Anda di halaman 1dari 9

BAB V

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan penelitian pada data RMK (Rekam Medik Kesehatan) pasien


sirosis hati dengan SBP (spontaneous bacterial peritonitis) menggunakan metode
retrospektif di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang yang menjalani rawat inap
pada periode januari 2016 sampai Desember 2018. Diperoleh 26 populasi RMK
pasien yang didiagnosa sirosis hati dengan SBP. Dari 26 Sampel tersebut
diperoleh 21 pasien terdiagnosa sirosis hati dengan SBP dan mendapatkan terapi
sefotaksim. Sampel yang memnuhi kriteria inklusi sebanyak 20 dan 1 Sampel
memenuhi kriteria ekslusi.

Populasi RMK pasien sirosis hati di instalasi rawat inap


RSUD Dr Saiful Anwar Malang periode Januari 2016 –
Desember 2018 ( 26 pasien )

Pasien yang tidak Pasien yang


mendapatkan terapi mendapatkan terapi
dengan sefotaksim dengan sefotaksim
: 5 RMK : 21 pasien

Pasien yang Pasien yang


memenuhi kriteria memenuhi kriteria
eksklusi : 1 RMK inklusi : 20 RMK

Bagan V.1 Skema sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian
pada pasien sirosis hati dengan SBP

Dari data tersebut dapat diperoleh data demografi pasien, data klinik , data
laboratorium dan terapi yang didapatkan pasien. Sehingga dapat dilakukan
analisis penelitian untuk mendeskripsikan pola penggunaan sefotaksim pada
pasien sirosis hati dengan SBP yang di rawat di instalasi RSUD Dr Saiful Anwar
Malang.
5.1 Data Demografi Pasien

5.1.1 Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin

Data pada tabel V.II menunjukan distribusi Jenis kelamin pada pasien
sirosis hati dengan SBP yang dirawat di instalasi RSUD Dr Saiful Anwar Malang
pada periode Januari 2016- Desember 2018.

Tabel V.1 Distribusi Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Pasien Persentase (%)


Laki-laki 14 70
Perempuan 6 30
Total 20 100

5.1.1 Distribusi Berdasarkan Usia

Data pada table V.2 menunjukan distribusi usia pada pasien sirosis hati
dengan SBP yang dirawat di instalasi RSUD Dr Saiful Anwar Malang pada
periode Januari 2016-Desember 2018.

Tabel V.2 Distribusi Berdasarkan Usia

Usia Jumlah Pasien Persentase (%)


< 45 tahun 4 19
45 – 60 tahun 8 38
61 – 75 tahun 6 33
> 75 tahun 2 10
Total 20 pasien 100
5.1.3 Distribusi Berdasarkan Status Pasien

Data pada table V.3 menunjukan persentase distribusi status pasien sirosis
hati dengan SBP yang dirawat di instalasi RSUD Dr Saiful Anwar Malang pada
periode Januari 2016 - Desember 2018.

Tabel V.3 Distribusi Berdasarkan Status Pasien

Status Pasien Jumlah Pasien Persentase (%)


JKN 20 100
Umum 0 0
Total 20 100

5.2 Komplikasi

Data pada tabel V.4 menunjukan persentase 20 pasien dengan komplikasi


penyerta pada pasien sirosis hati dengan SBP yang di lihat berdasarkan data RMK
pasien rawat inap di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang pada periode Januari
2018 – Desember 2018.

Tabel V.4 Komplikasi Pasien SBP

Komplikasi Jumlah Pasien* Persentase (%)


Asites 20 30
Hipoalbumin 10 15
Anemia 6 10
Sepsis 6 10
Hepatic ensefalopati 5 7
Hematemesis, melena 3 4
Hepatorenal sindrom 2 3
Total 67 100

Katerangan : *1 pasien dapat memiliki lebih dari 1 komplikasi penyerta


5.3 Profil Terapi Lainnya

Data pada tabel V.5 menunjukan pola penggunaan terapi lainnya pada
pasien sirosis hati dengan SBP berdasarkan data RMK pasien rawat inap di rumah
sakit Dr. Saiful Anwar Malang pada periode Januari 2018 – Desember 2018.

Tabel V.5 Komplikasi Penyerta Pasien SBP

Komplikasi Jumlah Pasien* Persentase (%)

Furosemid 14 18
Spironolakton 16 21
Laktulosa 18 23
Tranfusi albumin 12 16
Tranfusi PRC 4 5
Propranolol 13 17

Total 77 100

5.4 Pola Penggunaan Sefotaksim Pada Pasien Sirosis Hati Dengan SBP

5.4.1 Pola Penggunaan Terapi Sefotaksim

Data pada table V.6 menunjukan pola penggunaan terapi sefotaksim pada
20 pasien sirosis hati dengan SBP berdasarkan data RMK pasien rawat inap di
rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang pada periode Januari 2016 – Desember
2018. Dari data tersebut didapatkan bahwa sefotaksim digunakan tunggal dan
kombinasi.

Tabel V.6 Pola penggunaan terapi sefotaksim pada pasien SBP

Terapi Jumlah Persentase (%)


Tunggal 20 91
Kombinasi 2 9
Total 22 100
5.3.2 Pola Penggunaan Terapi Sefotaksim Tunggal

Data pada table V.7 menunjukan pola penggunaan terapi tunggal


Sefotaksim pada 20 pasien sirosis hati dengan SBP berdasarkan data RMK pasien
rawat inap di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang pada periode Januari 2016 –
Desember 2018.

Tabel V.7 Pola penggunaan terapi antibiotik tunggal pada pasien SBP

Terapi Dosis Jumlah* Persentase (%)


(2x2 g) IV 1 5
(3x1 g) IV 3 15
Sefotaksim (3x2 g) IV 14 70
(4x2 g) IV 2 10
Total 20 80

Keterangan : *tidak semua pasien mendapat terapi antibiotic tunggal dan 1 pasien
dapat menerima lebih dari 1 terapi

5.3.3 Pola Penggunaan Terapi Sefotaksim Kombinasi

Data pada tabel V.8 menunjukan pola penggunaan terapi kombinasi


sefotaksim pada 20 pasien sirosis hati dengan SBP berdasarkan data RMK pasien
rawat inap di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang pada periode Januari 2016 -
Desember 2018. Dari data tersebut didapatkan pola antibiotic kombinasi yang
digunakan sebagai berikut :
Tabel V.8 Pola Terapi Sefotaksim Kombinasi pada Pasien SBP

Regimen Dosis Jumlah (%)

Ciprofloxacin (2x400mg) IV +
1 50
cefotaxime (3x2g) IV

Sefotaksim (3x2g) IV +
1 50
Levofloksasin (1x500 mg) IV

Total 2 100

5.3.4 Pola Penggunaan Terapi Switch Sefotaksim

Data pada table V.9 menunjukan pola penggunaan switch antibiotik pada
pasien sirosis hati dengan SBP yang di lihat berdasarkan data RMK pasien rawat
inap di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang pada periode Januari 2016 –
Desember 2018.
Tabel V.9 Pola switch Sefotaksim pada Pasien SBP

Pola Switch Jumlah* (%)

Cefotaxime (3x2 g) IV  Levofloxacin (1x500 mg) IV 1 11

Cefotaxime (3x1 g) IV  Cefotaxime (3x2 g) IV 2 22

Ceftriaxone (1x1 g) IV  Cefotaxime (3x2 g) IV 2 22

Ceftriaxone (2x1 g) IV  Cefotaxime (3x2 g) IV 1 11

Ceftriaxone (2x1 g) IV  Cefotaxime (4x2 g) IV 1 11

Cefotasime (3x2 g) IV
 Sefotaksim (3x2g) IV + Levofloksasin (1x500 mg) IV 1 11

Ciprofloxacin (2x400 mg) IV + cefotaxime (3x2 g) IV 1 11


 Cefotaksim (3x2g) IV
Total 9 100

Keterangan : *tidak semua pasien mendapat terapi penggantian antibiotic

5.3.5 Lama Penggunaan Terapi Sefotaksim

Data pada table V.10 menunjukan persentase lama penggunaan terapi


sefotaksim pada pasien sirosis hati dengan SBP yang di lihat berdasarkan data
RMK pasien rawat inap di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang pada periode 1
Januari 2016 – 30 Desember 2018.
Tabel V.10 Lama penggunaan terapi sefotaksim pada pasien SBP

Lama Terapi Jumlah Persentase (%)


3-7 hari 8 40
8-14 hari 12 60
Total 20 100

5.4 Lama Rawat Inap Pasien Sirosis Hati Dengan SBP

Data pada tabel V.11 menunjukan distribusi berdasarkan lama perawatan


pada pasien sirosis hati dengan SBP yang di lihat berdasarkan data RMK pasien
rawat inap di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang pada periode Januari 2016 –
Desember 2018. Dikategorikan dalam 1-5 hari, 6-10 hari, 11-15 hari, dan 16-20
hari.

Tabel V.11 Lama perawatan pada pasien SBP

Lama MRS Jumlah pasien Persentase (%)


1-5 hari 5 25
6-10 hari 9 45
11-15 hari 5 25
16-20 hari 1 5
Total 20 100

5.6 Kondisi Keluar Rumah Sakit (KRS) Pasien Sirosis Hati Dengan SBP

Data pada table V.12 menunjukan distribusi berdasarkan kondisi KRS


(Keluar Rumah Sakit) pasien sirosis hati dengan SBP yang di lihat berdasarkan
data RMK pasien rawat inap di rumah sakit Dr. Saiful Anwar Malang pada
periode Januari 2016 – Desember 2018. Kondisi KRS meliputi pulang, pulang
paksa dan meninggal.
Tabel V.12 Pola penggunaan terapi sefotaksim pada pasien SBP

Kondisi KRS Jumlah pasien Persentase (%)


Pulang 10 50
Pulang paksa 4 20
Meninggal 6 30
Total 20 100