Anda di halaman 1dari 16

XPENGARUH JARAK TEMPAT TINGGAL DENGAN INDEKS

PRESTASI KOMULATIF MAHASISWA KELAS D S1 AKUNTANSI 2018


UNIVERSITAS BENGKULU

OLEH :

PUTRI LESTARI

JURUSAN S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BENGKULU
TAHUN 2019
I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Belajar mempunyai peranan penting dalam sejarah kehidupan manusia apalagi dalam
masyarakat modern seperti sekarang ini, belajar merupakan kegiatan yang dapat menentukan
berhasil tidaknya seseorang dalam menentukan langkah hidup selanjutnya. Setiap orang perlu
belajar dengan tanpa mengenal batas waktu dan usia. Dalam belajar seseorang berusaha
memperoleh kepandaian atau ilmu pengetahuan dan dengan belajar pula seseorang dapat
mengubah tingkah laku ataupun tanggapan yang disebabkan pengalaman
(KBBI).Berdasarkan konsep umum, belajar merupakan proses yang berlangsung sepanjang
kehidupan makhluk hidup.

Keberhasilan seorang pelajar dalam menuntut ilmu dapat dilihat dari prestasi akademik yang
diperoleh, baik pada saat berada di tingkat dasar, menengah, maupun perguruan tinggi.
Pencapaian akademik pada tingkat perguruan tinggi salah satunya dapat dilihat dari Indeks
Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa. Pencapaian prestasi akademik merupakan salah satu
poin penting dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Hal ini karena perguruan tinggi
merupakan salah satu lembaga yang berfungsi untuk menciptakan sumber daya manusia yang
memiliki keterampilan baik secara akademik maupun non-akademik. Disamping itu, menurut
Indrawati, Sintaasih, Wibawa, & Suryantini (n.d.), sebagai sebuah lembaga yang
menyelenggarakan proses belajar mengajar, perguruan tinggi harus mampu menyelaraskan
unsur dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu peserta didik, tenaga pengajar, dan tujuan.
Tujuan dalam hal ini dapat berupa pencapaian prestasi akademik mahasiswa (IPK). Apabila
IPK mahasiswa tinggi, maka dapat dikatakan bahwa prestasi mahasiswa tersebut baik dan
transfer pengetahuan dari pengajar ke mahasiswa berhasil dilakukan (Indrawati et al., n.d.).

Untuk mencapai prestasi belajar yang diharapkan, maka perlu diperhatikan beberapa factor
yang dapat mempengaruhi prestasi. Menurut Anni (2004) faktor -faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar terbagi menjadi 2 yaitu faktor internal dan factor eksternal. 1) Faktor internal,
yang mencakup aspek fisik, misalnya kesehatan organ tubuh, aspek psikis, misalnya
intelektual, emosional, motivasi, dan aspek sosial, misalnya kemampuan bersosialisasi
dengan lingkungan. 2) Faktor eksternal, misalnya variasi dan derajat kesulitan materi yang
dipelajari, tempat belajar, iklim, suasana lingkungan, budaya belajar masyarakat dan
sebagainya. Sedangkan Menurut Nurdin (2005), ada beberapa faktor yang dapat
mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa antara lain: a. Faktor Internal, yaitu faktor yang
berasal dari dalam diri individu antara lain, 1) Kondisi fisiologis (jasmani). 2) Kondisi
psikologis, hal ini meliputi bakat, minat, motivasi, sikap, intelektual mahasiswa. b.Faktor
Eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar diri individu antara lain:1)Lingkungan social
(teman, guru, keluarga, masyarakat). 2) Lingkungan fisik (sekolah, sarana prasarana, tempat
tinggal: rumah, asrama, kost). Dalam suatu lembaga pendidikan, prestasi belajar merupakan
indikator yang penting untuk mengukur keberhasilan proses belajar mengajar. Akan tetapi
tidak bisa dipungkiri bahwa tinggi rendahnya prestasi siswa banyak dipengaruhi oleh factor -
faktor lain disamping proses pengajaran itu sendiri (Arikunto, 1990).

Suatu pernyataan yang hampir senada dengan ilmuan diatas yaitu juga di kemukakan oleh
Walgito (2006), yang menyatakan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh
kesediaan sarana prasarana (instrument) belajar dan kualitas proses pembelajaran saja tetapi
juga dipengaruhi oleh kualitas peserta didik yang akan masuk (in put). Sebaik apapun sarana
prasarana yang tersedia dan proses pembelajaran yang terjadi akan sulit menghasilkan
prestasi belajar yang maksimal apabila kualitas peserta didik yang rendah.

Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang


memengaruhi IPK mahasiswa kelas D S1 Akuntansi 2018 Universitas Bengkulu.
Permasalahan yang diangkat pada penelitian ini adalah bagaimana pengaruh variabel-
variabel independen terhadap IPK mahasiswa Universitas kelas D S1 Akuntansi 2018.
Terkait hal tersebut, secara keseluruhan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh
variabel-variabel tersebut di atas terhadap IPK mahasiswa kelas D S1 Akuntansi 2018
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak terkait. Bagi peneliti, penelitian
ini diharapkan bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan pengalaman peneliti guna
mengimplementasikan teori yang sudah dipelajari ke dalam praktik di lapangan. Selain itu,
melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi bekal peneliti untuk mengerjakan tugas
akhir. Bagi sisi akademis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian-
penelitian selanjutnya dalam lingkup yang sama. Bagi pembaca, khususnya mahasiswa,
penelitian ini diharapkan dapat menjadi sarana pertimbangan mengenai langkah-langkah
untuk meningkatkan IPK.

B. RUMUSAN MASALAH
Adakah pengaruh jarak tempat tinggal terhadap Indeks Prestasi Komulatif mahasiswa
kelas D S1 Akuntansi 2018 Universitas Bengkulu?

C. TUJUAN
Mengananlisis pengaruh jarak tempat tinggal terhadap Indeks Prestasi Komulatif
mahasiswa kelas D S1 Akuntansi 2018 Universitas Bengkulu

D. MANFAAT
1. Manfaat Teoritis
Dapat mendukung teori, ada atau tidak pengaruh asal sekolah dan tempat tinggal
terhadap prestasi belajar mahasiswa Prodi D III Kebidanan Universitas Wiraraja.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Penulis
Sebagai bahan pembelajaran dalam penulisan penelitian ilmiah sekaligus
memberikan informasi tambahan mengenai pengaruh prestasi belajar ditinjau
dari asal sekolah dan tempat tinggal mahasiswa.
b. Bagi Institusi
Sebagai bahan wacana dan pedoman dalam meningkatkan prestasi belajar
mahasiswa
c. Bagi Mahasiswa
Diharapkan bisa dijadikan pedoman dan panduan untuk mengetahui factor
faktor yang akan berpengaruh terhadap prestasi belajar.
II. KAJIAN

A. KAJIAN TEORI
1. Definisi Prestasi Belajar
Kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yaitu Prestatie, kemudian dalam bahasa
Indonesia disebut prestasi yang dapat diartikan sebagai usaha. Prestasi banyak digunakan
dalam berbagai bidang dan diberi pengertian sebagai kemampuan, keterampilan, dan
sikap seseorang dalam menyelesaikan suatu hal. Ada beberapa pendapat dari para ahli
mengenai arti belajar. Oemar Hamalik (2003) mengemukakan bahwa: “Belajar (learning)
merupakan proses perubahan tingkah laku sebagai hasil daripada pengalaman dan
latihan”. Perubahan tingkah laku dalam hal ini adalah perubahan tingkah laku yang dapat
diamati, diukur, dan bersifat spesifik. Perubahan tingkah laku ini berkenaan dengan aspek
kognitif, psikomotorik, dan afektif. Mulyani Sumantri (2001) mengemukakan bahwa:
“Belajar dipandang sebagai perubahan perilaku peserta didik”. Perubahan perilaku ini
tidak terjadi dengan sendirinya namun melalui suatu proses. Proses perubahan tingkah
laku dimulai dari adanya rangsangan yaitu peserta didik menangkap rangsangan
kemudian mengolahnya sehingga membentuk suatu persepsi. Semakin kuat rangsangan
yang diberikan semakin kuat persepsi peserta didik terhadap rangsangan tersebut.

Sedangkan Purwoto (2003) mengemukakan bahwa: “Belajar adalah suatu proses yang
berlangsung dari keadaan tidak tahu menjadi tahu atau dari tahu menjadi lebih tahu, dari
tidak terampil menjadi terampil, dari belum cerdas menjadi cerdas, dari sikap belum baik
menjadi bersikap baik, dari pasif menjadi aktif, dari tidak teliti menjadi teliti dan
seterusnya”. Dari berbagai pendapat di atas disimpulkan bahwa belajar adalah suatu
bentuk perubahan tingkah laku yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik
yang relatif menetap setelah mendapatkan pengalaman dan pelatihan.

Menurut Sutratinah dalam Fathimah (2008), prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha
kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf maupun kalimat
yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap peserta didik dalam
periode tertentu. Pendapat ini berarti bahwa prestasi tidak akan pernah dihasilkan apabila
seseorang tidak melakukan kegiatan. Hasil belajar atau prestasi belajar adalah hasil yang
telah dicapai oleh peserta didik setelah melakukan kegiatan belajar.

Prestasi belajar merupakan salah satu indikator daya serap dan kecerdasan mahasiswa
yang bisa digunakan untuk menyusun dan menetapkan keputusan atau langkah kebijakan
baik yang menyangkut mahasiswa, pendidikan, maupun institusi yang mengelola
program pendidikan (Syah, 2008). Prestasi belajar adalah istilah yang menunjukkan suatu
derajat keberhasilan seseorang dalam proses belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Prestasi belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi antara berbagai
faktor yang mempengaruhinya baik dari dalam diri (faktor internal) maupun dari luar
dirinya (faktor eksternal) individu (Yasa, 2008). Dari uraian di atas dapat diambil
kesimpulan bahwa prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa setelah melakukan
kegiatan belajar dalam penguasaan pengetahuan, pemahaman, ketrampilan dan sikap
yang dinyatakan dalam bentuk nilai yang berupa simbol-simbol baik angka, huruf,
maupun kalimat

2. Faktor yang Memengaruhi Prestasi Akademik


Jarak
Jarak merupakan ukuran jauh dekatnya suatu tempat terhadap tempat lain. Menurut
Nomleni, Arjana, & Kallau (2012), jarak merupakan lingkungan fisik yang ditampakkan
dalam kaitan dengan prestasi belajar peserta didik. Nomleni et al. juga mengungkapkan
bahwa semakin jauh jarak tempat tinggal dengan sekolah, maka sesampainya di sekolah
peserta didik akan merasa lelah sehingga memengaruhi prestasi belajar peserta didik.
Menurut Yudha (2010) dalam Nomleni, Arjana, & Kallau (2012), jarak dan lokasi yang
terlalu jauh dari rumah ke sekolah dapat menguras energi atau tenaga. Selain itu, jarak
juga erat kaitannya dengan transportasi yang digunakan oleh mahasiswa saat berangkat
ke kampus.
Lingkungan
B. HIPOTESIS
Hipotesis dalam penelitian ini adalah :
Ada pengaruh jarak tempat tinggal dengan Indeks Prestasi Komulatif mahasiswa kelas D
S1 Akuntansi 2018 Universitas Bengkulu
H0:p=0 (Tidak ada pengaruh antara jarak tempat tinggal dengan indeks prestasi komulatif
mahasiswa kelas D S1 Akuntansi 2018 Universitas Bengkulu)
H a: p≠0 (ada pengaruh antara jarak tempat tinggal dengan indeks prestasi komulatif
mahasiswa kelas D S1 Akuntansi 2018 Universitas Bengkulu)).

C. ALAT UJI
Spss dan Metode Analisis Regresi Sederhana
III. METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini lebih
mengarah pada pengungkapan suatu masalah atau keadaan sebagaimana adanya dan
mengungkapkan fakta-fakta yang ada, walaupun kadang - kadang diberikan interpretasi atau
analisis. (Pabundu, 2005: 4)

Penelitian ini termasuk dalam pendekatan geografi keruangan, karena variabel X penelitian
ini yaitu jarak tempuh. Sesuai dengan pengertian jarak, jarak merupakan informasi seberapa
jauh sesuatu terpisah dan jarak tempuh berkaitan erat dengan arti lokasi serta upaya
pemenuhan kebutuhan atau keperluan pokok kehidupan. Lokasi dalam penelitian ini yaitu
lokasi rumah tempat tinggal mahasiswa kelas D S1 Akuntansi 2018 Universitas Bengkulu.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas D S1 Akuntansi 2018 Universitas
Bengkulu yang berjumlah 39 Mahasiswa. Adapun jumlah responden yang dipilih pada
penelitian ini adalah 35 siswa. Pemilihan atau penentuan berdasarkan pengsian kuesioner.

B. Analisis Data
Jarak tempuh terendah mahasiswa dari rumah ke sekolah yaitu, 0,1 km dan jarak tertinggi
yaitu 15 km. Data variabel X (jarak) yang terkumpul merupakan data kuantitatif. Kemudian
dibuatkan klasifikasi pada variabel tersebut, selanjutnya untuk mempermudah pengolahan
data, peneliti memberikan skor pada variabel X (jarak). Klasifikasi variabel X (jarak),
peneliti membagi jarak tempuh menjadi 4 kelas, klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel 1
sebagai berikut.
Tabel 1 : Klasifikasi jarak
NO Klasifikasi Jarak Skor
1 11,278 – 15,003 km 4
2 7,552 – 11,277 km 3
3 3,826 - 7,551 km 2
4 100 – 3,825 km 1
Prestasi belajar terendah siswa yang diperoleh dengan menggunakan teknik pengisian
kuesioner dengan melihat indeks prestasi komulatif, yaitu dan prestasi belajar(IPK) terendah
yaitu 3,1 dan prestasi belajar (IPK) tertinggi yaitu 3,9. Data variabel Y (prestasi) yang
terkumpul merupakan data kuantitatif. Kemudian dibuatkan klasifikasi pada variabel
tersebut, selanjutnya untuk mempermudah pengolahan data, peneliti memberikan skor pada
variabel Y (prestasi). Klasifikasi variabel Y(prestasi), peneliti membagi prestasi belajar
menjadi 4 kelas, klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2 : Klasifikasi indeks prestasi komulatif


NO Klasifikasi Indeks Prestasi Komulatif Skor
1 3,64 - 3,81 4
2 3,46 – 3,63 3
3 3,28 – 3,45 2
4 3,1 – 3,27 1

Menyatakan besar kecilnya nilai korelasi digunakan angka. Angka yang menyatakan besar
kecilnya hubungan (korelasi) disebut koefisien korelasi (r), yang dapat bergerak antara -1 dan
+1.
Kalau dideskripsikan, nilai koefisien korelasi tersebar sebagaimana terlihat
pada tabel 3 sebagai berikut.

Tabel 3. Nilai Koefisien


Interval Koesfisien Tingkat Hubungan
0,80 – 1,000 Sangat Kuat
0,60 – 0,799 Kuat
0,40 – 0,599 Sedang
0,20 – 0,399 Rendah
0,00 – 0,199 Sangat Rendah
Sumber: (Sugiyono 2012:184)
Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini yaitu
menggunakan analisis regresi sederhana dengan rumus sebagai berikut:

N ∑ xy−( ∑ x ) ( ∑ y )
rxy=
2 2 2 2
√{N ∑ x −( ∑ x ) } x {( N ∑ y ) −( ∑ y ) }

Keterangan:
rxy =Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
∑ x y =Jumlah perkalian antara variabel x dan Y
∑x2 =Jumlah dari kuadrat nilai X
∑y2 =Jumlah dari kuadrat nilaiY
(∑x)2 =Jumlah nilai X kemudian dikuadratkan
(∑y)2 =Jumlah nilai y kemudian dikuadratkan

C. Data
Tabel 4
NO Jarak IPK
1 2,7 km 3,41
2 2,2 km 3,52
3 1,5 km 3,54
4 1,4 km 3,49
5 2,7 km 3,7
6 2,7 km 3,32
7 2 km 3,32
8 0,5 km 3,24
9 0,2 km 3,48
10 0,1 km 3,42
11 0,7 km 3,24
12 0,7 km 3,29
13 0,85 km 3,49
14 5 km 3,1
15 7 km 3,41
16 3 km 3,3
17 3 km 3,57
18 11 km 3,42
19 11 km 3,33
20 13 km 3,14
21 12 km 3,39
22 13 km 3,42
23 15 km 3,29
24 8,9 km 3,32
25 9 km 3,8
26 8 km 3,67
27 10 km 3,51
28 8,4 km 3,49
29 13 km 3,3
30 5 km 3,63
31 5 km 3,25
32 6,4 km 3,3
33 4,5 km 3,49
34 3 km 3, 39
35 8 km 3,2
Analisis Inferensial

Tabel 5. Tabel Analisis Data Jarak Siswa dari Rumah Kesekolah dengan Prestasi Belajar Siswa.

NO X Y X2 Y2 XY
1 1 2 1 4 2
2 1 3 1 9 3
3 1 3 1 9 3
4 1 3 1 9 3
5 1 4 1 16 4
6 1 1 1 1 1
7 1 1 1 1 1
8 1 1 1 1 1
9 1 2 1 4 2
10 1 2 1 4 2
11 1 2 1 4 2
12 1 2 1 4 2
13 1 3 1 9 3
14 2 1 4 1 2
15 2 2 4 4 4
16 1 1 1 1 1
17 1 3 1 9 3
18 3 2 9 4 6
19 3 2 9 4 6
20 4 1 16 1 4
21 4 2 16 4 8
22 4 2 16 4 8
23 4 2 16 4 8
24 3 2 9 4 6
25 3 4 9 16 12
26 3 4 9 16 12
27 3 3 9 9 9
28 3 3 9 9 9
29 4 2 16 4 8
30 2 3 4 9 6
31 2 1 4 1 2
32 2 2 4 4 4
33 2 3 4 9 6
34 2 2 4 4 4
35 3 1 9 1 3
N=35 ∑69 ∑77 ∑195 ∑197 ∑ 160
N ∑ xy−( ∑ x ) ( ∑ y )
rxy = 2 2 2 2
√{N ∑ x −( ∑ x ) } x {( N ∑ y ) −( ∑ y ) }
35 (160)−( 69 ) (77 )
rxy=
√{35 (195)−( 195 ) }x {¿ ¿ ¿

= 5600−5313
√¿¿¿

287
= 6.663,91 = 0,0430

Berdasarkan hasil perhitungan diatas, nilai rhitung adalah sebesar 0,0430 Selanjutnya untuk
menentukan apakah Hipotesis Alternatif (Ha) diterima atau ditolak, maka dikonsultasikan
dengan rhitung pada tabel r product moment dengan N=35 diperoleh rtabel = 0,334 pada taraf
signifikan 5% dengan demikian rhitung < rtabel yaitu 0,0430 < 0,334. Berdasarkan pengujian
tersebut dapat disimpulkan bahwa Hipotesis Alternatif (Ha) yang diajukan peneliti ditolak,
sedangkan Hipotesis Nol (H0) tidak ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat
hubungan antara jarak rumah dengan prestasi mahasiswa kelas D S1 Akuntansi 2018
Universitas Bengkulu
IV. PENUTUP
KESIMPULAN, IMPILIKASI, DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis statistik inferensial data menggunakan Person Product Moment (r)
dengan taraf signifikan 5%, diperoleh nilai rhitung adalahsebesar 0,430, di mana rhitung
< rtabel (0,430 < 0,334). Berarti H0 diterima dan Ha ditolak. Setelah pengujian tersebut
dapat disimpulkan bahwa Hipotesis Alternatif (Ha) yang diajukan peneliti ditolak,
sedangkan Hipotesis Nol (H0) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat
hubungan antara jarak rumah dengan indeks prestasi komulatif mahasiswa kelas D S1
Akuntansi 2018 Universitas Bengkulu

B. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya Pengaruh antara jarak tempat
tinggal terhadap indeks prestasi komulatif . Oleh karena itu penelitian ini dapat
digunakan untuk melihat bahwa jarak tempat tinggal itu tidak mempengaruhinya indeks
prestasi komulatif

C. Saran
1. Bagi Penulis
Penulis harus lebih belajar lagi dari penelitian yang sudah dilakukan, penulisan penelitian
ilmiah sekaligus memberikan informasi tambahan mengenai pengaruh indeks prestasi
komulatif ditinjau dari jarak tempat tinggal mahasiswa.
2. Bagi Institusi
Institusi dapat menyimpan dokumen ini sebagai bahan wacana dan pedoman dalam
meningkatkan prestasi belajar mahasiswa
3. Bagi Mahasiswa
Diharapkan bisa dijadikan pedoman dan panduan untuk mengetahui factor - faktor yang
akan berpengaruh terhadap prestasi belajar.
LAMPIRAN
Data Input ( Data View)
Jarak IPK
2.0 3.0
2.0 3.0
1.0 3.0
1.0 3.0
2.0 3.0
2.0 3.0
2.0 3.0
0.0 3.0
0.0 3.0
0.0 3.0
0.0 3.0
0.0 3.0
0.0 3.0
5.0 3.0
7.0 3.0
3.0 3.0
3.0 3.0
11.0 3.0
11.0 3.0
13.0 3.0
12.0 3.0
13.0 3.0
15.0 3.0
8.0 3.0
9.0 3.0
8.0 3.0
10.0 3.0
8.0 3.0
13.0 3.0
5.0 3.0
5.0 3.0
6.0 3.0
4.0 3.0
3.0 3.0
8.0 3.0

Data Input (Variabel View)

Name Type Width Decimals Label Values Missin Column Alig Measure
g s n
Jarak Numeric 5 0 Jarak None None 5 Left Nominal
(x)
IPK Numeric 5 0 IPK None None 5 Left Nominal
(Y)

Data Output

Your trial period for SPSS for Windows will expire in 14 days.
GET DATA /TYPE=XLSX
  /FILE='C:\Users\ASUS\Documents\Book1.xlsx'
  /SHEET=name 'Sheet1'
  /CELLRANGE=full
  /READNAMES=on
  /ASSUMEDSTRWIDTH=32767.
DATASET NAME DataSet1 WINDOW=FRONT.
REGRESSION
  /DESCRIPTIVES MEAN STDDEV CORR SIG N
  /MISSING LISTWISE
  /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL ZPP
  /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10)
  /NOORIGIN
  /DEPENDENT IPK
  /METHOD=ENTER Jarak
  /SCATTERPLOT=(*SDRESID ,*ZPRED)
  /RESIDUALS DURBIN HIST(ZRESID) NORM(ZRESID)
  /CASEWISE PLOT(ZRESID) OUTLIERS(3).

[DataSet1] 

Descriptive Statistics
Std.
Mean Deviation N
IPK (y) 3.00 .000 35
Jarak (x) 5.49 4.623 35

Correlations
IPK (y) Jarak (x)
Pearson IPK (y) 1.000 .
Correlation Jarak (x) . 1.000
Sig. (1-tailed) IPK (y) . .000
Jarak (x) .000 .
N IPK (y) 35 35
Jarak (x) 35 35