Anda di halaman 1dari 18

UNIVERSITAS INDONESIA

LAPORAN PENDAHULUAN
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KOMUNITAS
NUTRISI, DIET, DAN PENYUSUNAN MENU MAKANAN PADA IBU
HAMIL DI KELURAHAN SUKATANI KECAMATAN TAPOS
DEPOK

Diajukan Sebagai Tugas Mata Ajar


Aplikasi Keperawatan Komunitas Lanjut II

DisusunOleh:
TETI RAHMAWATI
NPM: 1306346361

PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN KOMUNITAS


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS INDONESIA
NOPEMBER 2014

LAPORAN PENDAHULUAN IMPLEMENTASI

A. Latar Belakang
Anemia merupakan kondisi kekurangan sel darah merah.
Kekurangan sel darah merah sering ditemukan pada ibu hamil. Anemia
pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan terkait dengan
insidennya yang tinggi dan komplikasi yang ditimbulkan pada ibu dan
janin. Ibu hamil dengan anemia di dunia yaitu 34%, 75% berada di
negara berkembang (WHO, 2005 dalam Syafa, 2010). Ibu hamil dengan
anemia di Indonesia adalah 62,3%, yaitu berupa anemia defisiensi besi
(ADB) (Wiknjosastro, 2005).
Menurut Bobak (2005), penyebab anemia umunya adalah kurang
gizi, kurang zat besi, kehilangan darah saat persalinan yang lalu, dan
penyakit-penyakit. Penurunan kadar hemoglobin pada ibu hamil
dijumpai selama kehamilan di sebabkan oleh karena dalam kehamilan
keperluan zat makanan bertambah dan terjadinya perubahan-
perubahan dalam darah. Penambahan volume plasma yang relatif lebih
besar daripada penambahan massa hemoglobin dan volume sel darah
merah. Faktor lain yang mempengauhi kondisi Hb ibu selama hamil
adalah pola makan (status nutrisi) dan usia.
Data diperoleh dari hasil pengkajian dengan menggunakan
metoda wawancara, survey, winshield survey, dan studi literatur.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap beberapa orang ibu hamil
mengatakan di posyandu jarang dilakukan penyuluhan. Beberapa kader
RW mengatakan masih terdapat ibu hamil yang meyakini/melakukan
pantangan-pantangan selama hamil. Contoh ibu hamil tidak boleh
makan durian, kol, nanas, dan cumi-cumi. Sedangkan berdasarkan hasil
penyebaran kuesioner didapatkan data pendidikan ibu hamil 17 orang
(56,7%) adalah sekolah menengah atas (SMA); keluarga dengan ibu
hamil sebagian besar tidak memiliki alokasi dana khusus sebanyak 12
orang (40%); ibu hamil yang masih memiliki pengetahuan kurang
sebanyak 13 orang (43,3%); sikap ibu hamil yang kurang dalam
mencegah terjadinya anemia sebanyak 16 orang (53,3%); terdapat 15
orang (50%) keluarga ibu hamil belum memiliki keterampilan yang baik
selama hamil; terdapat 16 orang (53,3%) ibu hamil yang mengolah
makanan dengan dipotong terlebih dahulu baru di cuci; terdapat 14
orang (46,7%) ibu hamil yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi
sayuran mentah; terdapat ibu hamil yang memiliki kebiasaan tidak
mencuci tangan sebanyak 2 orang (6,7%); ibu hamil yang memiliki
kebiasaan minum air teh setelah mengkonsumsi Fe sebanyak 9 orang
(30%); ibu Hamil yang tidak memiliki kebiasaan minum/makan Vit C
setelah minum Fe sebanyak 15 orang (50%); cara/metode penyuluhan
dijadikan metode yang paling menarik dalam menyampaikan informasi
mengenai kesehatan oleh 21 orang (70%) ibu hamil; terdapat 17 orang
(56,7%) ibu hamil dengan kategori obesitas tipe II IMT > 30; terdapat 7
orang (23,3%) ibu hamil yang meiliki LLA dibawah normal (<23).
Berdasarkan Profil Dinas Kesehatan Kota Depok (2013) didapatkan data:
tidak ditemukan adanya program khusus untuk menangani masalah ibu
hamil, tetapi ada program mengenai kesehatan keluarga.
Berdasarkan latar belakang diatas, diperlukan adanya kegiatan
yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai nutrisi dan
diet pada ibu hamil sehingga ibu hamil dapat menjalani kehamilannya
dengan sehat.

B. Masalah/Diagnosa Keperawatan
Defisiensi kesehatan komunitas pada ibu hamil akibat proses
kehamilan khususnya di RW 01, 22 dan 24 Kelurahan Sukatani
Kecamatan Tapos Kota Depok

C. Tujuan Kegiatan
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan defisiensi
kesehatan pada ibu hamil khususnya yang berada di wilayah RW 01,
22 dan 24 Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos Kota Depok tidak
terjadi.
2. Tujuan khusus :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 x 60 menit, kelompok ibu
hamil mampu:
a. Menjelaskan pengertian diet atau nutrisi pada ibu hamil
b. Menguraikan manfaat diet ibu hamil
c. Menjelaskan kandungan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil
d. Menjelaskan nutrisi tambahan yang dibutuhkan ibu hamil yang
berisiko mengalami anemia
e. Mennyusun menu makanan untuk ibu hamil dalam sehari

D. Prosedur Pelaksanaan
1. Persiapan
1.1 Lingkungan
a. Lingkungan nyaman sesuai dengan kegiatan yang dilakukan
b. Lingkungan yang jauh dari kebisingan
c. Tertatanya ruangan untuk penyuluhan
1.2 Kelompok Ibu Hamil
a. Kelompok ibu hamil bersedia mengikuti penyuluhan
b. Kelompok ibu hamil kooperatif saat penyuluhan
1.3 Alat dan Bahan
a. Leafleat
b. Lembar balik
c. Alat peraga (contoh makanan, seperti: nasi, sayur, lauk,
susu)
1.4 Sasaran
Kelompok ibu hamil di RW 01, 22 dan 24 Kelurahan Sukatani
Kecamatan Tapos Kota Depok
1.5 Metode
Diskusi, tanya jawab, dan demonstrasi.
1.6 Waktu Dan Tempat
Hari / Tanggal : Rabu, 26 Nopember 2014
Pukul : 09.00 - 10.00 WIB
Tempat : Posyandu Rw 22
Waktu : 1 x 60 Menit
2. Pelaksanaan
No Kegiatan Waktu
1 Fase Orientasi 5 menit
a. Mengucapkan salam
b. Memperkenalkan pembimbing kepada kelompok ibu
hamil
c. Melakukan evaluasi validasi
d. Mengingatkan kontrak (waktu, tempat dan topik)
e. Menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan
2 a. Melakukan pre test 45 menit
b. Menggali pengetahuan kelompok ibu hamil tentang
nutrisi pada ibu hamil
c. Menjelaskan pengertian nutrsi dan diet pada ibu hamil
d. Menguraikan manfaat diet pada ibu hamil
e. Menjelaskan kandungan-kandungan nutrisi yang
dibutuhkan ibu hamil
f. Memberikan kesempatan kelompok ibu hamil untuk
bertanya
g. Menjelaskan kandungan nutrisi yang perlu
ditambahkan pada ibu hamil dengan anemia
h. Menjelaskan cara menghitung kebutuham kalori dalam
sehari
i. Mempraktikkan cara penyusunan menu pada ibu hamil.
j. Meminta ibu hamil untuk menyusun menu makanan
dalam sehari
3 Fase Terminasi 10 menit
a. Melakukan post test
b. Menanyakan pada kelompok ibu hamil tentang hal-hal
yang belum dipahami
c. Melakukan evaluasi kegiatan
d. Menyimpulkan hasil kegiatan yang telah dilakukan
bersama kelompok ibu hamil
e. Menjelaskan rencana tindak lanjut
f. Mengakhiri kontrak pertemuan hari ini dan membuat
kontrak untuk pertemuan selanjutnya
g. Mengucapkan salam

3. Kriteria Evaluasi
3.1Struktur
a. Perawat telah mengkonsulkan laporan pendahuluan kegiatan
pada hari Minggu 24 Nopember 2014 kepada pembimbing
b. Perawat telah menyiapkan media dan materi untuk kegiatan
implementasi
c. Perawat, kader, dan kelompok ibu hamil telah menyepakati
waktu dan tempat kegiatan yaitu pada hari kamis 20 rabu, 26
Nopember 2014 di posyandu RW 22
d. Kelompok ibu hamil tidak memiliki kontra indikasi terhadap
tindakan yang akan dilakukan
e. Tersedia ruangan yang nyaman dan tenang
3.2Proses
a. Perawat mampu menjelaskan tujuan melakukan penyuluhan
kesehatan
b. Perawat mampu menjelaskan pengertian dan manfaat nutrisi
pada ibu hamil.
c. Perawat mampu menjelaskan kandungan-kandungan nutrisi
yang dibutuhkan ibu hamil
d. Mampu mempraktekkan cara penyusunan menu makan untuk
ibu hamil.
e. Kelompok ibu hamil kooperatif saat pelaksanaan kegiatan
implementasi
f. Kelompok ibu hamil dapat mengikuti kegiatan dari awal
sampai selesai.
g. Kelompok ibu hamil mengerti dan memahami tentang materi
yang disampaikan
h. Proses kegiatan implementasi berjalan secara sistematis
sesuai dengan rencana
i. Tidak terdapat hambatan atau kesulitan saat kegiatan
dilaksanakan
j. Media dapat digunakan sesuai dengan rencana

3.3Hasil
a. Perawat mampu memotivasi kelompok ibu hamil untuk
mengikuti penyuluhan dan meningkatkan diet pada ibu hamil
b. Terjadinya peningkatan pengetahuan pada kelompok ibu hamil
tentang nutrisi yang dapat terlihat dari hasil pre dan post tes
c. Kelompok ibu dapat menyusun menu makan untuk satu hari
d. Kegiatan berjalan sesuai dengan hasil yang diharapkan

Lampiran Materi

ANEMIA PADA IBU HAMIL


A. Pengertian Diet pada Ibu Hamil
Diet pada ibu hamil merupakan cara ibu hamil
memanajemen/mengelola/mengendalikan makanan yang dikonsumsi
atau dimakan oleh ibu selama masa kehamilan. Diet ibu hamil adalah
upaya kita membatasi asupan kalori tanpa harus mengurangi kebutuhan
nutrisi ibu hamil. Manfaat diet yang baik pada ibu hamil adalah untuk
menjaga pertumbuhan dan perkembangan janin dan meningkatkan
kesehatan ibu.
Konsep diet ibu hamil:
1. Pembatasan kalori, agar tidak berlebihan.
2. Mencukupi unsur nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan seimbang.
Ibu hamil memiliki kebutuhan energi yang meningkat. Energi ini
digunakan untuk pertumbuhan janin, pembentukan plasenta, pembuluh
darah, dan jaringan yang baru. Tubuh memerlukan sekitar 80.000
tambahan kalori selama kehamilan. Hal ini berarti setiap harinya sekitar
265-300 kalori tambahan dibutuhkan ibu hamil terutama pd trimester 2
dan 3.
Makanan yang berkalori tinggi dan miskin nutrisi seperti krupuk, kripik,
minuman bersoda, jajanan gorengan, junk food, dll sebaiknya dihindari.
Pilih makanan yang bernutrisi dan rendah kalori. Diet dibuat scr
individual tergantung usia, aktivitas, dan kondisi kesehatan

B. Nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil


Kebutuhan nutrisi ibu semasa hamil terdiri dari unsur:
1. Karbohidrat
Sumber utama untuk tambahan energi/kalori yang dibutuhkan
selama kehamilan. Kebutuhan karbohidrat 60% dari total kalori yang
dibutuhkan. Contoh: nasi, kentang, ubi, singkong, jagung, gandum, mie.
2. Protein
Protein diperlukan untuk pertumbuhan janin, uterus, payudara,
hormon, penambahan cairan darah ibu serta persiapan laktasi (masa
menyusui). Kebutuhan protein 15% dari total kalori yang dibutuhkan.
Tambahan protein yang diperlukan selama kehamilan sebanyak 1,3
gram protein/Kg BB selama hamil atau sekitar 12 gram/hari (1/5
bagian telur rebus). Contoh protein hewani: ikan, daging dan telur.
Protein nabati: pada tumbuh-tumbuhan yakni tahu, tempe dan kacang-
kacangan.
3. Lemak
Lemak berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan fetus,
khususnya untuk mata dan otak dan jaringan plasenta. Lemak sebagai
sumber kalori utama. Recomendasi lemak tidak lebih dari 25% dari
seluruh kalori yang dikonsumsi sehari. Pilih jenis lemak yang
mengandung asam lemak esensial (ALE). Seumber: kacang- kacangan,
biji- bijian dan hasil olahannya.
4. Vitamin dan Mineral
Wanita hamil membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral
dibanding sebelum hamil untuk mendukung pertumbuhan dan
perkembangan janin. Contoh: Vitamin A (800 mg/hari), Vitamin B1
(Tiamin) 1,5 mg, B2 (Riboflavin) 1,6 mg, B3 (Niasin) 17 mg, B6
(Piridoksin) 2,2 mg, B9 (Asam Folat) 400 µg, B12 (Kobalamin) 2,2 µg,
vitamin C (70 µg), vitamin D 10 µg, vitamin E 10 mg, dan vitamin K 65
µg . Sedangkan mineral, contohnya: zat besi 30 mg, kalsium 1200 mg,
seng 15 mg, fosfor 1200 mg, Magnesium 320 mg, zinc 15 mg , dan
iodium 175 µg.

C. Kebutuhan nutrisi pada ibu hamil yang mengalami anemia


Anemia adalah kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk sintesis
eritrosit, terutama zat besi, vitamin B 12, asam folat. Salah satu penyebab
terjadinya anemia adalah defisiensi zat gizi mikro tertentu, terutama zat besi.
Untuk mengendalikan risiko anemia, WHO juga merekomendasikan asupan zat
gizi mikro lainnya, yakni vitamin A, vitamin B2 (riboflavin), piridoksin (Vit
B6), vit B9 (asam folat), vitamin B12, dan Vit C .
Kebutuhan zat-zat mikro yang harus ditambahkan pada ibu hamil yang
mengalami risiko atau masalah anemia diuraikan sebagai berikut:
1. Vitamin A
Berperan dalam fungsi tubuh, termasuk fungsi penglihatan, imunitas,
pertumbuhan dan perkembangan embrio. Kekurangan vitamin A dapat
mengakibatkan kelahiran prematur dan BBLR. Rekomendasi harian pada
ibu hamil kurang dari 25 mg/hari (1 potong sedang semangka dibagi 4).
Contoh: tomat, wortel, brokoli, semangka, dll.
2. Vitamin B2 (Riboflavin)
Membantu memecah KH, protein, dan lemak dalam makanan, juga menjaga
sel-sel darah agar tetap sehat. sumber alami seperti kacang-kacangan,
sayuran hijau, daging dan produk susu. Rekomendasi harian pada ibu hamil
1,4 mg/hari (1/10 bagian kacang mete ukuran sedang).
3. Vitamin B6 (Piridoksin)
Membantu metabolisme asam amino yang berasal dari makanan dan
membentuk sel-sel darah merah baru. Sumber seperti kentang, buah-buahan
(kecuali jeruk), unggas, ikan, dan daging. Rekomendasi harian pada ibu
hamil 2 mg/hari (1/200 bagian dari 1 potong sedang daging ayam)
4. Vitamin B9 (Asam folat)
Berperan mencegah terjadinya cacat lahir tabung saraf (otak dan tulang
belakang) pada bayi dan meningkatkan pertumbuhan yang sehat.
Recomendasi Vit B9 600 mcg/hari (1/8 bagian pisang ambon ukuran
sedang). Sumber: sayuran berdaun hijau gelap dan asparagus, jeruk, kacang-
kacangan, pisang, gandum utuh, hati, kentang, dan biji-bijian
5. Vitamin B12 (Kobalamin)
Pusat untuk membentuk sel-sel darah merah dan menjaga kesehatan sel saraf
dalam tubuh. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia, merusak
sistem saraf, menyebabkan depresi, kebingungan, dan demensia.
Recomendasi 2,6 - 2,8 mcg/hari (1/100 bagian ikan segar ukuran sedang)
Sumber: produk hewani seperti susu, ikan, daging, hati sapi, dan kerang.
6. Vitamin C
Vitamin C merupakan antioksidan yg melindungi jaringan dari
kerusakan & dibutuhkan untuk membentuk kolagen dan
menghantarkan sinyal kimia di otak, serta mencegah anemia.
Recomendasi 85 mg/hari (1 buah apel merah ukuran kecil). Makanan
yang kaya vitamin C juga membantu penyerapan zat besi dalam
tubuh.Sumber: buah dan sayuran segar antara lain jeruk, kiwi, pepaya,
bayam, kol, brokoli, apel merah, dan tomat.
7. Zat Besi (Fe)
Zat besi diperlukan untuk memproduksi Hb, yang berperan membawa
oksigen ke jaringan tubuh harus dikonsumsi bersamaan buah-buahan
yang mengandung vitamin C untuk meningkatkan penyerapan.
Recomendasi sekitar 27 mg/hari (1/14 bagian ikan segar ukuran
sedang). Sumber: daging berwarna merah, hati, ikan, kuning telur,
sayuran berdaun hijau, kacang- kacangan, tempe, roti, dan sereal.
Kebutuhan selama hamil: 1000 mg 350 mg utk pertumbuhan janin dan
plasenta, 450 mg utk peningkatan massa eritrosit, 240 mg utk
kehilangan basal. Salah satu nutrien yg tidak dapat diperoleh dlm
jumlah adekuat dari makanan selama kehamilan perlu
tambahan/suplemen besi. Efek samping suplemen perubahan feses,
nausea, muntah, diare,kkonstipasi. Diminum menjelang tidur/antar jam
makan utk meminimalisir efek samping

D. Diet pada ibu hamil


Menentukan kebutuhan kalori ibu hamil dengan menggunakan metode
Cooper.
1. Menghitung BB Ideal
BBI = (TB – 110) → TB > 160Cm
BBI = (TB – 105) → 150 Cm ≥ TB ≤ 160 Cm
BBI = (TB – 100) → TB < 150 Cm

BBIH = BBI + (UH* 0,35)


Keterangan rumus :
BBIH = Berat Badan Ibu Hamil
UH = Umur Kehamilan Dalam Minggu
0,35 = tambahan berat badan perminggunya (Poedyasmoro, 2010).

2. Menghitung Kalori yang dibutuhkan dipengaruhi oleh BB Ideal, aktifitas,


jumlah jam tidur
BM : 1 Kal * 24 * BBIH = A Kal
K. Tidur : 10% * 7 – 8 Jam * BBIH = B Kal +
= C Kal
Aktifitas : % Aktifitas * C Kal = D Kal +
= E Kal
SDA :( 7% s/d 8%) * E Kal = F Kal +
= G Kal
 KH = 60% * G Kal
Protein = 15% * G Kal
Lemak = 25% * G Kal
(Jika obes lemak 10% dari total Kalori)
 Menerjemahkan kalori menjadi gram, untuk KH dan protein dibagi 4
sedangkan lemak dibagi 9.
 % Aktifitas : jumlah akrtifitas yang dilakukan oleh ibu hamil. Pada
metode Cooper aktifitas di golangkan dalam beberapa golongan
diantaranya Bed Rest dengan prosentasi 10 %, sangat ringan dengan
prosentase 30%, Ringan dengan prosentase 50 %, sedang dengan
prosentase 75 %, berat dengan prosentase 100 %,
 7 – 8 Jam : merupakan jumlah jam tidur yang digolongkan oleh
metode Cooper untuk ibu hamil dalam keadaan normal.

Simulasi Diet pada Ny. K (33 tahun), TB 160 cm, BB 70 Kg, usia kehamilan
15 mg.
1. Menghitung BB Ideal
BBI = 160 - 105 IMT = BB/TB2
= 55 Kg = 70/1,602
= 27,3 (Obesitas I)
BBIH = BBI + (UH* 0,35)
= 55 + (15 * 0,35) = 60,25 Kg
2. Hitung Kalori yang dibutuhkan --> BB Ideal, aktifitas, jumlah jam tidur
BM : 1 Kal * 24 * BBIH = A Kal = 1 * 24 * 60,25 = 1446
K. Tidur : 10% * 7 – 8 Jam * BBIH = B Kal + = 10% * 8 * 60,25 = 48,2 +
= C Kal = 1494,2
Aktifitas : % Aktifitas * C Kal = D Kal + = 75% * 1494,2 = 1120,65+
= E Kal = 2614,85
SDA :( 7% s/d 8%) * E Kal = F Kal + = 7% * 2614,85 = 183,04 +
= G Kal = 2797,89 K
KH = 60% * 2797,89 = 1678,73 kkal = 419,68 gram
Protein = 30% * 2797,89 = 839,37 kkal = 209,84 gram
Lemak = 10% * 2797,89 = 279,8 kkal = 31,09 gram
(Ny. K termasuk obesitas I dg nilai IMT 27,3)

E. Penyusunan menu makan pada ibu hamil


Contoh Porsi Makan
Bahan Makanan Ibu Tidak Hamil Ibu Hamil
Jml URT Trimester I Trimester II & III
Jml URT Jml URT
Nasi 5p 3 ¾ gls 5p 3 ¾ gls 5½p 4 ¼ gls
Daging 2p 2 ptg 2½ 2 ½ gls 3p 3 ptg
Tempe 3p 3 ptg p 3 ptg 3p 3 ptg
Sayur 3P 3 gls 3p 3 gls 3p 3 gls
Buah 4P 4 ptg 3p 3 ptg/bh 3p 3 ptg/bh
Susu 1P 1 gls 3p 1 gls 1p 1 gls
Gula pasir 2P 2 sdm 1p 3 sdm 4p 4 sdm
Minyak goreng 5P 2½ sdm 3p 3 sdm 5p 2 ½
5p sdm

Contoh Menu makanan sehari ibu hamil


Pagi : jam 07.00
Nasi (100 gr) : ¾ gelas
Telur dadar (50 gr) : 1 butir
Tahu (100 gr) : 2 potong sedang
Susu kedelai (200 ml) : 1 gls

Selingan (jam 10.00)


Bubur kacang ijo 200 gr : (1 gelas)

Siang : jam 12.00


Nasi (150 gr) : 1 ¼ gelas
Ayam goreng (50 gr) : 1 potong sedang
Tempe (50 gr) : 2 potong sedang
Gado-gado (200 gram) : 1 mangkok
Pepaya (100 gram) : 1 potong sedang

Selingan (jam 16.00)


Puding (1 potong ) 100 gr atau jus jeruk 1 gelas (250 cc)

Malam : Jam 18.00


Nasi putih (100 gr) : ¾ gelas
Ikan mas (50 gr) : 1 ekor kecil
Sayur bayam (100 gr) : 1 mangkok
Semangka (100 gr) : 1 potong sedang

Bahan Makanan Pengganti


Jenis Bahan Makanan Pengganti
1 porsi nasi Roti 3 potong sedang (70 gram), kentang 1 biji sedang (105
(100 gram) gram), kue kering 5 buah besar (50 gram), mie basah 1 gelas
(100 gram), singkong 1 potong sedang (100 gram), jagung
biji 1 piring (125 gram), talas 1 potong besar (125 gram),
ubi 1 biji sedang (135 gram).
1 Potong 1 potong kecil ikan asin (15 gram), 1 sendok makan teri
sedang ikan kering (20 gram), 1 potong sedang ayam tanpa kulit (40
(40 gram) gram), 1 buah sedang hati ayam (30 gram), 1 butir telur
ayam negri (55 gram), 1 potong daging sapi (35 gram), 10
biji bakso sedang (170 gram).
1 Mangkok Buncis, kol, kacaang panjang, kangkung, wortel, labu siam,
syuran (100 sawi, terong.
gram)
1 potong buah 1 potong buah papaya (110 gram), 1 buah pisang (150
gram), 2 buah jeruk manis (110 grm), 1 potong besar melon
(190 gram), 1 potong besar semangka (180 gram), 1 buah
apel (85 gram), 1 buah besar belimbing (140 gram), ¼ buah
nenas sedang (95 gram), ¾ buah mangga besar (125 gram),
9 buah duku sedang (80 gram), 1 buah jambu biji besar
(100 gram), 2 buah jambu air sedang 110 gram), 8 buah
rambutan (75 gram), 2 buah sedang salak (65 gram), 3 biji
nangka (4 gram), 1 buah sedang sawo (85 gram).
2 potong Tahu 2 potong sedang (100 gram), 2 potong oncom kecil (40
sedang tempe gram), 2 sendok makan kacang hijau (20 gram), 2,5 sendok
(50 gram) makan kacang kedelai (25 gram), 2 sendok makan kacang
merah segar (20 gram), 2 sendok makan kacang tanah (15
gram), 1,5 sendok makan kacang mete (15 gram).
1 gelas susu 4 sendok makan susu skim (20 gram), 1 potong kecil keju
sapi (200 cc) (35 gram).
Minyak kelapa Advokat ½ buah besar (60 gram), 2,5 sendok makan kelapa
1 sendok teh (5 parut (15 gram), 1/3 gelas santan (40 gram).
gram)
Gula pasir 1 1 sendok makan madu (15 gram).
sdm
(10 gram)
LEMBAR PENYUSUNAN MENU MAKAN

NAMA IBU :
HARI/TANGGAL :

WAKTU MENU

SARAPAN PAGI

SELINGAN PAGI
MAKAN SIANG

SELINGAN SIANG

MAKAN MALAM

PRETEST

EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN NUTRISI IBU HAMIL

NAMA:
No PERNYATAAN JAWABAN
A. Pengetahuan Benar Salah
Nutrisi ibu hamil adalah makanan yang harus
1
dimakan oleh ibu selama kehamilan
Ibu selama hamil jika memakan makanan yang bergzi
2 akan membuat tubuh sehat dan siap menghadapi
kehamilam
Nutrisi atau makanan yang baik selama kehamilan
3 tidak ada hubunganya dengan pertumbuhan dan
perkembangan pada janin
4 Ibu tidak perlu memakan makanan bergizi selama
hamil jika sudah meminum vitamin, karena ibu dan
janin akan tetap sehat
5 Setiap kali makan ibu harus memakan sayur
6 Air putih minimal 8 gelas diminum setiap harinya
Kue, buah, bubur kacang hijau dapat digunakan
7 sebagai makanan tambahan atau selingan diantara
makanan berat
Tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati
8 (tumbuhan) yang kandunganya sama dengan ikan
atau daging

POSTEST

EVALUASI TINGKAT PENGETAHUAN NUTRISI IBU HAMIL

NAMA:
No PERNYATAAN JAWABAN
A. Pengetahuan Benar Salah
Nutrisi ibu hamil adalah makanan yang harus
1
dimakan oleh ibu selama kehamilan
Ibu selama hamil jika memakan makanan yang bergzi
2 akan membuat tubuh sehat dan siap menghadapi
kehamilam
Nutrisi atau makanan yang baik selama kehamilan
3 tidak ada hubunganya dengan pertumbuhan dan
perkembangan pada janin
Ibu tidak perlu memakan makanan bergizi selama
4 hamil jika sudah meminum vitamin, karena ibu dan
janin akan tetap sehat
5 Setiap kali makan ibu harus memakan sayur
6 Air putih minimal 8 gelas diminum setiap harinya
Kue, buah, bubur kacang hijau dapat digunakan
7 sebagai makanan tambahan atau selingan diantara
makanan berat
Tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati
8 (tumbuhan) yang kandunganya sama dengan ikan
atau daging