Anda di halaman 1dari 28

Review Penyusunan Masterplan Sport Center

DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................................................................ 1
1.1 LATAR BELAKANG.................................................................................................................... 1
1.2 MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN .......................................................................................... 2
1.3 PENGERTIAN ........................................................................................................................... 4
1.4 DEFINISI DAN FUNGSI KAWASAN............................................................................................ 4
1.5 LOKASI PERENCANAAN ........................................................................................................... 4
1.6 LINGKUP PEKERJAAN .............................................................................................................. 4
1.7 TAHAPAN PENYUSUNAN......................................................................................................... 5
1.8 DASAR HUKUM PENYUSUNAN................................................................................................ 7
1.9 KEWAJIBAN KONSULTAN ........................................................................................................ 8
1.10 SISTEMATIKA PEMBAHASAN................................................................................................... 8
BAB 2 PROFIL DAERAH ......................................................................................................................... 10
2.1 PROFIL WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN ............................................................ 10
2.2 PROFIL WILAYAH KOTA BANJARBARU .................................................................................. 11

PT Perentjana Djaja
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kota Banjarmasin yang merupakan ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, saat ini mengalami
perkembangan yang sangat pesat, baik dari pertumbuhan penduduknya maupun
perkembangan fisiknya. Dengan luas wilayah yang sangat terbatas, yaitu seluas 72 km2, Kota
Banjarmasin juga berfungsi sebagai kota jasa dan perdagangan serta Kota Pemerintahan
Regional Kalimantan Selatan, sehingga untuk masa yang akan datang Kota Banjarmasin
diperkirakan tidak akan mampu lagi mengemban fungsi yang cukup besar dan strategis.

Untuk mengurangi beban Kota Banjarmasin, pembangunan yang bertujuan memenuhi


kebutuhan masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan perlu di lakukan di kota lain, salah
satunya pemenuhan kebutuhan kepemudaan dan Olahraga. Dalam Peraturan Daerah No 7
tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalimantan
Selatan Tahun 2016-2021, telah tertuang program pembangunan sport center di Kota
Banjarbaru, yang bertujuan untuk meningkatkan sarana dan prasarana olahraga di Kalimantan
Selatan.

Sejak tahun 2011 program pembangunan sport center di Banjarbaru telah berjalan , namun
perlu adanya pengkajian (review) terhadap Masterplan Kawasan Olahraga (Sport Center) yang
menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan terbaru,mengingat potensi kawasan serta
kecendrungan pertumbuhan fisik bangunan di Kota Banjarbaru berlangsung cepat, maka perlu
prioritas penataan terutama kawasan yang mempunyai potensi sebagai daerah tinggi dan
rendah, serta daerah resapan, demi keserasian terhadap lokasi kawasan sport center.

Agar pembangunan Kawasan Olahraga (Sport Center) Provinsi Kalimantan Selatan ini tidak
menjadi masalah dikemudian hari bagi pertumbuhan bangunan dan lingkungan di sekitarnya,
maka perlu adanya pertimbangan terhadap daerah yang berbatasan dengan lokasi perencanaan
tersebut.

Sebagai gambaran dan untuk lebih terarahnya pembangunan prasarana dan sarana kawasan
Olahraga (Sport Center) yang akan dibangun di suatu kawasan perencanaan pada lokasi yang
telah ditentukan di Provinsi Kalimantan Selatan, maka perlu disusun suatu Master Plan Rencana
Pengembangan Kawasan Olahraga (Sport Center) di lokasi tersebut.

Upaya penataan tata ruang dalam mengefektifkan pengelolaan dan pengembangan kawasan-
kawasan olahraga dan pariwisata di Propinsi Kalimantan Selatan perlu dilakukan secara
komprehensif dan terpadu, dengan mengantisipasi berbagai perkembangan lingkungan internal
dan eksternal yang ada, termasuk didalamnya kecendrungan perkembangan kawasan olahraga
dan pariwisata yang rawan lingkungan dan berskala global.

Perencanaan secara komprehensif tersebut dipandang semakin penting apabila dikaitkan


dengan prediksi maupun analisis dari World Tourism Organisation (WTO) yang menegaskan

1
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

bahwa sektor pariwisata yang didalamnya termasuk olah raga telah menjadi industri yang
prospektif dan kompetitif di abad 21 ini.

Fenomena tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa kemajuan teknologi serta peningkatan
kesejahteraan masyarakat telah mendorong pertumbuhan yang sangat pesat, angka mobilitas
wisatawan internasional dari tahun ke tahun. Untuk mewujudkan pertumbuhan dan
perkembangan dari bergagai sektor, maka diperlukan peran dari berbagai pihak khususnya
pemerintah, swasta dan masyarakat.

Mengingat perkembangan teknologi yang banyak membantu pergerakan manusia, hal tersebut
juga mengakibatkan banyak masyarakat yang menurun kesehatannya karena kurang
bergerak/olahraga.

Pemerintah Kalimantan Selatan berupaya dalam mendorong kebisaaan masyarakat untuk tetap
sehat dengan berolahraga, namun fasilitas yang ada sangat terbatas dan perlu peningkatan.

Peningkatan prestasi olahraga ditentukan oleh potensi sumberdaya manusia yang emmadai dan
organisasi cabang olahraga yang professional, juga dapat ditentukan oleh ketersediaan sarana
dan prasarana yang memadai dan refresentatif untuk mengakomodasi seluruh cabang olahraga
yang berkembang di masyarakat maupun cabang olahraga baru yang berpotensi untuk
dikembangkan lebih lanjut. Selain sebagai wadah dan sarana bagi atlet untuk berpresentasi,
keberadaan suatu kawasan olahraga yang lengkap juga ssebagai modal awalan kesiapan
Provinsi Kalimantan Selatan dalam menyelenggarakan event-event olahraga skala besar secara
terpadu dan terkonsentrasu baik skala internal dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Daerah
(Porda), Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porseni) serta secara regional Pulau Kalimantan
maupun Indonesia Timur, maupun skala nasional untuk event Pekan Olahraga Nasional (PON)
maupun pentas olahraga lainnya.

Dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat serta meningkatkan prestasi olahraga
secara luas diperlukan sebuah kawasan olahraga (Sport Center) yang dapat menampung
kegiatan olahraga baik yang bersifat olahraga prestasi maupun yang bersifat hobby dan
rekreatif. Untuk langkah awal, maka disusun masterplan Kawasan Olahraga (Sport Center),
dimana masterplan tersebut akan dipakai sebagai acuan pengembangan fasilitas olahraga
terpadu dan diharapkan akan ditindak lanjuti perencanaan-perencanaan yang lebih detail
lainnya.

1.2 MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN

a. Maksud dari kegiatan penyusunan Master Plan/Study Kelayakan Rencana Pembangunan


Kawasan Olahraga (Sport Center) di Provinsi Kalimantan Selatan adalah untuk :
1) Menyiapkan suatu rencana pembangunan kawasan olahraga (sport center) di Provinsi
Kalimantan Selatan
2) Melakukan kegiatan seleksi dan penentuan lokasi kawaan olahraga (site selection) dan
perencanaan umum (masterplan) kawasan olahraga (Sport Center) di Kalimantan

2
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

Selatan, dimana hasil dan kegiatan tersebut dipakai sebagai dasar/acuan perencanaan
yang lebih rinci dan sebagai dasar/umum pelaksanaan pembangunan.

b. Tujuan dari kegiatan penyusunan Master Plan/ Study Kelayakan Rencana Pembangunan
Kawasan Olahraga (Sport Center) Provinsi Kalimantan Selatan adalah untuk :
1) Menentukan rencana lokasi kawasan olahraga (sport center) yang dianggap
representatif melalui kajian yang didasarkan secara ilmiah.
2) Tersusunnya Master Plan Pembangunan Kawasan Olahraga (Sport Center) di kawasan
perencanaan seingga Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan pembangunan sarana
dan prasarana kawasan olahraga lebih terencana dan terarah.
3) Diperoleh sebuah dokumen penataan kawasan yang mampu memenuhi kebutuhan
prasarana olahraga sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan berupa Master Plan
Kawasan Olahraga.

c. Sasaran dari penyusunan Master Plan Kawasan Olahraga (Sport Center) ini antara lain :
1) Terpilihya lokasi-lokasi yang representatif untuk Kawasan Olahraga (Sport Center)
Provinsi Kalimantan Selatan, yang akan ditetapkan oleh Tim Tenis Terpadu lainnya.
2) Teridentifikasinya lokasi kawasan perencanaan dan terapresiasinya konteks lingkungan
kawasan perencanaan dengan kawasan-kawasan sekitarnya.
3) Tersusunnya masterplan kawasan olahraga sebagai pedoman perencanaan dalam
pembuatan rencana detail bagi bangunan dan pengembangan kawasan olahraga.
4) Tersusunnya acuan mum desain seperti: perancangan lingkungan kota, peruntukan
lahan, intesitas pemanfaatan lahan, tata bangunan, sistem sirkulasi dan jalur
penghubung, ruang terbuka dan tata hijau, dll;
5) Tersusunnya panduan pengembangan rancangan dan detail rencana rancangan
6) Tersusunnya program pembiayaan;
7) Tersusunnya panduan pengendalian pelaksanaan penatan bangunan dan lingkungan;
8) Terwujudnya suatu lingkungan dan bangunan yang layak untuk dihuni, berjati diri dan
produktif, layak untuk dihuni dalam arti kondisi bangunan dan lingkungan telah
memenuhi persyaratan kenyamanan, keselamatan, aman terhadap gangguan, dan
syarat keindahan.
Berjati diri, berarti tetap mempertahankan budaya lokal sebagai unsur identitas yang
perlu dipertahankan.
Produktif, berarti penataan yang dilakukan menambah dan mendukung nilai
produktivitas kawasan.
9) Tersedianya wadah/tempat kegiatan olahraga bagi masyarakat Kalimantan Selatan yang
representatif dan komprehensif.
10) Terciptanya kawasan Olahraga (Sport Center) yang memenuhi syarat tata ruang dan
tata lingkungan serta terpadu dengan kawasan lainnya.
11) Tergalinya potensi penerimaan PAD dari kegiatan berolahraga dengan mengoptimalkan
retribusi yang dapat diambil lingkungan kawasan olahraga (sport center)
12) Terciptanya suatu kondisi kawasan olahraga yang tertata, representatif dan memenuhi
syarat-syarat estetika sehingga dapat berfungsi sebagai ikon/landmark Provinsi
Kalimantan Selatan.

3
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

13) Terwujudnya suatu kawasan fungsional yang dapat berperan sebagai pusat
pertumbuhan dan pengembangan baru bagi kawasan sekitarnya.

1.3 PENGERTIAN

1) Pengertian Kawasan Olahraga


Kawasan olahraga (Sport Center) adalah fungsi fasilitas umum terpadu untuk keperluan
penyaluran kegiatan berolahraga baik yang bersifat prestasi, hobby maupun rekreasi.
2) Kedudukan Masterplan/Study Kelayakan Kawasan Olahraga
Kawasan olahraga merupakan kawasan strategis/potensial yang berfungsi sebagai pusat
kegiatan olahraga suatu kawasan. Masterplan kawasan olahraga adalah sebuah dokumen
perencanaan umum yang akan dipakai sebagai acuan dalam perencanaan selanjutnya yang
lebih detail.

1.4 DEFINISI DAN FUNGSI KAWASAN

1) Kawasan Olahraga menurut KepMenpora, adalah kawasan atau institusi yang menampung
dan mengelola berbagai jenis kegiatan olahraga untuk keperluan pendidikan, kesehatan,
keilmuan, ekonomi dan konservasi, yang sekaligus berfungsi sebagai tempat rekreasi.
2) Kawasan Olahraga secara umum, adalah suatu area dengan berbagai jenis kegiatan yang
ditujukan terutama untuk keperluan olahraga, selain kerap kali juga digunakan sebagai
sarana rekreasi dan pendidikan bagi pengunjung.
3) Tugas Pokok dan Fungsi Umum kawasan olahraga, adalah:
 Melakukan inventarisasi berbagai jenis kegiatan olahraga dan eksplorasi cabang
olahraga dalam rangka peningkatan berbagai prestasi olahraga
 Melakukan peningkatan sarana olahraga dan lingkungan dalam rangka pelestarian
sumberdaya budaya dan olahraga.
 Melakukan penelitian dibidang olahraga, dibidang pengembangan cabang olahraga,
dibidang pelestarian jenis olahraga,serta pengembangan ilmu olahraga.
 Melakukan pelayanan jasa ilmiah dalam bentuk penyediaan fasilitas pendidikan dan
penelitian, serta penyelenggaraan wisata edukatif, untuk menumbuhkan
 Melakukan kerjasama dibidang pengembangan keolahrgaan di tingkat nasional maupun
internasional
 Melakukan urusan bisnis (komersialisasi).

1.5 LOKASI PERENCANAAN

Lokasi Kawasan Olahraga beradi di Provinsi Kalimantan Selatan, yang akan ditentukan melalui
seleksi dan pemilihan lokasi oleh Tim Teknis Terpadu Penetapan Lokasi Provinsi Kalimantan
Selatan.

1.6 LINGKUP PEKERJAAN

4
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

Lingkup pekerjaan yang harus dilakukan dalam penyusunan Masterplan Kawasan Olahraga
(Sport Center) ini antara lain adalah:
a. Melakukan identifikasi untuk:
o Lokasi dan kebutuhan fasilitas olahraga secara keseluruhan
o Jumlah jenis penggunaan lahan yang ada disekitar lokasi
o Fasilitas olahraga prestasi yang ada saat ini
o Kebutuhan olahraga rekreasi dan hobby yang ada saat ini
o Dan lain-lainnya.

b. Melakukan analisa pada kawasan perencanaan secara keseluruhan, meliputi:


o Analisa kesesuaian dengan kebijakan penataan ruang;
o Analisa persyaratan fasilitas olahraga;
o Analisa site;
o Analisa fasade bangunan;
o Analisa kesesuaian lingkungan;
o Analisa kebutuhan ruang dan pengembangan lahan;
o Analisa tata letak/komposisi massa bangunan;
o Analisa sirkulasi kendaraan umum dan pribadi;
o Analisa sistem perparkiran;
o Analisa pedestrian;
o Analisa infrastruktur kawasan olahraga.

c. Menetapkan rencana dan program kerja, meliputi:


o Rencana Kebutuhan Ruang;
o Rencana Komposisi Ruang;
o Rencana Komposisi Massa Bangunan;
o Rencana Sirkulasi Kendaraan Umum dan Pribadi;
o Rencana Pedestrian;
o Rencana Fasad Bangunan. Siteplan;
o Rencana Infrastruktur Kawasan Olahraga;
o Rencaa Program Kegiatan.

1.7 TAHAPAN PENYUSUNAN

Tahapan penyusunan Masterplan/Study Kelayakan Pengembangan Kawasan Olahraga yang


harus dilakukan adalah:
1) Tahap Persiapan
Tahap persiapan merupakan tahapan awal yang dilakukan oleh konsultan. Pada tahap ini
yang dilakukan oleh konsultan antara lain:
 Mempersiapkan instrument-instrumen yang diperlukan untuk kegiatan survey
lapangan, peta maupun referensi-referensi yang terkait dengan penyusunan
Masterplan/Study Kelayakan Rencana Pembangunan Kawasan Olahraga (Sport Center);
 Melakukan koordinasi dengan pihak pemberi pekerjaan;

5
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

 Menyiapkan konsep/kerangka dasar pemikiran penyusunan yang akan dilakukan dalam


pelaksanaan penyusunan, yang terdiri dari:
o Pemahaman studi penetapan metodologi;
o Penetapan kegiatan jadwal pelaksanaan;
o Mobilisasi tenaga.

2) Tahap Kegiatan Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakkan dengan mekanisme survey, yang terdiri dari:
a. Survey Lapangan
Survey lapangan dilakukan untuk memperoleh data dan informasi mengenai keadaan,
situasi dan permasalahan langsung kawasan olahraga yang meliputi:
 Batas-batas lahan penguasaan kawasan perencanaan;
 Kondisi fisik lahan;
 Identifikasi fasilitas olahraga yang sudah ada;
 Informasi tentang pencapaian di lokasi perencanaan;

b. Survey Data Instansional


Survey instansional dimaksudkan untuk memperoleh data dan informasi yang tidak bisa
didapatkan di lapangan. Beberapa jenis informasi yang dibutuhkan diharapkan terdapat
pada instansi tersebut (dengan anggapan adanya relevansi antara data dan informasi
tersebut dengan tugas dan fungsi instansi termaksud); yang menyangkut antara lain:
 Informasi tentang fasilitas olahraga baik yang dikelola pemerintah maupun swasta;
 Informasi tentang data jumlah dan jenis penggunaan fasilitas olahraga tersebut;
 Infomasi tentang kegiatan olahraga yang ada di Kalimantan Selatan;
 Informasi tentang sejarah keolahragaan di Kalimantan Selatan;
 Data tentang kepemilikan lahan;

c. Informasi Masyarakat
Selain dilakukan survey lapangan dan instansional, dalam Masterplan/Study Kelayakan
Rencana Pembangunan Kawasan Olahraga, juga dilakukan penjaringan aspirasi
masyarakat dengan melakukan interview, wawancara langsung dengan:
 Ketua asosiasi olahraga;
 Pengguna fasilitas olahraga;
 Masyarakat secara umum terkait dengan kegiatan olahraga;

d. Pengolahan Data
Pengolahan data merupakan proses inventarisasi dan laborasi data dengan cara:
a) Mentabulasi dan mensistemasikan data berupa fakta dan informasi sesuai;
keperluan, sehingga mudah dibaca dan dimengerti serta siap untuk dianalisa
b) Membuat sketsa atau peta yang menggambarkan kondisi kawasan olahraga;
c) Data dan informasi tersebut akan disusun sesuai dengan pokok bahasanny;a

3) Tahapan Kegiatan Analisa dan Rencana


a. Kegiatan Analisa
Dari data yang dihasilkan, selanjutnya akan dianalisa yang meliputi:

6
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

 Analisa kesesuaian dengan Kebijakan Penataan Ruang;


 Analisa persyaratan fasilitas olahraga;
 Analisa site;
 Analisa fasade bangunan;
 Analisa kesesuaian terhadap lingkungan;
 Analisa kebutuhan ruang dan penembangan lahan;
 Anaisa tata letak/komposisi massa bangunan;
 Analisa sirkulasi kendaraan umum dan pribadi;
 Analisa sistem perparkiran;
 Analisa ruang luar/lansekap;
 Analisa pedestrian;
 Analisa infrastruktur kawasan.

b. Kegiatan Rencana
Selajutnya hasil dari analisa tersebut ditetapkan menjadi rencana yang merupakan hasil
dari rangkaian kegiatan penyusunan secara keseluruhan. Substansi rencana tersebut
meliputi antara lain:
o Rencana Kebutuhan Ruang;
o Remcana Komposisi Ruang;
o Rencana Komposisi Massa Bangunan;
o Rencana Sirkulasi Kendaraan Umum dan Pribadi;
o Rencana Pedestrian;
o Rencana Fasad Bangunan;
o Gambar Perencanaan (Site Plan dan Desain Konseptual Bangunan);
o Rencana Infrastruktur Kawasan Olahraga;
o Rencana Program Kegiatan.

4) Tahap Kegiatan Diskusi/Asistensi


Dengan diskusi ini diharapkan:
o Pihak pelasana pekerjaan/pemberi pekerjaan mendapatkan masukan berbagai
informasi/data yang beum tercakup dalam tahapan/proses kegiatan sebelumnya;
o Pihak pelaksana pekerjaan/pemberi pekerjaan mendapatkan koreksi guna perbaikan
kualitas dan kuantitas data yang telah didapat sebelumnya, serta usulan rencana.

Ini dilakukan pada setiap tahapan penyusunan laporan

1.8 DASAR HUKUM PENYUSUNAN

Dasar hukum Penyusunan Masterplan/Study Kelayakan Rencana Pembangunan Kawasan


Olahraga (Sport Center) adalah sebagai berikut:
1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
2) Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentanf Peraturan Pelaksanaan Undang-
Undang;

7
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

3) Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;


4) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006, tentang Pedoman Teknis
Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan;
5) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 06/PRT/M/2007, tentang Pedoman Umum
Rancangan Tata Bangunan dan Lingkungan;
6) Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. 272/HK.105/DRJD/96, tentang
Pedoman Teknis Penyelenggaraan Fasilitas Parkir.

1.9 KEWAJIBAN KONSULTAN

1) Konsultan berkewajiban bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan


Penyusunan Masterplan/Study Kelayakan Rencana Pembangunan Kawasan Olahraga (Sport
Center) ini berdasarkan ketentuan perjanjian kerjasama yang ditetapkan;
2) Konsultan berkewajiban menyusun Masterplan/Study Kelayakan Rencana Pembangunan
Kawasan Olahraga (Sport Center) ini berdasarkan ketentuan teknis yang telah ditetapkan
dalam Kerangka Acun Kerja;
3) Konsultan dalam melaksanakan pekerjaan dinyatakan berakhir setelah Penyusunan
Masterplan/Study Kelayakan Rencana Pembangunan Kawasan Olahraga (Sport Center) ini
selesai secara keseluruhan;
4) Konsultan dalam melaksanakan pekerjaannya dapat meminta bantuan Tim Pembina Teknis
Daerah, yang akan memberikan petunjuk dan pengarahan kepada Konsultan untuk
mencapai hasil yang optimal. Tim Pembina Teknis Daerah dapat diminta bantuannya pula
untuk memberikan data dan fasilitas ijinnya guna mendukung kelancaran kerja, sejauh tidak
membutuhkan biaya.

1.10 SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Yang akan dibahas dalam Laporan Pendahuluan ini adalah:


Bab 1 Pendahuluan
Yang menguraikan mengenai Latar Belakang, Maksud, Tujuan, dan Sasaran daripada
proyek; Pengertian dan Definisi serta Fungsi Kawasan; Lokasi Perencanaan; Lingkup
pekerjaan, Tahapan Penyusunan, Dasar Hukum Penyusunan dan Kewajibab Konsultan;
serta Sistematika Pembahasan.
Bab 2 Profil Daerah
Yang menguraikan mengenai Gambaran Umum Wilayah Kalimantan Selatan, Kota
Banjar Baru dan Areal Lokasi Perencanaan
Bab 3 Data Survey
Yang menguraikan mengenai data-data yang diperoleh oleh Konsultan dari survey ke
lokasi
Bab 4 Pemilihan Lokasi
Yang menguraikan mengenai kriteria-kriteria yang menentukan dalam pemilihan lokasi
perencanaan

Bab 5 Rekomendasi Lokasi Terpilih


Yang menguraikan lokasi yang direkomendasikan oleh konsultan perencana.

8
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

9
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

BAB 2
PROFIL DAERAH

2.1 PROFIL WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

a. Letak Geografis

Secara geografis Provinsi Kalimantan Selatan terletak di antara :

114°19’13” - 116°33’28” Bujur Timur

1°21’49” - 4°10’14” Lintang Selatan

Secara administratif, Provinsi Kalimantan Selatan terletak di bagian selatan Pulau


Kalimantan.

b. Batas-batas Wilayah
 Sebelah barat - Provinsi Kalimantan Tengah,
 Sebelah timur - Selat Makasar,
 Sebelah selatan - Laut Jawa
 Sebelah utara - Provinsi Kalimantan Timur

c. Administratif
Luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan hanya 6,98 persen dari luas Pulau Kalimantan
secara keseluruhan.
Secara administratif wilayah Provinsi Kalimantan Selatan dengan Kota Banjarmasin sebagai
ibukotanya, meliputi 11 kabupaten dan 2 kota. Presentase luas terbear adalah Kabupaten
Kotabaru (25,11%) dan Kabupaten Tanah Bumbu (13,50%) dan presentase luas terkecil
adalah Kota Banjarmasin (0,19%) dan Kota Banjarbaru (0,88%).

d. Iklim
 Temperatur rata-rata di daerah Kalimantan Selatan pada tahun 2009 berkisar antara
21,5°C sampai 34,7°C.
 Kelembaban udara rata-ratanya berkisar antara 62,2% s/d 94,0% tiap bulan.
 Curah hujan tahun 2009 menunjukkan curah hujan tertinggi di daerah ini, terjadi pada
bulan Januari, yaitu 384,0 mm, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan
September, yaitu 21,0 mm.
 Jumlah hari hujan selama tahun 2009 adalah 239 hari, dengan hari terbanyak hujan
terjadi pada bulan Januari, yaitu 28 hari.
 Rata-rata tekanan udara berkisar antara 1.009 mm – 1.013,5 mm selama tahun 2009.
 Kecepatan angina rata-rata pada tahun 2009 yang dipantau dari Stasiun Meteorologi
Syamsuddin Noor adalah 3,5 knot.
 Penyinaran matahari dengan intensitas tertinggi terjadi terjadi pada Bulan September,
yaitu rata-rata 184,3 jam/hari dan intensitas terendah terjadi pada Bulan Februari yaitu
rata-rata 84,9 jam/hari.

10
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

e. Kondisi Geologi
 Bentuk geologi wilayah Kalimantan Selatan sebagian besar berupa Aluvium Muda dan
formasi Berai.
 Kemiringan tanah diklasifikasikan menjadi 4, yaitu :
o Kemiringan 0 – 2 % seluas 1.625.384 Ha (43,31 %)
o Kemiringan 2 – 15 % seluas 1.182.346 Ha (31,50 %)
o Kemiringan 15 – 40 % seluas 714.127 Ha (19,02 %)
o Kemiringan > 40 % seluas 231.195 Ha ( 6,16 %)
 Menurut ketinggiannya, wilayah Kalimantan Selatan dibagi menjadi 6 kelas, Wilayah
Kalimantan Selatan sebagian besar berada pada kelas ketinggian > 25 – 100 m di atas
permukaan laut, yakni 31,09 persen.
 Kondisi lahan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan sebagian besar berupa hutan (43
%).
 Wilayah Kalimantan Selatan juga banyak dialiri sungai, antara lain :
o Sungai Barito, o Sungai Amandit,
o Sungai Riam Kanan, o Sungai Tapin,
o Sungai Riam Kiwa, o Sungai Kintap,
o Sungai Balangan, o Sungai Batulicin,
o Sungai Bantang Alai, o Sungai Sampanahan
Umumnya sungai-sungai tersebut berpangkal pada Pegunungan Meratus dan bermuara di
Laut jawa dan Selat Makassar.

2.2 PROFIL WILAYAH KOTA BANJARBARU

Banjarbaru adalah sebuah kota administrative di Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarbaru


berjarak 35 Km dari Kota Banjarmasin, ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.

A. GEOGRAFI
1) Letak Geografis
Kota Banjarbaru berada pada 3’25’40” - 3’28’37” LS
114’41’22” - 114’54’25” BT

Kota Banjarbaru dibagi menjadi 5 kecamatan yaitu :

Table 1 Prosentase Luas Setiap Kecamatan Kota Banjarbaru

No. Kecamatan Luas (Km2) Prosentase (%)


1 Landasan Ulin 92,42 24,89
2 Liang Anggang 85,86 23,12
3 Cempaka 146,70 39,50
4 Banjarbaru Utara 24,44 6,58
5 Banjarbaru Selatan 21,96 5,91
Jumlah 317,38 100,00
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum

11
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

2) Batas-batas Wilayah
Wilayah Kota Banjarbaru dibatasi oleh :
o Sebelah Utara :: Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar
o Sebelah Timur : Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar
o Sebelah Barat : Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar
o Sebelah Selatan : Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut

3) Kondisi Geografis dan Geologi


a. Ketinggian Wilayah
Wilayah Kota Banjarbaru berada pada ketinggian 0 sampai 500m dari
permukaan laut, dimana terdiri dari :
o Ketinggian 0-7 m (33,49%)
o Ketinggian 7-25 m (48,46%)
o Ketinggian 25-100 m (15,15%)
o Ketinggian 100-250 m ( 2,55%)
o Ketinggian 250-500 m ( 0,35%)

b. Klasifikasi Kelerengan
o Kelerengan 0-2% mencakup 87,78% luas wilayah
o Kelerengan 2-8% mencakup 8,09% luas wilayah
o Kelerengan 8-15% mencakup 0,38% luas wilayah
o Kelerengan >15% mencakup 3,76% luas wilayah.

c. Klasifikasi Kedalaman Efektif Tanah


Kedalaman efektif tanah terdiri dari :
o Kedalaman < 30 cm
o Kedalaman 30 - 60 cm
o Kedalaman 60 - 90 cm
o Kedalaman > 90 cm

Secara umum kedalaman efektif di Kota Banjarbaru > 90 cm, dimana jenis-jenis
tanaman tahunan akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

d. Jenis Batuan
Jenis batuan yang terdapat di wilayah ini adalah :
o Alluvium (Qha) - 48,44 %
o Martapura (Qha) - 37,71 %
o Binuang (Tob) - 3,64 %
o Formasi Kerawaian (Kak) - 2,26 %
o Formasi Pitap - 3,47 %

e. Jenis Tanah
Di wilayah ini terdapat 3 kelompok jenis tanah, yaitu :
o Podsolik (63,82 %)
o Lathosol ( 6,36 %)

12
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

o Organosol (29,82 %)

f. Drainase
Kondisi drainase di Kota Banjarbaru tergolong baik. Secara umum tidak terjadi
penggenangan. Namun ada daerah yang tergenang periodic, yaitu tergenang
kurang dari 6 (enam) bulan, yaitu terdapat di Kecamatan landasan Ulin, yang
merupakan peralihan daerah rawa (persawahan) di Kecamatan Gambut dan
Aluh-aluh.

B. IKLIM
1) Suhu Udara
o Suhu udara rata-rata berkisar antara 21,2°C sampai dengan 35,0°C
o Suhu udara maksimum terjadi pada Bulan Mei (28,0°C)
o Suhu udara minimum terjadi pada Bulan Februari (25,8°C)

2) Kelembaban Udara
o Sebagai derah tropis, maka kelembaban udara relatif tinggi, berkisar antara 69%
sampai 98%.
o Kelembaban udara maksimum terjadi pada Bulan Februari (88 %)
o Kelembaban udara minimum terjadi pada Bulan Agustus (79 %)

3) Curah Hujan
o Rata-rata curah hujan tertinggi yaitu pada tahun 2016 sebesar 253,5mm
o Jumlah curah hujan terendah sebesar 73mm
o Jumlah curah hujan tetinggi sebesar 488mm
o Rata-rata jumlah hari hujan sebanyak 17 hari
o Jumlah hari hujan terbanyak yaitu 26 hari
o Jumlah hari hujan terendah yaitu 7 hari

4) Tekanan Udara
Rata-rata tekanan udara di Kota Banjarbaru tahun 2016 berkisar antara 1.011,4 mb –
1.013,6 mb.

5) Kecepatan Angin
Rata-rata kecepatan angin sekitar 3,9 knots.

C. PENDUDUK DAN TENAGA KERJA


1) Data Kependudukan

Table 2 Luas Wilayah dan Jumlah Rumah Tangga Menurut Kelurahan, 2016

Jumlah Rumah
No. Kecamatan Kelurahan Luas (Km2)
Tangga
Landasan Ulin Timur 18,76 4.825
1 Landasan Ulin Guntung Payung 15,25 2.186
Syamsudin Noor 18,67 3.696

13
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

Jumlah Rumah
No. Kecamatan Kelurahan Luas (Km2)
Tangga
Guntung Manggis 39,74 7.041
Landasan Ulin Tengah 23,86 2.315
Landasan Ulin Utara 19,50 4.654
2 Liang Anggang
Landasan Ulin Barat 16,15 2.074
Landasan Ulin Selatan 26,35 2.024
Palam 14,75 1.018
Bangkal 29,80 1.340
3 Cempaka
Sungai Tiung 21,50 2.530
Cempaka 80,65 4.249
Loktabat Utara 14,24 6.330
Mentaos 1,62 3.393
4 Banjarbaru Utara
Komet 2,44 2.123
Sungai Ulin 6,14 4.087
Loktabat Selatan 8,58 2.801
Kemuning 3,61 2.774
5 Banjarbaru Selatan
Guntung Paikat 2,47 2.977
Sungai Besar 7,30 7.519
KOTA BANJARBARU 371,38 69.956
Sumber : BPS Kota Banjarbaru (Data Proyeksi Penduduk)

Table 3 Jumlah Penduduk dan Kepadatan per Km2 Menurut Kelurahan, 2016

Kepadatan per Km2


Jumlah Penduduk
No. Kecamatan Kelurahan Rumah
(Jiwa) Penduduk
Tangga
Landasan Ulin Timur 17.134 913 257
Guntung Payung 7.823 513 143
1 Landasan Ulin
Syamsudin Noor 13.158 705 198
Guntung Manggis 24.132 607 177
Landasan Ulin Tengah 11.310 474 97
Landasan Ulin Utara 16.298 836 239
2 Liang Anggang
Landasan Ulin Barat 7.748 480 128
Landasan Ulin Selatan 6.974 265 77
Palam 3.713 252 69
Bangkal 5.051 169 45
3 Cempaka
Sungai Tiung 9.565 445 118
Cempaka 15.592 193 53
Loktabat Utara 21.182 1.488 445
Mentaos 11.363 7.014 2.094
4 Banjarbaru Utara
Komet 4.843 1.985 870
Sungai Ulin 14.189 2.311 666
Loktabat Selatan 10.104 1.178 326
Kemuning 10.266 2.844 768
5 Banjarbaru Selatan
Guntung Paikat 9.637 3.902 1.205
Sungai Besar 21.287 2.916 1.030

14
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

Kepadatan per Km2


Jumlah Penduduk
No. Kecamatan Kelurahan Rumah
(Jiwa) Penduduk
Tangga
KOTA BANJARBARU 241.369 650 188
Sumber : BPS Kota Banjarbaru (Data Proyeksi Penduduk)

Table 4 Luas Wilayah, Jumlah Rumah Tangga, Jumlah Penduduk dan Kepadatan per Km2 Menurut
Kecamatan, 2016

Luas Jumlah Rumah Jumlah Kepadatan per Km2


Kecamatan
(Km2) Tungga Penduduk Penduduk Rumah Tangga
Landasan Ulin 92,42 17.748 62.247 674 192
Liang Anggang 85,86 11.067 42.330 493 129
Cempaka 146,70 9.137 33.921 231 62
Banjarbaru Utara 24,44 15.933 51.577 2.110 652
Banjarbaru Selatan 21,96 16.071 51.294 2.336 732
KOTA BANJARBARU 371,38 69.956 241.369 650 188
Sumber : BPS Kota Banjarbaru (Data Proyeksi Penduduk)

2) Ketenagakerjaan
Data Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Banjarbaru menunjukkan pada tahun 2016
tercatat 1.635 orang pencari kerja. Pencari kerja terbanyak adalah tingkat SMA
sebanyak 894 orang, jumlah yang telah ditempatkan 34 orang. Sedangkan untuk
tingkat sarjana (S-1) jumlah pencari kerja sebanyak 467 sedangkan yang telah
ditempatkan sebanyak 29.

Table 5 Jumlah Pencari Kerja yang Terdaftar dan yang Ditempatkan Menurut Tingkat Pendidikan,
2016

Sisa Pencari
Pencari
No. Tingkat Pendidikan Kerja Tahun Penempatan Penghapusan Selisih
Kerja
Lalu
1 Tidak tamat SD 4 3 - 1 6
2 SD 65 6 - 8 63
3 SMTP 423 26 1 34 389
4 SMTA 4.044 894 34 547 4.357
5 Sarjana 659 235 13 180 701
Muda/Diploma
6 Sarjana (S-1) 1.740 467 29 502 1.676
7 Pasca Sarjana (S-2) 35 4 1 6 32
Jumlah 6.945 1.635 78 1.278 7.224
Sumber : Dinas Sosial dan Tenaga Kerja

D. SOSIAL
1) Pendidikan
Jumlah sekolah negeri di Kota Banjarbaru sebanyak 95 buah, yaitu :

15
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

o 6 TK
o 66 SD/MI
o 14 SMP/MTs
o 4 SMA/MA
o 5 SMK.

Sementara sekolah swasta ada 175 buah termasuk Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan
Aliyah. Secara keseluruhan jumlah murid 56.897 orang dengan jumlah guru sebanyak 3.416
orang.

Table 6 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Serta Fakultas di Kota Banjarbaru, 2016

No Status Universitas
1. Universitas Lambung Mangkurat
 Fakultas Kedokteran
 Fakultas Perikanan dan Kelautan
 Fakultas Pertanian
 Fakultas Kehutanan
 Fakultas Teknik
 FKIP (Jurusan Olah Raga & DII PGSD)
 Fakultas MIPA
1 Negeri  PGSD FKIP
 Program PASCASARJANA
2. Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin
 Jurusan Keperawatan Banjarbaru
 Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru
 Jurusan Analisis Kesehatan Banjarbaru
 Jurusan Kesehatan Gigi Banjarbaru
 Jurusan Kebidanan
 Jurusan Gizi
1. Universitas Ahmad Yani (UVAYA) Banjarmasin
2. Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Banjarmasin
3. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin
4. Akademik Teknik Pembangunan Nasional (ATPN) Banjarbaru
5. Sekolah Tinggi Manajemen Informatika & Komputer (STMIK) Banjarmasin
2 Swasta 6. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AlFalah Banjarbaru
7. Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Husada Borneo
8. Akademi Kebidanan (Akbid) Banjarbaru
9. Akbid Banua Bina Husada Banjarbaru
10. Akademi Analisis Kesehatan Borneo Lestari
11. Akademi Kebidanan Yapkesbi
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Banjarbaru

2) Kesehatan
Fasilitas kesehatan di Kota Banjarbaru berupa :
 6 Rumah Sakit

16
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

 8 Puskesmas
 14 Buah Puskesmas Pembantu
 74 Dokter Umum
 19 Dokter Gigi
 47 Dokter Spesialis

Table 7 Jumlah Dokter Menurut Unit Kerja Kesehatan, 2016

Dokter Dokter Dokter


No. Unit Kesehatan Jumlah
Spesialis Umum Gigi
1 Puskesmas Banjarbaru - 6 2 8
2 Puskesmas Sel Besar - 6 1 7
3 Puskesmas Rawat Inap Cempaka - 3 1 4
4 Puskesmas Landasan Ulin - 5 2 7
5 Puskesmas Guntung Payung - 4 2 6
6 Puskesmas Banjarbaru Utara - 2 2 4
7 Puskesmas Liang Anggang - 5 2 7
8 Puskesmas Sungai Ulin - 6 2 8
9 RSUD Banjarbaru 12 22 3 37
10 RS TNI AU Syamsudin Noor 1 2 1 4
11 RS Mawar - - - -
12 RS TK IV Guntung Payung 5 6 1 12
13 RS Mutia 8 0 - 8
14 Dinas Kesehatan Kota - - - -
15 RSIA Lembayung Husada 21 7 - 28
Jumlah/Total 47 74 19 140
Sumber : Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru

3) Agama
Kementerian Agama Kota Banjarbaru mencatat untuk peribadatan telah tersedia
fasilitas peribadatan, yaitu :
o 80 Masjid
o 236 Musholla
o 2 Gereja Khatolik
o 9 Gereja Protestan
o 1 Pura/lainnya

E. Pertanian
1. Pertanian

Total luas tanam padi sawah di Kota Banjarbaru mencapai 1.881 Ha dengan luas panen
mencapai 1.826 Ha. Basis produksi padi berada di kecamatan Cempaka dengan luas
tanam 1.497 Ha.

17
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

2. Perikanan

Produksi perikanan di Kota Banjarbaru meliputi penangkapan di perairan umum,


budidaya ikan, dan hasil pembenihan.

3. Peternakan

Jumlah ternak besar di Banjarbaru tercatat terdiri dari 7 ekor kerbau, 2.268 ekor sapi,
sedang ternak kecil yang tercatat adalah kambing dengan jumlah 1.899 ekor dan babi
257 ekor.

F. PERINDUSTRIAN, LISTRIK DAN AIR MUNUM

1) Perindustrian
Berdasarkan data dari Deperindag Kota Banjar Baru tahun 2017, jumlah perusahaan
industro berjumlah 1.175 buah, terdiri dari:
o Industri besar, sebanyak 15 buah
o Industri sedang, sebanyak 84 buah
o Industri kecil, sebanyak 350 buah
o Industri rumah tangga, sebanyak 726 buah

Table 8 Jumlah Perusahaan Industri Menurut Kelompok Tenaga Kerja, 2016

Besar Sedang Kecil R. Tangga


No Kecamatan Jumlah
(>/100 org) (20-29 org) (5-19 org) (1-4 org)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01 Landasan Ulin 4 28 115 227 374
02 Liang Anggang 8 37 104 99 248
03 Cempaka 1 6 24 110 141
04 Banjarbaru Utara 0 8 52 159 219
05 Banjarbaru Selatan 2 5 55 131 193
Kota Banjarbaru 15 84 350 726 1.175
Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi

Industri tersebut terdiri dari:


 Industri makanan, minuman dan tembakau, sebanyak 357 buah
 Industri tekstil, pakaian jadi dan kulit, sebanyak 69 buah
 Industri kayu dan hasil dari kayu dan rotan, sebanyak 230 buah
 Industri kertas, barang dari kertas dan percetakan, sebanyak 43 buah
 Industri dasar dari barang logam, sebanyak 156 buah
 Industri lain-lain, sebanyak 318 buah

18
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

Table 9 Jumlah Perusahaan Industri Makanan, Minuman dan Tembakau Menurut Kelompo Tenaga
Kerja, 2016

Besar Sedang Kecil R. Tangga


No Kecamatan Jumlah
(>/100 org) (20-29 org) (5-19 org) (1-4 org)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01 Landasan Ulin 2 1 38 63 104
02 Liang Anggang 2 9 25 30 66
03 Cempaka 1 1 5 25 32
04 Banjarbaru Utara 0 3 19 51 73
05 Banjarbaru Selatan 1 3 16 62 82
Kota Banjarbaru 6 17 103 231 357
Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi

Table 10 Jumlah Perusahaan Industri Tekstil, Pakaian Jadi dan Kulit Menurut Kelompok Tenaga
kerja, 2016

Besar Sedang Kecil R. Tangga


No Kecamatan Jumlah
(>/100 org) (20-29 org) (5-19 org) (1-4 org)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01 Landasan Ulin 0 0 1 9 10
02 Liang Anggang 0 0 2 6 8
03 Cempaka 0 0 5 21 26
04 Banjarbaru Utara 0 0 0 13 13
05 Banjarbaru Selatan 0 0 1 11 12
Kota Banjarbaru 0 0 9 60 69
Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi

Table 11 Jumlah Perusahaan Industri Kayu dan Hasil Dari Kayu Dan Rotan, 2016

Besar Sedang Kecil R. Tangga


No Kecamatan Jumlah
(>/100 org) (20-29 org) (5-19 org) (1-4 org)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01 Landasan Ulin 2 12 18 26 58
02 Liang Anggang 3 17 35 30 85
03 Cempaka 0 4 7 17 28
04 Banjarbaru Utara 0 2 8 24 34
05 Banjarbaru Selatan 0 1 13 11 25
Kota Banjarbaru 5 36 81 108 230
Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi

Table 12 Jumlah Perusahaan Industri Kertas, Barang dari Kertas dan Percetakan, 2016

Besar Sedang Kecil R. Tangga


No Kecamatan Jumlah
(>/100 org) (20-29 org) (5-19 org) (1-4 org)

19
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

Besar Sedang Kecil R. Tangga


No Kecamatan Jumlah
(>/100 org) (20-29 org) (5-19 org) (1-4 org)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01 Landasan Ulin 0 2 0 1 1
02 Liang Anggang 1 0 1 0 2
03 Cempaka 0 0 0 3 3
04 Banjarbaru Utara 0 0 4 10 14
05 Banjarbaru Selatan 0 0 11 12 23
Kota Banjarbaru 1 2 16 26 43
Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi

Table 13 Jumlah Perusahaan Industri Dasar dari Barang Logam, 2016

Besar Sedang Kecil R. Tangga


No Kecamatan Jumlah
(>/100 org) (20-29 org) (5-19 org) (1-4 org)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01 Landasan Ulin 0 1 11 43 55
02 Liang Anggang 0 4 19 13 36
03 Cempaka 0 0 0 12 12
04 Banjarbaru Utara 0 0 6 17 23
05 Banjarbaru Selatan 0 0 8 22 30
Kota Banjarbaru 0 5 44 107 156
Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi

Table 14 Jumlah Perusahaan Industri lain-lain, 2016

Besar Sedang Kecil R. Tangga


No Kecamatan Jumlah
(>/100 org) (20-29 org) (5-19 org) (1-4 org)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
01 Landasan Ulin 0 12 47 85 134
02 Liang Anggang 2 7 22 20 51
03 Cempaka 0 1 7 32 40
04 Banjarbaru Utara 0 3 15 44 62
05 Banjarbaru Selatan 1 1 6 13 21
Kota Banjarbaru 3 24 97 194 318
Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi

2) Listrik
 Jumlah pelanggan listrik yang tercatat pada PT PLN Ranting Banjarbaru pada tahun
2016 berjumlah 771.468 pelanggan
 KWH terjual sebanyak 216.762.370, dengan nilai mencapai Rp. 241 M.

20
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

Table 15 Jumlah Pelanggan Listrik, VA Tersambung dan KWh Terjual di PT PLN Ranting Banjarbaru
Perusahaan Menurut Jenis Pelanggan, 2016

VA
No Kecamatan Jenis Tarif Pelanggan KWH Terjual
Terpasang
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
01 Sosial S2 12.784 Na 6.456.279
02 Rumah Tangga R 713.053 Na 121.797.098
03 Bisnis B 39.777 Na 50.165.779
04 Industri I 503 Na 10.873.265
05 Publik P 7.558 Na 22.452.831
06 Prabayar PRABAYAR Na Na Na
Kota Banjarbaru 771.468 Na 216.762.370
Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan dan Energi

3) Air Minum
Jumlah pelanggan air minum di Kota Banjarbaru pada tahun 2016 mencapai 32.582
pelanggan, yang terdiri dari:
o Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang, sebanyak 14.290 pelanggan
o Kecamatan Cempaka, sebanyak 1.411 pelanggan
o Kecamatan Banjarbaru Utara, sebanyak 8.787 pelanggan
o Kecamatan Banjarbaru Selatan, sebanyak 8.094 pelanggan

Table 16 Jumlah Pelanggan Air Minum Dirinci Setiap Kecamatan, 2016

No Kecamatan Pelanggan (Rumah Tangga)


(1) (2) (3)
01 Landasan Ulin
14.290
02 Liang Anggang
03 Cempaka 1.411
04 Banjarbaru Utara 8.787
05 Banjarbaru Selatan 8.094
Kota Banjarbaru 32.582
Sumber: PDAM Kabupaten Banjar

G. PERDAGANGAN DAN KEUANGAN


1) Perdagangan
Dari data Dinas Perindag dan Koperasi di Kota Banjarbaru diperoleh bahwa pada tahun
2016 di Kota Banjarbaru terdapat:
o KUD dan non-KUD sebanyak 111 buah, dengan jumlah anggota 18.030 orang
o Pengusaha Kecil formal dan non-formal sebanyak 9.207 buah, dengan jumlah
tenaga kerja 30.507 orang

2) Keuangan

21
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

Berdasarkan data dari Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Kota
Banjarbaru, diperoleh bahwa pada tahun 2016 di Kota Banjarbaru terdapat:
o Realisasi penerimaan Kota Banjabaru mencapai Rp. 1.066,849 M
o Target penerimaan Kota Banjarbaru adalah Rp. 1.090,828 M
o PAD Kota Banjarbaru sebesar Rp. 169,179 M
o Target PAD Kota Banjarbaru adalah Rp. 165 M

H. KEOLAHRAGAAN

Di wilayah Kota Banjarbaru, untuk bidang keolahragaan telah terdapat beberapa sarana
dan perkumpulan olah raga.

Table 17 Jumlah Sarana dan Perkumpulan Olahraga Dirinci Menurut Cabang Olahraga tahun 2015

No Cabang Olahraga Sarana Olahraga Perkumpulan Olahraga


01 Sepak bola 7 19
02 Basket 2 7
03 Bulu Tangkis 21 9
04 Bola Volly 2 3
05 Renang 2 2
06 Atletik 31 2
07 Base Ball 6 1
08 Catur 1 2
09 Golf 1 5
10 Gulat 1 1
11 Judo 1 1
12 Menembak 1 2
13 Panjat Dinding 5 3
14 Senam 2 3
15 Sepak Takraw 1 3
16 Tenis Lapangan 5 5
17 Tenis Meja 3 3
18 Pencak Silat 1 5
19 Karate 1 5
20 Bridge 5 2
21 Dayung 1 1
22 Panahan 3 1
23 Anggar 5 3
24 Billyard 9 5
25 Tinju 1 2
26 Kempo 1 1
27 Taerkwondo 1 2
28 Balap Sepeda 2 5

22
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

No Cabang Olahraga Sarana Olahraga Perkumpulan Olahraga


29 Balap Motor 1 5
30 Marching Band 2 1
Jumlah 97 109
Sumber: KONI Banjarbaru

I. Sistem Transportasi dan Komunikasi


1. Transportasi Darat
Data panjang jalan yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kota
Banjarbaru dapat di lihat pada tahun 2016 jalan, yaitu :
o Jalan beraspal sepanjang 518.652 km
o Jalan kerikil sepanjang 42.556 km
o Sisanya tidak dapat dirinci sepanjang 25.910 km

Table 18 Panjang Jalan Kota Menurut Jenis Permukaan Dirinci Setiap Kecamatan (Km), 2016

Tidak
No Kecamatan Aspal Batu Kerikil Tanah Jumlah
Dirinsi
1 Landasan Ulin 118,156 - 7,105 18,229 17,310 160,800
2 Liang Anggang 60,892 - 13,568 7,095 - 81,555
3 Cempaka 96,819 - 13,569 8,210 8,600 127,198
4 Banjarbaru Utara 93,108 - 7,922 6,811 - 107,841
5 Banjarbaru Selatan 73,881 - 0,392 3,608 - 77,881
Jumlah 442,856 - 42,556 43,953 25,910 555,275
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarbaru

Table 19 Panjang Jalan Beraspal Menurut Kondisi Jalan Setiap Kecamatan (Km), 2016

Kondisi Jalan Beraspal


No Kecamatan Rusak Jumlah
Baik Sedang Rusak
Berat
1 Landasan Ulin 105,711 9,843 2,603 - 118,156
2 Liang Anggang 48,318 7,016 5,559 - 60,892
3 Cempaka 69,310 13,558 11,459 2,492 96,819
4 Banjarbaru Utara 74,847 9,049 8,685 0.527 93,108
5 Banjarbaru Selatan 63,033 6,630 4,218 - 73,881
Jumlah 361,218 46,096 32,524 3,018 442,856
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kota Banjarbaru

Data jumlah kendaraan baik umum maupun tidak umum tahun 2015 yang diperoleh dari
UPPD Banjarbaru, yaitu :
o 82.203 buah sepeda motor
o 12.768 buah mini bus/micro bus
o 54 buah bus
o 4.277 buah pick up
o 839 buah sedan

23
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

o 103 buah jeep


o 135 buah truk

2. Transportasi Udara
o Jumlah penumpang pesawat udara yang berangkat dari Bandara Syamsudin Noor
tahun 2016 sebanyak 1.757.910 orang.
o Jumlah penumpang terbanyak di Bulan Mei yaitu sebanyak 158.277 orang.
o Jumlah penumpang pesawat udara yang datang ke Bandara Syamsudin Noor tahun
2016 sebanyak 1.764.758 orang.
o Jumlah penumpang terbanyak di Bulan Januari yaitu sebanyak 165.725 orang.

Table 20 Arus Lalu Lintas Penumpang Berangkat dari dan Datang ke Bandar Udara Syamsudin
Noor, Banjarmasin, 2016

Bulan Berangkat dari Datang ke


Januari 146.033 165.725
Februari 138.350 143.351
Maret 147.976 148.542
April 140.983 143.004
Mei 158.277 153.777
Juni 146.112 116.387
Juli 147.721 165.514
Agustus 150.856 146.228
September 141.030 143.228
Oktober 146.179 147.388
November 141.668 143.344
Desember 152.725 147.853
Jumlah 1.757.910 1.764.758
Sumber : Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin

3. Pos
Tahun 2016 PT. Pos Indonesia (Persero) memiliki 5 unit Kantor Pos Pembantu yang
tersebar di masing-masing kecamatan. Penjualan benda pos menurun dari 550.450
lembar menjadi 269.495 lembar di tahun 2016, dengan nilai Rp. 1.527.300.000.

J. Pariwisata
 Tahun 2016 terdapat 43 buah fasilitas akomodasi di Kota Banjarbaru, yang terdiri dari
11 hotel bintang dan 32 jasa akomodasi lainnya.
 Tiap kecamatan memiliki organisasi kesenian.
o Kecamatan Landasan Ulin 7 organisasi
o Kecamatan Liang Anggang 8 organisasi
o Kecamatan Cempaka 10 organisasi
o Kecamatan Banjarbaru Utara 15 organisasi
o Banjarbaru Selatan 14 organisasi

24
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

K. Pendapatan Regional
 Perekonomian Kota Banjarbaru dilihat dari besaran nilai PDRB, dimana selama tahun
2016 Kota Banjarbaru telah mampu menghasilkan nilai tambah bruto sebesar Rp. 7,194
T, yang jika dilihat dengan harga konstan sekitar Rp. 5,102 T. Dengan demikian
pertumbuhan Kota Banjarbaru di tahun 2016 mencapai 6,95 persen.
 Sektor pendukung perekonomian terbesar di Kota Banjarbaru adalah :
o Transportasi dan Pergudangan sebesar 22,02 %
o Konstruksi sebesar 14,67 %
o Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 12,59 %
o Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar
10,62 %
 PDRB perkapita Kota Banjarbaru atas dasar harga berlaku selama tahun 2016 sebesar
Rp 29.807.000.
 PDRB berdasarkan harga konstan 2010, maka PDRB Kota Banjarbaru Rp 21.141.000
perkapita.

Table 21 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha di
Kota Banjarbaru (Juta rupiah), 2012−2016

No. Lapangan Usaha 2012 2013 2014 2015 2016


1 Pertanian, Kehutanan
102.892 112.849 125.493 138.836 151.436
& Perikanan
2 Pertambangan &
196.009 210.286 231.231 261.351 227.488
Penggalian
3 Industri Pengolahan 381.010 407.460 450.346 501.402 556.098
4 Pengadaan Listrik Gas 5.785 5.709 7.304 11.217 15.118
5 Pengadaan Air 27.270 28.945 33.742 38.308 41.405
6 Konstruksi 634.899 703.803 818.461 957.085 1.055.498
7 Perdagangan Besar &
Eceran, Reparasi Mobil 461.062 516.158 588.683 681.411 763.807
& Sepeda Motor
8 Transportasi &
855.542 1.067.303 1.277.712 1.420.265 1.584.143
Pergudangan
9 Penyediaan
Akomodasi & Makan 121.002 130.145 152.174 170.032 185.816
Minum
10 Informasi &
223.780 236.852 272.762 298.631 333.113
Komunikasi
11 Jasa Keuangan 76.873 90.498 100.720 112.506 128.033
12 Real Estate 100.461 110.423 127.638 141.802 154.659
13 Jasa Perusahaan
Administrasi 18.043 21.263 24.540 27.791 30.990
Pemerintahan
14 Pertahanan & Jaminan
566.432 646.725 727.288 863.181 906.109
Sosial Wajib
15 Jasa Pendidikan 388.712 427.361 481.902 566.577 664.142

25
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

No. Lapangan Usaha 2012 2013 2014 2015 2016


16 Jasa Kesehatan &
130.968 147.459 169.856 197.777 222.907
Kegiatan Sosial
17 Jasa Lainnya 75.816 80.460 94.861 109.856 123.636
PDRB 4.366.554 4.943.727 5.634.712 6.498.029 7.194.398
Sumber : BPS, PDRB Menurut Lapangan Usaha

Table 22 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha di
Kota Banjarbaru (Juta rupiah), 2012−2016

No. Lapangan Usaha 2012 2013 2014 2015 2016


1 Pertanian, Kehutanan
96.294 100.422 103.587 105.499 110.207
& Perikanan
2 Pertambangan &
178.661 186.432 194.038 200.387 204.385
Penggalian
3 Industri Pengolahan 346.044 358.892 371.861 384.323 406.530
4 Pengadaan Listrik Gas 6.553 6.885 8.627 10.640 11.769
5 Pengadaan Air 24.974 25.632 27.565 29.497 31.785
6 Konstruksi 592.920 636.202 685.084 735.925 784.846
7 Perdagangan Besar &
Eceran, Reparasi Mobil 408.845 441.376 478.120 512.718 552.036
& Sepeda Motor
8 Transportasi &
732.338 790.041 846.168 909.211 996.623
Pergudangan
9 Penyediaan
Akomodasi & Makan 111.149 116.777 124.200 132.626 141.078
Minum
10 Informasi &
207.409 219.166 236.746 256.376 278.806
Komunikasi
11 Jasa Keuangan 69.540 77.556 81.375 85.369 93.443
12 Real Estate 93.230 99.847 106.815 113.788 121.348
13 Jasa Perusahaan
Administrasi 16.619 17.847 19.100 20.090 21.796
Pemerintahan
14 Pertahanan & Jaminan
497.385 526.384 555.582 603.928 618.459
Sosial Wajib
15 Jasa Pendidikan 352.957 377.727 405.765 436.724 480.231
16 Jasa Kesehatan &
120.497 131.442 139.616 147.890 161.303
Kegiatan Sosial
17 Jasa Lainnya 69.202 70.740 76.852 81.670 88.092
PDRB 3.924.617 4.183.368 4.460.741 4.766.663 5.102.802
Sumber : BPS, PDRB Menurut Lapangan Usaha

26
Review Penyusunan Masterplan Sport Center

27