Menjalankan strategi pembelajaran kontekstual yang mendorong kreativitas
dan moralitas anak didik.
c. Tujuan
Menyiapkan sumber daya manusia potensial berakhlak mulia sejak dini.

3. Profil RA Al-Ihsan Cibiru Hilir


a. Data Umum RA
a) Nomor Statistik RA : 101232040512
b) NPSN : 69734683
c) Nama RA : RA Al-Ihsan
d) Waktu Belajar : Pagi

8
e) NPWP : 00-707-893-4-444-000
b. Alamat RA
a) Jalan/Kampung & RT/RW : Cibiru Hilir
b) Propinsi : Jawa Barat
c) Kabupaten/Kota : Bandung
d) Kecamatan : Cileunyi
e) Desa/Kelurahan : Cibiru Hilir
f) Nomor Telepon : 022-7830444
g) Kode Pos : 40626
h) Titik Koordinat : -6.937642 (Latitude/Lintang); 722434 (Longitude/Bujur)
i) Kategori Geografis Wilayah : Dataran Rendah
c. Website dan Email RA
a) Alamat E-mail : raalihsan@gmail.com
d. Dokumen Perijinan & Akreditasi RA
a) SK Pendirian : 32-04/PAUD/509/2010
b) Tanggal SK Pendirian : 23 Juni 2010
c) SK Ijin Operasional : Kd.10.4/04/PP.00.4/349/2010
d) Status Akreditasi : Tidak Terakreditasi
e. Penyelenggara RA
a) Penyelenggara RA : Yayasan
b) Organisasi Afiliasi : Nahdlatul Ulama
f. Data Kepala RA
a) Nama Lengkap : Hj. Rida Nurfarida, M. Ag.
b) Status Kepegawaian : Non-PNS
c) Pendidikan Terakhir : S2
d) Hp : 081395198972
g. Data Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) RA
a) Nama Bendahara BOP : Yuli Setiowati, Amd
b) Nomor Rekening RA : 1.30001E+12
c) Atas Nama : Yuli Setiowati
d) Nama Bank : Bank Mandiri
e) Cabang Bank : Bandung Soekarno Hatta

B. Program Pendidikan Akhlak di PAUD Al-Ihsan


C. Kendala dalam pelaksanaan program Pendidikan akhlak
D. Hasil program Pendidikan akhlak

9
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Analisis

10
DAFTAR PUSTAKA

Amin, Ahmad. 1975. Etika (Ilmu Akhlak), Jakarta : Bulan Bintang.


Amini, Ibrahim. 2006. Agar Tak Salah Mendidik, Jakarta : Al Huda
Kriyantono, Rachmat. 2008. Teknik Praktis Riset Komunikasi : Disertai Contoh
Praktis Riset Media, Public Relations, Advertising, Komunikasi
Organisasi, Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Kencara Prenada Media
Group.
Mashar, Riana. 2011. Emosi Anak Usia Dini dan Strategi Pengembangannya,
Jakarta : Kencana
Muhyidin, Muhammad. 2008. Mengajar Anak Berakhlak Al-Qur’an, Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Muslich, Masnur. 2011. Pendidikan Karakter Menjawab Tantangan Krisis
Multidimensional, Jakarta: Bumi Asara.
Nata, Abuddin. 1996. Akhlak Tasawuf, Jakarta: Raja Gafindo Persada.
Susanto, Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini : Pengantar dalam
Berbagai Aspeknya, Jakarta : Kencana.
Sutirna. 2013. Perkembangan dan Pertumbuhan Peserta Didik, Yogyakarta : Andi
Offset.

11

Anda mungkin juga menyukai