Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA

Disusun oleh:
1. Febri Indra Farizki (2017030053)

2. Robiatus salamah (2017030059)

3. Raden Ajeng Astrie Wulandari (2017030076)

4. Widya Kusuma Wardhani (2017030090)

Mata Kuliah : Perekonomian Indonesia


Dosen Pengampu : Dimas Ilham Nur Rois, SE., M.Ak

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA

2020
ANALISIS PEKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA

Orde Lama
Kondisi ekonomi Indonesia pada era Bapak Soekarno ( 1945 – 1966 ) kurang stabil.
Karena secara politik, Indonesia lebih cenderung kearah sosialis atau komunis dan anti barat.

Dalam statistik pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 1960 – 1966 rata-rata
dibawah 5%. Bahkan sampai -2,3 pada tahun 1963.

Pada tahun 1960 – 1966 terjadi inflasi yang sangat parah (Hiperinflasi) . Bahkan pada
tahun 1966 menyentuh angka 1195%. Sehingga menyebabkan harga-harga pada waktu itu
naik sampai 11x dari harga normal.

Orde Baru
Orde baru yang identik dengan Bapak Soeharto atau Bapak Pembangunan Indonesia
(1966 – 1998) ekonomi Indonesia lebih stabil dibandingkan Orde Lama. Pada awal-awal
terbentuk tahun (1966 – 1970), pemerintah berhasil menurunkan inflasi dari 1195% pada
1966 menjadi 13,6% pada 1970. Selain itu, pertumbuhan ekonomi pun meningkat pesat rata-
rata diatas 5% bahkan hingga 12% pada 1968.
Pada tahun 1970 – dekade 1990-an, ekonomi Indonesia berkembang rata-rata 5% –
10%. Dari sisi inflasi, dapat kita lihat pada table. Inflasi Indonesia bisa dibilang stabil yaitu
pada kisaran 2 – 50 % pertahun.

Pada 1990 – 1996, pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil yaitu diatas 5 – 10 % namun
tanpa disadari ini merupakan tanda dari overheating ekonomi. Puncaknya pada 1998,
Indonesia mengalami krisis ekonomi, politik, bahkan social. Dapat kita lihat pada table
bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai -13 persen dan inflasi mencapai 75%.

Era Reformasi
Pada awal era reformasi, seperti yang kita tahu era reformasi diawali dari krisis
ekonomi pada tahun 1998. Yang menyebabkan Bapak Soeharto mundur dan diganti oleh
Bapak BJ Habibie sembari menunggu Pemilu 1999. Dapat kita lihat pada tabel dibawah pada
tahun 1998, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai -13%. Namun, perlahan tapi pasti
ekonomi Indonesia semakin menunjukan pemulihan. Pada tahun 1999 ekonomi Indonesia
naik menjadi 0,7%, jauh dari angka sebelumnya -13%.
Dapat kita lihat pada tabel hutang pemerintah pusat diatas. Pada 1998 hutang indonesia
mencapai 70% dari total PDB.

Kemudian ekonomi mulai stabil pada tahun 2000an. Bahkan sejak 2000 – 2014
ekonomi Indonesia stabil dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi 5%. Dari sisi inflasi, inflasi
paling tinggi hanya pada tahun 2000 yang mencapai 20%. Dan kembali tinggi pada 2005,
2008, dan 2010. Namun pada tahun 2012 hingga 2015 inflasi stabil bahkan dibawah 11%.

KESIMPULAN
Indonesia mengalami tiga tahap perkembangan perekonomian Indonesia, yaitu orde
lama, orde baru, hingga era Reformasi. Dari sisi konstribusi PDB sektor pertanian, industri,
dan jasa pun Industri dan jasa masih mendominasi. Dapat kita lihat pada tabel diatas. Bisa
dibilang ekonomi Indonesia setelah krisis yaitu sejak 2000 – 2014 stabil. Pemerintah mampu
mengatasi krisis dan menciptakan kondisi ekonomi dan politik yang stabil. Secara tidak
langsung membuktikan kepada para investor bahwa Indonesia masih merupakan negara yang
aman dalam hal ekonomi maupun politik. Walaupun hutang pemerintah Indonesia meningkat.

Referensi : http://www.economicdisasterarea.com/blog/perkembangan-ekonomi-indonesia-
era-orde-lama-orde-baru-dan-reformasi/