Anda di halaman 1dari 4

Nordiansyah

dan Nurul | Rencana Partus Pervaginam pada Kehamilan Aterm dengan Presentasi Bokong dan Ketuban
Pecah Dini

Rencana Partus Pervaginam pada Kehamilan Aterm dengan Presentasi


Bokong dan Ketuban Pecah Dini

Nordiansyah Putra, Nurul Utami
Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Abstrak
Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin letak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong di bagian
bawah kavum uteri.Kejadian presentasi sungsang sebelum 34 minggu memiliki persentase 28%. Ketuban pecah dini (KPD)
merupakan keadaan pecahnya selaput ketuban sebelum persalinan. Insiden KPD pada tahun 2012 di Provinsi Lampung
sebesar 3,8 per 100.000 kelahiran hidup. Pasien Ny. Ui usia 30 tahun di rujuk oleh bidan dengan letak sungsang. Pasien
mengeluh keluar air-air dari kemaluannya sejak 5 jam dengan warna agak keruh dan tidak berbau. Hasil pemeriksaan fisik
dalam batas normal. Pada pemeriksaan dalam didapatkan porsio lunak, pendataran servix 100%, pembukaan servix 8 cm,
ketuban tidak utuh, penurunan hodge II. Pasien didiagnosis dengan G2P1A0 hamil 39 minggu inpartu kala 1 fase aktif
dengan riwayat pecah ketuban dini 5 jam janin tunggal hidup dengan presentasi bokong dan direncanakan partus
pervaginam.

Kata kunci : letak sungsang, ketuban pecah dini, partus pervaginam



Vaginal Birth Aterm Pregnancy with History Premature Ruptur of The
Membranes and Breech Presentation

Abstract
A breech presentation is a condition where the fetus lies lengthwise with fundus uterine and buttocks at the bottom of the
uterine cavity. Incident of breech presentation before 34 weeks has a percentage of 28%. Premature rupture of the
membranes is a condition in pregnancy which the membranes rupture prior to the onset of labor. Premature rupture of
membranes incident in 2012 in Lampung province was 3.8 per 100,000 live births. Patients Ny. Ui age of 30 years in
referred by midwives with breech presentation. Patients came with bloody show since 5 hours with color rather murky
and not smelly. Physical examination results are within normal limit. Internal examination shows soft portio , flattening of
the cervix, opening of the cervix 8 cm. Patients was diagnosed with G2P1A0 39 weeks pregnancy inpartu of the active
phase with a history of premature ruptured membranes and breech presentation.

Keywords : breech presentation, premature rupture of the membrane, vaginal birth

Korespondensi : Nordiansyah putra, S.Ked, Alamat Jl. Kiwi, Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung, HP
082280825447, email nordiansyahputra123@gmail.com


Pendahuluan minggu, janin tidak bisa bergerak bebas dalam
Letak sungsang merupakan keadaan rahim sehingga kejadian persalinan sungsang
dimana janin terletak memanjang dengan hanya terjadi 3-4% dari keseluruhan persalinan
kepala di fundus uteri dan bokong di cukup bulan.3
bagian bawah kavum uteri. Persalinan Andayani dan Sudjaswati mencatat
sungsang merupakan salah satu penyulit bahwa dari 100 sampel yang diambil secara
persalinan yang dapat menyebabkan kematian acak, presentasi bokong menjadi indikasi
janin. Hal ini disebabkan karena malpresentasi bedah seksio caesaria terbanyak ketiga dengan
janin dapat menyebabkan partus lama bahkan jumlah 15% di RS PKU Muhammadiyah
partus macet.1,2 Yogyakarta. Penelitian yang dilakukan oleh
Kejadian presentasi sungsang selama Gondo dan Sugihara di RSUP Sanglah Bali
kehamilan sebelum 34 minggu memiliki mencatat adanya peningkatan angka
persentase 28%, namun janin masih bisa persalinan bedah seksio caesaria atas indikasi
bergerak untuk kembali mendapatkan presentasi bokong dari tahun 2001 yang
presentasi kepala. Setelah usia kehamilan 34

J Medula Unila | Volume 7 | Nomor 2 | April 2017 | 81


Nordiansyah dan Nurul | Rencana Partus Pervaginam pada Kehamilan Aterm dengan Presentasi Bokong dan Ketuban
Pecah Dini

berjumlah 5,8% menjadi 14,8% di tahun laboratorium didapatkan Hb 12 g/dl, HT 30%,


2006.4,6 leukosit 12.500%, trombosit 154.000%, MCV
Ketuban pecah dini (KPD) atau 80 fl, MCH 27 pg.
Premature Rupture of Membrane (PROM) Berdasarkan hasil anamnesis,
merupakan keadaan pecahnya selaput ketuban pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
sebelum persalinan, apabila ketuban pecah didapatkan diagnosis G2P1A0 hamil 39 minggu
dini sebelum usia kehamilan 37 minggu, maka inpartu kala 1 fase aktif dengan riwayat
disebut sebagai ketuban pecah dini prematur ketuban pecah dini 5 jam janin tunggal hidup
atau Preterm Premature Rupture of Membrane presentasi bokong. Terapi yang diberikan
(PPROM). Insiden KPD pada tahun 2012 di Intravenous Fluid Drip (IVFD) Ringer laktat 20
Provinsi Lampung sebesar 3,8 per 100.000 tetes permenit, ampisilin 3x1 gr IV, evaluasi
kelahiran hidup. KPD menyebabkan Angka dengan partogtraf WHO modifikasi dan
Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Lampung rencana partus pervaginam.
sebesar 13,6% dan menyebabkan Angka
Kematian Bayi (AKB) sebesar 17,1% akibat Pembahasan
komplikasi asfiksia.7,8 Pasien ini didiagnosis sebagai G2P1A0
hamil 39 minggu inpartu kala I fase aktif janin
Kasus tunggal hidup (JTH) presentasi bokong dengan
Seorang wanita usia 30 tahun, datang ke ketuban pecah dini. Dasar diagnosis pasien ini
Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul adalah keluhan perut mulas menjalar hingga
Moeloek dirujuk oleh bidan dengan keluhan ke pinggang sejak 5 jam yang lalu, yang
mau melahirkan dengan janin letak sungsang dirasakan hilang timbul dan semakin kuat dan
dan ketuban pecah dini. Pasien mengeluh sering. Pasien juga mengeluh keluar air-air dari
perut mulas kemudian menjalar hingga ke kemaluannya sejak 5 jam dengan warna agak
pinggang sejak 5 jam yang lalu. Keluhan keruh dan tidak berbau. Hasil pemeriksaan
dirasakan hilang timbul dan semakin lama fisik didapatkan dalam batas normal.
semakin kuat dan sering. Pasien juga mengeluh Pada pemeriksaan status obstetri
keluar air-air dari kemaluannya sejak 5 jam didapatkan tinggi fundus uteri 32 cm, letak
dengan warna agak keruh dan tidak berbau. memanjang punggung kiri, presentasi bokong,
Riwayat trauma tidak ada, riwayat penurunan 4/5, kontraksi positif, denyut
bersenggama sebelumnya tidak ada, riwayat jantung janin 130 x/menit, taksiran berat janin
keputihan tidak ada, riwayat minum jamu atau 3100 g. Pada pemeriksaan inspekulo
obat-obatan tidak ada. Pasien kemudian pergi pendataran servix 100%, pembukaan servix 8
ke bidan dan dikatakan anak letak sungsang. cm, ketuban tidak utuh, bagian terendah
Pasien kemudian di rujuk ke RSAM. Pasien bokong penunjuk sakrum kiri depan,
mengatakan hamil cukup bulan dan gerakan penurunan hodge II. Hasil pemeriksaan
anak masih dapat dirasakan. laboratorium dalam batas normal.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan Penatalaksanaan pada pasien ini sudah tepat
kesadaran kompos mentis, tekanan darah dengan rencana persalinan pervaginam
110/80 mmHG, nadi 90 x/menit, pernapasan berdasarkan skor zatuchni-andros didapatkan
20 x/menit, dan suhu 36,6 oC. Pada skor 5. Faktor-faktor yang memegang peranan
pemeriksaan status obstetri didapatkan tinggi dalam terjadinya letak sungsang diantaranya
fundus uteri 32 cm, letak memanjang ialah prematuritas, multiparitas, hamil kembar,
punggung kiri, presentasi bokong, penurunan hidramnion, hidrosefalus, plasenta previa dan
4/5, kontraksi positif, denyut jantung janin 130 panggul sempit. 9
x/menit, taksiran berat janin 3100. Pada Terdapat beberapa jenis letak sungsang
pemeriksaan inspekulo didapatkan portio lipid, yaitu presentasi bokong (frank breech),
ostium uteri terbuka, fluor tidak ada, laserasi presentasi bokong kaki sempurna (complete
tidak ada, polip tidak ada, tes lakmus positif. breech), presentasi bokong kaki tidak
Pada pemeriksaan dalam di dapatkan porsio sempurna dan presentasi kaki (incomplete or
lunak, posisi anterior, pendataran servix 100%, footling). Pada presentasi bokong dapat
pembukaan servix 8 cm, ketuban tidak utuh, dilakukan beberapa jenis persalinan
bagian terendah bokong penunjuk sakrum kiri pervaginam yaitu dengan persalinan spontan
depan, penurunan hodge II. Pada pemeriksaan (spontaneus breech), manual aid (partial

J Medula Unila | Volume 7 | Nomor 2 | April 2017 | 82



Nordiansyah dan Nurul | Rencana Partus Pervaginam pada Kehamilan Aterm dengan Presentasi Bokong dan Ketuban
Pecah Dini

breech extraction; assisted breech delivery), Pecahnya selaput ketuban pada kehamilan di
ekstraksi sungsang (total breech extraction). atas 20 minggu sebelum inpartu. Faktor risiko
Pada persalinan spontan (spontaneus breech) terjadinya ketuban pecah dini belum diketahui
janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga secara pasti diantaranya: (1) Infeksi (2) Selaput
ibu sendiri. Pada manual aid (partial breech ketuban terlalu tipis (kelainan ketuban) (3)
extraction; assisted breech delivery) janin Multigravida, polihidramnion, gemelli (4)
dilahirkan sebagian menggunakan tenaga dan Pengaruh hormon (5) Penyakit-penyakit seperti
kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga pielonefritis, sistitis, dan vaginitis (6) Faktor-
penolong. Sementara persalinan dengan faktor predisposisi lainnya seperti malposisi,
ekstraksi sungsang (total breech extraction) serviks inkompeten, diproporsi sefalo pelvik,
janin dilahirkan seluruhnya menggunakan dan diproporsi sefalopelvik.10,11
tenaga penolong. Ketuban pecah dini dapat
diklasifikasikan berdasarkan usia kehamilan,
Tabel 1.Skor Zachtuchni Andros yaitu (1) Preterm Premature Rupture of The
Membrane (PPROM) (2) Term Premature
Skor Zachtuchni Andros
Rupture of The Membrane (TPROM). PPROM
Parameter Nilai adalah ketuban pecah dini yang terjadi pada
usia kehamilan <37 minggu. TPROM adalah
0 1 2 ketuban pecah dini yang terjadi pada usia
Paritas Primi Multi - kehamilan >37 minggu. Penatalaksanaan
Pernah letak Tidak 1 kali 2 kali ketuban pecah dini tergantung dari usia
sungsang kehamilan. Jika umur kehamilan <32-34
TBJ >3650 g 3649- <3176 minggu dengan di rawat di rumah sakit,
3176 g g
diberikan antibiotik. Jika usia kehamilan 32-37
Usia >39 38 <37
minggu dan belum inpartu, tidak ada infeksi,
kehamilan minggu minggu minggu
Station <-3 -2 -1 tes busa negatif diberikan deksametasone,
Pembukaan 2 cm 3 cm 4 cm diobservasi tanda-tanda infeksi dan
serviks kesejahtraan janin, dilakukan terminasi pada
kehamilan 37 minggu. Pada usia Kehamilan >37
Ket: minggu induksi dengan oksitosin. Bila gagal
≤3 : persalinan perabdominam induksi lakukan seksio sesaria, dapat pula
4 : evaluasi kembali secara cermat, khususnya berat diberikan misoprostol 25-50 µg intravaginal
badan janin, bila nilai tetap dapat dilahirkan tiap 6 jam maksimal 4 kali. Bila ada tanda-
pervaginam. tanda infeksi, diberikan antibiotik dosis tinggi
>5 : dilahirkan pervaginam dan persalinan diakhiri.7,14

Komplikasi persalinan letak sungsang Simpulan
pada persalinan perabdominam didapatkan Diagnosis pada kasus ini adalah
dari faktor ibu dan faktor bayi. Faktor ibu G2P1A0 hamil 39 minggu inpartu kala I fase
seperti perdarahan oleh karena trauma jalan aktif dengan riwayat ketuban pecah dini 5 jam
lahir atonia uteri, sisa placenta, infeksi terjadi dengan presentasi bokong. Berdasarkan
secara ascendens melalui trauma perhitungan skor zatuchni-andros didapatkan
(endometritits), trauma persalinan seperti skor 5, sehingga direncanakan partus
trauma jalan lahir, simfidiolisis. Faktor bayi pervaginam.
diantaranya Perdarahan seperti perdarahan
intrakranial, edema intrakranial, perdarahan Daftar pustaka
alat-alat vital intraabdominal dan Infeksi 1. Cunningham FG, Hoffman BL, Wernel CL,
karena manipulasi. Ketuban pecah dini (KPD) Cox SM. Williams obstetrics. Edisi ke-24.
merupakan masalah penting dalam obstetri New York: Mc Graw Hill Medical Publising
berkaitan dengan penyulit kelahiran prematur Division; 2014.
dan terjadinya korioamnionitis sampai sepsis 2. Fitriyah KN, Supriyanto S. Analisis
dan meningkatkan morbiditas dan mortalitas perilakukonsumen di rawat inap obstetri
perinatal dan menyebabkan infeksi ibu.9 dan ginekologi rumah sakit islam

J Medula Unila | Volume 7 | Nomor 2 | April 2017 | 83


Nordiansyah dan Nurul | Rencana Partus Pervaginam pada Kehamilan Aterm dengan Presentasi Bokong dan Ketuban
Pecah Dini

3. surabaya. Jurnal Administrasi Kesehatan Tamussino KF. Mode of delivery and


Indonesia. 2013; 1(1):30-1. outcome of 699 term singleton breeech
4. Krebs L. Breech at term early and late deliveries at a single center. Am J Obstet
consequences of mode of delivery. Dan Gynecol. 2007;187(6):1694-8.
Med Bull. 2008; 52(4):234-52. 10. Mercer BM. Preterm premature rupture
5. Andayani TM, Sudjaswadi R. Evaluasi of the membranes. Obstet Gynecol. 2009;
ekonomi penggunaan antibiotika pada 101(1):178-93.
kasus bedah sesar di Rumah Sakit PKU 11. El Messidi A, Cameron A. Diagnosis of
Muhammadiyah Yogyakarta. Indonesian J. premature rupture of membranes:
Pharm. 2007; 16(2):70-5. inspiration from the past and insight for
6. Gondo HK, Sugiharta K. Operasi Seksio the future. J Obstet Gynaecol can. 2010;
Sesarea di SMF Obstetri & Ginekologi 32(6):561-669.
RSUP Sanglah Denpasar, Bali Tahun 2001 12. Soewarto. S. Ketuban pecah dini. Dalam :
dan 2006. 2010; 37(2):97-101. Ilmu Kebidanan. Edisi Ke-4. Jakarta: PT.
7. Mohr T. Premature rupture of the Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo;
membranes. Gynakol Geburtsmed 2011. Hlm. 678-82.
Gynakol Endokrinol. 2009; 5(1):28-36. 12. Manuaba, Ida BG, Chandranita M, Fajar M.
8. Depkes. Profil Kesehatan Provinsi Pengantar kuliah obstetri. Jakarta: EGC;
Lampung. Bandar Lampung: Depkes; 2015. 2007.
9. Giuliani A, Scholl WM, Basver A,

J Medula Unila | Volume 7 | Nomor 2 | April 2017 | 84