Anda di halaman 1dari 5

Keperawatan merupakan salah satu profesi yang terdapat dirumah sakit

dan memiliki peranan penting dalam pelayanan kesehatan. Menurut Virginia


Henderson tugas unik perawat adalah membantu individu baik dalam keadaan
sakit maupun sehat melalui upayanya melaksanakan berbagai aktivitas guna
mendukung kesehatan dan penyembuhan individu atau proses meninggal dengan
damai yang dapat dilakukan secara mandiri oleh individu saat ia memiliki
kekuatan, kemampuan, kemauan atau pengetahuan untuk itu (Asmadi,2008).
Dalam melaksanakan tugasnya, perawat harus memiliki pengetahuan dan
kemampuan yang baik karena menyangkut tentang keselamatan pasien. Salah
satu resiko yang di dapat perawat selama bekerja yaitu tertular atau menularkan
infeksi (Sahara,2011).

Perawat merupakan petugas kesehatan yang lebih sering berinteraksi


dengan pasien. Pasien yang dirawat dirumah sakit sebagian besar mempunyai
pertahanan tubuh yang rendah dan memiliki peluang yang besar terpapar dan
mengalami infeksi (Adisaputra,2009). Infeksi yang didapat pasien selama
mendapatkan perawatan dirumah sakit disebut dengan infeksi nosokomial
(Potter&Perry,2005). Menurut Darmadi (2008) terjadinya infeksi nosokomial
dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor yang ada dalam diri (badan, tubuh)
penderita sendiri, maupun faktor yang berada disekitarnya. Setiap faktor-faktor
tersebut hendaknya dicermati, diwaspadai dan dianggap berpotensi. Dengan
mengenal faktor-faktor yang berpengaruh merupakan modal awal upaya
pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial (Darmadi, 2008).

Presentase infeksi nosokomial di rumah sakit di seluruh dunia mencapai


9% (variasi 3 –21%) atau lebih 1,4 juta pasien rawat inap di rumah sakit seluruh
dunia mendapatkan infeksi nosokomial. Suatu penelitian yang dilakukan oleh
WHO menunjukkan bahwa sekitar 8,7% dari 55 rumah sakit dari 14 negara yang
berasal dari Eropa, Timur Tengah, Asia Tenggara dan Pasifik menunjukkan
adanya infeksi nosokomial dan untuk Asia Tenggara sebanyak 10,0%
(WHO,2013).
Salah satu strategi yang bermanfaat dalam pengendalian infeksi
nosokomial adalah peningkatan kemampuan petugas kesehatan dalam metode
universal precautions (Depkes,2010).
DAFTAR PUSTAKA

Adisaputra. (2009). Pola kuman luka operasi di ruangan Intensive Care Unit
Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. The Indonesian Journal of
Medical Science Volume 2 No.2 April-June 2009.

Asmadi. 2008. Konsep Dasar Keperawatan.Jakarta:EGC

Sahara, A. (2011). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Perawat


Dan Bidan Dalam Penerapan Kewaspadaan Universal/Kewaspadaan Standar
Dirumah Sakit Palang Merah Indonesia Bogor Tahun 2011.Skripsi. Fakultas
Kesehatan Masyarakat. Universitas Indonesia.Depok

Depkes, RI. 2010. Pedoman Pelaksanaan Kewaspadaan Universal di Pelayanan


Kesehatan. Jakarta: Direktorat Jendral Pemberantasan Penyakit Menular
dan Penyehatan Lingkungan

Darmadi. 2008. Infeksi Nosokomial : Problematika Dan Pengendaliannya.


Jakarta:Salemba Medika

Potter & Perry.2005. Fundamental Of Nursing.(6th Ed).Philadelphia:Mosby


WHO., 2005.Healthcare Associated Infection (HAI).
http://whqlibdoc.who.int/hq/2005/WHO_EIP_SPO_QPS_05.2.pdf (sitasi tanggal
11 April 2013 pukul 23.00 WIB.)

Marwoto, Agus, 2007, Analisis Kinerja Perawat dalam Pengendalian Infeksi


Nosokomial di Ruang IRNA 1 RSUP dr. Sardjito, Yogyakarta

Marwoto Agus, dkk., 2007. Analisis Kinerja Perawat dalam Pengendalian Infeksi
Nosokomial di Ruang IRNA 1 RSUP. Dr. Sardjito, Yogyakarta. Diakses dari
http://www.docstoc.com/docs/38906036.co.id

WHO, 2007. Global Burden of Diseases in 2002. Geneva: WHO Global Infobase.
Alih Bahasa Yenny Saraswati