Anda di halaman 1dari 7

KELOMPOK KEPERAWATAN MATERNITAS

Tugas KTI
Tingkat 3B
Anggota :
 Ade Resti W P2.06.20.1.17.042
 Dhevana Lykta P2.06.20.1.17.054
 Elva Asti S P2.06.20.1.17.055
 Lulu Luthfi L P2.06.20.1.17.064
 Siti Nur᾽ain F P2.06.20.1.17.073
 Yuni Saftira Y P2.06.20.1.17.079

Diagnose keperawatan yang kemungkinan muncul pada keperawatan maternitas adalah


sebagai berikut:
1. NANDA
a. Resiko kekurangan volume cairan
Pengertian : Rentan mengalami penurunan volume cairan intravascular, interstisial,
dan/ atau intraselular yang dapat mengganggu kesehatan tubuh
Faktor resiko : kehilangan cairan aktif, Asupan cairan kurang
b. Nyeri akut berhubungan dengan insisi (agen cedera fisik)
Pengertian : Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan berkaitan
dengan kerusakan jaringan actual atau potensial, atau yang digambarkan sebagai
kerusakan (international association for the study of pain) ; awitan yang tiba tiba atau
lambat dengan intesnsitas ringan hingga berat, dengan berakhirnya dapat diantisipasi,
atau diprediksi, dan dengan durasi kurang dari tiga bulan.
Batasan karakteristik :
- Keluhan tentang karakteristik nyeri dengan mengunakan standar instrument nyeri.
- Ekpsresi wajah nyeri
- Sikap tubuh melindungi area nyeri
- Focus menyempit
- Putus asa
- Peubahan aktivitas
c. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan mengenai penyakit dan
penatalaksanaanya
Pengertian : Perasaan tidak nyaman atau kekhawatiran yang samar disertai respon
otonom (sumber sering kali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu);
perasaan takut yang disebabkan oleh artisipasi terhadap bahaya. Hal ini merupakan
isyarat kewaspadaan yang memperingankan individu akan adanya bahaya dan
memampukan individu untuk bertindak menghadapi ancaman.
Batasan karakteristik :
- Gelisah
- Berfokus Pada Diri Sendiri
- Ragu
- Putus Asa
- Tremor
- Peningkatan/ Penurunan Tekana Darah
- Perubahan Pola Tidur
- Melamun
- Gangguan konsentrasi
- Sering berkemih
d. Resiko infeksi
Pengertian : Rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogenik yang dapat
mengganggu kesehatan
Faktor resiko :
- Gangguan integritas kulit
- Malnutrisi
e. Mual berhubungan dengan kehamilan
Pengertian : Suatu fenomena subjektif tentang rasa tidak nyamn pada bagian belakang
tenggorok atau lambung, yang dapat atau tidak mengakibatkan muntah
Bataran karakteristik :
- Keengganan terhadap makanan
- Sensasi muntah
- Peningkatan salivasi
- Peningkatan menelan
- Rasa asam dimulut
f. Ketidaknyamanan pasca partum berhubungan dengan pembengkakan
payudara dimana alveoli mulai terisi ASI.
Pengertian : Perasaan tidak nyaman yang berhubungan dengan kondisi setelah
melahirkan.
Batasan Karakteristik :
- Tampak meringis
- Payudara bengkak
- Tekanan darah meningkat
- Frekuensi nadi meningkat
- Berkeringat berlebihan
- Menangis/merintih
g. Menyusui tidak efektif berhubungan dengan payudara bengkak.
Pengertian : kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan atau kesukaran
pada proses menyusui.
Batasan Karakteristik :
- Bayi tidak mampu melekat pada payudara ibu.
- BAK bayi kurang dari 8 kali dalam 24 jam
- Bayi menghisap tidak terus menerus
- Menolak untuk menghisap

2. NOC
a. Resiko kekurangan volume cairan dapat teratasi dengan kriteria hasil :
Label Keseimbangan Cairan : Keseimbangan cairan di dalam ruang intraseluler
dan ekstraseluler tubuh.
- Keseimbangan Intake dan dan output dalam 24 jam
- Turgor kulit ≥ 3 detik
- Kelembaban membrane mukosa
- Tekanan darah di ambang batas normal yaitu 120/80 mmHg
b. Nyeri akut berhubungan dengan insisi (agen cedera fisik) dapat teratasi dengan
kriteria hasil :
Label: Kontrol nyeri: Tindakan pribadi untuk mengontrol nyeri
- Mengurangi nyeri dengan non farmakologi
- Nyeri yang terkontrol
- Perubahan terhadap gejala nyeri
- Menggambarkan faktor penyebab
- Mengenali nyeri kapan terjadi
c. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan mengenai penyakit dan
penatalaksanaanya dapat teratasi dengan kriteria hasil:
Label: Tingkat kecemasan: Keparahan dari tanda-tanda ketakutan, ketegangan,
atau kegelisahan yang berasal dari sumber yang tidak dapat di identifikasi.
- Tidak dapat beristirahat menjadi mampu dan cukup beristirahat
- Perasaan gelisah menjadi tenang
- Wajah tegang menjadi rileks
- Serangan panic tidak ada
- Rasa cemas yang disampaikan secara lisan menjadi tidak ada
- Peningkatan tekanan darah menjadi normal dalam rentan 120/80 mmHg
d. Resiko infeksi tidak terjadi
Label: Kontrol Resiko: tindakan individu untuk mengerti, mencegah,
mengeleminasi, atau mengurangi ancaman kesehatan yang telah di modifikasi.
- Mengidentifikasi faktor resiko
- Mengenali kemampuan untuk merubah perilaku menjadi tahu
- Menggunakan fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan seperti perawatan
luka.
e. Mual berhubungan dengan kehamilan dapat taeratasi dengan hasil kriteria :
Label : kontrol mual dan muntah : tindakan personal untuk mengontrol mual,
mumtah-muntah, dan gejala muntah.
- Mendeskripsikan faktor-faktor penyebab
- Mengenali onset mual berapa kali dalam satu hari
- Mengenali pencetus stimulus ( muntah) sebagai pencegahan
- Menghindari bau yang tidak menyenangkan dengan baik
- Melaporkan mual, muntah-muntah, dan muntah yang terkontrol kepada petugas
kesehatan
f. Ketidaknyamanan pasca partum berhubungan dengan pembengkakan
payudara dimana alveoli mulai terisi ASI dapat teratasi dengan kriteria :
Label : Status kenyamanan pascapartum : perasaan nyaman yang berhubungan
dengan kondisi setelah melahirkan.
- Wajah meringis tidak ada
- Payudara menjadi tidak bengkak
- Tekanan darah dalam batas normal
- Frekuensi nadi dalam batas normal
- Keringat menurun
- Menangis tidak ada
g. Menyusui tidak efektif berhubungan dengan payudara bengkak dapat teratasi
dengan kriteria :
Label : Status menyusui : kemampuan memberikan ASI secara langsung dari
payudara kepada bayi dan anak untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
- Pelekatan bayi pada payudara ibu meningkat
- Meningkatnya miksi bayi lebih dari 9 kali dalam 24 jam
- Meningkatnya suplai ASI yang adekuat
- Meningkatnya hisapan bayi

3. NIC
a. Resiko kekurangan volume cairan
Manajemen elektrolit/ cairan : pengaturan dan pencegahan komplikasi dari
perubahan cairan dan/ atau elektrolit.
h. Pantau kadar serum elektrolit yang abnormal, seperti yang tersedia
i. Berikan cairan yang sesuai
j. Jaga pencatatan intake asupan dan autput yang akurat.
k. Monitor kehilangan cairan (misal; pendarahan, muntah, diare, keringat, dan takipneu)
b. Nyeri akut berhubungan dengan insisi (agen cedera fisik)
Manajemen nyeri : pengurangan atau reduksi nyeri sampai pada tingkat
kenyamanan yang dapat diteima oleh pasien
l. Berikan informasi mengenai nyeri, seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri
dirasakan, dan antisipasi dari ketidaknyamanan akibat prosedur.
m. Pilih dan implementasikan tindakan yang beragam (misalnya; farmakologi,
nonfarmakologi, dan interpersonal) untuk memfasilitasi penurunan nyeri sesuai
dengan kebutuhan
n. Dukung istirahat atau tidur yang adekuat untuk membantu penurunan nyeri
o. Libatkan keluarga dalam modifikasi penurunan nyeri, jika memungkingkan.
c. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan mengenai penyakit dan
penatalaksanaanya
Pengurangan kemasan : mengurangi tekanan atau ketakutan firasat, maupun
ketidak nyamanan terkait dengan sumber- sumber bahaya yang tidak teridentifikasi.
p. Berada disisi klien untuk meningkatkan rasa aman dan mengurangi ketakutan
q. Dorong keluarga untuk mendampingi klien dengan cara yang tepat
r. Lakukan usapan pada punggung dengan cara yang tepat
s. Bantu klien mengidentifikasi situasi yang memicu kescemasan
t. Instruksikan klien untuk menggunakan teknik relaksasi ( seperti nafas dalam )
d. Resiko infeksi tidak terjadi
Kontrol infeksi : meminimalkan penerimaan dan transmisi agen infeksi
u. Cuci tangan sebelum dan sesudah kegiatan pasien
v. Pastikan cara perawatan luka yang tepat
w. Dorong batuk dan bernafas yang tepat
x. Tingkatkan intake nutrisi yang tepat
y. Ajarkan pasien dan keluarga mengenai tanda dan gejala infeksi dan kapan harus
melaporkan kepada penyedia perawatan kesehatan
e. Mual berhubungan dengan kehamilan
Manajemem mual : pencegahan dan penanggulangan mual
z. Dorong pasien untuk belajar strategi mengatasi mual sendiri
aa. Identifikasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan atau berkontribusi dlam terhadap
mual ( misalnya obta-obatan dan prosedur ) pastikan bahwa obata-obatan antiemetic
yang efektif di berikan untuk mencegah mual bila memungkinkan (kecuali untuk
mual yang berhubungan dengan kehamilan)
bb. Identifikasi strategi yang telah berhasil dilakukan dalam upaya mengurangi mual
f. Ketidaknyamanan pasca partum berhubungan dengan
pembengkakan payudara dimana alveoli mulai terisi ASI
Perawatan kenyamanan : Mengidentifikasi dan merawat pasien untuk
meningkatkan rasa nyaman.
- Identifikasi gejala yang tidak menyenangkan
- Berikan posisi yang nyaman
- Berikan kompres dingin atau hangat
- Berikan pemijatan
- Ajarkan terapi relaksasi
- Ajarkan terapi pernafasan
g. Menyusui tidak efektif berhubungan dengan payudara bengkak
Edukasi menyusui : memberikan informasi dan saran tentang menyusui
yang dimulai dari antepartum,imtrapatum, dan postpartum.
- Mengidentifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
- Sediakan materi dan dan media penkes
- Berikan kesempatan untuk bertanya
- Dukung ibu untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menyusui
- Jelaskan manfaat menyusui bagi ibu dan bayi
- Ajarkan 4 posisi menyusui dan perlekatan dengan benar
- Ajarkan perawatan payudara postpartum(mis.memerah ASI,pijat
payudara,pijat oksitosin