Anda di halaman 1dari 5

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN LINGKUNGAN: PERAN

FAKTOR KONSTEKSTUAL DAN STRATEGIS

Sistem pengendalian manajemen lingkungan: Peran faktor kontekstual dan strategis.


Topik SPM terkait Chapter 3 Perilaku dalam Organisasi.
a. Hubungan antara perilaku dalam organisasi dengan isu yang diangkat dalam jurnal ini.
Adapun isu yang berusaha diangkat dalam jurnal ini yaitu peran faktor konstektual dan
strategis yang terkait dengan pengembangan sistem pengendalian manajemen
lingkungan oleh perusahaan manufaktur. Peran yang dimaksud adalah peran persepsi
lingkungan ekologi, persepsi tekanan pemangku kepentingan, dan proaktif perusahaan
dalam pengembangan sistem pengendalain manajemen lingkungan.
Adapun hubungan penelitian ini dengan topik sistem pengendalian manajemen terkait
topik perilaku dalam organisasi adalah:
1. Penelitian ini sebagai pengantar dua domain penelitian berupa sistem
pengendalian manajemen dan manajemen lingkungan yang artinya bahwa dasar
dari pengembangan sistem pengendalian manajemen lingkungan yang
dikembangan dalam penelitian ini menggunakan konsep dasar berupa sistem
pengendalian manajemen, kemudian dalam faktor-faktor lingkungan dimasukkan
dalam manajemen organisasi guna memastikan pengendalian yang lebih baik atas
tujuan lingkungan dan tujuan perusahaaan.
2. Bila ditinjau dari pencapaian keselarasan tujuan dalam organisasi baik faktor
Formal maupun informal yang mempengaruhi perilaku manusia dalam
organisasi. Baik dalam penelitian ini maupun dalam topik perilaku organisasi
sama- sama adanya faktor formal dan informal. Sistem pengendalian manajemen
lingkungan formal dalam penelitian ini lebih menekankan kepada aturan dan
prosedur hasil yang diharapkan dengan keputusan pencapaian tujuan lingkungan
sedangkan sistem pengendalian manajemen formal sama saja tetapi penekanan
lebih kepada perencanaan strategis, pengganggaran, serta pelaporan. Sistem
pengendalian manajemen lingkungan informal dan sistem pengendalian
manajemen informal sama-sama berkaitan dengan partisipasi karyawan dalam
pengambilan keputusan, keterlibatan manajer, dan budaya yang melengkapinya
b. Isu yang diangkat dalam jurnal ini penting untuk diteliti karena penelitian terkait strategi
lingkungan dan sistem pengendalian manajemen lingkungan yang lebih kompleks
belum banyak diteliti dan masih perlunya pengembangan dan penelitian lanjutan. Isu
terkait sistem pengendalian manajemen lingkungan (EMCS) masih perlu diteliti
berdasarkan beberapa literatur yang menganggap EMCS merupakan konsep baru dan
penting, Pada umumnya perusahaan menganggap serius masalah lingkungan sehingga
memerlukan pengembangan strategi dan program guna mencapai proses produksi dan
produk yang ramah lingkungan (Pondevile et al., 2013). Beberapa perekembangan
terbaru dalam literatur MCS dan penerapkan gagasan MCS untuk isu-isu lingkungan,
yang mengarah ke konsep EMCS, merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk
meningkatkan kinerja lingkungan dan keuangan dan Secara khusus, EMCS dapat
membantu untuk mengintegrasikan isu-isu lingkungan ke dalam manajemen strategi
(Guenther et al., 2016). Penelitian yang dilakukan Song et al., (2016) menunjukkan
bahwa manajemen lingkungan perusahaan tahun berjalan memilki hubungan terhadap
kinerja keuangan perusahaan tahun berikutnya, ini mengindikasikan bahwa penelitian
terbaru terus dilakukan untuk menunjukkan pentingnya sistem pengendalian
manajemen lingkungan. Berdasarkan beberapa latar belakang diatas bisa disimpulkan
bahwa Isu terkait sistem pengendalian manajemen lingkungan masih relevan untuk
diteliti saat ini karena semakin berkembangnya isu terkait manajemen lingkungan dan
penelitian terkait sistem pengendalian manajemen lingkungan merupakan penelitian
baru dan masih dibutuhkan penelitian lanjutan terkait dengan topik ini.
c. Metodologi dan metode yang digunakan dalam jurnal ini adalah kulaitaitif
menggunakan metode survei dari 2600 populasi perusahaan manufaktur yang memiliki
dampak lingkungan yang tinggi di belgia kemudian diambil sampel sebesar 256 dengan
kriteria memiliki lebih dari 20 karyawan dan menyebarkan kuisioner melalui kantor pos
dan email. Metodologi dan metode yang digunakan dalam penelitian ini menurut saya
sudah tepat untuk menjelaskan fenomena/masalah yang diangkat dalam jurnal ini
karena pada dasarnya sistem pengendalian manajemen lingkungan lebih ditekankan
dalam perusahaan manufaktur yang pada dasarnya membuat produk melalui kegiatan
operasi karena kegiatan operasinya sangat erat kaitanya dengan lingkungan. Akan tetapi
ada beberapa kelemahan dalam teknik pengambilan sampel karena kriteria perusahaan
manufaktur yang ditetapkan hanya perusahaan yang memiliki lebih dari 20 orang
karyawan seharusnya bisa diperbesar lagi menjadi lebih dari 20 dan penyebaran
quisioner hanya kepada satu manajer atau CEO setiap perusahaan sebaiknya quisioner
yang disebar untuk setiap perusahaan harus lebih dari 1. Pengukuran terbaru yang
digunakan untuk pengukuran variabel tidak dijelaskan baru bedasarkan tolak ukur apa
dan tidak dibandingkan dengan beberapa pengukuran variabel dengan literatur
penelitian sebelumnya.
d. Ketepatan teori yang digunakan dalam penelitian ini sangat baik karena teori yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teori sistem pengendalian manajemen karena
pada dasarnya dalam penelitian ini EMCS (environmental management control system)
dikembangkan dari MCS (management control System), pada dasarnya kegiatan
pengendalian manajemen terdiri dari, perencanaan, koordinasi, komunikasi, evaluasi,
memutuskkan, dan mempengaruhi. Dalam penelitian ini kegiatan dalam pengendalian
manajemen sudah diimplementasikan dalam kegiatan sistem pengendalian manajemen
lingkungan untuk menetapkan keselarasan tujuan dalam organisasi yang akhirnya
berimbas pada pencapaian tujuan organisasi yang ditetapkan. Teori lain yang digunakan
dalam penelitian ini berkaitan dengan stakeholders theory yang menjelaskan bahwa
setiap pemangku kepentingan memiliki porsinya masing-masing dalam perusahaan,
dalam penelitian ini lingkungan juga sebagai stakeholders yang perlu diperhatikan demi
keberlanjutan perusahaan.
e. Keurangan dalam penelitian ini
Pertanyaan medasar dalam penelitian ini adalah tentang penelitian ini adalah
penelitian ini sudah menguji peran dari kontektual dan faktor strategis terhadap
perkembangan sistem pengendalian manajemen lingkungan (Pondeville et al., 2013)
sedangkan penelitian terbaru guenther (2016) masih meneliti konsep dan mereviu bukti
empiris terkait sistem pengendalian manajemen lingkungan. Seharusnya penelitipan yang
dilakukan oleh (pondeville et al., 2013) harus sudah menggunakan banyak literatur terkait
konsep dari sistem pengendalian manajemen lingkungan karena topik ini merupakan topik
baru yang masih memerlukan konsep yang lebih kompleks.
Beberapa kelemahan dalam penelitian dalam jurnal ini:
1. Tolak ukur pengambilan sampel yang terlalu kecil berupa perusahaan manufaktur
yang memilki karyawan lebihbesar dari 20, seharusnya perusahaan yang diambil
sebagai sampel memiliki kriteria yang lebih kompleks seperti perusahaan yang tercatat
dibursa efek, perusahaan yang memilki karyawan > 100, dan bisa juga menggunakan
ukuran besaran aset sebuah perusahaan. perusahaan yang lebih besar dan sudah
tercatat dibursa cenderung menganggap isu manajemen lingkung sebagai perhatian
khusus karena adanya regulasi yang mengatur terkat manajemen lingkungan.
2. Satu perusahaan tidak bisa hanya diwakili oleh satu orang dalam pengisian kuisioner.
Hal ini tidak merepresentasikan bagaimana menejemen lingkungan diaplikasikan
dalam sebuah perusahaan, karena kegiatan ini hanya melihat persepsi manajemen
lingkungan dari sudut pandang yang sempit berupa pandangan dari keterwakilan 1
orang dari setiap perusahaan.
3. Seharusnya menggunakan sampel yang lebih besar dan lebih untuk perusahaan
manufaktur tidak hanya di negara begia tetapi dibeberapa negara di Eropa. Untuk
menghindari bias dalam menyimpulkan suatu hipotesis seharusnya pengujian dalam
skala sampel yang lebih besar dan kompleks dan dalam penelitian ini hanya
mengambil sampel perusahaan di Belgia.
4. seharusnya penelitian ini menggunakan metode campuran antara kuantitatif dan
kualitatif, peneliti bisa melakukan interview untuk mengetahui terkait sistem
pengendalian manajemen lingkungan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan
mengurangi bias yang terjadi.
Jurnal terbaru dengan judul (The impact of society on management control system), karena
penelitian tentang sistem pengendalian manajemen lingkungan yang masih baru dan topik
terkait masih kurang sehingga saya membandingkan jurnal dalam penelitian ini dengan
jurnal yang terkait dengan isu sistem pengendalian manajemen.

1. Menggunakan data yang lebih besar sehingga bias bisa diminimalisir dan hasil
penelitian lebih merepresentasikan keadaaan yang sebenarnya, dalam penelitian ini
menggunakan sampel dari 9 negara di eropa (Austria, Belgia, Denmark, Finlandia,
jerman, Italia, Norwegia, Polandia, dan Islandia), jumlah perusahaan 200 juta dan 93
juta diantaranya tercatat di eropa.

2. Ukuran Populasi yang digunakan termasuk informasi tentang wilayah geografis,


keuangan dan indikator kekuatan keuangan, industri, ukuran, dan data saham. Selain itu
ada faktor lain yang digunakan dalam penetapan kriteria populasi berupa:

a. Status perusahaan (masih aktif)


b. Bentuk hukum
c. Ukuran perusahaan > 250 Karyawan.
Kriteria penetapan populasi yang lebih ketat dan lebih kompleks bertujuan untuk
mengurangi bias dalam pengembilan kesimpulan dari hasil penelitian agar penelitian
yang dilakukan lebih merepresentasikan keadaan yang sebenarnya.
3. Para peneliti melakukan interview CEO, CFO dan COO, untuk mengurangi bias yang
mungkin terjadi sehingga hasil yang didapatkan bisa merepresentasikan keadaan yang
sebenarnya.
Daftar Pustaka

Anthony, Robert N. dan Vijay Govindarajan. 2007. Management Control System,


International Edition, 12th Edition. Singapore: McGraw-Hill.

Greve, J., Ax, C., Bedford, D. S., Bednarek, P., Brühl, R., Dergård, J., ... & Israelsen, P.
(2017). The impact of society on management control systems. Scandinavian Journal
of Management, 33(4), 253-266.

Guenther, E., Endrikat, J., & Guenther, T. W. (2016). “Environmental management control
systems: a conceptualization and a review of the empirical evidence”. Journal of
Cleaner Production, 136, 147-171.

Pondeville, S., Swaen, V., dan De Ronge, Y. (2013). “Environmental management control
system: the role of contextual and strategic factors”. Management and accounting
research, 24, 317-322.

Song, H., Zhao, C., & Zeng, J. (2017). “Can environmental management improve financial
performance: An empirical study of A-shares listed companies in China”. Journal of
cleaner production, 141, 1051-1056.