Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1. ANALISA SITUASI

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki

jumlah penduduk terbesar keempat setelah negara China, India, dan Amerika

Serikat. Menurut Sulistyawati (2011), masalah kependudukan yang dihadapi

Indonesia saat ini tidak hanya jumlah besar dengan laju pertumbuhan

penduduk (LPP) yang relatif tinggi, tetapi penyebaran penduduk yang tidak

merata, umur yang muda dan kualitas penduduk yang masih rendah.

Tingginya laju pertumbuhan penduduk saat ini memang menjadi

masalah besar di Indonesia. Untuk menangani hal tersebut maka terus

dilakukan upaya penanganan yaitu dengan program KB guna menurunkan laju

pertumbuhan penduduk. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, diketahui

bahwa laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,49 persen pertahun.

Program keluarga berencana di Indonesia mengalami kemajuan yang

cukup pesat dan diakui keberhasilannya ditingkat internasional. Hal ini terlihat

dari angka keikutsertaan ber-KB (Contraceptive Prevalence Rate) meningkat

dari 26% pada tahun 1980 menjadi 50% pada tahun 1991 dan terakhir

meningkat menjadi 57% pada tahun 1997. Angka pemakaian kontrasepsi di

Indonesia baru mencapai 54,2% pada tahun 2006. Angka fertilitas total (Total

Fertility Rate) menurun dari 3.02 pada tahun 1991 menjadi 2.97 pada tahun

1997. Kemudian angka pertumbuhan penduduk (Growth Population Rate)

yang menurun drastis dari 2.34% pertahun pada dekade 1971 – 1980 menjadi
1.51% pertahun pada dekade tahun 1990 – 1998. Pada tahun 2000 menurun

menjadi 1,5 % (Setyaningrum & Sehmawati, 2008). Semakin kompleknya

penyakit, tingginya angka kesakitan yang di derita perempuan, ditambah

dengan kebutuhan mereka akan penggunaan KB dan menanggung resiko

penggunaan KB adalah beban yang harus ditanggung sebagian besar

perempuan. Terbukti jumlah akseptor KB di Indonesia sebesar 5.704.111

akseptor, dimana 97,34% adalah perempuan sedangkan akseptor KB pria

dengan jumlah sebesar 2,66% (BKKBN, 2008).

Departemen Kesehatan Republik Indonesia mencatat distribusi

penyakit dari jumlah 21 kriteria penyakit pada tahun 2007, perempuan

mendominasi angka lebih tinggi daripada pria sebanyak 12 jenis penyakit dan

pria dengan 9 Secara nasional jumlah peserta KB tercatat sebanyak

31.640.957 peserta dan jumlah pasangan usia subur (PUS) terhitung sebanyak

44.431.227 pasangan, sehingga keikutsertaan KB dari seluruh (PUS) sebesar

71,21% (Endang, 2012).

Keluarga Berencana (KB) adalah suatu program yang dicanangkan

pemerintah dalam upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat

melalui pendewasaan usia perkawinan (PUP), pengaturan kelahiran,

pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil,

bahagia dan sejahtera (Hanafi, 2010). Pemerintah menawarkan macam-macam

alat kontrasepsi yang ada dan dapat di gunakan oleh masyarakat dalam

program keluarga berencana (KB). Macam-macam alat kontrasepsi, antara

lain intra uterine device (IUD), metode operatif wanita (MOW), metode
operatif pria (MOP), kondom, implan, suntik dan pil. Dari semua alat

kontrasepsi ini, semuanya memiliki keunggulan masing masing.

Penggunaan kontrasepsi KB di Indonesia dengan umur antara 15-49

tahun dengan penggunaan metode IUD sebesar 7,23%, Suntikan 58,25%, Pil

KB 24,37%, Susuk KB 4,16%, Kondom 0,68%, MOP 1,03%, MOW 3,13%,

Intravaginal Tissue 0,11% dan metode tradisional 1,04%. Dengan data yang

didapatkan di atas, penggunaan KB kontrasepsi hormonal lebih tinggi

daripada kontrasepsi non hormonal dengan jumlah sebesar 86,78 %

(Departemen Kesehatan RI, 2008).

2. PERMASALAHAN MITRA
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di UPT Puskesmas

Puter dan UPT Puskesmas Ibrahim Adjie dengan metode wawancara pada 5

ibu hamil dan 3 pasangan usia subur yang diperiksa di puskesmas tentang

pengetahuan KB, sebanyak 2 pasangan usia subur dan 3 ibu hamil tidak tahu

akan jenis- jenis KB, keuntungan dan kerugian KB. Dan 2 ibu hamil tahu akan

pengetahuan tentang KB. 4 dari 7 ibu hamil menyatakan enggan ikut KB

karena takut menggunakan KB dan tidak mau KB. Kurangnya pengetahuan

mengenai KB merupakan salah satu faktor terjadinya peningkatan penduduk

di Indonesia.

3. SOLUSI YANG DITAWARKAN


Memberikan informasi mengenai alat kontrasepsi (KB)
4. TARGET LUARAN
Target dalam kegiatan pendidikan kesehatan, yaitu :
a. Peserta diharapkan mampu memahami tentang jenis-jenis alat
kontrasepsi
b. Peserta diharapkan mampu memahami keuntungan dan kerugian dari alat
kontrasepsi
c. Peserta diharapkan mampu memilih alat kontrasepsi yang akan
digunakan.