Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOLOGI
ENZIM KATALASE

GURU PEMBIMBING:

Yunik Wahyusari,S.Pd

DISUSUN OLEH: Kelompok 3

1. Aldino Ardiansyah
2. Anisa Puspitasari
3. M. Aden
4. Nova Lailatur R
5. Septi Eka Novitasari

Kelas : XII – IPA 2

SMAN 1 KUTOREJO
TAHUN PELAJARAN 2019/2020
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Makhluk hidup makan untuk menjaga kelangsungan hidupnya serta memenuhi kebutuhan energi.
Makanan yang dicerna akan terpecah menjadi sumber energi melalui proses metabolisme di dalam tubuh.
Metabolisme merupakan suatau reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup yang
dimaksudkan untuk memperoleh energi, menyimpan energi, menyusun bahan makanan, merombak bahan
makanan, memasukkan atau mengeluarkan zat - zat, melakukan gerakan, menyusun struktur sel,
merombak struktur – struktur sel yang tidak dapat digunakan lagi, dan menanggapi rangsang.
Dalam suatu reaksi kimia terdapat zat - zat atau senyawa - senyawa bersifat menghambat
(inhibitor), atau mempercepat reaksi (aktivator). Senyawa – senyawa yang mempercepat suatu reaksi
dikenal dengan sebutan katalisator. Katalisator merupakan suatu zat yang mempercepat laju reaksi-reaksi
kimia pada suhu tertentu, tanpa mengalami perubahan atau terpakai oleh reaksi itu. Suatu katalis berperan
dalam reaksi tapi bukan sebagai pereaksi ataupun produk. Katalis memungkinkan reaksi berlangsung
lebih cepat atau memungkinkan reaksi pada suhu lebih rendah akibat perubahan yang dipicunya terhadap
pereaksi. Katalis menyediakan suatu jalur pilihan dengan energi aktivasi yang lebih rendah sehingga
katalis mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berlangsungnya reaksi.
Metabolisme yang merupakan reaksi kimia memiliki katalisator yang disebut dengan enzim.
Enzim yang tersusun atas protein dan molekul lainnya bekerja dengan menurunkan energi aktivasi,
sehingga tidak diperlukan suhu dan energi tinggi untuk melakukan suatu reaksi kimia di dalam tubuh.
Jika tidak terdapat katalisator dalam metabolisme, maka suhu tubuh akan meningkat dan membahayakan
bagi tubuh makhluk hidup. Kerja enzim tentunya dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar enzim. Faktor
dalam misalnya substansi – substansi genetik yang dibawa oleh masing – masing enzim.
Berdasarkan latar belakang yang baru saja diulas, penulis berkeinginan untuk mengetahui faktor
luar apa saja yang mempengaruhi kerja enzim melalui praktikum sederhana dan di dokumentasikan secara
tertulis dalam bentuk laporan praktikum yang berjudul "Laporan Praktikum Biologi Kerka Enzim
Katalase".

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengaruh enzim katalase terhadap H2O2 ?
2. Dari hasil percobaan faktor apa sajakah yang mempengaruhi kerja enzim katalase ?
C. TUJUAN
1. Mengetahui kerja enzim katalase
2.Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase
3.Mengetahui organ jaringan yang mengandung enzim katalase
D. Manfaat penelitian

Manfaat dalam penelitian ini yaitu :


Bagi Guru :
Dengan melakukan praktikum mengenai kerja enzim katalase ini, guru dapat melihat dan mengetahui
tingkat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran mengenai enzim katalase
Bagi Siswa :
1. Melalui prektikum ini siswa dapat mengetahui pengaruh enzim katalase terhadap H2O2
2. Siswa dapat lebih paham mengenai suatu materi pelajaran jika disertai dengan praktikum

BAB II
LANDASAN TEORI

A. LANDASAN TEORI
1. Pengertian Enzim

Enzim merupakan senyawa organik yang tersusun oleh protein (spesialisasi protein) untuk
menjalankan proses-proses biokimiawi dalam sisitem hayati. Dengan demikian, reaksi kimia yang terjadi
di dalam tubuh, baik anabolisme maupun katabolisme selalu melibatkan enzim. Kerja enzim tentunya
dipengaruhi oleh faktor dalam dan luar enzim. Faktor dalam misalnya substansi – substansi genetik yang
dibawa oleh masing – masing enzim.
Hidogen Peroksida (H2O2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses

pencernaan makanan. Hidrogen peroksida dengan rumus kimia H2O2 ditemukan oleh Louis Jacquea

Thenard pada tahun 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator

kuat dan bersifat racun dalam tubuh. Senyawa peroksida harus segera diuraikan menjadi air (H2O) dan

oksigen (O2) yang tidak berbahaya.

2. Enzim Katalase

Enzim katalase adalah salah satu jenis enzim yang umum ditemui di dalam sel-sel makhluk hidup.
Enzim katalase berfungsi untuk merombak hydrogen peroksida yang bersifat racun yang merupakan sisa /
hasil sampingan dari proses metabolisme.
Apabila H2O2 tidak diuraikan dengan enzim ini, maka akan menyebabkan kematian pada sel-sel.
Oleh sebab itu, enzim ini bekerja dengan merombak H2O2 menjadi substansi yang tidak berbahaya, yaitu
berupa air dan oksigen. Selain bekerja secara spesifik pada substrat tertentu, enzim juga bersifat
termolabil (rentan terhadap perubahan suhu) serta merupakan suatu senyawa golongan protein. Pengaruh
temperature terlihat sangat jelas, karena dapat merusak enzim dan membuatnya terdenaturasi seperti
protein kebanyakan.
Enzim katalase termasuk enzim hidroperoksidase, yang melindungi tubuh terhadap senyawa-
senyawa peroksida yang berbahaya. Penumpukan senyawa peroksida dapat menghasilkan radikal bebas,
yang selanjutnya akan merusak membrane sel dan kemungkinan menimbulkan penyakit kanker serta
arterosklerosis. Enzim Katalase memiliki kemampuan untuk inaktivasi hydrogen peroksida.
Enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen
(O2). Penguraian peroksida (H2O2) ditandai dengan timbulnya gelembung.
Bentuk reaksi kimianya adalah:

2H2O2è2H2O(g) + O2(g)
Senyawa H2O2 yang ada dalam tubuh sangat berbahaya. Maka enzim katalase menguraikan H2O2

menjadi H2O dan gas O2 yang tidak berbahaya bagi tubuh. Ada tidak nya gelembung merupakan indikator

adanya air dalam wujud uap. Sedangkan menyala atau tidaknya bara merupakan indikator adanya gas

oksigen dalam tabung tersebut. Enzim katalase yang dihasilkan peroksisom pada hati akan mengalami

denaturasi (kerusakan) pada suhu yang tinggi atau pun pada suasana asam dan basa.

Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida ( H2O2 ) bila tidak segera
diuraikan, senyawa ini akan bersifat racun dan merusak sel itu sendiri. Dengan adanya enzim katalase,
senyawa Hidrogen Peroksida ( H2O2 ) dapat diuraikan menjadi air ( H2O ) dan oksigen ( O2 ) yang tidak
berbahaya.

3. Ciri – Ciri Enzim

1. Biokatalisator : enzim hanya dihasilkan oleh sel-sel mahkluk hidup yang digunakan untuk

mempercepat proses reaksi.

2. Protein : sifat-sifat enzim sama dengan protein yaitu dapat rusak pada suhu yang tinggi dan

dipengaruhi pH

3. Bekerja Secara Khusus : enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaks tertentu, tidak

dapat mempengaruhi raeksi lainnya. Zat yang terpengaruhi oleh enzim tersebut substrat. Substrat adalah

zat yang bereaksi. Oleh karena macam zat yang bereaksi di dalam sel sangat banyak, maka macam enzim

pun banyak

4. Dapat Digunakan Berulang Kali: dapat digunakan berulang kali karena enzim tidak berubah

pada saat terjadi reaksi. Satu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali selama enzim itu tidak rusak.

5. Rusak Oleh Panas : enzim rusak oleh panas karena merupakan suatu protein . Rusaknya

enzim oleh panas disebut denaturasi jika telah rusak enzim tidak dapat bekerja lagi.

6. Tidak Ikut Bereaksi : enzim hanya diperlukan untuk mempercepat reaksi namun tidak ikut

bereaksi.

7. Bekerja Dapat Balik : suatu enzim dapat bekerja menguraikan suatu senyawa menjadi

senyawa-senyawa lain dan sebaliknya dapat pula bekerja menyusun senyawa-senyawa itu menjadi

senyawa semula.

8. Kerja Enzim Dipengaruhi Faktor Lingkungan

4. Cara Kerja Enzim


1. Teori gembok - anak kunci Sisi aktif enzim mempunyai bentuk tertentu yang hanya sesuai

untuk satu jenis substrat saja. Entuk substrat sesuai dengan sisi aktif, seperti gembok cocok dengan anak

kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik. Substrat yang mempunyai bentuk ruang

yang sesuai dengan sisi aktif enzim akan berikatan dan membentuk kompleks transisi enzim-substrat.

Senyawa transisi ini tidak stabil sehingga pembentukan produk berlangsung dengan sendirinya. Jika

enzim mengalami denaturasi (rusak) karena panas, bentuk sisi aktif berubah sehingga substrat tidak sesuai

lagi. Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang sama.

2. Teori induced fit Reaksi antara substrat denan enzim berlangsung karena adanya induksi

molekul substrat terhadap molekul enzim. Menurut teori ini, sisi aktif enzim bersifat fleksibel dalam

menyesuaikan struktur sesuai dengan struktur substrat. Ketika substrat akan terinduksi dan kemudian

mengubah bentuknya sedikit sehingga mengakibatkan perubahan sisi aktif yang semula tidak cocok

menjadi cocok (fit). Kemidian terjadi pengikatan substrat oleh enzim, yang selanjutnya substrat diubah

menjadi produk. Produk kemudian dilepaskan dan enzim kembali pada keadaan semula, siap untuk

mengikat substrat baru.

5. Hati ayam
Kandungan gizi hati ayam :
1. Tinggi Makronutrisi :
Satu jumlah 3 ons hati ayam masak memiliki kandungan 130 kalori, 21 gr protein, 5 gr lemak termasuk
juga 2 gr lemak jemu. Untuk orang yang konsumsi 2. 000 kalori /hari, lemak – termasuk juga lemak jemu
– yang ada dalam hati ayam cuma mewakili sekitaran 8 % dari jumlah harian yang dianjurkan. Tetapi
kandungan lemak jemu dapat memengaruhi kandungan kolesterol dapat melebihi dari yang diinginkan
dari diet Anda. Satu jumlah hati ayam memiliki kandungan 535 miligram kolesterol, yang tambah lebih
tinggi dari batas kolesterol yang dianjurkan /hari – yakni pada 200 serta 300 miligram.
Sebagai makanan yang tinggi protein, hati ayam bakal menolong membangun serta menguatkan kulit,
rambut, serta jaringan badan lain. Nutrisi ini dapat menolong tingkatkan daya, serta adalah pilihan
popular untuk orang dengan diet rendah karbohidrat serta tinggi protein.
2. Mempunyai kandungan tinggi Vitamin :
Hati ayam begitu tinggi memiliki kandungan Vitamin A, cuma satu jumlah hati ayam dimasak sediakan
280 % dari nilai keseluruhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian Anda dengan jumlah 12. 228 UI.
Vitamin B -1218 mg – 280 % AKG ; folat 476 mg 160 % AKG ; riboflavin 2 miligram 90 % AKG ;
vitamin B-6 0, 7 miligram 25 % AKG ; vitamin C 2, 3 miligram 20 % AKG ; niacin, 11, 8 miligram 20 %
AKG ; serta tiamin 25 miligram 10 % AKG. Vitamin A begitu utama untuk melindungi manfaat normal
organ badan, pandangan, manfaat kekebalan badan, pembentukan serta reproduksi sel. Sesaat
Vitamin B-12 yang cuma ada dari makanan hewani, dibutuhkan untuk manfaat otak yang pas dan untuk
pembentukan sel darah merah dan DNA.
3. Mempunyai kandungan tinggi Mineral :
Hati ayam juga adalah sumber mineral yang begitu baik. 1 jumlah hati ayam masak sediakan zat besi
sejumlah 11miligram atau penuhi 40 % AKG. Mineral yang lain yaitu seng 3, 4 miligram 25 % AKG ;
fosfor 376 miligram 25 % AKG ; serta magnesium 23 miligram 4 % AKG. Badan Kita membutuhkan zat
besi untuk membuat sel darah merah, yang dipakai untuk mengangkut oksigen serta membuahkan daya.
Zinc begitu utama untuk pemisahan sel, perkembangan serta perubahan sel, membuat protein serta DNA,
manfaat kekebalan serta pengobatan luka, serta fosfor dibutuhkan badan untuk bikin daya, membuat
tulang, melakukan perbaikan beberapa sel serta ginjal, jantung, otot dan fungsi saraf.
Manfaat hati ayam yang lain termasuk juga menghindar atau menyembuhkan anemia akibat kekurangan
zat besi. Hal semacam ini dihubungkan dengan tingginya kandungan zat besi yang diketemukan dalam
jerohan seperti hati ayam.
4. Mendukung fungsi Tiroid
Manfaat khusus hati ayam termasuk juga kesehatan kulit, dan mencegah sebagian jenis disfungsi tiroid.
Nutrisi yang di kenal dengan selenium diketemukan dalam hati ayam, serta sudah dapat dibuktikan
bertindak utama mengatur hormon tiroid. Selenium juga disangka menolong menghindar sebagian jenis
kanker, serta dapat menolong untuk orang dengan keadaan medis seperti arthritis atau sindrom kelelahan
kronis.
5. Mengoptimalkan Kelenjar aderenal
Asam pantotenat yang diketemukan pada makanan padat nutrisi ini dapat mendukung optimalisasi

manfaat kelenjar adrenal, yang bertanggungjawab untuk menghasilkan serta melepas beragam hormon,

termasuk juga untuk optimalisasi kesehatan reproduksi. Tingkatkan efektivitas kelenjar adrenal dapat juga

menolong menangani stres lebih gampang. Sebagian studi tunjukkan kalau hati ayam dapat menolong

untuk tingkatkan testosteron, serta menolong tingkatkan ketahanan badan untuk beberapa pekerja berat,

atlet atau binaragawan.

Aktivitas katalase:
1. aktivitas peroksidase, mengoksidasi senyawa yang analog dengan substrat
Katalase H2O2 + H2A -- >2H2O + A2
2. aktivitas katalase, enzim ini mampu menggunakan satu molekul H2O2 sebagai subtrat atau
donor elektron dan molekul H2O2 yang lain sebagai oksidan atau akseptor elektron.
Katalase 2H2O2 ----->2H2O + O2
Katalase ditemukan di darah, sumsum tulang, membran mukosa, ginjal dan hati. di
dalamorganelselyaituperoksisome kaya akanenzimkatalase.

BAB III
METODE PENELITIAN
A. JENIS PENELITIAN
Metode yang kami pergunakan dalam meguji cara kerja enzim katalase adalah metode eksperimen.

B. TEMPAT PENELITIAN

Kami melakukan percobaan ini di Laboratorium Biologi SMA N 1 Kutorejo

C. WAKTU PENELITIAN

Percobaan dilaksankan pada hari Senin, 16 September 2019 dan hari Jum’at , 20 September 2019
D. ALAT DAN BAHAN

Alat : 1. Pipet 5 buah 6. Sapu Lidi


2. Mortal 7. Korek api
3. Parut 8. Gelas ukur
4. Bunsen 9. Pisau / cutter
5. Tabung reaksi + rak 10. Termometer
11. Tisu basah yang kering

Bahan : 1. Ekstrak hati ayam 9. Es batu


2. Ekstrak jantung ayam 10. Air
3. Ekstrak darah segar ayam 11. Spirtus
4. Wortel 12.Larutan HCl
5. Kentang 13.Larutan H2O2
6. Bawang merah 14. Larutan NaOH
7. Bawang putih
8. Singkong

E. CARA KERJA

Perlakuan pertama
1. Buat ekstrak pada semuabahan ( wortel, kentang, bawang merah, bawang putih, singkong,
hati, jantung, darah )
2. Tuang ekstrak pada tabung reaksi sebanyak 5 tabung
3. - Tabung pertama : ekstrak asli
- Tabung kedua : akstrak + HCl 5 tetes
- Tabung ketiga : ekstrak + NaOH 5 tetes
- Tabung keempat : dibakar sampai mendidih
- Tabung kelima : didinginkan
4. Amati perubahannya !
Perlakuan kedua
1. Tambahkan seluruh tabung pada perlakuan pertama dengan H2O2 10 tetes
2. Tutup mulut tabung dengan ibu jari
3. Amati gelembung yang muncul!
- Tidak ada gelembung :-
- Ada gelembung : +1
- Gelembung sedang : +2
- Banyak gelembung :+3
- Gelembung sangat banyak : +4

Untuk hati, jantung, dan darah:


- Buatlah ekstrak hati , jantung dan darah dengan menggunakan mortal dengan ditambah air
sedikit
- Ambilah cairan ekstrak hati , jantung dan darah (tidak perlu ampasnya) dengan menggunakan
pipet sebanyak 1 ml dan masukkan ke dalam tabung masing-masing yang telah diberi label dan
letakkan pada rak tabung reaksi, kecuali yang didinginkan letakkan di dalam es batu. (Proses
ektrak hati yang didinginkan paling akhir)
- Lakukan kegiatan seperti gambar di bawah ini !
A. 1 ml B. 1 ml C. 1 ml D. 1 ml E. 1 ml F. 1 ml G. 1ml
ekstrakhati ekstrak ekstrak ekstrak hati ekstrakhati+didinginkan ekstrakjantung ektrakdarah
hati+ 5 hati+5 dipanaskan (……..…oC)
tetes HCl tetes
pekat KOH
aduk rata 10% aduk
rata

A B C D E F G

Keterangan :

1. Teteskan H2O2 masing-masing 5 tetes ke dalam tabung A sampai G secara bergantian


2. Pada waktu mereaksikan, tutuplah tabung reaksi dengan ibu jari dan amati pembentukan
gelembung gas kemudian masukkan bara api pada tabung tersebut. Amati keadaan gelembung
dan bara api yang terlihat.

Untuk umbi-umbian:
- Iris semua jenis umbi-umbian dengan ukuran 1 cm2
- Haluskan menggunakan mortal dengan tambahan air sedikit

- Ambilah cairan ekstrak ketela, bawang putih, bawang merah, wortel, dan kentang dengan
menggunakan pipet sebanyak 1 ml dan masukkan ke dalam tabung masing-masing yang telah
diberi label dan letakkan pada rak tabung reaksi
Keterangan :
1. Teteskan H2O2 masing-masing 5 tetes ke dalam tabung A sampai G secara bergantian
2. Pada waktu mereaksikan, tutuplah tabung reaksi dengan ibu jari dan amati pembentukan
gelembung gas kemudian masukkan bara api pada tabung tersebut. Amati keadaan
gelembung dan bara api yang terlihat.
BAB IV

HASIL PENGAMATAN

F. DATA HASIL PENGAMATAN

Gelembung
No. Perlakuan Nyala Api*)
gas *)
1. Ekstrak hati + H2O2(netral) ++++ ++++
2. Ekstrak hati + HCl + H2O2(asam) - +
3. Ekstrak hati + NaOH + H2O2(basa) ++++ ++
4. Ekstrak hati dipanaskan - -
5. Ekstrak hati didinginkan - +
6. Ekstrak jantung + H2O2 + +++
7. Ekstrak jantung + HCl - +
8. Ekstrak jantung + NaOH + ++++
9. Ekstrak jantung dibakar - -
10. Ekstrak jantung didinginkan ++ +++
11.
12.
13. Ekstrakdarah + H2O2 ++++ +

*) bubuhkantanda :
– bila tidak ada gelembung/ nyala/bara api
+ bila sedikit
++ bila sedang
+++ bila banyak
++++ bila banyak sekali
Jumlah
No. Nama umbi Nyala Api*)
gelembung*)
1. Ketela x x
2. Bawang merah x x
3. Kentang xxx xx
4. Wortel xx x
5. Bawang putih x Xx
*) bubuhkantanda :
– bila tidak ada gelembung/ nyala/bara api
x bila sedikit
xx bila sedang
xxx bila banyak
xxxx bila banyak sekali
GAMBAR HASIL PENGAMATAN

NO PERLAKUAN GAMBAR
1 Ekstrak hati + H2O2(netral) Gelembung :

Keterangan : Banyak Gelembung

Nyala Api :

Keterangan : Nyala api sangat terang


2 Ekstrak hati + HCl + H2O2(asam) Gelembung dan Nyala Api :

Keterangan : Tidak ada dan redup

3 Ekstrak hati + NaOH + H2O2(basa) Gelembung dan Nyala api :


Keterangan : Banyak gelembung dan api nyala

4 Ekstrak hati dipanaskan Gelembung dan Nyala Api :

Keterangan : Tidak ada gelembung dan redup

5 Ekstark hati didinginkan Gelembung :

Api nyala :

6 Ekstrak darah + H2O2


7 Ekstrak jantung + H2O2 (netral) Gelembung + Nyala Api :

Keterangan : Sedikit gelembung dan Nyala Api

8 Ekstrak jantung + HCl (asam) Gelembung dan Nyala Api :

Keterangan : Tidak ada gelembung dan Nyala

9 Ekstrak jantung + NaOH Gelembung dan Nyala Api :

Keterangan : Gelembungnya sedikit dan api menyala


terang
10 Ekstrak jantung dibakar Gelembung dan Nyala Api :

Keterangan : Tidak ada gelembung dan Mati


11 Ekstrak jantung didinginkan Gelembung dan Nyala Api :

Keterangan : Gelembungnya sedang dan api menyala


sedang

NO NAMA UMBI GAMBAR


1 Singkong Gelembung :

Keterangan : Tidak ada Gelembung


2 Bawang putih

3 Kentang

4 Wortel

5 Bawang merah
BAB V
PEMBAHASAN BAHAN DISKUSI

1. Gas apakah yang terkandung dalam gelembung tersebut,apa buktinya ?


JAWAB:
Gelembung yang timbul merupakan gas dari hydrogen.gelembung gas ini terbentuk karena
ion positif mengalami reduksi dan ion negative mengalami oksidasi. Contohnya ,pada larutan
HCL mengalami elektrolisis yang menghasilkan gas hydrogen sebagai berikut :
HCL (aq) → H+ (aq) + Cl- (aq)
Raksi Reduksi : 2H+ (aq) + 2e- → H2 (g)
Reaksi Oksidasi : 2 Cl- (aq) → Cl2 (g) + 2e-
Data diuji dengan menambahkan substrat H2O2 ke dalam ekstrak hati ayam, yang kemudian
akan menimbulkan gelembung O2 dari hasil penguraian , yang menandakan adanya H2O dan
saat dimasukkan lidi yang membara dan adanya api yang menyala yang menandakan adanya
oksigen.
2. Bagaimanakah gas pada soal no 1 dapat terbentuk (jelaskan dalam bentuk reaksi kimia) ?
JAWAB:
Gelembung gas ini terbentuk karena ion positif mengalami reduksi dan ion negative
mengalami oksidasi. Contohnya ,pada larutan HCL mengalami elektrolisis yang
menghasilkan gas hydrogen sebagai berikut :
HCL (aq) → H+ (aq) + Cl- (aq)
Raksi Reduksi : 2H+ (aq) + 2e- → H2 (g)
Reaksi Oksidasi : 2 Cl- (aq) → Cl2 (g) + 2e-

3. Berdasar pengamatan,kandungan enzim katalase terbanyak terdapat dalam organ hati atau
jantung ,apa buktinya ?
JAWAB:
Kandungan enzim katalase yang terbanyak adalah pada api. Buktinya yaitu banyaknya
gelembung yang terdapat pada hati (+4) dan menyalanya api sedangkan pada jantung terdapat
sedikit gelembung (+1) dam menyala nya api juga .
Selain itu,organ jantung lebih dominan berfungsi memompa darah keseluruh tubuh serta
menyaring darah kotor yang ada pada darah. Sedangkan hati berfungsi untuk menetralkan
racun.
4. Berdasar pengamatan, enzim katalase paling efektif bekerja pada suhu ............ dan suasana
...... ?
JAWAB:
Pada suhu dibawah 50◦ C dan pada suasana netral (sekitar 6-8). Enzim kan rusak pada suhu
diatas 50◦ C dan Ph diatas netral .
5. Mengapa hidrogen Perioksida (H2O2) harus diuraikan oleh enzim katalase pada tubuh kita ?
JAWAB:
Suhu: Enzimkatalasetidakakanbekerjasecara optimal pada suhutinggi,
karenakitaketahuibahwaenzimkatalaseakanbekerja pada suhunetral.
pH: Enzimkatalaseakanbekerja optimal pada pH netral.
BAB VI
PENUTUP

A.KESIMPULAN

1. Pengaruh Enzim katalase terhadap H2O2 yaitu, Enzim katalase dapat menguraikan H2O2
menjadi H2O dan O2.
2. Faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase yaitu suhu dan kontsentrasi keasaman (pH).
Enzim katalase dapat bekerja paling baik hanya di keadaan pH netral dan suhu normal, dengan
kata lain suhu, pH, dan konsentrasi substrat saling memengaruhi kerja enzim. Jika suhu terlalu
tinggi, enzim akan mengalami denaturasi. Jika pH terlalu asam ataupun basa, enzim tidak dapat
bekerja dengan baik. Sementara itu, jika suhu semakin rendah, enzim akan rusak, namun akan
bias bekerja kembali jika suhu sudah mulai kembali ke normal. Enzim katalase tidak dapat
bekerja optimal ketika suhu yang sangat tinggi atau panas.Enzim katalase tidak dapat bekerja
jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat ). Kenaikan atau penurunan pH
menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat.

B. SARAN

1. Dibutuhkan waktu yang lebih lama, dan waktu yang khusus (diluar jam pelajaran) untuk
melakuka percobaan ini agar kami lebih teliti dan intensif dalam menguji faktor yang
mempengaruhi kerja enzim.
2. Dibutuhkan alat – alat yang lebih lengkap agar data hasil percobaan kami lebih akurat.
3. Berhati-hatilah dengan bahan-bahan kimia, gunakan masker agar lebih aman dan jangan
menghirup cairan H2O2 secara langsung.
4. Patuhilah tata tertib laboraterium untuk keamanan dan keselamatan selama melakukan
percobaan .

DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Enzim_katalase
https://mypelhappystudy.blogspot.com/2016/04/laporan-praktikum-uji-enzim-katalase.html
http://mcrizzwan.blogspot.com/2013/07/artikel-mengamai-pengaruh-berbagai.html#.XX4-
http://novleexta.blogspot.com/2011/10/laporan-praktikum-biologi-enzim.html BvAzbMw
https://uphicktaufikhidayat21.blogspot.com/2016/11/laporan-praktikum-enzim-katalase-sma.html
Safitri Ririn. 2016. Buku Siswa Biologi Untuk SMA/MA XII
.Surakarta:CV.MEDIATAMA