Anda di halaman 1dari 19

APLIKASI KOMPLEMENTER

Konsep Back Massage, Hand Massage, dan Neck Massage

OLEH :

KELOMPOK 1

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA BALI

TAHUN AJARAN 2019/2020


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmatnya, kami dapat menyelesaikan makalah ini. Harapan kami semoga makalah ini dapat
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca supaya kami dapat
memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepanya dapat lebih baik lagi dan
semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk, maupun
pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan. Makalah ini kami sadari masih
banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu,
kami harapkan kepada pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat
membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Denpasar, 25 Februari 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................................i

DAFTAR ISI................................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang.......................................................................................................1


1.2 Rumusan Masalah..................................................................................................1
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................................2
1.4 Manfaat Penulisan..................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Konsep Back Massage...........................................................................................3


2.2 Konsep Hand Massage...........................................................................................7
2.3 Konsep Neck Massage...........................................................................................8

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan...........................................................................................................15
3.2 Saran.....................................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Terapi komplementer  dan alternatif adalah  terapi  dalam ruang lingkup luas
meliputi sistem kesehatan, modalitas, dan praktek-praktek yang berhubungan dengan
teori-teori dan kepercayaan pada suatu daerah dan pada waktu/periode tertentu. Alasan
yang paling umum orang menggunakan terapi komplementer adalah untuk meningkatkan
kesehatan dan kesejahteraan/wellness. Fokus  terapi komplementer adalah  kesejahteraan
yang berhubungan dengan tubuh,  pikiran, dan spirit. Terapi komplementer bertujuan
untuk mengurangi stres, meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, menghindari atau
meminimalkan efek samping, gejala-gejala, dan atau mengontrol serta menyembuhkan
penyakit. Salah satu terapi komplementer adalah massage.
Massage merupakan salah satu terapi komplementer yang menggabungkan
berbagai teknik dalam keperawatan seperti sentuhan, teknik relaksasi dan teknik distraksi.
Tujuan massage terapi adalah suatu usaha dengan jalan massage, memberikan pengaruh
yang baik terhadap keadaan patologi postrauma. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh
International Journal of Alternative and Complementary Medicine, orang yang menderita
stres dan depresi merasa ada perbaikan setelah menjalani terapi massage selama 30 menit
minimal setiap minggu. Kata massage berasal dari bahasa Arab mass yang berarti
menekan, dengan imbuhan age dari bahasa Perancis. Mungkin pula kata massage dari
bahasa Yahudi Maschesch yang berarti meraba. Yang mempergunakan kata massage
ialah lepage, seorang bangsa Perancis pada tahun 1813.
Di Indonesia massage dikenal dengan sebutan pijatan atau pijitan, pijitan terdiri
dari pijitan- pijitan lembut dengan jari- jari. Cara memijat belum mempunyai landasan
teori. Sehingga perlu adanya sarana untuk memberikan petunjuk mengenai teknik- teknik
di dalam massage. Ada beberapa teknik pijat yang biasa dilakukan masyarakat seperti
pijat pada punggung, leher dan tangan.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana konsep dari teknik back massage?
2. Bagaimana konsep dari teknik hand massage?
3. Bagaimana konsep dari teknik neck massage?

1
1.3 Tujuan Penulisan
1. Memenuhi penugasan mata kuliah Aplikasi Komplementer.
2. Mengembangkan teori tentang konsep back massage.
3. Mengembangkan teori tentang konsep hand massage.
4. Mengembangkan teori tentang konsep neck massage.

1.4 Manfaat Penulisan


1. Agar dapat memperdalam dan mempraktekkan tentang teknik back massage.
2. Agar dapat memperdalam dan mempraktekkan tentang teknik hand massage.
3. Agar dapat memperdalam dan mempraktekkan tentang teknik neck massage.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Konsep Back Massage


A. Definisi back massage
Massage merupakan salah satu di antara cara-cara perawatan tubuh yang
paling tua dan paling bermanfaat dalam perawatan fisik (badan). Back Massage
adalah pijatan di punggung dengan usapan perlahan yang dapat mengurangi rasa
nyeri, pegal dan meningkatkan hormone endorphin. Penggunaan minyak
mempermudah gerakan tangan yang lebih sempurna, dan mencegah lecet/rusaknya
jaringan-jaringan.
B. Manfaat dan tujuan back massage
Manfaat back massage adalah memperlancar peredaran darah. Dimana
massage akan membantu memperlancar metabolism dalam tubuh. Treatment 
massage  akan mempengaruhi kontraksi dinding kapiler sehingga terjadi keadaan
vasodilatasi atau melebarnya pembuluh darah kapiler dan pembuluh getah bening.
Aliran oksigen dalam darah meningkat, pembuangan sisa-sisa metabolic semakin
lancar sehingga memacu hormone endorphin yang berfungsi memberikan rasa
nyaman. Manfaat dari terapi pijat punggung begitu besar, terapi ini tidak hanya
menawarkan relaksasi secara menyeluruh, namun juga bermanfaat bagi kesehatan.
C. Indikasi dan kontraindikasi back massage
1. Indikasi massage
Back massage umumnya dianjurkan setelah bekerja berat karena sangat besar
manfaatnya dalam membantu mengembalikan tubuh dalam keadaan pulih. Back
Massage membantu menghilangkan kelelahan dengan segala gejala yang
menyertainya, seperti rasa pegal, kaku, nyeri, atau perasaan lemas.
2. Kontraindikasi massage
Dalam keadaan tertentu back massage tidak boleh dilakukan dan merupakan
kontraindikasi. Hal ini biasanya menyangkut keadaan sebagai berikut :
- Atas saran dokter tidak dilakukan back massage demi keselamatan pasien.
Dalam keadaan infeksi penyakit menular seperti cacar, campak, demam, liver,
dan lain-lain. Suhu tubuh meningkat tinggi karena infeksi.
- Menderita penyakit yang berkenaan dengan pembuluh darah seperti
arterisclerosis, thrombosis dan lain-lain.

3
- Pada setiap jenis penyakit syaraf yang berat seperti penderita chorea dan
neurathenia.
- Menderita penyakit haemophilia, karena cenderung terjadi pendarahan,
meskipun sebab yang kurang jelas.
- Pembengkakkan akibat cedera yang masih baru yang menunjukkan adanya
pendarahan di dalam. Kapiler-kapiler yang tadinya pecah dan telah menutup
dapat pecah kembali bila dimassage. Juga pada luka yang belum sembuh atau
baru sembuh.
- Menderita penyakit tumor atau kanker.
- Menderita, penyakit jantung dan paru-paru.
D. Teknik-teknik back massage
1. Teknik dasar manipulasi Effleurage
Effleurage merupakan gosokan pada kulit tanpa terjadi gerakan otot bagian
dalam. Tangan dibuat sedemikian rupa sehingga gerakannya tetap dan tekanan
yang diberikan searah dengan aliran darah balik.

2. Teknik petrissage
Petrissage adalah gerakan tangan yang dilakukan dengan teknik perasan,
tekanan, dan pencomotan otot dari jaringan dalam. Teknik Petrissage dapat
dilakukan dengan satu tangan atau kedua tangan dengan gerakan
bergelombang, berirama, tidak terputus-putus dan terikat satu sama lain.
Pengaruh fisiologis dari manipulasi petrissage terutama berhubungan dengan
suatu perintah latihan bagi saraf motorik yang merangsang fungsi otot. Selain
itu gerakan mengangkat, memeras dan menekan menyebabkan perbaikan
aliran darah dalam otot dan menambah kekuatan (tonus) otot.

4
3. Teknik dasar manipulasi Friction
Friction atau menggerus merupakan teknik gerakan putaran spiral menuju
kearah jantung. Menurut letak dan tempat bagian badan, maka manipulasi ini
dapat dilakukan dengan bermacam-macam variasi yaitu dengan menggunakan
jari, ibu jari, telapak tangan atau bahkan dengan sikut.

4. Teknik dasar manipulasi Shaking


Shaking atau mengguncang merupakan teknik dengan jari-jari membengkok,
misalnya bagian bawah dan atas pada bagian yang berotot, lengan atas dan
lengan bawah, paha atau betis yang dilakukan dengan gerakan-gerakan
kesamping, keatas dan kebawah.

5. Teknik dasar manipulasi Tapotement


Teknik dasar manipulasi tapotement merupakan teknik yang dilakukan dengan
tangan yang melibatkan pergelangan dan jari-jari yang rileks dan digerakkan
dengan cepat bergantian kanan-kiri. Teknik tapotement terdiri dari :
 Hacking ( mencincang)

5
 Beating (dengan kepalan)
 Clapping ( dengan telapak jari)
 Cupping (dengan telapak tangan di cekungkan)
 Typing (seperti mengetik)
 Spatting (cipratan)
 Chucking (tarikan lepas)

6. Teknik dasar manipulasi Vibration


Vibration atau menggetarkan merupakan teknik dasar massage dengan halus
merangsang syaraf vegetatif. Teknik vibration dilakukan dengan memberikan
getaran melalui ujung satu jari, dua jari maupun tiga jari dirapatkan. Caranya
dengan membengkokkan siku jari-jari ditekankan pada daerah yang dipijat,
kemudian kejangkan seluruh lengan tersebut, biasanya diberikan ditempat
yang sensitif (peka), misalnya bawah lekuk kepala dan sekeliling persendian.

7. Teknik dasar manipulasi Skin Rolling


Skin Rolling atau menggeser lipatan kulit merupakan teknik melepaskan kulit
dari jaringan kulit dan melebarkan pembuluh darah kapiler. Tujuannya yaitu
mempertinggi tonus dan memperbaiki pertukaran zat serta peredaran darah
dibawah kulit. Teknik untuk tempat-tempat yang kecil dapat dikerjakan
dengan satu tangan, caranya mencubit kulit, ibu jari di dorong dengan jari-jari
yang lain kedepan.

6
2.2 Konsep Hand Massage
Hand massage merupakan salah satu teknik relaksasi untuk menurunkan nyeri
dengan cara memberikan sentuhan dan tekanan yang lembut dibawah jaringan kulit. Hand
massage artinya memberikan stimulasi dibawah jaringan kulit dengan memberikan
sentuhan dan tekanan yang lembut untuk memberikan rasa nyaman (Ackley et al, 2008).
Tehnik hand massage :
1. Pijat tangan satu per satu. Ikuti langkah-langkah di bawah ini pada satu tangan
terlebih dahulu, dan kemudian ulangi pada tangan yang lain. Pijatan tangan yang baik
seharusnya berlangsung selama 5 menit per tangan.
2. Orang yang akan dipijat duduk di depan pemijat. Sebaiknya pemijat bisa menjangkau
tangan dengan nyaman. Jika memungkinkan, duduk berhadapan sehingga pemijat bisa
meraih tangannya dengan nyaman, dan letakkan handuk. Kemudian, minta menaruh
tangannya di atas handuk tersebut.
3. Tuangkan minyak atau losion pijat ke tangan. Losion memudahkan tangan bergerak di
kulit tangan. Gunakan sekitar 1/4 atau 1/2 sendok minyak pijat per tangan.
4. Dengan lembut, oleskan minyak atau losion ke tangan yang dipijat. Gunakan gerakan
yang lembut dan halus (effleurage) saat mengoleskan minyak atau losion. Oleskan
losion menggunakan telapak tangan dengan gerakan panjang dan lembut sebanyak 3-6
kali ke punggung jari dan tangan. Pijat mulai ujung jari sampai pergelangan tangan,
kemudian kembali lagi ke jari-jari.
5. Pijat jari-jari. Posisikan tangan dengan telapak menghadap ke bawah, lalu tahan.
Mulailah dengan jari kelingking, cubit ujung jari dengan kuat selama sesaat. Lalu
gunakan ibu jari untuk memijat jari ke arah sendi jari. Lakukan dengan gerakan
pendek dan kuat. Lalu, remas seluruh bagian jari. Ulangi proses ini pada masing-
masing jari, yang berakhir di ibu jari.
6. Pijat punggung tangan. Posisikan telapak tangan menghadap ke bawah dan gunakan
ibu jari untuk memijat bagian belakang tangan. Letakkan bantalan ibu jari di antara

7
jari kelingking dan jari manisnya. Lalu dengan tekanan sedang, dorong ibu jari
sepanjang tulang jari, ke arah pergelangan tangan. Ulangi proses ini, dengan memijat
sepanjang tulang masing-masing jari. Saat memijat ibu jari, tambahkan waktunya.
Pijat area di antara ibu jari dan jari telunjuk menggunakan gerakan melingkar.
7. Pijat bagian belakang pergelangan tangan. Dengan keadaan tangan masih menghadap
ke bawah, gunakan kedua ibu jari untuk memijat pergelangan tangan menggunakan
gerakan melingkar kecil. Pertama-tama fokus di tengah pergelangan tangan dan
kemudian pindahlah ke sisi samping.
8. Pijat telapak tangan. Balikkan tangan dan tahan dengan kedua tangan. Lalu pijat
telapak tangan dengan gerakan melingkar kecil menggunakan ibu jari. Awali di
bagian tengah telapak tangan dan kemudian perlahan-lahan pindah ke kedua sisi dan
ke arah atas menuju pergelangan tangan.
9. Regangkan jari-jari. Tahan telapak tangan ke arah bawah dan tautkan jari-jari dengan
jari-jarinya untuk meregangkan jari-jarinya. Pegang seluruh tangan dan dorong
lembut untuk sedikit meregangkan pergelangan tangan. Lalu dengan perlahan dan
hati-hati, putar pergelangan tangan dari kanan ke kiri, dan kemudian dari kiri ke
kanan
10. Sudahi pijatan pada tangan pertama. Genggam tangan dengan keadaan telapak tangan
menghadap ke bawah dan pijatlah dengan gerakan panjang dengan telapak tangan dan
jari. Awali pada di bagian belakang pergelangan tangan dan pijat ke arah jari-jari.
11. Pijat tangan kedua. Dengan langkah-langkah yang sama, pijat tangan yang satu lagi.
Cobalah untuk menggunakan gerakan yang konsisten dengan jumlah waktu yang
sama pada masing-masing tangan.

2.3 Konsep Neck Massage


Neck Massage adalah massage yang dilakukan pada daerah leher,terutama di
tempat di terasa sakit terjadi dan dilakukan sesuai dengan prinsip tensegrity dimana tidak
hanya mengurangi rasa sakit tetapi juga dapat mengembalikan distribusi yang benar dari
tonus istirahat dalam jumlah besar daerah tubuh. (Krzysztof, 2007). Ada 2 metode cara
untuk pemijatan pada leher, yaitu :
a. Metode yang pertama
1. Pijat dengan handuk

8
Teknik memijat dengan handuk ini bisa membuka atau meregangkan otot-otot di
leher yang rapat, sehingga bisa mengembalikan kelenturan leher. Serta, teksturnya
yang lembut tidak akan melukai atau membahayakan leher, dengan cara :
- Letakkan handuk di belakang leher
- Tarik handuk kedepan dengan kedua tangan
- Berikan tekanan ringan pada leher
- Perlahan putar kepala ke kiri dan tahan posisi ini selama beberapa detik. Lalu
putar kepala kearah kanan dan tahan posisi ini selama beberapa detik.
- Tarik handuk kedepan saat anda memutar dan pastikan tidak menarik handuk
terlalu kuat dan tidak melakukan gerakan mendadak.
2. Memijat otot punggung leher
- Letakkan tangan kiri di atas otot leher yang terletak di belakang telinga kiri.
- Berikan sedikit tekanan pada area tersebut.
- Perlahan putar kepala kekanan sambil memberikan tekanan. Pastikan jari-jari
tidak bergerak, dan hanya kepala yang bergerak. Ulangi diarea yang satunya
dengan gerakan memutar lembut untuk meningkatkan aliran darah dan
melepaskan ketegangan otot leher.
3. Meremas otot samping leher
- Duduklah dengan keadaan tegap, dan letakkan telapak tangan di sisi leher.
- Bawa sedikit kepala kebelakang dan miringkan dengan lembut ke kiri.
- Remas otot kiri-belakang leher sehingga terasa. Lalu biarkan kepala miring
kekanan dengan lembut. Setelah itu remas otot-otot punggung kanan leher.
- Teruslah meremas otot-otot sisi kanan dan kiri mulai dari bagian bawah leher
dan perlahan-lahan bergerak keatas.
4. Pijat otot bagian suboksipital
Otot suboksipital berada di bawah tengkorak kepala, otot ini mudah menegang
yang mengakibatkan sakit kepala, sakit leher, bahkan mual. Otot-otot ini terasa
lunak tepat di bawah tulang tengkorak.
5. Dengan keduatangan, berikan tekanan lembut pada otot-otot suboksipital di sisi
kanan dan kiri leher.
6. Condongkan kepala kebelakang dan terus berikan tekanan dan bergerak naik
dengan jari-jari.

9
7. Perlahan tundukkan dagu ke dada, dan saat anda menurunkan kepala, gerakkan
jari-jari anda kearah luar. Ulangi siklus ini beberapa kali.
b. Metode yang ke 2
1. Tempatkan orang yang akan dipijat dalam posisi duduk dengan nyaman.Yang
paling penting adalah punggungnya harus lurus, tetapi jangan terlalu kaku. Bahu
dan leher bagian atas harus mudah dijangkau. Gunakan bangku yang bisa
memberikan keleluasaan untuk menjangkau punggung pasien. Jika menggunakan
kursi, pastikan punggung kursi cukup rendah sehingga bisa menjangkau bahu.
2. Mulai memijat dengan tekanan dan gerakan ringan dan panjang.Yang harus
dilalukan adalah memijat dengan gerakan yang panjang tetapi lembut di semua
permukaan otot. Ketika menemukan otot yang menggumpal, fokuskan pijatan
pada area ini.Untuk semua area yang dipijat, usahakan agar tekanan yang
diberikan cukup,tetapi tidak terlalu keras.

3. Melemaskan otot-otot. Terburu-buru melakukan gerakan pijat bertekanan tinggi


sebelum benar-benar melemaskan otot akan membuat pasien kesakitan. Jadi, pijat
santai pasien dengan menggunakan ujung jari untuk melemaskan otot dan
mempersiapkan area leher dan bahu. Saat ini, pasien akan mulai merilekskan
pikirannya. Letakkan ujung-ujung jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk di
bagian bawah kepala, titik pertemuan kepala dan leher. Beri tekanan mantap,
tetapi jangan terlalu keras. Arahkan jari kebagian samping leher, menyapu bagian
atas bahu. Pastikan tekanan pijat yang diberikan menyeluruh ketitik yang
difokuskan. Biarkan jemari menjelajah area leher dan bahu.

10
4. Gerakkan ibu jaridi otot-otot yang terasategang. Di langkahsebelumnya, Anda
mungkinmerasakanotot yang terasamenggumpal di bawahjemari Anda. Gumpalan
ini mengindikasikanadanyaotot yang tegang. Jadi, bagianinilah yang harus Anda
pijat dengan ujung ibu jari.Letakkan ibu jari Anda di
atasgumpalanotottadi.Letakkankeempatjari yang lain di depan bahu pasien untuk
menstabilkanposisi ibu jarisaatditekankeatasgumpalanotot.Berikantekananmelalui
ibu jari dengan gerakanmelingkar untuk menguraigumpalanotot.Lakukangerakan
ini keseluruhotot di bagian bahu, tapifokuskanpadabagian yang menggumpal.

5. Gerakkan jari naik turun di sepanjang leher. Gunakan satu tangan untuk
melemaskan otot leher. Letakkan ibu jari di satu sisi leher, dan biarkan ujung
keempat jari yang lain di sisi leher yang satunya. Pijat dengan mantap tapi tidak
terlalu keras. Arahkan jari di sepanjang leher pasien. Gerakkan juga jari di bagian

11
lebar leher. Menggerakkan jari di atas otot-otot kedua sisi tulang belakang di
bawah leher juga harus dilakukan. Lebarkan tangan untuk melemaskan bagian
samping leher.
6. Cubit-cubit bagian belakang leher. Lakukan juga gerakan yang sama di bagian
samping leher dengan menggunakan ibu jari. Namun, dibutuhkan keempat jari
yang lain untuk menguatkan posisi ibu jari agar tidak tergelincir. Jika
menggunakan kedua tangan dalam satu waktu, saat ibu jari berada di belakang
leher keempat jari yang lain akan menutup bagian tenggorokan. Ini akan
menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman pada pasien. Jadi, gunakan satu tangan
saja dalam satu waktu. Berdirilah di belakang pasien, agak sedikit kekanan.
Letakkan ibu jari tangan kiri di samping kanan leher pasien.Tangkupkan keempat
jari yang lain di bagian kiri leher pasien untuk mengukuhkan posisi ibu jari.
Gerakkan ibu jari dalam gerakan melingkar di sepanjang leher dan bahu. Ketika

bagian kanan leher sudah selesai, pindah posisi kesamping kiri pasien, kemudian
ulangi proses yang tadi di bagian kiri leher.

7. Gerakkan jari kesamping bawah leher. Saat melakukan ini, gerakkan jari menurun
dari atas leher kedepan bahu. Letakkan tangan kiri di bahu kiri pasien untuk
menjaga keseimbangannya. Dengan jari-jari menghadap kebawah, letakkan ibu
jari di bagian belakang leher dan keempat jari yang lain berada tepat di
sampingnya. Arahkan tangan kebawah dengan gerakan melingkar sembari
memberi tekanan. Di akhir gerakan, ibu jari harus berada di bahu bagian belakang
pasien, dan keempat jari yang lain berada di bahu bagian depan. Berikan tekanan
ringan di bagian-bagian tegang yang dirasakan.

12
8. Berikan tekanan di bagian luar tulang bahu.Tekan lembut tulang bahu dengan
ujung-ujung jari, lalu gerakkan tangan dengan gerakan melingkar untuk
melemaskan otot di bagian belakang bahu.

9. Gunakan bantalan telapak tangan (area tepat di bawah ibu jari) untuk memijat titik
di antara tulang bahu. Berhubung tulang belakang berada di pusat punggung, akan
sulit untuk memijat daerah tersebut. Menekan tulang belakang akan menimbulkan
rasa sakit. Jadi, gunakan telapak tangan untuk meluaskan area pijatan. Pindah
posisi kesamping pasien. Letakkan satu tangan di depan bahunya untuk
menstabilkan posisi pasien. Letakkan bantalan telapak tangan di tulang bahu
pasien. Pijat kedua tulang bahu, dari satu ke yang lainnya, dengan gerakan
panjang dan menyeluruh.

10. Pijat bagian bawah tulang selangka. Meski rata-rata pijatan ini hanya fokus
kebagian bahu, leher, dan kepala bawah, tapi sedikit sentuhan di dada atas bisa
membantu meredakan sakit leher juga. Berdirilah di samping pasien, dan letakkan

13
tangan di punggung untuk menjaga keseimbangan. Gunakan ujung jari untuk
memijat area di bawah tulang selangka dengan gerakan melingkar.Pastikan pijatan
tidak mengenai tulang selangka untuk menghindari rasa sakit.

11. Pijat lengan bagian atas. Sebagian orang berpikir lengan tidak ada hubungannya
dengan rasa sakit pada leher dan bahu. Padahal sebenarnya lengan terkait dengan
rasa sakit di bagian-bagian tersebut. Otot-otot di lengan, bahu, dan leher bekerja
dalam pergerakan yang sama. Jadi, memijat lengan juga bisa memberi efek ke
leher. Letakkan tangan ke bahu pasien, lalu pijat dengan lembut tapi cukup terasa.
Terus lakukan pijatan , arahkan tangan kebawah, dari bahu kelengan atas, lalu
kembali lagi ke bahu. Ulangi beberapa kali. Pijat lembut lengan atas dengan
gerakan naik turun untuk melemaskan otot.

14
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Back massage adalah pijatan di punggung dengan usapan perlahan yang dapat
mengurangi rasa nyeri, pegal dan meningkatkan hormone endorphin. Penggunaan minyak
mempermudah gerakan tangan yang lebih sempurna, dan mencegah lecet/rusaknya
jaringan-jaringan. Manfaat back massage adalah memperlancar peredaran darah. Dimana
massage akan membantu memperlancar metabolisme dalam tubuh.
Hand massage merupakan salah satu teknik relaksasi untuk menurunkan nyeri
dengan cara memberikan sentuhan dan tekanan yang lembut dibawah jaringan kulit. Hand
massage artinya memberikan stimulasi di bawah jaringan kulit dengan memberikan
sentuhan dan tekanan yang lembut untuk memberikan rasa nyaman. Neck massage adalah
massage yang dilakukan pada daerah leher, terutama di tempat yang terasa sakit terjadi
dan dilakukan sesuai dengan prinsip tensegrity dimana tidak hanya mengurangi rasa sakit
tetapi juga dapat mengembalikan distribusi yang benar dari tonus istirahat dalam jumlah
besar daerah tubuh.

3.2 Saran
Diharapkan mahasiswa dapat lebih banyak lagi melakukan penelitian seputar
manfaat dari terapi komplementer massage guna memperkaya ilmu keperawatan yang
dapat dikembangkan di masyarakat, juga dapat lebih teliti untuk meneliti efek samping
dari terapi massage ini sehingga dapat mengurangi dampak negatif saat
diimplementasikan di masyarakat.

15
DAFTAR PUSTAKA

Andi. 2011. Persentasi Massage. Tersedia pada


file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._OLAHRAGA/195806201986011ANDI_S
UNTODA_SITUMORANG/Massage,_Presentasi.pdf. Diakses pada Minggu, 23
Februari 2020 pukul 10.00 WITA.

Clara. 2013. Massage Sebagai Terapi Komplementer. Tersedia pada pairinpay.


om/2011/05/manipulasi-massage.html. Diakses pada Minggu, 23 Februari 2020 pukul
11.00 WITA.

Eka. 2011. Massage atau Pemijatan. Tersedia pada ekoprabowo-


thephysiotherapy.com/2011/08/massage-atau-pemijatan.html. Diakses pada Minggu,
23 Februari 2020 pukul 11.00 WITA.

Hidayat, A. Aziz Alimul & Uliyah, Musrifatul. 2014. Massage. Tersedia pada 239760-
pengertian-pijat-atau-massage/ixzz2fiflIzBa. Diakses pada Minggu, 23 Februari 2020
pukul 11.00 WITA.

16