Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PENGGAJIAN DAN PENGUPAHAN

DALAM RANGKA MENDUKUNG PENGENDALIAN INTERN


(Studi Pada Pabrik Gula Lestari Patianrowo Kabupaten Nganjuk)

Deigo Jiwandono
Topowijono
Fransisca Yaningwati
Fakultas Ilmu Administrasi
Universitas Brawijaya
Malang
Email : deigo.jiwandono@gmail.com

ABSTRACT

The purpose of this study is to know how the payroll and wages accounting system has been applied to the Pabrik
Gula Lestari, and to know whether the payroll accounting system and wages have supported the internal control
of Pabrik Gula Lestari. Type of research used in this research is descriptive research with qualitative method.
This study focuses on payroll and wage accounting system and internal control elements of Pabrik Gula Lestari.
The data used in this study are primary data and secondary data obtained from interviews and documentation.
The results of analysis and data interpretation indicate that salary accounting and wage accounting system at
Sugar Factory Lestari is good enough, but there are still some weaknesses, that there are still some functional
intercepts within the function of present timekeeping and finance function, uncertain monthly salary payment of
outsourcing employees (Between the 27th and the 1st of the month), the bulk employee does not receive a wage
slip when receiving wages. Internal control of the Pabrik Gula Lestari is still a few weaknesses, there are payroll
procedures and wages do not use employee income records and in wage procedures do not use a working clock
card.

Key Word : Accounting System, Payroll, Wages, Internal Control

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penerapan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan
pada Pabrik Gula Lestari, dan mengetahui apakah sistem akuntansi penggajian dan pengupahan telah mendukung
pengendalian intern Pabrik Gula Lestari. Jenis penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah penelitian
deskriptif dengan metode kualitatif. Penelitian ini berfokus pada sistem akuntansi penggajian dan pengupahan
serta unsur-unsur pengendalian intern Pabrik Gula Lestari. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
primer dan data sekunder yang diperoleh dari kegiatan wawancara dan dokumentasi. Hasil analisis dan intepretasi
data menunjukkan bahwa sistem akuntansi penggajian dan pengupahan pada Pabrik Gula Lestari sudah cukup
baik, namun masih terdapat beberapa kelemahan, yaitu masih terdapat beberapa perangkapan fungsi di dalam
fungsi pencatat waktu hadir dan fungsi keuangan, pembayaran gaji karyawan outsourcing yang tidak menentu
setiap bulannya (antara tanggal 27 sampai tanggal 1), karyawan borongan tidak menerima slip upah pada saat
menerima upah.

Kata Kunci : Sistem Akuntansi, Penggajian, Pengupahan, Pengendalian Intern

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 51 No. 2 Oktober 2017| 1


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
1. PENDAHULUAN penyelewengan di dalam penetapan dan pembayaran
Perusahaan memerlukan adanya sebuah gaji serta upah kepada karyawan dan karyawan
sistem untuk mencapai tujuan di dalam melakukan pelaksana, karena jika terjadi masalah di dalam
kegiatan bisnis perusahaan, sistem memiliki peran pembayaran gaji dan upah dapat menimbulkan hal
penting di dalam kegiatan bisnis perusahaan, karena yang tidak diinginkan dan dapat merugikan
sistem yang baik dapat membuat kegiatan perusahaan. Untuk melaksanakan kegiatan
operasional perusahaan menjadi efektif dan efisien. penggajian dan pengupahan yang baik, diperlukan
Salah satu sistem yang dimiliki perusahaan adalah adanya sebuah sistem akuntansi penggajian dan
sistem akuntansi. Sistem menurut Moscove dalam pengupahan yang harus dimiliki oleh perusahaan.
Baridwan (2012: 4) adalah suatu kesatuan yang Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan
terdiri dari subsistem yang saling berkaitan dengan tidak hanya mencakup prosedur pembayaran gaji
tujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. kepada karyawan dan upah kepada kayawan
Akuntansi menurut Jusup (2011:4) adalah sistem pelaksana namun juga mencakup prosedur
informasi yang mengukur aktivitas bisnis, mengolah pencatatan waktu hadir, prosedur pencatatan waktu
data menjadi laporan dan mengkomunikasikan kerja, prosedur pembuatan daftar gaji dan upah,
hasilnya kepada para pengambil keputusan. Sistem prosedur distribusi biaya gaji dan upah. Pembayaran
akuntansi membantu pemilik perusahaan mengawasi gaji dan upah oleh perusahaan kepada karyawan dan
kegiatan operasional dan mengelola perusahaannya karyawan pelaksana yang terlalu rendah berdasarkan
disamping juga berguna untuk para pemangku kinerja, produktivitas, dan kontribusi terhadap yang
kepentingan perusahaan di dalam mengawasi perusaahaan tinggi, maka hal seperti ini dapat
kegiatan operasional perusahaan. membuat karyawan dan karyawan pelaksana tidak
Perusahaan memiliki berbagai sumber daya puas terhadap sistem penggajian dan pengupahan
di dalam kegiatan bisnisnya, salah satunya sumber perusahaaan sehingga enggan mempertahankan
daya manusia atau karyawan yang berperan besar di kinerja, produktivitas, kontribusinya yang baik untuk
dalam mencapai tujuan suatu perusahaan, karena perusahaan. Penerapan sistem akuntansi penggajian
karyawan adalah tenaga kerja yang dimiliki dan pengupahan yang baik akan mendukung sistem
perusahaan untuk menjalankan berbagai aktivitas di pengendalian internal perusahaan menjadi baik.
dalam perusahaan, mulai dari aktivitas produksi, Pabrik Gula Lestari salah satu perusahaan
aktivitas keuangan, hingga aktivitas penjualan dari manufaktur di kabupaten Nganjuk. Pabrik Gula
produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Karyawan Lestari merupakan strategic business unit milik PT.
merupakan aset penting perusahaan yang harus Perkebunan Nusantara X yang berada di Surabaya.
dipelihara dan dipertahankan kinerjanya supaya PT. Perkebunan Nusantara X adalah perusahaan
tujuan perusahaan dengan mudah dapat tercapai. BUMN yang bergerak di bidang perkebunan. Produk
Salah satu cara untuk menjaga kinerja karyawan yang dihasilkan dari kegiatan manufaktur dari Pabrik
adalah dengan pemberian kompensasi. Menurut Gula Lestari adalah gula kristal putih (GKP).
Martoyo (2007: 119) dalam pemberian kompensasi Semenjak adanya gula impor di Indonesia dan
yang makin baik akan mendorong karyawan bekerja adanya pabrik gula baru yang memiliki kinerja
dengan makin produktif. Sofyandi (2013: 162) perusahaan lebih tinggi, menuntut Pabrik Gula
menjelaskan bahwa tujuan diadakannya pemberian Lestari harus dapat meningkatkan kinerjanya
kompensasi salah satunya adalah untuk memotivasi perusahaannya, salah satunya melalui penerapan
karyawan dalam bekerja, artinya agar karyawan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan yang
bersemangat dalam bekerja untuk memenuhi baik untuk mendukung pengendalian intern
kebutuhannya. Segala sesuatu yang diterima oleh perusahaan.
karyawan sebagai balas jasa atas kontribusinya Dalam sistem akuntansi penggajian dan
kepada perusahaan atau organisasi dapat dikatakan pengupahan di Pabrik Gula Lestari, peneliti
sebagai kompensasi (Ardana, Mujiati, dan Utama mengetahui bahwa fungsi pencatat waktu hadir
2012: 153). karyawan belum dilaksanakan secara maksimal.
Gaji dan upah merupakan biaya yang wajib Selain itu, juga terdapat beberapa perangkapan, salah
dikeluarkan oleh perusahaan demi kelancaran satunya adalah fungsi pencatat waktu dan fungsi
berbagai aktivitas perusahaan serta harus dikelola pembuat daftar gaji dan upah. Adanya perangkapan
dengan baik oleh perusahaan agar tidak terjadi fungsi pencatat waktu dan fungsi pembuat daftar gaji

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 51 No. 2 Oktober 2017| 2


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
dan upah dapat menimbulkan terjadinya karyawan akan memberikan prestasinya yang
penyelewengan dan kecurangan di dalam sistem terbaik.
akuntansi penggajian dan pengupahan di Pabrik Gula 3) Untuk memotivasi karyawan dalam bekerja,
Lestari. Sistem pengendalian internal yang baik artinya agar karyawan bersemangat dalam bekerja
menurut Mulyadi (2016: 318) mensyaratkan fungsi dalam rangka memenuhi kebutuhanya.
pencatatan waktu hadir karyawan tidak boleh 4) Untuk menciptakan disiplin kerja bagi karyawan.
dilaksanakan oleh fungsi operasi atau oleh fungsi
pembuat daftar gaji dan upah. 2.1.4. Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Gaji
dan Upah
2. KAJIAN PUSTAKA Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat gaji dan
2.1. Gaji dan Upah upah yaitu penawaran dan permintaan tenaga kerja
2.1.1. Pengertian Gaji kemampuan dan kesediaan perusahaan, serikat
Gaji merupakan bentuk balas jasa yang buruh/organisasi karyawan, produktivitas kerja
diberikan oleh perusahaan kepada karyawan yang karyawan, pemerintah dengan undang-undang dan
dimilikinya. Menurut Warren dkk (2014: 546) istilah keppres, biaya hidup/cost living, posisi jabatan
gaji biasanya mengacu pada pembayaran untuk karyawan, pendidikaan dan pengalaman kerja,
tenaga kerja bagian manajerial, administrasi, atau kondisi perekonomian nasional, jenis dan sifat
jasa kantoran sejenis. “Gaji adalah pembayaran atas pekerjaan (Hasibuan, 2013: 128-129)
jasa-jasa yang dilakukan oleh karyawan yang
dilakukan perusahaan setiap bulan” (Sujarweni, 2.2. Sistem Akuntansi Penggajian dan
2015: 127). Pengupahan
2.1.2. Pengertian Upah 2.2.1. Pengertian Sistem Akuntansi Penggajian
Upah merupakan bentuk balas jasa yang dan Pengupahan
diberikan oleh perusahaan kepada karyawan Di dalam perusahaan, terdapat macam-
pelaksana yang dimilikinya. Menurut Warren dkk macam sistem akuntansi dan salah satunya adalah
(2014: 546) upah biasanya mengacu pada sistem akuntansi penggajian dan pengupahan.
pembayaran tenaga kerja buruh pabrik, baik yang “Sistem penggajian dan pengupahan adalah sistem
memiliki keahlian maupun tidak. “Upah adalah yang digunakan oleh perusahaan untuk memberi
pembayaran atas jasa yang dilakukan oleh karyawan upah dan gaji kepada karyawannya atas jasa-jasa
didasarkan pada sejumlah pekerjaan yang telah yang merekan berikan” (Sujarweni, 2015:127).
diselesaikan jumlah unit produksi” (Sujarweni, 2.2.2. Dokumen yang Digunakan
2015: 127). Menurut Mulyadi (2016: 310) ada beberapa
2.1.3. Tujuan Pemberian Gaji dan Upah dokumen yang digunakan di dalam sistem akuntansi
“Upah dan/atau gaji karyawan adalah suatu penggajian dan pengupahan. Dokumen-dokumen
bentuk pemberian kompensasi yang bersifat tersebut adalah:
“finansial” dan merupakan yang utama dari bentuk- 1) Dokumen pendukung perubahan gaji dan upah
bentuk kompensasi yang ada, bagi karyawan” 2) Kartu jam hadir
(Martoyo 2007: 119). Jadi menurut pendapat di atas, 3) Kartu jam kerja
tujuan dari pemebrian gaji dan upah sudah termasuk 4) Daftar gaji dan upah
atau sudah terdapat di dalam tujuan pemberian 5) Rekap daftar gaji dan rekap daftar upah
kompensasi. 6) Surat pernyataan gaji dan upah
Sofyandi (2013: 162) menjelaskan bahwa 7) Amplop gaji dan upah
tujuan diadakannya pemberian kompensasi adalah: 8) Bukti kas keluar
1) Untuk menjalin ikatan kerja sama antara 2.2.3. Catatan Akuntansi yang Digunakan
pemimpin dengan karyawan. Artinya bahwa Catatan akuntansi dalam pencatatan gaji dan
dengan terjalinnya kerja sama secara formal akan upah menurut Mulyadi (2016: 317) adalah:
terbentuk komitmen yang jelas mengenai hak dan 1) Jurnal umum
kewajiban yang harus dipikul masing-masing. 2) Kartu harga produk
2) Memberikan kepuasan kepada karyawan, artinya 3) Kartu biaya
bahwa melalui kepuasan yang dirasakan para 4) Kartu penghasilan karyawan

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 51 No. 2 Oktober 2017| 3


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
2.2.4. Fungsi yang Terkait dalam Sistem 3) Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan
Akuntansi Penggajian dan Pengupahan fungsi setiap unit organisasi.
Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi 4) Karyawan yang kualitasnya sesuai dengan
penggajian dan pengupahan Mulyadi (2016: 317- tanggung jawabnya. Dari unsur unsur di atas,
319) adalah sebagai berikut: unsur mutu karyawan merupakan unsur sistem
1) Fungsi kepegawaian pengendalian internal yang paling penting, karena
2) Fungsi pencatat waktu jika perusahaan memiliki karyawan yang
3) Fungsi pembuat daftar gaji dan upah kompeten dan jujur, unsur pengendalian yang lain
4) Fungsi akuntansi dapat dikurangi sampai batas yang minimum, dan
5) Fungsi keuangan perusahaan tetap mampu menghasilkan
2.2.5. Jaringan Prosedur yang Membentuk pertanggung jawaban keuangan yang dapat
Sistem Akuntansi Penggajian dan diandalkan. (Bastian dan Soepriyanto, 2003: 204-
Pengupahan 209)
Menurut Mulyadi (2016: 320) jaringan prosedur 2.3.4. Penyebab Gagalnya Pengawasan
yang membentuk sistem akuntansi penggajian dan Sistem pengendalian internal yang telah
pengupahan adalah sebagai berikut: dibuat oleh perusahaan, tidak menutup kemungkinan
1) Prosedur pencatatan waktu hadir akan terjadinya kegagalan di dalam pelaksanaanya.
2) Prosedur pencatatan waktu kerja Menurut Sujarweni (2015: 78) penyebab kegagalan
3) Prosedur pembuatan daftar gaji dan upah pengawasan adalah:
4) Prosedur distribusi biaya gaji dan upah 1) Adanya persekongkolan antar karyawan untuk
5) Prosedur pembayaran gaji dan upah melakukan kecurangan.
2) Pengawasan kurang ditegakkan.
2.3. Pengendalian Intern Sistem Akuntansi 3) Tidak ada sanksi jelas bagi pelanggar.
Penggajian dan Pengupahan 4) Ada kejahatan komputer, perusahaan yang sudah
2.3.1. Pengertian Pengendalian Intern mengunakan komputerisasi dalam semua
Menurut Hermawan (2013: 1) pengendalian pencatatannya dapat di-hack oleh para hacker,
intern adalah kebijakan dan prosedur yang yaitu orang yang dapat merubah data sehingga
melindungi aktiva dari penyalahgunaan, memastikan tidak sesuai dengan aslinya.
bahwa informasi usaha akurat dan memastikan 2.3.5. Pengendalian Intern dalam Sistem
bahwa perundang-undangan dan peraturan dipatuhi. Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
“Pengendalian internal merupakan suatu sistem yang Unsur pengendalian internal dalam sistem
meliputi struktur organisasi beserta semua akuntansi penggajian dan pengupahan:
mekanisme dan ukuran-ukuran yang dipatuhi 1) Organisasi
bersama untuk menjaga seluruh harta kekayaan a. Fungsi pembuat daftar gaji dan upah harus
organisasi dari berbagai arah” (Mardi, 2014: 59). terpisah dari fungsi keuangan.
2.3.2. Tujuan Pengendalian Intern b. Fungsi pencatatan waktu hadir harus terpisah
Menurut Bastian dan Soepriyanto (2003: dari fungsi operasi.
203) tujuan dari sistem pengendalian internal adalah: 2) Sistem otorisasi
1) Menjaga kekayaan organisasi. a. Setiap orang yang namanya tercantum dalam
2) Mengecek ketelitian dan keandalan data daftar gaji dan upah harus memiliki surat
akuntansi. keputusan pengangkatan sebagai karyawan
3) Mendorong efisiensi. perusahaan yang ditanda tangani oleh direktur
4) Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. utama.
2.3.3. Unsur-unsur Pengendalian Intern b. Setiap perubahan gaji dan upah karyawan
Unsur pokok sistem pengendalian intern adalah: karena perubahan pangkat, perubahan tarif gaji
1) Struktur organisasi yang memisahkan tanggung dan upah, tambahan keluarga harus didasarkan
jawab fungsional secara tegas. pada surat keputusan Direktur Keuangan.
2) Sistem wewenang dan prosedur pencatatan yang c. Setiap potongan atas gaji dan upah karyawan
memberikan perlindungan yang cukup terhadap selain dari pajak peghasilan karyawan harus
kekayaan, utang, pendapatan dan biaya. didasarkan atas surat potongan gaji dan upah
yang diotorisasi oleh fungsi kepegawaian.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 51 No. 2 Oktober 2017| 4


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
d. Kartu jam hadir harus diotorisasi oleh fungsi dokumen pendukung perubahan gaji dan upah
pencatat waktu. kartu jam hadir, kartu jam kerja, daftar gaji dan
e. Perintah lembur harus diotorisasi oleh kepala upah, rekap daftar gaji dan rekap daftar upah,
departemen karyawan yang bersangkutan surat pernyataan gaji dan upah, amplop gaji
f. Daftar gaji dan upah harus diotorisasi oleh dan upah, bukti kas keluar.
fungsi personalia. b. Catatan akuntansi yang digunakan terkait
g. Bukti kas keluar untuk pembayaran gaji dan sistem akuntansi penggajian dan pengupahan
upah harus diotorisasi oleh fungsi akuntansi. meliputi jurnal umum, kartu harga produk,
3) Prosedur pencatatan kartu biaya, kartu penghasilan karyawan.
a. Perubahan dalam catatan penghasilan c. Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi
karyawan direkonsiliasi dengan daftar gaji dan penggajian dan pengupahan meliputi fungsi
upah karyawan kepegawaian, fungsi pencatat waktu, fungsi
b. Tarif upah yang dicantumkan dalam kartu jam pembuat daftar gaji dan upah, fungsi akuntansi,
kerja diverifikasi ketelitiannya oleh fungsi fungsi keuangan.
akuntansi. d. Jaringan prosedur yang membentuk sistem
4) Praktik yang sehat akuntansi penggajian dan pengupahan meliputi
a. Kartu jam hadir harus dibandingkan dengan prosedur pencatatan waktu hadir, prosedur
kartu jam kerja sebelum kartu yang terakhir ini pencatatan waktu kerja, prosedur pembuatan
dipakai sebgai dasar distribusi biaya tenaga daftar gaji dan upah, prosedur distribusi biaya
kerja langsung. gaji dan upah, prosedur pembayaran gaji dan
b. Pemasukan kartu jam hadir ke dalam mesin upah.
pencatat waktu harus diawasi oleh fungsi 2) Pengendalian intern dalam sistem akuntansi
pencatat waktu. penggajian dan pengupahan meliputi:
c. Pembuatan daftar gaji dan upah harus a. Menganalisis struktur organisasi yang
diverifikasi kebenaran dan ketelitian memisahkan tanggung jawab fungsional secara
perhitungannya oleh fungsi akuntansi sebelum tegas yang sesuai dengan tanggung jawab
melakukan pembayaraan. fungsional pada sistem penggajian dan
d. Perhitungan pajak penghasilan karyawan pengupahan.
direkonsiliasi dengan catatan penghasilan b. Menganalisis sistem otorisasi dan prosedur
karyawan. pencatatan yang dapat memberikan
e. Catatan penghasilan disimpan oleh fungsi perlindungan terhadap kekayaan perusahaan,
pembuat daftar gaji dan upah. (Mulyadi 2016: serta bukti transaksi yang terdiri dari
321) pembukuan dan catatan akuntansi dapat
dijadikan informasi/laporan bagi yang pihak
3. METODE PENELITIAN membutuhkan.
Jenis penelitian yang digunaka dalam c. Menganalisis praktik yang sehat dalam
penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit
metode kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Pabrik organisasi dengan tujuan pengendalian intern
Gula Lestari yang berada di jalan raya lestari, diterapkan dengan baik.
kecamatan Patianrowo, kabupaten Nganjuk. Jenis d. Menganalisis karyawan yang kualitasnya
data yang digunakan adalah data primer dan data sesuai dengan tanggung jawabnya.
sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan cara wawancara dan dokumentasi serta 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
instrumen peneltian berdasarkan pedoman 4.1. Analisis terhadap Sistem Akuntansi
wawancara dan pedoman dokumentasi. Proses Penggajian Karyawan
analisa data yang dilakukan dalam penelitian ini 4.1.1. Analasis terhadap Fungsi Yang Terkait
dijelaskan sebagai berikut: Berdasarkan analisis yang telah dilakukan,
1) Sistem akuntansi penggajian dan pengupahan ditemukan adanya 3 perangkapan fungsi yaitu:
pada Pabrik Gula Lestari Nganjuk terdiri dari: a. Juru Tulis Bagian yang melaksanakan Fungsi
a. Dokumen yang digunakan di dalam sistem Operasi seharusnya tidak melaksanakan fungsi
akuntansi penggajian dan pengupahan meliputi pencatat waktu hadir karena dapat menimbulkan

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 51 No. 2 Oktober 2017| 5


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
kemungkinan untuk terjadinya kecurangan dalam 4.1.4. Analisis terhadap Jaringan Prosedur yang
pembuatan form presensi dikarenakan pada saat Membentuk Sistem Akuntansi
yang sama juga melaksanakan fungsi operasi a. Prosedur Perintah Kerja Lembur dan Realisasi
sehingga informasi yang terdapat dalam form Lembur
presensi menjadi tidak valid. Dalam prosedur perintah kerja lembur dan
b. Juru Tulis SDM yang melaksanakan Fungsi realisasi lembur sudah baik dan karena pada saat
Pembuat Daftar Gaji seharusnya tidak proses perintah kerja lembur dokumen SPKLRL
melaksanakan fungsi pencatat waktu hadir karena telah ditugaskan dan ditandatangani oleh Asisten
juga dapat menimbulkan kemungkinan untuk Manajer Bagian, diketahui dan ditandatangani oleh
terjadinya kecurangan dalam perekapan form Manajer Bagian, diperiksa dan ditandatangani oleh
presensi yang dijadikan satu dengan rekap lembur Manajer SDM kemudian Asisten Muda Sub Bagian
disebabkan pada saat yang sama juga mengawasi karyawan yang melakukan kerja lembur
melaksanakan fungsi pembuat daftar gaji dan mengisi SPKLRL sesuai kerja lembur yang
sehingga informasi yang terdapat dalam dilaksanakan.
perekapan form presensi yang dijadikan satu b. Prosedur Penggajian Karyawan Tetap dan PKWT
dengan rekap lembur menjadi tidak valid. Berdasarkan hasil analisis, perangkapan fungsi
c. Juru Tulis SDM yang melaksanakan Fungsi Juru Tulis Bagian yang melaksanakan Fungsi
Pembuat Daftar Gaji seharusnya tidak Operasi yang seharusnya tidak melaksanakan fungsi
melaksanakan tugas yang seharusnya tanggung pencatat waktu hadir karena dapat menimbulkan
jawab Fungsi Keuangan untuk mencairkan cek ke kemungkinan untuk terjadinya kecurangan dalam
bank, hal ini membuat Fungsi Keuangan yang pembuatan form presensi sehingga informasi yang
dilaksanakan oleh Kasir menjadi kurang efektif terdapat dalam form presensi menjadi tidak valid.
dan tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan Juru Tulis SDM yang melaksanakan Fungsi Pembuat
oleh Mulyadi (2016:319) yang menjelaskan Daftar Gaji seharusnya tidak melaksanakan fungsi
bahwa fungsi keuangan bertanggung jawab untuk pencatat waktu hadir karena juga dapat
mengisi cek guna pembayaran gaji dan upah dan menimbulkan kemungkinan untuk terjadinya
mencairkan cek tersebut ke bank. kecurangan dalam perekapan form presensi yang
dijadikan satu dengan rekap lembur sehingga
4.1.2. Analisis terhadap Dokumen yang informasi yang terdapat dalam perekapan form
Digunakan presensi yang dijadikan satu dengan rekap lembur
Berdasarkan analisis terhadap dokumen yang menjadi tidak valid. Juru Tulis SDM yang
digunakan pada sistem akuntansi penggajian Pabrik melaksanakan Fungsi Pembuat Daftar Gaji
Gula Lestari, dokumen yang digunakan sudah cukup seharusnya tidak melaksanakan tugas yang
baik, namun untuk menambah kaekuratan dari seharusnya tanggung jawab Fungsi Keuangan untuk
dokumen Form Presensi peneliti merekomendasikan mencairkan cek ke bank, hal ini membuat Fungsi
agar form presensi dirancang dapat memuat tanda Keuangan yang dilaksanakan oleh Kasir menjadi
tangan dari Karyawan Tetap dan PKWT yang kurang efektif.
menunjukkan bahwa karyawan bersangkutan benar- c. Prosedur Penggajian Karyawan Outsourcing
benar hadir agar kemungkinan karyawan melakukan Dalam prosedur penggajian karyawan
kecurangan terhadap presensi dapat lebih ditekan. Outsourcing masih terdapat sedikit kekurangan yaitu
tanggal karyawan Outsourcing menerima gaji dari
4.1.3. Analisis terhadap Catatan Akuntansi yang PPJP (Pengerah Penyedia Jasa Pekerjaan) tidak
Digunakan menentu setiap bulannya, berdasarkan hasil
Berdasarkan analisis terhadap catatan wawancara dengan karyawan Outsourcing paling
akuntansi yang digunakan dalam sistem penggajian cepat menerima gaji tanggal 27 dan paling lambat
karyawan pada Pabrik Gula Lestari, catatan-catatan menerima gaji tanggal 1, hal ini dikarenakan proses
akuntansi yang digunakan sudah baik, karena semua pembayaran Invoice gaji karyawan Outsourcing
informasi serta transaski yang berkaitan dengan yang diberikan PPJP ditangani oleh Kantor Pusat
sistem akuntansi penggajian karyawan telah tercatat PTPN X dan Kantor Pusat PTPN X tidak hanya
dalam catatan Jurnal Umum, Kas Besar, dan Saldo memproses Invoicce gaji karyawan Outsourcing dari
Kas/Bank. Pabrik Gula Lestari saja, melainkan memproses

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 51 No. 2 Oktober 2017| 6


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Invoice gaji karyawan Outsourcing dari seluruh menjadi efektif dan sebaiknya Penyedia Jasa
Pabrik Gula milik PTPN X. Borongan memberikan slip upah kepada karyawan
borongan sebagai dokumen yang menjelaskan
4.2. Analisis terhadap Sistem Akuntansi rincian upah yang diterima oleh Karyawan
Pengupahan Karyawan Borongan.
4.2.1. Analisis Terhadap Fungsi yang Terkait
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, 4.3. Analisis terhadap Pengendalian Intern
ditemukan satu masalah dalam fungsi yang terkait dalam Sistem Akuntansi Penggajian dan
pada sistem akuntansi pengupahan di Pabrik Gula Pengupahan Karyawan
Lestari, yaitu cek yang telah dibuatkan oleh Kasir Pengendalian intern dalam sistem akuntansi
dicairkan ke bank oleh pihak Penyedia Jasa pengajian dan pengupahan pada Pabrik Gula Lestari
Borongan, hal ini membuat fungsi yang dilaksanakan tersusun dari 4 unsur, unsu-unsur tersebut adalah
oleh Kasir menjadi kurang efektif dan tidak sesuai sebagai berikut:
dengan teori yang dikemukakan oleh Mulyadi 1. Organisasi
(2016:319) yang menjelaskan bahwa fungsi Peneliti menilai struktur organisasi sudah baik,
keuangan bertanggung jawab untuk mengisi cek namun dalam prakteknya masih kurang baik karena
guna pembayaran gaji dan upah dan mencairkan cek masih terdapat perangkapan fungsi yang dilakukan
tersebut ke bank. Juru Tulis Bagian sebagai pelaksana Fungsi Operasi
4.2.2. Analisis Terhadap Dokumen yang dan Juru Tulis SDM sebagai pelaksana Fungsi
Digunakan Pembuat Daftar Gaji merangkap pekerjaan yang
Berdasarkan analisis terhadap dokumen yang dilakukan Fungsi Pencatat Waktu Hadir yaitu
digunakan dalam sistem pengupahan karyawan mengenai Form Presensi dan Rekap Lembur serta
Borongan pada Pabrik Gula Lestari, dokumen- Juru Tulis SDM yang merangkap pekerjaan Fungsi
dokumen yang digunakan sudah baik, namun tidak Keuangan yaitu menyerahkan cek serta dokumen
ada slip upah yang diberikan pada karyawan bank transfer ke bank.
borongan. Peneliti merekomendasikan kepada 2. Sistem Otorisasi
Fungsi Pembuat Daftar Upah untuk membuatkan slip Setelah melakukan penelitian pada Pabrik
upah kemudian diserahkan kepada Karyawan Gula Lestari, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem
Borongan. otorisasi pada Pabrik Gula Lestari khususnya pada
4.2.3. Analisis Terhadap Catatan Akuntansi yang kegiatan pembayaran gaji dan upah sudah
Digunakan dilaksanakan dengan baik karena sudah ada pihak-
Berdasarkan analisis terhadap catatan pihak yang memiliki wewenang untuk
akuntansi yang digunakan dalam sistem pengupahan mengotorisasinya, contohnya setiap karyawan yang
karyawan pada Pabrik Gula Lestari, catatan-catatan tercantum namanya di dalam daftar gaji dan upah
akuntansi yang digunakan sudah baik, karena semua telah memiliki surat keputusan yang ditanda tangani
informasi serta transaski yang berkaitan dengan oleh Direktur Utama, General Manager, Direktur
sistem akuntansi pengupahan karyawan telah tercatat Utama Pengerah Penyedia Jasa Pekerjaan, Pemilik
dalam dalam catatan Jurnal Umum, Kas Besar, dan Penyedia Jasa Borongan.
Saldo Kas/Bank. 3. Prosedur Pencatatan
4.2.4. Analisis Terhadap Jaringan Prosedur yang Berdasarkan hasil penelitian pada Pabrik Gula
Membentuk Sistem Akuntansi Lestari, dalam prosedur penggajian dan pengupahan
Berdasarkan hasil analisis yang telah pada Pabrik Gula Lestari tidak menggunakan catatan
dilakukan, peneliti menemukan 2 masalah yaitu penghasilan karyawan serta dalam prosedur
pencairan cek yang dilakukan oleh Penyedia Jasa pengupahan pada Pabrik Gula Lestari tidak
Borongan membuat Fungsi Keuangan yang menggunakan kartu jam kerja, informasi mengenai
dilaksanakan oleh Kasir menjadi tidak efektif serta jam kerja karyawan jadi satu dengan presensi
tidak adanya slip upah yang diterima oleh Karyawan karyawan Borongan namun tidak terdapat informasi
Borongan dari Penyedia Jasa Borongan. mengenai tarif upah sehingga fungsi akuntansi tidak
Rekomendasi yang dapat diberikan oleh peneliti bisa memverfikasi ketelitian biaya upah yang akan
adalah sebaiknya cek dicairkan oleh Kasir agar dibayarkan. Rekomendasi yang dapat peneliti
Fungsi Keuangan yang dilaksanakan oleh Kasir berikan adalah sebaiknya dalam prosedur penggajian

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 51 No. 2 Oktober 2017| 7


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
dan pengupahan pada Pabrik Gula Lestari jawab mencatat/mengisi Form Presensi yang
menggunakan catatan penghasilan karyawan menunjukkan informasi mengenai alasan
sehingga dapat membantu di dalam perhitungan karyawan terlambat/tidak hadir adalah Juru
pajak penghasilan yang menjadi kewajiban setiap Tulis Bagian (pada saat yang sama
karyawan. Untuk tidak adanya kartu jam hadir dalam melaksanakan fungsi operasi) kemudian
prosedur pengupahan pada Pabrik Gula Lestari, yang bertanggung jawab mengumpulkan
rekomendasi selanjutnya yang dapat peneliti berikan informasi mengenai presensi karyawan yang
adalah sebaiknya informasi mengenai jam kerja menjadi satu di dalam dokumen Rekap
karyawan borongan dipisahkan menjadi dokumen Lembur dalam sistem akuntansi penggajian
sendiri dari presesni karyawan borongan dengan karyawan Tetap dan PKWT adalah Juru
nama dokumennya jam kerja karyawan borongan. Tulis SDM (pada saat yang sama
4. Praktik yang Sehat melaksankan fungsi pembuat daftar gaji).
Berdasarkan hasil penelitian pada Pabrik b. Fungsi Keuangan dalam sistem akuntansi
Gula Lestari, Pabrik Gula Lestari sudah menerapkan penggajian karyawan Tetap dan PKWT
praktik yang sehat dalam kegiatan penggajian dan belum dilaksanakan dengan baik karena
pegupahannya. Hal ini dapat dilihat melalui yang bertanggung jawab mengisi cek guna
pembuatan daftar gaji dan upah diverifikasi pembayaran gaji adalah Kasir, namun yang
kebenaran dan ketelitian perhitungannya oleh fungsi bertanggung jawab mencairkan cek ke bank
akuntansi sebelum dilakukan pembayaran, adalah Juru Tulis SDM.
perhitungan pajak penghasilan karyawan c. Di dalam pembayaran gaji untuk karyawan
direkonsiliasi dengan daftar gaji karyawan, serta Outsourcing masih terdapat sedikit
fungsi pembuat daftar gaji menyimpan soft file kekurangan yaitu tanggal karyawan
dokumen daftar gaji karyawan. Namun untuk tidak Outsourcing menerima gaji dari PPJP
adanya penggunaan dokumen kartu jam hadir dan (Pengerah Penyedia Jasa Pekerjaan) tidak
mesin pencatat waktu, peneliti memberikan menentu setiap bulannya, berdasarkan hasil
rekomendasi yang mengacu pada rekomendasi wawancara dengan karyawan Outsourcing
peneliti pada analisis terhadap jaringan prosedur paling cepat menerima gaji tanggal 27 dan
yang membentuk sistem akuntansi yaitu penggunaan paling lambat menerima gaji tanggal 1, hal
alat finger print yang diawasi oleh fungsi pencatat ini dikarenakan proses pembayaran Invoice
waktu. gaji karyawan Outsourcing yang diberikan
5. Karyawan yang Bermutu dan Sesuai Dengan PPJP ditangani oleh Kantor Pusat PTPN X
Mutu dan Tanggung Jawabnya dan Kantor Pusat PTPN X tidak hanya
Karyawan yang bekerja di Pabrik Gula memproses Invoicce gaji karyawan
Lestari, kompetensinya sudah sesuai dengan bidang Outsourcing dari Pabrik Gula Lestari saja,
pekerjaan dan tanggung jawabnya. Hal ini tidak melainkan memproses Invoice gaji
terlepas dari fungsi kepegawaian pada Pabrik Gula karyawan Outsourcing dari seluruh Pabrik
Lestari yang telah dilaksanakan dengan baik sehingga Gula milik PTPN X.
penempatan karyawan pada Pabrik Gula Lestari d. Fungsi keuangan pada sistem akuntasi
sesuai dengan kompetensi yang dimiliki karyawan. pengupahan Karyawan Borongan pada
Pabrik Gula Lestari yang dilaksanakan oleh
5. KESIMPULAN DAN SARAN Kasir yang berada di sub bagian Keuangan
5.1. Kesimpulan (Perencanaan dan Pengawasan) belum
1. Penerapan Sistem Akuntansi Penggajian dan dilaksanakan dengan baik karena yang
Pengupahan Pada Pabrik Gula Lestari bertanggung jawab untuk mengisi cek guna
Penerapan sistem akuntansi penggajian dan pembayaran gaji adalah Kasir, namun yang
pengupahan pada Pabrik Gula Lestari belum bertanggung jawab mencairkan cek ke bank
sepenuhnya baik karena masih terdapat beberapa adalah Penyedia Jasa Borongan.
masalah/kelemahan, yaitu: e. Pada sistem akuntansi pengupahan
a. Fungsi pencatat waktu hadir belum karyawan Borongan, karyawan Borongan
dilaksanakan dengan baik karena terdapat tidak menerima slip upah dari fungsi
perangkapan fungsi yaitu yang bertanggung

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 51 No. 2 Oktober 2017| 8


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
pembuat daftar upah yaitu Penyedia jasa digantikan dengan presensi menggunakan alat
Borongan. finger print yang database dari alat finger print
2. Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan tersebut dikelola oleh karyawan Bagian SDM
Pada Pabrik Gula Lestari Dalam Rangka yang khusus melaksanakan fungsi pencatat
Mendukung Pengendalian Intern waktu hadir dan tidak melaksanakan fungsi
Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan Pada pembuat daftar gaji sehingga fungsi pencatat
Pabrik Gula Lestari belum sepenuhnya mendukung waktu hadir lebih mudah untuk mengelola
pengendalian intern karena masih terdapat presensi karyawan Tetap dan PKWT dan
masalah/kelemahan di dalam prosedur pencatatan, informasi yang diperoleh lebih valid
yaitu: dibandingkan dengan cara manual. Untuk
a. Di dalam prosedur penggajian dan meningkatkan pengawasan terhadap presensi
pegupahan pada Pabrik Gula Lestari tidak yang menggunakan alat finger print yang
menggunakan catatan penghasilan menjadi tanggung jawab fungsi pencatat waktu
karyawan. hadir, setiap alat finger print yang telah dipasang
b. Di dalam prosedur pengupahan pada Pabrik di setiap kantor Bagian pada Pabrik Gula Lestari
Gula Lestari tidak menggunakan kartu jam dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) di
kerja, informasi mengenai jam kerja sekitar alat finger print tersebut dipasang
karyawan jadi satu dengan presensi sehingga dapat mengurangi peluang terjadi
karyawan Borongan namun tidak terdapat kecurangan dan dapat meningkatkan keamanan
informasi mengenai tarif upah sehingga terhadap alat finger print tersebut.
fungsi akuntansi tidak bisa memverfikasi d. Peneliti merekomendasikan untuk pembayaran
ketelitian biaya upah yang akan dibayarkan. Invoice gaji karyawan Outsourcing PTPN X
sebaiknya dilaksanakan oleh masing-masing
5.2. Saran Pabrik Gula milik PTPN X, dalam hal ini Pabrik
1. Penerapan Sistem Akuntansi Penggajian dan Gula Lestari agar pembayaran gaji karyawan
Pengupahan Pada Pabrik Gula Lestari Outsourcing dapat tepat waktu.
Agar penerapan sistem akuntansi penggajian e. Untuk pencairan cek pada prosedur pengupahan
dan pengupahan pada Pabrik Gula Lestari menjadi karyawan Borongan, sebaiknya dilakukan oleh
lebih baik, peneliti menyarankan: Kasir sebagai pelaksana fungsi keuangan.
a. Untuk perangkapan Fungsi Pencatat Waktu f. Sebaiknya fungsi pembuat daftar upah pada
Hadir yang dilakukan oleh Juru Tulis Bagian sistem akuntansi pengupahan karyawan
yang melaksanakan Fungsi Operasi dan Juru Borongan yang dilaksanakan oleh Penyedia Jasa
Tulis SDM yang melaksanakan Fungsi Pembuat Borongan membuatkan dan menyerahkan slip
Daftar Gaji, peneliti merekomendasikan upah pada karyawan Borongan agar karyawan
sebaiknya Fungsi Pencatat Waktu dilaksanakan Borongan mengetahui rincian upah yang
oleh karyawan Bagian SDM Pabrik Gula Lestari diterimanya.
yang khusus untuk melaksanakan Fungsi 2. Sistem Akuntansi Penggajian dan Pengupahan
Pencatat Waktu hadir serta tidak melaksanakan Pada Pabrik Gula Lestari Dalam Rangka
Fungsi Pembuat Daftar Gaji. Mendukung Pengendalian Intern
b. Untuk perangkapan Fungsi Keuangan yang Agar sistem akuntansi penggajian dan
dilakukan oleh Juru Tulis SDM yang pengupahan pada Pabrik Gula Lestari dapat
melaksanakan Fungsi Pembuat Daftar Gaji yaitu mendukung pengendalian intern yang baik, peneliti
dengan mencairkan cek ke Bank, peneliti menyarankan:
merekomendasikan sebaiknya kegiatan a. Sebaiknya dalam prosedur penggajian dan
mencairkan cek ke bank dilakukan oleh Kasir pengupahan pada Pabrik Gula Lestari
dengan dipertegas melalui pernyataan masing- menggunakan catatan penghasilan karyawan
masing tugas (baik Juru Tulis SDM maupun sehingga dapat membantu di dalam perhitungan
Kasir) di dalam masing-masing job description pajak penghasilan yang menjadi kewajiban setiap
(baik Juru Tulis SDM maupun Kasir). karyawan.
c. Presensi karyawan Tetap dan PKWT yang b. Sebaiknya informasi mengenai jam kerja
masih menggunakan cara manual sebaiknya karyawan borongan dipisahkan menjadi dokumen

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 51 No. 2 Oktober 2017| 9


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
sendiri dari presesni karyawan borongan dengan Adaptasi Indonesia. Edisi Keduapuluh Lima.
nama dokumen jam kerja karyawan borongan dan Jakarta: Salemba Empat.
terdapat informasi tarif upah karyawan dalam
dokumen tersebut, sehingga fungsi akuntansi
dapat memverifikasi ketelitian biaya upah yang
akan dibayarkan.

DAFTAR PUSTAKA
Ardana, I.K., N.W. Mujiati., dana I.W Mudiartha
Utama. 2012. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha
Ilmu
Baridwan, Zaki. 2012. Sistem Akuntansi :
Penyusunan Prosedur dan Metode. Edisi
Kelima. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Bastian, Indra, dan Gatot Soepriyanto. 2003. Sistem
Akuntansi Sektor Publik: Konsep untuk
Pemerintah Daerah. Buku 1. Edisi Pertama.
Jakarta: Salemba Empat.
Hasibuan, Malayu S.P. 2013. Manajemen Sumber
Daya Manusia. Edisi Revisi. Cetakan Ketujuh
Belas. Jakarta: PT Bumi Aksara
Hermawan, Sigit. 2013. Akuntansi Perusahaan
Manufaktur . Yogyakarta: Yayasan Pustaka
Nusantara.
Jusup, Al Haryono. 2011. Dasar-dasar Akuntansi :
Jilid 1. Edisi ketujuh. Yogyakarta: Bagian
Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
YKPN.
Mardi. 2014. Sistem Informasi Akuntansi. Bogor:
Ghalia Indonesia
Martoyo, Susilo. 2007. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Edisi Kelima. Yogyakarta: BPFE-
Yogyakarta
Mulyadi. 2016. Sistem Akuntansi. Edisi Keempat.
Jakarta: Salemba Empat
Sofyandi, Herman. 2013. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Edisi Pertama. Yogyakarta : Graha
Ilmu.
Sujarweni, V. Wiratna. 2015. Sistem Akuntansi.
Cetakan Pertama. Yogyakarta: Pustaka Baru
Press
Warren C.S., J.M. Reeve, J.E. Duchac, N.
Suhardianto, D.S. Kalajanti, A.A. Jusuf, dan
C.D Djakman. 2014. Pengantar Akuntansi –

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 51 No. 2 Oktober 2017| 10


administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id