Anda di halaman 1dari 38

AKUNTANSI MANAJEMEN Soal dan jawaban

TUGAS

1.       Sebutkan dua tipe Akuntansi dan jelaskan dua sifat umum yang sama diantara kedua
tipe  Akuntansi tersebut.
Jawab  No. 1
Dalam Akuntansi kita mengenal ada dua tipe, yakni :
1)      Akuntansi Keuangan
2)      Akuntansi Manajemen
Akuntansi Manajemen memiliki dua arti
a)      Sebagai Tipe Akuntansi
b)      Sebagai Tipe Informasi

Sebagai Tipe Akuntansi:


Akuntansi Manajemen merupakan suatu system Pengolah Informasi Keuangan yang
digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakai intern
organisasi

Sebagai Tipe Informasi .


Akuntansi Manajemen merupakan tipe informasi kuantitatif yang menggunakan uang sebagai
satuan ukuran, yang digunakan untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan pengelolaan
perusahaan.

Akuntansi Manajemen :
Adalah Informasi keuangan yang merupakan keluaran yang dihasilkan oleh tipe akuntansi
manajemen, yang dimanfaatkan terutama oleh pemakai intern organisasi.

Persamaan Akuntansi Keuangan dan Manajemen :


1)      Prinsip akuntansi yang lazim diterima baik dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar
juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam akuntansi manajemen.
2)      Menggunakan Sistem informasi operasi yang sama sebagai bahan baku untuk
menghasilkan informasi yang disajikan kepada pemakainya.
2.       Pemakai luar dan pemakai intern Perusahaan mempunyai kepentingan yang berbeda terhadap
informasi yang dihasilkan oleh Akuntansi jelaskan perbedaan tersebut.
Jawab   No. 2
Pemakai intern merupakan pihak yang berwenang dalam hal pengelolaan Aktivitas
Perusahaan, sedangkan pemakai luar merupakan mereka yang tidak ikut dalam pengelolaan
perusahaan. Informasi Akuntansi diperlukan oleh pemakai  luar untuk membuat keputusan
ekonomi Organisasi, sedangkan bagi Pemakai Intern Informasi Akuntansi digunakan untuk
membuat keputusan yang harus dilakukan oleh organisasi.

3.       Lingkup yang dicakup oleh informasi yyang dihasilkan oleh Akuntansi Keuangan dan
Akuntansi Manajemen adalah berbeda. Jelaskan perbedaan tersebut.
Jawab  No. 3
Informasi Akuntansi Keuangan
·         Dibutuhkan oleh manajemen puncak maupun pihak luar perusahaan untuk pengambilan
keputusan.
·         Informasi ini biasanya disajikan kepada pihak luar perusahaan di dalam  laporan keuangan
berbentuk neraca, laporan rugi/laba, laporan laba ditahan dan sebainya.

Informasi Akuntansi Manajemen


·         Diperlukan oleh Manajemen untuk melaksanakan dua fungsi pokok manajemen yakni :
perencanaan dan pengendalian aktivitas
·         Dihasilkan oleh Sistem pengolah informasi yang disebut akuntansi manajemen
·         Bentuk laporan yang dihasilkan : anggaran, laporan penjualan, laporan biaya produksi,
laporan biaya menurut pusat pertanggungjawaban, laporan menurut aktivitas, laporan biaya
mutu, laporan biaya daur hidup produk (product life cycle cost)

4.       Jelaskan mengapa unsur taksiran dalam informasi yang dihasilkan oleh Akuntansi
Manajemen lebih besar dibanding dengan  dalam informasi yang dihasilkan oleh Akuntansi
Keuangan?

Jawab  No. 4
Karena Akuntansi Manajemen merupakan akuntansi yang mengolah informasi keuangan
yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen dalam melaksanakan fungsi
perencanaan dan pengendalian organisasi. Sedangkan Akuntansi Keuangan merupakan tipe
akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan
manajemen puncak dan pihak luar organisasi.

5.       Mengapa informasi yang dihasilkan oleh Akuntansi keuangan diatur oleh prinsip akuntansi
berterima umum?
Jawab  No. 5
Agar setiap pihak  yang membuat  informasi Akuntansi Keuangan selalu mengacu pada
ketentuan atau aturan yang telah ditetapkan untuk mencegah terjadinya penipuan/manipulasi
data keungan disetiap pembuat informasi keuangan dan juga pihak/badan yang berwenang
akan lebih muda melakukan kotroling.

6.       Sebutkan tahap perkembangan Akuntansi Manajemen sebagai suatu tipe Akuntansi dalam
Perusahaan.
Jawab  No. 6
Tahap Pertama teradi hingga tahun 1940 – an pada tahap ini terjadi revolusi industri plus
dengan produksi masal yang mendominas. Pengendalian biaya mengalami tekanan sebagai
biaya sandar dalam kurun waktu tersebut terdapat dua isu pokok. Isu tersebut adalah
penetapan keuntungan yang di harapkan dan penetapan standar biaya perunit.

Tahap kedua diawali pada tahun 1940-an hingga tahun 1980-an. Dua isu pokok dalam kurun
waktu ini adalah penetapan biaya tetap dan biaya variabel. Dalam proses pengambilan
keputusan trategis jangka pendek, manajemen sangat terbantu dengan adanya pemisahan
biaya  ini.

Tahap ketiga  diawali pada tahun 1980-an hingga tahun 1990-an. Pada tahap ini timbul
kebutuhaan dalam menentukan harga pokok dengan cara yang lebih akurat. Maka diciptakan
konsep ABC yang berfungsi untuk menetapkan harga pokokdengan dasar kegiatan yang
dilakukan untuk memperileh suatu keluaran atau produk.
Tahap keempat akuntansi manajemen mengalami perkembangan yang revolusioner. Hal ini
disebabkan oleh semakin ketatnya persaingan bisnis. Kekuatan pasar mengerahkan
paradikma berpikir dan bekerja, sehingga perusahaan dipaksa  untuk menjalankan bearbagai
macam inovasi agar taetap menaga keberlangsungannya.
7.       Jelaskan tiga karakteristik yang harus dimiliki oleh akuntansi Manajemen agar dapat menjadi
pencatat skor yang bai.
Jawab  No. 7
                               I.            Pencatat skor (score keeping)
Akuntansi manajemen mencatat skor dan mengkomunikasikan skor kepada manajer yang
bersangkutan untuk memungkinkan manajemen mengevaluasi pelaksanaan rencana yang
telah disusun.
                            II.            Penarik perhatian manajemen (attention directing)
Sebagai penarik perhatian manajemen, akuntansi menyajikan informasi penyimpangan
pelaksanaan rencana yang memerlukan perhatian manajemen agar manajemen dapat
merumuskan tindakan untuk mencegah berlanjutnya penyimpangan yang terjadi. Tahap
perkembangan ini hanya dapat dicapai jika akuntansi manajemen telah dapat menjadi
pencatat skor yang baik.
                         III.            Penyedia informasi untuk pemecahan masalah (problem solving)
Jika manajemen telah mengandalkan informasi yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen
maka mereka akan selalu mengundangnya dalam setiap pengambilan keputusan pemecahan
masalah yang akan mereka lakukan.

8.              Jelaskan mengapa umumnya manjemen lebih menyukai Informasi Kuantitatif dalam


mengurangi ketidak pastiannya dalam pengambilan keputusan.
Jawab  No. 8
Karena pendekatan kuantitatif mendasarkan keputusan pada penilaian obyektif yang
didasarkan pada model matematika yang dibuat. Salah satu contoh pendekatan
kuantitatif  adalah Keputusan penerimaan karyawan berdasar nilai tes masuk.

9.              Jelaskan mengapa umumnya Manajemen lebih menyukai informasi Akuntansi bila


dibandingan dengan informasi nonakuntansi dalam  mengurangi ketidak pastiannya dalam
pengammbilan keputusan bisnis.
 Jawab  No. 9
Dalam manajemen memang lebih menyukai informasi akuntansi dibandingkan informasi non
akuntansi kerena informasi akuntansi merupakan informasiyang lebih akurat dan pasti bila
dibandingkan iformasi non akuntansi.
10.          “ Batas bahsaku adalah batas duniaku “ jelaskan apa yang akan terjadi  jika  seorang
menejer memiliki keterbatasan dalam penguasaan akuntansi sebagai bahasa bisnis.
Jawab  No. 10
Jika seorang menejer memiliki keterbatasan dalam penguasaan akuntansi maka secara
otomatis perusahaan yang dipimpinnya tidak akan berkembang dan bahkan akan mengalami
kerugian dan selanjutnya akan bangkrut.

11.          “ Pada tahap awal perkembangannya, akuntansi manajemen lebih berorientasi untuk
memenuhi pihak  luar perusahaan “ setujukah saudara dengan pernyataan tersebut ? jelaskan
jawaban saudara.
Jawab  No. 11
Tidak setuju, Dalam hal ini kalau memang saya setuju berarti perusahaan tidak akan bisa
memenuhi penetapan keuntungan dan penetapan standar biaya.
karena memang pada tahap awal terjadi revolusi industri plus dengan produksi masal yang
mendominasi, akan tetapi pengendalian biaya mengalami tekanan sebagai biaya sandar.
Sementara pada waktu tersebut terdapat dua isu pokok. Isu tersebut adalah penetapan
keuntungan yang di harapkan dan penetapan standar biaya perunit.

12.          Dengan perkembangan pasar modal di U.S.A mulai tahun 1925 akuntansi manajemen
berubah orientasinya. Jelaskan perubahan orientasi akuntansi manajemen tersebut dan
dampaknya terhadap perkembangan akuntansi manajemen sampai  dengan tahun 1990-an.
Jawab   No. 12
Akuntansi manajemen beriorintasi pada penetuan kos produk dengan penelusuran
profitabilitas produk secara individual dan penggunaan informasi tersebut untuk pengambilan
keputusan strategik. Perubahan ini menimbulkan lingkungan baru bagi akuntansi manajemen
paling tidak bagi sebagian besar organisasi yaitu munculnya Trend yang menyebabkan
perubahan akuntansi manajemen.

13.          Sebutkan lima Trend yang menciptakan lingkungan baru bagi akuntansi manjemen


sehingga sistem akuntansi manajemen tradisional  menjadi tidak cocok lagi untuk membantu
manajemen dalam menjalankan fungsi mereka.
Jawab  No. 13
1.      Kemajuan Teknologi Informasi
Teknologi informasi mencangkup komputer, berbagai peralatan kantor elektronik, ekuipmen
pabrik robotik, dan telekomunikasi. Perkembangan teknologi informasi yang pesat
menyebabkan perubahan besar di berbagai bidang kehidupan manusia. Dalam dunia bisnis,
pemanfaatkan teknologi informasi menyebabkan perubahan yang luar biasa dalam
persaingan, produksi, pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, penanganan transaksi
pertukaran antara perusahaan dengan customer-nya dan dengan perusahaan lain.
2.      Implementasi JIT Manufaktur
Just-in time merupakan manufaktur philosophy yang telah diterapkan di jepang dalam tahun
tujuh puluhan dan baru diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di U.S.A. dua puluh tahun
kemudian. JIT mempunyai dampak signifikan terhadap tingkat sediaan, tata letak pabrik, dan
penyediaan jasa pendukung.
3.      Meningkatnya Tuntutan Mutu
JIT manufakturing menuntut ketepatan waktu produksi dan penyerahan produk akhir kepada
customer maupun produk antara dari satu tahap produksi ke tahap produksi berikutnya.
4.      Meningkatnya Diversifikasi dan Kompleksitas Produk, serta Semakin Pendeknya
Daur Produk
Banyak perusahaan yang memproduksi berbagai macam kelompok yang masing-masing
produk mengonsumsi sumber daya dengan tingkat yang sangat berbeda satu sama lain.
Dengan peralatan modern yang dikendalikan dengan komputer, pabrik maupun menghasilkan
produk yang komplek yang memerlukan penelusuran biaya yang tidak sederhana ke dalam
kos produk. Pemanfaatan komputer untuk memudahkan desain dan pengetesan hasil desain
produk menyebabkan inovasi produk sangat pesat sehingga daur hidup produk menjadi
semakin pendek.

5.      Computer- Integrateg Manufakturing


Teknologi informasi maju yang ditetapkan dalam proses pengolahan produk menjadikan
perusahaan manufaktur fleksibel dalam memberikan respon terhadap perubahan kebutuhan
pasar. Komputer memungkinkan digunakannya computer-aided desaign (CAD) dan
computer-aided engineering (CAE) dalam tahap desain produk. Komputer juga mengubah
tahap proses pengolahan produk dengan digunakannya computer-aided manufakturing
(CAM), flexible manufakturing sistem (FMS), dan komputer integrated sistem (CIM).

14.          Jelaskan apa yang dimaksud dengan teknologi informasi dan jelaskan pula dampak
perkembangannya terhadap akuntansi manjemen.
Jawab  No. 14
Teknologi informasi adalah yang mencangkup komputer, berbagai peralatan kantor
elektronik, ekuipmen pabrik robotik, dan telekomunikasi. Perkembangan teknologi informasi
yang pesat menyebabkan perubahan besar di berbagai bidang kehidupan manusia.

·         Informasi Biaya Produk yang Cermat Persaingan tingkat dunia memaksa manajemen


perusahaan manajemen perusahaan memperhitungkan demgan cermat biaya produk mereka
dengan tujuan: customer tidak dibebani biaya-bukan-penambah nilai bagi mereka, dan laba
yang diperoleh perusahaan yang memasuki persaingan global dan tajam adalah rendah
sehingga hanya perusahaan-perusahaan yang cost-effective saja yang mampu bertahan dan
berkembang dalam situasi persaingan semacam itu.

·         Informasi Biaya Overhead yang Cerma Penggunaan teknologi maju dalam proses


manufaktur menyebabkan kenaikan yang signifikan persentase biaya overhead pabrik dalam
keseluruhan biaya produk tersebut memaksa manajemen untuk tidak sekedar mengalokasikan
biaya produk tersebut kepada produk, namun mendorong manajemen untuk mencari cara agar
mereka mampu mengelola biaya tersebut.

·         Informasi Biaya Daur Hidup Produ Dengan pesat perkembangan pemanfaatan komputer


dalam tahap desain, engineering, dan produksi, jarak waktu yang diperlukan dari ide
rancangan sampai dengan produksi menjadi sangat pendek. Kondisi ini memungkinkan
perusahaan kelas dunia memilih strategi inovasi sebagai senjata daur hipu produk menjadi
pendek.

15.          Untuk memiliki daya saing di tingkat dunia perusahaan manufaktur harus memenuhi
persyaratan tertentu. Sebut dan jelaskan persyaratan tersebut.
Jawab  No. 15
Untuk dapat mendirikan perusahaan pemanufaktur ada beberapa cara yang harus dilakukan
agar mendapatkan daya kompetitif.Yaitu, berfokus pada pelanggan, memepertahankan
hubungan erat, mempraktikkan pengembangan yang kontinu, berfokus pada kualitas,
menghemat biaya melalui seleksi tempat, mengandalkan internet, dan menggunakan teknik
produksi yang baru. Kemudian suatu perusahaan selalu memproduksi barang dan jasa dengan
menggunakan faktor produksi yang akhirnya di pindahkan ke manajemen produksi sampai
manajemen operasi.Untuk memproduksi dengan menambahkan nilai atau kegunaan barang
dan jasa ada dilakukan dalam tahap-tahap proses yaitu form utility, manufaktur proses, proses
perakitan. proses yang berkelanjutan, dan proses sebentar-sebentar.
Adapun 3 syarat dasar produksi :
1)      Membuat dan mengirimkan produk sebagai respon terhadap permintaan pelanggan pada
waktu pengiriman yang telah ditentukan.
2)      Memberikan tingkat kualitas yang dapat diterima.
3)      Memberikan segalanya dengan harga yang serendah mungkin

16.          Jelaskan apa yang dimaksud dengan  non – value – added activities dan jelaskan strategi


perusahaan – perusahaan Jepang dalam memenangkan persaingan di tingkat dunia dengan
menggunakan non – value – added  activity strategy.
Jawab  No. 16
non – value – added activities adalah proses kerja yang tidak bernilai tambah bagi
pelanggan.

Strategi perusahaan-perusahaan Jepang dalam memenangkan persaingan di tingkat dunia


dengan menggunakan non – value – added activity strategy.
                                    JIT                              TQC                 Celullar                        JIT
                                    Manufacturing                    Zero defact         Manufacturing     Zero
inventory

Throughput time     =     Prosessing Time       +  Inspection Time  +  Moving


Time  +  Waiting/strorage time
                                    Value-added activities                        Non-value-added activities
Penekanan manajemen Jepang terhadap penghapusan non-value-added activities

17.          Iak MCE sebuah perusahaan manufaktur  sebesar 0,70  apa  yang dapat saudara katakan


mengenai perusahaan tersebut?
Jawab  No. 17
Jika proses pembuatan menghasilkan MCE sebesar 1, maka non-value-added telah dapat
dihilangkan dengan proses pengolahan produk, sehingga costumer produk tersebut tidak
dibebani dengan biaya – biaya untuk aktivitas-bukan-penembahan nilai bagi mereka.
Sebaliknya, jika proses pembuatan produk menghasilkan MCE kurang dari satu, berarti
proses pengelolahan produk masih mengunakan aktivitas-bukan-penembahan bagi customer.

18.          Jelaskan apa yang dimaksud dengan throughput time dan unsur waktu saja yang
membentuk throughput time
Jawab  No. 18
Tthroughput time merupakan keseluruhan waktu yang diperlukan untuk mengelolah bahan
baku menjadi bahan baku jadi.
Pengklasifikasian empat komponen throughput time sebagai value added activities dan non
value added activities dilukiskan sebagai berikut:
·        Global Village
·        Global Competition
·        World Class Company
·        Enterprice Excelence

19.          Dimasa lalu, manajemen perusahaan-perusahaan manufaktur di USA memfokuskan


perhatian mereka ke value – added  activities dan membuat berbagai model untuk
membenarkan kehadiran non - value – added activities dalam proses pembuatan produk
mereka. Jelaskan apa yang dimaksud dengan non – value – added activities dan berbagai
model yang telah dikembangkan oleh manajemen USA untuk membenarkan kehadiran non –
value – added activities.
Jawab  No. 19
Berikut gambar strategi perusahaan USA: Non value added activities strategy. Produsen
jepang menemui kesulitan dalam memasuki pasar dunia, jika menerapkan strategi yang sama
dengan yang ditempuh oleh produsen USA. Produsen Jepang menitikberatkan strategi
produksinya pada usaha-usaha untuk menghilangkan non value added activities, sementara
itu mereka juga mengambil semu penyempurnaan value added activities yang dilakukan
produsen Amerika.

20.          Seusai perang dunia ke – 2, manajemen perusahaan manufaktur di Jepang memilih market


– driven strategy untuk memenagkan persaingan di tingkat dunia, sementara itu manajemen
perushaan-perushaan USA menikmati posisi menang perang dan memasuki pasar dunia
dengan menggunakan teknologi driven strategy. jelaskan perbedaan dua macam strategi
tersebut  dan dampaknya terhadap daya saiang perusahaan-perusahaan di kedua negara
tersebut dipasar dunia.
Jawab  No. 20
Tecnology Driven Strategy adalah suatu cara berfikir manajemen yang meletakkan
teknologi sebagai pendorong perusahaan memasuki pasar.
Market Driven Strategy adalah suatu cara berfikir manajemen yang memberi prioritas
kepada persyaratan pasar atau konsumen dibandingkan dengan keterbatasan teknologi yang
dimiliki oleh perusahaan.
                                                                                                           

21.          Jelaskan just in time manufakturing philosophy dan jelaskan dampaknya terhadap : (a)


sediaan, (b) tata letak pabrik, (c) jasa pendukung, (d) kepedulian terhadap mutu, (e)
penggunaan komputer dalam teknolohgi  manufaktur.

Jawab  No. 21
a)    sedian. Salah satu dampak JIT manufacturing  adalah kekurangan sediaan ke tingkat yang
sangat rendah dibandikan dengan sistem produksi yang tredisional. Dalam sistem produksi
tradisional, bahan disediakan dan suku cadang diproduksi dan ditransfer ke oprasi berikutnya
tanpa memperhatikan permintaan dari oprasi berikutnya. Dalam sistem tersebut, sediaan akan
terjadi jika produksi melebihi jumlah yang diminta.
b)   cellular manufacturing. Dalam sistem ini mesin yang memiliki fungsi yang sama
ditempatkan bersama dalam suatu daerah yang disebut departemen atau proses. Berbeda
dengan JIT yang mengubah pola tata letak mesin tersebut dengan membentuk manufacturing
cell yang terdiri dari mesin-mesin yang dikelompokkan dalam suatu keluarga mesin dan
daapat digunakan untuk melaksanakan berbagai operasi yang berurutan dalam memproduksi
produk tertentu. Sehingga, karyawan memiliki keterampilan beragam yang mampu
mengoperasikan semua mesin yang ada dalam cell.Karyawan yang memiliki keahlian yang
sama dalam mengoprasikan mesin ditempatkan dalam departemen untuk mengoprasikan satu
kelompok mesin yang sama.
c)    Jasa Pendukung JIT memerlukan akses yang cepat dan mudah terhadap jasa pendukung.
Oleh karena itu, departemen jasa yang dibentuk untuk melayani secara terpusat semua
departemen produksi perlu diperkecil skalanya dan karyawannya dibebani tugas untuk sevara
langsung mendukung produksi dalam cell tertentu.
d)   Tuntutan Mutu JIT manufacturing menuntut ketepatan waktu produksi yang menyerahkan
produk akhir kepada customer maupun produk antara dari satu tahap produksi ketahap
produksi selanjutnya. Untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan spesifikasi mutu yang
dijanjikan kepada customer dibutuhkan pengendalian penyeluruhan atau total quality control
(TQS). TQS merupakan konsep pengendalian yang meletakan tanggung jawab pengendalian
di punda setiap karyawan yang terlibat dalam proses pembuatan produk, sejak desai sampai
proses produksi, sampai produk mencampai pembeli. Tanggung jawab pengendalian produk
bukan hanya menjadi tanggung jawab fungsi pengendalian mutu ( Departemen Pengendalian
Mutu). Konsep pengendalian mutu tradisional menitikberatkan pada identifikasi kesalaha,
bukan pada pencegahan terjadinya kesalahan. Konsep ini menggunakan
pendekatan  acceptable quality level  (AQL), yang dapat menerima produk rusak atau cacat
sampai tingkat tertentu.
e)    Computer – Intergrayed Manufacturing Teknologi informasi maju yang diterapkan
dalam  proses pengolahan produk menjadikan perusahaan manufactur fleksibel dalam
memberikan respon terhadap perubahan kebutuhan pasar.

22.          Jelaskan dampak perkembangan teknologi inforkmasi tehadap kebutuhan manajemen


akan informasi akuntansi.
Jawab  No. 22
a)      Informasi Biaya Produk yang Cermat : Persaingan tingkat dunia memaksa manajemen
perusahaan memperhitungkan dengan cermat biaya produk mereka dengan tujuan: (1)
konsumen tidak dibebani biaya bukan penambahan nilai (non-value-added costs) bagi
mereka, (2) laba yang diperboleh perusahan yang memasuki persaingan global dan tajam
adalah rendah sehingga hanya perusahaan-perusahaan yang cost-effective saja yang mampu
bertahan dan berkembang dalam situasi persaingan semacam itu. Dengan demikian,
manajemen perusahaan-perusahaan yang memasuki persaingan global memerlukan informasi
biaya produk mereka jauh lebih cermat.
b)     Informasi Biaya Overhead yang Cermat : Penggunaan teknologi maju dalam proses
manufaktur menyebabkan kenaikan yang signifikan persentase biaya overead pabrik dalam
struktur biaya produk. Besarnya proporsi biaya overhead pabrik dalam keseluruhan biaya
produk tersebut memaksa manajemen untuk tidak sekedar mengalokasikan biaya tersebut
kepada produk, namun mendorong manajemen untuk mencari cara agar mereka mampu
mengelola biaya tersebut. Biaya overhead pabrik yang besar memerlukan teknologi
pengelolaan biaya yang dirancang untuk  memungkinkan manajemen memantau konsumsi
sumber daya dalam setiap aktifitas yang dilaksanakan untuk menghasilkan produk.
Manajemen memerlukan informasi konsumsi sumber daya dalam setiap aktivitas perusahaan
untuk menghasilkan produk agar mereka mampu melakukan perbaikan secarta terus menerus
terhadap value added activities dan dapat menghilangkan non value added activities. Dalam
posisi ini manajemen akan mampu menjadikan perusahaannya cost-effective, salah satu daya
saing (competitive edge) yang harus dimiliki oleh perusahaan-perusahaan kelas dunia.
c)      Informasi Biaya Daur Hidup Produk : Dengan pesatnya perkembangan pemanfaatan
computer dalam tahap desain, engineering, dan produksi, jarak waktu yang diperlukan dari
ide rancangan sampai dengan produksi menjadi sangat pendek. Kondisi ini memungkinkan
perusahaan-perusahaan kelas dunia memilih strategi inovasi sebagai senjata untuk
memenangkan perebutan pasar dunia. Strategi ini menjadikan daur hidup produk (produk life
cycle) menjadi pendek. Oleh karena itu, manajemen yang bersaing di kelas dunia, tidak lagi
cukup hanya memperoleh informasi biaya periodic yang dihasilkan oleh system akuntansi
biaya tradisional, namun jauh lebih penting dari itu, manajemen memerlukan informasi
product life cycle costs. Informasi product life cycle costs memungkinkan manaemen
melakukan strategic cost analysis pada saat mempertimbangkan peluncuran produk baru,
penghentian produksi produk yang ada, dan product profitability analysis.

23.          Jelaskan respon akuntansi manajemen terhadap kebutuhan manajemen akan informasi


akuntansi.
Jawab  No. 23
Untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi akuntansi didalam perusahaan-
perusahaan yang menggunakan teknologi informasi maju, akuntansi manajemen melakukan
beragai peruahan yang sifatnya mendasar sebagai berikut.
·         akuntansi manajemen melepaskan dominasi akuntansi keuangan dengan memfokuskan
perekayasaan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhanmanajemen.
·         Akuntansi manajemen memanfaatkan teknologikomputer untuk  merekayasa informasi
biaya produk yang lebih cermat.
·         Akuntansi manajemen berusaha mencerminkan konsumsi sumber daya dalam setiap
aktivitas untuk menghasilkan produk dengan menerapkan activity-based cost system.
·         Akuntansi manajemen menciptakan target costing untuk memungkinkanmanajemen
menerapkan market-driven strategy dalam memasuki pasar dunia.
·         Akuntansi manajemen menyajikan informasi product life cycle cost untuk memungkinkan
manajemen melakukan strategic cost analysis

24.          Jelaskan apa yang dimaksud dengan daur hidup produk (produk life cycle)  dan biaya daur
hidup produk.
Jawab  No. 24
Daur hidup produk (product life cycle) adalah waktu suatu produk mampu memenuhi
kebutuhan konsumen-sejak lahir sampai diputuskan dihentikan pemasarannya.
Biaya daur hidup produk adalah biayab yang bersangkutan dengan produk selama daur
hidupnya, yang meliputi: biaya pengembangan (perencanaan, desain, pengujian), biaya
produksi (aktivitas pengubahan bahan baku menjadi produk jadi), dan biaya dukungan
logistic (iklan,distribusi, jaminan, dam sebagainya).

25.          Jelaskan apa yang dimaksud dengan produk life cycle costing dan jelaskan pula manfaat
yang diperoleh dari produk life cycle costyng.
Jawab  No. 25
produk life cycle costing adalah program pengurangan biaya untuk menurunkan biaya yang
sekarang dikonsumsi untuk menghasilkan produk ke target cost.
Manfaatnya target cost akan dapat dicapai diatas harga pokok produk.

26.          Jelaskan apa yang dimaksud dengan activity based cost system  dan jelaskan pula manfaaat
yang diperoleh dari activity based cost system.
Jawab  No. 26
Activity Based Cost System merupakan salah satu wujud pelepasan akuntansi manajemen
dari dominasi akuntansi keuangan. System  ini dirancang atas dasar landasan pikiran bahwa
produk memerlukan aktivitas dan aktivitas mengonsumsi sumber daya.
Manfaat Jika manajemen melayani kebutuhan konsumen dengan filosofi bahwa perusahaan
tidak akan membebani konsumennya dengan aktivitas-bukan-penambah nilai bagi konsumen,
maka manajemen akan senantiasa berusaha melakukan penyempurnaan terhadap berbagai
aktifitas untuk menghasilkan produk atau jasa yang diserahkan kepada konsumen

27.          Jelaskan apa yang dimaksud dengan target costing  dan jelaskan pulah manfaat yang
diperoleh dari target costing.
Jawab  No. 27
Target Costing  adalah perbedaan antara harga jual produk atau jasa yang diperlukan untuk
mencapai pangsa pasar (market share) tertentu dengan laba per satuan yang diharapkan.
Manfaat  agar manjemen mengetahui harga jual produk yang akan dipasarkan untuk
pengambilan keputusan.

28.          Sebutkan tiga tipe informasi akuntansi manajemen, dan jelaskan pentingnya masing-
masing.
Jawab  No. 28
1)      Informasi akuntansi Untuk melaksanakan aktivitas perusahaan sehari-hari, manajemen
memerurlukan berbagai informasi oprasi seperti jumlah kilogram bahan baku yang dipakai
dalam produksi, jumlah sediaan (inventory) produk jadi yang ada di gudang, jumlah produksi
hari ini, jumlah jam kerja karyawan dalam satu minggu, dan jumlah produkyang dijual hari
ini.
2)      Informasi akuntansi keuangan Informasi akuntansi keuangan diperlukan baik oleh
manajemen (biasanya manajemen puncak ) maupun pihak luar perusahaan seperti pemengang
saham, bankir dan kreditur yang lain, instansi pemerintah, dan pihak luar yang lain.
3)      Informasi akuntansi manajemen Informasi akuntansi manajemen diperlukan oleh
manajemen untuk melaksanakan dua fungsi pokok manajemen : perencanaan dan
pengendalian aktivitas perusahaan. Kegiatan perencanaan meliputi pengambilan keputusan
pemilihan alternatif tindakan dari perbagai alternalif yang mungkin dilaksanakan di masa
yang akan datang. Dalam pengambilan keputusan paa dasarnya meliputi kegiatan perumusan
kegiatan perumusan masalah, penentukan berbagai alternatif tindakan untuk memecahkan
masalah tersebut, analisis konsekuensi setiap alternatif tindakan sehingga dapat dilakukan
alternatif terbaik.

29.          Jelaskan pengertian informasi akuntansi penuh dan jelaskan manfaatnya.


Jawab  No. 29
Informasi akuntansi penuh dapat mencakup informasi masa lalu maupun informasi akan
datang. Informasi ini mencakup informasi aktiva, pendapatan, dan atau biaya. Informasi
akuntansi penuh selalu dihubungkan dengan objek informasi yang dapat berupa satuan usaha,
produk, departemen, atau aktivitas.
Manfaat untuk: laporan informasi keuangan kepada manajemen puncak dan pihak luar
perusahaan, analisis untuk menghasilkan laba. Dan informasi akuntansi penuh berisi
informasi akan datang bermafaat untuk : penyusunan program, penentuan harga normal,
penentuan harga transfer, dan penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah.

30.          Jelaskan pengertian informasi akuntansi diverensil dan jelaskan pulah manfaatnya.


Jawab  No. 30
Informasi akuntansi diferensial merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan, dan atau
biaya dalam alternatif tindakan yang lain. Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua
unsur pokok:  merupaka informasi masa yang akan datang dan berbeda di antara alternatif
yang dihadapi oleh pengambilan keputusan.
Manfaat informasi  masa yang akan datang yaitu untuk pengambilan keputusan pemilihan
alternatif, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

31.          Jelaskan pengertian informasi akuntansi pertanggung jawaban dan jelaskan pula


manfaatnya.
Jawab  No. 30
Informasi akuntansi pertanggungjawaban merupaka informasi aktiva, pendapatan, dan
atau biaya yang dihubungankan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat
pertanggungjawaban tertentu. Pelaksanaan anggaran tersebut memerlukan informasi
akuntansi guna memantau sampai berapa jauh setiap manajer tersebut melaksanakan
rencananya. Informasi akuntansi pertanggungjawaban dengan demikian merupakan
Manfaat dapa dijadikan dasar untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk
memotivasi para manajer dalam pelaksanaan rencana mereka yang dituangkan dalam
anggaran mereka masing-masing dan juga penting dalam proses pengendalian manajemen
karena informasi tersebut menekankan hubungan antara informasi keuangan dengan menejer
pertanggungjawaban  terhadap perencanaan dan pelaksanaan.

32.          Sevbagai salah satu tipe akuntansi, akuntansi manajemen mempunyai peran sebagai
pencatat skor, penarik perhatian, penyedia informasi untuk pemecahan masalah.
a.       Untuk dapat berperan sebagai penyedia informasi untuk pemecahan masalah, akuntansi
manajemen harus melampaui tahap perkembangan sebagai pencatat skor dan penarik
perhatian. Setujukah saudara dengan pernyataan tersebut? Jeladkan perknyataan saudara.
b.      Untuk dapat berperan sebagai pencatat skor, jelaskan persyaratan yang harus dipenuhi oleh
akuntassi manjemen.
Jawab  No. 32
a)      Ya. Setuju, karena pencatat skor adalah untuk memungkinkan manajemen mengevaluasi
pelaksaan  rencana yang telah disusun, sementara penarik perhatian merupakan penyajian
informasi penyimpangan pelaksaan rencana yang memerlukan parhatian manajemen, agar
manajemen dapat merumuskan tindakan untuk mencegah berlanjutnya penyimpangan yang
terjadi.
b)    persyaratan : teliti, relevan, dan andal (reliable). Ketelitian pencatatan skor setiap manajer
merupakan syarat mutlak, karena informasi yang disajikan kepada manajemen akan
digunakan untuk mengevaluasi kinerja mereka.

33.          Informasi akuntansi hasil usaha perusahaan  hanya bermanfaat untuk penyajian posisi


keuangan hasil usaha perusahaan bagi kepentingan pihak luar perusahaan. Setuju saudara
dengan pernyataan tersebut? Jelaskan jawaban saudara.
Jawab  No. 33
Tidak setuju, Mengapa..? karena kesuksesan sebuah perusahaan merupakan hasil kerja keras
dari pihak dalam perusahaan oleh karena itu keungan perusahaan tidak hanya diketahui oleh
pihak luar saja tetapi sebagai pihak dalam perusahaan justru harus lebih mengetahui
keuangan perusahaan tersebut.
SOAL DAN JAWABAN UTS PENGANGGARAN PERUSAHAAN

UNIVERSITAS PAMULANG (UNPAM)


UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS)

Nama : Iin Wulandari Muslimat                          Tanggal Ujian : 09 Januari 2016      


NIM : 2013054352                                             Mata Kuliah : Penganggaran Perusahaan
Kelas : B.315 (Reguler C)                                   Dosen : Andri Rizko Yulianto, S.E, S.Pd.I.,
M.M
Program Studi : Manajemen
Pemasaran              Nilai :                                                                       

Soal :
1.      Konsep Dasar Anggaran
a.       Pengertian Anggaran dan Penganggaran
Anggaran merupakan rencana kuantitatif aktivitas usaha sebuah organisasi (pemasaran,
produksi dan keuangan); anggaran mengidentifikasi sumber daya dan komitmen yang
dibutuhkan untuk memenuhi tujuan organisasi selama periode dianggarkan.
Penganggaran merupakan penciptaan suatu rencana kegiatan yang dinyatakan dalam ukuran
keuangan. Penganggaran memainkan peran penting di dalam perencanaan, pengendalian, dan
pembuatan keputusan. Anggaran juga untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi.
b.      Sifat Penganggaran
-    Realistis. Artinya tidak terlalu optimis dan tidak pula terlalu pesimis.
-    Luwes. Artinya tidak terlalu kaku, dan mempunyai peluang untuk disesuaikan dengan yang
mungkin berubah. Untuk itu pihak manajemen perlu mengamati perubahan lingkungan yang
terus menerus terjadi agar dapat melakukan penyesuaian bilamana diperlukan.
-    Kontinyu. Artinya membutuhkan perhatian terus-menerus dan tidak merupakan suatu usaha
yang insidentil.

c.       Tujuan Penganggaran dan Anggaran


-    Untuk menyatakan harapan/sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga bisa
menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.
-    Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait sehingga
anggaran dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.
-    Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi
ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok  dalam
upaya mencapai tujuan perusahaan.
-    Untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan
sumber daya.
-    Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok, serta
menyediakan informasi yang mendasari perlu-tidaknya tindakan koreksi.

d.      Macam jenis anggaran


1. Anggaran untuk perusahaan manufaktur, terdiri dari:
a.  Anggaran penjualan                                      g. Anggaran biaya tenaga kerja
b. Anggaran produksi                                        h. Anggaran biaya overhead pabrik
c. Anggaran piutang usaha                                i.  Anggaran biaya administrasi
d. Anggaran bahan baku                                   j.  Anggaran kas
e.  Anggaran pembelian bahan baku                 k. Anggaran laba rugi
f.  Anggaran bahan baku yang                          l.  Anggaran neraca
habis digunakan
2.  Anggaran untuk perusahaan perdagangan, terdiri atas:
a. Anggaran penjualan                                       f. Anggaran beban bunga dan pajak
b. Anggaran pembelian barang dagangan          g. Anggaran kas
c. Anggaran HPP barang dagangan                    h. Anggaran piutang
d. Anggaran biaya pemasaran langsung             i.  Anggaran laba-rugi
e. Anggaran biaya umum & administrasi           j.  Anggaran neraca
3.  Anggaran untuk perusahaan jasa keuangan, terdiri dari:
a. Anggaran laba rugi                                        d. Anggaran kas
b. Anggaran biaya operasional                          e. Anggaran neraca
c.  Anggaran pendapatan
4. Anggaran untuk perhotelan, terdiri dari:
a. Anggaran pendapatan opersional                   d. Anggaran laba rugi
b. Anggaran biaya operasional                          e.  Anggaran neraca
c. Anggaran kas
5. Anggaran  jasa kontraktor, terdiri dari:
a. Anggaran pendapatan operasi                        d. Anggaran laba-rugi
b. Anggaran biaya operasi                                 e. Anggaran neraca
c. Anggaran kas

e.       Anggaran harus formal dan sistematis


Maksudnya adalah: Anggaran harus disusun dan dibuat dalam bentuk formal dalam bidang
usahanya serta sistematis agar lebih terperinci dan terstruktur dalam anggaran-anggaran yang
dibuat.

f.       Pembuat, penanggung jawab dan pelaksana anggaran


-    Anggaran dibuat dan disusun oleh accounting per departemennya dan ditetapkan sendiri
oleh masing-masing head departemen.
-    Penanggungjawab atas penyusunan anggaran ini adalah pucuk pimpinan itu sendiri. Untuk
melaksanakan tanggung jawab ini, maka biasanya pucuk pimpinan membentuk suatu panitia
anggaran, yang anggota-anggotanya terdiri atas pimpinan-pimpinan bidang pemasaran,
produksi, personalia, keuangan, Litbang dan bendaharawan pada masing-masing bagian.
Panitia anggaran ini diketuai oleh pucuk pimpinan itu sendiri.
-    Sebagai koordinator atau pelaksana teknis anggaran ditunjuk seorang kepala anggaran,
anggaran dilaksanakan oleh bawahan tanpa adanya keterlibatan bawahan dalam
penyusunannya. 

2.      Manajemen Anggaran
a.       Pengertian Manajemen anggaran
Adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan
sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien dalam suatu rencana kerja
yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan
ukuran yang lain yang mencakup jangka waktu setahun.

b.      Perbedaan anggaran operasional dan anggaran keuangan


Anggaran Operasional adalah rencana kerja perusahaan yang mencakup semua kegiatan
utama perusahaan dalam memperoleh pendapatan didalam suatu periode tertentu, sedangkan
Anggaran keuangan adalah anggaran yang berkaitan dengan rencana pendukung aktivitas
operasi perusahaan, mereka mampu membagi uang pada tiap-tiap bagian sehingga mereka
mampu menjalankan aktifitasnya
c.       Yang termasuk dalam anggaran operasional
Anggaran pendapatan, anggaran biaya dan anggaran laba

d.      Yang termasuk dalam anggaran keuangan


Anggaran investasi, anggaran kas dan proyeksi neraca

3.      Anggaran Penjualan
a.       Pengertian dan manfaat anggaran penjualan
Anggaran Penjualan adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang
penjualan perusahan selama periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana
tentang jenis (kualitas) barang yang akan dijual, jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual,
harga barang yang akan dijual, waktu penjualan serta tempat (daerah) penjualannya.
Manfaat anggaran penjualan:
-    Untuk mengurangi ketidakpastian tentang pendapatan dimasa datang.
-    Untuk memasukkan kebijakan dan keputusan manajemen ke dalam proses perencanaan
(contoh dalam rencana pemasaran).
-    Untuk memberikan informasi penting berisi pembentukan elemen lain dari rencana laba
yang menyeluruh.
-    Untuk memudahkan pengendalian manajemen atas kegiatan penjualan yang dilakukan

b.      Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam membuat anggaran penjualan


   Faktor Pemasaran

-    Luas pasar, apakah bersifat lokal, regional, nasional,atau internasional; keadaan persaingan,
apakah bersifat monopoli, oligopoli, atau bebas; keadaan konsumen, bagaimana selera
konsumen apakah konsumen akhir atau konsumen industri.

   Faktor Keuangan

-    Yang perlu diperhatikan perusahaan antara lain mengenai kemampuan modal kerja
mendukung pencapaian target penjualanyang dianggarkan, seperti untuk membeli bahan
baku, membayar upah, biaya promosi produk dan lain-lain.

   Faktor Ekonomis
-    Yang perlu diperhatikan perusahaan antara lain dengan meningkatnya penjualan berarti
meningkatkan laba (rentabilitas) atau sebaliknya.

   Faktor Kebijakan Perusahaan

-    Yaitu seperti kebijakan membuat produk dengan kualitas nomor satu sehingga kesempatan
untuk menjual produk nomor dua dan nomor tiga menjadi tertutup

aktor Perkembangan Penduduk

-    Faktor perkembangan penduduk juga mempengaruhi anggaran, misalnya peningkatan


kelahiran dapat meningkatkan konsumsi susu, pakaian, mainan dan lain-lain.

   Faktor Kondisi Politik, Sosial, Budaya, Pertahanan dan Keamanan

   Faktor Teknis

-    Apakah kapasitas seperti mesin dan alat mampu memenuhi target penjualan yang
dianggarkan apakah bahan baku dan tenaga kerja mudah dan murah.

   Faktor Lainnya

-    Apakah pada musim tertentu anggaran penjualan ditambah, apakah kebijaksanaan


pemerintah tidak berubah sampai lama anggaran yang disusun harus dapat dipertahankan.

   Faktor Intern
Yang termasuk dalam faktor intern adalah data, informasi, dan pengalaman yang terdapat
didalam perusahaan sendiri. Faktor- faktor tersebut yaitu:
-    Penjualan tahun-tahun yang lalu meliputi baik kualitas, kuantitas, harga, waktu maupun
tempat penjualannya.
-    Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah penjualan, seperti tentang
pemilihan saluran distribusi, pemilihan media-media promosi, cara penetapan harga jual dan
sebagainya.
-    Kapasitas produksi yang dimiliki perusahaan serta kemungkinan perluasannya diwaktu yang
akan datang.
-    Tenaga kerja tersedia, baik jumlahnya maupun keterampilan dan keahliannya, kemungkinan
pengembangannya diwaktu yang akan datang.
-    Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki perusahaan, serta kemungkinan perluasannya diwaktu
yang akan datang.
   Faktor Ekstern
Yang termasuk dalam faktor ekstern adalah data, informasi, dan pengalaman yang terdapat di
luar perusahaan, tetapi di sana mempunyai pengaruh terhadap budget penjualan perusahaan.
Faktor-faktor tersebut antara lain berupa:
-    Keadaan persaingan dipasar.
-    Posisi perusahaan dalam persaingan.
-    Tingkat pertumbuhan penduduk.
-    Tingkat penghasilan masyarakat.
-    Elastisitas permintaan terhadap harga barang yang dihasilkan perusahaan, yang terutama
akan mempengaruhi dalam merencanakan harga jual dalam budget penjualan yang akan
disusun.
-    Agama, adat- istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat.
-    Berbagai kebijakan pemerintah baik dibidang politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun
keamanan.
-    Keadaan perekonomian nasional maupun internasional.
-    Kemajuan teknologi, barang-barang substitusi, selera konsumen dan kemungkinan
perubahannya, dan sebagainya.

c.       Yang dimaksud dengan anggaran jangka pendek dan anggaran jangka panjang
1. Anggaran Penjualan Jangka Panjang (Strategi Sales Plan)
Anggaran penjualan yang waktunya sesuai dengan corporate plan, anggaran penjualan jangka
panjang biasanya dalam jumlah tahunan dan menyangkut analisis mendalam mengenai
potensi pasar di masa mendatang yang dapat diakibatkan oleh perubahan populasi, keadaan
perekonomian dan lain-lain.
2. Anggaran Penjualan Jangka Pendek (Tactical Sales Plan)
Anggaran penjualan yang periodenya biasanya hanya mencangkup satu tahun atau dua belas
bulan, lalu dirinci lagi dalam triwulan atau bulanan. Anggaran penjualan jangka pendek harus
disusun berdasarkan daerah pertanggung jawaban untuk memudahkan perencanaan dan
pengendaliannya.

d.      Diketahui : Q1=5.000; Q2=6.000; Q3=8.000; Q4=8.500; Q5=8.750


                             P1=Rp100; P2=Rp105; P3=Rp110; P4=Rp115; P5=Rp125
       Ditanya   : Q6 dengan metode Rata-Rata Bergerak, Perkiraan Asosiatif dan Trend Moment.
Jawab     :
Metode rata-rata bergerak
Q6 = (Q1=5.000 + Q2=6.000 +Q3=8.000 + Q4=8.500 + Q5=8.750)
Q6 = 36.250 : 5
Q6 = 7.250 Unit

Metode persamaan asosiatif


QM PM (X) Q2 (X) 2 QP (X.Y)
( Y)
5.000 Rp100 Rp10.000 500.000
6.000 Rp105 Rp11.025 630.000
8.000 Rp110 Rp12.100 880.000
8.500 Rp115 Rp13.225 977.500
8.750 Rp125 Rp15.625 1.093.750
36.250 Rp555 Rp61.975 4.081.250

Dik :  Y = 36.250


     X = 555
      X2 = Rp 61.975
     XY = 4.081.350
         b =
          a= 5
Persamaan Regresinya

Metode Trent Moment


Q Y X XY X2
Q1 5.000 0 0 0
Q2 6.000 1 6.000 1
Q3 8.000 2 16.000 4
Q4 8.500 3 25.500 9
Q5 8.750 4 35.000 16
∑ 36.250 10 82.500 30

∑ Y     = n.a +b. ∑ X       → 36.250 = 5.a + b.10     x2


∑ XY  = A. ∑X + b. ∑X2→ 82.500 = 10.a + b.30   x1

72.500 = 10.a + b.20


82.500 = 10.a + b.30 -
         - 10.000 = b – 10
     10b = 10.000
         b = 10.000/10
         b = 1.000

Kemudian di susun dengan metode eliminasi untuk mendapatkan nilai a atau b terlebih
dahulu :
    ∑ Y = n.a +b. ∑ X
36.250 = 5. a + 1.000 (10)
36.250 = 5 .a + 10.000
      5 a = 36.250 – 10.000
      5 a = 26.250
         a = 5.250

Kemudian masukkan ke dalam persamaan :


Y = a + bx
Y = 5.250 + 1.000 (5)
Y = 5.250 + 5.000
Y = 10.250

Jadi penjualan Q6 adalah 10.250 Unit

e.       Diketahui : Q1=10.000; Q2=15.500; Q3=16.700; Q4=18.850; Q5=19.600; Q6=22.250


                             P1=Rp85; P2=Rp95; P3=Rp105; P4=Rp115; P5=Rp140; P6=Rp155
       Ditanya   : Q7 dengan metode Rata-Rata Bergerak, Perkiraan Asosiatif dan Trend Moment.
Jawab     :
Metode rata-rata bergerak
Q7 = (Q1=10.000; Q2=15.500; Q3=16.700; Q4=18.850; Q5=19.600; Q6=22.250)               
Q7 = 102.900 : 6                                            
Q7 = 17.150 Unit                                           

Metode persamaan Asosiatif


Y X X2 X.Y
10.000 Rp.85 Rp7.225 850.000
15.500 Rp.95 Rp9.025 1.472.500
16.700 Rp.105 Rp11.025 1.753.500
18.850 Rp.115 Rp13.225 2.167.750
19.600 Rp.140 Rp19.600 2.744.000
22.250 Rp.155 Rp24.025 3.448.750
102.90 Rp.695 Rp84.125 12.436.500
0

Dik :   Y = 102.900


    X = Rp.695
  X2 = Rp84.125
                     XY = 12.436.500
     b =
      a= 6
Persamaan Regresinya

Metode Trend Moment


Q Y X X.Y X2
Q1 10.000 0 0 0
Q2 15.500 1 15.500 1
Q3 16.700 2 33.400 4
Q4 18.850 3 56.550 9
Q5 19.600 4 78.400 16
Q6 22.250 5 111.250 25
 ∑ 102.900 15 295.100 55
   ∑ Y = n.a +b. ∑ X       → 102.900 = 6.a + b.15     x5
∑ XY = A. ∑X + b. ∑X2→ 295.100 = 15.a + b.55   x2

514.500 = 30.a + b.75


590.800 = 30.a + b.110 -
 -76.300 = -35b
       35b = 76.300
           b = 2.180

kemudian di susun dengan metode eliminasi untuk mendapatkan nilai a atau b terlebih dahulu
:
      ∑ Y = n.a + b. ∑ X
102.900 = 6. a + 2.180 (15)
102.900 = 6 .a + 32.700
       -6 a = -102.900 + 32.700
       -6 a = -70.200
           a = 11.700
Kemudian masukkan ke dalam persamaan :
Y = a + bx
Y = 11.700 + 2.180 . 6
Y = 11.700 + 13.080
Y = 24.780

Jadi penjualan Q7 adalah 24.780 Unit

f.       Diketahui : Q1=20.500; Q2=22.600; Q3=14.800; Q4=27.000; Q5=27.200; Q6=27.400;


                              Q7=27.600
                              P1=$5,5; P2=$5,55; P3=$5,7; P4=$5,87; P5=$5,93; P6=$6,05; P7=$6,375
       Ditanya   : Q8 dengan metode Rata-Rata Bergerak, Perkiraan Asosiatif dan Trend Moment.
Jawab     :
Metode rata-rata bergerak
Q8 = (Q1=20.500; Q2=22.600; Q3=14.800; Q4=27.000; Q5=27.200; Q6=27.400;
Q7=27.600)
Q8 = 167.100 : 7
Q8 = 23.871,42 Unit

Metode Persamaan Asosiatif


Y X X2 XY
20.500 $5,5 $30,25 112.750
22.600 $5,55 $30,8025 125.430
14.800 $5,7 $32,49 84.360
27.000 $5,87 $34,4569 158.490
27.200 $5,93 $35,1649 161.296
27.400 $6,05 $36,6025 165.770
27.600 $6,375 $40,640625 175.950
167.10 $ $240,407,425 984.046
0 40,975
Dik :  Y = 167.100
    X = $ 40,975
  X2 = $240,407,425
  XY = 984.046
      b =
       a= 7
Persamaan Regresinya

Metode Trend Moment


Q Y X XY X2
Q1 20.500 0 0 0
Q2 22.600 1 22.600 1
Q3 14.800 2 29.600 4
Q4 27.000 3 81.000 9
Q5 27.200 4 108.800 16
Q6 27.400 5 137.000 25
Q7 27.600 6 165.600 36
 ∑ 167.100 2 544.600 91
1

   ∑ Y = n.a + b. ∑ X       → 167.100 = 7.a + b.21      x3


∑ XY = A. ∑X + b. ∑X2  → 544.600 = 21a + b.91    x1

501.300 = 21.a + b.63


544.600 = 21.a + b.91 -
- 43.500 = -28b
       28b = 43.500
           b = 1.553,57

Kemudian di susun dengan metode eliminasi untuk mendapatkan nilai a atau b terlebih
dahulu :
      ∑ Y = n.a + b. ∑ X
167.100 = 7 a + 1.553,57 . 21
167.100 = 7 a + 32.624,97
       -7 a = -167.100 + 32.624,97
       -7 a = -134.475,03
           a = 19,21 Unit

Kemudian masukkan ke dalam persamaan :


Y = a + bx
Y = 19,21 + 1.553,57 (7)
Y = 19,21 + 10.875
Y = 10.894,21

Jadi penjualan Q8 adalah 10.894,21Unit

4.      Anggaran Produksi
a.       Pemahaman, fungsi, dan manfaat
Anggaran Produksi adalah suat perencanaan secara terperinci mengenai jumlah unit produk
yang akan diproduksi selama periode yang akan datang, yang di dalamnya mencakup rencana
mengenai jenis (kualitas), jumlah (kuantitas), waktu (kapan) produksi akan dilakukan.
Manfaat Anggaran Produksi
-    Manfaat secara umum
Sebagai pedoman kerja, pengkordinasian kerja dan pengawasan kerja.
-    Manfaat secara khusus
1. Untuk menunjang kegiatan penjualan sehingaa produk dapat disediakan sesuai dengan waktu
yang sudah direncanakan
2. Menjaga tingkat persediaan yang memadai (supaya persediaan tidak terlalu besar dan tidak
terlalu kecil)
3. Mengatur produksi agar biaya-biaya produksi dapat ditekan seminimal mungkin

Fungsi Anggaran Produksi, adalah sebagai alat perencanaan, pengkoordinasian dan


pengawasan. Anggaran produksi disusun dengan berdasarkan pada anggran penjualan yang
telah disusun sebelumnya. Hal ini menunjukan bahwa semua hal yang berhubungan dengan
produksi, seperti kebutuhan bahan mentah, kebutuhan tenaga kerja, kapasitas mesin-mesin,
penambahan modal dan kebijaksanaan persediaan, diselaraskan dengan kemampuan menjual.
Jelaslah bahwa anggran produksi mempunyai fungsi sebagai alat perencanan. Apabila
anggran produksi disusun dengan baik, maka anggaran inipun akan berfungsi sebagai alat
pengkoordinasian. Anggaran produksi mengkoordinasikan berapa jumlah yang akan
diproduksi dengan keadaan finansial, keadaan permodalan, perkembangan produk dan tingkat
penjualan.

b.      Hal yang mempengaruhi anggaran produksi secara internal dan eksternal


Faktor internal adalah faktor-faktor yang berada dalam perusahaan yang mempunyai
pengaruh terhadap kelangsungan perusahaan:
-    Penjualan tahun lalu’bisajadi patokan
-    Kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan harga jual
-    Syarat pembayaran barang yang dijual
-    Pemilihan saluran distribusi
-    Tenaga kerja yang dimiliki perusahaan (Quantitatif atau Qualitatif)
-    Modal kerja yang dimiliki perusahaan (Current asset -Current liabilities)
-    Fasilitas yang dimiliki perusahaan
-    Kebijaksanaan perusahaan yang dimiliki perusahaan dibidang-bidang lain.

Faktor eksternal, tapi memiliki pengaruh terhadap perusahaan:


-    Persaingan
-    Tingkat pertumbuhan penduduk
-    Tingkat penghasilan masyarakat
-    Tingkat pendidikan masyarakat
-    Tingkat penyebaran masyarakat
-    Agama, adat istiadat dan kebijaksanaan masyarakat
-    Kebijaksanaan pemerintah
-    Keadaaan perekonomian internasional maupun nasional dan kemajuan tehnologi.

c.       Diketahui : Sales=800unit, beginning period inventory=600unit, end period


inventory=250unit
            Ditanya    : Berapa tingkat kebutuhan produksi dan jumlah yang harus diproduksi
pertahun, dan
berapa tingkat kebutuhan produksi dan jumlah yang harus diproduksi perbulannya.
Jawab :
Jumlah yang di produksi per tahun
= (800 unit + 250 unit) – 600 unit
= 1.050 unit – 600 unit
= 450 unit
Jumlah yang di produksi per bulan
            = 450 unit / 12 bulan
            = 37.5 unit

d.      Diketahui : Sales=100.000unit, beginning period inventory=18.000unit, end period


inventory=
13.000unit
            Ditanya    : Berapa tingkat kebutuhan produksi dan jumlah yang harus diproduksi
pertahun, dan
berapa tingkat kebutuhan produksi dan jumlah yang harus diproduksi perbulannya.
Jawab :
Jumlah yang di produksi per tahun
= (100.000 unit + 13.000 unit) – 18.000 unit
= 113.000 unit – 18.000 unit
= 95.000 unit

Jumlah yang di produksi per bulan


            = 95.000 unit / 12 bulan
            = 7.916.7 unit

e.       Diketahui    : Sales=180.000unit, beginning period inventory=25.000unit, end period


inventory=
16.000unit
     Ditanya    : Berapa tingkat kebutuhan produksi dan jumlah yang harus diproduksi pertahun, dan berapa
tingkat kebutuhan produksi dan jumlah yang harus diproduksi perbulannya.
Jawab :
Jumlah yang di produksi per tahun
= (180.000 unit + 16.000 unit) – 25.000 unit
= 196.000 unit – 25.000 unit
= 171.000 unit

Jumlah yang di produksi per bulan


            = 171.000 unit / 12 bulan
            = 14.250 unit

f.       Diketahui    : Sales=500.000unit, beginning period inventory=150.000unit, end period


inventory=
85.000unit
            Ditanya    : Berapa tingkat kebutuhan produksi dan jumlah yang harus diproduksi
pertahun, dan
berapa tingkat kebutuhan produksi dan jumlah yang harus diproduksi perbulannya.
Jawab :
Jumlah yang di produksi per tahun
= (500.000 unit + 85.000 unit) – 150.000 unit
= 585.000 unit – 150.000 unit
= 435.000 unit

Jumlah yang di produksi per bulan


            = 435.000 unit / 12 bulan
            = 36.250 unit
5.      Anggaran Bahan Baku
a.       Pengertian, fungsi dan manfaatnya
Anggaran Bahan Baku adalah semua anggaran yg berhubungan dan merencanakan secara
lebih terperinci tentang penggunaan bahan baku untuk proses produksi selama periode yg
akan datang.
Manfaat Anggaran Bahan Baku
-    Untuk keperluan Produk Costing, yaitu perhitungan harga pokok barang yang dihasilkan
perusahaan
-    Untuk keperluan pengawasan penggunaan bahan baku
Fungsi Anggaran Bahan Baku
-    Sebagai dasar untuk menyusun budget pembelian bahan mentah, jumlah satuan bahan
mentah yang dibeli ditentukan oleh beberapa banyak satuan bahan mentah yang dibutuhkan
oleh berapa banyak satuan bahan mentah dibutuhkan dalam proses produksi.
-    Sebagai dasar untuk menyusun anggran biaya bahan mentah besarnya biaya bahan mentah
ditentukan oleh berapa banyak satuan bahan mentah tersebut dibutuhkan untuk proses
produksi.
-    Sebagai Data dan informasi untuk menyusun anggaran kebutuhan bahan mentah
b.      Bahan Baku, Bahan Pelengkap, dan Bahan Suplies Pabrik
-          Bahan baku adalah barang-barang yang diperoleh untuk digunakan dalam proses
produksi (persediaan bahan utama)
Contoh: kayu, dll
-          Bahan pelengkap adalah barang-barang yang diperoleh untuk digunakan melengkapi
atau pendukung dalam proses prosukai (bukan bahan utama produksi)
Contoh: melamin, cat, paku, lem,dll
-          Bahan supplies adalah persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi,
tetapi tidak merupakan bagian atau komponen barang jadi
Contoh: pipa hias, palu, gergaji, amplas

c.       Faktor-faktor yang menentukan dalam pembuatan rencana persediaan bahan baku


-    Anggaran Unit yang akan Diproduksi, khususnya rencana tentang jenis (kualitas) dan
jumlah (kuantitas) barang yang akan diproduksi dariwaktu ke waktu selama periode yang
akan datang. Semakin besar jumlah unit yang akan diproduksi, akan semakin besar pula
jumlah unitbahan bakunya, semakin kecil jumlah unit yang akan diproduksi, akansemakin
kecil pula jumlah unit bahan baku yang dibutuhkan untuk proses produksi.
-    Berbagai standar pemakaian bahan (Standard Usage Rate) dari masing-masing jenis bahan baku
untuk proses produksi yang telahditetapkan perusahaan. Dalam rangka mengetahui jumlah
unit bahanbaku yang dibutuhkan untuk proses produksi, pada umumnyaperusahaan telah menetapkan
standar-standar pemakaian tiap-tiap jenisbahan baku
-    Anggaran unit kebutuhan bahan baku
-    Biaya pengadaan (set-up cost)
-    Biaya-biaya penyimpanan dan risiko penyimpanan (carrying cost)
-    Fluktuasi harga bahan baku di pasar
-    Tersedianya bahan baku di pasar
-    Modal kerja yang tersedia
-    Kebijaksanaan perusahaan terhadap persediaan bahan baku, yang pada umumnya
dipengaruhi oleh : fluktuasi produksi, fasilitas tempat penyimpanan, risiko kerugian, biaya-
biaya penyimpanan, tingkat perputaran persediaan bahan baku, lead time dan modal kerja
yang dimiliki
d.      Sebuah perusahaan selama tahun 2015, untuk memproduksi barang A menganggarkan
produksinya sebanyak 182 unit. Standar bahan baku perunit adalan 2 ons bahan X dan 2 ons
bahan Y. Harga perons bahan X adalah Rp100 dan bahan Y adala Rp60. Hitung berapa bahan
baku yang dipakai dalam unit dan nominal
Jawab :
Anggaran Bahan Baku X yang di butuhkan:
= (182 unit x 2 ons) x Rp.100
= 364 x Rp.100
= Rp 36.400

Anggaran bahan Baku Y yang di butuhkan:


= (182 unit x 2 ons) x Rp 60
= 364 x Rp 60
= Rp. 21.840

e.       Sebuah perusahaan selama tahun 2015, untuk memproduksi barang B menganggarkan


produksinya sebanyak 12.000 unit. Standar bahan baku perunit adalan 18 ons bahan X dan 3
ons bahan Y serta 5,27 ons bahan Z. Harga perons bahan X adalah $0,62 dan bahan Y adalah
$1,73 dan bahan Z adalah $3,06. Hitung berapa bahan baku yang dipakai dalam unit dan
nominal
Jawab :
Anggaran Bahan Baku X yang di butuhkan:
= (12.000 unit x 18 ons) x $ 0,62
= 216.000 x $ 0,62
= $ 133.920

Anggaran Bahan Baku Y yang di butuhkan:


= (12.000 unit x 3 ons) x $ 1,73
= 36.000 x $ 1,73
= $ 62.280
Anggaran Bahan Baku Z yang di butuhkan:
= (12.000 unit x 5,27 ons) x $ 3,06
= 63.240 x $ 3,06
= $ 193.514,4
f.       Sebuah perusahaan selama tahun 2015, untuk memproduksi barang C menganggarkan
produksinya sebanyak 15.850 unit. Standar bahan baku perunit adalan 1,85 ons bahan W,
2,75 ons bahan X dan 8,63 ons bahan Y serta 4,85 ons bahan Z. Harga perons bahan W
adalah $2,55 dan bahan X adalah $1,12, bahan Y adalah $3,76 dan bahan Z adalah $0,36.
Hitung berapa bahan baku yang dipakai dalam unit dan nominal

Jawab :
Anggaran Bahan Baku W yang di butuhkan:
= (15.850 unit x 1,85 ons) x $ 2,55
= 29.332,5 x $ 2,55
= $ 74.772,4

Anggaran Bahan Baku X yang di butuhkan:


= (15.850 unit x 2,75 ons) x $ 1,12
= 43.587,5 x $ 1,12
= $ 48.818

Anggaran Bahan Baku Y yang di butuhkan:


= (15.850 unit x 8,63 ons) x $ 3,76
= 136.785,5 x $ 3,76
= $ 514.313,5

Anggaran Bahan Baku Z yang di butuhkan:


= (15.850 unit x 4,85 ons) x $ 0,36
= 76.872,5 x $ 0,36
= $ 27.674,1

g.       Dari soal d, diperoleh informasi tambahan untuk bahan X biaya setiap kali pesan adalah
Rp700 dan Y adalah Rp500, sedangkan biaya penyimpanan bahan baku di gudang masing-
masing adalah 40%. Hitung EOQ kedua bahan tersebut:
Jawab:
EOQ = √  2R. S
             C / Unit
EOQ Bahan X:                                        EOQ Bahan Y
EOQ = √ 2* 43.587,5*700                       EOQ = √ 2* 136.785,5*700           
                         40 %                                                       40 %
EOQ = √ 61.022.500                                EOQ = √ 136.785,5
                          40 %                                                      40 %
EOQ = √ 7.811,69                                    EOQ = √ 11.695,53
                 40 %                                                          40 %
EOQ = Rp. 19.529,33                              EOQ = Rp. 29.238,83

6.      Anggaran Biaya Tenaga Kerja


a    Pengertian, fungsi dan manfaatnya
Anggaran Tenaga Kerja adalah anggaran yang merencanakan tentang berapa jumlah tenaga
kerja, berapa gaji dari tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi dalam
rangka menghasilkan barang/produk yang telah direncanakan.
Dalam hal ini tenaga kerja yang di anggarkan adalah tenaga kerja  yang terlibat langsung
dalam proses produksi, walaupun dalam proses produksi tersebut dikerjakan oleh mesin,
tetapi tenaga manusia tetap digunakan.
Fungsi Anggaran Biaya Tenaga Kerja, adalah:
-    Penggunaan tenaga kerja lebih efisien karena perencanaan yang matang
-    Pengeluaran/biaya tenaga kerja dapat direncanakan dan diatur secara lebih efisien
-    Harga
-     pokok barang dapat dihitung secara tepat
-    Dipakai sebagai alat pengawasan biaya tenaga kerja

Manfaat Anggaran Biaya Tenaga Kerja, adalah:


-    Penggunaan tenaga kerja secara efisien
-    Pengeluaran/biaya tenaga kerja dapat diatur lebih efisien
-    Harga pokok barang dapat dihitung dengan tepat
-    Alat pengawasan biaya tenaga kerja
b.   Diketahui anggaran produksi perusahaan tahun 2015
Triwulan Produk V Produk Produk X ProdukY Produk Z Total
W
1 22 13 9 30 125 …
2 23 13 10 40 155 …
3 24 14 9 50 180 …
4 25 14 10 55 195 …
Total … … … … … …

Ditanya :
-          Buatlah anggaran pemakaian jam tenaga kerja untuk tiap produk setiap triwulannya,
buatlah anggaran biaya tenaga kerja untuk setiap produk di setiap triwulannya. Buat dalam
bentuk tabel dan perhitungan masing-masing.
-          Jika waktu standar TK u produksi Produk V,W, X,Y,Z masing2adalah 0,85; 1,15; 1,475;
1,726; 1,934 jam.
      Dan standar upah TK perjam untuk masing2produk adalah (dlmRupiah): 5.545; 6.752; 7.225;
7.425; 9.452
Buatlah anggaran TK u masing2 produk tsb.

Jawab :
Produk V
Triwula Produk Jam Jam Upah Jumlah Upah
n V Kerja TK/tw Kerja/jam
1 22 0,85 jam 18,7 jam Rp 5.545 Rp 103.915,5
2 23 0,85 jam 19,55 jam Rp 5.545 Rp
108.404,75
3 24 0,85 jam 20,4 jam Rp 5.545 Rp 113.118
4 26 0,85 jam 22,1 jam Rp 5.545 Rp 122.544,5
Perhitungan Jam Tenaga Kerja/triwulan:    Perhitungan Jumlah Upah/triwulan:
1.   22 x 0,85 jam = 18,7 jam                      1.  18,7 jam x Rp 5.545 = Rp 103.915,5
2.   23 x 0,85 jam = 19,55 jam                    2.  19,55 jam x Rp 5.545 = Rp 108.404,75
3.   24 x 0,85 jam = 20,4 jam                      3.  20,4 jam x Rp 5.545 = Rp 113.118
4.   26 x 0,85 jam = 22,1 jam                      4.  22,1 jam x Rp 5.545 = Rp 122.544,5

Produk W
Triwula Produk Jam Jam Upah Jumlah
n W Kerja TK/tw Kerja/jam Upah
1 13 1,15 jam 14,95 jam Rp 6.752 Rp 100.942,4
2 13 1,15 jam 14,95 jam Rp 6.752 Rp 100.942,4
3 14 1,15 jam 16,1 jam Rp 6.752 Rp 108.707,2
4 14 1,15 jam 16,1 jam Rp 6.752 Rp 108.707,2
Perhitungan Jam Tenaga Kerja/triwulan:    Perhitungan Jumlah Upah/triwulan:
1.   13 x 1,15 jam = 14,95 jam                    1.  14,95 jam x Rp 6.752 = Rp 100.942,4
2.   13 x 1,15 jam = 14,95 jam                    2.  14,95 jam x Rp 6.752 = Rp 100.942,4
3.   14 x 1,15 jam = 16,1 jam                      3.  16,1 jam x Rp 6.752 = Rp 108.707,2
4.   14 x 1,15 jam = 16,1 jam                      4.  16,1 jam x Rp 6.752 = Rp 108.707,2

Produk X
Triwula Produk Jam Jam Upah Jumlah
n X Kerja TK/tw Kerja/jam Upah
1 9 1,475 jam 13,275 Rp 7.225 Rp
jam 95.911,875
2 10 1,475 jam 14,75 jam Rp 7.225 Rp
106.568,75
3 9 1,475 jam 13,275 Rp 7.225 Rp
jam 95.911,875
4 10 1,475 jam 14,75 jam Rp 7.225 Rp
106.568,75
Perhitungan Jam Tenaga Kerja/triwulan:    Perhitungan Jumlah Upah/triwulan:
1.   9 x 1,475 jam = 13,275 jam                  1.  13,275 jam x Rp 7.225 = Rp 95.911,875
2.   10 x 1,475 jam = 14,75 jam                  2.  14,75 jam x Rp 7.225 = Rp 106.568,75
3.   9 x 1,475 jam = 13,275 jam                  3.  13,275 jam x Rp 7.225 = Rp 95.911,875
4.   10 x 1,475 jam = 14,75 jam                  4.  14,75 jam x Rp 7.225 = Rp 106.568,75

Produk Y
Triwula Produk Y Jam Jam Upah Jumlah
n Kerja TK/tw Kerja/jam Upah
1 30 1,726 jam 51,78 jam Rp 7.425 Rp 384.466,5
2 40 1,726 jam 69,04 jam Rp 7.425 Rp 512.622
3 50 1,726 jam 86,3 jam Rp 7.425 Rp 640.777,5
4 55 1,726 jam 94,93 jam Rp 7.425 Rp
704.855,25
Perhitungan Jam Tenaga Kerja/triwulan:    Perhitungan Jumlah Upah/triwulan:
1.   30 x 1,726 jam = 51,78 jam                  1.  51,78 jam x Rp 7.425 = Rp 384.466,5
2.   40 x 1,726 jam = 69,04 jam                  2.  69,04 jam x Rp 7.425 = Rp 512.622
3.   50 x 1,726 jam = 86,3 jam                    3.  86,3 jam x Rp 7.425 = Rp 640.777,5
4.   55 x 1,726 jam = 94,93 jam                  4.  94,93 jam x Rp 7.425 = Rp 704.855,25
Produk Z
Triwulan Produk Z Jam Jam Upah Jumlah Upah
Kerja TK/tw Kerja/jam
1 125 1,934 241,75 Rp 9.452 Rp 2.285.021
jam jam
2 155 1,934 299,77 Rp 9.452 Rp
jam jam 2.833.426,04
3 180 1,934 384,12 Rp 9.452 Rp
jam jam 3.630.702,24
4 195 1,934 377,13 Rp 9.452 Rp
jam jam 3.564.632,76
Perhitungan Jam Tenaga Kerja/triwulan:    Perhitungan Jumlah Upah/triwulan:
1.   125 x 1,934 jam = 241,75 jam              1.  241,75 jam x Rp 9.452 = Rp 2.285.021
2.   155 x 1,934 jam = 299,77 jam              2.  299,77 jam x Rp 9.452 = Rp 2.833.426,04
3.   180 x 1,934 jam = 384,12 jam              3.  384,12 jam x Rp 9.452 = Rp 3.630.702,24
4.   195 x 1,934 jam = 377,13 jam              4.  377,13 jam x Rp 9.452 = Rp 3.564.632,76

Anda mungkin juga menyukai