Anda di halaman 1dari 5

1. Anatomi dan Fisiologi dari saluran cerna Intraabdomen?

 Anatomi
Intra abdomen terbagi jadi :
Intraperitoneal (2/3 dilapisi peritoneum) dan
duodenum superior, gaster, jejunum, ileum, caecum, appendix vermiformis, colon,
hepar lien , vesica felea, cauda pancreas retroperitoneal.
Primer (sudah ada sejakk embriologi) : ren, VCI, ureter, duktus thoracicus, vesica
urinaria, aorta abdominalis.
Sekunder (awalnya intraperitoneal menjadi retroperitoneal) : colon ascendens,
descendens, duodenum selain pars superior.
 Fisiologi

Usus halus

Adalah tempat utama untuk pencernaan dan Penyerapan. Ada 4 proses:

 Motilitas: Segmentasi, motilitas utama usus halus selama pencernaan makanan,


secara merata mencampur makanan dengan getah pankreas, empedu, dan usus
halus untuk mempermudah pencernaan; motiliras ini juga memajankan produk
pencernaan ke permukaan absorptif. Di antara waktu makan, migrating motility
complex menyapu bersih lumen.
 Sekresi: Getah yang disekresikan oleh usus halus tidak mengandung enzim
pencernaan apapun. Enzim-enzim yang disintesis oleh usus halus bekerja di
dalam membran brush border sel epitel.
 Pencernaan: Enzim pankreas melanjutkan pencernaan karbohidrat dan protein di
lumen usus halus. Enzim-enzim brush border :usus halus menuntaskan
pencernaan karbohidrat dan protein. Lemak dicerna seluruhnya di lumen usus
halus, oleh lipase pancreas.
 Penyerapan: Lapisan dalam usus halus beradaptasi baik untuk melaksanakan
fungsi pencernaan dan penyerapannya. Lipatan-lipatannya mengandung banyak
tonjolan berbentuk jari, vilus, yang juga memiliki tonjolan yang lebih halus,
mikrovilus. Bersama-sama, modifikasi-modifikasi permukaan ini sangat
meningkatkan luas permukaan yang tersedia unruk menemparkan enzim-enzim
yang terikat ke membran dan untuk melakukan penyerapan aktif dan pasif.
Lapisan dalam yang luar biasa ini diganti setiap sekitar tiga hari untuk
memasrikan kesehatan dan fungsi optimal sel-sel epitel yang menghadapi
lingkungan lumen yang "keras".
Usus Besar
Usus besar ; Kolon normalnya menerima sekitar 500 ml kimus dari usus halus per hari.
Karena sebagian besar pencernaan dan penyerapan telah diselesaikan di usus halus maka isi
yang disalurkan ke kolon terdiri dari residu makanan yang tak tercerna (misalnya
selulosa), komponen empedu yang tidak diserap, dan cairan. Fungsi utama usus besar adalah
untuk menyimpan tinja sebelum defekasi. Selulosa dan bahan lain yang tak tercerna di dalam
diet membentuk sebagian besar massa dan karenanya membantu mempertahankan keteraturan
buang air.
Umumnya gerakan usus besar berlangsung lambat dan tidak mendorong sesuai
fungsinya sebagai tempat penyerapan dan penyimpanan. Motilitas utama kolon adalah
kontraksi haustra yang dipicu oleh ritmisitas otonom sel-sel otot polos kolon.
Kontraksi ini, yang menyebabkan kolon membentuk haustra.Waktu di antara dua
kontraksi haustra dapat mencapai tiga puluh menit, sementara kontraksi segmentasi
di usus halus berlangsung dengan frekuensi 9 sampai 12 kali per menit. Lokasi kantung
haustra secara bertahap berubah sewaktu segmen yang semula melemas dan membentuk
kantung mulai berkontraksi secara perlahan sementara bagian yang tadinya berkontraksi
melemas secara bersamaan untuk membentuk kantung baru. Gerakan ini tidak
mendorong isi usus tetapi secara perlahan mengaduknya maju-mundur sehingga isi
kolon terpajan ke mukosa penyerapan. Kontraksi haustra umumnya dikontrol oleh
reflex refleks lokal yang melibatkan pleksus intrinsik.
2. Mengapa pasien tidak bisa BAB dan tidak bisa kentut?
Gejala klinis setalah distensi abdomen adalah tidak dapat mengeluarkan feses, kegagalan
mengeluarkan feses karena adanya sumbatan di usus, dimana sumbatan tersebut menyebabkan
peristaltik meningkat untuk mendorong isi usus sehingga menimbulkan nyeri abdomen. Muntah
terjadi setelah timbulnya distensi abdomen, refleks muntah akan mereda setelah timbulnya
peristaltik usus yang mendorong isi lumen usus yang dapat menimbulkan gejala nyeri.2
3. Mengapa pasien nyeri perut intermitten,penurunan pengeluaran urin,demam?
Gejala klinis setalah distensi abdomen adalah tidak dapat mengeluarkan feses yaitu 81 (65,9%),
kegagalan mengeluarkan feses karena adanya sumbatan di usus, dimana sumbatan tersebut
menyebabkan peristaltik meningkat untuk mendorong isi usus sehingga menimbulkan nyeri
abdomen. Muntah terjadi setelah timbulnya distensi abdomen, refleks muntah akan mereda
setelah timbulnya peristaltik usus yang mendorong isi lumen usus yang dapat menimbulkan
gejala nyeri.2
4. Mengapa terbentuk massa seperti sosis?
Massa diabdomen dan inguinal merupakan gejala yang muncul pada pasien hernia dan
intususepsi, pada pasien hernia didapatkan gejala keluarnya benjolan di inguinal, karena
masuknya usus ke dalam kantung hernia. 5 Pasien intususepsi pada palpasi dirasakan adanya
massa seperti sossage di abdomen karena masuknya satu segmen usus ke segmen usus yang
lainnya.
5. Mengapa ditemukan red currant jelly stool?
Pada intususepsi feses awalnya normal, namun setelah beberapa kali mengalami serangan kolik,
terjadi defekasi darah yang bercampur dengan lendir yang disebut dengan red currant jelly
stool, karena adanya iskemik mukosa usus yang terintususepsi. Red currant jelly stool
merupakan pengelupasan dari mukosa, darah, dan mukus dari jaringan usus.
6. Mengapa ditemukan kembung pada pasien?
7. Apa etiologi dari scenario?

8. Bagaimana patofisiologi dari scenario? Dari diare sampai terjadinya ileo-obstrukstifus?


9. Apa px fisik dan penunjang dari scenario?
10. Apa diagnosis dan diagnosis banding dari scenario?
Diagnosis : ileo-obstruktifus
DD : ileo-paralitikus,volvulus,invaginasi,
11. Bagaimana tatalaksana dari scenario?
12. Apa komplikasi dari scenario?