Anda di halaman 1dari 25

TUGAS PERPAJAKAN

DISUSUN OLEH
ISPINA PIRANIKA (C1C018
YELI PUTRI YANI (C1C018142)
PUTRI LESTARI (C1C018166)

KELAS D
PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN AJARAN 2019 / SEMESTER 3
BAB 1 :AKUNTANSI BIAYA DAN AKUNTANSI MANAJEMEN
Soal
1. kuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang kegiatannya bertujuan melakukan perhitungan
maupun pencatatan menganai biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh organisasi atau perusahaan,
biaya tersebut seperti biaya umum, biaya produksi, dan lain-lain. Atau akuntansi biaya dapat
diartikan juga sebagai kegiatan proses penghitungan dan pencatatan menganai biaya-biaya yang
berhubungan dengan aktivitas perusahaan atau organisasi untuk memproduksi barang ataupun jasa.

2. Perbedaan antara akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan termasuk

 Akuntansi manajemen memberikan informasi kepada orang-orang dalam suatu


organisasi sedangkan akuntansi keuangan terutama bagi mereka yang di luar itu,
seperti pemegang saham
 Akuntansi keuangan diperlukan oleh hukum sedangkan akuntansi manajemen tidak.
Standar khusus dan format mungkin diperlukan untuk akun hukum seperti dalam
Standar Akuntansi Internasional di Eropa.
 Akuntansi keuangan meliputi seluruh organisasi sedangkan akuntansi manajemen
mungkin lebih fokus kepada produk tertentu atau pusat biaya.

3. Hubungan Akuntansi Biaya dengan Akuntansi Keuangan :


Akuntansi keuangan mempunyai tujuan utama yakni menyediakan informasi keuangan berupa
laporan keuangan bagi pihak-pihak di luar perusahaan, seperti pemegang saham, kreditor,
pemerintah sera masyarakat umu. Laporan keuangan tersebut berupa Laporan Rugi-Laba, Neraca
dan Laporan Arus Kas. Dalam menyusun laporan rugi-laba dan neraca pada perusahaan manufaktur,
diperlukan suatu informasi berupa informasi harga pokok barang atau produk jadi dan harga pokok
barang atau produk dalam proses pada akhir periode tertentu. Harga pokok barang produk jadi secara
formal dihitung dan disajikan dalam laporan harga pokok produksi yang merupakan lampiran dari
laporan rugi-laba.
Dari penjelasan di atas, dapat disebutkan bahwa akuntansi biaya merupakan bagian intergal (tidak
terpisahkan) dari akuntansi keuangan, karena akuntansi biaya membantu akuntansi keuangan dalam
menghasilkan informasi biaya akurat yang diperlukan dalam penyusunan laporan keuangan.

4. Beberapa fungsi akuntansi biaya dalam perusahaan akan dijabarkan dalam poin-poin berikut ini.

 Penentuan Perhitungan serta Pelaporan Harga Pokok Produk

Fungsi pertama yang paling terlihat dari penggunaan Akuntansi Biaya dalam Perusahaan adalah
menentukan perhitungan serta membuat laporan mengenai Harga Pokok Produk atau HPP.

Manfaat akuntansi biaya antara lain mencatat, menggolongkan, serta meringkas biaya pembuatan
produk dari proses-proses yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur.

 Rincian Harga Pokok Produk dengan Segenap Unsur


Akuntansi Biaya menyediakan cara yang mudah untuk menentukan harga pokok dari departemen
non produksi ini. Nantinya produk yang beredar dengan harga jual yang sudah ditetapkan harus
memuat biaya riset dan pengembangan juga.

 Informasi Dasar Perencanaan Biaya dan Beban

Sebuah perusahaan pasti diharapkan akan terus beroperasi dalam jangka waktu tak ditentukan, bukan
sekadar dalam periode tertentu saja. Maka dari itu akan selalu ada periode produksi baru. Akuntansi
Biaya juga melahirkan laporan yang akan digunakan untuk produksi periode selanjutnya. Laporan
ini bisa digunakan sebagai informasi dasar dalam merencanakan biaya produksi dan biaya normal
yang mungkin dibebankan pada hasil akhir produk.

 Data untuk Penyusunan Anggaran

Hampir sama seperti poin ke-tiga, Akuntansi Biaya juga digunakan untuk menyusun anggaran
produksi. Dalam skala besar seperti sebuah perusahaan, penting untuk menyusun anggaran produksi.
Gunanya adalah sebagai guideline seberapa banyak biaya yang boleh dikeluarkan untuk membuat
produk tertentu. Akuntansi Biaya berperan dalam hal ini untuk melahirkan anggaran produksi yang
rasional berkaca dari laporan produksi di masa lampau.

 Informasi Biaya Bagi Manajemen untuk Pengendalian Manajemen

Paling krusial, Akuntansi Biaya digunakan sebagai alat dan metode untuk pengendalian yang
dilakukan tingkat manajerial. Penting untuk manajemen mengetahui bagaimana proses produksi
yang dilakukan departemen produksi mereka, apakah prosesnya sesuai dengan prosedur dan
anggaran atau ada penyimpangan yang terjadi.

5.

 Perencanaan dan Pengendalian Laba. Akuntansi biaya menyediakan informasi atau data
biaya masa lalu yang diperlukan untuk menyusun perencanaan, dan selanjutnya atas dasar
perencanaan tersebut, biaya dapat dikendalikan dan akhirnya pengendalian dapat dipakai
sebagai umpan balik untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
 Penentuan Harga Pokok Produk atau Jasa. Penetapan harga pokok akan dapat membantu
dalam :

1. Penilaian persediaan, baik persediaan barang jadi maupun barang dalam proses.
2. Penetapan harga jual terutama harga jual yang didasarkan kontrak, walaupun tidak
selamanya penentuan harga jual berdasarkan harga pokok
3. Penetapan laba.

 Pengambilan Keputusan oleh Manajemen. Akuntan biaya akan sukses jika mampu
membantu manajer dalam pengambilan keputusan yang lebih baik. Kesuksesan perusahaan
tergantung pada kepuasan pelanggan terhadap produk dan pelayanan yang diberikan oleh
perusahaan.
6. Perusahaan manufaktur maupun perusahaan jasa, keduanya sangat berkepentingan terhadap
informasi biaya per unit. Bagi perusahaan manufaktur, biaya per unit penting untuk penilaian
persediaan, penentuan laba, dan pengambilan sejumlah keputusan penting seperti apakah akan
membuat atau membeli produk, menerima atau menolak suatu pesanan khusus, atau
mempertahankan atau menghentikan suatu lini produk. Kesemuanya memerlukan informasi biaya
produk per unit.

        Biaya per unit juga merupakan hal penting untuk perusahaan jasa, karena perusahaan jasa harus
mengidentifikasi unit jasa yang disediakan. Misalnya pada bengkel sepeda motor, unit jasa berupa
pekerjaan yang dilakukan pada motor pelanggan secara individu diantaranya servis ringan, ganti oli,
turun mesin atau yang lain. Atas setiap pekerjaan harus dibebankan secara individual pada masing-
masing pekerjaan.. Perusahaan jasa juga menggunakan informasi biaya per unit untuk menentukan
profitabilitas, kelayakan untuk menawarkan layanan baru,  membuat keputusan harga dan lain-lain.
Perusahaan jasa nirlaba harus melacak biaya-biaya untuk memastikan bahwa mereka memberikan
jasa dengan biaya yang efisien.

7. Pentingnya Struktur Organisasi dalam Penganggaran Biaya. Struktur organisasi mencerminkan:

1) Pembagian tugas operasional pemasaran,produksi, keuangan, dan administrasi ke dalam berbagai


jabatan yang dibentuk oleh perusahaan itu. 2) Pembagian wewenang dan tanggung jawab masing-
masing pejabat sesuai hirarki-nya. 3) Hubungan komando dan koordinasi antara berbagai jabatan
atau posisi yang ada dalam organinasi itu. b. Penganggaran Biaya dan Pemanfaatan Biaya.
Penganggaran biaya menunjukkan pada kita proses tentang bagaimana menentukan yang harus
bertanggung jawab atas jenis biaya tertentu. Proses ini mengharuskan kita untuk dapat
menginventarisasi terlebih dahulu semua bagian atau seksi atau

8. Penyajian laporan keuangan di setiap perusahaan berbeda-beda tergantun jenis kegiatan dari
perusahaan tersebut. Perbedaan penyajian pelaporan keuangan tersebut tentunya akan
membingungkan bagi pengguna jika ia mencoba membandingkan kondisi dua perusahaan.
Standarisasi format laporan keuangan diperlukan untuk mengatasi masalah ini. Dengan adanya
standarisasi ini, tidak hanya akuntan profesional akan mudah membaca kondisi perusahaan tetapi
juga orang awam yang ingin mengetahui kondisi perusahaan tersebut juga.

9. YA, Umumnya sebuah perusahaan akan membuat daftar anggaran yang akan digunakan untuk
menjalankan operasional perusahaan. Hal itu dilakukan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai
oleh perusahaan. Maka para manajer akan membuat estimasi biaya yang dikeluarkan dan pendapatan
yang ingin diperoleh.

Dasar yang digunakan dalam estimasi biaya adalah data historis, akan tetapi pihak manajemen juga
mempertimbangkan faktor-faktor lain yang diprediksi akan memengaruhi biaya. Seperti berapa dan
apa saja bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat suatu produk, berapa tenaga kerja yang
diperlukan, teknologi apa yang digunakan, bagaimana kegiatan promosinya jika produk telah siap
dijual dan dipasarkan, dan sebagainya. Perencanaan tersebut bisa berupa perencanaan jangka pendek
maupun jangka panjang. Dan perencanaan semacam itu perlu dibuat secara rinci berikut estimasi
biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi poin-poin perencanaan tersebut. Karena itulah
akuntansi biaya menjadi perlu dan penting untuk membantu para manajer menyelesaikan tugas
perencanaan operasional perusahaan tersebut.

10. Ya, Akuntansi biaya digunakan untuk menghitung biaya yang dikeluarkan dan
membandingkannya dengan biaya estimasi pada anggaran. Hal inilah yang disebut dengan kegiatan
pengendalian biaya. Selain membandingkan dengan biaya estimasi, pengendalian biaya juga dapat
dilakukan melalui menyandingkan pengeluaran biaya periode berjalan dengan pengeluaran biaya
periode sebelumnya. Gunanya agar tidak terjadi pemborosan biaya atau over budget, maupun terjadi
kekurangan biaya atau less budget. Kedua kondisi tersebut sama-sama tidak efektif bagi sebuah
produk maupun perusahaan. Yaitu over budget bisa menyebabkan perolehan laba yang tidak
maksimal, sedangkan less budget bisa dimungkinkan produksi tidak berjalan secara maksimal dalam
hal kualitas karena budget yang minim.

Karena itu, dalam poin pengendalian ini dilakukan juga pengurangan biaya perusahaan yang tidak
perlu dan menetapkan metode perhitungan biaya paling sesuai. Sehingga hal itu memungkinkan
terjadinya perbaikan kualitas pengendalian (biaya) operasional perusahaan.

Pilihan Ganda

1. D. a,b,dan c benar

2. C. relevansi bagi keputusan manajer

3. D. a,b, dan c benar

4. B. merencanakan biaya produksi masa depan

5. C. membandingkan antara biaya produksi sesungguhnya dan biaya produksi standar

6. A. menentukan kompensasi karyawan

7. B. mengevaluasi kemampuan bersaing suatu produk

8. D. penentuan laba bersih

9. A. untuk menentukan wewenang dan tanggung jawab dalam perencanaan dan pengendalian
biaya

10. C. mengevaluasi kinerja manajer direktur perusahaan oleh pemegang saham

11. A. akuntansi biaya menghasilkan informasi yang lebih menitikberatkan kepada kebutuhan
pengguna eksternal perusahaan

12. D. kantor pajak


13. B. meliputi bagian tertentu dalam perusahaan

14. A. system akuntansi keuangan

15. C. manajer pembelian membuat rencana kebutuhan bahan

Latihan

Latihan 1.1

BAB III :PENENTUAN BIAYA PESANAN


Soal
1.Jelaskan dua metode untuk mengakumulasi biaya produksi!
Jawab:
Dua metode untuk mengakumulasi biaya produksi yaitu dengan penentuan biaya pesanan dan
penentuan biaya proses.Dalam penentuan biaya pesanan,biaya produksi diakumulasi per pesanan dan
dilakukan sejak pesanan mulai dikerjakan sampai pesanan selesai dikkerjakan.sedangkan dalam
penentuan biaya prose,biaya produksi di akumulasi per departemen dan dilakukan per periode.
2. Penentuan biaya pesanan cocok digunakan oleh perusahaan yang memiliki tipe produksi
Seperti apa?
Jawab:
Penentuan biaya pesanan ccock digunakan oleh perusahaan yang melakukan
Produksi berdasarkan pesanan.contoh perusahaan yang menggunakan penentuan
Biaya pesanan adalah perusahaan percetakan,reparasi mobil,konstruksi,pembuat
Pesawat terbang,dan kantor akuntan publik.

3. Apakah fungsi Kartu Biaya Pesanan?


Jawab:
Kartu biaya pesanan berguna untuk perhitungan total biaya per pesanan dan baiaya
Per unit.

4.Akun kontrol apakah yang akan digunakan untuk mengakumulasi penentuan biaya
Pesanan?
Jawab:
Akun kontrol yang akan digunakan untuk mengakumulasi penentuan biaya pesanan
Adalah akun barang dalam proses.

5.Sebutkan tiga akun yang berhubungan dalam penentuan biaya pesanan!


Jawab:
Tiga akun yang berhubungan dalam penentuan biaya pesanan adalah akun bahan,gaji
dan upah, serta baiay overhead pabrik.

6. jelakan tahapan tahapan yang diperlukan dalam penentuan dalam penentuan biaya pesanan
Jawab:
Tahapan tahapan dalam penentuan biaya perusahan:
1.Pembelian bahan
2.Penggunaan bahan digunakan pada saat mengerjakan pesanan sehingga untuk
pencatatan administrasi dan akuntansinya diperlukan suatu sistem yang baik
3. Penggunaan biaya tenaga kerja perusahan harus membayar gaji dan upah karena
Melakukan kepentingan perusahaan.
4.Pendistribusian biaya tenaga kerja pendistribusian biaya tenaga kerja dilakukan
Berdasarkan golongan baiaya.
5.Penggunan biaya overhead pabrik yang terjadi adalah biaya bahan penolong dan
Biaya tenaga kerja tidak langsung.
6.Perhitungan pembebanan biaya overhead pabrik ke pesanan tidak semudah seperti
Pebebanan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung.karena biaya overhead
Pabrik tidak dapat ditelusur ke pesanan.
7.Penyerahan pesanan ke gudang
8.Penyerahan pesanan kepada konsumen.

7. Pendistribusian tenaga kerja dilakukan berdasarkan apa?


Jawab:
Pendistribusian tenaga kerja dilakukan berdasarkan golongan biaya.Biaya tenaga
Kerja langsung akan dibebankan ke akun barang dalam proses dan dicatat pada kartu
Biaya pesanan.

8.Ada beberapa permasalahan yang terjadi menyangkut biaya overhead pabrik maka untuk
Penentuan biaya pesanan supaya tepat waktu,biasanya penentuan biaya overhead pabrik
Didasarkan pada apa?
Jawab:
Adanaya berbagai permasalahan menyebabkan perusahaan harus membuat kebijakan untuk
membebankan biaya overhead pabrik ke pesanan berasarkan tarif yang ditentukan
dimuka,yaitu tarif yang digunakan untuk membebankan biaya overhead pabrik.

9.Sebutkan empat macam alternatif perlakuan akuntansi sisa bahan.


Jawab:
1. Dikreditkan pada penjualan sisa bahan dan dilaporan laba rugi dimasukkan sebagai
Penjualan sisa bahan atau pendapatan lain-lain
2. Dikreditkan pada harga pokok penjualan sehingga akan meningkatkan laba kotor
3.Dikreditkan pada biaya overhead pabrik sesungguhnya.
4.Dikreditkan pada barang dalam proses untuk sisa bahan yang dapat ditelusur
Kepesanan tertentu

10.Bagaimana akibat biaya perbaikan produk cacat yang disebabkan karena permintaan
Konsumen terhadap biaya produksi?
Jawab:
Akibat biaya perbaikan produk cacat yang disebabkan karena permintaan konsumen
Terhadap biaya produksi maka biaya perbaikan dibebankan ke pesanan.

11.Produk rusak yang disebabkan karena kesalahan saat proses produksi akan dibebankan ke
Akun apa?
Jawab:
Produk rusak yang disebabkan karena kesalahan saat proses produksi,biaya produksi
dibebankan ke akun biaya overhead produksi yang sebenarnya.

12.Sebutkan contoh perusahaan jasa yang dapat menggunakan biaya pesanan.


Jawab:
Contoh perusahaan jasa yang dapat menggunakan biaya pesanan adalah kantor
Akuntan publik,kantor konsultan bisnis,kantor hukum,bengkel reparasi dan
Pemeliharaan mobil,butik konveksi, dan perusahaan pencucian baju

PILIHAN GANDA
1. A. Pemesanan
2. A. kredit ke Akun Biaya Overhead Pabrik dibenbankan
3. D. Debit ke Akun Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
4. B. Merupakan Bagian dari Saldo Akun Barang dalam Proses
5. D. Barang dalam Proses
6.
7. Debit Ke Akun Bahan
8.
9.
10.

Latihan 3.1
PT Melati
Jurnal Umum
30 April 2013
Date Akun Debit Kredit
1 Bahan Rp40.000.000
Utang Usaha Rp40.000.000
2 Barang Dalam Proses Rp36.000.000
Bahan Rp36.000.000
3 Bahan Rp1.000.000
Barang Dalam Proses Rp1.000.000
4. Gaji dan Upah Rp38.600.000
Utang Gaji dan Upah Rp38.600.000
5 Utang Gaji Rp38.600.000
Kas Rp38.600.000
6 Biaya Overhead Rp3.000.000
Akumulasi Penyusutan Mesin Rp3.000.000
7 Barang Dalam Proses Rp13.896.000
Biaya Overhead Yang masih dibebankan Rp13.896.000
8 Barang Jadi Rp55.200.000
Barang dalam proses Rp55.200.000
9 Piutang Usaha Rp85.000.000
Penjualan Rp85.000.000
Harga Pokok Penjualan Rp29.800.000
Barang jadi Rp29.800.000
Latihan 3.2
A.

PT Sinar
Jurnal Umum
31 Agustus 2013
Date Akun Debit Kredit
1. Persediaan Bahan baku Rp2.100.000
Hutang Dagang Rp2.100.000
Persediaan Bahan Penolong Rp460.000
Hutang Dagang Rp460.000
2. Barang Dalam Proses Rp2.025.000
Persediaan Bahan Baku Rp2.025.000
BOP Sesungguhnya Rp340.000
Persediaan Bahan Penolong Rp340.000
3. Gaji dan Upah Rp2.050.000
Utang Gaji dan Upah Rp2.050.000
4. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp2.800.000
Biaya Listrik Rp500.000
Akumulasi Depresiasi Mesin Cetak Rp1.500.000
Biaya Sewa Mesin Fotokopi Rp800.000
5. Barang Dalam Proses Rp1.575.0000
Biaya Overhead Yang dibebankan Rp1.575.000
6. Kas Rp4.000.000
Penjualan Rp4.000.000
7. Barang Jadi Rp2.000.000
Barang Dalam Proses Rp2.000.000
B.
Kartu Biaya Pesanan
Pemesan : Tanggal Diterima :
Jenis Produk : Undangan Tanggal Diproduksi :
Jumlah : 1000 lembar Tanggal Selesai :
Penjulan : Tanggal Diserahkan : 25 Agustus 2013
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik
Tgl Ket Jumlah Tgl Ket Jumlah Dasar Tarif Jumlah
Kertas Rp1.000.000 Beni (20 Rp200.000 BTK 150% 1.575.000
Endure 5 jam L
Rim @10.000)
Tinta Rp225.000 Adi (30 Rp450.000
Emas 3 jam
Liter @15.000)
Pita Rp300.000
Lem Rp20.000
Total = Total = Total =
Rp1.545.000 Rp650.000 Rp1.575.000
Jumlah Total Biaya Produksi = Rp3.770.000

Latihan 3.3
Perusahaan Gemilang
Jurnal Umum
31 Maret 2013

Date Akun Debit Kredit


1. Bahan Rp5.000.000
Kas Rp5.000.000
2. Gaji dan Upah Rp7.400.000
Utang Gaji dan Upah Rp7.400.000
3. Barang Dalam Proses Rp8.100.000
Persediaan Bahan Baku Rp8.100.000
BOP Sesungguhnya Rp900.000
Persediaan Bahan Penolong Rp900.000
4. Persediaan Bahan Baku Rp750.000
Barang Dalam Proses Rp750.000
Persediaan Bahan Penolong Rp250.000
BOP Sesungguhnya Rp250.000
5. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Rp2.000.000
Asuransi di Bayar di muka Rp750.000
Akumulasi Depresiasi Pabrik Rp600.000
Beban listrik Rp400.000
Biaya Lain – Lain Rp250.000
6. Barang Dalam Proses Rp3.540.000
Biaya Overhead yang dibebankan Rp3.540.000
7. Barang Jadi Rp6.600.000
Barang Dalam Proses Rp6.600.000
8. Kas Rp17.500.000
Penjualan Rp17.500.000
9. Piutang Dagang Rp8.250.000
Penjualan Rp8.250.000
10. Kas Rp25.000.000
Piutang Dagang Rp25.000.000

Latihan 3.4
PT Akasia
Jurnal Umum
30 Februari 2013

Date Akun Debit Kredit


1. Persediaan bahan baku Rp2.500.000
Kas Rp2.500.000
2. Barang dalam proses Rp1.675.000
Persediaan bahan baku Rp1.675.000
BOP Sesungguhnya Rp400.000
Persediaan bahan penolong Rp400.000
3. Gaji dan upah Rp1.850.000
Utang gaji dan upah Rp1.850.000
4. Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp1.000.000
Asuransi dibayar dimuka Rp250.000
Akumulasi penyusutan mesin pabrik Rp150.000
Biaya listrik pabrik Rp100.000
Biaya sewa pabrik Rp500.000
5. Barangdalam proses Rp520.000
Biaya overhead yang dibebankan Rp520.000
6. Barang Jadi Rp1.300.000
Barang Dalam Proses Rp1.300.000
7. Kas Rp3.000.000
Penjualan Rp3.000.000
B.
Kartu Biaya Pesanan
Pemesan : nomor 15 Tanggal Diterima :
Jenis Produk : sepatu Tanggal Diproduksi :
Jumlah : 100 pasang Tanggal Selesai :
Penjulan : Tanggal Diambil :
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik
Tgl Ket Jumlah Tgl Ket Jumlah Dasar Tarif Jumlah
30 meter Rp900.000 (25 jam Rp250.000 BTKL 80% Rp200.000
kulit @10.000)
100 unit Rp100.000
sol
100 unit Rp50.000
gesper

Total = Total = Total =


Rp1.545.000 Rp250.000 Rp200.000
Jumlah Total Biaya Produksi = Rp1.995.000

Pemesan : nomor 16 Tanggal Diterima :


Jenis Produk : sepatu Tanggal Diproduksi :
Jumlah : 200 pasang Tanggal Selesai :
Penjulan : Tanggal Diambil :
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik
Tgl Ket Jumlah Tgl Ket Jumlah Dasar Tarif Jumlah
75 meter Rp375.000 (40 jam Rp400.000 BTK 80% Rp320.000
kulit @10.000) L
imitasi
200 unit Rp200.000
sol

Total = Total = Total =


Rp575.000 Rp400.000 Rp320.000
Jumlah Total Biaya Produksi = Rp1.295.000

Latihan 3.5
Perusahaan Kinarya
Jurnal Umum
31 Maret 2013
Tanggal Deskripsi Debit Kredit
1 Bahan Rp7.000.000 Rp7.000.000
Utang wesel
2 No entry
3 Barang dalam proses Rp10.670.000 Rp10.670.000
Utang gaji dan upah
BOP Sesungguhnya Rp1.480.000 Rp1.480.000
Utang gaji dan upah
4 Barang dalam proses Rp11.400.000 Rp11.400.000
Bahan
BOP Sesungguhnya Rp600.000 Rp600.000
Bahan
5 Bahan Rp2.000.000 Rp2.000.000
Barang dalam proses
Bahan Rp500.000 Rp500.000
BOP Sesungguhnya
6 BOP Sesungguhnya Rp8.055.000
Biaya asuransi pabrik Rp830.000
Dep. Mesin pabrik Rp845.000
Dep. Pabrik Rp1.780.000
Biaya listrik Rp3.390.000
Biaya lain-lain Rp1.210.000
7 BOP Sesungguhnya Rp5.654.500 Rp5.654.500
BOP dibebankan
8 Barang jadi no.204 Rp13.300.000 Rp13.300.000
Barang dalam proses
Barang jadi no.206 Rp15.400.000 Rp15.400.000
Barang dalam proses
9 Piutang dagang Rp29.500.000 Rp29.500.000
Penjualan
HPP Rp13.300.000 Rp13.300.000
Barang jadi
10 Kas Rp20.020.000 Rp20.020.000
Penjualan
HPP Rp15.400.000 Rp15.400.000
Barang jadi
11 Kas Rp15.000.000 Rp15.000.000
Piutang dagang
B.
Pemesan : nomor 204 Tanggal Diterima :
Jenis Produk : pensil Tanggal Diproduksi :
Jumlah : 1600 Tanggal Selesai :
Penjulan : Tanggal Diambil :
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik
Tgl Ket Jumlah Tgl Ket Jumlah Dasar Tarif Jumlah
Rp3.600.000 Rp2.600.000 Rp1.440.500
Total = Total = Total =
Rp3.600.000 Rp2.600.000 Rp1.440.500
Jumlah Total Biaya Produksi = Rp7.640.500

Pemesan : nomor 205 Tanggal Diterima :


Jenis Produk : bolpoin Tanggal Diproduksi :
Jumlah : 50.000 Tanggal Selesai :
Penjulan : Tanggal Diambil :
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik
Tgl Ket Jumlah Tgl Ket Jumlah Dasar Tarif Jumlah
Rp1.200.000 Rp2.750.000 Rp1.397.500
Total = Total = Total =
Rp1.200.000 Rp2.750.000 Rp1.397.500
Jumlah Total Biaya Produksi = Rp5.347.500

Pemesan : nomor 206 Tanggal Diterima :


Jenis Produk : pena Tanggal Diproduksi :
Jumlah : 15.000 Tanggal Selesai :
Penjulan : Tanggal Diambil :
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik
Tgl Ket Jumlah Tgl Ket Jumlah Dasar Tarif Jumlah
Rp4.800.000 Rp2.950.000 Rp1.548.000
Total = Total = Total =
Rp4.800.000 Rp2.950.000 Rp1.548.000
Jumlah Total Biaya Produksi = Rp9.298.000

Pemesan : nomor 207 Tanggal Diterima :


Jenis Produk : penghapus Tanggal Diproduksi :
Jumlah : 1000 Tanggal Selesai :
Penjulan : Tanggal Diambil :
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik
Tgl Ket Jumlah Tgl Ket Jumlah Dasar Tarif Jumlah
Rp1.800.000 Rp2.370.000 Rp1.268.000
Total = Total = Total =
Rp1.800.000 Rp2.370.000 Rp1.268.000
Jumlah Total Biaya Produksi = Rp5.438.500

Latihan 3.6
Perusahaan Makmur
Jurnal Umum
31 Oktober 2013
Date Akun Debit Kredit
1 okt Persediaan Bahan Baku Rp1.435.000
Hutang Dagang Rp1.435.000
Persediaan Bahan Penolong Rp20.000
Hutang Dagang Rp20.000
 Barang Dalam Proses Rp1.305.000
Persediaan Bahan Baku Rp1.305.000
15 okt Utang Gaji dan Upah Rp1.550.000
Kas Rp1.550.000
19 okt BOP Sesungguhnya Rp2.500.000
Biaya Listrik Rp500.000
Akumulasi Depresiasi pabrik Rp1.250.000
Sewa mesin cetak Rp750.000
20 okt Barang Dalam Proses Rp1.200.000
Biaya Overhead yang dibebankan Rp1.200.000
21 okt Barang Jadi Rp1.215.000
Barang Dalam proses Rp1.215.000
22 okt Kas Rp3.375.000
Penjualan Rp3.375.000

B.
Kartu Biaya Pesanan
Pemesan : Tanggal Diterima :
Jenis Produk : Undangan Tanggal Diproduksi :
Jumlah : 1500 lembar Tanggal Selesai :
Penjulan : Tanggal Diambil : 22 Oktober 2013
Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik
Tgl Ket Jumlah Tgl Ket Jumlah Dasar Tarif Jumlah
Kertas Rp520.000 Beni (20 Rp200.000 BTKL 150% Rp1.200.000
Enduro 4 jam
Rim @10.000)
Ketas Rp300.000 Adi (20 Rp250.000
Havana 3 jam
rim @12.500)
Tinta Rp75.000
Emas 1,5
Liter
Tinta biru Rp70.000
2 liter
Lem Rp20.000
Total = Total = Total =
Rp985.000 Rp450.000 Rp1.200.000
Jumlah Biaya Produksi = Rp2.635.000

Latihan 3.7
a) Diakui sebagai penjualan sisa bahan
Kas/piutang dagang Rp 200.000

Penjualan sisa bahan/pendapatan lain-lain Rp 200.000

b) Diakui sebagai pengurang harga pokok penjualan


Kas/piutang dagang Rp 200.000
Harga pokok penjualan Rp 200.000
c) Diakui sebagai pengurang biaya overhead pabrik sesungguhnya
Kas/piutang dagang Rp 200.000
BOP Sesungguhnya Rp200.000
d) Diakui sebagai pengurang barang dalam proses
Kas/piutang dagang Rp200.000
BPS Rp200.000

Latihan 3.8
A. Permintaan konsumen dan pesanan tersebut dijual dengan harga sebesar 125% biaya produksi
Barang dalam proses Rp90.000
Beban Rp50.000
Gaji dan upah Rp25.000
Biaya overhead pabrik dibebankan Rp15.000
Saat pemesanan diserahkan
Barang jadi Rp490.000
Barang dalam proses Rp490.000
Piutang dagang Rp612.000
Penjualan Rp612.000
HPP Rp490.000
Barang jadi Rp490.000
B. Kesalahan saat proses produksi dan pesanan tersebut dijual dengan laba sebesar 30%
dari biaya produksi
BOP Sesungguhnya Rp90.000
Bahan Rp50.000
Gaji dan upah Rp25.000
BOP yang dibebankan Rp15.000

Setelah ada perubahan


Barang jadi Rp400.000
BDP Rp400.000

Piutang dagang Rp520.000


Penjualan Rp520.000
HPP Rp400.000
Barang jadi Rp400.000

Latihan 3.9
A. Kerusakan tersebut dikarenakan perubahan permintaan konsumen
 Perubahan permintaan konsumen
Produk rusak Rp200.000
Barang jadi Rp2.550.000
Barang dalam proses Rp2.750.000

Laba 35% pesanan akan dijual seharga Rp892.500 (35% x Rp2.550.000)


Piutang dagang Rp892.000
Penjualan Rp892.000

Harga pokok penjualan Rp2.550.000


Barang jadi Rp2.550.000

Pada saat produk rusak terjual, maka dijurnal :


Kas / piutang dagang Rp200.000
Produk rusak Rp200.000

 Perubahan karena kesalahan saat proses produksi


Produk rusak Rp200.000
Biaya overhead pabrik sesungguhnya Rp2.125.000
Barang jadi Rp85.000
Barang dalam proses Rp2.410.000

B. Kerusakan tersebut dikarenakan kesalahan pada saat proses produksi


Produk rusak Rp200.000
BOP Sesungguhnya Rp225.000
Barang jadi Rp2.125.000
Barang dalam proses Rp2.550.000

BAB IV : PENENTUAN BIAYA PROSES PENGANTAR


Soal
1. - Penentuan harga pokok produk pada perusahaan yang memproduksi barang secara    masal atau
berkesinambungan, seperti perusahaan semen, perusahaan mie instant, perusahaan pengolah
gandum, dan perusahaan pembuat sepeda motor, sangat cocok menggunakan sistem harga pokok
proses.

 -Dalam sistem harga pokok proses, biaya produksi dikumpulkan untuk setiap periode. Harga pokok
produk ditetapkan pada akhir periode.
- Jika dalam sistem harga pokok pesanan digunakan buku pembantu kartu harga pokok pesanan (job
order cost sheet) yang dibuat untuk setiap pesanan, maka dalam sistem harga pokok proses buku
pembantu dibuat untuk setiap jenis biaya pada masing-masing departemen terjadinya biaya tersebut
(pusat biaya)dan Departemen tempat terjadinya biaya, dapat merupakan departemen produksi atau
departemen pembantu.
- Metode harga pokok proses digunakan oleh perusahaan yang mengolah produknya secara massa.
- Dalam metode ini, biaya produksi dikumpulkan untuk setiap roses selama jangka waktu tertentu
- Biaya produksi persatuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi dalam proses tertentu
selama periode tertentu, dengan jumlah satua produk yang dihasilkan dari proses tersebut selama
jangka waktu yang bersangkutan.

KARASTERISTIK METODE HARGA POKOK PROSES


1. Produk yang dihasilkan merupakan produk standar
2. produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama
3. kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana produksi
produk standar untuk jangka waktu tertentu.

2. Dalam sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan (job order costing atau job costing), biaya
produksi diakumulasikan untuk setiap pesanan (job) yang terpisah. Suatu pesanan adalah output
yang diidentifikasikan untuk memenuhi pesanan pelanggan tertentu atau untuk mengisi kembali
suatu item persediaan. Agar rincian dari perhitungan biaya berdasarkan pesanan sesuai dengan usaha
yang diperlukan, harus terdapat perbedaan penting dalam biaya per unit suatu pesanan dengan
pesanan lain. Misalnya, jika suatu percetakan secara simultan mempersiapkan pesanan untuk label,
kertas kado berwarna, dan gambar tempel, maka selain pesanan-pesanan tersebut dapat dengan
mudah dibedakan berdasarkan tampilan fisiknya, biaya per unit pesanan-pesanan tersebut juga
berbeda, sehingga perhitungan biaya berdasarkan pesanan digunakan.

Rincian mengenai suatu pesanan dicatat dalam kartu biaya pesanan (job cost sheet), yang berbentuk
kertas atau elektronik. Meskipun banyak pesanan dapat dikerjakan secara simultan, setiap kartu
biaya pesanan mengumpulkan rincian untuk satu pesanan tertentu saja. Rincian tersebut mencakup
biaya bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead yang dibebankan ke setiap pesanan.
Ketiga biaya tersebut kemudian diakumulasikan untuk pada akhirnya diketahuilah biaya produksi
untuk suatu pesanan.

3.Menyediakan informasi bagi para manajer untuk menganalisis produk dan probabilitas pelanggan
serta menentukan harga, bauran produk, keputusan untuperbaikan proses

4. Suatu produk dapat berpindah di pabrik dengan tiga format alur fisik produksi. Tiga format alur
fisik produksi yang berkaitan dengan perhitungan biaya berdasarkan proses antara lain adalah:

 Aliran Produk Berurutan (Sequential Product Flow)


Yaitu proses produksi melalui usaha yang bersambungan/ berurutan secara terus-menerus.
Contoh: perusahaan garmen/ konveksi.

 Aliran Produk Paralel (Parallel Product Flow)


Yaitu proses produksi melalui usaha dimana bagian/ departemen perusahaan tertentu
dikerjakan secara bersama-sama, baru kemudian digabung dalam satu proses berikutnya.
Contoh: perusahaan perakitan.
 Aliran Produk Selektif (Selective Product Flow)
Yaitu proses produksi melalui usaha dimana produk suatu departemen mungkin ditransfer ke
departemen yang berbeda, tergantung pada hasil yang diinginkan.
Contoh: proses pemotongan hewan.

5. Perbedaan antara Sistem Biaya Pesanan dan Sistem Biaya Proses

Sistem Biaya Pesanan Sistem Biaya Proses


o Banyak pesanan yang dikerjakan selama
o Produk Tunggal yang dihasilkan selama
periode. periode waktu yang panjang.
o Biaya-biaya diakumulasi oleh masing-
o Biaya-biaya diakumulasi berdasarkan
masing pesanan. departemen.
o Kartu Biaya Pesanan sebagai dokumen
o Department production report adalah
kunci. dokumen kunci.
o Unit cost dihitung berdasarkan pesanan. o Unit costs dihitung berdasarkan
departemen

Pilihan Ganda
1. 13.
2. 14.
3. 15.
4. 16.
5. D. bahan digunakan untuk meproduksi 17.
beberapa jenis produk dan jenis barang 18.
yang dihasilkan tergantung pada 19. A. ekuivalen produksi
departemen yang dilewati 20. A. 15.800
6. C. biaya dibebankan (biaya yang 21. B. system aliran produksi paralel
harus dipertanggung jawabkan) 22.
7. 23.
8. A. percetakan 24. C. 74.000 unit
9. 25. B. 86.600 unit
10. 26. C.101.600 liter
11. 27. C. 74.792 liter
12. 28. A. Rp35.628.000
BAB V : PENENTUAN BIAYA PROSES PERSEDIAAN UNIT DALAM
PROSES
Soal
1.
 Perlakuan Persediaan Barang Dalam Proses Awal - Metode Rata-Rata
Jika pada awal periode terdapat persediaan barang dalam proses, maka perlakuan akuntansinya dapat
menggunakan metode rata-rata atau metode FIFO. Dengan menggunakan metode rata-rata diasumsikan
bahwa persediaan barang dalam proses awal dan barang masuk proses periode yang bersangkutan
diproses secara bersamaan. Barang jadi (barang yang selesai diproses) tidak dibedakan menjadi barang
jadi yang berasal dari barang dalam proses awal dan barang jadi yang berasal yang barang masuk
proses periode yang besangkutan. Biaya produksi yang terkandung dalam barang dalam proses awal
digabung dengan biaya produksi yang dikeluarkan periode yang bersangkutan. Unit ekuivalen dihitung
atas dasar unit keluarannya, yaitu barang jadi dan barang dalam proses akhir.
 Perlakuan Persediaan Barang Dalam Proses Awal - Metode FIFO
Dengan menggunakan metode FIFO diasumsikan bahwa persediaan barang dalam proses awal
diproses terlebih dahulu, setelah selesai baru memproses barang masuk proses periode. Oleh karena
itu, barang jadi harus dibedakan menjadi barang jadi yang berasal dari persediaan barang dalam
proses awal dan yang berasal dari barang masuk proses periode ini. Biaya produksi yang terkandung
dalam barang dalam proses awal tidak digabung dengan biaya produksi yang dikeluarkan periode
yang bersangkutan. Unit ekuivalen dihitung atas dasar unit yang menikmati biaya produksi yang
ditambahkan dalam periode ini

2. Persediaan dalam pengertian akuntansi menunjukkan nilai suatu barang yang diproduksi untuk
dijual atau dikonsumsi. Akun persediaan menunjukkan nilai total kekayaan dalam bentuk persediaan
di tangan atau persediaan dalam proses.
Besarnya persediaan atau ongkos persediaan tergantung pada prosedur akuntansi yang
ditetapkan oleh perusahaan dalam menilai persediaan. Prosedur akuntansi juga menentukan
kapan dan berapa perubahan dan kapan dan berapa nilai kekayaan yang ditransformasikan ke
dalam biaya dan ongkos.
Metode yang digunakan untuk menilai persediaan, berdasarkan aliran biaya dapat
dikelompokkan pada: (1) first-ini, first out, (2) last-in, first out dan (3) biaya rata-rata
(average cost) (Weygandt, Kieso & Kimmel, 2008).

3.Metode average atau rata-rata tertimbang adalah metode yang digunakan untuk
menghitung biaya per unit persediaan dengan cara rata-rata tertimbang. Caranya dengan
membagi jumlah biaya barang yang tersedia untuk dijual dengan jumlah unit yang tersedia
untuk dijual sehingga akan didapatkan biaya rata-rata per unit. Setelah biaya rata-rata per
unit diketahui, Anda dapat menghitung persediaan akhir dan beban pokok penjualan.

Pilihan Ganda
1. 13.
2. 14.
3. 15. 90.000 satuan
4. C. 270.000 unit 16. 91.000 satuan
5. 17. C
6. 18.
7. 19.
8. C 20.
9. A. 21.
10. 22.
11. 23.
12. D. 85.000 buah 24.
BAB VI :PENENTUAN BIAYA PROSES : UNIT TAMBAHAN DAN
UNIT HILANG DALAM PROSES
SOAL
1.Terdapat 3 (tiga) pengaruh terhadap penambahan bahan baku ini, yaitu :
1.      Jumlah unit yang diproses tidak bertambah, tetapi terdapat kenaikan kos produksi
2.      Jumlah unit yang diproses bertambah, tetapi tidak terdapat kenaikan kos produksi
3.      Jumlah unit yang diproses bertambah diikuti kenaikan kos produksi
2. Penentuan biaya produksi dalam hal ada penambahan bahan oleh departemen lanjutan yang
mengakibatkan tambahan jumlah unit dan akan menambah biaya ditransfer masuk. Karena pengaruh
tambahan unit akibat penambahan bahan hanya terjadi di departemen lanjutan, maka perhitungan
biaya produksinya hanya diberikan untuk departemen lanjutan.

Pilihan Ganda
1. 11.
2. 12.
3. 13.
4. 14.
5. 15.
6. 16.
7. 17.
8. 18.
9. 19.
10. 20.