Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Segala puji Syukur pada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kami
kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang "Strategi dan
Metode Pembelajaran IPS SD ", yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai
sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang
dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan
terutama pertolongan dari Tuhanakhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca.
Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik
dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.

Medan Oktober 2019

               Penyusun

 
BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kondisi pembelajaran IPS dewasa ini khususnya pada jenjang  sekolah dasar,


menunjukkan indikasi bahwa pola pembelajaran yang dikembangkan oleh guru cenderung
bersifat guru sentris sehingga peserta didik hanya menjadi obyek pembelajaran. Model
pembelajaran yang demikian, lebih cendrung berangkat dari asumsi dasar bahwa
pembelajaran IPS hanya dimaksudkan untuk mentransfer pengetahuan atau konsep dari
kepala guru ke kepala siswa. Akibatnya, mungkin guru telah merasa membelajarkan namun
siswa belum belajar.

Mengingat manusia dalam konteks sosialnya sedemikian luas akan sulit kiranya
memberikan definisi dari ilmu pengetahuan sosial, karena IPS merupakan suatu perwujudan
dari suatu pendekatan interdisipliner dari penerapan ilmu-ilmu sosial lainnya. Dalam
pembelajaran perlu menggunakan suatu pendekatan agar siswa mempunyai daya tarik untuk
mengikuti pelajaran yang sedang berlangsung di dalam kelas. Adapun pendekatan adalah
seperangkat asumsi yang saling berkaitan dengan hakikat bahasa, hakikat pengajaran bahasa
serta hakikat apa yang diajarkan. Pendekatan bersifat aksiomatis artinya bahwa kebenaran itu
tidak dipersoalkan atau tidak perlu dibuktikan lagi.

Menurut Brown (2009:9) dalam Ambar Setyowati Sri H (2007) memperjelas konsep
pembelajaran dengan menambahkan kata kunci yang harus diperhatikan, yaitu pembelajaran
menyangkut hal praktis, pembelajaran adalah penyimpanan informasi, pembelajaran adalah
penyusunan organisasi, pembelajaran memerlukan keaktifan dan kesadaran, pembelajaran
relatif permanen, dan  pembelajaran adalah perubahan tingkah laku.

Selain pendekatan yang harus diberikan kepada siswa dalam pembelajaran yang tak kalah
pentingnya adalah strategi pembelajaran. Dapat dikemukakan bahwa dalam mengajar seorang
dapat saja memilih lebih dari satu strategi mengajar. Adapun yang dimaksud dengan strategi
menurut Robert L. Gilstrap dan William R. Martin adalah “. . . a repertoire of teaching skills
and behavior in a word, strategis . . .” yang selanjutnya mengemukakan batasan formal
tentang strategi yang dikemukakan oleh Robert L. Ebel ( ed. ), yang menyatakan bahwa
batasan formal strategi adalah “Patterns of teacher behavior that are recurrent, applicable to
various subject matters, characteristics of more than one teacher, and relevant to learning”
(1975:1). Dari batasan – batasan tentang strategi yang dikemukakan itu didalamnya terdapat
apa yang disebut taktik atau keterampilan – keterampilan yang bila dibandingkan dengan
yang dikenal selama ini sama dengan teknik dalam metode mengajar. Berdasarkan atas
batasan di atas maka strategi mengajar dapat dikatakan sebagai keterampilan – keterampilan
tertentu yang telah dikuasai guru dan dilakukan secara berulang – ulang sehingga merupakan
pola perilaku mengajar yang bertujuan membentuk siswa untuk mencapai tujuan – tujuan
pengajaran.

1.2  Rumusan Masalah

1.      Apakah yang dimaksud dengan  stategi pembelajaran ?

2.      Apa saja prinsip-prinsip strategi dalam pembelajaran IPS di MI/SD ?

3. Apa saja jenis-jenis strategi dalam pembelajaran IPS di MI/SD?

1.3  Tujuan Penyusunan Makalah

1.      Untuk mengetahui dan memahami pengertian strategi pembelajaran.

2.      Untuk mengetahui prinsip-prinsip pemilihan strategi dalam pembelajaran IPS di MI/SD.

3. Untuk mengetahui jenis-jenis Strategi dalam pembelajaran IPS di MI/SD


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian  Stategi Pembelajaran

A. Strategi Pembelajaran

Strategi pembelajaran merupakan suatu cara atau pola yang digunakan oleh guru di
dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar. Dalam pola tersebut tentu terkandung bentuk-
bentuk rangkaian perbuatan atau kegiatan guru dan siswa yang mengarah pada tercapainya
tujuan-tujuan pembelajaran  (Raka Joni, 1980).

Strategi pembelajan instruksional adalah pendekatan dalam kegiatan belajar mengajar


yang digunakan guru dalam menggunakan informasi, memilih sumber-sumber, dan
mendefinisikan peranan siswa-siswa (Gerlach dan Ely (1980). Strategi instruksional tersebut
mencakup praktik-praktik khusus yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran.
Strategi instruksional tersusun atas metode-metode dan teknik-teknik yang akan
memungkinkan pembelajar untuk mencapai tujuan-tujuan belajar.

2.2 Prinsip - Prinsip Pemilihan Strategi Pembelajaran IPS MI/SD

Prinsip-prinsip ini merupakan suatu landasan dalam memilih strategi seperti apa yang
akan kita gunakan dalam proses belajar mengajar. Karena dalam menentukan sebuah strategi
pembelajaran IPS SD kelas awal ini harus memperhatikan apa-apa saja yang berhubungan
dengan siswa.

1.      Bermakna (meaningful).

2.      Integratif (integrative).

3.      Berbasis nilai (value based).

4.      Menantang (challenging).

5.      Aktif (Active).

6.      Pengembangan berbagai potensi dasar siswa SD. Seperti :


a.       Dorongan ingin tahu (sense of curiosity).

b.      Minat-perhatian (sense of ineterst).

c.       Dorongan membuktikan kenyataan (sense of reality).

d.      Dorongan menemukan sendiri (sense of discovery).

e.       Dorongan bertualang (sense of adventure).

f.       Dorongan menghadapi tantangan (sense of challen).

7.      Keberagaman latar belakang lingkungan social siswa.

8.      Kesinambungan dan tahapan perkembangan sosial siswa. 

2.3 Jenis – Jenis Strategi Dalam Pembelajaran IPS MI/SD

a. Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction)

Strategi pembelajaran langsung dirancang untuk mengenalkan siswa terhadap mata


pelajaran guna membangun minat, menimbulkan rasa ingin tahu dan merangsang mereka
berpikir. Siswa tidak bisa berbuat apa – apa jika pikiran mereka tidak dikembangkan guru.
Banyak guru membuat kesalahan mengajar, yakni sebelum siswa merasa terlibat dan siap
secara mental guru langsung memberikan materi pelajaran. Penggunaan beberapa strategi
berikut ini akan mengoreksi jecenderungan ini.

Menurut Silbernam ( dalam Suryanti dkk, 2008: 35 ), strategi pembelajaran langsung


melalui berbagai pengetahuan secara aktif merupakan cara mengenalkan siswa kepada materi
pelajaran yang akan diajarkan. Guru dapat menggunakannya untuk menilai tingkat
pengetahuan siswa sambil melakukan kegiatan pembentukan tim. Cara ini cocok pada segala
ukuran kelas dengan materi pelajaran apa pun.

Strategi Pembelajaran Langsung Memiliki Ciri – Ciri Seperti Berikut :

1.      Tujuan pembelajaran dan pengaruh model pada siswa termasuk prosedur penilaian hasil
belajar.
2.      Fase atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran.

3.      Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar model yang diperlukan agar kegiatan
pembelajaran tertentu dapat berlangsung dengan berhasil.

Fase – Fase Pengajaran Langsung :

            Setiap model pengajaran memiliki fase – fase pengajaran yang berbeda satu model
dengan model lain. Model pengajaran langsung memiliki lima fasepenting.

1.      Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa.

a.       Menjelaskan tujuan.

b.      Menyiapkan siswa.

2.      mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan

a.       Menyampaikan informasi dengan jelas.

b.      Melakukan Demonstrasi.

c.       Menyediakan latihan terbimbing.

d.      Menganalisis pemahaman dan memberikan umpan balik.

e.       Memberikan kesempatan latihan mandiri.

b. Strategi Pembelajaran Cooperative Learning

Cooperative Learning adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses


kerja sama dalam suatu kelompok yang biasa terdiri atas 3 sampai 5 orang siswa untuk
mempelajari suatu materi akademik yang spesifik sampai tuntas. Strategi pembelajaran
Cooperative Learning  mulai populer akhir-akhir ini. Melalui Cooperative Learning   siswa
didorong untuk bekerja sama secara maksimal sesuai dengan keadaan kelompoknya. Kerja
sama di sini dimaksudkan setiap anggota kelompok harus saling bantu. Yang cepat harus
membantu yang lambat karena penilaian akhir ditentukan oleh keberhasilan  kelompok.
Kegagalan individu adalah kegagalan kelompok, dan sebaliknya keberhasilan individu adalah
keberhasilan kelompok.Oleh karena itu, setiap anggota harus memiliki tanggung jawab penuh
terhadap kelompoknya. Beberapa penulis seperti Slavin, Johnson, & Johnson, mengatakan
ada komponen yang sangat penting dalam strategi pembelajaran cooperative  yaitu kooperatif
dalam mengerjakan tugas-tugas dan kooperatif dalam memberikan dorongan atau motivasi. 
Slavin, Abrani, dan Chambers (1996) berpendapat bahwa belajar melalui kooperatif dapat
dijelaskan dari beberapa perspektif, yaitu perspektif sosial, perspektif perkembangan kognitif
dan perspektif elaborasi kognitif. Perspektif motivasi, artinya bahwa penghargaan yang
diberikan kepada kelompok memungkinkan setiap anggota kelompok akan saling membantu.

Dengan demikian keberhasilan setiap indivindu pada dasarnya adalah keberhasilan


kelompok. Hal semacam ini akan mendorong setiap anggota kelompok untuk
memperjuangkan keberhasilan kelompoknya.  Perspektif sosial artinya bahwa melalui
kooperatif setiap siswa akan saling membantu dalam belajar karena mereka menginginkan
semua anggota kelompok memperoleh keberhasilan. Bekerja secara tim dengan mengevaluasi
keberhasilan sendiri oleh kelompok, merupakan iklim yang bagus, di mana setiap anggota
kelompok menginginkan semuanya memperoleh keberhasilan

Perspektif perkembangan kognitif artinya bahwa dengan adanya interaksi antara


anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk berpikir mengolah berbagai
informasi. Elaborasi kognitif, artinya bahwa setiap siswa akan berusaha untuk memahami dan
menimba informasi untuk menambah pengetahuan kognitifnya.

c. Strategi Pembelajaran Problem Solving

Mengajar memecahkan masalah berbeda dengan penggunaan pemecahan masalah


sebagai suatu strategi pembelajaran.Mengajar memecahkan masalah adalah mengajar
bagaimana siswa memecahkan suatu persoalan, misalkan memecahkan soal-soal
matematika.Sedangkan strategi pembelajaran pemecahan masalah adalah teknik untuk
membantu siswa agar memahami dan menguasai materi pembelajaran dengan menggunakan
strategi pemecahan masalah.Dengan demikian perbedaan keduanya terletak pada kedudukan
pemecahan masalah itu. Mengajar memecahkan masalah berarti pemecahan masalah itu
sebagai isi atau content  dari pelajaran, sedangkan pemecahan masalah adalah sebagai suatu
strategi. Jadi, kedudukan pemecahan masalah hanya sebagai suatu alat saja untuk memahami
materi pembelajaran. 

Ada beberapa ciri strategi pembelajaran dengan pemecahan masalah:


1.      Pertama, siswa bekerja secara individual atau bekerja dalam kelompok kecil.

2.      Kedua, pembelajaran ditekankan kepada materi pelajaran yang mendukung persoalan-


persoalan untuk dipecahkan dan lebih disukai persoalan yang banyak kemungkinan cara
pemecahanya.

3.      Ketiga, siswa mnggunakan banyak pendekatan dalam belajar

4.      Kempat, hasil dari pemecahan maslah adalah tukar pendapat (sharing) di antara semua
siswa.

d. Strategi Mengulang

Strategi mengulang sederhana digunakan untuk sekedar membaca ulang materi


tertentu untuk menghafal saja. Contoh lain dari strategi sederhana adalah menghafal nomor
telepon, arah tempat, waktu tertentu, daftar belanjaan, dan sebagainya. Memori yang sudah
ada di pikiran dimunculkan kembali untuk kepentingan jangka pendek, seketika, dan
sederhana.   Penyerapan bahan belajar yang lebih kompleks memerlukan strategi mengulang
kompleks.Menggarisbawahi ide-ide kunci, membuat catatan pinggir, dan menuliskan kembali
inti informasi yang telah diterima merupakan bagian dari mengulang kompleks. Strategi
tersebut tentunya perlu diajarkan ke siswa agar terbiasa dengan cara demikian.

e.  Strategi Elaborasi

Strategi elaborasi adalah proses penambahan rincian sehingga informasi baru akan
menjadi lebih bermakna. Dengan strategi elaborasi, pengkodean lebih mudah dilakukan dan
lebih memberikan kepastian.Strategi elaborasi membantu pemindahan informasi baru dari
memori di otak yang bersifat jangka pendek ke jangka panjang dengan menciptakan
hubungan dan gabungan antara informasi baru dengan yang pernah ada.  Beberapa bentuk
strategi elaborasi adalah pembuatan catatan, analogi, dan PQ4R. Pembuatan catatan adalah
strategi belajar yang menggabungkan antara informasi yang dipunyai sebelumnya dengan
informasi baru yang didapat melalui proses mencatat. Dengan mencatat, siswa dapat
menuangkan ide baru dari percampuran dua informasi itu.  Analogi merupakan cara belajar
dengan pembandingan yang dibuat untuk menunjukkan persamaan antara ciri pokok benda
atau ide, misalnya otak kiri mirip dengan komputer yang menerima dan menyimpan
informasi.  P4QR merupakan strategi yang digunakan untuk membantu siswa mengingat apa
yang mereka baca. P4QR singkatan dar Preview (membaca selintas dengan cepat), Question
(bertanya), dan 4R singkatan dari read, reflect, recite, dan review atau membaca, merefleksi,
menanyakan pada diri sendiri, dan mengulang secara menyeluruh. Strategi PQ4R merupakan
strategi belajar elaborasi yang terbukti efektif dalam membantu siswa menghafal informasi
bacaan.  

f. Strategi Organisasi

Strategi organisasi membantu pelaku belajar meningkatkan kebermaknaan bahan-


bahan baru dengan struktur pengorganisasian baru.Strategi organisasi terdiri atas
pengelompokan ulang ide-ide atau istilah menjadi subset yang lebih kecil.Strategi tersebut
juga berperan sebagai pengindentifikasian ide-ide atau fakta kunci dari sekumpulan informasi
yang lebih besar.Bentuk strategi organisasi adalah Outlining, yakni membuat garis
besar.Siswa belajar menghubungkan berbagai macam topik atau ide dengan beberapa ide
utama.  Mapping, yang lebih dikenal dengan pemetaan konsep, dalam beberapa hal lebih
efektif daripada outlining. Mnemonics membentuk kategori khusus dan secara teknis dapat
diklasifikasikan sebagai satu strategi, elaborasi atau organisasi.Mnemonics membantu dengan
membentuk asosiasi yang secara alamiah tidak ada yang membantu mengorganisasikan
informasi menjadi memori kerja.Strategi Mnemonics terdiri atas pemotongan, akronim, dan
kata berkait.

g. Strategi Pembelajaran Kemampuan Berpikir

Penanaman konsep merupakan penunjang kemampuan berpikir siswa,Konsep


merupakan keadaan  lingkungan ( abstraksi ) dari kesamaan dari jumlah benda atau
fenomena. Contoh konsep yakni tanah, sungai, gunung, uang, cuaca dan lain-lain. Pengajaran
konsep mengembangkan kemampuan kognitif dari yang terendah sampai tingkat tinggi

Pengajaran konsep dapat dilakukan melalui dua pendekatan:


a.       Pendekatan induktif dilakukan dengan mengkaji fenomena- fenomena sosial untuk
mendapatkan informasi yang selanjutnya dikembangkan menjadi fakta.Fakta-fakta tersebut
dirangkai sehingga menunjukkan adanya suatu kategori atau kesamaan tertentu.

b.      Pendekatan deduktif pengajaran dimulai dengan pemberian konsep dan diteruskan


untuk menemukan fakta-fakta yang menjadi bagian konsep.

Pembelajaran kemampuan berpikir termasuk juga didalamnya yaitu suatu kajian


terhadap peristiwa, kejadian, fenomena atau situasi ( studu kasus) tertentu yang terjadi di
tempat tertentu dan berhubungan dengan aspek-aspek kehidupan manusia di masa lalu, masa
kini atau masa yang akan datang (S. Hamid Hasan, 1996:192). Sebuah peristiwa dapat
dikatakan sebuah kasus atau kejadian karena peristiwa itu unik serta terbatas pada waktu dan
tempat terjadinya peristiwa tersebut dan tidak terulang di tempat yang lain. Contohnya,
peristiwa kelahiran.

Isu Kontroversial merupakan pembelajaran kemampuan berpikir bagi siswa, yang


mana Muessig (S. Hamid Hassan, 1996:202) menyatakan bahwa isu kontroversial adalah
sesuatu yang mudah diterima oleh seseorang atau kelompok tetapi juga mudah ditolak oleh
orang atau kelompok lain. Isu kontroversial lahir dari perbedaan pendapat dan isu
kontroversial pun mengakibatkan perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat muncul dari
perbedaan  pandangan seseorang terhadap sebuah fakta.

h. Strategi Pembelajaran Kemampuan Proses

1. Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Dalam pengajaran IPS SD kelas di persekolahan guru dapat mendorong siswa untuk
belajar memecahkan masalah dengan menggunakan metode pendekatan pemecahan
masalah(problem solving). Dengan cara pendekatan akan  terjalin sebuah komunikasi yang
baik antara guru dengan siswa sehingga antara guru dan siswa tidak ada pembatas. Yang
mana jika tidak ada pembatas antara guru dan siswa akan dengan mudah untuk mencari atau
mengetahui jalan keluar dari suatu permasalahan.

2. Inkuiri
Inkuiri ialah siswa mampu menemukan jawaban sendiri dari pertanyaan-pertanyaan
yang timbul.Pengajaran inkuiri merupakan bentuk pengajaran yang mengenalkan konsep-
konsep secara induktif.Perbedaaan yang mendasar antara pengajaran inkuiri dengan
pemecahan masalah yakni pengajaran inkuiri lebih menekankan pada pengembangan
kemampuan pemecahan masalah yang terbatas pada disiplin ilmu bukan pada masalah yang
ada dalam kehidupan sehari-hari.

 3. Portofolio                                                   

           Kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi
menurut panduan-panduan yang ditentukan.  Portofolio biasanya merupakan karya terpilih
dari seorang siswa.Tetapi dapat juga berupa karya terpilih dari satu kelas secara keseluruhan
yang bekerja secara kooperatif.

i. Strategi Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif pembelajaran yang menghendaki siswa belajar secara


bersama-sama, saling membatu satu sama lain dalam belajar dan memastikan bahwa setiap
orang dalam kelompok mencapai tujuan atau tugas yang telah ditentukan sebelumnya.

j. Strategi Pembelajaran Nilai

1. Bermain Peran

Suatu proses belajar di mana siswa melakukan sesuatu yang dilakukan orang lain
(S.Hamid Hasan, 1996: 265). Dalam proses belajar bermain peran siswa diajak untuk
berpikir, berperan, dan bertindak bukan sebagai dirinya tetapi sebagai orang lain.

2. Sosio Drama

Ada perbedaan antara sosio drama dengan bermain peran yakni bermain peran lebih
luas ruang lingkupnya sedangkan drama sosial membatasi pada permasalahan yang
menyangkut aspek sosial dalam masyarakat.Perbedaan yang kedua yakni dalam penentuan
peran.Dalam sosio drama sebuah peran dapat ditentukan secara langsung setelah sebuah
permasalahan sosial dibahas oleh guru di dalam kelas.Peran yang dimainkan oleh siswa tidak
memerlukan persiapan khusus seperti dalam bermain peran. Dalam sosio drama reaksi
spontan siswa dalam memainkan peran lebih diutamakan sehingga apa yang dikemukakan
siswa sebagai pemegang peran akan berbeda dengan yang aslinya.

Klarifikasi Nilai (Value Clarification Technique):

a.       VCT Analisis Nilai.

b.      VCT Daftar Nilai.

k. Strategi Pembelajaran Peta Dan Globe

Pembelajaran ketrampilan peta dan globe merupakan salah satu metode dalam
pembelajaran geografi.Namun, pembelajaran ini tidak hanya menunjang pembelajaran
geografi saja, pembelajaran sejarah, pendidikan kewarganegaraan, sosiologi bahkan Bahasa
Indonesia. Dalam pembelajaran ini siswa diharapkan mampu membaca dan menunjukkan
tempat serta analisa dalam peta dan grafik. Kita ketahui peta tidak hanya menunjukkan lokasi
satu daerah namun, dalam peta memiliki segudang informasi mengenai penduduk, tempat
wisata, pertambangan dan lain-lain.

l. Pembelajaran Aksi Sosial

Newmann (1975:8) model pembelajaran aksi sosial merupakan pola dan aktivitas
belajar siswa baik di dalam atau dengan kelompok yang dilakukan dengan keterlibatan
masyarakat sebagai aktivitas di mana siswa mendemonstrasikan kepeduliannya terhadap
masalah-masalah sosial. Misalnya menyelenggarakan studi, partisipasi kerja secara sukarela,
aktif mengadakan pendampingan di dalam atau di luar sekolah, dan aktivitas nyata siswa
untuk mempengaruhi kebijakan public di masyarakat yang dilakukan di luar sekolah.

Nasution (1997:179): model pembelajaran aksi social sebagai suatu teknik mengajar
guna membantu anak didik mengembangkan kompetensi social atau kewarganegaraan,
sehingga dapat melibatkan diri secara aktif dalam perbaikan masyarakat.
A.    Pengertian Metode Pembelajaran

Kata metode berasal dari bahasa Yunani yaitu “Methodos” yang berarti cara berani
atau cara berjalan yang di tempuh. Menurut Winarno Surakhmad, metode adalah cara yang
didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan ( 1976 : 74 ). Sedangkan
pengertian pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut Nursid Suaatmadja, metode pembelajaran
adalah suatu cara yang fungsinya merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan ( 1984 : 95 ).
Menurut S Hamid Hasan, metode pengajaran adalah suatu cara yang digunakan untuk
memberikan kesempatan seluas – luasnya kepada siswa dalam belajar ( 1992 : 4).

Dari dua pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa metode pengajaran IPS itu adalah suatu
cara yang digunakan oleh guru agar siswa dapat belajar seluas – luasnya dalam rangka
mencapai tujuan pengajaran secara efektif. Didalam proses belajar mengajara di perlukan
suatu metode yang sesuaidengan situasi dan kondisi yang ada. Metode pembelajaran
seharusnya tepat guna yaitu mampu memfunfsikan si anak didik untuk belajar sendiri sesuai
dengan Student Active Learning (SAL).

B.     Macam – macam metode

Metode – metode untuk mata pelajaran IPS cukup beraneka ragam. Keanekaragaman
meliputi klasifikasi maupun penamaan suatu metode bahkan juga tingkat daya guna dan hasil
guna suatu metode. Secara garis besar, metode pembelajaran IPS antara lain :

1.      Metode Ceramah

Metode ceramah adalah suatu bentuk pengajaran dimana dosen atau guru mengalihkan
informasi kepada sekelompok besar atau siswa dengan cara yang terutama bersifat verbal.

Metode ceramah ini lebih tepat digunakan bila proses pembelajaran memiliki kondisi sebagai
berikut:

a.       Tujuan dasar pembelajaran adalah menyampaikan informasi baru.

b.      Isi pembelajaran bersifat langka, misalnya berupa penemuan baru.

c.       Isi pelajaran harus diorganisasikan dan disajikan dalam sebuah cara khusus keompok
tertentu.
d.      Membangkitkan minat terhadap pelajaran.

e.       Isi pelajaran tidak diingat dalam waktu yang lama.

f.       Sebagai pengantar penggunaan metode yang lain dan pengarah penyelesaian tugas
mengajar.

2.      Metode Tanya Jawab

Pertanyaan dapat dilihat dari beberapa model belajar – mengajar. Baik itu metode
cermah,diskusi kerja kelompok atau metode yang lainnya. Metode Tanya jawab adalah
sebagai format interaksi antara guru dan siswa melalui kegiatan bertanya yang dilakukan oleh
guru untuk mendapatkan respons lisan, sehingga dapat menumbuhkan pengetahuan baru pada
diri siswa.

Tujuan pemakaian metode tanya jawab yaitu sebagai berikut:

a) Mengecek pemehaman siswa sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran.


b) Membimbing para siswa untuk memperoleh suatu ketrampilan yang kognitif maupun
sosial.
c) Memberikan rasa aman kepada siswa melalui pertanyaan yang dipastikan
menjawabnya.
d) Mendorong siswa untuk melakukan penemuan (inquiri) dalam memperjelas suatu
masalah.
e) Membimbing dan mengarahkan jalannya diskusi kelas.

3.      Metode Diskusi atau metode Musyawarah

Metode diskusi dalam pengajaran IPS yaitu suatu cara penyajian materi pelajaran dimana
siswa dibedakan kepada suatu masalah, baik berupa pertanyaan maupun berupa pertanyaan
yang bersifat problemik untuk dibahas atau dipecahkan oleh siswa secara bersama – sama.

Kelebihan metode diskusi yakni :

a) Dapat menggarap kreativitas dan aktivitas siswa dalam proses belajar


b) Siswa dapat mengeluarkan pendapat, sikap, dan aspirasi secara bebas dalam rangka
mengembangkan sikap demokratis.
c) Hasil diskusi (pemikiran bersama) lebih baik bila dibandingkan dengan pendapat
sendiri
Sedangkan kelemahan dari metode diskusi yaitu:

a) Tidak mudah menentukan atau mencari masalah yang akan didiskusikan.


b) Pembicaraan sering didominasi oleh siswa tertentu.
c) Diskusi lebih banyak memerlukan waktu.
d) Bila kegiatan ini tidak terarah, maka pembahasan masalah sering mengembang (tidak
tuntas).

4.      Metode Penugasan ( pemberian tugas )

Metode pemberian tugas dapat disamakan dengan metode resitasi (recitation method).
Dimana metode resitasi ini bersama dengan metode ceramah, merupakan dua metode yang
paling tua, yang digunakan oleh guru yang bekerja dengan kelompok – kelompok siswa.
(Hyman, 1974 : 189). Metode penugasan dalam pengajaran IPS adalah suatu penyajian bahan
pembelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar
dan memberikan laporan sebagai hasil tugas yang dikerjakan. Metode ini mengacu kepada
penerapan unsur – unsur “ Learning by doing”

Adapun kelebihan dari metode penugasan ini yaitu :

a. Relevan dengan prinsip cara belajar siswa aktif (CBSA)


b. Dapat mengembangkan sifat kemandirian pada diri siswa
c. Dapat memperdalam materi pembelajaran
d. Dapat merangsang gairah belajar siswa
e. Dapat mengembangkan kreativitas melatih rasa tanggung jawab pada diri
siswa
f. Dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas siswa.

Adapun kelemahan dari metode ini yaitu :

a. Kadang – kadang tidak terjadi ke relevanan antara tugas dengan materi yang
dipelajari.
b. Kurang adanya balikan bagi guru.
c. Pengerjaan tugas kurang kontrol bila dilaksanakan di luar jam pelajaran.
5.      Metode Kerja Kelompok

Kerja kelompok merupakan salah satu metode belajar mengajar yang memiliki kadar CBSA
yang tinggi. Metode kerja kelompok dapat diartikan sebagai format belajar mengajar yang
menitik beratkan kepada interaksi antara anggota yang satu dengan anggota yank lain dalam
satu kelompok guna menyelesaikan tugas – tugas secara bersama – sama.

Adapun tujuan dari pengguanaan metode kerja kelompok yaitu :

a. Memupuk kemauan dan kemampuan berkerja sama bagi siswa.


b. Untuk meningkatkan keterlibatan sosial emosional siswa.
c. Untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap PBM.

Peranan guru dalam pelaksanaan kerja kelompok

a) Sebagai pengelola, mengorganisir dan mengatur tempat duduk siswa.


b) Sebagai pengamat, pengenal dan membantu siswa jika diperlukan.
c) Sebagai pemberi saran dan penilai.

6.      Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi yaitu merupakan format belajar mengajar yang secara sengaja,
menunjukan atau memperagakan tindakan, proses atau prosedur yang dilakukan oleh guru
atau orang lain kepada seluruh atau sebagian siswa.

Kelebihan dari metode demonstrasi yaitu:

a) Dapat memberikan gambaran kongkrit.


b) Siswa dapat memperoleh pengalaman langsung.
c) Dapat memusatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran.
d) Dapat merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan baru.

Kekurangannya atau kelemahan dari metode demonstrasi yaitu

a) Memerlukan persiapan yang matang.


b) Menurut peralatan yang mengacu untuk semua siswa.
c) Menentukan kegiatan lanjutan (follow up).
7.      Metode Karyawisata

Merupakan suatu kegiatan belajar mengajar dimana siswa dibawa ke suatu objek di luar kelas
untuk mempelajari suatu masalah yang berhubungan dengan materi pelajaran.

Kelebihan metode karyawisata yaitu :

a) Siswa akan memperoleh pengalaman langsung.


b) Dapat meningkatkan minat perhatian siswa dalam mempelajari sesuatu.
c) Dapat memperkaya dan menyempurnakan pengetahuan yang diperoleh
siswa dalam kelas.

8.      Metode Simulasi

Metode simulasi merupakan format interaksi belajar mengajar dalam pengajaran IPS yang
didalamnya menampakkan adanya perilaku pura – pura dari orang yang terlibat dalam proses
pembelajaran.

Keuntungan dari pengguanaan metode simulasi yaitu :

a. Dapat menciptakan kesenangan dan kegembiraan pada diri siswa dalam proses
pembelajaran.
b. Dapat mengurangi keabstrakan pada diri siswa dalam proses pembelajaran.
c. Dapat memberikan pengarahan dan petunjuk sederhana dalam proses
pembelajaran.
d. Dapat melatih siswa berfikr secara kritis.

Adapun kelemahan dari penggunaan metode simulasi :

a. Memerlukan waktu relatif lebih lama dan biaya yang relatif mahal.
b. Memerlukan sistem pengelompokan yang cakap luwes dan kompleks
c. Banyak menuntut imajinasi dan improfisasi guru dan siswa dalam
pelaksanaannya
d. Sulit bagi siswa berperan sesuai dengan peranan tokoh yang dimainkan

9.      Metode Inquiri dan Discovery ( mencari dan menemukan )


Metode penemuan ( discovery methode) sebagai prosedur yang menekankan belajar secara
individual, manipulasi objek atau pengaturan atau pengondisian objek, dan eksperimentasi
lain oleh siswa sebelum generalisasi atau penarikan kesimpulan dibuat.

10.  Bermain Peran ( role playing )

Bermain adalah sebuah proses belajar melalui bermain peran yang dapat mengembangkan
pemahaman, dan identifikasi terhadap nilai. Siswa dalam bermain peran menempatkan diri
pada posisi orang lain, apabila ia memenghayati peran itu, ia akan memahami tidak saja apa
yang telah dilakukan orang tersebut. Dalam bermain peran dituntut siswa yang berkualitas,
yang diharapkan mampu menghayati posisi yang diinginkan. Siswa harus mengetahui dan
memahami terlebih dahuluinformasi tentang tujuan dan peran yang akan dimainkan, untuk itu
perlu didiskusikan dulu dengan antar anggota kelompok untuk membangun simpati terhadap
suatu nilai, yaitu nilai – nilai yang sudah dinyatakan secara lebih spesifik.

11.  Social Drama ( socio drama)

Drama sosial merupakan bermain peran yang berhubungan dengan isu sosial yang disebut
dengan Joyce and Well (1980 ; 254) dengan istilah interpersonal conflict. Drama sosial hanya
membatasi diri dari pada permasalahan yang berkenaan dengan aspeksosial masyarakat.

Permasalahan yang mungkin muncul antara siswa setelah suatu sosial akan sama halnya
dengan apa yang sudah dikemukakandalam bermain peran. Oleh karena itu, selain aspek
positif yang tercapai dalam penanamannilai melalui drama sosial, guru harus berupaya untuk
menghilangkan aspek negatif yang mungkin terjadi diantara siswa yang memegang peranan
tersebut
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Strategi pembelajaran merupakan suatu cara atau pola yang digunakan oleh guru di dalam
perwujudan kegiatan belajar mengajar. Dalam pola tersebut tentu terkandung bentuk- bentuk
rangkaian perbuatan atau kegiatan guru dan siswa yang mengarah pada tercapainya tujuan-
tujuan pembelajaran.

2. Prinsip-prinsip ini merupakan suatu landasan dalam memilih strategi seperti apa yang akan
kita gunakan dalam proses belajar mengajar. Karena dalam menentukan sebuah strategi
pembelajaran IPS SD kelas awal ini harus memperhatikan apa-apa saja yang berhubungan
dengan siswa.

3. Jenis-jenis strategi dalam pembelajaran ips :

1. Strategi Pembelajaran Langsung (Direct Instruction),

2. Strategi Pembelajaran Cooperative Learning,

3. Strategi pembelajaran problem solving,

4. Strategi Mengulang,

5. Strategi Elaborasi,

6. Strategi Organisasi,

7. Strategi Pembelajaran Kemampuan Berfikir,

8. Strategi Pembelajaran Kemampuan Proses,

9. Strategi Pembelajaraan Kooperatif,

10. Strategi Pembelajaran Nilai,

11. Strategi Pembelajaran Peta dan Globe.

.      Metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru agar siswa dapat
belajar seluas-luasnya dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran secara efektif.
2.      Secara garis besarnya metode pembelajaran IPS itu antara lain :

a. Metode ceramah
b. Metode tanya jawab
c. Metode diskusi
d. Metode kerja kelompok
e. Metode demonstrasi
f. Metode karyawisata
g. Metode simulasi
h. Metode Inquiry dan Discovery
i. Metode bermain peran ( Role Playing )
j. Metode sosial drama

3.2 Saran

            Bagi seorang guru atau calon guru sangatlah penting mengerti dan memahami tentang
strategi pembelajaran dan metode pembelajaran IPS di SD. Dimana sebelum memberikan
sebuah materi atau pembelajaran diharapkan seorang guru mampu dan mengerti tentang
pemilihan strategi pembelajaran dan metode yang sesuai dan mendukung terhadap
tercapainya tujuan pembelajaran yang ada.

Dengan adanya makalah ini kelompok kami berharap semoga dapat bermanfaat bagi
mahasiswa khususnya dan pada umumnya untuk masyarakat. Semoga makalah ini dapat
memberikan penambahan ilmu dan pengetahuan bagi kita semua yang memanfaatkan
makalah ini. Kami selaku pihak penyusun juga mengharapkan sebuah kritik dan saran yang
membanggun untuk makalah ini demi kesempurnaan tugas kami pada waktu yang akan
datang.
DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa. 2008.  Menjadi Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan


Menyenangkan. Bandung: Rosda.

Iif Khoirul Ahmadi, Sofan Amri. 2011. Metode Pembelajaran IPS Terpadu.  Jakarta: PT.
Prestasi Pustakaraya.

Sapriya. 2012. Pendidikan IPS Konsep Dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja


Rosdakarya.

Abdul Aziz Wahab. 2009. Metode dan model – model Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS). Bandung: Alfabeta.

Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan.


Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

http://atinsupriatin11.blogspot.co.id/2014/10/metode-media-dan-strategi-pembelajaran.html

http://sofyanpu.blogspot.co.id/2009/05/strategi-pembelajaran-ips.html