Anda di halaman 1dari 2

WASPADA PENJUAL NAKAL, BEGINI CARA BEDAKAN LOGO HALAL ASLI DAN PALSU

11 March 2017 Redaksi BisnisUKM Komentar Kemasan

Waspada penjual nakal begini cara bedakan logo halal asli dan palsu

Salah satu kecurangan yang belakangan ini sering ditemui di pasaran adalah penggunaan logo
halal MUI palsu untuk meyakinkan calon konsumen. (Ilustrasi Foto : http://www.halhalal.com)

Tingginya persaingan pasar mendorong beberapa penjual melakukan kecurangan untuk


memenangkan persaingan pasar. Salah satu kecurangan yang belakangan ini sering ditemui di
pasaran adalah penggunaan logo halal MUI palsu untuk meyakinkan calon konsumen. Apalagi
sekarang ini perdagangan produk halal secara global semakin menunjukkan potensi yang
menggairahkan bagi sektor industri. Terlebih dengan adanya regulasi mengenai kewajiban
sertifikasi halal yang akan diimplementasikan pada 2019 mendatang.

Banyaknya produk dengan label halal palsu mesti diwaspadai. Cara mudah mengetahui kehalalan
sebuah produk adalah dengan melihat logo halal yang tertera. Namun tak jarang ditemui, logo
halal yang menempel pada sebuah produk bervariasi sehingga tak jarang ada pemain curang
yang sengaja memalsukan label halal MUI.

Ada yang menuliskan kata halal dalam aksara Arab dengan sebuah lingkaran, ada pula yang
memakai logo Majelis Ulama Indonesia di tengahnya tulisan halal dalam aksara Arab. Ada pula
produk yang beredar di pasaran, namun logo halalnya berasal dari badan halal luar negeri,
seperti dari Malaysia atau Singapura. Manakah logo halal yang sebenarnya berlaku di Indonesia?

Sebenarnya logo yang digunakan oleh LPPOM MUI adalah logo lingkaran Majelis Ulama
Indonesia dengan tulisan halal aksara Arab di tengahnya. Logo ini sudah disepakati antara MUI
dan BPOM. Logo ini sudah digunakan bertahun-tahun dan atas kesepahaman dengan otoritas,
dalam hal ini BPOM.

Baca Juga Artikel Ini :

Kemasan Makanan Selain Unik, Wajib Utamakan Izin PIRT dan Label Halal

LPPOM MUI Bakal Tingkatkan Layanan Online Sertifikasi Halal

Logo halal yang terstandar adalah cara berkomunikasi antara produsen dan konsumen. Apakah
produknya benar tersertifikasi halal secara resmi atau tidak. Sehingga, makna logo menjadi
sangat penting dan kalau perlu dikuatkan dengan aturan baru agar tak banyak penjual nakal yang
dengan mudahnya memalsukan label halal MUI.

Mengenai masih beredarnya beberapa logo halal, LPPOM MUI tidak berani menjamin apakah
produk yang menuliskan logo halal secara sederhana dengan lingkaran dan aksara Arab halal di
tengahnya benar-benar halal. Pasalnya, yang disepakati antara produsen, LPPOM MUI, dan
BPOM adalah logo yang menggunakan logo MUI. Jadi kalau hanya ada logo tulisan kha dan lal
saja, belum bisa dipastikan apakah mereka memiliki sertifikat halal atau tidak.

Sebelumnya, kata Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM
MUI), Dr. Lukmanul Hakim, M.Si., beberapa produsen beralasan masih memakai logo tulisan kha
dan lal saja karena alasan desain. Desain yang sederhana membuat produsen tidak perlu repot-
repot mencetak logo halal MUI yang dinilai sangat rumit dari sisi produksi pencetakan.

sumber: https://bisnisukm.com/waspada-penjual-nakal-begini-cara-bedakan-logo-halal-asli-dan-
palsu.html

Beri Nilai