Anda di halaman 1dari 16

JETri, Vol. 16, No. 1, Agustus 2018, Hlm.

39 - 54, P-ISSN 1412-0372, E-ISSN 2541-089X


MODEL PENGISIAN PULSA LISTRIK KWH METER
DENGAN SMART CARD

Riki Ruli A. Siregar1, Hengki Sikumbang1, dan Rio Jefri Pasaribu2


1
Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknik PLN, 2 PT PLN (Persero)
Jalan Lingkar Luar Barat, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, 11750
E-mail: riki.ruli@sttpln.ac.id

ABSTRACT
The purpose of this study is to make an electric pulses top-up model with a smart card as an
alternative to fill in the digit number from the voucher into the prepaid electricity meter
which is currently done manually. Using a smart card in a prepaid electricity meter can
reduce the error rate when entering a token number. This application can also detect how
much energy is used, store in the database, and can determine the category of pulses use in
the kWh meter, as well as help users know the use of electricity that is classified as saving,
normal, and wasteful. The system was designed with Vb.net and MySql programs. The
results are an electric pulse top-up model based on a smart card for prepaid electricity
meter, and an application that stores a history of the use of electrical energy used in
determining the electricity usage category.

Keywords: kWh meter, prepayment, smart card, electricity, token

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah membuat model pengisian pulsa listrik dengan smart card
(kartu pintar) sebagai alternatif pengisian nomor digit ke dalam meteran listrik prabayar
yang saat ini dilakukan secara manual. Pemanfaatan smart card sebagai pengganti nomor
token dalam meteran listrik prabayar dapat membantu mengurangi tingkat kesalahan pada
saat memasukkan nomor token. Aplikasi ini juga dapat mendeteksi berapa besar energi yang
terpakai, menyimpan dalam database, dan dapat menentukan kategori pemakaian pulsa
pada kWh listrik, serta membantu pengguna mengetahui pemakaian listrik yang tergolong
dalam hemat, normal dan boros. Sistem dirancang dengan program Vb.net dan MySql. Hasil
yang didapatkan berupa model pengisian pulsa pada meteran listrik prabayar berbasis kartu
pintar dan aplikasi untuk menyimpan riwayat pemakaian energi listrik yang digunakan
dalam penentuan kategori pemakaian listrik.

Kata kunci: kWh meter, prabayar, kartu pintar, listrik, token


JETri, Vol. 16, No. 1, Agustus 2018, P-ISSN 1412-0372, E-ISSN 2541-089X


1. PENDAHULUAN
Listrik prabayar adalah salah satu bentuk perkembangan teknologi dari PLN
yang digunakan untuk mengatur penggunaan energi listrik rumah tangga melalui
meteran listrik yang sudah terintegrasi secara langsung dengan pusat database di
PLN [1]. Inovasi ini dilakukan agar masyarakat mendapat kenyamanan dalam
transaksi pembayaran energi listrik, karena masyarakat tidak perlu lagi datang ke
konter-konter PLN untuk melakukan pembayaran listrik, tetapi dengan menggunakan
pulsa listrik, masyarakat dengan mudah dapat mengisi sendiri jumlah energi listrik
yang ingin digunakan.
Walaupun inovasi ini sangat menolong masyarakat dalam proses transaksi
pembelian energi listrik tetapi beberapa masyarakat masih sulit dalam menggunakan
meteran listrik prabayar, karena sebanyak 20 angka yang tercantum pada voucher
harus dimasukkan ke dalam meteran prabayar. Selain itu jika terjadi kesalahan dalam
memasukkan nomor token maka seluruh nomor token harus dimasukkan ulang.
Kesulitan lain adalah nomor token yang harus dibeli di konter-konter penjualan pulsa
listrik atau melalui ATM setiap akan mengisi pulsa listrik [1].
Hasil penelitian ini adalah model dan prototipe smart card sebagai pengganti
token listrik menjadi e-token yang dapat mengurangi kesalahan pada pengisian pulsa
listrik. Hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan meteran listrik
prabayar yang umum digunakan di rumah tangga.

2. KAJIAN PUSTAKA
Pemodelan monitoring pemakaian dan penghematan energi listrik dengan
teknologi jaringan sensor nirkabel yang bertujuan memonitor pemakaian energi
listrik dan solusi penghematannya telah dilakukan oleh beberapa peneliti [2][3][4].
Model yang dibuat berupa rancangan serta otomatisasi alat-alat listrik dengan
menempatkan beberapa sensor yang berfungsi sebagai pengindra secara tersebar dan
memonitor penggunaan alat-alat listrik tersebut serta pengendalian dari jarak jauh
dengan mengimplementasi teknologi wireless sensor and actuator network (WSAN)
dengan metode scheduling node [5][2][6]. Teknologi ini berfungsi untuk memonitor

40
Riki Ruli, dkk. “Model Pengisian Pulsa Listrik kWh Meter …”



pemakaian listrik dan penghematan energi listrik [7][8][9]. Desain smart meter untuk
memantau dan mengidentifikasi pemakaian energi listrik pada sektor rumah tangga
menggunakan backpropagation neural network [10].
Model kWH meter analog dan digital tidak memiliki fitur-fitur yang dapat
memantau arus beban, mengidentifikasi peralatan-peralatan elektronika dan mencatat
pemakaian energi listrik secara aktual meliputi waktu penggunaan peralatan
elektronika serta menampilkan biaya yang harus dibayarkan oleh konsumen [11].
Pengembangan sistem utilitas berbasis IoT (Internet of Things) yang berguna untuk
mengefisiensikan daya listrik dan mengurangi tagihan listrik secara bertahap dengan
menggunakan metode fuzzy [12][13]. Metode fuzzy digunakan untuk mengontrol
perangkat yang sedang digunakan sehingga pengguna selalu siaga terhadap konsumsi
daya listrik dan mengurangi tagihan listrik [4][12]. Beberapa penelitian pengisian
pulsa melalui transmisi seluler telah dilakukan. Model kWh meter yang digunakan
dilengkapi dengan modul komunikasi berbasis SMS, sistem dapat berkomunikasi
dengan penggunaan melalui SMS, untuk melakukan pengecekan dan pengisian kuota
kWh meter, serta memberikan peringatan (reminder) apabila sisa kuota pada kWh
meter mendekati level habis [14].

3. METODE PENELITIAN
Pada Gambar 1 diperlihatkan proses penelitian yang terdiri dari perencanaan,
perancangan, hingga akhir pengujian dalam pengembangan model dan prototipe
pengisian pulsa listrik kWh meter dengan smart card. Model meteran listrik e-token
dengan memanfaatkan smart card dan penerapan monitoring untuk penentuan
golongan pemakaian listrik rumah tangga merupakan hal yang belum diterapkan saat
ini. Model yang diusulkan adalah suatu model baru yaitu menerapkan e-token
sebagai pengganti voucher listrik dalam proses transaksi listrik prabayar. Model ini
menerapkan e-token sebagai pengganti voucher listrik agar memudahkan pelanggan
dalam proses transaksi listrik prabayar, karena pelanggan hanya perlu menempelkan
kartu pada meteran.

41
JETri, Vol. 16, No. 1, Agustus 2018, P-ISSN 1412-0372, E-ISSN 2541-089X


Mulai

Perencanaan

Analisis Masalah

Metode

Analisis Kebutuhan
Model

Pengumpulan Data
Perancangan
Perancangan Perangkat Keras
UML
Perancangan Sistem
Perancangan
Perancangan Perangkat Lunak
Basis Data

Perancangan
Antar Muka

Uji Coba dan Evaluasi


Sistem

T
Sesuai
Y

Pembuatan Laporan

Selesai

Gambar 1 Diagram Alir Penelitian

3.1 Perancangan Sistem


Perancangan sistem merupakan suatu tahapan perancangan perangkat keras
dan perangkat lunak. Pada bagian ini dibahas mengenai input, proses, dan output
yang akan dihasilkan dari sistem. Sistem pengisian pulsa kWh meter dengan smart
card diperlihatkan pada Gambar 2. Perangkat keras yang terdiri dari meteran
berbasis smart card, Arduino, relay, dan sensor arus diperlihatkan pada Gambar 3.

42
Riki Ruli, dkk. “Model Pengisian Pulsa Listrik kWh Meter …”



Arduino + RFID 125 kHz
+ Relay + CT Sensor

Tapping Smart Card Status Listrik

Pelanggan
Model kWh
Kirim id Meter

Kirim Nilai
ke kWh

Save Pemakaian Listrik Lihat Kategori


Setiap HARI, BULAN, Pemakaian Listrik Setiap
dan TAHUN HARI, BULAN, dan
TAHUN

Gambar 2 Skenario Sistem Pengisian Pulsa kWh Meter dengan Smart Card

3.2 Perancangan Perangkat Keras

Gambar 3 Perangkat Keras Sistem Pengisian Pulsa kWh Meter dengan Smart Card

43
JETri, Vol. 16, No. 1, Agustus 2018, P-ISSN 1412-0372, E-ISSN 2541-089X


3.3 Perancangan Perangkat Lunak
Perancangan perangkat lunak dalam bentuk diagram use case, diagram
aktivitas, dan diagram kelas diperlihatkan pada Gambar 4 sampai dengan Gambar 9.

System

LOGIN

TAPPING SMART CARD

MENGHIDUPKAN LAMPU
PELANGGAN TAMU

>> LIHAT PEMEKAIAN


ds
ten LISTRIK PER
ex
<< HARI,BULAN,TAHUN
VIEW
PEMAKAIAN
<< MELIHAT KATEGORI
ex
ten PEMAKAIAN LISTRIK PER
ds
> > HARI, BULAN, TAHUN

Gambar 4 Diagram Use Case

Pilih User

Admin
Admin Tamu
Tamu

Login
Login Menu Tamu
Menu Tamu

No

Berhasil
Berhasil On/Off Listrik
On/Off Listrik

Yes

Menu Utama
Menu Utama

Lihat dan Pilih


Lihat dan Pilih Lihat Pemakaian
Lihat Pemakaian
On/Off Listrik
On/Off Listrik Kategori Listrik kWh (hari/bulan/
Kategori Listrik kWh (hari/bulan/
No (hari/bulan/tahun)
(hari/bulan/tahun) tahun)
tahun)

Selesai?
Selesai?

Yes

Logout
Logout

Gambar 5 Aktivitas Login

44
Riki Ruli, dkk. “Model Pengisian Pulsa Listrik kWh Meter …”



Pada Gambar 5, 6, 7, dan 8 diperlihatkan diagram aktivitas yang terdiri dari
login, tapping smart card, dan menyalakan lampu, dan melihat (view) pemakaian.

Menu On LIstrik
Menu On LIstrik
Taping Smart Card
Taping Smart Card

Tampilkan ID-
Tampilkan ID-
Pelanggan dan User
Pelanggan dan User
Verifikasi Kode
Verifikasi Kode
No Smart Card
Smart Card
Tampilkan Jumlah
Tampilkan Jumlah
Pulsa
Pulsa

Berhasil?
Berhasil?

Listrik Menyala
Listrik Menyala
Yes

View Jumlah Pulsa


View Jumlah Pulsa Tampilkan jumlah
Tampilkan jumlah
di Smart Card
di Smart Card kWh pulsa dan kWh
kWh pulsa dan kWh
terpakai
terpakai

Gambar 6 Aktivitas Tapping Smart Card Gambar 7 Aktivitas Menyalakan Listrik

View Pemakaian
View Pemakaian

Katergori?
Katergori?

Kategori Periode
Kategori Periode Kategori Total kWh
Kategori Total kWh
Pemakaian
Pemakaian

Lihat lagi?
Lihat lagi?

Gambar 8 Aktivitas View Pemakaian

45
JETri, Vol. 16, No. 1, Agustus 2018, P-ISSN 1412-0372, E-ISSN 2541-089X


Pada Gambar 9 diperlihatkan diagram kelas yang terdiri dari data pelanggan,
catatan harian, catatan bulanan, dan catatan tahunan. Selanjutnya pada Gambar 10
diperlihatkan form utama aplikasi antar muka sistem pengisian pulsa kWh meter
dengan smart card. Kemudian pada Gambar 11 sampai dengan Gambar 13
diperlihatkan diagram alir untuk penentuan kategori hemat, normal, dan boros.

Gambar 9 Diagram Kelas

Rp.

kWh kWh Terpakai Daya Masuk

Gambar 10 Form Utama Aplikasi Antar Muka

Persamaan (1), (2), dan (3) digunakan untuk menentukan kategori Hemat-
Normal-Boros pada golongan R1, R2, R3 (Rumah Tangga) dengan nilai VA 450
VA, 900 VA, 1300 VA dan 2200 VA berdasarkan pola penggunaan listrik. X adalah
daya terpakai.

46
Riki Ruli, dkk. “Model Pengisian Pulsa Listrik kWh Meter …”

(1)

(2)

(3)

Start

Input Daya (kWh)


Terpakai

Y
If
Fuuzy = 1
Daya Terpakai < 5

Y
If
Daya Terpakai >= 5 && Fuuzy = (15 - Daya Terpakai) / 10
<= 15

Fuuzy = 0

Output = Fuzzy

End

Gambar 11 Diagram Alir Penentuan Kategori Hemat

47
JETri, Vol. 16, No. 1, Agustus 2018, P-ISSN 1412-0372, E-ISSN 2541-089X


Start

Input Daya (kWh)


Terpakai

Y
If
Fuzzy = 0
Daya Terpakai <10

If Y
Daya Terpakai >= 10 && Fuzzy = (Daya Terpakai - 10) / 10
<= 20

Y
If
Daya Terpakai > 15 && Fuzzy = (25 - Daya Terpakai) / 5
< 25

Output = Fuzzy

End

Gambar 12 Diagram Alir Penentuan Kategori Normal

Start

Input Daya (kWh)


Terpakai

Y
If
Fuuzy = 0
Daya Terpakai < 5

If Y
Daya Terpakai >= 15 && Fuuzy = (Daya Terpakai - 15) / 10
<= 25

Fuuzy = 1

Output = Fuzzy

End

Gambar 13 Diagram Alir Penentuan Kategori Boros

48
Riki Ruli, dkk. “Model Pengisian Pulsa Listrik kWh Meter …”



4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Model kWh Meter

Gambar 14 Model Rancangan Alat kWh Meter Prabayar

Arduino berfungsi sebagai otak atau controller untuk mengaktifkan masing-


masing komponen pada model. Jika terjadi proses tapping smart card maka secara
otomatis informasi berupa jumlah pulsa yang ada di dalam smart card akan dibaca
oleh aplikasi. Setelah pulsa terbaca oleh aplikasi maka pelanggan dapat melakukan
pengaktifan energi listrik. Setelah listrik dalam hardware aktif maka secara otomatis
aplikasi dapat membaca berapa besar arus yang dipakai oleh instrumen dan
dikonversikan menjadi energi listrik.
Pengguna mempunyai hak akses untuk mengaktifkan energi listrik; melihat
record pemakaian per hari, bulan, dan tahun; serta juga dapat melihat kategori
pemakaian listrik yaitu hemat, normal, atau boros setiap hari, bulan, dan tahun
seperti diperlihatkan pada Gambar 15. Gambar 16 adalah menu untuk mengatur
ON/OFF listrik sehingga pada menu ini dapat dilihat berapa besar energi yang
digunakan dan melihat jumlah energi yang didapatkan dari pulsa ke dalam aplikasi.
Menu ini dapat diakses oleh seorang pengguna listrik.

49
JETri, Vol. 16, No. 1, Agustus 2018, P-ISSN 1412-0372, E-ISSN 2541-089X

Gambar 15 Tampilan Pilih Menu Gambar 16 Tampilan Menu Utama

Gambar 17 adalah menu untuk melihat berapa besar pemakaian energi listrik
setiap hari, bulan, dan tahun. Secara otomatis setiap pukul 24.00 aplikasi akan
mengeluarkan perintah untuk menyimpan secara otomatis pemakaian energi ke
dalam database. Gambar 18 adalah menu yang membantu pelanggan untuk melihat
kategori penggunaan listrik setiap hari, bulan, dan tahun. Pemakaian listrik ini
terbagi atas tiga kategori yaitu hemat, normal, dan boros.

Gambar 17 Tampilan Pemakaian Listrik Gambar 18 Kategori Penggunaan Listrik

Gambar 19 adalah menu yang menunjukkan detail perhitungan yang


digunakan untuk penentuan kategori pemakaian listrik tiap hari, bulan dan tahun.
Pada menu ini juga diperlihatkan grafik sebagai batasan-batasan penggunaan listrik
yang menentukan kategori pemakaian listrik yaitu hemat, normal atau boros.

50
Riki Ruli, dkk. “Model Pengisian Pulsa Listrik kWh Meter …”

Gambar 19 Detail Perhitungan

4.2 Hasil Pengujian Sistem


Proses pengujian berfokus pada logika internal software dan hardware untuk
memastikan bahwa semua komponen sudah diuji, dan pada fungsi eksternal dengan
melakukan beberapa kali pengujian untuk menemukan kesalahan-kesalahan dan
memastikan bahwa input yang diberikan akan memberikan hasil yang sesuai dengan
yang diharapkan. Hasil pengujian sistem secara keseluruhan diperlihatkan pada
Tabel 1 dan hasil pengujian hardware diperlihatkan pada Tabel 2.

Tabel 1 Hasil Pengujian Sistem


Hasil Proses Uji
No Kelas Uji Attribut Uji Error Hasil
Coba
1 Autentikasi Verifikasi user_id & View Main Menu Username & Berhasil
aplikasi password sesuai password tidak
sesuai
2 Menu aktifkan Tapping smart card Jumlah pulsa dari Id_smart card dan Berhasil
listrik & sensor arus smart card dan nilai pulsa tidak sesuai,
arus terbaca konversi kWh ke
arus tidak normal
3 Menu database Riwayat pemakaian Tampilan realtime Arus tidak terbaca Berhasil
penggunaan per hari, bulan, dan riwayat pemakaian dari perangkat
kWh tahun kWh sensor
4 Menu penentuan Perhitungan Penentuan kategori Nilai record tidak Berhasil
kategori penggunaan listrik hemat, normal, dan sesuai, penentuan
penggunaan per hari, bulan, dan boros kategori tidak valid
listrik tahun

51
JETri, Vol. 16, No. 1, Agustus 2018, P-ISSN 1412-0372, E-ISSN 2541-089X


Tabel 2 Hasil Pengujian Hardware

Hasil Proses Uji


No Kelas Uji Attribut Uji Error Hasil
Coba
1 Proses tapping Reader smart card Mikrokontroler Id_smart card Berhasil
smart card menerima informasi tidak terbaca &
dari smart card jarak tapping >
10cm
2 Relay on/off Kondisi on nilai Mikrokontroler Relay tidak Berhasil
‘1’dan kondisi off nilai memberikan nilai berfungsi/rusak
‘0’ untuk status relay
3 Aktifkan listrik Perangkat on/off listrik Relay on atau off Relay tidak Berhasil
sesuai kondisi relay sesuai fungsi dalam berfungsi/rusak
aktifkan listrik
4 Sensor arus Arus listrik dengan Arus listrik terbaca Penempatan Berhasil
beban kapasitas sesuai dengan beban perangkat sensor
perangkat listrik kapasitas perangkat dan data tidak
listrik terbaca

5. KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah, proses
pemasukan pulsa listrik ke dalam meteran listrik dengan menggunakan smart card
dapat dilakukan ketika melakukan tapping smartcard dengan jarak tapping kurang
dari 10 cm, maka pulsa akan terbaca secara otomatis ke dalam aplikasi. Kemudian
penentuan pemakaian listrik pada rumah tangga dapat dilakukan dengan
memanfaatkan sensor arus. Dari arus yang dihasilkan dapat dihitung berapa banyak
energi listrik yang terpakai. Penentuan kategori pemakaian listrik sudah dapat
dilakukan dengan memanfaatkan penentuan kategori beban pada 1300 VA dan 2200
VA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat menunjukkan nilai yang
diperoleh dan memberikan rekomendasi kepada pengguna aplikasi.
Agar dapat diperoleh sistem yang lebih baik, model meteran listrik prabayar
berbasis smart card ini dapat diuji dengan kWh meter standar.

UCAPAN TERIMA KASIH


Terima kasih, kami ucapkan kepada Ristek Dikti yang telah mendukung
penuh kegiatan penelitian ini dalam pembiayaan skema Penelitian Muda tahun 2018.

52
Riki Ruli, dkk. “Model Pengisian Pulsa Listrik kWh Meter …”



DAFTAR PUSTAKA
[1] D. R. Tobergte dan S. Curtis. “Penerapan Sistem Listrik PLN Prabayar Dengan
Penggunaan Dan Pengoprasian KWH Meter Prabayar Secara IT Dalam E-
payment Sistem Pulsa Listrik.” J. Chem. Inf. Model., vol. 53, no. 9, hlm. 1689–
1699, 2013.
[2] B. Santoso, I. W. Mustika, dan S. S. Kusumawardani. “Pemodelan Monitoring
Pemakaian Dan Penghematan Energi Listrik Dengan Teknologi Jaringan Sensor
Nirkabel.” Semin. Nas. Teknol. Inf. dan Komun Sentika, hlm. 529-536, Maret,
2014.
[3] I. F. Muhammad, M. Abdurohman, dan A. Herutomo. “Implementasi Smart
Metering Menggunakan Internet Of Things Dengan Transport Protocol Web
Socket Berbasis OpenMTC di Universitas Telkom.” e-Proceeding Eng., vol. 4,
no. 1, hlm. 1075–1082, 2017.
[4] M. M. Rahman, Noor-E-Jannat, M. O. Islam, dan M. S. Salakin. “Arduino and
GSM based smart energy meter for advanced metering and billing system.” 2nd
Int. Conf. Electr. Eng. Inf. Commun. Technol. iCEEiCT 2015, hlm. 21–23, May,
2015.
[5] R. R. A. Siregar, N. Wardana, dan Luqman. “Sistem Monitoring Kinerja Panel
Listrik Tenaga Surya Menggunakan Arduino Uno.” JETri J. Ilm. Tek. Elektro,
vol. 14, no. 2, hlm. 81–100, 2017.
[6] Riswandi. “Perancangan Alat Monitoring Arus KWH ( Kilo Watt Hours ) Meter
Tiga Phasa Dengan Memanfaatkan Mikrokontroler Arduino dan Sms Gateway
Berbasis Web.” Jurnal Informatika SIMANTIK vol.1, no.1, hlm. 1–8, 2016.
[7] D. Risqiwati. “Rancang Bangun Sistem Monitoring Listrik Prabayar dengan
Menggunakan Arduino Uno.” Kinetik, vol. 1, no. 2, hlm. 47–54, 2016.
[8] R. R. A. Siregar, R. Raymond, dan R. Arianto. “Model Sistem Telemetri Untuk
Monitoring Tandon Air Pada Daerah Kekurangan Air Bersih.” Prosiding SNTI,
hlm. 8–15, 2016.
[9] D. E. Paul. “Smart Energy Meter Using Android Application And Gsm

53
JETri, Vol. 16, No. 1, Agustus 2018, P-ISSN 1412-0372, E-ISSN 2541-089X


Network.” Int. J. Eng. Comput. Sci., vol. 5, no. 3 March, hlm. 16058–16063,
2016.
[10] K. Hutoro, A. Soeprijanto, dan O. Penangsang. “Desain Smart Meter Untuk
Memantau Dan Identifikasi Pemakaian Energi Listrik Pada Sektor Rumah
Tangga Menggunakan Backpropagation Neural Network.” Tesis Magister
Teknik Elektro. ITS, Surabaya, hlm. 1–6, 2015.
[11] D. D. Prihartomo, R. D. Nyoto, dan A. S. Sukamto. “Rancang Bangun Aplikasi
Pencatatan Pemakaian KWH (Kilo Watt Hour) Listrik Digital Menggunakan
NFC (Near Field Communication) Sebagai Komunikasi Perangkat Pada
Platform Android.” JustIN, hlm. 1–5, 2016.
[12] L. Ciabattoni, M. Grisostomi, G. Ippoliti, D. Proietti Pagnotta, G. Foresi, dan S.
Longhi. “Residential energy monitoring and management based on fuzzy logic.”
2015 IEEE Int. Conf. Consum. Electron., no. 2, hlm. 536–539, 2015.
[13] J. Surya dan R. Perumalraja. “A Real-Time Iot Implementation for Efficient
Energy Consumption.” Int. Res. J. Eng. Technol., vol. 4, no. 6, hlm. 1525–1528,
2017.
[14] A. Mulyana, T. A. Riza, D. N. Ramadan, dan M. D. Falih. “Sistem Pengisian
Pulsa Pada Kwh Meter Prabayar Menggunakan Ponsel Pulse Filling System on
Prepaid Electrical Energi.” JETT, hlm. 560–569, 2017.

54