Anda di halaman 1dari 4

A.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian adalah perawatan pasien diabetes melitus dalam area keperawatan

maternitas.

B. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

a. Terhadap Institusi

Memberikan informasi tentang pencegahan diabetes melitus gestasional pada ibu hamil

sehingga rumah sakit atau dinas kesehatan dapat mengambil atau melakukan tindakan

yang dapat menekan terjadinya diabetes melitus gestasional

b. Terhadap Peneliti

Hasil penelitian dapat memberikan referensi dalam melaksanakan suatu proses

penelitian ilmiah sehingga dapat di terapkan dan di tingkatkan di kemudian hari.

2. Manfaat Praktis

a. Terhadap Masyarakat

Agar meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan diabetes melitus gestasional

b. Terhadap Rumah Sakit

Sebagai masukan bagi rumah sakit atau instansi kesehatan dalam melaksanakan

tugasnya untuk memberi motivasi agar ibu hamil di Puskesmas Tamalate Kota

Makassar mengetahui pencegahan diabetes melitus gestasional

C. Keaslian Penelitian
Penelitian dengan judul “Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Diabetes

Melitus Gestasional Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil” Adapun penelitian yang sama dan

berkaitan yaitu :

1. Penelitian yang dilakukan Hasliani dan Rahmawati tahun 2019 dengan judul “Pengaruh

Pendidikan Kesehatan Terhadap Upaya Pencegahan Diabetes Melitus Gestasional Pada

Ibu Hamil Di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar” penelitian menggunakan jenis

penelitian kuantitatif dengan studi desain quasi ekspriment dengan pendekatan the one

group pretest-posttest design. Tes awal dilakukan untuk mengetahui pengetahuan ibu

hamil tentang diabetes melitus gestasional secara umum dan upaya pencegahan diabetes

melitus gestasional. Selanjutnya diberikan pendidikan kesehatan tentang diabetes melitus

gestasional. Tes akhir dilakukan untuk perubahan perilaku ibu hamil dalam upaya

mencegah diabetes melitus gestasional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil

yang berada di wilayah kerja Puskesmas dan terdata di rekam medik, sedangkan sampel

yang diambil hanya ibu hamil dengan faktor risiko diabetes melitus gestasional. Teknik

sampling menggunakan accidental sampling sehingga besaran sampel tidak

ditentukan.Adapun hasil dari penelitian ini yaitu:

1) Upaya yang dilakukan untuk mencegah preeclampsia sebelum diberikan pendidikan

kesehatan sebagian besar adalah kurang sejumlah 24 responden (80.0%) dari 30

responden pada ibu hamil di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar

2) Upaya yang dilakukan untuk mencegah preeclampsia sesudah diberikan pendidikan

kesehatan sebagian besar adalah pengetahuan dengan nilai cukup sejumlah 20

responden (66.7%) dari 30 responden pada ibu hamil di Puskesmas Tamalanrea Jaya

Kota Makassar.
3) Terdapat perbedaan signitifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan

tentang pencegahan diabetes melitus gestasional, maka dapat disimpulkan bahwa ada

pengaruh pendidikan kesehatan terhadap upaya pencegahan diabetes melitus

gestasional pada ibu hamil di Puskesmas Tamalanrea Jaya Kota Makassar.

2. Penelitian yang dilakukan Rahmawati dkk tahun 2016 dengan judul “Skrining Diabetes

Melitus Gestasional Dan Faktor Risiko Yang Mempengaruhinya” penelitian ini

menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yaitu pengumpulan

data dilakukan sekaligus pada suatu saat (point time approach) penelitian ini mencari

prevalensi kejadian diabetes melitus gestasional dan menghubungkannya dengan faktor

risiko kejadian diabetes melitus gestasional yaitu umur, riwayat diabetes melitus

gestasional dalam keluarga dan Body Mass Index. Pada penelitian ini yang merupakan

variabel dependen adalah kejadian diabetes melitus gestasional sedangkan variable

independen adalah umur, riwayat diabetes melitus dalam keluarga, dan Body Mass Index.

Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berdomisili di wilayah kerja

Puskesmas Simpang Timbangan Kabupaten Ogan Llir, sedangkan populasi terjangkau

adalah semua ibu hamil yang berkunjung ke Bidan Desa atau Puskesmas Simpang

Timbangan dan tercatat dalam laporan Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Simpang

Timbangan Kabupaten Ogan Llir bulan Agustus tahun 2016 berjumlah 38 orang. Metode

pengambilan sampel ini dengan menggunakan non probability sampling dengan teknik

purposive sampling yang didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh

peneliti. Kriteria inklusi. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil dengan usia kehamilan

24-28 minggu selama periode penelitian dan bersedia menjadi responden. Kriteria

eksklusi sampel penelitian ini adalah klien merasa pusing, nyeri, atau kesadaran menurun.
Pengambilan sampel dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan

Kabupaten Ogan Ilir yaitu desa Tanjung Pering, desa Tajung Baru, desa Permata Baru,

dan Kelurahan Timbangan pada bulan Oktober 2016. Kemudian data dianalisis

menggunakan uji korelasi Pearson product moment. Hasil penelitian ini yaitu :

1) Prevalensi angka kejadian diabetes melitus gestasional di wilayah kerja Puskesmas

Simpang Timbangan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2016 sebanyak 5,6%.

2) Ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kejadian diabetes melitus

gestasional pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan

Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2016 dengan pvalue≤0,05 yakni 0,02.

3) Ada hubungan yang bermakna antara riwayat diabetes melitus gestasional dalam

keluarga dengan kejadian diabetes melitus gestasional pada ibu hamil di wilayah kerja

Puskesmas Simpang Timbangan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2016 dengan p value

≤0,05 yakni 0,002.

4) Tidak ada hubungan yang bermakna anatara BMI dengan kejadian diabetes melitus

gestasional pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan

Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2016 dengan p value 0,05 yakni 0,387.