Anda di halaman 1dari 4

Pembuktian Momen Inersia Benda Tegar : Kerucut Pejal

Ajznznzzzz

Untuk memudahkan menganalisis gambarnya bisa kita balik dengan


sumbu rotasinya berada di tengah – tengah, di mana untuk ketinggian
kerucut pejal adalah h dan untuk jari – jarinya adalah R. Selanjutnya kita
ambil bagian tertentu dari kerucut dan mencari momen inersianya
kemudian kita integralkan untuk mendapatkan momen inersia kerucut
pejal. Kita misalkan sudut yang terbentuk dengan kemiringan benda
adalah α . Untuk ketinggian bagian yang terkecil yang kita ambil kita
misalkan y dan jari – jarinya x karena bentuknya lingkaran.

Untuk ketinggian bagian terkecil di atas kita misalkan dy dan jari –


jarinya x. Kalau kita tinjau lebih jauh ternyata bagian terkecil di atas
menyerupai silinder pejal. Di mana yang kita ketahui untuk persamaan
momen inersia silinder pejal adalah :
1
I= m R2
2
(2.1)
Maka jika kita kaitkan dengan gambar di atas persamaannya akan
menjadi :
1
dI = dm x 2
2
(2.2)

Mengapa dI karena untuk I adalah momen inersia untuk kerucut pejal


sedangkan dI untuk bagian terkecil benda yang kita ambil
Mengapa dm karena untuk m adalah massa untuk kerucut pejal sedangkan
dm untuk bagian terkecil benda yang kita ambil

Untuk x adalah jari – jari


Selanjutnya kita misalkan :
m
ρ=
v
secara umum

dm
ρ=
dv
pada bagian terkecil benda

Di mana dm adalah massa pada benda dan dv volume benda


dan dv volume benda pada gambar yaitu π x 2 dy maka persamaan yang kita
dapat :
dm dm
ρ= =
dv π x 2 dy
(2.3)

dm= ρ π x2 dy (2.4)
1
Maka persamaan di atas kita masukan pada dI = dm x 2 maka
2
menghasilkan persamaan :
1
dI = ρ π x2 x 2 dy
2
(2.5)

1
dI = ρ π x 4 dy
2
(2.6)
Untuk memecahkan dy nya kita perlu mencari tan α pada kerucut. Ingat
untuk mencari tan α sisi depan di bagi sisi apitnya. Pada kasus kerucut di
atas maka tan α nya adalah :
x
tan α = y untuk segitiga yang kecil pada kerucut
R
tan α = h untuk segitiga yang besar pada kerucut

maka hubungannya dapat kita tuliskan :


x R h
tan α = y = h atau y=
R
x

maka untuk dy nya kita dapat tuliskan :


h
d y=
R
dx (2.7)

1 4
Persamaan di atas kita subsitusikan ke persamaan dI = 2 ρ π x dy maka akan
menghasilkan persamaan :
1 h
dI = ρ π x 4 dx
2 R
(2.8)

Selanjutnya kita mencari momen inersianya (I) dengan cara


menintegralkannya. Semua konstanta kita keluarkan dulu maka :
R
1 πh
I= ρ ∫ x 4 dx (2.9)
2 R 0

Mengapa batas atasnya R karena variasi x pada kerucut pejal memenuhi


jari – jarinya yaitu R.
1 πh 1 5
I= ρ
2 R 5
x ] R−0 (2.10)

m
Di mana ρ=
v maka :
1 m πh 1 5
I=
2 v R 5
R (2.11)

1
Di mana volume kerucut pejal adalah π R2h maka persamaan di atas
3
dapat kita tuliskan :
1 m πh 1 5
I= R
21
π R2 h
R 5 (2.12)
3

1 3 3 1 3
× = × =
2 1 2 5 10

R3 2
5
=R
R

3
I=
10
m R2 momen inersia kerucut pejal.