Anda di halaman 1dari 15

Gambaran Umum Penganggaran Perusahaan

Posted on Februari 20, 2008 by Pakde sofa

Gambaran Umum Penganggaran Perusahaan

Perencanaan dan Penganggaran Perusahaan

Perencanaan merupakan salah satu dari fungsi manajemen dan penganggaran merupakan salah
satu jenis perencanaan. Penganggaran meliputi penganggaran perusahaan dan penganggaran
bukan perusahaan. Penganggaran perusahaan berarti penganggaran untuk organisasi yang
bertujuan mencari laba, sedangkan penganggaran bukan perusahaan (penganggaran nirlaba)
berarti penganggaran untuk organisasi yang tidak bertujuan mencari laba.

Penganggaran beda dengan anggaran, perencanaan beda dengan rencana. Perencanaan adalah
proses menyusun rencana, sedangkan rencana adalah hasil perencanaan. Penganggaran adalah
proses menyusun anggaran, sedangkan anggaran adalah hasil penganggaran. Rencana dapat
dinyatakan dalam angka (kuantitatif) tetapi dapat juga tidak dinyatakan dalam angka
(kuantitatif), sedangkan anggaran dinyatakan dalam angka (kuantitatif) dan umumnya dalam
satuan mata uang. Penganggaran sangat erat hubungannya dengan akunting, karena
penganggaran merupakan salah satu bidang akunting dan termasuk bagian akunting manajemen.

Anggaran banyak manfaatnya sebagai alat pelaksanaan pekerjaan, tetapi anggaran juga
mempunyai kelemahan, sebab anggaran dibuat berdasarkan asumsi, bila asumsinya berubah
maka anggaran kurang bermanfaat, kecuali direvisi sesuai dengan perubahan asumsi.
Fungsi dan Macam Anggaran

Anggaran berfungsi sebagai alat perencanaan memberikan gambaran yang jelas dalam satuan
barang dan uang. Anggaran berfungsi sebagai alat pelaksanaan memberikan pedoman agar
pekerjaan dapat dilaksanakan secara selaras. Anggaran berfungsi sebagai alat pengawasan, yaitu
digunakan sebagai alat menilai pelaksanaan pekerjaan.
Anggaran dapat dikelompokkan dari segi dasar penyusunan terdiri atas: anggaran variabel dan
anggaran tetap, dari segi penyusunan terdiri atas anggaran periodik dan anggaran kontinu, dari
segi jangka waktu terdiri atas: anggaran jangka panjang dan anggaran jangka pendek, dari segi
bidangnya terdiri atas: anggaran operasional dan anggaran keuangan, dari segi kemampuan
menyusun terdiri atas: anggaran komprehensif dan anggaran parsial, dari segi fungsinya terdiri
atas anggaran apropriasi dan anggaran kinerja, dari segi penentuan harga pokok produk terdiri
atas: anggaran tradisional dan anggaran berdasar kegiatan.

PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL

Peramalan Jualan

Peramalan menurut L.F. Orwick merupakan fungsi manajemen pertama sebelum dilakukan
perencanaan. Penganggaran merupakan salah satu jenis perencanaan, karena anggaran adalah
salah satu jenis rencana. Oleh karena itu, sebelum dibuat anggaran terlebih dahulu dibuat
ramalan. Dalam hal ini sebelum dibuat anggaran jualan terlebih dahulu dibuat ramalan jualan.

Teknik membuat ramalan jualan dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Teknik
membuat ramalan jualan secara kualitatif dengan menggunakan metode pendapat, antara lain:
pendapat para ahli, pendapat para pramuniaga, pendapat survey konsumen, pendapat para
manajer pemasaran. Peramalan jualan secara kuantitatif, antara lain dapat menggunakan analisis
trend garis lurus, analisis trend bukan garis lurus, analisis regresi sederhana, analisis regresi
berganda, dan metode distribusi probabilitas.

Peramalan jualan secara kualitatif biasanya digunakan untuk perusahaan yang baru berdiri,
belum mempunyai data kuantitatif, mempunyai data kuantitatif tetapi tidak dapat digunakan
(tidak lengkap). Peramalan jualan secara kualitatif sifatnya subjektif, tidak seobjektif peramalan
jualan secara kuantitatif.
Penyusunan Anggaran Jualan

Anggaran jualan adalah anggaran hasil penjualan. Jualan artinya hasil penjualan. Penjualan
artinya proses menjual. Menjual artinya menyerahkan sesuatu kepada pembeli dengan harga
tertentu pada saat tertentu.

Kegunaan anggaran jualan terutama sebagai dasar penyusunan anggaran lainnya, dan sebagai
ujung tombak dalam memperoleh laba.

Faktor yang mempengaruhi anggaran jualan selain ramalan jualan, antara lain faktor: pemasaran,
keuangan, ekonomis, teknis, kebijakan perusahaan, penduduk, kondisi, dan lain-lain.

Penyusunan anggaran jualan dimulai dari mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi


anggaran jualan. Setelah itu menetapkan harga jual untuk produk tertentu dan daerah tertentu.
Kemudian membuat taksiran tiap jenis produk yang akan dijual dan penentuan produk yang akan
dijual pada daerah tertentu. Langkah selanjutnya adalah memperhitungkan anggaran jualan, dan
kemudian disusunlah anggaran jualan.

Pengertian Produksi dan Anggaran Biaya Produksi

Biaya pabrik beda dengan biaya produksi, biaya pabrik meliputi biaya bahan baku (BBB), biaya
tenaga kerja langsung (BTKL), dan biaya overhead pabrik (BOP) yang terjadi pada satu periode,
yaitu periode ini, sedangkan biaya produksi meliputi BBB, BTKL, dan BOP yang terjadi pada
dua periode, yaitu periode lalu dan periode ini.

Anggaran produksi berarti anggaran kegiatan, karena produksi adalah proses kegiatan membuat
produk. Produksi tidak perlu dianggarkan, tetapi dijadwalkan. Dengan demikian istilah anggaran
produksi tidak tepat. Oleh karena itu Kegiatan Belajar 1 ini diberi judul anggaran produk, karena
produk perlu dianggarkan.

Untuk menyusun anggaran produksi atau anggaran produk jadi dihasilkan periode ini dihitung
berdasarkan anggaran jualan ditambah sediaan produk jadi akhir yang dianggarkan,
menghasilkan produk jadi siap dijual. Produk jadi siap dijual dikurang sediaan produk jadi awal
menghasilkan produk yang dianggarkan, dalam hal ini anggaran produk jadi dihasilkan periode
ini:

Anggaran produk dapat disusun dalam empat cara: (1) mengutamakan stabilitas produk, (2)
mengutamakan stabilitas sediaan, (3) kombinasi stabilitas produk dengan stabilitas sediaan, (4)
disesuaikan dengan keperluan manajemen.

Penyusunan Anggaran Bahan Baku

Tujuan utama disusun anggaran bahan baku adalah untuk menjaga kelancaran produksi, dan
bahan baku adalah komponen utama dari suatu produk.

Kuantitas bahan baku tersedia untuk dipakai adalah kuantitas bahan baku yang dibeli ditambah
kuantitas sediaan bahan baku awal. Kuantitas bahan baku dipakai adalah kuantitas bahan baku
tersedia untuk dipakai dikurang kuantitas sediaan bahan baku. Biaya bahan baku adalah kuantitas
bahan baku dipakai dikali harga bahan baku per unit. Kuantitas bahan baku dipakai dapat juga
diperoleh dari kuantitas produk jadi yang diproduksi periode ini dikali standar bahan baku
dipakai per unit produk.

Belian bahan baku adalah biaya bahan baku ditambah sediaan bahan baku awal dikurang sediaan
bahan baku akhir.

Penyusunan Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Overhead Pabrik

Tenaga kerja langsung adalah tenaga manusia yang langsung bekerja mengolah produk. Biaya
tenaga kerja langsung adalah upah yang harus dibayar untuk tenaga kerja langsung. Upah untuk
tenaga kerja langsung biasanya menggunakan sistem upah per unit produk yang dihasilkan atau
sistem upah per jam kerja langsung. Untuk memperoleh biaya tenaga langsung yang dianggarkan
adalah jam kerja langsung terpakai dikali standar upah tenaga kerja langsung per jam. Jam kerja
langsung terpakai adalah produksi dianggarkan dikali standar jam tenaga kerja langsung.

Dengan adanya anggaran tenaga kerja langsung dapat disiapkan kas untuk pembayarannya,
sehingga dapat memperlancar produksi.
Anggaran tenaga kerja langsung besar kecilnya dipengaruhi oleh produk dianggarkan, standar
jam kerja langsung, dan standar tarif upah tenaga kerja langsung.

Biaya overhead pabrik (BOP) adalah biaya yang terjadi di pabrik, selain biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja langsung. Bila ingin menyusun anggaran rugi-laba metode penentuan harga
pokok variabel (variable costing) maka biaya overhead pabrik dipisahkan menjadi BOP variabel
dan BOP tetap, tetapi bila ingin menyusun anggaran rugi-laba metode penentuan harga pokok
penuh BOP tidak perlu dipisahkan menjadi dua, terkecuali untuk kepentingan pembedaan
anggaran rugi-laba antara metode penentuan harga pokok variabel dengan metode penentuan
harga pokok penuh.

PENYUSUNAN ANGGARAN OPERASIONAL III

Penyusunan Anggaran Beban Penjualan

Beban penjualan meliputi: beban komisi penjualan, beban promosi, beban distribusi, beban
penghapusan piutang usaha, beban turun harga, tetapi tidak termasuk harga pokok barang terjual.

Beban penghapusan piutang usaha dan beban turun harga yang termasuk beban penjualan,
karena beban tersebut terjadinya ditaksir, sudah diduga. Penghapusan piutang usaha dan turun
harga yang terjadinya tidak terduga (insidental) tidak termasuk beban penjualan, tetapi termasuk
pos luar biasa (insidental).

Beban penjualan merupakan beban (biaya) yang dikelompokkan menurut fungsi organisasi,
dalam hal ini beban penjualan merupakan tanggung jawab fungsi manajer penjualan atau yang
lebih luas lagi. tanggung jawab fungsi manajer pemasaran. Beban penjualan terjadi sebagai
akibat adanya kegiatan penjualan. Beban penjualan berguna untuk meningkatkan volume barang
yang dijual.

Oleh karena itu, bila barang yang dijual tidak meningkat, sedangkan beban penjualan meningkat
maka manajer harus bertanggung jawab mengenai permasalahan tersebut.
Penyusunan Anggaran Beban Administrasi dan Anggaran Rugi Laba

Anggaran beban administrasi dan umum merupakan salah satu unsur beban usaha. Beban usaha
terdiri atas beban penjualan dan beban administrasi dan umum. Oleh karena itu, beban
administrasi dan umum adalah beban usaha dikurang beban penjualan. Beban administrasi dan
umum adalah beban selain beban penjualan, selain harga pokok barang terjual, selain beban non
usaha.

Kegunaan anggaran beban administrasi dan umum pada dasarnya untuk menunjang kegiatan
produksi dan kegiatan penjualan.

Salah satu unsur beban administrasi dan umum adalah beban depresiasi bangunan, beban
depresiasi kendaraan dan alat keperluan kantor. Untuk menentukan beban depresiasi ada
beberapa metode yang dapat digunakan, antara lain: metode beban tetap, metode beban
berkurang, metode beban bertambah, dan metode beban variabel.

Anggaran beban administrasi dan umum adalah salah satu unsur anggaran operasional. Oleh
karena itu, anggaran beban administrasi dan umum diperlukan dalam menyusun anggaran rugi-
laba.

Anggaran rugi-laba yang merupakan tujuan disusunnya anggaran operasional memerlukan


anggaran keuangan, sebaliknya anggaran keuangan memerlukan anggaran operasional. Sebagai
contoh, untuk menyusun anggaran rugi-laba (anggaran operasional) diperlukan anggaran sediaan
(anggaran keuangan), seperti anggaran sediaan bahan baku untuk menyusun anggaran biaya
bahan baku, anggaran sediaan produk jadi dan sediaan produk dalam proses diperlukan untuk
menyusun anggaran rugi-laba. Di sisi lain untuk menyusun anggaran keuangan (anggaran
neraca), seperti anggaran modal sendiri (anggaran laba di tahan) diperlukan anggaran rugi-laba,
karena rugi-laba mempengaruhi besar kecilnya modal sendiri (anggaran keuangan). Rugi
mengurangi modal sendiri, sedangkan laba menambah modal sendiri
PENYUSUNAN ANGGARAN KEUANGAN

Penyusunan Anggaran Kas

Anggaran kas adalah anggaran yang menunjukkan perubahan kas dan memberikan alasan
mengenai perubahan kas dan memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut dengan
menunjukkan arus kas masuk sebagai sumber kas dan arus kas keluar sebagai arus kas digunakan
sehingga tampak kelebihan atau kekurangan kas, dan saldo kas selama periode tertentu dari suatu
organisasi.

Kas masuk dan kas keluar diklasifikasikan dalam kegiatan utama perusahaan, yaitu kegiatan
operasi, kegiatan investasi, dan kegiatan pendanaan.

Salah satu tujuan pokok disajikan anggaran kas adalah untuk menyelesaikan anggaran tentang
likuiditas organisasi, dan manfaat (guna) anggaran kas untuk mengetahui posisi kemampuan
membayar kegiatan rutin (kewajiban jangka pendek), serta memperkuat posisi dalam penawaran.

Anggaran kas dapat disajikan dalam dua bentuk, yaitu bentuk tunggal dan bentuk campuran.

Cara penyusunan anggaran kas ada dua cara pendekatan, yaitu (1) pendekatan kas masuk dan kas
keluar atau metode langsung, (2) pendekatan akunting keuangan atau metode tak langsung
(metode rekonsialisasi).

Penyusunan Anggaran Piutang

Piutang adalah hak menagih sejumlah harta dari kreditor kepada debitor yang bersedia melunasi
pada waktu yang akan datang. Piutang usaha adalah piutang yang timbul karena menjual barang
atau jasa secara kredit.

Kegunaan piutang usaha yang utama adalah untuk meningkatkan volume barang yang dijual agar
mampu bersaing.
Faktor yang mempengaruhi anggaran piutang antara lain: volume barang yang dijual secara
kredit, standar kredit, jangka waktu kredit, pemberian potongan, pembatasan kredit, kebijakan
penagihan piutang.

Langkah penyusunan anggaran piutang usaha; pertama, mengumpulkan data realisasi dan
anggaran jualan; kedua, menentukan taksiran piutang tak tertagih (bila ada) dan syarat
pembayaran; ketiga, menghitung anggaran piutang usaha termasuk menghitung taksiran kerugian
piutang (bila ada); dan keempat, menyusun anggaran piutang

PENYUSUNAN ANGGARAN KEUANGAN II

Penyusunan Anggaran Sediaan

Sediaan pada perusahaan manufaktur terdiri atas: sediaan produk jadi, sediaan produk dalam
proses, sediaan bahan baku, sediaan bahan pembantu, sediaan suku cadang, sediaan pernik, tetapi
yang dibahas hanya tiga macam sediaan, yaitu sediaan produk jadi, sediaan produk dalam proses,
dan sediaan bahan baku.

Sediaan pada perusahaan dagang terdiri atas: sediaan barang dagangan, dan sediaan pernik, tetapi
yang dibahas hanya sediaan barang dagangan.

Cara menentukan anggaran sediaan produk jadi dan sediaan produk dalam proses menggunakan
(1) tingkat perputaran sediaan. Anggaran sediaan produk jadi juga dapat dihitung dengan cara (2)
membuat anggaran produk.

Anggaran sediaan bahan baku dapat dihitung dengan tiga cara: (1) menggunakan tingkat
perputaran sediaan, dapat dengan cara (2) menentukan tingkat kuantitas pesanan ekonomis
(KPE), di samping itu juga dapat dihitung dengan cara (3) membuat anggaran belian bahan baku.

Anggaran sediaan barang dagangan dapat dihitung dengan tiga cara: (1) tingkat perputaran
sediaan, (2) menentukan tingkat pesanan ekonomis., dan (3) membuat anggaran belian barang
dagangan.
Cara menentukan anggaran sediaan bahan baku dengan memb:aat anggaran belian bahan baku,
dan cara menentukan anggaran sediaan barang dagangan dengan membuat anggaran belian
barang dagangan cocok bila akunting keuangan menggunakan pencatatan metode fisik.
Penyusunan Anggaran Utang dan Neraca

Utang meliputi utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Utang jangka pendek adalah
utang yang jangka waktunya tidak lebih dari satu tahun. Seperti: utang usaha, beban terutang,
utang wesel, dan lain-lain. Utang jangka panjang adalah utang yang jangka waktunya lebih dari
satu tahun, seperti utang obligasi.

Utang jangka pendek digunakan untuk membelanjai modal kerja (harta lancar), sedangkan utang
jangka panjang digunakan untuk membelanjai harta tak lancar. Belanja harta lancar dan harta tak
lancar ini dapat digunakan untuk kegiatan ekspansi, yaitu memperluas kegiatan produksi dan
pemasaran untuk meraih laba yang sebesar-besarnya.

Kegiatan ekspansi akan memperbesar utang, di samping itu juga struktur modal mempengaruhi
besar kecilnya utang, semakin besar modal sendiri semakin besar kesempatan memperoleh utang
yang besar, sebaliknya semakin kecil modal sendiri yang dimiliki semakin kecil kemungkinan
memperoleh utang yang besar.

Modal sendiri dari suatu badan usaha strukturnya berbeda antara badan usaha yang satu dengan
badan usaha yang lain. Di Indonesia dikenal badan usaha perseorangan, firma, persekutuan
komanditer, perseroan terbatas, dan koperasi.

PENYUSUNAN ANGGARAN VARIABEL DAN ANGGARAN TETAP

Penyusunan Anggaran Perusahaan Industri

Penyusunan anggaran tetap perusahaan industri terdiri atas anggaran operasional dan anggaran
keuangan. Anggaran operasional dan anggaran keuangan disebut anggaran induk. Anggaran
tetap menggunakan metode penentuan harga pokok penuh, sedangkan anggaran variabel
menggunakan penentuan harga pokok variabel. Anggaran tetap disusun untuk diperbandingkan
dengan realisasi laporan keuangan dihasilkan oleh akunting keuangan, sedangkan anggaran
variabel digunakan manajemen untuk perencanaan laba jangka pendek dan pengambilan
keputusan keuangan, seperti: keputusan menerima atau menolak pesanan khusus, keputusan
menaikkan harga jual atau menaikkan volume jualan.

Dalam anggaran tetap terdapat: anggaran jualan, anggaran produk, anggaran biaya bahan baku
dan anggaran belian bahan baku, anggaran biaya overhead pabrik, anggaran harga pokok barang
terjual, anggaran laba-rugi, anggaran kas, dan anggaran neraca.

Dalam anggaran variabel terdapat anggaran laba-rugi direncanakan dengan membuat anggaran
titik impas, dan anggaran laba-rugi untuk alternatif pengambilan keputusan.
Penyusunan Anggaran Perusahaan Dagang

Perusahaan manufaktur (industri) kegiatannya membeli barang untuk diolah menjadi produk
jadi, sedangkan perusahaan dagang kegiatannya membeli barang untuk dijual. Dengan demikian
anggaran pada perusahaan dagang lebih sedikit daripada perusahaan industri. Penyusunan
anggaran perusahaan dagang lebih sederhana dibandingkan dengan penyusunan anggaran
perusahaan manufaktur, karena dalam perusahaan dagang tidak terdapat istilah bahan baku,
tenaga kerja langsung overhead pabrik, produk jadi, dan produk dalam proses. Produk jadi yang
terdapat dalam perusahaan manufaktur, dalam perusahaan dagang terdapat barang dagangan.

Seperti halnya pada perusahaan manufaktur terdapat anggaran tetap dan anggaran variabel, pada
perusahaan dagang juga terdapat anggaran tetap dan anggaran variabel, tetapi pada perusahaan
dagang tidak menggunakan metode penentuan harga pokok penuh untuk menyusun anggaran
tetap seperti yang terdapat pada perusahaan manufaktur. Anggaran tetap pada perusahaan dagang
meliputi anggaran jualan, anggaran belian barang dagangan, anggaran harga pokok barang
terjual, anggaran beban penjualan dan administrasi (beban usaha), anggaran laba-rugi, anggaran
kas, dan anggaran neraca.

Begitu juga dalam hal menyusun anggaran variabel pada perusahaan dagang tidak menggunakan
metode penentuan harga variabel seperti yang terdapat pada perusahaan manufaktur. Hal ini
disebabkan perusahaan dagang tidak berproduksi sehingga tidak menggunakan metode
penentuan harga pokok produk. Harga pokok barang terjual pada perusahaan dagang merupakan
biaya variabel, sedangkan harga pokok barang terjual dalam perusahaan manufaktur yang
menggunakan metode penentuan harga pokok penuh bukan termasuk biaya variabel, kecuali
menggunakan metode penentuan harga pokok variabel. Anggaran variabel pada perusahaan
dagang seperti halnya pada perusahaan manufaktur dapat digunakan untuk perencanaan laba
jangka pendek dan dapat juga digunakan dalam pengambilan keputusan, hanya saja dalam
Kegiatan Belajar 2 ini tidak diuraikan tentang anggaran variabel yang digunakan dalam
pengambilan keputusan, karena pada dasarnya sama dengan perusahaan manufaktur.
Penyusunan Anggaran Perusahaan Jasa

Bank seperti halnya kegiatan produksi di perusahaan atau kegiatan pembeli barang dagangan di
pasar perusahaan dagang. Kegiatan kredit di bank seperti halnya kegiatan penjualan di
perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang.

Siapa pun di bank terdiri atas simpanan giro, simpanan tabungan, dan simpanan deposito.

Kredit di bank terdiri atas, kredit modal kerja, kredit investasi dan kredit konsumsi. Kredit modal
kerja dan kredit investasi biasanya disebut kredit produksi sebagai lawan kredit konsumsi.

Dalam penjelasan anggaran variabel per gandaan, bunga simpanan merupakan biaya variabel
sedangkan bunga kredit dapatan (revenues).

Analisis selisih pada perusahaan pada perubahan analisis selisih terdiri dari atas analisis selisih
kredit berupa selisih volume kredit dan analisis selisih simpanan berupa selisih volume simpanan
selisih tingkat bunga simpanan dan selisih biaya bunga simpanan.

Pada perusahaan jasa perpakiran juga dapat dibuat analisis titik impas seperti halnya pada
perusahaan jasa, analisis titik impas penting dalam hal persamaan jangka pendek karena dengan
diketahui titik impas dapat menyediakan barang jasa yang dijual agar tidak berada di bawah titik
impas yang mengakibatkan perusahaan merugi.

ANALISIS KEUANGAN DAN AKUNTING DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN

Penggunaan Analisis Keuangan untuk Penyusunan Anggaran


Analisis keuangan berupa rasio keuangan dan analisis masa resisi dapat digunakan untuk
menyusun anggaran.

Rasio keuangan meliputi rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio rentabilitas. Rasio
rentabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba
dengan sumber daya yang tersedia. Rasio rentabilitas, seperti: margin laba kotor, rentabilitas
ekonomis, dan rentabilitas modal sendiri. Rasio likuiditas adalah rasio untuk mengukur
kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban lancar. Rasio likuiditas seperti: rasio kas, rasio
piutang, rasio cepat, rasio lancar, perputaran sediaan, periode pengumpulan, piutang. Rasio
solvabilitas adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan memenuhi seluruh
kewajibannya. Rasio solvabilitas seperti rasio utang dan modal, rasio utang jangka panjang
dengan modal, struktur keuangan vertikal, dan struktur keuangan horizontal. Untuk menyusun
anggaran digunakan rasio keuangan yang ideal menurut manajemen.

Untuk mengantisipasi keadaan masa resisi sangat penting bagi suatu perusahaan membuat
anggaran pada masa sebelum resisi dan pada masa resisi yang kemungkinan akan terjadi.
Kerancuan dalam Akunting

Aktiva tetap tidak berwujud beda artinya dengan aktiva tidak berwujud. Aktiva tidak berwujud
meliputi arti aktiva tetap tidak berwujud dan aktiva lancar tidak berwujud, serta aktiva tidak
lancar lainnya yang tidak berwujud.

Kewajiban beda artinya dengan utang. Kewajiban meliputi arti utang dan modal sendiri.

Penghasilan beda dengan pendapatan, penghasilan artinya proses memperoleh hasil, sedangkan
pendapatan artinya proses memperoleh yang didapat. Dalam laporan laba-rugi mestinya
menggunakan istilah hasilan (income) dan dapatan (revenues), bukan penghasilan dan
pendapatan, karena yang dimaksud bukan prosesnya, tetapi hasilnya.

Biaya (cost) dan beban (expenses) dapat beda maksudnya. Biaya dalam arti luas meliputi harga
pokok dan beban. Biaya dalam arti luas tidak dapat digunakan dalam akunting keuangan.
Biaya pabrik beda dengan biaya produksi, biaya produksi meliputi biaya pabrik, sedangkan biaya
pabrik bagian daripada biaya produksi.

PENGANGGARAN NIRLABA

Gambaran Umum Penganggaran Nirlaba

Penganggaran sektor publik merupakan proses yang sangat vital bagi organisasi sektor publik.
Anggaran publik penting sebab anggaran membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat.
Anggaran merupakan instrumen kebijakan fiskal pemerintah untuk mempengaruhi keadaan
ekonomi melalui kebijakan pengeluaran dan perpajakan. Dengan anggaran, pemerintah dapat
mengalokasikan sumber daya yang langka untuk menggerakkan pembangunan sosial ekonomi,
menjamin kesinambungan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Anggaran merupakan
sarana untuk menunjukkan akuntabilitas pemerintah terhadap publik.

Terdapat dua pendekatan dalam menyusun anggaran sektor publik, yaitu pendekatan tradisional
dan pendekatan Manajemen Publik Baru (MPB). Anggaran tradisional memiliki ciri utama
bersifat tambahan dan bersifat belanja bagian. Pendekatan dimaksudkan untuk mengatasi
kelemahan dari sistem tradisional. Anggaran dengan pendekatan MPB terdiri dari beberapa jenis,
yaitu anggaran kinerja, anggaran berdasar nol, dan SP3. Anggaran dengan pendekatan MPB
sangat menekankan pada-konsep nilai uang dan pengawasan atas kinerja keluaran. Perubahan
dari sistem anggaran tradisional menuju sistem anggaran dengan pendekatan MPB merupakan
bagian penting dari reformasi anggaran. Reformasi anggaran sektor publik dilakukan untuk
menjadikan anggaran lebih berorientasi pada kepentingan publik dan menekankan nilai uang.
Beberapa jenis anggaran dengan pendekatan MPB, seperti anggaran berdasar nol, SP3 dan
anggaran kinerja perlu dikaji lebih mendalam sebelum diaplikasikan, karena pada masing-
masing jenis anggaran tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan. Penerapan sistem anggaran
juga perlu mempertimbangkan aspek sosial, kultural, dan kesiapan teknologi yang dimiliki oleh
pemerintah.

Dari uraian tentang sistem perencanaan, pemrograman dan penganggaran (SP3) ada beberapa hal
yang penting untuk diperhatikan:
1. Bahwa SP3 adalah alat pembantu bagi pemimpin untuk mengambil keputusan di dalam
rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Ini berarti bahwa SP3 bukanlah
suatu sistem yang merencanakan atau memformulasikan sesuatu tujuan sebagaimana
biasanya yang menjadi esensi pokok dari suatu perencanaan. Bagaimana kualifikasi satu
tujuan misalnya tujuan pembangunan dari suatu negara, atau daerah tertentu bukanlah
tanggung jawab SP3, karena hal seperti itu merupakan tanggung jawab dari pemegang
kendali politik kenegaraan. Apa yang telah diformulasikan oleh para pemegang kendali
politik kenegaraan, yaitu para negarawan dan politisi baik yang ada di dalam
pemerintahan maupun yang ada di dalam Lembaga Legislatif yang kelak menjadi tujuan
nasional, ke arah mana seluruh kebijakan ditujukan. Di sinilah letak peranan SP3, yaitu
sebagai alat yang dipakai untuk merumuskan berbagai macam kegiatan yang didukung
oleh sumber yang langka yang karenanya harus disusun pengalokasian penggunaannya
secara nasional, berdaya guna dan berhasil guna sehingga tujuan yang telah ditetapkan
oleh para pemegang kendali pemerintahan dan kenegaraan itu benar-benar dicapai.
Sebagai suatu metode dan sebagai suatu sistem tata laksana anggaran, SP3 dapat
memungkinkan pendayagunaan secara maksimal daya yang langka tersebut, melalui
suatu proses perencanaan yang di dalamnya terlihat proses mencari alternatif pemecahan
masalah. Apabila hal tersebut telah dapat diketahui maka selanjutnya dapat menuju
kepada penyusunan langkah konkret dalam bentuk pembuatan program dan pembuatan
anggaran.
2. Bahwa SP3 meletakkan tanggung jawab yang besar terhadap pemimpin untuk berusaha
mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan mengusahakan agar aparat organisasi yang
di bawah koordinasi dan kekuasaan/komandonya, tidak ada yang terlepas atau
menyimpang dari sasaran yang hendak dicapai. Konsekuensinva ialah pemimpin harus
merupakan pemegang inisiatif yang dominan di dalam mengarahkan pembuatan
perencanaan dan pembuatan program serta kegiatan yang harus dilakukan oleh aparat
secara integratif.
3. Bahwa SP3 adalah proses perencanaan anggaran yang merupakan refleksi dari
pengalaman yang lalu, yang mempengaruhi anggaran yang sekarang dan kemudian
proyeksi pada anggaran yang akan datang. Dalam menetapkan, berbagai macam program
dan proyek di samping terikat kepada tujuan jangka pendek dan menengah serta jangka
panjang juga terikat kepada kemampuan yang nyata dari hasil pelaksanaan sehingga
memungkinkan perubahan atau variasi’ dari penentuan target berikutnya.

Penyusunan Anggaran Negara di Indonesia

Tahap penyusunan anggaran negara di Indonesia pada dasarnya ada empat karena tahap
pengawasan atas pelaksanaan anggaran termasuk tahap pelaksanaan anggaran. Tahap pertama
adalah tahap persiapan, yaitu tahap penyusunan rancangan anggaran yang memerlukan jangka
waktu penyusunan sekitar 6 bulan. Pada tahap pertama ini pekerjaan persiapan anggaran
dilaksanakan oleh unit khusus dalam suatu organisasi pemerintahan, di Indonesia dilaksanakan
oleh Departemen Keuangan cq. Direktorat Jenderal Anggaran bekerja sama dengan Bappenas
yang menyangkut anggaran pembangunan. Tahap kedua, adalah tahap pengesahan yaitu tahap
pengajuan rancangan anggaran kepada DPR untuk disahkan, yang memerlukan jangka waktu
sekitar 3 bulan. Pada tahap kedua ini merupakan tahap penentuan anggaran, meliputi kegiatan
analisis, evaluasi atas berbagai macam permintaan anggaran dengan mempertimbangkan faktor
penunjang dan faktor penghambat terutama prioritas target yang hendak dicapai, selain itu
disiapkan semua memorandum (nota keuangan) yang memberikan alasan bagi penentuan
anggaran. Tahap ketiga adalah tahap pelaksanaan dan pengawasan anggaran memerlukan waktu
12 bulan. Pada tahap ketiga ini dipersoalkan tentang tata cara pengurusan uang anggaran dan
cara pengawasannya. Tahap keempat adalah tahap terakhir, yaitu tahap pertanggungjawaban
anggaran memerlukan waktu 6 bulan. Pada tahap keempat ini merupakan tahap penyusunan
laporan pertanggungjawaban anggaran, laporan realisasi anggaran, Nota Perhitungan Anggaran
Negara (Nota PAN) yang disertai hasil pemeriksaan BPK. Dengan demikian satu siklus anggaran
memerlukan jangka waktu 2 7 bulan.

Anggaran Sumber dan Belanja Negara yang sering dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah sesungguhnya
merupakan anggaran kas, yaitu anggaran sumber atau anggaran pendapatan merupakan anggaran
kas masuk, sedangkan anggaran belanja merupakan anggaran kas keluar.

Sumber Buku Penganggaran Karya M. Nafarin

http://massofa.wordpress.com/2008/02/20/gambaran-umum-penganggaran-perusahaan/