Anda di halaman 1dari 11

Indikator Mutu Kesehatan Lingkungan di Puskesmas

Sebagaimana kita ketahui, ruang lingkup penilaian kinerja Puskesmas, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 44 Tahun 2016 tentang Pedoman manajemen Puskesmas, diantaranya pencapaian cakupan
pelayanan kesehatan. Beberapa program UKM esensial di Puskesmas diantaranya berupa pelayanan promosi
kesehatan, pelayanan kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana, pelayanan
gizi, dan pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit.

Program Kesehatan Lingkungan di Puskesmas merupakan salah satu program upaya kesehatan masyarakat (UKM)
Esensial Puskesmas, disamping program lainnya, antara lain :

1. Promosi Kesehatan;
2. Kesehatan Lingkungan;
3. Pelayanan Gizi KIA-KB;
4. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular;
5. Surveilans dan Sentinel SKDR; dan
6. Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

Sebagai acuan dasar menterjemahkan upaya kesehatan lingkungan di Puskesmas, Sanitarian seyogyanya tetap
mengacu dasar hukum pelaksanaan yang mendukung, diantaranya dengan merujuk Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lingkungan Di
Puskesmas.

Sesuai Permenkes diatas, disebutkan bahwa kegiatan Pelayanan Kesehatan Lingkungan dilakukan dalam bentuk
Konseling; Inspeksi Kesehatan Lingkungan; dan/atau Intervensi Kesehatan Lingkungan.
Berdasarkan Konseling terhadap Pasien dan/atau hasil surveilans kesehatan yang menunjukan kecenderungan
berkembang atau meluasnya penyakit atau kejadian kesakitan akibat Faktor Risiko Lingkungan, Tenaga Kesehatan
Lingkungan harus melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan terhadap media lingkungan. Inspeksi Kesehatan
Lingkungan dilakukan dengan cara: a. pengamatan fisik media lingkungan; b. pengukuran media lingkungan di
tempat; c. uji laboratorium; dan/atau d. analisis risiko kesehatan lingkungan.

Untuk keperluan penilaian akreditasi Puskesmas, harus disediakan tool sebagai alat ukur menilai kegiatan kesehatan
Lingkungan di Puskesmas, salah satunya dengan indikator mutu kesehatan lingkungan di Puskesmas. Beberapa
poin penting indikator ini mencakup sasaran dan target kegiatan yang terkait, antara lain :

1. Pengawasan Sanitasi Air Bersih (SAB)


2. SAB yang memenuhi syarat kesehatan
3. Pembinaan Tempat Pengelolaan Makanan
4. Tempat pengelolaan makanan yang memenuhi syarat
5. Pembinaan sanitasi perumahan
6. Jumlah rumah yang memenuhi syarat kesehatan
7. Pembinaan TTU
8. TTU yang memenuhi syarat kesehatan
9. Desa / Kelurahan ODF
10. Jumlah jamban sehat

Indikator diatas kemudian menjadi acuan pemenuhan tahap-tahap kegiatan Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi,
Rencana Tindak Lanjut dan tindak lanjut yang diputuskan (PDCA) dalam memecahkan sebuah masalah kesehatan
lingkungan.
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat secara mandiri agar
pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat
terwujud. Dalam pelaksanaannya pembangunan kesehatan diselenggarakan
berdasarkan azas perikemanuisaan, pemberdayaan dan kemandirian serta adil
dan merata dalam mengutamakan aspek manfaat utamanya bagi kelompok
rentan seperti ibu, bayi, anak, usia lanjut dan keluarga tidak mampu.
Puskemsa adalah Unit Pelayanan Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
yang bertanggungjawa terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.
Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya kesehatan untuk
meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap
penduduk agar memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Dengan demikian
Puskesmas berfungsi sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan
kesehatan, pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat serta pusat
pelayanan kesehatan strata pertama. Puskesmas adalah fasilitas pelayanan
perseorangan tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif
dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif untuk
mencapai derajad kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah
kerja puskesmas.
Program kesehatan lingkungan adalah salah satu program pokok puskesmas
yang berupaya untuk menciptakan kondisi lingkungan yang mampu
menompang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan
lingkungan untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat
dan bahagia
Program kesehatan lingkungan adalah upaya untuk meningkatkan kesehatan
lingkungan melalui upaya sanitasi dasar, pengawasan mutu lingkungan dan
tempat umum, termasuk pengendalian pencemaran lingkungan lingkungan
dengan meningkatkan peran serta masyarakat dan keterpaduan pengelolaan
lingkungan melalui analisis dampak lingkungan.
Puskesmas merupakan sarana kesehatan terdepan yang berfungsi sebagai
penggerak pembangunan yang berwawasan kesehatan, yang memberikan
pelayanan langsung kepada masyarakat, sebagai sarana layanan umum wajib
memelihara dan meningkatkan lingkungan yang sehat sesuai standart dan
persyarakat

B. TUJUAN PROGRAM
Sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan Program kesehatan
lingkungan di wilayah Puskesma

C. SASARAN PROGRAM
Sasaran dari program ini adalah Petugas yang menangani kegiatan-kegiatan
yang di Program Kesehatan Lingkungan
D. RUANG LINGKUP PROGRAM
Ruang lingkunp Program Kesehatan Lingkungan yang meliputi
1. Kegiatan di dalam gedung puskesmas meliputi :
- Pemantauan kesehatan lingkungan puskesmas
Kegiatan yaitu pemantauan lingkungan fisik puskesmas
- Pemantauan, pemeliharaan, perbaikan sarana dan peralatan
Pemeliharaan dan pemantauan instalasi listrik, air, ventilasi, gas dan sistem
lain
- Pemantauan bahan berbahaya yang ada di puskesmas
2. Kegiatan di luar gedung puskesmas
 Pemeriksaan dan pembinaan TTU
 Pemeriksaan dan pembinaan TPM
 Pemeriksaan dan pembinaan TP2
 Kegiatan penyuluhan Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah Dasar
 Penyuluhan stop BABS
 Monitoring pemicuan stop BABS
 Pendampingan penyusunan rencana kegiatan STBM [Sanitasi Berbasis
Masyakarat]
 Pemantauan kualitas air bersih dan air minum
 Penyuluhan CLTS
 Monitoring CLTS
 Kamopanye Higiene Sanitasi

E. BATASAN OPERASIONAL
Kesehatan lingkungan, adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh petugas
kesehatan lingkungan yang terdiri dari kegiatan : monitoring pemicuan stop
BABS, pemantauan kualitas air minum dan air bersih, penyuluhan stop babs,
pendampingan penyusunan rencana kegiatan STBM, pemeriksaan dan
pembinaan TTU, pemeriksaan dan pembinaan TPM, pemeriksaan dan
pembinaan TP2, penyuluhan CTPS, penyuluhan CLTS, monitoring CLTS dan
kampanye Higiene Sanitasi dan sekolah

F. LANDASAN HUKUM
1. Peraturan Menteri Kesehaan Republik Indonesia nomor 13 tahun 2015 tentang
Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Lingkungan Di Puskesmas
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
852/MENKES/SK/IX/2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat
3. Undang-undang Nomor 32 tahun 2004, Tambahan Pemerintah Daerah
(Lembaran Negara Tahun 2004 nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 4437)
4. Keputusan menteri Kesehatan Nomor 574/MENKES/SK/X/2003, tentang
Standart Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota
5. Keputusan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1428/MENKES/SK/XII/2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan
Lingkungan Puskesmas

BAB II
STANDAR KETENANGAN

A. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA


Sumber Daya Manusia di Program Kesehatan Lingkungan di
Puskesmas terdiri dari :
a. 11 orang Bidan, 3 orang Perawat, dengan kriteria sebagai berkut :
 2 orang perawat lulusan S1, 1 orang perawat lulusan D3
 11 orang Bidan lulusan D3
 Mempunyai STR, SIKB bagi Bidan
 Mempunyai STR bagi perawat
b. Kader kesehatan dengan kriteria sebagai berikut :
 Dipilih dari dan oleh masyarakat setempat
 Bersedia dan mampu bekerja bersama masyarakat secara sukarela
 Bisa membaca dan menulis huruf latin
 Sabar dan memahami usia lanjut

B. DISTRIBUSI KETENAGAAN
Dalam melakukan kegiatan-kegiatan Program Kesehatan Lingkungan di
laksanakan oleh petugas kesehatan lingkungan Puskesmas bersama bidan
desa dan kader kesehatan.
Tabel Pelaksana Program Kesehatan Lingkungan
No Nama Jabatan Fungsional Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
C. JADUAL KEGIATAN
Jadwal kegiatan menyesuaikan dengan Rencana Pelaksanaan Kegiatan
Tahunan tahun 2017

BAB III
STANDAR FASILITAS

A. PETA WILAYAH
Koordinasi pelaksaan kegiatan Program kesehatan lingkungan dilakukan oleh
Petugas kesehatan lingkungan Puskesmas

B. STANDAR FASILITAS
Standar fasilitas yang ada di Program Kesehatan Lingkuongan di
Puskesmas adalah sebagai berikut :
1. Pedoman Program Kesehatan Lingkungan
2. Panduan Program Kesehatan Lingkungan
3. Kerangka Acuan
4. SOP
5. Media Penyuluhan yang terdiri dari sarana dan prasarana yaitu laptop, lcd,
leaflet/brosur

BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

A. ALUR KEGIATAN KESLING


B. LINGKUP KEGIATAN
Lingkup kegiatan Program Kesehatan Lingkungan :
Upaya Kesehatan Lingkungan
Upaya kesehatan lingkungan, dengan kegiatan :
 Monitoring pemicuan stop BABS
 Pemantauan kualitas air minum dan air bersih
 Penyuluhan stop BABS
 Pendampingan penyusunan rencana kegiatan STBM (Sanitasi Total Berbasis
Masyarakat)
 Pemeriksaan dan pembinaan TTU
 Pemeriksan dan pembinaan TPM
 Pemeriksaan dan Pembinaan TP2
 Penyuluhan CTPS
 Penyuluhan CLTS
 Monitoring CLTS
 Kampanye Higiene Sanitasi di sekolah

C. METODE
Metode yang digunakan pada kegiatan di Program Kesehatan Lingkungan
adalah :
a. Untuk kegiatan pemantauan dengan kunjungan / pemeriksan /
inspekksi
b. Kegiatan penyuluhan dengan ceramah dan tanya jawab
c. Monitoring dengan kegiatan pengawasan dan pengamatan
d. Pembinaan dengan cara konseling

D. LANGKAH KEGIATAN
Langkah-langkah kegiatan Program Kesehatan Lingkungan adalah :
a. Membuat jadwal kegiatan
b. Menentuka sasaran
c. Mempersiapkan perlengkapan pelaksanaan kegiatan
d. Melakukan kegiatan sesuai jadwal
e. Mendokumentasikan kegiatan

BAB V
LOGISTIK

Alat-alat atau barang-barang yang harus ada di Program Kesehatan


Lingkungan Puskesmas Banyuasi yang menunjang lancarnya proses kegiatan
terdiri dari :
a. Materi Penyuluhan
b. Alat-alat penyuluhan, seperti : lcd, Pengeras suara, laptop, alat peraga
c. Alat – alat untuk pemeriksaan
d. Alat transportasi dengan perlengkapannya.

BAB VI
KESELAMATAN SASARAN KEGIATAN/ PROGRAM

Dalam melaksanakan kegiatan Program Kesehatan Lingkungan perlu


memperhatikan keselamatan dan kenyamanan sasaran dengan pelaksanaan
kegiatan yang tepat waktu dan penyampaian materi yang mudah di mengerti.
Dan dalam melakukan kegiatan pemantauan harus sesuai standar yang ada.

BAB VII
KESELAMATAN KERJA

Dalam melaksanakan kegiatan perlu memperhatikan keselamatan kerja


petugas untuk mencegah resiko yang membahayakan keselamatan petugas
yaitu sebagai berikut :
a. Alat transportasi yaitu sepeda motor dan mobil dalam keadaan baik
b. Perlengkapan berkendara komplit seperti SIM, STNK, Helm standar
c. Jas hujan
d. Tersedianya alat untuk membawa perlengkapan

BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Pelaksanaan kegiatan Program Kesehatan Lingkungan di


Puskesmas kinerja mutu dikendalikan dengan memonitor dan mengevaluasi
indikator sebagai berikut :
a. Pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal
b. Kesesuaian petugas yang melaksanakan kegiatan
c. Penyampaian pesan dengan bahasa yang mudah di mengerti sasaran
d. Tercapainya indikator SPM Puskesmas, yaitu : SPM Kesling
BAB IX
PENUTUP

Pedoman Program Kesehatan Lingkungan ini dibuat sebagai acuan bagi


Petugas Pengelola Program Kesehatan Lingkungan di Puskesmas dalam
melaksanakan kegiatan-kegiatan Program Kesehatan Lingkungan

Anda mungkin juga menyukai