Anda di halaman 1dari 36

SKENARIO

“Anak belum bisa duduk sendiri”

Seorang anak laki-laki berusia 1 tahun dibawa ibunya ke puskesmas dengan keluhan belum bisa duduk sendiri. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan: status gizi kurang, lingkar kepala: mikrosefali, wajah dismorfik (-). Tonus
keempat ektremitas hipertoni, ada head lag (+). Dari riwayat kelahiran didapatkan informasi bahwa anak tersebut
dilahirkan dari seorang ibu P6A3 yang berusia 38 tahun dengan riwayat mendapatkan transfusi sebelum
melahirkan. Bayi pada usia kehamilan 37 minggu, BBL 2500 gram, lahir spontan, bayi tidak langsung menangis,
dan dirawat di Bangsal perawatan risiko tinggi. Selama perawatan, bayi mengalami kejang berulang 3x. Dari
analisa deteksi dini perkembangan secara sederhana, dokter yang memeriksa mencurigai kemungkinan anak tersebut
mengalami developmental delayed dengan keterlambatan milestones pada keempat domain. Dokter menyarankan
untuk pengelolaan lebih lanjut antara lain dengan merujuk ke poliklinik Tumbuh Kembang, Rehabilitasi Medik dan
pemeriksaan penunjang lain untuk mengetahui sejauh mana kelainan organ-organ yang terkait (SSP, fungsi
pendengaran, penglihatan).

STEP 1

1. Mikrosefali =
lingkar kepala pd waktu lahir rata-rata 34cm dan besarnya LK lebih besar dari LD. Umur 1th 47cm.
Pertumbuhan tulang kepala mengikuti pertumbuhan otak. Pertumbuhan otak yg tercepat terjadi pada
trimester 3 kehamilan sampai 5-6 bulan pertma setelah lahir, pd saat ini terjadi pembelahan sel-sel otak yg
sangat pesat, seelah itu pembelahan sel-sel otak melambat dan terjadi pembesaran otak saja, pada waktu
lahir berat otak ¼ berat otak dewasa, jumlah selnya 2/3 jml sel otak dewasa.

Lk jg mencerminkan vol intrakranial, digunakan untuk menaksir pertumbuhan otak. Apabila otak tdk
tumbuh normal maka kepala akan kecil (mikrosefali). Biasanya menunjukan adanya retardassi mental.
2. Wajah dismorfik =Wajah yang tidak simetris meliputi mata hidung.
kelainan bentuk wajah menunjukkan suatu sindrom. Contoh sindrom down, wajahnya mongoloid.
3. Hipertoni : tonus otot yang berlebihan
4. Head lag (+) =
- Keterlambatan gerakan kepala, misalnya ketika anak diangkat tangannya kepalanya akan tertinggal.
- px fisik untuk mengetahui perkembangan anak, disuruh tidur terus ditarik hingga duduk fleksi
kebelakang/ kedepan normal, (gangguan motoric kasar)

5. Developmental delayed = anak yang tertunda dalam mencapai sebagian besar hingga semua tahapan
perkembangan pada usianya. Keterlambatan secara sifnifikan fisiknya kemampuan kognitif dan perilaku
emosi atau perkembangn social seorang anak, bila dibandingkan dengan anak normal seusianya.
= keadaan keterlambatan perkembangan bermakna jika 2/lebih ranah keterlambatan perkembangan.
Bahasa, motorik. pada usia kurang dari 5 tahun.

6. Milestone= Tingkat perkembangan anak yang harus dicapai pada umur tertentu. Misalnya
0-3 bulan setidaknya sudah bisa mengankat kepalanya dsb.
STEP 3
1. Apa yang dimaksud pertumbuhan dan perkembangan ?
Pertumbuhan :
Bertambanhya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler . Bertambahnya ukuran fisik tubuh dalam
keseluruha atau sebagian. Sifatnya kuantitatif sehingga dapat diukur dengan satuan berat, panjang.
Perubahan morfologi CIRI :
- Perubahan ukuran (BB, TB, lingkar kepala, organ)
- Perubahan proporsi (awalnya kepala lebih besar daipada badan)
- Hilangnya ciri-ciri lama (ex: hilangnya gigi susu diganti gigi tetap)
- Timbulnya Ciri2 baru ( timbul tanda2 seks sekunder)

Perkembangan :
Bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks yang sifatnya kualitatif sehingga
pengukurannya lebih sulit.
Meningkatnya skill dari organisme aktivitas, intelektual

Tumbuh Kembang
Pengertian Tumbuh Kembang
Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling berkaitan
dan sulit dipisahkan, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan pengertian mengenai apa yang
dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan per definisi adalah sebagai berikut:
1. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik (anatomi) dan struktur tubuh dalam arti sebagian
atau seluruhnya karena adanya multiplikasi (bertambah banyak) sel-sel tubuh dan juga karena bertambah
besarnya sel (IDAI, 2002, dikutip oleh Nursalam 2005:32).
2. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dan struktur/fungsi tubuh yang lebih kompleks
dalam pola yang teratur, dapat diperkirakan, dan diramalkan sebagai hasil dari proses diferensiasi sel,
jaringan tubuh, organ-organ, dan sistemnya yang terorganisasi (IDAI, 2002, dikutip oleh Nursalam
2005:33).

Pertumbuhan (Growth)
Berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu,
yang bisa diukur dengan ukuran berat (gr, Pound, Kg), ukuran panjang (meter, Cm), umur tulang dan
keseimbangan metabolik (Retensi kalsium dan Nitrogen.

Perkembangan (Development)
Bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola teratur
dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi
sel tubuh, jaringan tubuh, organ-2, dan system organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-2
dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual,tingkah laku sebaggai hasil
interaksi dengan lingkungannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak
terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ/individu.

(Buku Tumbuh Kembang Anak, Dr. Soetjiningsih, SpAK)

a. Ciri-ciri pertumbuhan :
Secara garis besar terdapat 4 kategori perubahan sebagai ciri pertumbuhan, yaitu :

1) Perubahan ukuran
Perubahan ini terlihat secara jelas pada pertumbuhan fisik yang dengan betambahnya umur anak terjadi
pula penambahan berat badan, tinggi badan, lingkaran kepala, dll. Organ tubuh seperti jantung, paru-paru
atau usus akan bertambah besar, sesuai dengan peningkatan kebutuhan tubuh.

2) Perubahan proporsi
Selain bertambahnya ukuran-ukuran, tubuh juga memperlihatkan perubahan proporsi. Anak bukanlah
dewasa kecil, tubuh anak memperlihatkan perbedaan proporsi bila dibandingkan dengan tubuh orang
dewasa. Proporsi tubuh seorang bayi baru lahir sangat berbeda dibandingkan tubuh anak ataupun orang
dewasa. Pada bayi baru lahir, kepala relatif mempunyai proporsi yang lebih besar dibanding dengan umur-
umur lainnya. Titik pusat tubuh bayi baru lahir kurang lebih setinggi umbilikus, sedangkan pada orang
dewasa titik pusat tubuh terdapat kurang lebih setinggi simpisis pubis.

3) Hilangnya ciri-ciri lama


Selama proses pertumbuhan terdapat hal-hal yang terjadi perlahan-lahan, seperti menghilangnya kelenjar
timus, lepasnya gigi susu dan menghilangnya refleks-refleks primitif
4) Timbulnya ciri-ciri baru
Timbulnya ciri-ciri baru ini adalah sebagai akibat pematangan fungsi-fungsi organ. Perubahan fisik yang
penting selam pertumbuhan adalah munculnya gigi tetap yang menggantikan gigi susu yang telah lepas,
dan munculnya tanda-tanda seks sekunder seperti tumbuhnya buah dada pada wanita, dll.

b. Ciri-ciri Perkembangan
1) Perkembangan melibatkan perubahan
Karena perkembangan terjadi bersamaan dengan pertmbuhan, maka setiap pertumbuhan disertai dengan
perubahan fungsi. Perkembangan sistem reproduksi misalnya, disertai dengan perubahan pada organ
kelamin, perkembangan intelegensia menyertai pertumbuhan otak dan serabut saraf. Perubahan-perubahan
ini meliputi perubahan ukuran tubuh secara umum,perubahan proporsi tubuh, berubahnya ciri-ciri lama dan
timbulnya ciri-ciri baru sebagai tanda kematangan suatu organ tubuh tertentu.
2) Perkembangan awal menentukan pertumbuhan selanjutnya.
Seseorang tidak akan bisa melewati satu tahap perkembangan sebelum ia melewati tahapan sebelumnya.
Sebagai contoh : seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa berdiri. Karena itu, perkembangan
awal ini merupakan masa kritis karena akan menentukan perkembangan selanjutnya.

3) Perkembangan mempunyai pola yang tetap


Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut 2 hukum yang tetap, yaitu :
Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala, kemudian menuju ke arah kaudal. Pola ini disebut
pola Sefalokaudal.
Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerakan kasar) lalu berkembang ke bagian distal
seperti jari-jari yang mempunyai kemampuan dalam gerakan halus. Pola ini disebut Proksimodistal.

4) Perkembangan memiliki tahap yang berurutan


Tahap ini dilalui seorang anak mengikuti pola yang teratur dan berurutan, tahap-tahap tersebut tidak bisa
terbalik, misalnya anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu membuat gambar
kotak, berdiri sebelum berjalan, dsb.

5) Perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda.


Seperti halnya pertumbuhan, perkembangan berlangsung dalam kecepatan yang berbeda-beda. Kaki dan
tangan berkembang pesat pada awal masa remaja, sedangkan bagian tubuh yang lain mungkin berkembang
pesat pada masa lainnya.
6) Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan
Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun demikian, terjadi peningkatan mental,
ingatan, daya nalar, asosiasi, dll.

Sumber : Moersintowarti B., Narendra, dkk., 2002, Buku Ajar Tumbuh kembang Anak dan Remaja, Edisi
pertama, Sagung Seto, Jakarta.
1. Apa hubungan riwayat ibu mendapatkan transfuse sebelum melahirkan dengan keluhan?
2. Apa hubungan riwayat baji kejang 3x dengan keluhan?
3. Bagaimana dasar dari ilmu tumbuh kembang ?
TEORI TUMBUH KEMBANG ANAK

1. 1. Sigmeun Freud (Perkembangan Psychosexual)


A. Fase oral (0 – 1 tahun)
Pusat aktivitas yang menyenagka di dalam mulutnya, anak mendapat kepuasaan saat mendapat ASI, kepuasan
bertambah dengan aktifitas mengisap jari dan tangannya atau benda – benda sekitarnya.

1. Fase anal (2 – 3 tahun)


Meliputi retensi dan pengeluaran feces. Pusat kenikmatanya pada anus saat BAB, waktu yang tepat untuk
mengajarkan disiplin dan bertanggung jawab.

1. Fase Urogenital atau faliks (usia 3 – 4 tahun)


Tertarik pada perbedaan antomis laki dan perempuan, ibu menjadi tokoh sentral bila menghadapi persoalan.
Kedekatan ank laki – laki pada ibunya menimbulkan gairah sexual dan perasaan cinta yang disebut oedipus
compleks.

1. Fase latent (4 – 5 tahun sampai masa pubertas )


Masa tenang tetapi anak mengalami perkembangan pesat aspek motorik dan kognitifnya. Disebut juga fase
homosexual alamiah karena anak – nak mencari teman sesuai jenis kelaminnya, serta mencari figur (role model)
sesuai jenis kelaminnya dari orang dewasa.

1. Fase Genitalia
Alat reproduksi sudah muali matang, heteroseksual dan mulai menjalin hubungan rasa cinta dengan berbeda jenis
kelamin.

1. 2. Piaget (Perkembangan Kognitif)


Meliputi kemampuan intelegensi, kemampuan berpersepsi dan kemampuan mengakses informasi, berfikir logika,
memecahkan masalah kompleks menjadi simple dan memahami ide yang abstrak menjadi konkrit, bagaimana
menimbulkan prestasi dengan kemampuan yang dimiliki anak.

1. Tahap sensori – motor (0 – 2 tahun)


Prilaku anak banyak melibatkan motorik, belum terjadi kegiatan mental yang bersifat simbolis (berfikir). Sekitar
usia 18 – 24 bulan anak mulai bisa melakukan operations, awal kemampuan berfikir.

1. Tahap pra operasional (2 – 7 tahun)


Tahap pra konseptual (2 – 4 tahun) anak melihat dunia hanya dalam hubungan dengan dirinya, pola pikir egosentris.
Pola berfikir ada dua yaitu : transduktif ; anak mendasarkan kesimpulannya pada suatu peristiwa tertentu (ayam
bertelur jadi semua binatang bertelur) atau karena ciri – ciri objek tertentu (truk dan mobil sama karena punya roda
empat). Pola penalaran sinkretik terjadi bila anak mulai selalu mengubah – ubah kriteria klasifikasinya. Misal mula
– mula ia mengelompokan truk, sedan dan bus sendiri – sendiri, tapi kemudia mengelompokan mereka berdasarkan
warnanya, lalu berdasarkan besar – kecilnya dst. Tahap intuitif ( 4 – 7 tahun) Pola fikir berdasar intuitif, penalaran
masih kaku, terpusat pada bagian bagian terentu dari objek dan semata –mata didasarkan atas penampakan objek.

1. Tahap operasional konkrit (7 – 12 tahun)


Konversi menunjukan anak mampu menawar satu objek yang diubah bagaimanapun bentuknya, bila tidak ditambah
atau dikurangi maka volumenya tetap. Seriasi menunjukan anak mampu mengklasifikasikan objek menurut berbagai
macam cirinya seperti : tinggi, besar, kecil, warna, bentuk dst.

1. Tahap operasional – formal (mulai usia 12 tahun)


Anak dapat melakukan representasi simbolis tanpa menghadapi objek – objek yang ia fikirkan. Pola fikir menjadi
lebih fleksibel melihat persoalan dari berbagai sudut yang berbeda.

1. 3. Erikson (Perkembangan Psikososial)


Proses perkembangan psikososial tergantung pada bagaimana individu menyelesaikan tugas perkembangannya pada
tahap itu, yang paling penting adalah bagaimana memfokuskan diri individu pada penyelesaian konflik yang baik itu
berlawanan atau tidak dengan tugas perkembangannya.

1. Trust vs. missstrust ( 0 – 1 tahun)


Kebutuhan rasa aman dan ketidakberdayaannya menyebabkan konflik basic trust dan mistrust, bila anak
mendapatkan rasa amannya maka anak akan mengembangkan kepercayaan diri terhadap lingkungannya, ibu sangat
berperan penting.

1. Autonomy vs shame and doubt ( 2 – 3 tahun)


Organ tubuh lebih matang dan terkoordinasi dengan baik sehingga terjadi peningkatan keterampilan motorik, anak
perlu dukungan, pujian, pengakuan, perhatian serta dorongan sehingga menimbulkan kepercayaan terhadap dirinya,
sebaliknya celaan hanya akan membuat anak bertindak dan berfikir ragu – ragu. Kedua orang tua objek sosial
terdekat dengan anak.
1. Initiatif vs Guilty (3 – 6 tahun)
Bila tahap sebelumnya anak mengembangkan rasa percaya diri dan mandiri, anak akan mengembnagkan
kemampuan berinisiatif yaitu perasaan bebas untuk melalukan sesuatu atas kehendak sendiri. Bila tahap sebelumnya
yang dikembangkan adalah sikap ragu-ragu, maka ia kan selalu merasa bersalah dan tidak berani mengambil
tindakan atas kehendak sendiri.

1. Industry vs inferiority (6 – 11 tahun)


Logika anak sudah mulai tumbuh dan anak sudah mulai sekolah, tuntutan peran dirinya dan bagi orang lain semakin
luas sehingga konflik anak masa ini adalah rasa mampu dan rendah diri. Bila lingkungan ekstern lebih banyak
menghargainya maka akan muncul rasa percaya diri tetapi bila sebaliknya, anak akan rendah diri.

1. Identity vs Role confusion ( mulai 12 tahun)


Anak mulai dihadapkan pada harapan – harapan kelompoknya dan dorongan yang makin kuat untuk mengenal
dirinya sendiri. Ia mulai berfikir bagaimana masa depannya, anak mulai mencari identitas dirinya serta perannya,
jiak ia berhasil melewati tahap ini maka ia tidak akan bingung menghadapi perannya

1. Intimacy vs Isolation (dewasa awal)


Individu sudah mulai mencari pasangan hidup. Kesiapan membina hubungan dengan orang lain, perasaan kasih
sayang dan keintiman, sedang yang tidak mampu melakukannya akan mempunyai perasaan terkucil atau tersaing.

1. Generativy vs self absorbtion (dewasa tengah)


Adanya tuntutan untuk membantu orang lain di luar keluarganya, pengabdian masyarakat dan manusia pada
umumnya. Pengalaman di masa lalu menyebabkan individu mampu berbuat banyak untuk kemanusiaan, khususnya
generasi mendatang tetapi bila tahap – tahap silam, ia memperoleh banyak pengalaman negatif maka mungkin ia
terkurung dalam kebutuhan dan persoalannya sendiri.

1. Ego integrity vs Despair (dewasa lanjut)


Memasuki masa ini, individu akan menengok masa lalu. Kepuasan akan prestasi, dan tindakan-tindakan dimasa lalu
akan menimbbulkan perasaan puas. Bila ia merasa semuanya belum siap atau gagal akan timbul kekecewaan yang
mendalam.

1. 4. Kohlberg (Perkembangan Moral)


A. Pra-konvensional
Mulanya ditandai dengan besarnya pengaruh wawasan kepatuhan dan hukuman terhadap prilaku anak. Penilaian
terhadap prilaku didasarkan atas akibat sikap yang ditimbulkan oleh prilaku. Dalam tahap selanjutnya anak mulai
menyesuaikan diri dengan harapan – harapan lingkungan untuk memperoleh hadiah, yaitu senyum, pujian atau
benda.

1. Konvensional
Anak terpaksa menyesuaikan diri dengan harapan lingkungan atau ketertiban sosial agar disebut anak baik atau anak
manis

1. Purna konvensional
Anak mulai mengambil keputusan baik dan buruk secara mandiri. Prinsip pribadi mempunyai peranan penting.
Penyesuaian diri terhadap segala aturan di sekitarnya lebih didasarkan atas penghargaannya serta rasa hormatnya
terhadap orang lain.

1. 5. Hurolck (Perkembangan Emosi)


Menurut Hurlock, masa bayi mempunyai emosi yang berupa kegairahan umum, sebelum bayi bicara ia sudah
mengembangkan emosi heran, malu, gembira, marah dan takut. Perkembangan emosi sangat dipengaruhi oleh faktor
kematangan dan belajar. Pengalaman emosional sangat tergantung dari seberapa jauh individu dapat mengerti
rangsangan yang diterimanya. Otak yang matang dan pengalaman belajar memberikan sumbangan yang besar
terhadap perkembangan emosi, selanjutnya perkembngan emosi dipengaruhi oleh harapan orang tua dan lingkungan.

1. 6. Perkembangan Psikososial
Teori perkembangan ini dikemukakan oleh Sigmund Freud. Beliau mengemukakan bahwa : Di dalam jiwa individu
terdapat tiga komponen yaitu :

 Id : nangis, minta minum,makan, dll.


 Ego : lebih rasional, tetapi masa bodoh terhadap lingkungan.
 Super Ego : lebih memikirkan lingkungan.
Perkembangan berhubungan dengan bagian-bagian fungsi tubuh dan dipandang sebagai aktifitas yang
menyenangkan. Insting seksual memainkan peranan penting dalam perkembangan kepribadian. Menurut Freud
perkembangan manusia terjadi dalam beberapa fase dimana setiap fasenya mempunyai waktu dan ciri-ciri tertentu
dan fase ini berjalan secara kontinyu

Tujuan ilmu tumbuh kembang


1. Sebagai upaya untuk menjaga dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak baik fisik,
mental dan sosial
2. Menegakkan diagnosis dini setiap kelainan tumbuh kembang
3. Kemungkinan penanganan yang efektif
4. Mencari penyebab dan mencegahnya

4. Mengapa didapatkan hipertonus dan head (lag +) ?


Mikrosefali: lingkar kepala pd waktu lahir rata-rata 34cm dan besarnya LK lebih besar dari LD. Umur 1th
47cm. Pertumbuhan tulang kepala mengikuti pertumbuhan otak. Pertumbuhan otak yg tercepat terjadi pada
trimester 3 kehamilan sampai 5-6 bulan pertma setelah lahir, pd saat ini terjadi pembelahan sel-sel otak yg
sangat pesat, seelah itu pembelahan sel-sel otak melambat dan terjadi pembesaran otak saja, pada waktu lahir
berat otak ¼ berat otak dewasa, jumlah selnya 2/3 jml sel otak dewasa.

Lk jg mencerminkan vol intrakranial, digunakan untuk menaksir pertumbuhan otak. Apabila otak
tdk tumbuh normal maka kepala akan kecil (mikrosefali). Biasanya menunjukan adanya retardassi
mental.

Mikrosefali biasanya menghasilkan perkembangan otak yang tidak normal yang terjadi saat masa
kehamilan atau ketika bayi. Mikrosefali dapat terjadi akibat kelainan genetik. Penyebab lainnya
adalah:

 Craniosynostosis (sebuah cacat lahir dimana jaringan fibrosa pada tengkorak bayi menutup
terlalu cepat)
 Ketidaknormalan kromosom
 Penurunan oksigen ke otak janin
 Infeksi yang ditularkan ke janin selama masa kehamilan
 Terkena obat-obatan, alkohol, atau zat kimia beracun pada rahim
 Malnutrisi berat
 Fenilketonuria yang tidak terkontrol, diketahui sebagai PKU pada ibu

Perkembangan otak manusia dan waktu puncak terjadinya meliputi berikut:

 Primer neurulation Minggu 3-4 kehamilan


 Perkembangan Prosencephalic Bulan 2-3 kehamilan
 Neuronal proliferasi Bulan 3-4 kehamilan
 Neuronal migrasi Bulan 3-5 kehamilan
 Organisasi Bulan 5 dari kehamilan
sampai bertahun-tahun pascakelahiran
 Mielinasi Lahir sampai bertahun-
tahun pascakelahiran
Moster D, Wilcox AJ, Vollset SE, Markestad T, Lie RT. Cerebral palsy among term and
postterm births.JAMA. Sep 1 2010;304(9):976-82.
Kraniosinostosis dapat terjadi karena dua hal:
1. Sambungan tulang menutup cepat tetapi ukuran otak normal, sehingga otak yang tumbuh
makin besar akan terdesak di ruang tengkorak yang sempit. Ini yang disebut sebagai
kraniosinostosis primer.
2. Penyebab kedua kepala yang kecil adalah karena memang otak yang lebih kecil daripada
ukuran normal. Karena satu atau beberapa hal otak bayi dapat saja tidak tumbuh normal (misal
akibat infeksi saat di kandungan) sehingga tulang kepala tidak mendapat “dorongan” untuk
membesar. Ini yang disebut sebagai kraniosinostosis sekunder.

Tabel I. Sebab-sebab Mikrosefali


Cacat Perkembangan Otak Infeksi Intrauterin Penyakit Postnatal dan
Perinatal

Mikrosefali herediter (resesif) Rubela kongenital Anoksia intra uterin


atau neonatal

Mongolisme dan sindroma Infeksi virus Malnutrisi berat pada


trisoma lainnya sitomegali awal masa bayi

Paparan radiasi ionisasi pada Toksoplasma Infeksi virus herpes


janin kongenital neonatal
Feniketonuria maternal Sifilis kongenital

Cebol seckel

Sindroma cornelia de lange

Sindroma rubinstein-taybi

Sindroma smith-lemli-opitz

Sindroma alkohol janin

Ada yang membedakan etiologi mikro-sefali sebagai berikut :

1. Genetik
2. Didapat, yaitu disebabkan :

1. Antenatal pada morbili, penyinaran, sifilis, toksoplasmosis, kelainan sirkulasi


darah janin atau tidak diketahui penyebabnya.
2. Intranatal akibat perdarahan atau anoksia.
3. Pascanatal dan setelah ensefalitis, trauma kepala dan sebagainya.
Otak bayi aterm memiliki seluruh komplemen neuron dewasa, tetapi beratnya hanya
sekitar sepertiga otak dewasa. Peningkatan berat postnatal adalah akibat mielinisasi
substansia alba subkortikal, perkembangan penuh prosesus saraf, baik dendrit maupun
akson serta peningkatan selb glia.
Secara umum pengaruh abnormal sebelum kehamilan bulan ke-6 cenderung
mempengaruhi pertumbuhan struktur makroskopik otak dan mengurangi jumlah neuron
total. Pengaruh perubahan patologik pada periode perinatal cenderung lebih ringan,
seperti keterlambatan mielinisasi dan berkurangnya pembentukan dendrit. Hilangnya
substansi otak akibat lesi destruktif dapat terjadi pada akhir masa janin dan awal masa
bayi, baik secara terpisah ataupun bersama cacat perkembangan lain.

Tonus 4 ekstremitashipertoni :gangguan inhibitor,


Head lag+: px fisik untuk mengetahui perkembangan anak, disuruh tidur terus ditarik hingga duduk fleksi
kebelakang/ kedepan normal, (gangguan motoric kasar)

Sikap kepala bayi sewaktu badannya diangkat dapat memberikan informasi perkembangan motorik. Sebelum
usia 5 bulan kepala jatuh lunglai bila badan diangkat dari posisi berbaring dengan cara menarik kedua tangan
ke atas. Setelah usia 5 bulan bayi dapat menegakkan kepalanya baik sewaktu badannya hendak didudukkan
dengan mengangkat kedua lengannya, maupun pada waktu didudukkan sambil dipegang. Bayi dengan
hipotonia memperlihatkan leher yang lemas (head lag) yang mencirikan perkembangan motorik yang
terbelakang atau keadaan patologis oleh berbagai abnormalitas SSP dan kelainan motor neuron.

Sidharta, P., Pemeriksaan Neurologik Pada Bayi dalam Tata Pemeriksaan Klinis Dalam Neurologi, Cetakan
keempat, Dian Rakyat, Jakarta, 1999.
Sumber :Tumbuh kembang anak, dr. Soetjiningsih,sp. A K

5. Apa yang harus di capai pada anak usia 1 tahun ?

Umur Perkembangan yg harus dicapai


4- 6 mgg Tersenyum spontan, dpt
mengeluarkan suara 1-2 mgg
kemudian
12-16 mgg - menegakkan kepala, tengkurap
sendiri
- menoleh ke arah suara
- memegang benda yg ditaruh
ditangannya
20 mgg Meraih benda yg didekatkan kpd nya
26 mgg - dpt memindahkan benda dari satu
tgn ke tangan lainnya
- duduk, dg bantuan kedua tangannya
ke dpan
- makan biskuit sendiri
9-10 bulan - menunjuk dg jari telunjuk
- memegang benda dg ibu jari dan
telunjuk
- marangkak
- suara da,,,da
13 bulan - berjalan tanPa bantuan
- mengucapkan kata- kata tunggal
Umur Postur dan pergerakan Penglihatan
3 bln Telungkup: bertumpu pada Penglihatan waspada, melihat
lengan depan utk mengankat pergerakan yg dilakukan org
kepala dan dada dewasa
Ditarik ke posisi duduk: Mengikuti gerakan mainan yg
kepala menunduk sesaat ke digantung 15 cm dari wajah
depan, lalu terangkat tegak Tangan: lemas terbuka
Dipegang pada posisi berdiri
lutut menggantung lemas
6 bln Duduk tegas dgn sokongan Tangan meraih mainan &
Telungkup: mengangkat mengambilnya dgn genggaman
badan ke atas dgn tangan telapak, lalu memasukkannya ke
lurus mulut
Dipegang berdiri : kaki Memindahkan objek dari tangan yg
menumpu berat badan satu ke tangan yg lain
Memperhatikan bola yg
menggelinding pd jarak 2 m
9 bln Duduk tanpa sokongan slm 10 Genggaman menggunting
menit Melihat mainan yang dijatuhkan
Telungkup: merangkak /
merayap
Dipegang berdiri: kaki
menjejak /menginjak
12 Berjalan mengelilingi Jari telunjuk mendekati objek kecil
bln perabotan dgn melangkah di lalu mengambilnya dgn genggaman
sisi perabotan menjepit
Merangkan dgn ke-4 tungkai, Menjatuhkan mainan dgn sengaja
berjalan dgn tangan dituntun kemudian mengamatinya
18 Berjalan sendiri & mengambil Membangun menara dgn 3 buah
bln mainan dari lantai yg terjatuh kubus
Menulis tak beraturan
2 Berlari Membnagun menara dengan 6
tahun Naik turun tangga dgn 2 kaki buah kubus
tiap anak tangga
3 Naik tangga dgn 1 kaki tiap Membangun menara dgn 9 kubus
tahun anak tangga Meniru gambar O
Berdiri dgn 1 kaki selama
beberapa saat
4 Naik turun tangga dgn 1 kaki Membuat tangga 3 susun dgn
tahun tiap anak tangga memakai 6 kubus (setelah diberi
Berdiri dgn 1 kaki selama 5 contoh)
detik Meniru gambar O dan X
5 Meloncat dan melompat Menggambar orang
tahun Berdiri dgn 1 kaki dgn tangan Meniru gambar O, X dan kotak
dilipat selama 5 detik

a. Motorik kasar
- Kemantapan kepala saat duduk : 2 bulan
- Menarik untuk duduk, kepala tidak tertinggal : 3 bulan
- Tangan bersamaan dalam gariss tengah : 3 bulan
- Refleks tonus leher berjalan asimetris : 4 bulan
- Duduk tanpa bantuan : 6 bulan
- Menggulingkan punggung ke perut (tengkurap) : 6,5 bulan
- Berjalan sendiri : 12 bulan
- Lari : 16 bulan
b. Motorik halus
- Memegang mainan : 3,5 bulan
- Mencapai objek : 4 bulan
- Berjalan menggenggam tangan : 4 bulan
- Pemindahan objek dari tangan ke tangan : 5,5 bulan
- Memegang ibu jari : 8 bulan
- Membuka lembaran buku : 12 bulan
- Mencoret-coret : 13 bulan
- Membangun menara dua kubus : 15 bulan
- Menyusun menara enam kubus : 22 bulan
c. Komunikasi dan bahasa
- Tersenyum dalam respons terhadap muka, suara 1,5 bulan
- Mengoceh satu suku kata : 6 bulan
- Mencegah pada “tidak” : 7 bulan
- Mengikuti perintah satu, tindakan dengan gerakan : 7 bulan
- Mengikuti satu tindakan tanpa gerakan (misal, berikan itu padaku) : 10 bulan
- Berbicara kata yang sesungguhnya pertama kali : 12 bulan
- Bicara 4-6 kata : 15 bulan
- Berbicara 10-15 kata : 18 bulan
- Berbicara kalimat dua kata (contoh, sepatu mama) : 19 bulan
d. Kognitif
- Menatap sebentar pada titik kemana objek menghilang : 2 bulN
- Menatap pada tangannya sendiri : 4 bulan
- Membanting dua kubus : 8 bulan
- Menemukan mainan : 8 bulan
- Berpura-pura bermain egosentris (minum dengan cangkir) : 12 bulan
- Menggunakan batang untuk meraih mainan : 17 bulan
- Berpura-pura bermain dengan boneka : 17 bulan
Sumber :Ilmu Kesehatan Anak. Nelson. Vol.1. ed.15. EGC

6. Bagaimana tahap pertumbuhan dan perkembangan anak ?

Pertumbuhan : perubahan besar, jumlah, ukuran atau dimensi baik ditingkat sel, organ maupun individu, berat (kg),
panjang (m)

Perkembangan : bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, atau hasil dari
proses pamatangan, misal : perkembangan emosi, intelektual, tingkah laku

Umur Perkembangan yg harus dicapai


4- 6 mgg Tersenyum spontan, dpt
mengeluarkan suara 1-2 mgg
kemudian
12-16 mgg - menegakkan kepala, tengkurap
sendiri
- menoleh ke arah suara
- memegang benda yg ditaruh
ditangannya
20 mgg Meraih benda yg didekatkan kpd nya
26 mgg - dpt memindahkan benda dari satu
tgn ke tangan lainnya
- duduk, dg bantuan kedua tangannya
ke dpan
- makan biskuit sendiri
9-10 bulan - menunjuk dg jari telunjuk
- memegang benda dg ibu jari dan
telunjuk
- marangkak
- suara da,,,da
13 bulan - berjalan tanPa bantuan
- mengucapkan kata- kata tunggal
Umur Postur dan pergerakan Penglihatan
3 bln Telungkup: bertumpu pada Penglihatan waspada, melihat
lengan depan utk mengankat pergerakan yg dilakukan org
kepala dan dada dewasa
Ditarik ke posisi duduk: Mengikuti gerakan mainan yg
kepala menunduk sesaat ke digantung 15 cm dari wajah
depan, lalu terangkat tegak Tangan: lemas terbuka
Dipegang pada posisi berdiri
lutut menggantung lemas
6 bln Duduk tegas dgn sokongan Tangan meraih mainan &
Telungkup: mengangkat mengambilnya dgn genggaman
badan ke atas dgn tangan telapak, lalu memasukkannya ke
lurus mulut
Dipegang berdiri : kaki Memindahkan objek dari tangan yg
menumpu berat badan satu ke tangan yg lain
Memperhatikan bola yg
menggelinding pd jarak 2 m
9 bln Duduk tanpa sokongan slm 10 Genggaman menggunting
menit Melihat mainan yang dijatuhkan
Telungkup: merangkak /
merayap
Dipegang berdiri: kaki
menjejak /menginjak
12 Berjalan mengelilingi Jari telunjuk mendekati objek kecil
bln perabotan dgn melangkah di lalu mengambilnya dgn genggaman
sisi perabotan menjepit
Merangkan dgn ke-4 tungkai, Menjatuhkan mainan dgn sengaja
berjalan dgn tangan dituntun kemudian mengamatinya
18 Berjalan sendiri & mengambil Membangun menara dgn 3 buah
bln mainan dari lantai yg terjatuh kubus
Menulis tak beraturan
2 Berlari Membnagun menara dengan 6
tahun Naik turun tangga dgn 2 kaki buah kubus
tiap anak tangga
3 Naik tangga dgn 1 kaki tiap Membangun menara dgn 9 kubus
tahun anak tangga Meniru gambar O
Berdiri dgn 1 kaki selama
beberapa saat
4 Naik turun tangga dgn 1 kaki Membuat tangga 3 susun dgn
tahun tiap anak tangga memakai 6 kubus (setelah diberi
Berdiri dgn 1 kaki selama 5 contoh)
detik Meniru gambar O dan X
5 Meloncat dan melompat Menggambar orang
tahun Berdiri dgn 1 kaki dgn tangan Meniru gambar O, X dan kotak
dilipat selama 5 detik

e. Motorik kasar
- Kemantapan kepala saat duduk : 2 bulan
- Menarik untuk duduk, kepala tidak tertinggal : 3 bulan
- Tangan bersamaan dalam gariss tengah : 3 bulan
- Refleks tonus leher berjalan asimetris : 4 bulan
- Duduk tanpa bantuan : 6 bulan
- Menggulingkan punggung ke perut (tengkurap) : 6,5 bulan
- Berjalan sendiri : 12 bulan
- Lari : 16 bulan
f. Motorik halus
- Memegang mainan : 3,5 bulan
- Mencapai objek : 4 bulan
- Berjalan menggenggam tangan : 4 bulan
- Pemindahan objek dari tangan ke tangan : 5,5 bulan
- Memegang ibu jari : 8 bulan
- Membuka lembaran buku : 12 bulan
- Mencoret-coret : 13 bulan
- Membangun menara dua kubus : 15 bulan
- Menyusun menara enam kubus : 22 bulan
g. Komunikasi dan bahasa
- Tersenyum dalam respons terhadap muka, suara 1,5 bulan
- Mengoceh satu suku kata : 6 bulan
- Mencegah pada “tidak” : 7 bulan
- Mengikuti perintah satu, tindakan dengan gerakan : 7 bulan
- Mengikuti satu tindakan tanpa gerakan (misal, berikan itu padaku) : 10 bulan
- Berbicara kata yang sesungguhnya pertama kali : 12 bulan
- Bicara 4-6 kata : 15 bulan
- Berbicara 10-15 kata : 18 bulan
- Berbicara kalimat dua kata (contoh, sepatu mama) : 19 bulan
h. Kognitif
- Menatap sebentar pada titik kemana objek menghilang : 2 bulN
- Menatap pada tangannya sendiri : 4 bulan
- Membanting dua kubus : 8 bulan
- Menemukan mainan : 8 bulan
- Berpura-pura bermain egosentris (minum dengan cangkir) : 12 bulan
- Menggunakan batang untuk meraih mainan : 17 bulan
- Berpura-pura bermain dengan boneka : 17 bulan
Sumber :Ilmu Kesehatan Anak. Nelson. Vol.1. ed.15. EGC

Ciri tumbuh kembang anak menurut Hurlock EB :


a. Perkembangan melibatkan perubahan
Perubahan pertumbuhan fisik :
- Terdapat perubahan ukuran tubuh
Contoh : anak akan bertambah berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan organ – organ
tubuh lainnya.
- Terdapat perubahan proporsi tubuh
Perubahan proporsi tubuh sesuai dengan bertambahnya umur anak. Pada bayi baru lahir, titik
pusat tubuhnya adalah umbilicus, sedangkan setelah dewasa titik pusatnya adalah simfisis
pubis. Keadaan ini merupakan akibat dari pertumbuhan badan dan ekstremitas yang pesat,
akibat dari arah pertumbuhan yang berlangsung secara sefalokaudal dan proksimodistal.
Proporsi kepala pada waktu janin umur 2 bulan adalah setengah proporsi tubuh, pada janin 5
bulan sepertiga, pada waktu lahir seperempat, pada umur 2 tahun seperlima, pada umur 6 tahun
seperenam, pada umur 12 tahun sepertujuh, dan pada dewasa seperdelapan proporsi tubuh.
- Ciri – ciri lama hilang
Contoh : kelenjar timus mengecil, gigi susu tanggal, rambut bayi rontok.
- Timbul ciri – ciri baru
Contoh : tumbuh gigi permanen, timbul tanda-tanda seks sekunder.
Terdapat perubahan pada perkembangan mental, yaitu bertambahnya fungsi dan keterampilan.
- Terjadi perubahan memori, penalaran, persepsi, dan imaginative kreatif.
- Kemampuan imaginasi menjadi lebih baik daripada kemampuan penalarannya; sedangkan pada
orang dewasa, yang terjadi justru sebaliknya.
- Ciri khas perilaku bayi juga akan mengalami perubahan, contoh cara berjalan, cara berbicara.
- Ciri mental bertambah dewasa, sebagai hasil dari maturitas, proses belajar, dan pengalaman.
Contoh : perhatian dalam seks, standar moral, atau keyakinan agama.
b. Perkembangan awal lebih kritis daripada perkembangan selanjutnya
Pada tumbuh kembang anak, terdapat suatu aspek perkembangan yang sangat mendebarkan yaitu
saat pertama, seperti tersenyum pertama, memegang dengan kukuh pertama, berjalan pertama, dan
kalimat pertama. Tumbuh kembang pada awal kehidupan sangat penting, karena menentukan
perkembangan selanjutnya. Pada awal kehidupan, anak sangat rentan terhadap factor lingkungan.
Keadaan yang sering mempengaruhi awal tumbuh kembang adalah :
- Nutrisi
Setiap bayi harus mendapat ASI, karena ASI merupakan makanan bayi terbaik untuk tumbuh
kembang anak. Selain kandungan gizi ASI yang lengkap, dengan menyusui maka bayi juga
mendapat stimulasi sensori yang komprehensif (taktil, penciuman, pendengaran, pengecapan,
kehangatan, kasih sayang) dari ibunya. Selain ASI, anak harus juga mendapat asupan gizi
seimbang untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang optimal.
- Hubungan interpersonal yang menyenangkan dengan lingkungan di sekitarnya, serta kasih
sayang yang diberikan oleh orang tuanya.
- Status emosi. Sejak awal kehidupan, anak harus dikenalkan berbagai macam emosi seperti
gembira, sedih, kecewa, marah, serta bagaimana mengatasinya, sehingga kelak anak
mempunyai kecerdasan emosi yang tinggi.
- Cara pelatihan pada anak. Anak dilatih dengan menerapkan disiplin, “penghargaan” dan
“hukuman”. Penghargaan tidak harus berupa materi, sedangkan hukuman tidak boleh berupa
penganiayaan.
- Bemain peran yang lebih awal, seperti membantu ibunya menyapu, memberi susu pada adik,
atau mengganti popok adiknya.
- Struktur keluarga, apakah keluarga inti atau keluarga besar.
- Pola asuh. Pola asuh demokratis berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak.
- Stimulasi dini dan berkesinambungan.
- Deteksi dini jika ada gangguan tumbuh kembang, dengan memperhatikan red flag dari
milestone perkembangan atau melakukan skrining rutin.
c. Perkembangan adalah hasil dari maturasi dan proses belajar
- Maturitas
 Maturitas intrinsic, yaitu kemampuan khas yang berasal dari potensi genetic.
 Fungsi filogenetik, yaitu fungsi yang biasa terjadi pada seseorang, seperti merayap,
merangkak, duduk, berjalan. Perkembangan ini berasal dari proses maturitas.
 Fungsi ontogenetic, yaitu fungsi spesifik pada seseorang sepeti berenang, naik sepeda,
melukis, sebagai hasil dari suatu pelatihan. Tidak semua individu memiliki
kemampuan ini.
Reflex primitive akan menghilang sebelum gerakan volunteer tercapai. Sebagai
contoh, reflex memegang, berjalan, reflex moro, dan redleks primitive lainnya akan
menghilang sebelum timbul gerakan yang memang disadari. Gerakan yang disadari
adalah hasil dari maturitas susunan saraf.
- Belajar
Belajar adalah perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha.
d. Pola perkembangan dapat diramalkan
- Arah perkembangan dapat diramalkan, yaitu sefalokaudal dan proksimodistal.
Perkembangan motoric kasar berlangsung sefalokaudal, yaitu mulai dari daerah kepala
kemudian ke arah kaki. Sebagai contoh, perkembangan pertama sebelum berjalan adalah
kemampuan menegakkan kepala. Perkembangan motoric halus mengikuti pola proksimodistal.
Sebagai contoh, secara fungsional, bayi dapat menggunakan tangannya sebagai satu unit
sebelum mereka dapat mengendalikan gerakan jari-jarinya.
- Perkembangan area spesifik mengikuti pola yang dapat diramalkan
Misalnya, perkembangan motoric, perilaku emosi, bicara, perilaku social, konsep
perkembangan, dan identifikasi terhadap orang lain.
e. Pola perkembangan mempunyai karakteristik yang dapat diramalkan
- Pola perkembangan anak mengikuti patokan umum dan mempunyai karakteristik yang dapat
diramalkan. Pola perkembangan sama setiap individu, tetapi kecepatannya berbeda. Setiap anak
mengikuti pola perkembangan yang sama dan satu perkembangan akan memimpin
perkembangan berikutnya, tetapi kecepatannya tidak sama tergantung pada variasi masing-
masing individu dan stimulasi yang diterimanya.
- Perkembangan berlangsung dari umum ke spesifik. Aktivitas seluruh tubuh akan digunakan
oleh respon individu yang khas. Pada perkembangan mental maupun motoric, aktivitas umum
selalu mendahului aktivitas spesifik. Contohnya, bayi akan menggerakkan seluruh tubuh,
tangan, dan kakinya kalau melihat sesuatu yang menarik, tetapi pada anak yang lebih besar
reaksinya hanya tertawa atau meraih benda tersebut. Pada perilaku emosi bayi, respon pertama
bayi terhadap orang asing dan benda-benda lainnya adalah rasa takut yang umum.
Sumber : Tumbuh Kembang Anak, Edisi 2, Prof. Soetjiningsih, Dr., SpA(K), EGC.
Ciri2 pertumbuhan
Secara garis besar terdapat 4 kategori perubahan sebagai ciri pertumbuhan yaitu:

a. perubahan ukuran
terlihat jelas pada pertumbuhan fisik yang dengan bertambahnya umur anak terjadi pula
penambahan BB, TB, LK dan lain-lain. Organ tubuh seperti jantung, paru-paru, atau usus akan
bertambah besar, sesuai dengan peningkatan kebutuhan tubuh.

b. perubahan proporsi
proporsi tubuh bayi baru lahir sangat berbeda dibandingkan tubuh anak atau orang dewasa. Pada
bayi baru lahir, kepala relatif mempunyai proporsi yang lebih besar dibandingkan dengan umur-
umur lainnya. Titik pusat tubuh bayi baru lahir kurang lebih setinggi umbilicus, sedangkan pada
orang dewasa titik pusat tubuh terdapat kurang lebih setinggi simpisis pubis.

c. hilangnya ciri-ciri lama


selama proses pertumbuhan terdapat hal-hal yang terjadi perlahan-lahan, seperti menghilangnya
kelenjar timus, lepasnya gigi susu, dan menghilangnya reflek2 primitif.

d. timbulnya cirri-ciri baru


timbulnya ciri2 baru ini adalah sebagai akibat pematangan fungsi-fungsi organ. Perubahan fisik
yang penting selama pertumbuhan adalah munculnya gigi tetap yang menggantikan gigi susu yang
telah lepas, dan munculnya tanda-tanda seks sekunder seperti tumbuhnya rambut pubis dan aksila,
tumbuhnya buah dada pada wanita dan lain-lain.

Sumber :(Buku ajar tumbuh kembang anak dan remaja, jilid I, edisi pertama tahun 2005,
IDAI 2005, sagung seto)

Ciri2 perkembangan
a. perkembangan melibatkan perubahan
karena perkembangan terjadi bersama-sama dengan pertumbuhan, maka setiap pertumbuhan
disertai dengan perubahan fungsi. Perkembangan sistem reproduksi misalnya, disertai perubahan
pada organ kelamin, perkembangan intelegensi menyertai pertumbuhan otak dan serabut saraf.
Perubahan2 ini meliputi perubahan ukuran tubuh secara umum, perubahan proporsi tubuh,
berubahnya cirri-ciri lama, dan timbulnya cirri-ciri baru sebagai tanda kematangan suatu organ
tubuh tertentu.
b. perkembangan awal menentukan pertumbuhan selanjutnya
seseorang tidak akan bisa melewati suatu tahap perkembangan sebelum ia melewati tahapan
sebelumnya. Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa berdiri. Karena
itu perkembangan awal ini merupakan masa kritis karena akan menentukan perkembangan
selanjutnya.

c. perkembangan mempunyai pola tetap


perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut 2 hukum yang tetap yaitu:

 perkembangan terjadi dahulu di daerah kepala, kemudian menuju kea rah kaudal. Pola
ini disebut pola sefalokaudal.
 Perkembangan terjadi terlebih dahulu di daerah proksimal (gerakan kasar) lalu
berkembang ke bagian distal seperti jari-jari mempunyai kemampuan dalam gerakan
halus. Pola ini disebut pola proksimodistal.
d. perkembangan memiliki tahap yang berurutan
tahap ini dilalui seorang anak mengikuti pola yang teratur dan berurutan, tahap-tahap tersebut tidak
bisa terjadi terbalik, misalnya anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu
membuat gambar kotak, berdiri sebelum berjlan dan sebagainya.

e. perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda


seperti halnya pertumbuhan, perkembangan berlangsung dalam kecapatan yang berbeda-beda. Kaki
dan tangan berkembang pesat pada awal masa remaja, sedangkan bagian tubuh yang lain mungkin
berkembang pesat pada masa lainnya.

f. perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan


pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun demikian, terjadi peningkatan
mental, ingatan, daya nalar, asosiasi dan lain-lain.

Sumber :(Buku ajar tumbuh kembang anak dan remaja, jilid I, edisi pertama tahun 2005, IDAI 2005,
sagung seto)

7. Bagaimana cara analisa deteksi dini perkembangan anak ?

Cara deteksi tumbuh kembang anak


1.Mendeteksi tumbuh kembang pada anak diantaranya :
a. Pengukuran antropometri
 Pengukuran antropometri ini dapat meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan , lingkar kepala
dan lingkar lengan atas

b. Pengukuran berat badan


 Pengukuran berat badan ini bagian dari antropometri yang digunakan untuk menilai hasil
peningkatan atau penurunan semua jaringan yg ada pada tubuh
c. Pengukuran tinggi badan
 Pengukuran ini merupakan bagian dari pengukuran antropometrik yang digunakan untuk menilai
status perbaikan gizi di samping factor genetik

8. Bagaimana hubungan riwayat premature. BBLR. Dengan keluhan bayi di scenario ? (keluhan
mikrosefali.tidak bisa duduk.wajah dismorfik)
Mikrosefali
Mikrosefali diklasifikasikan kedalam dua kelompok, sesuai penyebabnya:
Mikrosefali primer jinak berkaitan dengan faktor genetik. Mikrosefali genetik ini termasuk mikrosefali
familial dan mikrosefali akibat aberasi khromosom. Mikrosefali akibat penutupan sutura prematur
(kraniosinostosis). Jenis mikrosefali ini berakibat bentuk kepala abnormal,
namun pada kebanyakan kasus tak ada anomali serebral yang jelas.
Mikrosefali sekunder terhadap atrofi serebral. Mikrosefali sekunder dapat disebabkan olehinfeksi
intrauterin seperti penyakit inklusi sitomegalik, rubella, sifilis, toksoplasmosis, danherpes simpleks; radiasi,
hipotensi sistemik maternal, insufisiensi plasental; anoksia;penyakit sistemik maternal seperti diabetes
mellitus, penyakit renal kronis, fenilketonuria;
dan kelainan perinatal serta pascanatal seperti asfiksia, infeksi, trauma, kelainan jantung kronik, serta
kelainan paru-paru dan ginjal. Jenis mikrosefali ini berhubungan dengan retardasi mental dalam berbaga
tingkat (Saanin, 2007).
Patogenesis & Patofisiologi
(1) Perkembangan susunan saraf dimulai dengan terbentuknya neural tube yaitu induksidaerah dorsal yang
terjadi pada minggu ke 3 masa gestasi. Setiap gangguan pada masa ini mengakibatkan kelainan congenital
seperti kranioskisis,totalis,dsb. Fase selanjutnya terjadi proliferasi neuron yang terjadi pada masa gestasi.
Gangguan pada masa ini dapat
menyebabkan mikrosefali.
1. Sifilis : Melalui kontak langsung dengan lesi. Disebabkan bakteri Treponema malibu melalui selaput
lendir yang utuh/kulit dengan lesi kemudian masuk ke peredaran darah dan semua
organ dalam tubuh (salah satunya otak) ke janin.
2. Rubella: Rubella menginfeksi embrio pd 3 bulan pertama kehamilan. Menyebabkan
malformasi mata,telinga bagian dalam,jantung dan gigi.
3. Herpes: Bayi lahir lewat vagina (ibu terkena herpes) sehingga bayi jadi terinfeksi.
4. Sitomegalovirus: Sitomegalovirus merupakan organisme yang ada di mana-mana serta pada hakekatnya
menginfeksi sebagian besar manusia, bukti adanya infeksi janin ditemukan di antara 0,5 –2 % dari semua
neonatus. Sesudah terjadinya infeksi primer yang biasanya
asimtomatik, 10 % infeksi pada janin menimbulkan simtomatik saat kelahiran dan 5-25 %
meninggalkan sekuele. Pada beberapa negara infeksi CMV 1 % didapatkan infeksi in utro dan 10-15 %
pada masa prenatal(5) Virus tersebut menjadi laten dan terdapat reaktivasi periodik
dengan pelepasan virus meskipun ada antibodi di dalam serum. Antibodi humoral diproduksi, namun
imunitas yang diperantarai oleh sel tampaknya merupakan mekanisme primer untuk terjadinya
kesembuhan, dan keadaan kekebalan yang terganggu baik terjadi secara alami maupun akibat pemakaian
obat-obatan akan meningkatkan kecenderungan timbulnya infeksi sitomegalovirus yang serius.
Diperkirakan bahwa berkurangny surveilans imun yang diperantarai oleh sel, menyebabkan janin-bayi
tersebut berada dalam risiko yang tinggi untuk terjadinya sekuele pada infeksi ini.
5. Down Syndrome
6. Trisomi 13
7. Trisomi 18
8. Rubeinstein-Taybi Syndrome: Ketiadaan gen yang menyebabkan ketidaknormalan pada protein
pengikat CREB.
Sumber : Ilmu Kesehatan Anak. Nelson. Vol.1. ed.15. EGC

Curiga developmen delayed mikrosefali dan prematuritas . motorik kasar dan halus terganggu.

Penyebabnya ada hubungannya dengan lingkungan

a.Maturitas intrinsik

b. filogenik duduk. akibat ibu terlalu sibuk shg anaknya malas duduk( berkaitan dengan lokomotor otot )

c. ontogenik

Adakah hubungan antara bayi prematur dengan pertumbuhan dan perkembangan bayi ?

Faktor lingkungan prenatal yaitu gizi ibu buruk pd hamil BBLR dan

 Koch menulis bahwa 15-20% dari anak retardasi mental disebabkan karena prematuritas. Penelitian
dengan 455 bayi dengan berat lahir 1250 g atau kurang menunjukkan bahwa 85% dapat mempelihatkan
perkembangan fisis rata-rata, dan 90% memperlihatkan perkembangan mental rata-rata. Penelitian pada 73
bayi prematur dengan berat lahir 1000 g atau kurang menunjukkan IQ yang bervariasi antara 59-142, dengan IQ
rata-rata 94. Keadaan fisis anak-anak tersebut baik, kecuali beberapa yang mempunyai kelainan neurologis, dan
gangguan mata. Penulis-penulis lain berpendapat bahwa semakin rendah berat lahirnya, semakin banyak kelainan
yang dialami baik fisis maupun mental.1,3,4,15 Asfiksia, hipoglikemia, perdarahan intraventrikular, kernikterus,
meningitis dapat menimbulkan kerusakan otak yang ireversibel, dan merupakan penyebab timbulnya retardasi
mental.

 Prenatal: kekurangan nutrisi kelainan sintesis DNA gangguan pertumbuhan sel otak

developmental delayed

Sebuah studi Norwegia yang melibatkan anak-anak dengan cerebral palsy didiagnosis sebelum usia 5 tahun
menunjukkan bahwa skor Apgar rendah pada 5 menit dikaitkan dengan kejadian ini di semua berat lahir. Prevalensi
tertinggi cerebral palsy pada anak-anak dengan berat lahir rendah, namun odd ratio kejadian ini dikaitkan dengan
skor Apgar rendah (<4) tertinggi pada anak-anak berat badan normal. Meskipun demikian, kebanyakan anak dengan
cerebral palsy memiliki skor Apgar lebih tinggi dari 4 pada 5 menit.

Lie KK, Grøholt EK, Eskild A. Association of cerebral palsy with Apgar score in low and normal birthweight
infants: population based cohort study. BMJ. Oct 6 2010;341:c4990

6. Tes apa saja yang bisa dilakukan untuk screning awal dalam menilai perkembangan anak ?

skrining gangguan perkembangan anak


digunakan instrumen-instrumen untuk skrining guna untuk mengetahui kelainan perkembangan
anak, misalnya dengan menggunakan DDST, tes IQ atau tes psikologik lainnya
evaluasi lingkungan anak
tumbuh kembang anak adalah hasil interaksi antara faktor genetik dengan lingkungan bio-fisiko-
psikososial.OKI kita harus melakukan evaluasi lingkungan anak tsb, misalnya dapat digunakan
HSQ(home screneing questionnaire)
evaluasi penglihatan dan pendengaran anak
tes penglihatan misalnya:
 anak umur< 3 tahun dengan tes fiksasi
 anak umur 2,5-3 tahun dengan kartu gambar dari Allen dan diatas umur 3 tahun dengan huruf E.
 juga diperiksa apakah ada strabismus dan selanjutnya periksa kornea dan retinanya.
 sedangkan screening pendengaran anak melalui anamnesis atau menggunakan audiometer kalau
ada alatnya. disamping itu dilakukan juga pemeriksaan bentuk telinga, hidung, mulut dan
tenggorokan untuk mengetahui adanya kealinan bawaan.
evaluasi bicara dan bahasa anak
untuk mengetahui apakah kemampuan anak berbicara masih dalam batas-batas normal atau tidak.
karena kemampuan berbicara menggambarkan kemampuan SSPl endokrin, ada/tidak adanya kelainan
bawaan pada hidung, mulut, pendengaran, stimulasi yang diberikan, emosi anak dsb.
pemeriksaan fisik
agar diketahui apabial terdapat kelainan fisik yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
misalnya berbagai sindrom, penyakit bawaan, tanda-tanda penyakit defisiensi.
pemeriksaan neurologi
 dimulai dengan anamnesis maslah neurologi dan keadaan –keadaan yang diduga dapat
mengakibatkan gangguan neurologi seperti trauma lahir, persalinan yang lama, asfiksia berat dll.
kemudian dilakukan tes/pemeriksaan neurologi yang teliti, maka dapat membantu dalam
diagnosis suatu kelainan misalnya kalau ada lesi intrakranial, palsi serebral.
 untuk mengetahui secara dini adanya palsi serebral dianjurkan menggunakan pemeriksaan
neurologi menurut MilaniComparetti, yang merupakan cara untuk evaluasi perkembangan
motorik dari lahir sampai umur 2 tahun.
evaluasi penyakit-penyakit metabolik
dari anamesis dapat dicurugai adanya penyakit metabolik, apaila ada anggota keluarga lainnya yang
terkena penyakit yang sama.adanya tanda-tanda klinis seperti rambut yang pirang dicurigai adanya
PKU(phenilketonuria), ataksia yang intermitten dicurigai adanya hiperamonemia dsb.
integrasi dari hasil pemeriksaan
berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan diatas, dibuat kesimpulan diagnosa dari gangguan
perkembangan tsb.

Sumber : Tumbuh Kembang Anak, Edisi 2, Prof. Soetjiningsih, Dr., SpA(K), EGC.

9. Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan milestone ?

 Motorik kasar
 Motorik halus
 Perilaku sosial
 Bahasa
Acuan perkembangan dari usia 4 minggu sampai 5 tahun
4-6 minggu : tersenyum spontan,mengeluarkan suara
12- 16 minggu :dapat mengeluarkan suara,menoleh kea rah suara,memegang benda yg ditaruh d tangannya.
20 minggu : menraih benda yg dekat padanya
26 minggu : memindahkan benda dari tangan satu ke tangan yg lain
9-10 bulan : menunjuk dg jari telunjuk
13 bln : bias berjalan tanpa bantuan
18 bln : menyusun 2-3 kotak
24 bln : bias naik turun tangga
3 th : bias meloncat dan memanjat
3-4 th : bias berpakaian sendiri(missal memakai kaos)
4-5 th : bias melompat,menari dan menggambar orang lengkap,bs mengenali 4 warna.
Penilaian Domain ( DDST : denvere developmental screaning test) - Motorik kasar : pergerakan atau siakp
tubuh (ex: berjalan, berlari, kemantapan kepala saatduduk)
- Motorik halus : aspek yang berhubungn dengan kemapuan mengamati sesuatu , dilakukan
otot2 kecil - Berbahasa : respon terhadap suara , mengikuti perintah , berbicara spontan - Perilaku
sosial : aspek yang berhubungan dengan kemampuan diri dan sosialiasai dengan
lingkungan
a. personal social (kepribadian/tingkah laku sosial) aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri,
bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.
b. fine motor adaptive (gerakan motorik halus) aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk
mengamati sesuatu, melakukan
gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tetentu saja dan dilakukan otot-otot kecil,tetapi memerlukan
koordinasi yang cermat. Misalnya kemampuan untuk menggambar, memegang suatu benda dll.
c. Language (bahasa) Kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, mengikuti perintah dan
berbicara
spontan.
d. gross motor (perkembangan motorikkasar) aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.
(buku tumbuh kembang anak, dr. Soetjiningsih, DSAK)
Milestone
a. Motorik kasar - Kemantapan kepala saat duduk : 2 bulan
- Menarik untuk duduk, kepala tidak tertinggal : 3 bulan - Tangan bersamaan dalam gariss tengah : 3
bulan - Refleks tonus leher berjalan asimetris : 4 bulan - Duduk tanpa bantuan : 6 bulan - Menggulingkan
punggung ke perut (tengkurap) : 6,5 bulan - Berjalan sendiri : 12 bulan - Lari : 16 bulan
b. Motorik halus - Memegang mainan : 3,5 bulan - Mencapai objek : 4 bulan - Berjalan menggenggam
tangan : 4 bulan - Pemindahan objek dari tangan ke tangan : 5,5 bulan - Memegang ibu jari : 8 bulan
- Membuka lembaran buku : 12 bulan - Mencoret-coret : 13 bulan - Membangun menara dua kubus : 15
bulan - Menyusun menara enam kubus : 22 bulan c. Komunikasi dan bahasa - Tersenyum dalam respons
terhadap muka, suara 1,5 bulan - Mengoceh satu suku kata : 6 bulan - Mencegah pada “tidak” : 7
bulan - Mengikuti perintah satu, tindakan dengan gerakan : 7 bulan
- Mengikuti satu tindakan tanpa gerakan (misal, berikan itu padaku) : 10 bulan
- Berbicara kata yang sesungguhnya pertama kali : 12 bulan - Bicara 4-6 kata : 15 bulan - Berbicara 10-
15 kata : 18 bulan - Berbicara kalimat dua kata (contoh, sepatu mama) : 19 bulan d. Kognitif - Menatap
sebentar pada titik kemana objek menghilang : 2 bulan - Menatap pada tangannya sendiri : 4 bulan
- Membanting dua kubus : 8 bulan - Menemukan mainan : 8 bulan - Berpura-pura bermain egosentris
(minum dengan cangkir) : 12 bulan - Menggunakan batang untuk meraih mainan : 17 bulan
- Berpura-pura bermain dengan boneka : 17 bulan
Sumber : Ilmu Kesehatan Anak. Nelson. Vol.1. ed.15. EGC

 Gangguan perkembangan motorik


Perkembangan motorik yang lambat dapat disebabkan oleh beberapa hal. Salah satu
penyebab gangguan perkembangan motorik adalah kelainan tonus otot atau penyakit
neuromuskular. Anak dengan serebral palsi dapat mengalami keterbatasan
perkembangan motorik sebagai akibat spastisitas, athetosis, ataksia, atau hipotonia.
Kelainan sumsum tulang belakang seperti spina bifida juga dapat menyebabkan
keterlambatan perkembangan motorik. Penyakit neuromuscular sepeti muscular distrofi
memperlihatkan keterlambatan dalam kemampuan berjalan. Namun, tidak selamanya
gangguan perkembangan motorik selalu didasari adanya penyakit tersebut. Faktor
lingkungan serta kepribadian anak juga dapat mempengaruhi keterlambatan dalam
perkembangan motorik. Anak yang tidak mempunyai kesempatan untuk belajar seperti
sering digendong atau diletakkan di baby walker dapat mengalami keterlambatan dalam
mencapai kemampuan motorik.
 Gangguan perkembangan bahasa
Hemisfer kiri merupakan pusat kemampuan berbahasa pada 94% orang dewasa
kinan dan lebih dari 75% pada orang dewasa kidal. Pengkhususan hemisfer untuk fungsi
bahasa sudah dimulai sejak didalam kandungan, tetapi berfungsi secara sempurna
setelah beberapa tahun kemudian. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa anak
denga kerusakan otak unilateral sebelum maupun sesudah lahir, diperkirakan fungsi
berbahasa dapat diprogram oleh hemisfer lainnya, walaupun kelainan yang khusus
masih dapat diketemukan dengan tes yang teliti. Kelenturan perkernbangan otak seperti
ini menyebabkan macam perkembangan bahasa pada anak sukar ditentukan.

Seperti pada orang dewasa terdapat 3 area utama pada hemisfer kiri anak khusus
untuk berbahasa, yaitu dibagian anterior (area Broca dan korteks motorik) dan di bagian
posterior (area Wernicke). Informasi yang berasal dari korteks pendengaran primer dan
sekunder, diteruskan ke bagian korteks temporoparietal posterior (area Wernicke), yang
dibandingkan dengan ingatan yang sudah disimpan. Kemudian jawaban diformulasikan
dan disalurkan oleh fasciculus arcuata ke bagian anterior otak dimana jawaban motorik
dikoordinasi. Apabila terjadi kelainan pada salah satu dari jalannya impuls ini, maka akan
terjadi kelainan bicara. Kerusakan pada bagian posterior akan mengakibatkan kelainan
bahasa reseptif, sedangkan kerusakan dibagian anterior akan menyebabkan kelainan
bahasa ekspresif.

Tabel : Perkembangan kemampuan berbicara dan berbahasa pada anak normal (Towne,
1983)

10. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak?

Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang balita


1). Faktor Herediter
 Faktor herediter merupakan factor yang dapat diturunkan sebagai dasar dalam mencapai tumbuh
kembang anak, factor herditer meliputi factor bawaan, jenis kelamin, ras, dan suku bangsa. Pertumbuhan
dan perkembangan anak dengan jenis kelamin laki-laki setelah lahir akan cenderung cepat dibandingkan
dengan anak perempuan serta akan bertahan sampai usia tertentu. Baik anak laki-laki atau anak perempuan
akan mengalami pertumbuhan yang lebih cpat ketika mereka mencapai masa pubertas. (Alimul, 2008 : 11)

2). Faktor Lingkungan


 Faktor lingkungan merupakan factor yang memegang peranan penting dalam menentukan tercapai
atau tidaknya potensi yang sudah dimiliki. Faktor lingkungan ini dapat meliputi lingkungan prenatal (yaitu
lingkungan dalam kandungan) dan lingkungan postnatal (yaitu lingkungan setelah bayi lahir)

Faktor lingkungan secara garis besar dibagi menjadi :


1). Faktor lingkungan prenatal
 Gizi pada waktu ibu hamil
 Zat kimia atau toksin
 Hormonal

2)Faktor lingkungan postnatal


a). Budaya lingkungan
 Dalam hal ini adalah budaya dalam masyrakat yang mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan anak, budaya lingkungan dapat menentukan bagaimana seseorang mempersepsikan pola
hidup sehat
b). Status sosial ekonomi
 Anak dengan keluaraga yang memiliki sosial ekonoi tinggi umumnya pemenuhan kebutuhan
gizinya cukup baik dibandingkan dengan anak dengan sosial ekonomi rendah
c). Nutrisi
 Nutrisi menjadi kebutuhan untuk tunbuh dan berkembang selama masa pertumbuhan, dalam nutrisi
terdapat kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan seperti protein,
karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan air
d). Iklim dan cuaca
 Pada saat musim tertentu kebutuhan gizi dapat dengan mudah diperoleh namun pada saat musim
yang lain justru sebaliknya, sebagai contoh pada saat musim kemarau penyediaan air bersih atau sumber
makanan sangatlah sulit
e). Olahraga atau latihan fisik
 Dapat memacu perkembanagn anak karena dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga suplai
oksigen ke seluruh tubu dapat tertur serta dapatmeningkatkan stimulasi perkembangan tulang, otot, dan
pertumbuhan sel lainnya
f). Posisi anak dalam keluarga
 Secara umum anak pertama memiliki kemampuan intelektual lebih menonjol dan cepat berkembang
karena sering berinteraksi dengan orang dewasa namun dalam perkembangan motoriknya kadang-kadang
terlambat karena tidak ada stimulasi yang biasanya dilakukan saudara kandungnya, sedangkan pada anak
kedua atau tengah kecenderungan orang tua yang sudah biasa dalam merawat anak lebih percaya diri
sehingga kemamapuan anak untuk berdaptasi lebih cepat dan mudah meski dalm perkembangan intelektual
biasanya kurang dibandingkan dengan ank pertamanya
g). Status kesehatan
 Apabila anak berada dalam kondisi sehat dan sejahtera maka percepatan untuk tumbuh kembang
menjadi sangat mudah dan sebaliknya.contoh apabila anak mempunyai penyakit kronis yang ada pada diri
anak maka pencapaian kemampuan untuk maksimal dalam tumbuh kembang akan terhambat karena anak
memiliki masa kritis

3). Factor hormonal


 Factor hormonal yang berperan dalam tumbuh kembang anakantara lain hormone somatotropin,
tiroid dan glukokortikoid. Hormone somatotropin (growth hormone) berperan dalam mempengaruhi
pertumbuhan tinggi badan dengan menstimulasi terjadinya proliferasi sel kartilgo dan system skeletal,
hormone tiroid berperan menstimulasi metabolism tubuh. Hormone glukokortiroid mempunyai fungsi
menstimulasi pertumbuhan sel intertisial dari testis (untuk memproduksi testosteron) dan ovarium (untuk
memproduksi estrogen), selnjutnya hormone tesebut menstimulasi perkembangan seks, baik pada anak
laki-laki maupun perempua yang sesuai dengan peran hormonnya (wong 2000) (Alimul, 2008 : 13)

11. Etiologi dan faktor resiko dari skenario ?

1. Factor Internal :
a. Ras/etnik atau bangsa
Anak yang dilahirkan dari rasa tau bangsa Amerika, maka ia tidak memiliki factor herediter
rasa tau bangsa Indonesia, atau sebaliknya.
b. Keluarga
Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk, kurus.
c. Umur
Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal, tahun pertama kehidupan, dan
masa remaja.
d. Jenis kelamin
Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki. Tetapi
setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat.
e. Genetic
Genetic (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi yang akan menjadi ciri
khasnya. Ada beberapa kelainan genetic yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti
kerdil.
f. Kelainan Kromosom
Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindroma
down dan sindroma turner.
2. Faktor luar
A. Faktor Prenatal
 Gizi
Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan mempengaruhi
pertumbuhan janin.
 Mekanis
Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti club foot.
 Toxin atau zat kimia
Beberapa obat seperti aminopterin, thalidomide, dapat menyebabkan kelainan kongenital
seperti palatoskisis.
 Endokrin
DM dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali, hyperplasia adrenal.
 Radiasi
Paparan radium dan sinar rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin seperti
mikrosefali, spina bifida, retardasi mental, dan deformitas anggota gerak, kelainan
kongenital mata, kelainan jantung.
 Infeksi
Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH dapat menyebabkan kelainan pada
janin : katarak, bisu tuli, mikrosefali, retardasi mental dan kelainan jantung kongenital.
 Kelainan imunologi
Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah antara janin dan ibu
sehingga ibu membentuk antibody terhadap sel darah merah janin, kemudian melalui
plasenta masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolysis yang
selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan kern icterus yang akan menyebabkan
kerusakan jaringan otak.
 Anoksia embrio
Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan
pertumbuhan terganggu.
 Psikologi ibu
Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah atau kekerasan mental pada ibu hamil,
dan lain-lain.
B. Faktor Persalinan
Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia dapat menyebabkan kerusakan
jaringan otak.
C. Factor Pascasalin
 Gizi
Untuk tumbuh kembang bayi diperlukan zat makanan yang adekuat.
 Penyakit kronis/kelainan kongenital
Tuberculosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan
jasmani.
 Lingkungan fisis dan kimia
Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut hidup yang berfungsi
sebagai penyedia kebutuhan dasar anak. Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya
sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, mercuri, rokok, dll)
mempunyai dampak yang negative terhadap pertumbuhan anak.
 Psikologis
Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang
tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di dalam
pertumbuhan dan perkembangannya.
 Endokrin
Gangguan hormone, misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan anak
mengalami gangguan pertumbuhan.
 Sosio-ekonomi
Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan jelek,
dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan anak.
 Lingkungan pengasuhan
Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang
anak.
 Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan atau stimulasi khususnya dalam keluarga,
misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga
lain terhadap kegiatan anak.
 Obat-obatan
Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya
dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan
terhambatnya produksi hormone pertumbuhan.

Sumber : Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh


Kembang Anak

ETIOLOGI :

12. Diagnosis dan DD ?

SINDROM DOWN
Definisi:
Adalah suatu kelainan kromosom autosomal dimana terdapat kromosom 21 yang berlebih yang terletak
pada bagian lengan bawah.
Etiologi:
Genetik
Radiasi
Infeksi
Auotoimun
Umur ibu
Umur ayah
(Tumbuh kembang anak, dr.Soetjiningsih, spak, 1995)
Gejala klinis
BB baru lahir biasanya kurang dari normal, sutura sagitalis yang terpisah, fissura palpebralis yang
miring, jarang yang lebar antara jari kaki I dan II, fontanella “ palsu “, “ plantar crease “ jari kaki I dan II,
heperfleksibilitas, peningkatan jaringan disekitar leher, bentuk palatum yang abnormal, hidung hipoplastik,
kelemahan otot, hipotonia, bercak brushfield pada mata, mulut terluka, lidah terjulur, lekukan epikantus, “
single plantar crease “ pada tangan kiri, “ single plantar crease “ pada tangan kanan, “ brachyclinidactily “
tangan kiri, “ brachyclinidactily “ tangan kanan, jarak pupil yang melebar, tangan yang pendek dan lebar,
oksiput yang datar, ukurang telnga yang abnormal, kaki yang pendek yang lebar, bentuk / struktur telinga
yang abnormal, letak telinga yang abnormal, kelainan tangan lainnya, kelainan mata lainnya, sindaktili,
kelainan kaki lainnya, kelainan mulut lainnya.
Tumbuh kembang anak, dr.Soetjiningsih, spak)

CEREBRAL PALSY
Definisi
Cerebral palsy merupakan sekumpulan penyakit kronik yang melibatkan otak dan fungsi sistem
saraf. Gangguan tersebut dapat menyebabkan berbagai macam gejala seperti gannguan pergerakan, belajar,
mendengar, melihat, dan berpikir. Hal ini disebabkan oleh karena satu atau lebih kerusakan diarea yang
spesifik di otak. Bisa terjadi selama berada dalam kandungan (fetal development) atau pada saat
infancy.Hal ini berarti penyakit ini dapat terjadi sebelum, selama, ataupun sesudah melahirkan.
Karakteristik dari cerebral palsy adalah ketidak mampuan untuk mengatur fungsi motorik secara
sepenuhnya, khususnya mengatur pergerakan otot dan koordinasi. Tergantung daripada area otak mana
yang terkena, seseorang dengan cerebral palsy dapat mempunyai satu atau lebih dari gejala berikut ini:
Otot yang mengencang (tightness) atau spasme
Pergerakan yang tidak dapat dikontrol (involuntary movement)
Gangguan gait dan mobilisasi
Gangguan sensasi dan persepsi
Gangguan penglihatan,pendengaran atau berbicara
Kejang
Etiology
Cerebral palsy terjadi dikarenakan adanya kerusakan pada otak. Kerusakan pada otak dapat terjadi
karena berbagai hal. Dan kerusakan ini dapat terjadi selama :
Sebelum melahirkan (fetal development)
Selama melahirkan
Sesudah melahirkan
Pada cerebral palsy masih belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kerusakan otak
dan bagaimana menghindarinya. Secara umum, ada 2 hal utama penyebab dari cerebral palsy, yaitu
Kegagalan otak untuk berkembang (developmental brain malformation)
Kerusakan saraf yang terjadi ketika otak sedang berkembang
Apapun penyebab dari cerebral palsy, derajat keburukannya ditentukan dari tipe dan waktu dari
injury. Contohnya pada bayi premature, perdarahan diotak (intraventricular hemorrhage) dapat
menyebabkan kerusakan yang parah. Dan juga semakin lama otak pada bayi tidak mendapat suplai oksigen,
semakin parah pula kerusakan pada jaringan otak.
10-15% cerebral palsy disebabkan oleh kerusakan otak, yang dapat disebabkan oleh infeksi
(seperti meningitis), perdarahan pada otak, dan kerusakan lain yang dapat menyebabkan otak kekurangan
suplai oksigen.

13. Pemeriksaan fisik dan penunjang ?

skrining gangguan perkembangan anak


digunakan instrumen-instrumen untuk skrining guna untuk mengetahui kelainan perkembangan
anak, misalnya dengan menggunakan DDST, tes IQ atau tes psikologik lainnya
evaluasi lingkungan anak
tumbuh kembang anak adalah hasil interaksi antara faktor genetik dengan lingkungan bio-fisiko-
psikososial.OKI kita harus melakukan evaluasi lingkungan anak tsb, misalnya dapat digunakan
HSQ(home screneing questionnaire)
evaluasi penglihatan dan pendengaran anak
tes penglihatan misalnya:
 anak umur< 3 tahun dengan tes fiksasi
 anak umur 2,5-3 tahun dengan kartu gambar dari Allen dan diatas umur 3 tahun dengan huruf E.
 juga diperiksa apakah ada strabismus dan selanjutnya periksa kornea dan retinanya.
 sedangkan screening pendengaran anak melalui anamnesis atau menggunakan audiometer kalau
ada alatnya. disamping itu dilakukan juga pemeriksaan bentuk telinga, hidung, mulut dan
tenggorokan untuk mengetahui adanya kealinan bawaan.
evaluasi bicara dan bahasa anak
untuk mengetahui apakah kemampuan anak berbicara masih dalam batas-batas normal atau tidak.
karena kemampuan berbicara menggambarkan kemampuan SSPl endokrin, ada/tidak adanya kelainan
bawaan pada hidung, mulut, pendengaran, stimulasi yang diberikan, emosi anak dsb.
pemeriksaan fisik
agar diketahui apabial terdapat kelainan fisik yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak.
misalnya berbagai sindrom, penyakit bawaan, tanda-tanda penyakit defisiensi.
pemeriksaan neurologi
 dimulai dengan anamnesis maslah neurologi dan keadaan –keadaan yang diduga dapat
mengakibatkan gangguan neurologi seperti trauma lahir, persalinan yang lama, asfiksia berat dll.
kemudian dilakukan tes/pemeriksaan neurologi yang teliti, maka dapat membantu dalam
diagnosis suatu kelainan misalnya kalau ada lesi intrakranial, palsi serebral.
 untuk mengetahui secara dini adanya palsi serebral dianjurkan menggunakan pemeriksaan
neurologi menurut MilaniComparetti, yang merupakan cara untuk evaluasi perkembangan
motorik dari lahir sampai umur 2 tahun.
integrasi dari hasil pemeriksaan
berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan diatas, dibuat kesimpulan diagnosa dari gangguan
perkembangan tsb.

Sumber : Tumbuh Kembang Anak, Edisi 2, Prof. Soetjiningsih, Dr., SpA(K), EGC.

14. TX

Penatalaksanaan