Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

LILIN AROMATERAPI DARI DAUN JERUK NIPIS DAN CENGKEH

BIDANG KEGIATAN
PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan oleh:

Nama Lengkap NIM Tahun Angkatan


Dahayu Widyadhana 4112318014 2018
Vivi Alfia Nurun Ni’mah 4112318003 2018
Dhea Bening Febrianti 4112318006 2018
Bintang Bhakti Ramadhan Miftah 4112318025 2018
Dedy Wijaksono 4112318027 2018

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG


SEMARANG
2019
DAFTAR ISI

PENGESAHAN PROPOSAL PKM-KEWIRAUSAHAAN Error! Bookmark not


defined.
DAFTAR ISI ............................................................................................................ I
BAB 1. PENDAHULUAN ......................................................................................1
1.1 Latar Belakang ..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah .....................................................................................2
1.3 Tujuan ........................................................................................................2
1.4 Luaran yang diharapkan ............................................................................2
1.5 Manfaat ......................................................................................................2
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA ............................................3
2.1 Prospek Usaha ...........................................................................................3
2.2 Kelebihan Produk Usaha ...........................................................................3
2.3 Peluang Pasar ............................................................................................3
2.4 Target Penjualan ........................................................................................3
2.5 Strategi Pemasaran ....................................................................................4
2.7 Analisis Kelayakan Usaha .........................................................................4
2.8 Rencana Pengembangan Usaha .................................................................5
BAB 3. METODE PELAKSANAAN .....................................................................6
3.1. Tahapan pra-produksi ................................................................................6
3.2 Tahap Produksi ..........................................................................................8
3.3 Tahap Pasca Produksi ................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................10
LAMPIRAN ........................................................... Error! Bookmark not defined.
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, Biodata Dosen Pendamping .... Error!
Bookmark not defined.
Lampiran 2. Format Justifikasi Anggaran Kegiatan......... Error! Bookmark not
defined.
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas .... Error!
Bookmark not defined.
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana . Error! Bookmark not defined.

I
II
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah
satu contoh penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue dan
ditularkan melalui gigitan nyamuk penular (vektor) yaitu nyamuk Aedes spp.
Sampai saat ini DBD masih menjadi suatu masalah kesehatan yang belum
dapat diatasi. Berbagai cara telah ditempuh dalam pengendalian nyamuk,
salah satunya yaitu menggunakan bahan kimia. Penggunaan bahan kimia
secara terus menerus, selain berdampak buruk terhadap kesehatan manusia,
juga akan membuat nyamuk menjadi resisten (Wilkinson dan Moore, 1982).
Berbagai jenis tanaman ternyata juga mampu menjadi penolak serangga, bisa
menjadi anti nyamuk oles alami atau sebagai insektisida alami pembasmi
nyamuk. (Verheij, 1997). Oleh karena itu, salah satu alternatif cara
pengendalian nyamuk yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan
manusia adalah dengan memanfaatkan tanaman yang banyak tumbuh di
sekitar kita dan sudah sering digunakan masyarakat, seperti daun jeruk nipis
(Citrus aurantifolia) dan cengkeh (Syzigium aromaticum).
Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) mengandung zat Limonoida.
Limonoida adalah suatu zat yang dinilai beracun terhadap jentik nyamuk.
Senyawa limonoida merupakan analog hormon juvenile pada serangga yang
berfungsi sebagai pengatur pertumbuhan kutikula larva.Sebagai racun perut
limonoida dapat masuk ke dalam tubuh larva nyamuk Aedes spp. Limonoida
dapat masuk ke dalam tubuh larva Aedes spp melalui kulit atau dinding tubuh
dengan cara osmosis, karena kulit atau dinding tubuh larva bersifat permeable
terhadap senyawa yang dilewati, kemudian limonoida akan masuk ke sel-sel
epidermis yang selalu mengalami pembelahan dalam proses pergantian kulit,
sehingga sel-sel epidermis mengalami kelumpuhan (paralyisis) dan akhirnya
mati.
Cengkeh merupakan salah satu tumbuhan yang banyak terdapat di
Indonesia dan berpotensi sebagai insektisida botani. Ekstrak bunga cengkeh
yang mengandung eugenol, saponin, flavonoid dan tanin dapat membunuh
larva Aedes aegypti.(Ardianto, 2008). Senyawa-senyawa kimia yang
terkandung dalam tumbuhan-tumbuhan tersebut di atas bersifat larvasida.
Cara kerja senyawa-senyawa kimia tersebut di atas adalah sebagai stomach
poisoning atau racun perut yang dapat mengakibatkan gangguan sistem
pencernaan larva Aedes aegypti, sehingga larva gagal tumbuh dan akhirnya
mati (Suyanto, 2009).
Berdasarkan permasalahan di atas, penulis mengusulkan untuk membuat
lilin aromaterapi dari ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan
cengkeh (Syzigium aromaticum). Selain permasalahan diatas, lilin tersebut
juga dapat digunakan sebagai arometerapi, dimana saat ini kondisi umum

1
sebagian besar mahasiswa mengalami padatnya jadwal dan banyaknya tugas-
tugas, serta masyarakat umum saat ini yang dituntut serba capat oleh dunia
kerja maupun global menyebabkan stress tidak dapat terhindari sehingga lilin
aromaterapi ini dapat membantu merelaksasikan penggunanya.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan uraian di atas dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang
dihadapi sebagai berikut.
1. Bagaimana proses pembuatan lilin aromaterapi dari ekstrak daun jeruk
nipis dan cengkeh?
2. Sejauh mana keuntungan mahasiswa bila memproduksi produk tersebut?
3. Bagaimana peluang bisnis produk tersebut di pasaran?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari proposal ini
sebagai berikut.
1. Mengetahui cara pembuatan lilin aromaterapi dari ekstrak daun jeruk nipis
dan cengkeh.
2. Menghasilkan produk baru yang inovatif di pasaran.
3. Melatih kreativitas mahasiswa dalam memanfaatkan daun jeruk nipis dan
cengkeh.
4. Menciptakan peluang bisnis baru.

1.4 Luaran yang diharapkan


Berdasarkan tujuan yang sudah diuraikan di atas, dapat dideskripsikan
luaran atau hasil yang ingin dicapai sebagai berikut.
1. Dihasilkannya produk lilin aromaterapi dari daun jeruk nipis dan cengkeh
yang bermanfaat.
2. Menciptakan mahasiswa yang kreatif dan mandiri.
3. Terciptanya peluang usaha baru.

1.5 Manfaat
Manfaat yang penulis harapkan dari penyusunan PKM-K ini adalah sebagai
berikut.
1. Konsumen dapat memanfaatkan produk lilin aromaterapi dari daun jeruk
nipis dan cengkeh untuk mengurangi penyakit DBD dan stress.
2. Harga lilin yang terjangkau dan mudah didapat sehingga menjangkau
semua kalangan masyarakat.
3. Meningkatnya kreativitas mahasiswa dalam menemukan ide yang kreatif
dan inovatif serta bermanfaat bagi dunia kewirausahaan.
4. Menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa dan dapat membuka peluang
usaha bagi orang lain.

2
BAB 2. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1 Prospek Usaha


Prospek usaha merupakan gambaran tentang masa depan suatu produk
atau perusahaan yang menunjukkan suatu harapan yang cerah dalam
perkembangan usahanya atau kemajuan yang pesat. Prospek inovasi lilin
aroma daun jeruk nipis (Citrus aurantiifolia) dan cengkeh (Syzygium
aromaticum) sebagai pencegah pertumbuhan larva nyamuk dan alternatif
aplikasi aromaterapi secara inhalasi (penghirupan) kedepannya diharapkan
akan meningkat. Ada beberapa alasan yang mendasari, antara lain pertama di
negara Indonesia penyakit yang disebabkan oleh nyamuk masih merupakan
salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, sehingga lilin ini dapat
bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan larva nyamuk. Alasan kedua
kondisi umum sebagian besar mahasiswa mengalami padatnya jadwal dan
banyaknya tugas–tugas, serta masyarakat umum saat ini yang dituntut serba
cepat oleh dunia kerja maupun global menyebabkan stress tidak dapat
terhindari sehingga lilin aromaterapi ini dapat membantu merelaksasikan
penggunanya. Dapat disimpulkan bahwa usaha inovasi lilin aroma daun jeruk
nipis dan cengkeh sebagai pencegah pertumbuhan larva nyamuk dan alternatif
aplikasi aromaterapi secara inhalasi (penghirupan) ini cocok bagi
enterpreuner yang akan memulai berwirausaha.

2.2 Kelebihan Produk Usaha


Produk usaha inovasi lilin aroma daun jeruk nipis dan cengkeh yang akan
kami lakukan memiliki beberapa keunggulan diantaranya.
1) Bahan baku dan peralatan yang digunakan mudah didapatkan.
2) Proses pembuatannya mudah dan harganya relatif terjangkau.
3) Produk memiliki inovasi yang jarang ditemui, sehingga daya saing rendah.
4) Memiliki banyak manfaat untuk berbagai kalangan masyarakat.
5) Produk awet dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

2.3 Peluang Pasar


Peluang pasar dari inovasi lilin aroma daun jeruk nipis dan cengkeh ini
sangat menjanjikan. Produk ini merupakan inovasi baru dengan banyak
manfaat, sehingga dapat menarik minat masyarakat dari bebagai kalangan dan
dapat dijadikan peluang yang besar. Produk ini dapat diperoleh di berbagai e-
commerce, media sosial, dan toko–toko. Harga dan penampilan menarik
menambah tingkat peluang pasarnya.

2.4 Target Penjualan


Target penjualan produk inovasi lilin aroma daun jeruk nipis dan cengkeh
utamanya akan dijual pada online shop sehingga masyarakat mudah mencari
produk ini. Kami menargetkan penjualan dengan berbasis e-commerce

3
melalui aplikasi shopee, lazada, dan tokopedia. Selain e-commerce target
penjualan kami juga melalui media sosial seperti instagram dan facebook.
Kami juga hendak menjual ke toko–toko agar mempermudah pemasaran dan
masyarakat di berbagai kalangan menjadi target penjualan.

2.5 Strategi Pemasaran


Dalam melakukan pemasaran perlu adanya strategi yang berguna untuk
mendukung dan melancarkan proses penjualan. Untuk usaha yang kami
jalankan akan menggunakan strategi sebagai berikut.
1) Memanfaatkan online/ internet marketing.
2) Menayangkan iklan di media sosial.
3) Pembagian brosur yang berisi rincian produk.
4) Memberi insentif untuk rekomendasi.

2.6 Analisis Produk


Gambaran produk yang akan kami jual nantinya akan dikemas
menggunakan kotak mika, serta kami tambahkan logo untuk menarik
konsumen. Adapun gambaran logo dan bentuk produk kami sebagai berikut.

Logo produk Bentuk produk

2.7 Analisis Kelayakan Usaha


Produksi 6 hari = 50 buah lilin aromaterapi.
Harga yang ditawarkan untuk “Lilin Aroma daun jeruk nipis dan Cengkeh”.
 Harga = Rp 17.000
 total penjualan 5 hari = Rp 17.000 × 50 = Rp 850.000
 total 1 bulan = Rp 850.000 × 5 = Rp 4.250.000
 total 4 bulan = Rp 4.250.000 × 4 = Rp 17.000.000

Keuntungan tiap 4 bulan = Total penjualan tiap 4 bulan – Harga Pokok


Penjualan
= Rp 17.000,000 – Rp 11.029.000
= Rp. 5.971.000

4
Keuntungan 4 bulan
Keuntungan tiap 1 bulan = 4
Rp 5.971.000
= 4
= Rp 1.492.750
Break Event Point (BEP)
Break Event Point (BEP) adalah volume penjualan di mana jumlah
pendapatan dan jumlah bebannya sama, tidak ada laba atau rugi bersih (Henry
Simamora, 2012:170). Harga pokok produk lilin aroma daun jeruk nipis dan
cengkeh sebesar Rp 9.104 per buah. Adapun harga jual dari produk lilin
aromaterapi ini sebesar Rp 17.000 dan kuantitas produksi sebesar 1000 buah
per 4 bulan.
Umur Harga (Rp)
No Nama Unit ekonomis
1 Panci besar 1 buah 1 tahun 120.000
2 Blender 1 buah 5 tahun 325.000
3 Mangkuk 1 Buah 5 tahun 100.000
4 Cangkir Pyrex 1 Buah 1 tahun 82.000
5 Sohxlet 1 Buah 1 tahun 300.000
6 Termometer 1 Buah 6 bulan 63.000
Total 990.000
Beban aset tetap
BEP Volume Produksi = Harga jual −Harga produksi
Rp 990.000
= Rp 17.000− Rp 9.104
= 125 buah

Beban aset tetap + Harga Pokok


BEP Harga Produksi = 𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡
Rp 990.000 +Rp 9.104
= 1000
= Rp 999,104

2.8 Rencana Pengembangan Usaha


Rencana awal usaha akan dilakukan secara online dengan memanfaatkan
media sosial dan e-commerce serta toko–toko yang harapannya lebih mudah
dijangkau oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Kami juga akan menerima
pesanan untuk souvenir di pernikahan agar lebih mengenalkan produk kami di
masyarakat. Setelah sukses dengan pemasaran melalui media sosial dan toko-
toko, kami berencana akan membuka rumah produksi sendiri dan melakukan
inovasi lilin aromaterapi lainnya.

5
BAB 3. METODE PELAKSANAAN

Pelaksanaan pembuatan lilin aroma ini akan diuraikan sebagai berikut.

3.1. Tahapan pra-produksi


a. Persiapan
Pada tahap ini akan dilakukan proses penyiapan segala hal yang
diperlukan dalam proses produksi, diantaranya terdapat bahan baku, bahan
penolong, peralatan yang dibutuhkan. Berikut yang diperlukan.
a. Parafin.
b. Gelas untuk lilin.
c. Cangkir Pyrex atau gelas kaca pengukur yang tahan panas.
d. Sumbu lilin siap pakai.
e. Pewarna lilin.
f. Ekstrak/minyak wewangian.
g. Termometer.
h. Sendok kayu.
i. Double boiler atau mangkuk atau panci kaca tahan panas.
j. Bejana perendam.
k. Air.
l. Etanol.
m. Sohxlet.
n. N-heksana.

b. Pembuatan Sampel Produk


Pembuatan sampel atau contoh produk penting untuk dilakukan agar
mengetahui bentuk produk. Selain itu sampel berguna untuk mengukur
minat pasar terhadap produk tersebut. Tahap pembuatan sampel produk
dibagi menjadi pembuatan lilin dan pembuatan minyak esensialnya
(ekstraksi).

Langkah membuat lilin


1. Siapakan bahan dan alat cuci gelas dan keringkan dengan
memanaskannya.
2. Persiapkan sumbu, dan atur sumbu dalam gelas agar tetap tegak.
3. Buat double boiler (panci ganda) untuk melelehkan parafin. Hanya
dibutuhkan panci berukuran sedang dan tungku kompor. Letakkan
cangkir pengukur di dalam panci dan isi panci dengan air.
4. Air sebaiknya tidak dididihkan sepenuhnya karena akan menyebabkan
lilin terlalu panas. Aduk lilin dengan sendok kayu supaya semua
serpihan meleleh secara merata.
5. Uji suhu lilin. Sebaiknya jaga suhu lilin sekitar 65°-80° C. Tidak boleh
meninggalkan lilin ketika dilelehkan. Hal ini mencegah lilin terlalu
panas dan menjaga keamanan. Pada suhu ini, lilin dapat membakar
kulit dengan mudah.
6. Tambahkan warna pada lilin.

6
7. Angkat lilin dari kompor. Setelah lilin mencapai suhu yang disarankan
dan meleleh sepenuhnya, sisihkan gelas pengukur. Biarkan lilin
mendingin sampai bersuhu 50° C. Minyak esensial atau wewangian
akan menguap jika suhu lilin melebihi 50° C
8. Tambahkan minyak esensial. Untuk setiap 0,4 liter serpihan lilin,
berikan 10 tetes minyak esensial.
9. Letakkan kertas koran di bawah gelas, sehingga mudah dibersihkan.
Potongan lilin kering dapat diambil dan residunya dapat dibersihkan
dengan mudah.
10. Tuangkan lilin ke dalam gelas secara perlahan. Lilin perlu dituang
dengan perlahan dan hati-hati untuk mencegah lilin retak saat
mengeras dan terbentuknya kantung udara di dalam gelas.
11. Berikan ruang di atas lilin saat dituang ke gelas. Ketika lilin menyala,
lapisan teratas lilin akan meleleh dan menggenang di sekeliling
sumbu. Jangan sampai lilin meluber saat pertama kali dinyalakan.
12. Berikan sedikit lagi lilin di atas lilin. Biasanya ada cekungan di
sekeliling sumbu ketika lilin mulai mengeras. Anda cukup
menuangkan lilin ke area cekungan ini dan goyangkan sedikit supaya
permukaannya merata.
13. Potong sumbu sebelum dinyalakan. Tinggalkan 0,6 cm sumbu di atas
lilin. Jika terlalu panjang, sumbu akan melengkung dan tidak terbakar
dengan baik. Jika terlalu pendek, sumbu akan sulit menyala dan
tenggelam di lilin yang mencair di bagian atas lilin.

Langkah ekstraksi daun jeruk nipis


1. Simplisa dimasukan kedalam bejan kemudian dituangi dangan cairan
penyari (etanol).
2. Rendam serbuk dalam pelarut yang sesuai selama beberapa hari pada
temperature kamar terlindung dari cahaya (biasanya dilakukan pada
temperatur 15o-20o C dalam waktu selama 3 hari).
3. sambil berulang-ulang diaduk.
4. setelah 5 hari diserkai, ampas diperas.
5. Pada ampas ditambah cairan penyari secukupnya, diaduk dan diserkai
sehingga diperoleh seluruh sari.
6. Bejana ditutup dan dibiarkan ditempat sejuk, terlindung dari cahaya,
selama 2 hari kemudian endapan dipisahkan.

Langkah ekstraksi cengkeh


1. Tahapan penelitian diawali dengan mengeringkan bunga cengkeh
dengan dijemur di bawah sinar matahari selama 1 minggu.
2. Setelah itu, bu-nga cengkeh kering ditumbuk sampai halus.

7
3. Bunga cengkeh diekstraksi menggunakan soxhlet dengan 100 mL
pelarut pada suhu didihnya selama 15 siklus (+ 80 menit). Dari
percobaan yang telah dilakukan dihasilkan rendemen ekstrak bunga
cengkeh dengan pelarut n-heksana sebesar 17,61% dan kadar eugenol
65,02%. Sedangkan dengan pelarut benzene, rendemen ekstraks bunga
cengkeh sebesar 18,90% dan kadar eugenol 8,81%. Oleh karena itu,
ekstraksi minyak atsiri bunga cengkeh dengan menggunakan pelarut n-
heksana relatif lebih baik karena memberikan kadar eugenol lebih besar
daripada pelarut benzena.

3.2 Tahap Produksi


a. Pembuatan Produk
Dilakukan proses produksi seperti cara yang sudah disebutkan. Lilin
yang sudah jadi akan diseleksi kembali, mana produk yang tampilannya
bagus dan tidak rusak setra dicek tingkat keharumannya. Hal ini bertujuan
untuk menghasilkan produk yang lebih baik tiap produksinya.
b. Promosi dan pemasaran
Dalam memulai suatu usaha dalam tahap awal, maka promosi masih
sangat dibutuhkan. Karena usaha baru belum memiliki pangsa pasarnya.
Proses promosi dan pemasaran dapat dilakukan dengan cara melakukan
kerja sama dengan toko atau dengan menggunakan sosial media untuk
promosi. Agar lebih menarik maka kemasan dibuat semenarik mungkin
serta untuk melahirkan branding produk.

3.3 Tahap Pasca Produksi


a. Pelaporan Keuangan
Setelah proses produksi selesai, maka tahap yang tidak kalah penting
yaitu tahap pelaporan keuangan. Dalam usaha yang akan dijalankan
penulis akan secara rutin melakukan pencatatan setiap transaksi usaha,
walapun usahanya masih skala kecil, pencatatan akuntansi penting
dilakukan agar bisa mengatur keuangan perusahaan dengan baik. proses
pelaporan keuangan juga menghindari kerugian yang besar.
b. Evaluasi
Selain proses pelaporan keuangan, selanjutnya adalah proses evaluasi.
Proses evaluasi dilakukan bersamaan dengan proses pelaporan keuangan.
Dalam evaluasi akan dibahas mengenai kendala-kendala selama
melakukan proses sehingga nanti dapat diberikan solusi agar indusri ini
dapat berkembang serta bertahan dipasaran.

8
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Anggaran Biaya


Tabel 1. Biaya Produksi
No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
1 Perlengkapan yang diperlukan 990.000
2 Bahan Habis Pakai 9.104.000
3 Biaya Perjalanan 375.000
3 Lain-Lain (Promosi) 560.000
Total 11.029.000

4.2 Jadwal Kegiatan


Tabel 2. Jadwal Kegiatan
Bulan ke-
Kegiatan I II III IV
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Persiapan alat dan
bahan
Uji coba pembuatan
produk
Pembuatan produk
Promosi
Penjualan produk
Evaluasi kegiatan
Laporan pertanggung
jawaban

9
DAFTAR PUSTAKA

Ardianto, T., 2008. Pengaruh Ekstrak Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum L.)
terhadap Mortalitas Larva Aedes aegypti L. Skripsi, s.l.: Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret.
F, S., 2009. Efek Larvasida Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana
L.) Terhadap Larva Aedes aegypti L. Skripsi, s.l.: Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret.
Haditomo, I., 2010. Efek Larvasida Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium
aromaticum L.) terhadap Aedes aegypti L. Skripsi, s.l.: Fakultas Kedokteran
Universita Sebelas Maret.
Kho, Budi, 2019. Pengertian BEP (Break Even Point) dan Cara Menghitung
BEP.[Online]
Available at: http://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-bep-break-even-point-
dan-cara-menghitung-bep/
[Accessed 1 Desember 2019].
Kurniawan, Doni AJi, 2015. Efektifitas Ekstrak Daun Jeruk Nipis (Citrus
Aurantifolia) sebagai Anti Nyamuk Alami Tahun 2015. Karya Tulis Ilmiah, s.l.:
Program Studi DIII Kesehatan Lingkungan Stikes Muhammadiyah Samarinda .
Simamora, Henry, 2012. Akutansi Manajemen. Jakarta: Star Gate Publisher.
Staff, W, 2014. Wikihow Cara Membuat Lilin Sendiri. [Online]
Available at: https://id.m.wikihhow.com/Membuat-Lilin-Sendiri?amp=1
[Accessed 1 Desember 2019].
Verheij, E. E. M. & Coronel, R. E., 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2:
Buah-buahan yang dapat dimakan. In: Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2:
Buah-buahan yang dapat dimakan. Jakarta: PORSEA-Gramedia, pp. 232-237.
Wilkinson, J.B. and R.J. Moore, 1982. Cosmeticology. In: 7th ed. London:
George-Godwin, p. 325.

10

Anda mungkin juga menyukai