Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN INGENHOUSZ

(UJI KELAJUAN FOTOSINTESIS)

GURU PEMBIMBING:

Yunik Wahyusari,S.Pd

DISUSUN OLEH: Kelompok 3

Nama Anggota kelompok :

1. Aldino Ardiansyah
2. Anisa Puspitasari
3. M.Aden Wahyu P
4. Nova Lailatur Ramadhini
5. Septi Eka Novitasari

Kelas : XII – IPA 2

SMAN 1 KUTOREJO
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Setiap makhuk hidup memiliki beberapa ciri atau sifat dasar. Salah satu yang utama adalah
makhluk hidup perlu makanan dan mengeluarkan zat sisa. Apabila kita cermati, sifat dasar
tersebut mengarahkan kita kepada suatu mekanisme yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup
yang disebut dengan metabolisme.

Metabolisme yang terjadi pada setiap jenis makhluk hidup tentunya tidak sama. Bergantung
komponen penyusun makhluk hidup tersebut dari tingkat seluler hingga organisme. Dalam
proses metabolisme terjadi berbagai reaksi kimia baik untuk menyusun maupun menguraikan
senyawa tertentu. Proses penyusunan tersebut disebut anabolisme, sedang proses penguraiannya
disebut katabolisme.

Salah satu contoh proses metabolisme (anabolisme) yang sering kita dengar adalah proses
fotosintesis. Proses tersebut terjadi pada tumbuhan berklorofil, tepatnya pada jaringan
tiang/palisade dan bunga karang pada mesofil daun. Pada sel palisade atau bunga karang, proses
ini terjadi di dalam sebuah organel yaitu kloroplas. Seperti yang telah diketahui, proses ini hanya
dapat terjadi pada saat ada cahaya. Cahaya itu dapat berupa cahaya matahari maupun cahaya
lampu, yang penting dalam cahaya tersebut terdapat sinar putih yang merupakan spektrum
cahaya dari cahaya mejikuhibiniu (merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu). Selain cahaya
matahari, proses fotosintesis juga membutuhkan karbon dioksida dan air. Pada proses fotosintesis
ini akan dihasilkan dua senyawa yaitu glukosa dan oksigen. Untuk mengetahui kandungan
oksigen dilakukan dengan percobaan Ingenhousz.

B. Tujuan

1. Mengetahui faktor yang mempengaruhi fotosintesis.

2. Mengamati zat yang dihasilkan dari proses fotosintesis.

C. Manfaat penelitian
1. Siswa dapat mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelajuan Fotosintesis.
2. Siswa dapat melakukan eksperimen secara teliti dan benar.
BAB II
LANDASAN TEORI

Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan atau energi
yaitu glukosa yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri dengan
menggunakan zat hara, karbon dioksida, dan air serta dibutuhkan bantuan energi cahaya
matahari. Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam
fotosintesis. Akibatnya, fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi.
Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer
bumi. Organisme yang mneghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya)
disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena
dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul
penyimpan energi.

Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung pada setiap sel, tetapi hanya pada sel
yang mengandung pigmen fotosintetik. Sel yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik ini
tidak mampu melakukan proses fotosintesis. Pada percobaan Ingenhousz, dapat diketahui
bahwa intensitas cahaya memengaruhi laju fotosintesis pada tumbuhan. Hal ini dapat
terjadi karena perbedaan energi yang dihasilkan oleh setiap spektrum cahaya. Di sampng
adanya perbedaan energi tersebut, faktor lain yang menjadi pembeda adalah kemampuan
daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya berbeda tersebut. Perbedaan
kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya berbeda tersebut
disebabkan adanya perbedaan jenis pigmen yang terkandung pada jaringan daun. Di
dalam daun terdapat mesofil yang terdiri atas jaringan bunga karang dan jaringan pagar.
Pada kedua jaringan ini, terdapat kloroplas yang mengandung pigmen hijau klorofil.
Pigmen ini merupakan salah satu dari pigmen fotosintesis yang berperan penting dalam
menyerap energi matahari.

Kloroplas terdapat pada semua bagian tumbuhan yang berwarna hijau, termasuk
batang dan buah yang belum matang. Di dalam kloroplas terdapat pigmen klorofil yang
berperan dalam proses fotosintesis. Kloroplas mempunyai bentuk seperti cakram dengan
ruang yang disebut stroma. Stroma ini dibungkus oleh dua lapisan membran. Membran
stoma ini disebut tilakoid, yang di dalamnya terdapat ruang-ruang antar membran yang
disebut lokuli. Di dalam stroma juga terdapat lamela-lamela yang bertumpuk-tumpuk
membentuk grana (kumpulan granum). Granum sendiri terdiri atas membran tilakoid
yang merupakan tempat terjadinya reaksi terang dan ruang tilakoid yang merupakan
ruang di antara membran tilakoid. Bila sebuah granum disayat maka akan dijumpai
beberapa komponen seperti protein, klorofil a, klorofil b, karetonoid, dan lipid. Secara
keseluruhan, stroma berisi protein, enzim, DNA, RNA, gula fosfat, ribosom, vitamin-
vitamin, dan juga ion-ion logam seperti mangan (Mn), besi (Fe), maupun tembaga (Cu).
Pigmen fotosintetik terdapat pada membran tilakoid. Sedangkan, pengubahan energi
cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid dengan produk akhir berupa
glukosa yang dibentuk di dalam stroma. Klorofil sendiri sebenarnya hanya merupakan
sebagian dari perangkat dalam fotosintesis yang dikenai sebagai fotosistem.

Tumbuhan hijau bersifat autotrof. Autotrof artinya dapat mensintesis makanan


langsung dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air
untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi
untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Perhatikan persamaan reaksi yang
menghasilkan glukosa berikut ini :

Cahaya matahari

6H2O + 6CO2 →C6H12O6 + 6O2

Klorofil

Glukosa dapat digunakan untuk membentuk senyawa organik lain seperti selulosa
dan dapat pula digunakan sebagai bahan bakar. Proses ini berlangsung melalui respirasi
seluler yang terjadi baik pada hewan mauapun tumbuhan. Secara umum reaksi yang
terjadi pada respirasi seluler berkebalikan dengan persamaan di atas. Pada repirasi, gula
(glukosa) dan senyawa lain akan bereaksi dengan oksigen untuk menghasilkan karbon
dioksida, air, dan energi kimia.

Tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil.


Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam
organel yang disebut kloropas. Klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam
fotosintesis. Meskipun seluruh bagian tubuh tumbuhan yang berwarna hijau mengandung
kloroplas, namun sebagian besar energi dihasilkan di daun. Di dalam daun terdapat
lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap
millimeter perseginya. Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang
transparan, menuju mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis.
Permukaan daun biasanya dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk
mencegah terjadinya penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan.

Reaksi terang adalah proses untuk menghasilkan ATP dan reduksi NADPH2.
Reaksi ini memerlukan molekul air dan cahaya matahari. Proses diawali dengan
penangkapan foton oleh pigmen sebagai antena. Reaksi terang melibatkan dua fotosistem
yang saling bekerja sama, yaitu fotosistem I dan II. Fotosistem I (PS I) berisi pusat reaksi
P700, yang berarti bahwa fotosistem ini optimal menyerap cahaya pada panjang
gelombang 700 nm, sedangkan fotosistem II (PS II) berisi pusat reaksi P680 dan optimal
menyerap cahaya pada panjang gelombang 680 nm.

Mekanisme reaksi terang diawali dengan tahap dimana fotosistem II menyerap


cahaya matahari sehingga elektron klorofil pada PS II tereksitasi dan menyebabkan
muatan menjadi tidak stabil. Untuk menstabilkan kembali, PS II akan mengambil
elektron dari molekul H2O yang ada disekitarnya. Molekul air akan dipecahkan oleh ion
mangan (Mn) yang bertindak sebagai enzim. Hal ini akan mengakibatkan pelepasan H+ di
lumen tilakoid. Dengan menggunakan elektron dari air, selanjutnya PS II akan mereduksi
plastokuinon (PQ) membentuk PQH2. Plastokuinon merupakan molekul kuinon yang
terdapat pada membran lipid bilayer tilakoid. Plastokuinon ini akan mengirimkan
elektron dari PS II ke suatu pompa H+ yang disebut sitokrom b6-f kompleks. Reaksi
keseluruhan yang terjadi di PS II adalah :

2H2O + 4 foton + 2PQ + 4H → 4H+ + O2 +2PQH2

Sitokrom b6-f kompleks berfungsi untuk membawa elektron dari PS II ke PS I


dengan mengoksidasi PQH2 dan mereduksi protein kecil yang sangat mudah bergerak
dan mengandung tembaga, yang dinamakan plastosianin (PC). Kejadian ini juga
menyebabkan terjadinya pompa H+ dari stroma ke membran tilakoid. Reaksi yang terjadi
pada sitokrom b6-f kompleks adalah : 2PQH2 + 4PC(Cu2+ ) → 2PQ + 4PC(Cu+ ) + 4H+
(lumen)

Elektron dari sitokrom b6-f kompleks akan diterima oleh fotosistem I. Fotosistem
ini menyerap energi cahaya terpisah dari PS II, tapi mengandung kompleks inti
terpisahkan, yang menerima elektron yang berasal dari H2O melalui kompleks inti PS II
lebih dahulu. Sebagai sistem yang bergantung pada cahaya, PS I berfungsi mengoksidasi
plastosianin tereduksi dan memindahkan elektron ke protein Fe-S larut yang disebut
feredoksin. Reaksi keseluruhan pada PS I adalah :

Cahaya + 4PC(Cu+ ) + 4Fd(Fe3+ ) → 4PC(Cu2+ ) + 4Fd(Fe2+ )

Selanjutnya elekton dari feredoksin digunakan dalam tahap akhir pengangkutan


elektron untuk mereduksi NADP+ dan membentuk NADPH. Reaksi ini dikatalisis dalam
stroma oleh enzim feredoksin NADP+ reduktase. Reaksinya adalah :

4Fd(Fe2+ ) + 2NADP+ + 2H+ → 4Fd(Fe3+ ) + 2NADPH

Ion H+ yang telah dipompa ke dalam membran tilakoid akan masuk ke dalam ATP
sintase. ATP sintase akan menggandengkan pembentukan ATP dengan pengangkutan
elektron dan H+ melintasi membran tilakoid. Masuknya H+ pada ATP sintase akan
membuat ATP sintase bekerja mengubah ADP dan fosfat anorganik (Pi) menjadi ATP.
Reaksi keseluruhan yang terjadi pada reaksi terang adalah sebagai berikut :

Sinar + ADP + Pi + NADP+ + 2H2O → ATP + NADPH + 3H+ + O2

Reaksi gelap pada tumbuhan dapat terjadi melalui dua jalur, yaitu siklus Calvin-Benson
dan siklus Hatch-Slack. Pada siklus Calvin-Benson tumbuhan mengubah senyawa
ribulosa 1,5 bisfosfat menjadi senyawa dengan jumlah atom karbon tiga yaitu senyawa 3-
phosphogliserat. Oleh karena itulah tumbuhan yang menjalankan reaksi gelap melalui
jalur ini dinamakan tumbuhan C-3. Penambatan CO2 sebagai sumber karbon pada
tumbuhan ini dibantu oleh enzim rubisco. Tumbuhan yang reaksi gelapnya mengikuti
jalur Hatch-Slack disebut tumbuhan C-4 karena senyawa yang terbentuk setelah
penambatan CO2 adalah oksaloasetat yang memiliki empat atom karbon. Enzim yang
berperan adalah phosphoenolpyruvate carboxilase. Proses fotosintesis dipengaruhi
beberapa faktor yaitu faktor yang dapat memengaruhi secara langsung seperti kondisi
lingkungan maupun faktor yang tidak memengaruhi secara langsung seperti terganggunya
beberapa fungsi organ yang penting bagi proses fotosintesis.

Proses fotosintesis sebenarnya peka terhadap beberapa kondisi lingkungan


meliputi kehadiran cahaya matahari, suhu lingkungan, konsentrasi karbon dioksida
(CO2). Faktor lingkungan tersebut dikenal juga sebagai faktor pembatas dan berpengaruh
secara langsung bagi laju fotosintesis. Faktor pembatas tesebut dapat mencegah laju
fotosintesis mencapai kondisi optimum meskipun kondisi lain untuk fotosintesis telah
ditingkatkan, inilah sebabnya faktor-faktor pembatas tersebut sangat memengaruhi laju
fotosintesis yaitu dengan mengendalikan laju optimum fotosintesis. Selain itu, faktor-
faktor seperti translokasi karbohidrat, umur daun, serta ketersediaan nutrisi memengaruhi
fungsi organ yang penting pada fotosintesis sehingga secara tidak langsung ikut
memengaruhi laju fotosintesis.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis :

1. Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.

2. Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin banyak
jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.

3. Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintess hanya dapat bekerja pada
suhu optmalnya. Umumnya laju fotosintesis meningkat seiring dengan meningkatnya
suhu hingga batas toleransi enzim.

4. Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup,


menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
5. Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang,
laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh,
laju fotosintesis akan berkurang.

6. Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi
pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin
dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan
untuk tumbuh.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian
Metode yang kami gunakan dalam pratikum Uji Kelajuan Fotosintesis ( Praktikum
Ingenhousz) adalah metode eksperimen.

B. Waktu dan Tempat Penelitian


Percobaan kami laksankan pada hari Senin,18 November 2019 di laboratorium
biologi SMAN 1 Kutorejo.

C. Alat dan Bahan

 Alat :

1. Toples

2. Corong kaca
3. Tabung Reaksi

 Bahan :

1. Tumbuhan Hidrila

2. Air

3. Kawat penyangga

4. Benang Karbol

5. NaHCO3

6. Es batu

D. Langkah Kerja

1. Potong-potong hidrila sepanjang 10 cm.

2. Setelah itu, ikat 5 potong hidrila menggunakan benang karbol. Buatlah 2


ikatan.
3. Ambil 1 ikatan hidrila, masukkan ke dalam corong kaca.

4. Pangkal hidrila dimasukkan di mulut corong.

5. Isi toples dengan air bersih , Lalu masukkan corong yang terdapat hidrilla ke
dalam toples tadi. Lalu ,tutup corong bagian ujungnya dengan tabung reaksi
yang telah di isi air dan tanpa ada rongga udara. Rangkailah seperti gambar di
bawah ini :

6. Lakukan langkah ke-3 hingga langkah ke-6 pada ikatan hidrila yang ke-2
7. Letakkan toples 1 di tempat yang gelap dan toples yang ke-2 di tempat yang
terkena sinar matahari langsung.

8. Untuk toples yang ke-2 yang diletakkan di bawah sinar matahari tambahkan
sepucuk sendok NaHCO3.

9. Amatilah perubahan yang terjadi !

BAB IV
HASIL PENGAMATAN

Jumlah Gelembung 5 Menit ke-n


Keadaan 1 2 3 4 5 6 7 8

Gelembung 85 125 150 170 200 225 255 285


Besar
Terang +
Gelembung Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak Banyak
NaHCO3 Kecil

Gelembung
Besar
Gelap
Gelembung
Kecil

TABEL FOTO :

Corong Merah Corong Hijau

BAB V
PEMBAHASAN BAHAN DISKUSI
1. Berdasarkan table hasil pengamatan bagaimana pengaruh cahaya terhadap kecepatan
fotosintesis ?
Jawab : Semakin banyak cahaya yang diterima maka akan semakin cepat proses
fotosintesis yang terjadi.

2. a. Apakah tujuan pengaruh penambahan NaHCO3 terhadap percobaan tersebut ?

Jawab : Tujuan penambahan NaHCO3 pada perlakuan sebagai sumber CO2. NaHCO3
akan terurai menjadi NaOH dan CO2. Karbon dioksida digunakan dalam proses
fotosintesis CO2 + H2O → C6H12O6 + O2 .Berdasarkan hasil percobaan setelah
dibandingkan dengan perlakuan, penambahan NaHCO3 pada perlakuan mengakibatkan
pertambahan laju fotosintesis. Karena bertambahnya sumber karbon dioksida.

b. Bagaimana pengaruh penambahan NaHCO3 terhadap kecepatan fotosintesis ?

Jawab : Percobaan Ingenhousz menggunakan penambahan NaHCO3 yang dapat


mempercepat laju fotosintesis. Fungsi larutan NaHCO3 disini sebagai katalisator dalam
reaksi fotosintesis. Dengan proses fotsintesis yang lebih cepat, jumlah oksigen yang
dihasilkan juga semakin banyak, sehingga lebih mudah diamati.

3. Bagaimana pengaruh suhu terhadap kecepatan fotosintesis ?

Jawab : Faktor suhu yang rendah akan memperlambat terjadinya proses fotosintesis. Hal
ini bukan berarti suhu yang sangat tinggi akan membuat proses fotosintesis menjadi
cepat, justru tanamannya akan mati. Suhu yang optimallah yang akan membuat proses
fotosintesis menjadi maksimal.

4. Jelaskan faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kecepatan fotosintesis ?

Jawab : Faktor yang mempengaruhi kecepatan fotosintesis adalah sebagai berikut :

1) Intensitas cahaya Laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya.

2) Konsentrasi karbon dioksida Semakin banyak karbon dioksida di udara, makin


banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan
fotosintesis.

3) Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintess hanya dapat bekerja
pada suhu optmalnya. Umumnya laju fotosintesis meningkat seiring dengan
meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim.

4) Kadar air Kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup,


menghambat penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
5) Kadar fotosintat (hasil fotosintesis) Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat
berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau
bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.

6) Tahap pertumbuhan Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih


tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa.
Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak
energi dan makanan untuk tumbuh.

5. Gas apakah yang terbentuk dalam percobaan ini yang terdapat dalam tabung reaksi ?

Jawab : ) Gelembung gas yang dihasilkan dari percobaan tersebut adalah oksigen (O2).
Cara membuktikannya dengan memasukkan bara api dari lidi ke atas mulut masing-
masing tabung reaksi dan melihat apa yang terjadi. Jika bara api semakin terang maka gas
tersebut adalah oksigen (O2).

BAB VI
PENUTUP

A. Kesimpulan

Terbukti bahwa dalam proses fotosintesis menghasilkan gas oksigen. Ini


ditunjukan dengan menyalanya bara api yang didekatkan dengan mulut tabung reaksi
yang berisi gas hasil dari fotosintesis. Faktor suhu yang rendah akan memperlambat
terjadinya proses fotosintesis. Hal ini bukan berarti suhu yang sangat tinggi akan
membuat proses fotosintesis menjadi cepat, justru tanamannya akan mati. Suhu yang
optimallah yang akan membuat proses fotosintesis menjadi maksimal. Faktor intensitas
cahaya yang terang (cukup/optimal) akan membuat proses fotosintesis menjadi cepat
tetapi bila cahaya yang tersedia sedikit, proses fotosintesis menjadi lambat. Faktor kadar
CO2 terlarut yang melimpah akan mengakibatkan proses fotosintesis berjalan dengan
cepat karena CO2 merupakan bahan baku dari proses fotosintesis. Suhu, intensitas cahaya,
dan kadar karbon dioksida yang tersedia berpengaruh terhadap kecepatan proses
fotosintesis.

B. Saran

1. Lakukanlah segala instruksi dari Bapak/Ibu guru agar tidak melakukan kesalahan
saat melakukan praktikum.
2. Teliti agar memperoleh data yang benar.

Daftar Pustaka
https://www.slideshare.net/rarasinis/laporan-praktikum-biologi-percobaan