Anda di halaman 1dari 22

KIMIA ANALITIK

RINA DESNI YETTI, M.Si


SESTRY MISFADHILA, M.Si
RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN
SEMESTER (RPKPS)
Pertemuan Topik substansi
Minggu 1 Definisi, dan konsep dasar - Definisi /batasan pengertian
analisis kimia anorganik - Identifikasi senyawa anorganik secara kualitatif
- Reaksi-reaksi untuk pemeriksaan pendahuluan senyawa kimia
Minggu 2 Penggolongan kation - Dasar-dasar penggolongan kation
- Kation-kation yang penting dalam farmasi
Minggu 3 & 4 Identifikasi kation golongan - Identifikasi kation golongan I berdasarkan reaksi-reaksi kimia masing-
I dan II masing
- Identifikasi kation golongan II berdasarkan reaksi-reaksi kimia masing-
masing
- Pemisahan kation dalam golongan I
- Pemisahan kation dalam golongan II

Minggu Identifikasi kation golongan - Identifikasi kation golongan III secara kimia berdasarkan reaksi-reaksi
5&6 III kimia masing-masing
- Pemisahan kation dalam golongan III
Minggu Identifikasi kation golongan - Identifikasi kation golongan IV secara kimia berdasarkan reaksi-reaksi
7&8 IV & V kimia masing-masing
- Identifikasi kation golongan V secara kimia berdasarkan reaksi-reaksi
kimia masing-masinh
- Pemisahan kation dalam golongan IV
- Pemisahan kation dalam golongan V
KIMIA
ORGANIK

KIMIA FISIK KIMIA


ANORGANIK

ILMU KIMIA

KIMIA
BIOKIMIA
ANALITIK
Salah satu cabang dari ilmu kimia yang mempelajari
tentang teori dan praktek atau aplikasi dari metode-metode
yang digunakan untuk melakukan analisis terhadap suatu
bahan atau zat kimia.
1. Mengidentifikasi suatu zat/senyawa dalam suatu sampel.
2. Menentukan kadar suatu zat/senyawa dalam suatu sampel.
3. Menentukan struktur suatu zat/senyawa dalam suatu
sampel.
Secara umum, langkah metode ilmiah secara berurutan adalah :

1. Melakukan Observasi/Pengamatan
2. Menetapkan masalah berdasar data observasi
3. Melakukan kajian teoretis
4. Merumuskan Hipotesis
5. Melakukan eksperimen/Percobaan
6. Mengolah data hasil eksperimen
7. Menarik kesimpulan
8. Melaporkan hasil secara ilmiah
9. Mempublikasikan laporan ilmiah
Kimia
lingkungan

Pertanian Kedokteran

Aplikasi ilmu
kimia analitik

Farmasi Kimia klinik

industri
Semakin banyak produk berbahan kimia yang dipergunakan, diperkenalkan,
ditawarkan atau dipromosikan untuk dikonsumsi.

Dalam rangka menjamin kualitas dan keamanan penggunaan produk-produk


tersebut analisis kimia mutlak dilakukan.
Kimia analitik mempunyai penerapan yang luas karena :

1. Kimia analitik menawarkan banyak sekali pemakaian


atau penggunaan dalam berbagai disiplin ilmu kimia
yang lain seperti di kimia organik, kimia
anorganik,kimia fisik maupun biokimia

2. Kimia analitik berguna dan terpakai dicabang ilmu


pengetahuan lainnya
Peranan kimia analisis adalah sebagai instrumen yang
diperlukan untuk menarik suatu kesimpulan, maka
pemilihan metode yang tepat dalam melakukan analisis
merupakan hal wajib yang harus dilakukan seorang
analis agar dapat menarik kesimpulan dengan benar.
Kimia
Analisis

Kualitatif Kuantitatif

analisis yang dilakukan analisis yang


untuk melakukan dilakukan untuk menentukan atau
identifikasi elemen, mendeterminasi jumlah dari
species dan atau suatu elemen/spesies yang ada
senyawa dalam sampel dalam sampel

Ø Ada atau tidak zat x dalam sampel ?


Ø Apa zat x dalam sampel ? Ø Berapa banyak kadar zat x dalam sampel?
Ø Bagaimana struktur suatu zat x dalam sampel?
Contoh analisis apakah ini?

1. Sebuah langkah analisis telah dilakukan oleh X,


hasilnya pada kapur ditemukan unsur Ca2+,dan CO32-

2. Telah dilakukan sebuah langkah analisis yang


kesimpulannya adalah konsentrasi NaOH yang dibutuhkan
untuk titrasi HCl adalah 1 M


ANALISIS
KUALITATIF

uji reaksi

REAKSI KERING REAKSI BASAH

Untuk zat dalam


Untuk zat-zat padat
larutan
ANALISIS
KUANTITATIF

Metode Klasik
(Konvensional) Metode Modern

1. Analisis gravimetri
Metode spektrofotometri
2. Analisis volumetri

Metode ini menawarkan


Ø Sensitivitas yang lebih tinggi,
Ø Limit deteksi kecil,
Ø Jumlah sampel yang sedikit,
Ø Waktu pengerjaan relatif lebih cepat dibanding metode klasik
Ø Menggunakan alat atau instrumen yang canggih
Apa yang harus diperhatikan dalam memilih metode analisis?

1. Mengetahui tujuan analisis


2. Mengetahui jumlah sampel yang tersedia
3. Mengetahui sifat fisika-kimia analit yang diteliti
4. Mengetahui kemungkinan gangguan dari komponen
lain yang terdapat dalam cuplikan
5. Daerah konsentrasi yang diperlukan dalam
penyelidikan
6. Ketepatan yang diperlukan
7. Waktu yang dibutuhkan
8. Fasilitas laboratorium yang tersedia
Analisis kuantitatif

Berdasarkan jumlah sampel, metode analisis dapat dibagi menjadi:

§ makro
berat sampel lebih dari 0,1 gram
§ semimikro
berat sampel 0,01-0,1 gram
§ mikro
berat sampel 0,001-0,01 gram
§ ultramikro
berat sampel kurang dari 1 mikrogram

Jumlah sampel yang akan ditentukan merupakan faktor


penting dalam analisis kuantitatif
Berdasarkan informasi analisis yang diberikan, maka macam
analisis dibedakan menjadi :

1) Analisis proksimat
penetapan banyaknya tiap unsur tanpa memperhatikan
senyawa yang sebenarnya ada dalam sampel tersebut
2) Analisis parsial
Penetapan konstituen-konstituen terpilih dalam sampel
tersebut
3) Analisis konstituen runutan
penetapan komponen- komponen yang jumlahnya sangat kecil
4) Analisis lengkap
Proporsi tiap komponen dalam sampel yang ditetapkan
Berdasarkan kadar zat/konstituen yang dianalisis dalam suatu
sampel, maka analisis dibedakan menjadi :

1) Jika lebih besar dari 1 %, maka disebut sebagai


analisis konstituen utama atau mayor

2) Jika kadar berkisar antara 0,01-1 % maka disebut


sebagai analisis konstituen minor

3) Jika kadar kurang dari 0,01%, maka disebut sebagai


analisis konstituen perunut/trace
Tahapan-tahapan dalam analisis kualitatif

1. Pengambilan sampel/sampling
Sampel yang diambil harus mewakili populasi yang diteliti

2. Mengubah analit menjadi bentuk yang dapat diidentifikasi

3. Proses identifikasi analit yang dikehendaki

4. Analisis data identifikasi yang diperoleh


Tahapan-tahapan dalam analisis kuantitatif

1. Pengambilan sampel/ sampling


Sampel yang diambil harus mewakili populasi yang diteliti

2. Mengubah analit menjadi bentuk yang dapat diidentifikasi dan


diukur

3. Proses pengukuran analit yang dikehendaki

4. Perhitungan

5. Analisis data yang diperoleh


Apa perbedaan analit dan Sampel?

ü Sampel : bagian dari obyek populasi yang memiliki


karakteristik sama dengan karakteristik populasinya
yang ingin diketahui besaran karakteristiknya

ü Analit : zat yang teramati/zat yang teridentifikasi/zat


yang terukur
Contoh-contoh analisis

a. Penentuan kadar asam salisilat dengan mengendapkannya


sebagai endapan kuning tetraiodofenilenakuinon yang dapat
dipisahkan dan ditimbang.

b. Identifikasi alkaloid morfin (memberikan warna violet),


kodein (cokelat) dan apomorfin (biru) melalui reaksi warna
dengan pereaksi amonium molibdat-asam perklorat.