Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

IDENTIFIKASI GLIKOSIDA
Dibuat untuk memenuhi salah satu tugasMata Kuliah Praktikum Farmakognosi

Disusun Oleh :

Aas Catia Asih (1804277002)


Agus Setiawan (1804277005)
Iir Rohimah (1804277018)
Sidik Alimul Hakim (1804277033)

PROGRAM STUDI D III FARMASI

STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS

2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Glikosida adalah senyawa yang menghasilkan satu atau lebih gula


sebagai produk hidrolisis. Yang paling sering muncul adalah β-D-glikosa
walaupun rhamnosa, digitoxa, cymarosa dan gula lain merupakan
komponen glikosida. Glikosida merupakan senyawa yang terdiri atas dua
bagian senyawa, yaitu senyawa gula (glikon) dan senyawa bukan gula
(aglikon/genin). Kedua senyawa ini dihubungkan oleh sebuah ikatan yang
berupa jembatan oksigen-glikosida (diocsin), jembatan nitrogen-glikosida
(adenosine), jembatan sulfur –glikosida (sinigrin), maupun jembatan
karbon-glikosida (barbaloin).Glikosida berbentuk kristal atau amorf.
Umumnya mudah larut dalam air atau etanol encer. (kecuali pada glikosida
resin). Oleh karena itu, banyak sediaan-sediaan farmasi mengandung
glikosida umumnya diberikan dalam bentuk ekstrak, eliksir ataupun tingtur
dengan kadar etanol yang rendah.Aglikon dari glikosida terdiri dari banyak
jenis senyawa kimiawi. Senyawa-senyawa kimiawi tersebut meliputi
senyawa-senyawa alkoholik fenolik, isotiosianat, nitril sianogenetik,
turunan antrasen, flavonoid dan fenolik, flavonoid dan steroid. Bagian
aglikon atau genin terdiri dari berbagai macam senyawa organik, seperti
triterpena, steroid, antrasena, maupun senyawa-senyawa yang
mengandung gugus fenol, alkohol, aldehid, keton dan ester.Jembatan
glikosida yang menghubungkan glikon dan aglikon ini sangat mudah
terurai oleh pengaruh asam, basa, enzim, air, dan panas. Bila kadar asam
atau basa semakin pekat, ataupun bila semakin panas lingkungannya, maka
glikosida akan semakin cepat terhidrolisis. Pada saat glikosida terhidrolisis
maka molekul akan pecah menjadi dua bagian yaitu glikon dan aglikon.
Dalam bentuk glikosida, senyawa ini larut dalam pelarut polar seperti air.
Namun, bila sudah terurai maka aglikonnya tidak larut dalam air
melainkan larut dalam pelarut organik nonpolar.

SIFAT DAN PEMBAGIAN GLIKOSIDA

1. Sifat Glikosida

Karena glikosida mempunyai ikatan dengan gula, maka :


 Mudah larut dalam air, yang bersifat netral
 Dalam keadaan murni; berbentuk kristal tak berwarna, pahit
 Larut dalam alkali encer
 Mudah terurai dalam keadaan lembab, dan lingkungan asam
 Glikosida gula + non gula
 Tidak dapat mereduksi larutan Fehling, tapi setelah dihidrolisa gula
dapat mereduksi larutan Fehling
 Dapat dihidrolisa dengan adanya enzim dan air dan asam.
2. Pembagian Glikosida
Klasifikasi banyak dilakukan, sebagaian berdasarkan atas
gulanya, sebagian atas aglikonnya, dan yang lainnya berdasarkan
aktifitas farmakologinya.
a. Pembagian berdasarkan Fergusin :
1. Glikosida sterol (gikosida jantung)
2. Saponin
3. Glikosida antrakinon
4. Glikosida resin
5. Tanin
6. Aneka glikosida (zat aroma, tonika, zat pahit, dan zat warna)
b. Pembagian menurut Gathercoal :
1. Golongan fenol (arbutin, hesperidin, dan lain- lain)
2. Golongan alkohol (salicin, populin, dll)
3. Golongan aldehid (salinigrin, amigdalin, dan lain- lain)
4. Golongan glikosida asam (jalapa, gaulterin, dan lain- lain)
5. Golongan antrakinon (rheum, senna, dan lain- lain)
6. Golongan sianophora (glikosida sianogenetik), prunasin,
sambunigrin, dan lain-lain.
7. Golongan tiosianat (sinigrin, sinalbin, dan lain- lain)
8. Saponin (senega, sarsaparilla, dan lain-lain)
9. Glikosida jantung (digitoksin, antropantin, dan lain- lain)
c. Pembagian menurut Claus
1. Golongan kardioaktif
2. Golongan Antrakinon
3. Golongan Saponin
4. Golongan Sanopora
5. Golongan Isotiosianat
6. Golongan Flavonol
7. Golongan Alkohol
8. Golongan Aldehid
9. Golongan Fenol
10. Golongan lain, termasuk diantaranya zat netral
d. Pembagian Lainnya
1. Glikosida Fenol
a. Golongan fenol (arbutin)
b. Golongan Lakton (kumarin)
c. Golongan Antrakinon (emodin)
d. Golongan dengan kerangka C6-C3-C6 (flavonoid).
2. Glikosida Alkohol
a. Alkohol steroid (digitoksin)
b. Saponin steroid
c. Alkohol terpen
d. Alkohol triterpen
3. Glikosida Sianhidrin (glikosida pada resaceae dan Linanceae)
4. Glikosida Mustard Oil (sinalbin, sinigrin).

BIOSINTESIS GLIKOSIDA
Jalan reaksi utama dari pembentukan glikosida meliputi pemindahan
(transfer) gugusan uridilil dari uridin trifosfat (UTP) ke suatu gula-l-fosfat.
Enzim-enzim yang bertindak sebagai katalisator pada reaksi ini adalah
uridilil transferase dan telah dapat diisolasi dari binatang, tanaman dan
mikroba. Sedang gula fosfatnya dapat pentosa, heksosa dan turunan gula
lainnya. Pada tingkat reaksi berikutnya enzim yang digunakan adalah
glikolisis transferase, dimana terjadi pemindahan (transfer) gula dari uridin
difosfat kepada akseptor tertentu (aglikon) dan membentuk glikosida
a. U T P + Gula-l-fosfat UDP – gula + PP1
b. UDP – Gula + akseptor Akseptor – gula + UDP (glikosida)
Apabila glikosida telah terbentuk, maka suatu enzim lain akan bekerja
untuk memindahkan gula lain kepada bagian monosakarida sehingga
terbentuk bagian disakarida. Enzim serupa terdapat pula dalam tanaman
yang mengandung glikosida lainnya yang dapat membentuk bagian di-, tri-
dan tetrasakarida dari glikosidanya dengan reaksi yang sama.

2.1 Tujuan percobaan


1. Mengidentifikasi beberapa macam glikosida secara kimia
kromatografi.
2. Memahami sifat-sifat umum glikosida dan mengetahui beberapa cara
ekstraksinya.
BAB II
METODOLOGI

1.2 Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Hari, tanggal : Sabtu, 07 Desember 2019
Waktu : 08.00-11.20
Tempat praktikun : Laboratorium farmakognosi Prodi D-III Farmasi
STIKes Muhammadiyah Ciamis
2.2 Percobaan
A. Reaksi identifikasi terhadap glikosida jantung
Siapkan serbuk contoh bahan sebanyak 10 kg dan dimserasi selama
1 jam menggunakan penyari alkohol 50-70%,saring dan filtratnya
ditambah larutan Pb-asetat pekat sampai pengendapan terjadi dengan
sempurna (endapan terdiri dari pigmen,protein,alkaloid dan senyawa
lain selain glikosida). Pisahkan endapan tersebut melalui pemusingan
sepranatan yang jernih ditambah larutan natrium sulfat 6,3% (untuk
menghilagkan sisa-sisa Pb). Apabila terjadi endapan ,pusingkan
kembali dan ambil supranatannya yang mengandung glikosida.
Supernatan ini kemudian disari dengan kloroform sebanyak 3 kali,
masing-masing dengan 15-25 ml kloroform dipekatkan menjadi 5 ml.
1. Uji Keller-Kiliani
Ke dalam sebuah tabung, sari kloroform dilarutkan dengan 3
ml larutan FeCI₃ 3,5% berwarna. Pada pertemuan dua lapisan
terjadi warna coklat (menunjukkan adanya gula dioksi, sementara
lapisan cairan bagian atas terjadi warna hijau dari inti steroid),
menunjukkan adanya glikosida jantung.
2. Dengan pereaksi Liebermann-Burchard : (pereaksi L-B harus
dibuat segar)
Ambil sari kloroform secukupnya, encerkan denngan metanol
3-5 kali lipat volume asal kemudian tambahkan pereaksi
Liebermann-Buchard (campuran 5 ml asam asetat anhidrat dan 5
ml asam sulfat pekat tambahkan pada 50 ml etanol absolut dingin),
akan terjadi warna biru atau hijau. (yang positif tidak hanya
gglikosida jantung, tetapi semua steroid dan triterpen).
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. HASIL
 Uji Keller-kiliani
Perlakuan Hasil
1. Siapkan 3 ml larutan FeCl3
3,5% bewarna dan masukkan
ke dalam tabung
2. Larutkan sari kloroform ke
dalam FeCl3
3. Amati hasil Terjadi gumpalan dan pada
pertemuan dua lapisan terjadi warna
coklat lapisan cairan bagian atas
tejadi warna hijau

 Uji dengan Pereaksi Baljet (Larutan asam pikrat dalam asam)


Perlakuan Hasil
1. Siapkan kloroform Larutan yang berwarna hijau
secukupnya berubah menjadi jingga setelah
2. Encerkan dengan methanol didiamkan beberapa saat. Hal
3-5 kali lipat colume asal tersebut menujukan adanya
3. Tambahkan pereaksi baljet glikosida dengan aglikon
4. Amati hasil kardenolida. Sehingga menunjukan
positif terhadap uji baljet

 Dengan pereaksi Liebermann-Burchard : (Pereaksi L-B harus dibuat


segar
Perlakuan Hasil
1. Kloroform secukupnya Terjadi pembentukan warna hijau
2. Encerkan dengan mentanol hal ini berarti pada senyawa daun
3-5 kali kencur tidak hanya terdapat
3. Tambahkan pereaksi glikosida jantung tetapi terdapat
campuran 5 ml asam asetat pula semua senyawa steroid dan
anhidrat dan 5 ml asam sulfat trierpen
pekat tambahkan kepada 50
ml etanol absolut dingin
4. amati hasil

B. PEMBAHASAN
Glikosida merupakan senyawa yang dapat larut dalam pelarut polar
sehingga pada pembuatan larutan percobaan, sampel disari dengan
menggunakan etanol 95%-aquades, penyarian dilakukan dengan
menggunakan alat pendingin alir balik, ini bertujuan untuk mengambil sari
berdasarkan perbedaan titik didihnya yaitu dengan cara menggunakan sampel.
Namun pada praktikum kali ini tidak digunakan alat pendingin alir balik
karena waktu yang diperlukan alat ini untuk bekerja sangat lama sehingga
pada praktikum kali ini sari diperoleh dengan cara sampel diuapkan pada hot
plate pada suhu 110 ̊C. Filtrat yang dihasilkan jumlahnya sedikit yaitu 12,5
ml. Diakibatkan banyaknya glikosida yang diikat oleh penyari teruapkan.
Akibatnya glikosida yang tekandung pada sari yang diperoleh jumlahnya
sedikit, kesalahan ini dapat memmpengaruhi percobaaan untuk identifikasi
aglikon kardenolida dan dua-deoksi gula.
Dikarenakan timbul rasa khawatir larutan percobaan tidak jadi dan
setelah dikonsultasikan pada asisten dosen yang sedang bertugas maka upaya
pengatasan peristiwa ini dengan menyari kembali sampel yang telah disari
(zat pengotor) menggunakan bahan penyari dan perlakuan yang sama dengan
harapan mendapatkan glukosida sisa.
Flitrat yang dihasilkan direaksikan dengan penambahan Pb (II) asetat
untuk mendapatkan klorofil yang telah larut dalam alkohol.
Untuk memperoleh komponen yang hanya larut dalam etanol 95%-
aquades maka filtrat disari dengan pelarut organik.
Penyarian dengan menggunakan pelarut organik ini dilakukan satu kali
saja dikarenakan waktu yang tidak mencukupi, hal ini dapat mempengaruhi
kualitas sari.
Sari yang diperoleh selanjutnya ditambahi Na2SO4 – anhidrat untuk
mengikat air yang masih terkandung pada glikosida .
Uji Identifikasi Umum terhadap glikosida (Liebermann burchard)
Sari yang telah disari dari campuran Na2SO4- anhidrat diuapkan
sebanyak 10 ml selama 3 jam 23 menit. Waktu yang lama disebabkan suhu
yang digunakan terlalu rendah yaitu 60 ̊C.
Sari yang telah diuapkan direaksikan dengan asam asetat anhidrat
kemudian ditetesi asam sulfat tidak menghasilkan warna biru (menghasilkan
larutan putih susu) .
Hasil dari identifikaasi ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama
identifikasi gagal karena sari yang digunakan tidak baik. Kemungkinan kedua
yaitu dalam sampel memang tidak mengandung glikosida.
Uji identifikasi terhadap glikosida jantung
Sari yang telah diuapkan ditambahan pereaksi baljet setelah ditunggu
dalam waktu 3 menit tidak dihasilkan warna jingga. Hasil negatif ini dapat
disebabkan karena gagalnya proses percobaan atau dalam sampel memang
tidak terkandung glikosida dan aglikon kardenolida.
Sari yang telah ditambahkan asam asetat kemudian ditambahkan
dengan 1 tetes FeCl3 0,3 M ditemukan adanya cincin warna merah coklat
pada bagian atas cincin terjadi perubahan warna menjadi warna hijau setelah
selang waktu 1 detik kemudian cincin tersebut menghilang setelah selang 3
detik.
Perubahan warna ini disebabkan adanya logam transisi (Fe) yang
memiliki warna berbeda jika berikatan dengan senyawa yang berbeda.
Campuran ini selanjutnya ditambahkan dengan H2SO4 3 ml dan
FeCl3 0,3 M sebanyak 1 tetes. Kemudian ditemukan terbentuknya cicncin
coklat merah namun cincin ini tidak berlangsung lama. Hanya dalam setengah
detik cincin sudah berubah menjadi warna hijau muda dan setengah detik juga
waktu yang diperlukan cincin ini untuk menghilang.
BAB IV
KESIMPULAN
Dari beberapa percobaan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Pada uji Keller-Kiliani ini Terjadi gumpalan dan pada pertemuan dua
lapisan terjadi warna coklat lapisan cairan bagian atas tejadi warna hijau.
Hal ini menunjukan adanya glikosida jantung.
2. Pada Uji Preaksi Baljet ini Larutan yang berwarna hijau berubah menjadi
jingga setelah didiamkan beberapa saat. Hal tersebut menujukan adanya
glikosida dengan aglikon kardenolida. Sehingga menunjukan positif
terhadap uji baljet. Hal ini sesuai dengan teori yang dibaca.
3. Pada Uji Pereaksi Liebermann-Burchard, Terjadi adanya pembentukan
warna hijau hal pada sari kencur, hal ini menunjukan bahwa senyawa daun
kencur tidak hanya terdapat glikosida jantung tetapi terdapat pula semua
senyawa steroid dan trierpen.
4. Pada Uji Identifikasi Glikosida ketika ditetei asam sulfat tidak
menghasilkan warna biru melinkan menghasilkan larutan putih susu. Hal
ini dapat terjadi karena ada 2 kemungkinan. Kemungkinan pertama
identifikasi gagal karena sari yang digunakan tidak baik. Kemungkinan
kedua yaitu dalam sampel memang tidak mengandung glikosida.

DAPTAR PUSTAKA
Anonym, 1995, Farmakope Indonesia Ed. IV, Depkes RI, Jakarta.

Dir, Jend. POM., Materia Medika, Jilid I, Depkes RI, Jakarta.