Anda di halaman 1dari 10

BAB 11 :

REKONSILIASI FISKAL DAN PRAKTIK PENGISIAN SPT TAHUNAN PPH

BAB 12 :

PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) DAN PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH


(PPnBM)

NAMA ANGGOTA KELOMPOK 5 :

1.DETI JULIANA (C1C016031)

2. BELLA ANUGRAH DWI PUTRI (C1C016120)

3RARA SULISTIA (C1C018054)

4. OLGA FRISKA (C1C018056)

5.YELI PUTRI YANI (C1CO18142)

6.DZAKI FADILLAH (C1C018165)

7.PUTRI LESTARI (C1C018166)

8.KARINA RAHMANALIA (C1C018168)

PERPAJAKAN

KELAS D

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BENGKULU

TAHUN AJARAN 2019 / SEMESTER 3


DAFTAR NILAI MATERI, PERSENTASI, DAN TANYA JAWAB MAHASISWA

MATA KULIAH : PERPAJAKAN BAB 11 : REKONSILIASI FISKAL DAN PRAKTIK


KELAS :D PENGISIAN SPT TAHUNAN PPH
KELOMPOK : V (LIMA) BAB 12 : PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN)
DAN PENJUALAN ATAS BARANG
TAHUN AJARAN : GANJIL (2019) MEWAH (PPnBM)

N Mahasiswa NPM NILAI DISKUSI PERTAYAAN


O BAB BAB BAB BAB
1 Deti Juliana C1C016103
1
2 Bella Anugrah C1C016120
Dwi Putri
3 Rara Sulistia C1C101805
4
4 Olga Friska C1C018056
5 Yeli Putri C1C018142
Yani
6 Dzaki Fadillah C1C018165
7 Putri Lestari C1C018166
8 Karina C1C018168
Rahmanalia
9
10
11
12
13
14
15
Bengkulu, Agustus 2019

Dosen Penilai :

Darman Usman, SE., MM. CPA


BAB 11 :
REKONSILIASI FISKAL DAN PRAKTIK PENGISIAN SPT TAHUNAN PPH
Latar Belakang Rekonsiliasi Fiskal
Rekonsiliasi fiskal dilakukan oleh WP (Badan atau Orang pribadi) yg wajib
menyelenggarakan pembukuan karena terdapat perbedaan perhitungan khususnya laba menurut
akuntansi (komersial) dan laba menurut perpajakan (fiskal)
Lap keu fiskal lebih ditujukan untuk menghitung pajak disusun berdasarkan peraturan
perpajakan (UU PPh) Perbedaan dasar penyusunan lap keu ini mengakibatkan perbedaan
perhitungan laba (rugi) suatu entitas (WP) Rekonsiliasi fiskal dilakukan utk mempermudah
pengisian SPT tahunan PPh dan menyusun lap keu fiskal sbg lampiran SPT tahunan.
Tiga pendekatan untuk mengatasi masalah terjadinya perbedaan laba (rugi) suatu entitas
•Laporan keuangan fiskal disusun secara beriringan dengan laporan keuangan komersial.
•Laporan keuangan fiskal ekstrakomtabel dengan laporan keuangan bisnis melalui penyesuaian
atau proses rekonsiliasi.
• Laporan keuangan fiskal disusun dengan menyisipkan ketentuan-ketentuan pajak dalam laporan
keuangan bisnis. (Saran untuk menjembatani dua kepentingan dan tujuan efisiensi adalah pilihan
ke dua)
Penyebab perbedaan lap keu komersial dan lap keu fiskal
1.)Perbedaan prinsip akuntansi. 3)Perbedaan pengakuan penghasilan dan biaya
2)Perbedaan metode dan prosedur akuntansi 4)Perbedaan perlakuan penghasilan dan biaya

Perbedaan prinsip akuntansi


1)Prinsip konservatisme, contoh penilaian persediaan dan penilaian piutang
2)Prinsip harga perolehan (cost), contoh penentuan harga perolehan.
3)Prinsip pemadanan (matching) biaya-manfaat, contoh biaya penyusutan.
Perbedaan metode dan prosedur akuntansi
1)Metode penilaian persediaan, dlm fiskal hanya ada metode average dan FIFO.
2)Metode penyusutan dan amortisasi, dlm fiskal tdk mengakui nilai residu, untuk non bangunan
ada metode garis lurus dan saldo menurun, utk bangunan hanya garis lurus.
3)Metode penghapusan piutang, dlm fiskal metode penghapusan langsung dengan syarat tertentu.
Perbedaan perlakuan dan pengakuan penghasilan dan biaya
1)Penghasilan tertentu diakui dlm ak komersial tetapi bukan merupakan objek PPh.
2)Penghasilan tertentu diakui dlm ak komersial tetapi pengenaan pajaknya bersifat final.
3)Penyebab perbedaan lain yg berasal daari penghasilan diantaranya kerugian usaha di luar
negeri, kerugian usaha dalam negeri tahun-tahun sebelumnya, imbalan dengan jumlah yang
melebihi kewajaran.
4)Pengeluaran tertentu dlm ak komersial sbg pengurang penghasilan bruto, tetapi di ak fiskal
tidak boleh.
Pengelompokan perbedaan penghasilan dan biaya menurut akuntansi dan menurut fiskal
Perbedaan tetap atau perbedaan permanen (permanent differences) meliputi: penghasilan yang
pajaknya bersifat final Penghasilan yang tidak termasuk objek pajak Biaya/pengeluaran yg tdk
boleh sbg pengurang penghasilan bruto Perbedaan sementara atau perbedaan waktu (timing
differences).
Teknik rekonsiliasi fiskal
•Jika penghasilan diakui menurut akuntansi tetapi tdk diakui menurut fiskal, rekonsiliasi
dilakukan dgn mengurangkan penghasilan tsb dari jumlah penghasilan menurut akuntansi, yg
berarti mengurangi laba akuntansi. Jika penghasilan tdk diakui menurut akuntansi tetapi diakui
menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dgn menambahkan penghasilan tsb pada jumlah
penghasilan menurut akuntansi, yg berarti menambah laba akuntansi.
•Jika biaya diakui menurut akuntansi tetapi tdk diakui menurut fiskal, rekonsiliasi dilakukan dgn
mengurangkan biaya tsb dari jumlah biaya menurut akuntansi, yg berarti menambah laba
akuntansi. Jika biaya tdk diakui menurut akuntansi tetapi diakui menurut fiskal, rekonsiliasi
dilakukan dgn menambahkan biaya tsb pada jumlah biaya menurut akuntansi, yg berarti
mengurangi laba akuntansi.
SPT tahunan PPh dikelompokkan:
1)SPT Tahunan PPh WP Badan SPT Tahunan PPh WP Orang pribadi yg mempunyai penghasilan
dari usaha/pekerjaan bebas yg menyelenggarakan pembukuan atau norma perhitungan
penghasilan neto dari satu usaha atau lebih pemberi kerja, yg dikenakan PPh Final dan/atau
bersifat final dan dari penghasilan lain
2)SPT Tahunan PPh WP Orang pribadi yg mempunyai penghasilan dari satu atau lebih pemberi
kerja, dalam negeri lainnya, dan yg dikenakan PPh Final dan/atau bersifat final (1770S). SPT
Tahunan PPh WP Orang pribadi yg mempunyai penghasilan dari satu pemberi kerja dgn
penghasilan bruto tidza melebihi Rp 60.000.000

BAB 12 :PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) DAN PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH (PPnBM)

• Pengertian PPN • Tarif PPN Barang dan Jasa, Tarif PPn atas Barang
Mewah
Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang
dikenakan pada jalur produksi dan distribusi Tarif Pajak Pertambahan Nilai merupakan tarif tunggal,
Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak. Ruang artinya hanya ada satu tarif saja. Tidak seperti tarif
lingkup Pemungutan PPN sesuai UU No.18 Tahun Pajak Penghasilan yang ada bermacam-macam. Untuk
2000 adalah sektor industri, perdagangan pada Tarif PPN Barang Kena Pajak dan Jasa Kena Pajak
tingkat distributor utama, pedagang besar, adalah 10% (sepuluh persen), Tarif PPN atas ekspor
pedagang eceran, kegiatan membangun sendiri BKP adalah 0% (nol persen). Sedangkan untuk Tarif
oleh orang pribadi atau badan hukum dan PPn atas Barang Mewah dikelompokkan menjadi
penyerahan pemborong bangunan. beberapakelompok yaitu kelompok 10%, 20%, 25% dan
35%.
• Pengertian PPnBM
• Cara Pengenaan Pajak
Pajak Penjualan atas Barang Mewah merupakan
pajak yang dikenakan atas konsumsi barang yang Sebelum menghitung PPN dan atau PPn.BM yang
tergolong Barang Mewah. Pajak Penjualan atas terutang maka suatu badan usaha harus mengetahui
Barang Mewah dikenakan atas :a. Penyerahan terlebih dahulu cara pengenaan pajaknya. Dalam cara
BKP yang tergolong Barang Mewah pengenaan pajak terha-dap Barang Kena Pajak dan Jasa
yangdilakukan oleh Pengusaha yang menghasilkan Kena Pajak baik untuk PPN mupun PPn.BM ada dua hal
BKP yang tergolong Barang Mewah tersebut di yang perlu dipahami terlebih dahulu yaitu : (1) Dasar
dalam Daerah Pabean dalam lingkungan Pengenaan Pajak dan (2) Mekanisme Tatacara
perusahaan atau pekerjaannya.b. Impor BKP yang Pengenaan Pajak.
tergolong Barang Mewah.PPn.BM dikenakan • Dasar Pengenaan Pajak
hanya satu kali pada waktu penyerahan BKP yang 1. Harga Jual 4. Nilai Ekspor
tergolong Barang Mewah oleh Pengusaha yang 2. Penggantian 5. Nilai Impor
menghasilkan atau pada waktu impor.
3. Nilai Lain yang ditetapkan oleh MENKEU
• Mekanisme Tatacara Pengenaan Pajak e. Jasa Kena Pajak (JKP) adalah setiap
a. Pajak dikenakan oleh PKP karena kegiatan pelayanan berdasarkan suatu
penyerahan BKP terhadap pihak yang perikatan atau perbuatan hukum yang
menerima penyerahan. Dasar Pengenaan menyebabkan suatu barang dan fasilitas atau
Pajak (Tax Base) adalah jumlah harga jual, kemudahan atau hak tersedia untuk dipakai,
penggantian, nilai impor, atau nilai ekspor. yang dikenakan pajakberdasarkan ketentuan
b. PKP atau Direktorat Jenderal Bea dan perundang-undangan PPN dan PPn.BM.
Cukai membuat Faktur Pajak sebagai Termasuk pengertian Jasa Kena Pajak ini,
bukti pemungutan pajaka pada saat adalah jasa yang dilakukan untuk
penyerahan BKP atau JKP atau pada saat menghasilkan barang karena permintaan
impor BKP. dengan bahan dan atas petunjuk dari pemesan.
c. PKP Wajib menyetorkan PPN yang telah f. PPN atas Kegiatan Membangun Sendiri
dipungutnya itu setelah memperhtiungkan Diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat
antara PPN yang telah dibayar dengan usaha dengan syarat :
PPN yang telah dipungut. (1) syarat membangun sendiri
d. Barang Kena Pajak (BKP) adalah barang (2) luas bangunan 400 m2 atau lebih
berwujud yang menurut sifat atau (3) bangunan bersifat permanen
hukumnya dapat berupa barang bergerak (4) PPN yang terutang per bulan ditetapkan
atau barang tidak bergerak maupun barang sebagai berikut :=10% x 40% x Jumlah
tidak berwujud yang dikenakan pajak pengeluaran per bulan
berdasarkan ketentuan perudang-undangan
PPN dan PPn.BM.

 Faktur Pajak Contoh:


PT NASIONAL selaku importir memasukkan 1000 unit AC/
Adalah bukti pungutan PPN yang sah untuk dengan Harga Impor (CIF) USD 500,000.00. Atas kegiatan
pajak masukan dan pajak keluaran dan impor ini terutang Bea Masuk 50%, PPN 10% dan PPnBM 20%.
merupakan sarana dalam mekanisme kredit Diketahui Nilai Kurs USD 1 = Rp2.000,00 berdasar Keputusan
pajak. Penerbitan faktur pajak yaitu Menteri Keuangan. PPN dan PPnBM yang terutang dihitung
sebagai berikut:
a. Pada saat Penyerahan BKP/JKP Dasar Pengenaan Pajak imtuk menghitung PPN dan PPnBM
b. Pada akhir bulan berikutnya, setelah pembayaran atas Impor adalah:
Nilai Impor = Harga Impor (CIF) + Bea Masuk
BKP/JKP
Harga Impor (CIF) = 500.000 x Rp2.000,00
c. Pada saat penerimaan pembayaran uang muka = Rp 1.000.000.000,00
atau pada saat pembayaran terminj untuk jasa BeaMasuk 50% Rp500.000.000,00
pemborong bangunan/barang tidak bergerak Nilai Impor Rpl.500.000.000,00
PPN=10%xRpl.500.000.000,00 =Rp 150.000. 000, 00
PPnBM = 20% x Rpl.500.000.000,00 = Rp 300. 000. 000,00
 Cara Menghitung PPN dan PPnBM lumlah yang dibayar oleh Importir Rp l.950.000.000
Untuk menghitung PPN dan PPn BM yang terutang Sedangkan harga perolehan atas Impor 1000 unit AC adalah
sama dengan Nilai lmpor sebesar Rpl.500.000.000
atas penyerahan Barang Kena Pajak yang tergolong
Apabila kemudian Importir menyerahkan AC tersebut kepada
Mewah,perlu diperhatikan tiga faktor sesuai distributor dengan harga per-unit AC adalah Rp2.800.000.00,
karakteristiknya, yaitu : maka Distributor akan membayar atas penyerahan AC per-unit
termasuk PPN dengan perhitungan sebagai berikut:
a.PPn Bm hanya dipungut satu kali
Harga per unit AC Rp 2.800.000,00Dikurangi unsur PPnBM
b.PPn Bm tidak dapat dikreditkan sehingga dapat yang terkandung di dalamnya
dibebankan sebagai biaya =1/1000 xRp300.000.000,00 = Rp 300.000,00
c.PPN tidak menghendaki terjadi pungutan pajak Dasar Pengenaan PPN Rp 2.500.000,00
PPN yang terutang = 10% x Rp 2.500.000,-
berganda.
= Rp 250.000
Mendasarkan pada faktor-faktor tersebut, maka : Untuk penyerahan per unit AC yang diterima oleh Distributor, ia
PPN=Tarif PPN x (Harga Barang –PPnBM) hams membayar:
Harga per unit AC = Rp 2.800.000,00 PPN = Rp
250.000,00Jumlah = Rp3.050.000,00

DAFTAR PERTANYAAN
KELOMPOK 5
1.DETI JULIANA (C1C016031)

No BAB Pertanyaan
Urut

1 1 Sebutkan pungutan lain selain pajak yang didapat oleh Negara?


2 2 Dalam UU no 28 tahun 2007 pasal 1, ada ketentuan mengenai tahun pajak, jelaskan !
3 3 UU nomor berapa yang mengatur tentang subjek pajak ?
4 4 Jelaskan yang dimaksud dengan pajak penghasilan bersifat final!
5 5 Jelaskan yang dimaksud pemotongan pajak penghasilan pasal 21!
6 6 Sebutkan kegiatan apa saja yang menjadi objek PPH pasal 22?
7 7 Sebutkan pihak – pihak yang termasuk pemotong PPH pasal 23!
8 8 Sebutkan metode yang digunakan untuk memperoleh penghasilan yang berasal dari
usaha !
9 9 Dalam PPH pasal 25 ada yang namanya wajib pajak baru. Jelaskan !
10 10 Berapa persen yang dikenakan untuk dasar pengenaan pajak ?
11 13 Sebutkan UU yang mengatur pajak bumi dan bangunan?
12 14 Apa yang dimaksud dengan surat tagihan BEA perolehan hak atas tanah dan
bangunan?

2.BELLA ANUGRAH DWI PUTRI (C1C016120)

No BAB Pertanyaan
Urut

1 1 Hal apa saja yang menyebabkan berakhirnya utang pajak ?

2 2 Pengangsuran dan penundaan pajak merupakan pembayaran pajak akibat?

3 3 Penentuan penghasilan kena pajak dikelompokkan menjadi?

4 4 Sebutkan penghasilan yang tidak termasuk dari usaha yang dikenal PPH yang
bersifat final 0,5%?

5 5 Sebutkan dasar pengenaan dan pemotongan PPH pasal 21 ?

6 6 Apa saja yang dimaksud dengan pemungutan PPH pasal 22 yang bersifat tidak
final ?

7 7 Siapa penerima penghasilan yang dikenai PPh pasl 25?

8 8 Perhitungan besarnya kredit pajak yang diperbolehkan PPH pasal 24 diambil dari
nilai terendah?

9 9 Hal – hal tertentu dalam PPH pasal 25?

10 10 Apa yang dimaksud dengan laporan keuangan fiscal disusun secara beriringan
dengan laporan keuangan Komersial
11 13 Sebutkan criteria surat tagihan pajak sebagai dasar dari proses penagihan pajak bumi
dan bangunan kepada pemiliknya!
12 14 Sebutkan dan jelaskan jenis hak atas tanah yang diatur dalam UU no.12 tahun1985
dan diatur dalam PP no.8 tahun 1953

3. RARA SULISTIA (C1C018054)

No BAB Pertanyaan
Urut

1 1 Jelaskan mengapa bias timbul utang pajak dalam ajaran mareiil?


2 2 Sebutkan dimana tempat kita melakukan pendaftaran untuk membuat nomor pokok
wajib pajak (NPWP)!
3 3 Apa alasan pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen,
termasuk dalam biaya yang tidak diperkenankan sebagai pengurang?jelaskan!
4 4 Sebutkan norma perhitungan khusu untuk wajib pajak tertentu menurut pasal 15 UU
PPH!
5 5 Dalam pasal PPH 21/26 pihak – pihak siapa saja yang wajib melakukan
pemotongan, penyetoran, dan pelaporan PPH ?
6 6 Dalam menghitung PPH pasal 22, sebutkan objek apa saja yng dikenakan tarif
sebesar 0,3%!
7 7 Jelaskan yang dimaksud desentralisasi dalam pelaksanaan pemotongan, penyetoran,
dan pelaporan PPH pasal 23!
8 8 Berikan contoh mengenai pengurangan atau pengembalian PPH luar negeri!

9 9 Sebutkan cara – cara apa saja yang dilakukan untuk pembayaran pajak oleh wajib
pajak dalam tahun berjalan!
10 10 Sebutkan ketentuan apa saja yang berkaitan dengan penyetoran dan pelaporan PPH
pasal 26!
11 13 Sebutkan hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam menentukan dasar
pengenaan pajak
12 14 Sebutkan objek pajak apa saja yang dikecualikan atau tidak dikenakan BPHTB?

4. OLGA FRISKA (C1C018056)

No BAB Pertanyaan
Urut

1 1 Sebutkan dan jelaskan ajaran yang mengatur timbulnya utang pajak (saat adanya
pengakuan utang pajak)!
2 2 Sebutkan hak – hak dan wajib pajak meurut UU nomor 28 tahun 2007!
3 3 Apa yang dimaksud dengan system self assessment ?
4 4 Jelaskan dasar pengenaan pajak yang digunakan untuk menghitung PPH bersifat
final !
5 5 Sebutkan penghasilan yang dipotong PPH pasal 21 yang bersifatn final!
6 6 Sebutkan kegiatan – kegiatan yang dikenakan PPH pasal 22!
7 7 Sebutkan pihak – pihak yang termasuk dalam penentuan pengabungan penghasilan !
8 8 Sebutkan hal yang perlu diperhatikan dalam penetuan penggabungan penghasilan!
9 9 Sebutkan cara melakukan wajib pajak dalam tahun berjalan !
10 10 Sebutkan dan jelaskan dua system pengenaan pajak !
11 13 Sebitkan apa saja objek pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan
berdasarkan undang – undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan
restribusi daerah!
12 14 Apa yang dimaksud dengan prosedur penetapan surat teguran ? dan sebutkan
prosedur penagihan BPHTB!

5. YELI PUTRI YANI (C1CO18142)

No BAB Pertanyaan
Urut

1 1 Menurut golongan, pajak dibedakan menjadi dua yaitu pajak langsung dan pajak tak
langsung. Jelaskan apa saja yang dimaksud pajak langsung dan pajak tak langsung
dan berikan contohnya !
2 2 Sebutkan 4 alasan dilakukannya pencabutan pengukuhan pengusaha kena pajak oleh
direktur pajak !
3 3 Jelaskan mengapa subjek pajak luar negeri, baik orang pribadi maupun badan usaha
menjadi wajib pajak!
4 4 Sebutkan 3 Pajak penghasilan bersifat final !
5 5 Jelaskan apa yang dimaksud dengan biaya jabatan !
6 6 Objek PPH pasal 22 adalah suatu kegitan, sebutkan kegitan – kegiatan apa saja yng
dimaksud dalam psal tersebut!
7 7 Sebutkan pihak – pihak yang termasuk dalam pemotongan PPH pasal 23!
8 8 Apa saja yang harus dilampirkan dalam menyampaikan surat permohonan kepada
direktur jenderal pajak agar pajak yang terutang atau dibayar diluar negeri dapat
dikreditkan?
9 9 Apa yang dimaksud dengan wajib pajak?dan berapa besarnya angsuran pajak
penghasilan 25 untuk wajib pajak baru ?
10 10 Sebutkan pihak – pihak yang wajib melakukan pemotongan pajak penghasilan pasal
26 !
11 13 Sebutkan criteria rumah sakit swasta yang dapat membayar PBB sebesar 50 %dari
jumlah PBB yang seharusnya terutang!
12 14 Sebutkan prosedur – prosedur dalam pemungutan BPHTB !

6. DZAKI FADILLAH (C1C018165)

No BAB Pertanyaan
Urut

1 1 Pokok pembahasan apa saja yang dibahas dalam teori bakti atau yang disebut juga
teori kewajiban pajak mutlak?
2 2 Apa yang kalian ketahui tentang wajib pajak dan pengusaha kena pajak tertentu?
3 3 Sebutkan peraturan perundangan yang mengatur pajak penghasilan!
4 4 Pada pasal berapa pajak penghasilan atas pengahasilan final dan apa isi pasal
tersebut?
5 5 Jelaskan mengenai tarif PPH pasl 21!
6 6 Sebutkan jenis kegiatan saat terutangannya PPH pasal 22!
7 7 Sebutkan pembagian PPH atas dividen!
8 8 Berikan contoh mengenai pengurangan atau pengembalian PPH luar negeri!
9 9 Sebutkan hal – hal yang diatur dalam PPH pasal 25!
10 10 Ketentuan apa saja yang menjadi dasar pengenaan tariff 20% pajak ?
11 13 Dalam tata cara pemungutan, penyetoran, dan pelaporan sebutkan berapa rangkap
SSP yang dibuat dan diperuntukkan untuk apa saja?
12 14 Sebutkan prosedur – prosedur yang dilakukan jika pelaporan BPHTB yang diterima
melalui bank yang ditunjuk!

7.P UTRI LESTARI (C1C018166)

No BAB Pertanyaan
Urut

1 1 Sebutkan dan jelaskan tiga unsuryang terdapat dalam kewajiban pemenuhan


perpajakannya !
2 2 Apa saja yang dimuat dalam surat pemberitahuan tahunan pajak penghasilan ?
3 3 Jelaskan apa yang dimaksud harga perolehan asset bagi pihak pembeli dalam jual
beli secara umum dan jual beli yang dipengaruhi hubungan istimewa!
4 4 Bagaiman tata cara pelunasan pajak atas transaksi penjualan saham di Bursa Efek?
5 5 Siapa saja yang tidak termasuk sebagai pemberi yang mempunyai kewajiban untuk
melakukan pemotongan pajak ?
6 6 Sebutkan dan jelaskan apa saja yng termasuk dalam badan usaha tertentu dalam
daftar pemungutan PPH pasal 22!
7 7 Apa syarat dividen diterima oleh wajib pajak berbentuk Perseroan Terbatas dan
Badan Usaha Milik Negara / Badan usaha milik Daerah ?
8 8 Bagaimana cara memperoleh kredit pajak luar negeri?

9 9 Apa yang anda ketahui tentang pajak penghasilan yang dibayar atau terutang diluar
negeri?
10 10 Sebutkan dan jelaskan dua system pengenaan pajak atas penghasilan yang diterima
atau diperoleh wajib pajak luar negeri dari indonesia
11 13 Jelaskan apa yang dimaksud surat keputusan keberatan berdasarkan UU no 28 tahun
2009 tentang pajak daerah dan restribusi daerah!
12 14 Setelah proses penerbitan surat teguran penagihan BPHTB , apa prosedur penerbitan
yang dilakukan setiap pemerintah daerah yang dihimbau untuk menetapkan
peraturan kepala daerah

8. KARINA RAHMANALIA (C1C018168)


No BAB Pertanyaan
Urut

1 1 Jelaskan kenapa cara pemungutan pajak atas stesel nyata dan fiktif agak sedikit
kurang efektif digunakan !
2 2 Apa yang harus dilakukan oleh wajib pajak apabila terjadnya kelebihan pembayaran
pajak?
3 3 Kenapa saat seseorang mendapatkan hadiah undian harus menanggung pemotongan
pajak?
4 4 Sebutkan wajib pajak yang dikenakan PPH bersifat final 0,5%?
5 5 Sebutkan dan jelaskan yang bukan merupakan objek PPH pasal 21!
6 6 Objek pajak apa yang terdapat di dalam PPH pasl 22?
7 7 Pada PPH pasal 23 penghasion berupa sewa dikenakan tariff sebesar?
8 8 Apa yang menjadi point penting pada pajak PPH pasal 24?

9 9 Jelaskan PPH pasal 25 bagi wajib pajak BUMN dan BUMD!


10 10 Jelaskan perbedaan laporan keuangan komersial dan fiscal dari segi berasal dari
penghasilan!
11 13 Apa dampak yang akan terjadi apabila wajib pajak tidak mendaftarkan pajak bumi
dan bangunan yang mereka miliki?
12 14 Kenapa BPHTB dinamai BEA bukan pajak? Apakah ada perbedaannya?