Anda di halaman 1dari 8

SOAL MOMENTUM DAN IMPULS

Mobil yang memperhatikan faktor keselamatan di dalamnya terdiri dari kantung


udara, sabuk pengaman, rangka bodi yang kuat, dan gumpalan pada bagian depan dan
belakang mobil. Dalam pembuatan desain faktor keselamatan mobil menggunakan prinsip
dari gaya impuls. Bagian depan dan belakang mobil didesain agar dapat menggumpal secara
perlahan ketika tabrakan yang terjadi sehingga menyebabkan selang waktu kontak lebih lama
dan sangat mengurangi gaya impulsif yang akan diterima pengemudi.
Airbag (kantong udara) merupakan salah satu fitur keselamatan pada mobil untuk
melindungi pengemudi dan penumpang saat terjadi kecelakaan. Airbag memiliki berbagai
nama teknis seperti Supplementary Restraint System (SRS), Air Cushion Restraint System
(ACRS), dan Supplemental Inflatable Restraint (SIR). Airbag berfungsi melindungi daerah
kepala, leher, dan dada. Airbag umumnya akan mengembang dari roda kemudi atau dari
dashboard beberapa milidetik setelah tabrakan. Ketika kepala pengemudi telah mengenai
airbag, airbag mulai mengempis perlahan sehingga memungkinkan pengemudi keluar dari
mobil. Dijelaskan, cara kerja airbag di mobil hanya akan mengembang apabila mobil
mengalami tabrakan. Sensor airbag yang ada di bagian depan mobil, baru akan bereaksi jika
mobil menghantam benda statis minimal kecepatan 40 kilometer per jam.
Selain itu, dalam mobil juga disediakan sabuk pengaman. Sebuah sabuk pengaman
dibuat dari bahan elastis seperti karet dan letaknya kira-kira kurang dari 50 cm. Sabuk
pengaman ini didesain untuk dapat memberikan impuls yang dapat memberhentikan
pengemudi dalam selang waktu tertentu (waktu kontak) setelah pengemudi dan sabuk
pengaman menempuh jarak tertentu yang aman. Sabuk pengaman harus dibuat dengan bahan
elastis dan tidak boleh dari bahan yang kaku hal ini dikarenakan pada saat tabrakan, sabuk
akan mengerjakan impuls pada tubuh pengemudi dalam waktu yang sangat singkat
(mendekati nol). Hal tersebut memberikan gaya impuls yang sangat besar yang bekerja pada
tubuh pengemudi sehingga akan sangat menyakitkan pengemudi, bahkan dapat
membahayakan jiwanya.
Pertanyaan:
1. Mobil melaju dengan kecepatan 60 km/jam, dan terjadi kecelakaan hingga bagian mobil
depannya hancur dan mobil tersebut terhenti seketika. Kejadian tersebut mengakibatkan
airbag mengembang, selama 20 milisekon. Massa supir 70 kg, dan gaya penahan dari
seatbelt sebesar 3,5 x1 04 N dan airbag sebesar 1,5 x 104 N. Kepala akan terluka/ parah
jika dibenturkan dengan gaya minimal sebesar 104 N. Apakah supir tersebut selamat atau
terluka parah selama kejadian tersebut?
a. Supir selamat karena airbag pada mobil mengembang selama 20 milisekon
b. Supir selamat karena dilindungi oleh seatbelt dan airbag
c. Supir selamat karena gaya benturan yang dialami kurang dari 104 N
d. Supir terluka parah karena gaya benturan yang dialami lebih dari 104 N
e. Supir terluka parah karena kecepatan mobil yang begitu besar
Jawabannya: C
pertama kita cari dulu perlambatannya
𝑣 ′ − 𝑣 0 − 16,67𝑚/𝑠
𝑎= = = −833,5 𝑚/𝑠 2
𝑡 0,02𝑠
maka gaya yang dialami supir
F = m.a = 70 kg x 833,5 m/s2 = 58345 N
dengan demikian gaya benturnya
F = Fsupir – Fairbag - Fseatbelt
F = 58345N - 15000N – 35000N
F = 8345 N
karena gaya benturnya kurang dari 10000 N, maka supir selamat
2. Perhatikan pernyataan berikut ini
(1) Kecepatan mobil menghantam benda kurang dari 40 km/jam
(2) Posisi benturan berada pada bagian belakang mobil
(3) Sensor airbag tidak mendeteksi energi tabrakan
(4) Kecelakaan terjadi secara beruntun
Pernyataan yang benar berkaitan dengan penyebab airbag pada mobil tidak mengembang
adalah...
a. (1), (2), dan (3)
b. (1) dan (3)
c. (2) dan (4)
d. (4)
e. Semua pernyataan benar
Jawabannya: E
Kecepatan saat benturan terjadi juga berpengaruh. Sensor airbag yang ada di bagian
depan mobil, baru akan bereaksi jika mobil menghantam benda statis minimal kecepatan
40 kilometer per jam. Syarat lain yang menentukan airbag mengembang atau tidak saat
kecelakaan adalah posisi benturan terjadi. Hal ini terkait dengan posisi sensor airbag,
yang biasanya diletakan di depan kiri dan kanan mobil. Jika tabrakan berada di samping,
belakang, atau sudut tertentu membuat energi tabrakan tidak terbaca oleh sensor airbag.
Kalau kecelakaan beruntun ditabrak dari belakang terus mobil kita menabrak mobil di
depannya, kita amati dulu. Bisa jadi mobil yang di depan tidak mengaktifkan rem,
sehingga energi tabrakan tersalurkan juga ke mobil depan dan tidak terdeteksi sensor
airbag.
3. Diantara pernyataan berikut ini yang akan mengalami gaya terbesar jika menumbuk
tembok sehingga berhenti dalam selang waktu yang sama adalah...
a. Benda bermassa 40 kg dengan kecepatan 25 m/s
b. Benda bermassa 50 kg dengan kecepatan 15 m/s
c. Benda bermassa 100 kg dengan kecepatan 10 m/s
d. Benda bermassa 150 kg dengan kecepatan 7 m/s
e. Benda bermassa 200 kg dengan kecepatan 5 m/s
Jawabannya: D
Tumbukan yang paling menimbulkan efek yang besar adalah tumbukan yang dilakukan
dua objek dengan massa yang terbesar dan tercepat, atau dengan momentum terbesar.
Artinya, tidak karena kecepatannya saja yang tinggi yang mempengaruhi besarnya
tumbukan, namun massa yang besarpun sangat mempengaruhi. Jadi, makin besar
momentum yang dimiliki oleh sebuah benda, semakin besar efek yang timbulkan ketika
benda tersebut bertumbukkan.
4. Saat terjadi kecelakaan bagian depan mobil didesain mudah ringsek sehingga terjadi
benturan keras yang dapat berbahaya bagi pengemudi.
SEBAB
Pembuatan desain keselamatan mobil menggunakan prinsip dari gaya impuls. Selang
waktu kontak antara bagian depan mobil lebih lama dan sangat mengurangi gaya impuls
yang akan diterima pengemudi.
a. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan menunjukkan hubungan sebab akibat
b. Jika bernyataan benar, alasan benar, tapi tidak menunjukkan hubungan sebab akibat
c. Jika pernyataan benar, alasan salah
d. Jika pernyataan salah, alasan benar
e. Jika pernyataan dan alasan keduanya salah
Jawabannya: B
Dalam pembuatan desain faktor keselamatan mobil menggunakan prinsip dari gaya
impulsif. Bagian depan mobil didesain agar dapat menggumpal secara perlahan ketika
tabrakan yang terjadi sehingga menyebabkan selang waktu kontak lebih lama dan sangat
mengurangi gaya impulsif yang akan diterima pengemudi.
5. Jika dua benda mempunyai momentum sama, tetapi massa berbeda maka benda
bermassa lebih besar mempunyai energi kinetik yang lebih besar
SEBAB
Energi kinetik suatu benda berbanding lurus dengan massa dan berbanding terbalik
dengan momentum.
a. Jika pernyataan benar, alasan benar, dan menunjukkan hubungan sebab akibat
b. Jika bernyataan benar, alasan benar, tapi tidak menunjukkan hubungan sebab akibat
c. Jika pernyataan benar, alasan salah
d. Jika pernyataan salah, alasan benar
e. Jika pernyataan dan alasan keduanya salah
Jawabannya: E
Pembahasan: rumus untuk mengukur energi kinetik sebagai berikut
1 (𝑚𝑣)2 𝑝2
𝐸𝑘 = 𝑚𝑣 2 = =
2 2𝑚 2𝑚
Dari pernyataan diatas, diketahui bahwa energi kinetik berbanding lurus dengan kuadrat
momentum (p2) dan berbanding terbalik dengan massa (m). Oleh karena itu, pernyataan
dan alasan salah.
6. Sebuah truk berisi bahan peledak berada di tempat parkir. Tiba-tiba truk itu meledak dan
terpisah menjadi dua bagian dengan perbandingan massa 2 kg : 5 kg. Sesaat sesudah
ledakan, bagian yang bermassa lebih kecil terlempar dengan kecepatan 20 m/s.
Kecepatan bagian mobil yang bermassa lebih besar adalah...
a. 10 m/s
b. 8 m/s
c. 6 m/s
d. 4 m/s
e. 2 m/s
Jawaban: B
m1 : m2 = 2 kg : 5 kg
Momentum truk sebelum ledakan
P = (m1 + m2) v = 0 karena v awal = 0
Momentum kedua truk setelah ledakan
P1’ = m v1’ = (2 kg) (-20 m/s) = - 40 kg m/s
P2’ = m v2’ = (5kg) (v2’) = 5 kg v2’
Hukum kekekalan momentum
P1 + P2 = P1’ + P2’
0 = (- 40 kg m/s) + (5 kg v2’)
v2’ = 8 m/s
7. Sebuah benda bermassa 2,5 kg digerakkan mendatar di meja licin dari keadaan diam oleh
sebuah gaya mendatar F yang berubah terhadap waktu F = 80 + 5t. dengan t dalam sekon
dan F dalam Newton. Pada saat t =2 sekon, maka
(1) Kecepatan benda 68 m/s
(2) Percepatan benda 36 m/s2
(3) Momentum benda 170 kg m/s
(4) Energi kinetik benda 5000 joule
Pernyataan yang benar adalah...
a. (1), (2), dan (3)
b. (1) dan (3)
c. (2) dan (4)
d. (4)
e. Semua pernyataan benar
Jawabannya: A
Pembahasan:
Pernyataan 1: 𝑉𝑡 = ∫ 𝑎𝑑𝑡 = ∫ 32 + 2𝑡𝑑𝑡 = 32𝑡 + 𝑡 2 + 𝑉0
Dengan benda mula-mula diam (V0 = 0) dan (t = 2 sekon) sehingga kecepatannya
Vt = 32t + t2 +V0 = 32 (2) + (2)2 +0 = 68 m/s (pernyataan benar)
𝐹 80+5𝑡
Pernyataan 2: 𝑎 = 𝑚 = = 36 𝑚/𝑠 2 (pernyataan benar)
2,5𝑘𝑔

Pernyataan 3: p = mv = (2,5kg)(68m/s) = 170 kgm/s (pernyataan benar)


1 1
Pernyataan 4: 𝐸𝑘 = 𝑚𝑣 2 = 2,5𝑘𝑔. (68)2 = 5780 𝐽 (pernyataan benar)
2 2

8. Dua buah benda A dan B bermassa sama. Kecepatan awal benda A 5 m/s kekanan dengan
percepatan tetap, setelah 2 detik dan menempuh 14 meter benda A bertumbukan dengan
benda B. jika sebelum tumbukan benda B bergerak ke kiri dengan kelajuan 15 m/s. Setelah
tumbukan A dan B menempel dan bergerak bersama, maka besar kecepatan kedua benda
setelah tumbukan adalah....
a. 10 m/s
b. 12 m/s
c. 15 m/s
d. 20 m/s
e. 25 m/s
Jawab : B
Mula-mula menggunakan persamaan gerak lurus berubah beraturan untuk mencari nilai
percepatan dan kecepatan saat bertumbukan
S = vo.t + ½ . a. t2
14 = 5.2 + ½ . a. 4
a = 2 m/s2
Vt 2 = vo2 + 2as
Vt2 = (5 m/s)2 + 2.2 m/s2.14 m
Vt = 9 m/s
Menggunakan persamaan hukum kekekalan momentum
m1.v1 + m2.v2 = (m1+m2)v’
m . 9 m/s + m . 15 m/s = 2m.v’
V’ = 12 m/s
9. Dua sepeda motor A dan B massanya masing-masing 80 kg dan 100 kg bergerak pada
lintasan lurus dengan kelajuan 15 m/s dan 16 m/s. Hitunglah besardan arah momentum
resultan A dan B.
a. Sepeda motor A dan B bergerak ke utara
b. Sepeda motor A bergerak ke utara sedangkan B ke selatan
c. Sepeda motor A bergerak ke utara sedangkan B ke timur
Jawab:
mA = 80 kg , vA = 15 m/s
mB = 100 kg , vA = 16 m/s
Besar momentum A dan B adalah:
PA = mA . vA = 80 kg . 15 m/s = 1200 kg m/s
PB = mB . vB = 100 kg . 16 m/s = 1600 kg m/s
a. P = PA + PB = 1200 kg m/s + 1600 kg m/s = 2800 kg m/s (searah)
b. P = PA - PB = 1200 kg m/s – 1600 kg m/s = - 400 kg m/s (berlawanan arah)

c. 𝑃 = √PA 2 + 𝑃𝐵 2 = √12002 + 16002


P = 2000 kg m/s
𝑃 1600 4
Arah momentum resultan: tan = 𝑃𝐵 = 1200 = 3
𝐴
4
Sehingga arc tan 3 = 530

10. Sebuah mobil memliki massa sebesar 1779 kg yang membawa 3 penumpang dengan massa
rata-rata 70 kg. Apabila mobil memiliki kecepatan mula-mula 50 km/jam kemudian
membentur trotoar dan terjadi pengurangan kecepatan menjadi 30 km/jam (berarti terjadi
tumbukan lenting sebagian). Lalu menghantam pohon dan kecepatan turun lagi menjadi 21
km/jam (kembali tumbukannya lenting sebagian). Terakhir mobil itu menabrak tiang listrik
dan berhenti (yang terkahir ini merupakan tumbukan tidak lenting sama sekali).
a. Berapakah besar impuls yang dialami mobil saat membentur trotoar, menghantam pohon,
dan menabrak tiang listrik?
b. Berapakah energi kinetik yang hilang saat mobil membentur trotoar, menghantam pohon,
dan menabrak tiang listrik?
c. Mengapa tiang listrik baik-baik saja saat terjadi tabrakan? diasumsikan tinggi tiang listrik
kira-kira 7 meter lalu diameternya adalah 124 mm
Jawaban:
a. Besar impuls yang dialami benda adalah
 kecepatan awal v1 = 50 km/jam = 13,89 m/s dan kecepatan setelah membentur trotoar
menjadi v2 = 30 km/jam = 8,33 m/s.
I = mtotal . Δv = (mmobil + 3mpenumpang) x (v2 – v1)
I = [(1779 + 3 x 70) kg] x [(8,33 – 13,89) m/s]
I = - 11058,84 Ns
 kecepatan v2 = 30 km/jam = 8,33 m/s dan setelah menghantam pohon menjadi v3 = 21
km/jam = 5,83 m/s
I = mtotal . Δv = (mmobil + 3mpenumpang) x (v2 – v1)
I = [(1779 + 3 x 70) kg] x [(5,83 – 8,33) m/s]
I = - 4972,5 Ns
 kecepatan v3 = 21 km/jam = 5,83 m/s dan setelah menabrak tiang listrik berhenti maka
v4 = 0
I = mtotal . Δv = (mmobil + 3mpenumpang) x (v2 – v1)
I = [(1779 + 3 x 70) kg] x [(0 – 5,83) m/s]
I = - 11595,87 Ns
b. Besar energi kinetik yang hilang adalah
 Membentur trotoar
1
ΔEK = EK2 – EK1 = 2 mtotal (v22 – v12)
1
ΔEK = x [(1779 + 3 x 70) kg] x [(8,33 m/s)2 – (13,89 m/s)2]
2

ΔEK = - 122863,7 J
 Menghantam pohon
1
ΔEK = EK3 – EK2 = 2 mtotal (v32 – v22)
1
ΔEK = x [(1779 + 3 x 70) kg] x [(5,83 m/s)2 – (8,33 m/s)2]
2

ΔEK = - 70410,6 J
 Menabrak tiang listrik
1
ΔEK = EK4 – EK3 = 2 mtotal (v42 – v32)
1
ΔEK = x [(1779 + 3 x 70) kg] x [(0 m/s)2 – (5,83 m/s)2]
2

ΔEK = - 67603,9 J
c. Semua benda memiliki nilai elastisitas (istilah Mekanikanya adalah Modulus Elastik atau
Modulus Young). Tiang listrik merupakan besi maka nilai Modulus Elastik (Modulus
Young) Ybesi = 2,0 x 1011 Pa. kemudian gunakan hukum Hooke, yaitu:
𝐹
𝜎 𝑘 𝑥 ∆𝐿 𝐿 𝑘𝑥𝐿
𝑌= = 𝐴 = 𝑥 =
𝜀 ∆𝐿 𝐴 ∆𝐿 𝐴
𝐿
𝑌𝑥𝐴
𝑘=
𝐿
kita asumsikan tinggi tiang listrik kira-kira 7 meter lalu diameternya adalah 124 mm =
0,124 m[2] . Asumsikan bila energi yang dibawa mobil ini ditransfer seluruhnya kepada
tiang listrik.
EK = EPbesi
1 1
m.v32 = k ΔL2
2 2
𝑌𝑥𝐴
m.v32 = ΔL2
𝐿
m m 2
𝑚𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑣3 2 𝑥 𝐿 [(1779 + 3 x 70) kg] x [(0 )2 X (5,83 ) X (7m)]
ΔL = 2
1 = 1
s s
𝑌 𝑥 𝜋𝐷 2 (2,0 𝑥 1011 𝑃𝑎)𝑥 𝜋 𝑥 (0,124 𝑚)2
4 4

ΔL2 = 1,96 x 10-4 m2


ΔL = 0,014 m = 14 cm
itu artinya jika semua energi yang dibawa mobil ini diterima oleh tiang listrik maka pada
tiang listrik hanya akan terjadi penyok sedalam 1,4 cm saja. Namun nyatanya yang rusak
adalah bamper mobil ini menandakan bahwa material tiang listrik ternyata lebih kuat
ketimbang bamper mobil.